Move On (Chapter 11)

Title: Move on (Chapter 11)

Pairing: IU/Yoseob, IU/Wooyoung, slight! Jiyeon/Junhyung

Member: Thunder, Hyuna, G.O dan 4 orang cewek lainnya -_-

Disclaimer: Aku nyari nama aslinya 2 orang cewek itu dari http://yeinjee.com/star/fx-members-profile/ kalo namanya salah, maaf ya. Aku liat disitu soalnya

Author: junseobie

Rating: PG-13

A/N: Maaf ya disini banyak pairingan. Maaf kalo pada ga suka ya. Abisnya aku bingung ngepair siapa lagi hehe :D . Oh iya, aku pada lupa yang sekelas itu siapa aja. Jadi kalo misalnya di Chapter sebelumnya ada yang sekelas dan disini tiba-tiba ga sekelas, mianhae ya -_-v Dan ini ffnya leeebiiiih panjang dari chapter2 sebelumnya. Enjoy! Baca author’s note paling bawah ya!

(chap 1) (chap 2) (chap 3) (chap 4) (chap 5) (chap 6) (chap 7) (chap 8 ) (chap 9) (chap 10) (chap 12) (chap 13) (final chapter)

-3 hari kemudian- -IU POV-

2 hari lagi sekolahku mengadakan acara yang bernama Queen and King (kalo di Jakarta mungkin bisa dibilang abang none). Pesertanya dari 3 angkatan. Kelas 10 mewakilkan 2 pasangan setiap kelasnya. Sedangkan kelas 11 dan 12 digabung menjadi satu. Kelasku digabung dengan kelasnya Jaebum oppa. Perwakilan dari kelasku adalah Mir dan Nana onnie, aku dan Seungri oppa. Kelas Jiyeon digabung dengan kelas Junhyung oppa. Perwakilan dari kelas mereka yaitu Jiyeon dan Junhyung oppa, Dongwoon dan Narsha onnie. Kelas Yoseob digabung dengan kelas Suzy onnie. Perwakilannya adalah Yoseob dan Suzy onnie, Jaebum oppa dan Jia. Kelasnya Amber digabung dengan kelasnya Wooyoung oppa. Perwakilannya adalah Yonghwa dan Seohyun onnie, Wooyoung oppa dan Min.

Wooyoung oppa kok pake ikut segala ya? Ga takut berantem sama Syerin onnie lagi apa? Baru juga mereka baikan. Ah ga tau lah.

Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore. Suasana disekolah juga sudah mulai sepi. Hanya beberapa anak saja yang masih berada disekolah. Aku sekarang berada di kantin bersama Thunder, Yoseob, G.O oppa dan Ichi onnie. “uuuuh. Aku sama G.O jadi ga bisa ikutan Queen and King lagi huhuhuhu” ucap Ichi onnie sambil berpura-pura menangis. “tau nih. Mentang-mentang udah 2 tahun berturut-turut kita menang mulu” ucap G.O sambil memonyongkan bibirnya. “hahaha yang sabar ya hyung, noona” ucap Thunder sambil menepuk-nepuk tangannya Ichi dan G.O.

“tapi yang aku bingung, kok Wooyoung hyung mau ikutan Queen and King ya? kan padahal ga bisa se-couple sama Syerin noona. Terus juga nanti dia ga takut berantem lagi apa ya?” tanya Yoseob tiba-tiba. “kita juga ga tau” jawab G.O yang diikuti dengan anggukan semua orang. “hm terus oppa, itu beneran si Jiyeon sama Junhyung oppa jadi ikutan ginian? Kalo nanti pada tau mereka pacaran gimana?” tanyaku. “mereka jadi ikut kok. Cuman ya emang itu resiko mereka kalo mau ikutan” jawab G.O lagi yang diikuti dengan bunyi ‘oooo’ dari adik kelasnya.

-Author’s POV-

Dari kejauhan, IU melihat Syerin sedang menggandeng tangan Wooyoung. Tiba-tiba wajah IU mulai terlihat agak sedih. Yoseob dan Thunder yang berada disebelah IU langsung menyadari raut wajah sedih IU. Mereka langsung melihat kearah pandangan IU. “IU-ah, yang sabar ya” ucap Thunder sambil menepuk-nepuk bahu IU dengan pelan. IU langsung memaksakan senyum terbaiknya kepada Thunder sambil berkata “gomawo Thunder-ah”

Ketika IU sedang berbicara dengan Thunder, IU merasakan tangannya terasa hangat, seperti sedang dipegang seseorang. Kemudian dia langsung melihat kearah tangannya. Dan ternyata yang memegang tangan IU adalah Yoseob. Kemudian IU langsung menatap mata Yoseob. Mata Yoseob seperti mengatakan jangan-sedih-lagi-ya kepadanya. IU langsung memberikan senyum kecilnya sambil mengerutkan dahi. Thunder yang melihat adegan itu hanya tersenyum lebar. Sedangkan sepasang kekasih yang ada didepannya (G.O ichi) sedang sibuk dengan hpnya masing-masing.

IU dan Syerin sekarang memang tidak pernah saling menyapa lagi. Tatap mata aja ga pernah gimana nyapa. Ya begitulah IU dengan Syerin. Tapi yang anehnya, Wooyoung tetep biasa aja sama IU. Aneh? sa-ngat.

Syerin dan Wooyoung berjalan kearah tempat duduk IU. Syerin yang menyadari keberadaannya langsung melihat kearah lain. Ketika mereka telah mendekat kearah tempat IU, Wooyoung langsung menepuk bahu G.O dan Ichi dengan pelan. “ya. Dicariin Junhyung sama Dujun tuh” ucapnya. Ketika Wooyoung sedang berbicara dengan G.O dan Ichi, IU langsung menatap Syerin. Syerin yang merasa diperhatikan langsung melirik kearah IU. Seketika IU langsung tersenyum kearah Syerin. Tapi Syerin langsung melihat kearah lain. Wooyoung yang melihat kejadian ini langsung menghembuskan napasnya dengan panjang sambil berkata “bye” lalu pergi.

Thunder dan Yoseob yang juga melihat kejadian itu langsung berkata kepada IU. “yang sabar ya” sambil memberikan senyuman terbaik mereka. “hm Thunder, Yoseob, IU. Kayaknya kita musti ke Junhyung dulu deh. Katanya sih ada hal yang penting” ucap Ichi kepada mereka semua. Kemudian mereka mengangguk. “bye! oh iya, IU-ah! Jangan sedih-sedih ya” ucap pasangan kekasih itu kepada IU.

“masih belom bisa lupain Wooyoung hyung ya?” tanya Yoseob yang masih memegang tangan IU. IU langsung menggeleng lemas. “coba kamu lupain Wooyoung hyung dulu. Ada kok orang lain yang suka sama kamu. Jadi buat apa nungguin yang ga pasti?” tanya Thunder sambil pindah tempat didepan mereka berdua. Siapa? Ga ada yang suka sama aku. Pikir IU. “Ga ada yang suka sama aku Thunder-ah. Aku emang ga bisa lupain Wooyoung oppa bukan aku nungguin dia putus sama Syerin onnie” jelas IU. Ga ada? Orang disebelah kamu ini suka sama kamu. Ucap Yoseob didalam hati.

“iya deh terserah kamu”

“kalian berdua ga usah khawatirin aku ya? Aku juga pasti move on kok”

“iya iya. Kita percaya sama kamu”

Tiba-tiba hp IU berbunyi. ‘Jiyeon calling’ yang tertera di layar hpnya.

“yoboseyo”

“IU-ah, kamu dimana?”

“aku dikantin sama Thunder sama Yoseob. Kamu kenapa Jiyeon-ah? Lagi nangis ya?”

“aku…kesana…ya” ucap Jiyeon sambil sesegukan.

“iya iya” Kemudian sambungan telfon itu terputus. “Jiyeon kenapa?” tanya para namja itu. “aku juga ga tau. Tapi tadi dia sih lagi sesegukkan” jawabnya. 5 menit kemudian, Jiyeon datang ke mereka dengan keadaan yang menyedihkan. Air mata yang tidak berhenti mengalir dari matanya, rambutnya yang terlihat acak-acakan, dan banyak bekas genggaman tangan dilengannya. Seketika IU, Thunder dan Yoseob langsung membelalakan matanya melihat keadaan orang yang didepannya.

“Jiyeon-ah! Kamu kenapa?!” tanya IU yang masih terpaku ditempat duduknya. “huhuhuhuhu IU…..huhuhuhu” Jiyeon langsung memeluk IU. Yoseob yang berada disebelah IU langsung menyuruh Jiyeon untuk duduk ditempatnya sedangkan dia duduk disebelah Thunder. “tarik napas dulu Jiyeon-ah. Minum ini dulu kalo ga” ucap Thunder sambil memberikan air minumnya. “ma..ka..sih” ucap Jiyeon sambil sesegukkan. Selagi Jiyeon meminum air putih itu, IU merapihkan rambut Jiyeon yang terlihat kusut.

Ketika keadaan Jiyeon sudah membaik, IU bertanya kepada Jiyeon. “Jiyeon-ah, mau cerita sama kita?” sambil menaikkan alisnya. “jadi gini….”

-FLASHBACK- (masih author POV ya. Tapi di flashback ini, yang garis miring itu cuman pikiran Jiyeon. Bukan orang laen lagi)

“Jiyeon-ah. Mau turun bareng kita ga?” tanya Sooyeon yang berada didepan pintu kelasnya. “kalian duluan deh ya. Nanggung ini dikit lagi” jawabnya sambil tetap fokus dengan tugasnya. “oke. Anyeong Jiyeon~!” ucap mereka sambil melambaikan tangannya. Hari ini kelas Jiyeon berada di lantai 4 dan selantai dengan anak kelas 12. Kelas Jiyeon sudah tidak ada orang. Hanya Jiyeon dan lembar kerjaannya. “huaaaaaa akhirnya selese juga!” ucapnya sambil tersenyum. Kemudian dia memasukkan bukunya kedalam ranselnya dan bergegas untuk ke kantin.

“ya. Udah denger peserta Queen and Kingnya belom?” tanya yeoja yang berkuncir satu kepada 3 orang temannya. Jiyeon yang hendak keluar dari kelasnya langsung bersembunyi dibelakang pintu sambil mendengarkan pembicaraan mereka. Mungkin ini salah satu dari fansnya Junhyung oppa. Pikirnya.

“belom. Emang kenapa? Ichi sama G.O nyalonin diri lagi?” tanya yeoja yang bertas merah. “enggak lah pabo! orang kelas 11 digabung sama kelas 12″ ucap yeoja yang memakai bando sambil memukul kepala temannya. “iya? ih kok gue ga tau sih? Ah parah banget!!” ucap si tas merah. “ya kan lo ga masuk. aduh gimana sih” ucap yeoja yang memakai cardigan biru. “terus kenapa emangnya?” tanya si bando kepada si kuncir satu (biar cepet ya nyebutnya -_-).

“ituuu, lo tau kan adek kelas kita yang namanya Jiyeon? Yang temennya Ichi sama G.O”

“hmmmm. Tau kayaknya. Kenapa?”

“oh! Yang deket sama Junhyung ya?” Deg! Benerkan!

“Nah iya! Jadi, dia tuh pasangan sama Junhyung di Queen and King nanti!”

“WHAT?! KOK BISA?!” teriak mereka semua berbarengan.

“Ga tau!!! Yang bikin aneh, si Junhyung dari dulu ga mau ikut gituan kan? nah sekarang dia jadi ikut gituan!!!!”

“Jadi….secara ga langsung lo bilang kalo Junhyung ada apa apanya sama si Jiyeon brengsek itu?”

Si kuncir satu langsung mengangguk mantap kepada si cardigan biru. “ANDWAEEEEEEEEEE!!!!!!!” teriak si tas merah. “Kelas itu anak brengsek dimana?!” tanya si bando yang mulai kesal. “tadi sih gue denger, ada yang nyebut-nyebut nama Jiyeon diruang 408 dan ampe sekarang sih gue belom liat ada orang yang keluar dari situ” ucapnya sambil menunjuk kearah kelas Jiyeon yang berada dipojokan koridor. MAMPUS!!!!!! OPPAAAAA!!! TOLONGIN AKUUUUU!!!

Tiba-tiba suara kaki para yeoja itu mendekat kearah kelasnya. OTTOKE?! OTTOKE?! Jiyeon yang panik langsung bersembunyi dibawah kolong meja dipojokan kelas. God help me please!! Para yeoja itu akhirnya sampai didepan pintu kelasnya. “Mana? Kok ga ada?” tanya si tas merah kepada si kuncir satu. “gue yakin dia ngumpet! Orang tadi ga ada yang keluar!” ucap si kuncir satu. Please keluar please “aish. Tadi kan lo ketoilet. Mungkin dia keluar dari kelas pas lo lagi ditoilet kali” ucap si tas merah.

Ketika mereka hendak pergi dari kelasnya Jiyeon, hp Jiyeon yang berada ditangannya langsung bergetar-getar sehingga mengenai kaki meja yang ada didepannya. Jiyeon langsung menarik tangannya sehingga hpnya tidak bergetar mengenai kaki meja lagi. Dia langsung membaca sms yang masuk kehpnya.

From: Junhyung oppa
Nanti pulang bareng aku ya

Sebelum Jiyeon membaca habis sms itu, seseorang sudah mengambil hpnya dari tangannya. Jiyeon langsung membelalakan matanya ketika melihat si cardigan biru mengambil hpnya. “From-Junhyung-oppa. Nanti-pulang-bareng-aku-ya” ucap si cardigan biru itu yang menekankan semua kata dikalimat itu. “MAKSUDNYA APA INI? LO PACARNYA JUNHYUNG?” teriak si bando dengan kesal. Jiyeon hanya menundukkan kepalanya.

“HAHA POOR JUNHYUNG! PUNYA CEWEK YANG JELEK, BRENGSEK KAYAK LO INI!”

“Ini pacarnya Junhyung? well, tipenya Junhyung bukan kayak gini ya. Tipenya Junhyung yang CANTIK, SEXY, PINTER, BANYAK DUITNYA! GA KAYAK LO INI!”

Jiyeon tetap menundukkan kepalanya sambil menahan air mata yang hendak jatuh kepermukaan.

“HEH! LO BISU APA?! JAWAB GUE KENAPA SIH!”

Jiyeon tetap diam.

“HAHAHAHA. DIA TUH BISU! BUTA JUGA LAGI. LIAT AJA DARI TADI DIA GA MAU LIAT KEARAH KITA”

“HEH! JAWAB GUE! LIAT GUE!” teriak si cardigan biru sambil memegang lengan Jiyeon dengan sangat kencang. “aaaah. Sakit onnie” ucap Jiyeon sambil mencoba melepaskan genggaman tangan si cardigan.

“HAHAHA BISA NGOMONG JUGA TOH DIA. COBA SEKARANG LIAT GUE!” teriak si kuncir satu sambil menjambak rambutnya Jiyeon. “AAAAAAAAA ONNIE SAKIT!!” teriak Jiyeon yang meringis kesakitan.

“GA BAKAL GUE LEPASIN SEBELOM LO NGAKU, LO PACARNYA JUNHYUNG ATAU BUKAN!”

Jiyeon diam sambil meringis kesakitan. Jiyeon sudah berjanji kepada Junhyung kalo dia ga bakal kasih tau siapa-siapa (kecuali yang waktu itu ikut kedufan). Dan dia juga ga mau ngingkarin janjinya itu.

“Junhyung. Tipe lo ga asik banget men. Cewek kayak BEGINI yang lo demenin? HA”

“KESEEEEEEL BANGET GUE SAMA LO!!! LO UDAH NGEREBUT JUNHYUNG DARI GUE!!!!!!” teriak si cardigan biru sambil menjambak dan mengacak-ngacak rambut Jiyeon. “ONNIEEEEE!!!!! SAKIT ONNIE SAKIT!!!” teriak Jiyeon sambil terus berusaha untuk melepaskan tangan si cardigan dari rambutnya. “YAAAAA!!!!!” teriak seseorang dari depan pintu.

Semua orang yang ada didalam langsung terdiam dan langsung melihat kearah pintu. “Minah! Lepasin tangan lo dari rambutnya Jiyeon!!!” teriak orang itu sambil berjalan kearah mereka. Kemudian Minah melepaskan tangannya dari rambut Jiyeon. “onnie!! huhuhuhu” Jiyeon langsung berlari keorang itu dan memeluknya dengan erat. “HAHA Hyuna pengen jadi pahlawan hah?” ucap Minah dengan senyum liciknya. “halah Hyuna. Ngapain coba lo ngebela dia? Dia udah ngerebut Junhyung dari lo” ucap si kuncir satu.

“Heh Victoria! Gue emang sama kayak LO semua! Gue suka sama Junhyung. Gue orang pertama yang tau mereka jadian daripada LO semua atau pun fansnya Junhyung. Awalnya gue emang ga bisa terima dia jadian. Tapi makin lama gue makin nyadar kalo gue emang GA BISA dapetin Junhyung. Dan dia sekarang udah punya pacar. Jadi ya mau ga mau gue harus lupain Junhyung. DAN SEKARANG LO SEMUA, VICTORIA! MINAH! BOMI! KRYSTAL! GA PUNYA HAK LAGI BUAT OVERPROTECTIVE SAMA JUNHYUNG! ups emang dari DULU LO SEMUA GA PUNYA HAK BUAT OVERPROTECTIVE SAMA DIA!” ucap Hyuna.

Kemudian Hyuna dan Jiyeon keluar dari kelas. Berjalan menelusuri koridor dan menuruni anak tangga. Selama perjalanan kebawah, tidak ada satupun dari mereka ada yang berbicara. Hingga akhirnya Jiyeon yang memutuskan untuk berbicara “onnie” ucapnya yang membuat Hyuna berhenti berjalan. “onnie. Mianhae ya. A..aku emang harusnya ga usah terima Junhyung oppa. Yang ada aku bikin semua orang termasuk onnie patah hati. Maafin aku onnie” ucapnya yang kemudian diakhiri dengan tangisan.

Hyuna yang berada didepan Jiyeon pun ikut menangis (tanpa suara). “haha. Kamu ga usah minta maaf Jiyeon-ah. Lagipula aku juga udah punya Dujun kan? Jadi buat apa lagi aku harepin Junhyung?” ucapnya tanpa menengok kebelakang. Apa onnie nerima Dujun oppa cuman buat ngelupain Junhyung oppa ya? “Aku juga nerima Dujun bukan karena aku mau lupain Junhyung loh ya. Aku memang menyukainya. Dan aku bahagia kok, Junhyung dapet yeoja yang ga banyak macem kayak mereka” lanjutnya.

“hm Jiyeon-ah. Kamu bisa turun kebawah sendiri? aku baru ingat kalo aku tadi dipanggil Dujun-”

“bentar onnie. Aku mau nanya, onnie kok bisa tau kalo aku lagi disiksa sama mereka?”

“soalnya onnie tadi lagi diatas. Dan onnie ngedenger banyak yeoja yang teriak-teriak”

“oooh. Onnie, Gomawo” ucap Jiyeon sambil membungkukkan badannya 90 derajat. Tetapi percuma saja, karena Hyuna tidak menengok sama sekali kearahnya. “sama sama Jiyeon-ah” ucap Hyuna sambil berlalu.

Kenapa aku bikin banyak orang patah hati?

Kenapa aku harus nerima Junhyung oppa?

Kenapa aku egois banget kayak gini?

Kenapa aku harus suka sama Junhyung oppa?

Kenapa musti AKU yang harus Junhyung oppa suka?

Kenapa….

Aku ga mau orang lain patah hati gara gara aku

Aku juga ga mau bikin Hyuna onnie kesiksa secara ga langsung

-END FLASHBACK-

IU yang telah selesai mendengar cerita Jiyeon langsung memeluknya dengan erat. “Kamu jangan putus dari Junhyung oppa ya?” tanyanya. “a…aku ga tau” ucap Jiyeon sambil melepas pelukannya IU. “Jiyeon-ah. Kamu jangan nyerah dong. Masa cuma karena mereka kamu ampe mau putus sih?” ucap Thunder.”Jangan nyerah Jiyeon-ah. Kalo kamu putus sama Junhyung hyung, mereka pasti bakalan gituin orang yang pacaran sama Junhyung hyung terus. Jadi kamu jangan nyerah ya” Yoseob melanjutkan perkataan Thunder. IU dan Thunder langsung mengangguk sambil tersenyum kearah Jiyeon. “aku ga tau”

“JIYEON-AH!! KAMU GAPAPA?!” ucap Junhyung yang tiba-tiba nongol disamping mereka. “oppaaaa” Jiyeon langsung menangis sambil memeluk Junhyung. “tadi oppa denger dari Hyuna, kamu disiksa sama Minah dkk ya?” tanyanya dengan suara yang tenang. Jiyeon dengan perlahan mengangguk. “ehm…oppa, Jiyeon. Kita mau ketemu sama G.O oppa sama Ichi onnie dulu ya” ucap IU kepada Jiyeon dan Junhyung. “mereka udah pulang” jawab Junhyung. Duh alesan mereka ga banget deh. Pikir Junhyung. “oh hm. yaudah deh kita pulang dulu ya. Anyeong oppa, Jiyeon” Kemudian mereka bertiga pun langsung meninggalkan sepasang kekasih itu sendiri.

“ya! aish tadi Junhyung hyung bikin malu aja aish” ucap Thunder setelah meninggalkan Jiyeon dan Junhyung sendiri. “ah tau tuh Junhyung oppa. Udah tau kita cuman alesan doang. Bilang iya kek” ucap IU sambil cemberut. “hahahaha. Yaudah lah yang penting kan kita udah ga sama mereka lagi” ucap Yoseob sambil tersenyum.

“iya deh. Pada mau kemana? Pulang ya? yah jangan pulang dong”

“terus mau kemana?”

“ga tau hehehe”

“beli eskrim yuk!”

“dasar kamu Yoseob-ah, maniak eskrim”

*************

-Kantin-

“oppa musti kasih pelajaran ke mereka”

“apaan sih oppa. Mereka kan cewek. Lagi pula kita ga boleh bales dendam oppa”

“ya tapi kan oppa ga tega ngeliat kamu begini Ji-”

“aku juga ga tega ngeliat mereka patah hati gara gara aku. Aku juga ga tega ngeliat Hyuna onnie sakit hati. Jadi….oppa aku mau kita pu-” sebelum Jiyeon menyelesaikan perkataannya, Junhyung langsung mencium bibir Jiyeon.

Junhyung merasakan rasa asin dimulutnya, kemudian dia langsung membuka matanya, tanpa melepaskan ciumannya. Junhyung melihat Jiyeon sedang menangis sambil memejamkan matanya. Kemudian Junhyung melepaskan ciuman itu. “Jiyeon-ah. Dengerin oppa” ucapnya sambil menarik napas panjang. “oppa tau kalo kamu ga mau bikin orang-orang patah hati. Tapi please jangan bilang omongan yang mau kamu bilang tadi. Oppa bisa ngomong sama mereka baik-baik. Pasti mereka bakalan ngerti kok” ucapnya.

“kalo masalah Hyuna, oppa tau, oppa ngerti gimana rasanya dia sakit hati. Oppa tau banget. Dan sekarang dia udah bisa dapetin namja yang lebih baik dari oppa kan? Begitu juga orang yang suka sama oppa. Suatu saat mereka bisa dapetin yang jauuuh lebih baik daripada oppa. Jadi please banget kamu jangan omongin apa yang kamu mau omongin kayak tadi oke?”

Jiyeon mengangguk. Tetapi air matanya tetap mengalir kepipinya. “udah dong ah jangan nangis. Nanti oppa ngomong baik-baik sama mereka ya” Junhyung langsung mengusap pipinya Jiyeon lalu mencium pipinya. i’ll always love you Jiyeon.

“yaudah sekarang kita pulang ya sayang?” Jiyeon mengangguk sambil tersenyum. “gitu dong. Itu baru namanya pacarnya oppa~!”

Kemudian Junhyung pun langsung mengantarkan Jiyeon pulang kerumah. Setelah itu Junhyung pulang kerumahnya.

-Rumah Junhyung-

KRIIIING KRIIIING. Telfon dirumah Junhyung berbunyi. Junhyung pun langsung mengangkat telfon itu. “yoboseyo”

“Junhyung-ah! Katanya Thunder, Jiyeon disiksa sama victoria dkk ya?!”

“iya G.O-ah. Gue juga ga percaya kenapa mereka bisa ngelakuin hal kayak gitu”

“ya soalnya mereka cinta mati sama lo. Terus lo mau apain mereka besok?”

“ga tau. Yang pasti gue ga bakal bales dendam kemereka. Soalnya gue udah janji sama Jiyeon ga bakal bales dendam kemereka. Hm kayaknya sih gue cuman ngomong baik-baik aja”

“hm yaudah terserah lo aja. Tapi jangan mudah kepancing omongannya mereka ya. Lo tau sendiri mereka kayak gimana”

“haha iya iya gue tau kok”

“hm Junhyung, udah dulu ya. Gue pengen kerumahnya Ichi hehehehehehe”

“hahahaha sip deh. Bye!”

“Bye!”

-Keesokkan harinya-

KRIIIING KRIIIING. Bel masuk sekolah pun berbunyi. Murid-murid langsung masuk kekelasnya masing-masing. “tes tes. Hm tolong yang namanya disebutkan, datang keruang kepala sekolah sekarang.  Song Qian (Victoria) 12 IPS 1, Yoon Bomi, 12 IPS 3, Bang Minah 12 IPS 4, Jung Soo-jung (Krystal) 12 IPA 2 danPark Jiyeon 11 IPA 1″ ucap salah satu guru lewat speaker yang ada disekolah.

Seluruh kelaspun langsung berisik, banyak yang berbicara seperti “Eh? kenapa tuh mereka?” “wah jangan-jangan ada masalah?” “atau mungkin mereka dapet beasiswa?!” “Pabo! ga mungkin mereka dapet beasiswa! Secara itu anak empat bandel semua”

“Yoseob-ah, jangan-jangan yang mau diomongin itu masalah Jiyeon yang kemaren lagi?” bisik Thunder kepada Yoseob yang duduk disebelahnya. “molla”

-Ruang kepala Sekolah-

Tok Tok. “iya. Silahkan masuk” ucap Kepsek itu sambil tetap menulis sesuatu. Kemudian dia melihat orang yang masuk kedalam ruangannya. “oh kalian. Kok cuman berempat? 1 orang lagi kemana?” tanyanya. “enggak tau pak” ucap Bomi sambil menggelengkan kepalanya. “oh yaudah tunggu temen kalian yang satu lagi” ucapnya sambil tetap menulis. Aduuuh mau ngomongin apaan sih nih? Masalah kemaren? Aduuuuuuh. Pikir Krystal.

2 menit kemudian Jiyeon pun masuk kedalam ruang kepala sekolah itu. “anyeong haseyo” ucapnya sambil membungkukkan badannya. Ha! Caper banget sih lo jadi cewek brengsek! ucap Minah dalam hati. “silahkan duduk” ucap Kepsek itu.

“ada yang tau kenapa kalian dipanggil kesini?”

“enggak pak” ucap mereka semua bersamaan. Apa masalah kemarin itu ya? Pikir Jiyeon dalam hati.

“kamu pasti Jiyeon kan?” ucap Kepsek itu sambil menunjuk kearah Jiyeon.

“ne” jawabnya sambil mengangguk.

“kamu pacarnya Junhyung kan?” DEG! Semua yeoja yang ada disitu langsung mematung. Bahkan napas mereka tertahan setelah mendengar perkataan ‘Pacarnya Junhyung’

Jiyeon pun tidak menjawab.

“kalian pasti tau kenapa saya panggil kalian kesini” ucapnya sambil memencet remot yang ada dimejanya. “lihat ini” Kepsek itu menunjuk kearah TV yang berada dibelakang mereka. Semuanya terbelalak tidak percaya. “Well, kalian lupa kalau ada cctv diruang 408″

Semuanya tertunduk sambil diam. Kepsek itu mulai berdiri dan berjalan bolak-balik didepan mereka.

“Apa menurut kalian, menyiksa adik kelas karena tidak terima dia jadian dengan pujaan hati kalian itu hal yang benar?” tanyanya sambil melihat kearah Victoria dkk.

“Apa menurut kalian, menyiksa mereka itu bisa membuat pujaan hati kalian berpaling dari mereka menjadi ke kalian? Tidak kan?”

Semuanya masih tertunduk diam.

“Jadi, kenapa kalian berempat melakukan hal seperti itu?” tanyanya sambil berhenti didepan Minah.

Kemudian Minah menatap wajah kepala sekolahnya sambil berkata “ya seperti yang bapak bilang tadi. Kami tidak menerima dia jadian dengan pujaan hati kami” ucapnya dengan tersenyum licik.

“oh begitu? Apa menurut kalian, Junhyung senang melihat pacarnya diperlakukan seperti itu oleh kalian? Apa Junhyung akan mencintai kalian?”

Semuanya pun terdiam lagi. Mereka berempat baru menyadari apa yang telah dikatakan kepala sekolah itu ada benarnya. Kemudian mereka pun langsung menangis. “well, kalian akan bapak skors selama seminggu!”

“hm…pak…Boleh saya berbicara?” tanya Jiyeon kepada Kepala sekolahnya itu.

“hm ya? kenapa? Silahkan saja Jiyeon”

“ehm…Saya tau, kalau tindakan mereka itu salah. Tapi saya ingin, mereka tidak diskors” ucapnya yang diakhiri dengan empat pasang mata (yeoja) yang melihat kearahnya dengan tidak percaya.

“kenapa kamu berpikir begitu?”

“karena saya tidak ingin membuat mereka sakit hati lagi. Saya juga akan tambah merasa bersalah karena telah membuat mereka diskors. Saya….juga sudah tidak apa-apa oleh perlakuan mereka kemarin itu”

“betapa baiknya dirimu Jiyeon. Oke, bapak cabut hukuman kalian. Tapi dengan dua syarat. 1. Kalian harus meminta maaf kepada Jiyeon. Dan 2. Kalau kalian melakukan hal seperti itu lagi, baik dengan Jiyeon atau siapa pun itu, bapak tidak akan segan-segan lagi untuk mengeluarkan kalian. Mengerti?”

“ne” ucap mereka semua. Kemudian mereka (bersama Jiyeon) keluar dari ruang kepala sekolah. “Jiyeon-ah, mianhae” ucap Bomi, Victoria, Krystal dan Minah secara bergiliran. “ne onnie. Aku ngerti kok” ucap Jiyeon sambil tersenyum lebar. “hm Jiyeon-ah. Aku rasa…..Junhyung mendapatkan seorang pacar yang sangat baik hati. Dan….aku ga bakal overprotective atau ngarepin Junhyung lagi buat jadi….pacar aku” ucap Minah sambil menahan air matanya. “onnie, Mianhae ya aku udah ngerebut Junhyung oppa dari kalian” ucap Jiyeon sambil menangis. “haha. udah lupain masalah ngerebut-ngerebut Junhyung lagi. Kita udah gapapa kok” ucap Bomi sambil memeluk Jiyeon.

“tapi kamu harus janji satu hal ya” ucap Krystal sambil tersenyum.

“apa tuh onnie?”

“kamu sama Junhyung harus langgeng”

“ne onnie!”

A/N: Hi! Aku mau hiatus dulu nih. Soalnya aku ga ada ide buat ngelanjutinnya. Maaf banget ya >.< Aku ga tau ampe kapan Hiatusnya. Kalo ada yang mau kasih ide, kasih aja disini. Tolong ngertiin yaaa 🙂 Kamsahamnida 🙂

20 responses to “Move On (Chapter 11)

  1. huaaaaaaaaaa….. spesial JiHyung couple yahhh kekeke…. 😀
    mau ksih ide tpi bingung hehehe… udhlah gk usah jdi ekkeke lanjut yahh eon, hiatusnya jangan lama2 nanti aku kangen hehehe…

  2. yah..jiyeon kasian banget.
    part milky couplenya dikit ya??
    tp tetap seru kok,
    lanjut ya cingu, HWAITING!!!

    • hehe maaf ya 🙂
      soalnya ini hasil permintaannya deaa. Jadi aku bikin chapter khusus Jiyeon Junhyung 😀
      makasih^^ maaf ya kalo lama 😀

  3. Waaaah!
    Asyiknyaaaa!
    Banyak Jiyeon POV sama Junhyung-Jiyeon moment^^
    Sukaaaa :3
    Kasian Jiyeon eonni T^T
    Sabar ya eonni~
    Adoeeeh, ganyangka Minah Eonni , Bomi Eonni , Krys Eonni sama Vic Eomma jadi anak bandel >o<
    Junhyung oppa baik banget deh~
    Ngertiin Jiyeon eonni~
    Mauuuu :3 #plaak
    Hehehe~
    Jiyeon eonni baik banget deh ih~
    Aku terharu T^T #readergila
    Hehehe~
    Lanjutin yah eonni ^^
    Fighting ! (Y)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s