Valentine Day

Valentine Day

Cast : Cho Kyuhyun, Park Yora (OC)
Author : Cho Chae Hyun
Rating : G
Disclaimer : this just fanfic.they are belong god! And this story is mine.don’t copy-paste or remakes this fanfic whitout permission.
NB : walaupun bukan hari valentine ya. Tapi ya gimana lagi. Cuma ide ini yang ada di kepalaku.

Happy Reading~

—-o—-

Hai, aku Park Yora. Aku mahasiswi semester 2 universitas Kyunghee di seoul jurusan Music Post Modern. Sekarang aku sedang menjaga toko minimarket milik keluargaku.

Menyebalkan sekali. Besok tanggal 14 februari. Dan kalian tahu, aksen di minimarket ini semua berwarna pink.

Aku melihat teman satu kampusku masuk kedalam toko ku.

”Annyeong Chaehyun-ah. Mau belanja ya? Silahkan!” sapaku ramah. Gadis itu tersenyum lalu menuju ke rak tumpukan coklat-coklat. Aku sedikit curiga dengannya. Aku mendekatinya diam-diam lalu mengejutkannya dari belakang.

”Huah… Chaehyun beli coklat ya?” ujarku tiba-tiba. Chaehyun langsung menatapku tajam.

”Iya..”

”Mau kasih siapa?” tanyaku to the point.

”Ngghh… tapi kau jangan memberi tahu siapa-siapa!”

”Oke. Mulutku terkunci rapat” ujarku menyakinkan.

”Aku mau kasih coklat ini ke Jaejin” ucapnya malu-malu. Aih.. yang lagi jatuh cinta.

”Ohya, yang semangat ya Chaehyun-ah!” ujarku sambil menepuk-nepuk bahunya.

Kleneng…

Aku menoleh kepintu masuk. Deg… laki-laki itu, kenapa dia datang kesini!!! Cho Kyuhyun.

”Gomawo Yora-ya. Oh iya, Yora tidak kasih coklat ke namja yang ditaksir eh?” tanya Chaehyun yang sukses membuatku terkesiap.

”A-aku? Haha… yang benar saja! Memang siapa yang mau kuberi coklat, enakkan makan sendiri” ujarku sambil melirik Kyuhyun sejenak.

”Lah, Kyuhyun?”

Aku langsung membekap mulutnya dengan telapak tangannya. Dan melirik ke rak bagian biskuit-biskuit.

”Orangnya ada disini. Kau menyebutkan namanya terlalu keras. Bodoh!” bisikku pelan. Aku melihat Kyuhyun tengah memperhatikan kami. Aku tersenyum hambar.

”Kyuhyun-sshi mau belanja ya? Silahkan”

”ummhh…uuupphh!!” teriak Chaehyun tak jelas. Aku buru-buru melepaskan tanganku dari mulut Chaehyun.

”Kau mau membunuhku!” teriak Chaehyun membahana didalam toko. Semua pengunjung toko memperhatikan kami.

”Kau mengganggu kenyaman toko ku. Cepat ambil coklatmu dan bayar sana!”

Chaehyun memasang tampang sebal lalu mengambil salah satu coklat dan membawanya kemeja kasir.

”Terima kasih sudah mampir Chaaehyun-ah. Lain kali datang lagi ya!”

”Tidak! Pelayanan toko mu benar-benar tidak memuaskan!” ujarnya marah lalu keluar dengan kasar dari toko ku. Aku mengangkat bahu lalu kembali menghitung belanjaan pelanggan yang lain.

Selang beberapa orang. Dan tiba saatnya belanjaan Kyuhyun yang ku hitung. Dia beli biskuit-biskuitan. Haha~ lucu sekali.

”Kenapa cengengesan?” sebuah suara mengagetkanku. Aku mendongak menatap namja di depanku.

”Tidak apa-apa. Hanya lucu saja melihat laki-laki paling keren seantero Kyunghee membeli snack biskuit seperti ini” ujarku masih menghitung belanjaanya.

”Memangnya tidak boleh? Lagi pula ini disuruh noona ku tahu!”

”Iya, iya aku ngerti. Kau kan anak bungsu, jadi disuruh-suruh terus. Semuanya 10.000 ribu won”

Kyuhyun memberikan uang pembayarannya lalu beranjak pergi keluar toko.

Hah… namja yang tampan. Kenapa dirinya begitu mempesona sih???

Aku mengalihkan pandanganku pada rak-rak berisi coklat dengan pita pink. Apa aku harus memberikan coklat padanya. Sampai kapanpun kalau aku tidak menyatakan perasaanku dia tidak akan pernah tahu. Kalau menunggu dia yang menanyatakan duluan, itu sih mustahil sangat!!!

—-o—-

Valentine day…

Aku berjalan gontai menuju ruang kelasku. Hah… sejak aku masuk gerbang dan menuju ke kelas, aku selalu melihat beberapa yeoja memberikan coklat pada laki-laki yang mereka taksir. Bahagia sekali mereka.

Aku memasukkan tanganku kedalam saku mantel. Aku membawa sebungkus coklat. Entahlah, aku masih sangat ragu memberikan coklat ini padanya. Pasti dia sudah mendapatkan banyak coklat dari yeoja lain.

Aku membuka pintu kelas dan sekali lagi, aku melihat adegan memuakkan didepanku.

”Terima kasih jagi!!” teriak orang itu. Ampun.. aku bisa muntaber sekarang. Aku duduk dikursi ku lalu menelungkupkam wajahku ke dalam lenganku.

”Yora-sshi..” panggil seseorang. Aku hanya bergumam malas.

”Yora-sshi!” aku menangkat wajahku kasar dan terkejut melihat orang yang memanggilku adalah CHO KYUHYUN!!

”Ne, a-ada apa Kyuhyun-sshi?” tanyaku gugup. Dia merogoh tasnya lalu mengeluarkan sebungkus coklat. Jantungku langsung dag dig dug.

”Kau mau coklat?” ujarnya sambil menyodorkan coklat itu padaku. Aku menelan ludahku dengan susah payah.

”Ka-kau memberiku coklat?” tanyaku tak percaya. Dia menganguk pelan. Dengan ragu aku menerima coklat yang dia berikan. Ah… rasanya aku mau berteriak!!!

”Gomawo Kyu…”

”Woi!! Ada yang mau coklat tidak? Aku dapat banyak dari tetangga-tetangga ku!!” teriak Kyuhyun tiba-tiba dan sukses membuat hati ku hancur berkeping-keping.

”Huah… mau dong coklat gratis satu!”

”Dua juga boleh. Ambil aja!”

Air mataku hampir mendesak. Hueeee, kurang ajar sekali dia memberiku coklat bekasan!!

”Kyuhyun-sshi!!” panggilku kesal. Dia menoleh kearahku dengan tampang polos.

”Wae?”

”Kenapa kau malah membagi-bagikan coklat yang kau dapat dari orang lain!” tanyaku kesal. Kyuhyun mengangkat bahunya.

”Aku tidak suka makanan manis. Jadi aku bagi-bagi saja, daripada mubazir” ujarnya santai.

”Itu berarti kau tidak mengharga pemberian orang!” teriak ku kesal. Kyuhyun manatapku tajam.

”Memangnya kenapa? Coklat ini sudah jadi milikku, jadi terserah padaku mau ku apakan. Kalau kau tidak suka ya sudah”

”Aku memang tidak suka! Dasar tidak tahu terima kasih!”

Aku melempar coklat yang dia berikan sembarang tempat lalu berjalan menuju pintu kelas. Namun naas, saat aku akan membuka pintu seseorang malah menabrak ku. Aku terjatuh kelantai. Bokongku sakit sekali!!

”Yak! Kau tidak punya mata?!” teriak ku kesal.

”Huah.. hei, Yora membawa coklat di saku mantelnya!” teriak seseorang. Aku menoleh kebelakang. Lee Jaejin, dengan wajahnya yang sok aegyo memamerkan coklat ditangannya. Dan coklat itu milikku!!!!

”Yak! Lee Jaejin, kembalikan coklat itu atau wajahmu yang aegyo itu akan ku musnakan dari muka bumi ini!” teriak ku lalu mengahmapirinya yang masih memamerkan coklat milikku.

”Hei, akan kau berikan pada siapa coklat ini” tanyanya sambil menyembunyikan coklat itu di punggungnya.

”Tidak pada siapa-siapa. Cepat kembalikan!!”

”Woa… apa ini. To Kyuhyun… Haha~”

Wajahku langsung memerah seketika. Warga kelas memperhatikan ku penuh minat.

”Yora-ya, kau mau memberi ini pada Kyuhyun ya?” tanya Jaejin dengan wajah memuakkan.

”Kembalikan, aku mohon Jaejin-ah” rengek ku sambil menarik-narik kemejanya.

”Oi, bawa Kyuhyun kesini!” perintahnya pada teman-temannya yang lain. Wajahku benar-benar menjadi udang rebus saat Kyuhyun ditarik paksa oleh teman-temannya kedepanku.

”Nah, sekarang berikan coklat ini pada Kyuhyun” ujar Jaejin sambil memberikan coklat ke tanganku.

Kyuhyun sudah didepanku sekarang, menatapku datar. Dan aku mendengar siut-siutan dari kejauhan.

”Cepat berikan!” teriak beberapa orang. Aku menatap mereka tajam lalu beralih ke wajah Kyuhyun yang masih menatapku datar.

”bo-bodoh.. memangnya siapa yang mau memberi laki-laki ini coklat? Memangnya nama Kyuhyun hanya dia seorang. Aku akan memberika coklat ini pada Kyuhyun ditempat les musik ku tahu!” teriak ku keras-keras supaya seisi kelas tahu.

”Mwo? Jadi bukan Kyuhyun ini?” tanya Jaejin tak percaya.

”Iya, makanya jangan sembarangan! Lihat coklatnya jadi patah nih!” teriak ku kesal. Seluruh kelas tegang kembali ribut-ribut.

”Mianhae… aku kira Kyuhyun yang ini. Kyuhyun-ah kau jangan patah hati ya!”

Aku mendengus kesal lalu berjalan ke kursiku. Menyebalkan sekali!! Kenapa tidak langsung saja aku berikan coklat ini pada Kyuhyun tadi.

—-o—-

Aku berjalan menuju rumahku. Coklat disaku ku ini mau diapakan. Hah… sebenarnya ditempat les musik ku mana ada orang yang namanya Kyuhyun. Menyebalkan sekali.

Aku memasukki rumahku dan segera melengos ke dalam kamar. Membaringkan tubuhku diatas kasur lalu mengeluarkan coklat disakuku.

Hah…. coklatnya sudah patah lagi. Ini gara-gara Jaejin sialan itu!!

Apa kuberikan saja ini pada Kyuhyun ya? Hmm…. tapi aku terlalu malu. Mana tadi aku sudah bilang ini bukan untuknya. Atau ngaku aja ya??

”Ahhh!!! Naega michyeo!!”

——o——

Sore hari aku memutuskan untuk memberikan coklat ini pada Kyuhyun. Aku menuju rumah Kyuhyun. Aku pernah sekali kerumahnya karna ada tugas dari dosen dan aku sekelompok dengannya.

Kalian tahu? Rumah Kyuhyun itu sangaaaaaaat besar. Mungkin seperti istana di pinggir jalan. Dasar orang kaya, mereka suka sekali menghamburkan uang.

Aku menekan bel kecil yang berada didekat gerbang rumah Kyuhyun. Tiba-tiba suara muncul dari sebuah speaker disebelahnya.

”Nuguseyo?” tanya orang itu.

”Ahh, annyeong. Park Yora imnida. Aku mencari Kyuhyun”

”Tuan muda Kyuhyun sedang keluar agashi”

”Ohh, dia kemana?”

”Sepertinya ke rumah temannya. Kalau tidak salah Lee Jaejin”

”Ahya, gomawoyo”

Suara itu langsung menghilang dari speaker. Dia pergi? Kerumah Jaejin lagi. Orang paling menyebalkan didunia itu???!!! Bagaimana ini??

Aku mengacak-acak rambutku gusar. Sepertinya aku dan Kyuhyun benar-benar tidak berjodoh. Menyedihkan sekali!!!

Aku berjalan kesebuah taman tak jauh dari rumah Kyuhyun lalu duduk di salah satu ayunan disana. Aku merogoh saku ku. Coklat murahan, jelek, patah lagi. Siapa yang mau memakannya. Cih~ makan sendiri saja lah..

Aku membuka bungkusan coklat lusuh itu lalu memotongnya sampai batas batang coklat kedua. Aku langsung menelan coklat yang sudah ku kunyah itu. Hah, rasanya pahit. Maklum coklat murahan. Kalau Kyuhyun yang memakannya pasti dia protes.

Aku kembali memotong coklat itu pada batang kedua dan hendak memasukkannya kedalam mulut, tiba-tiba saja seseorang menarik tanganku dan orang itu dengan seenak jidatnya memasukkan coklat yang masih berada di antara jepitan jariku itu kedalam mulutnya.

Aku menatap orang didepanku dengan mulut menganga.

”Coklatnya jangan dimakan sendiri dong!” ujarnya santai lalu duduk di ayunan disebelahku masih dengan mengunyah coklat yang dia curi dariku.

”Yakkk!! Kenapa kau asal makan coklat orang!” teriakku sok sebal. Padahal jantungku sudah hampir jatuh ketanah melihat Kyuhyun dengan santainya mengambil coklat dari tanganku.

”Kenapa kau makan coklatnya? Mana si Kyuhyun ditempat les musik mu itu” tanya Kyuhyun cengengesan. Issh… senyum macam apa itu!!

”Dia mati!! Sudah pergi sana aku tidak mau melihat wajahmu!” teriakku sambil mendorong-dorong tubuhnya. Dia malah tertawa keras, argg!! Dasar menyebalkan!!

”Yaaa, kenapa kau malah tertawa?!” teriakku sebal.

”Kau lucu” ujarnya sambil tersenyum (tidak cengengesan tapi). Jantungku langsung dag-dig-dug.

”Kau pikir aku pelawak?!”

”Haha. Kau tahu, aku sangat kecewa saat kau membuang coklat pemberianku pagi tadi” ujarnya sambil menganyunkan ayunan yang dia dudukki.

”Sudah ku bilang aku tidak mau coklat bekas!! Dasar tidak tahu terima kasih!”

”Tapi, bagaimana kalau coklat itu memang kuberikan khusus untukmu?” ujarnya dan langsung membuat syok.

”A-apa maksudmu?” tanyaku pura-pura bodoh.

”Sebenarnya coklat yang kuberikan padamu itu bukan coklat bekas. Coklat itu memang khusus aku beli untuk ku berikan padamu. Tapi kau malah membuangnya” ujarnya dengan nada kecewa. Aku menggeleng cepat lalu mengalihkan wajahku darinya.

”Dasar pembohong. Kau mau mempermainkanku?” balasku ketus. Tiba-tiba Kyuhyun memegang bahuku kasar, membuatku menatapnya sengit.

”Apa aku terlihat sedang bermain-main?” tanyanya tak kalah ketus. Aku menelan ludahku sendiri lalu membuang wajahku darinya.

”Kau tidak sadar coklat yang kuberikan pagi tadi berbeda dengan coklat lainnya?” ujarnya sambil menyodorkan sebatang coklat padaku. Aku menatap coklat itu ragu. Coklat yang kubuang pagi tadi. Coklatnya memang berbeda merk. Yang ini merk Cadburry (sponsor) dan yang lain perasaan merk Silverqueen (promosi).

”Kau masih tidak mau menerimanya?” tanyanya ketus. Aku mengalihkan pandanganku kewajahnya.

”Benar ini bukan coklat bekasan?”

”Iya, kau mau lihat struk saat aku beli coklat ini apa?”

Aku menimang-nimang sebentar lalu meraih coklat itu malu-malu.

”Go-gomawo” ujarku serak. Aku jadi tidak enak dengan Kyuhyun. Aku meliriknya sekilas lalu kembali menunduk menatap sepatuku.

”Mianhae Kyuhyun-sshi. Aku tidak tahu kalau coklat ini benar-benar pemberianmu, bukan dari orang lain” ujarku masih dengan menunduk.

”Tidak apa-apa. Santai saja” ucapnya tenang. Aku mengangkat wajahku lalu menatapnya yang juga menatapku dari seberang sana.

”Se-sebenarnya, coklat yang di ambil Jaejin pagi tadi itu memang untukmu. Tapi karna aku terlalu malu, jadinya aku berbohong” ujarku malu-malu. Aku merasakan panas di wajahku sekarang.

”Haha, aku tahu laki-laki tampan sepertiku ini memang selalu membuat wanita malu-malu” celetuknya dan sukses membuatku hampir melempar jitakan ke kepalanya. Kami terdiam sebentar. Hanya ada suara gemerisik daun dan decitan besi karat dari ayunan yang kami duduki.

”Jadi… coklatnya sudah kau makan ya?” tanya Kyuhyun mengagetkanku. Aku melirik coklat yang sudah kumakan tadi. Tinggal 3 bagian.

”Masih 3 bagian lagi. Kita bagi-bagi saja ya”

Aku mengulurkan bungkus coklat pada Kyuhyun. Kyuhyun mematahkan bagian pertama lalu menatap coklat itu sambil tersenyum.

”Kenapa senyum-senyum?” tanyaku ketus. Dia menatapku lalu menggeleng pelan. Kyuhyun menggigit coklat ditangannya sedikit-sedikit. Aku ikut mematahkan coklat bagian kedua lalu memakannya perlahan.

”Maaf coklatnya pahit. Aku tidak punya cukup uang untuk membeli coklat yang mahal” ujarku sambil meliriknya yang masih menggigit-gigit coklatnya.

”Tidak apa-apa. Bagiku, coklat ini sangat manis” balasnya sambil tersenyum padaku. Senyum yang benar-benar menawan dan membuat wajahku memerah. Aku mengalihkan mataku darinya sebelum darah mengalir dari hidungku.

”Errr… masih ada satu bagian lagi. Kau saja yang memakannya” aku mengulurkan sisa coklat yang ada padanya. Kyuhyun kembali tersenyum lalu menggeleng pelan.

”Tidak, kau saja yang memakannya”

”Loh, kenapa? Kau tidak suka coklatnya ya?” tanyaku kecewa. Kyuhyun tertawa kecil lalu mendorong tanganku pelan.

”Kau saja yang memakannya”

Aku mengerucut bibirku lalu langsung menggigit coklat itu dengan gigiku.

”Yora..” panggil Kyuhyun. Aku menoleh padanya masih dengan menggigit coklat. Dan aku sangat syok dengan apa yang dilakukan Kyuhyun. Dia mengambil coklat yang masih dalam gigitanku dengan mulutnya sendiri!!!!! Dan aku bisa merasakan lembut bibirnya di bibirku.

”Setelah kupikir-pikir, lebih baik aku saja yang memakan coklatnya” ujarnya dengan tampang innocent sambil mengunyah coklat didalam mulutnya. Aku masih terbengong dibuatnya.

”Dan kau tahu, yang ini rasa coklatnya lebih manis dari yang tadi” ujarnya cengengesan. Perlahan-lahan aku mulai sadar dari ke-syok-kan ku dan aku langsung memukuli bahunya.

”Yaaaa, seenaknya saja kau melakukannya” teriakku sok marah. Padahal aku sudah malu setengah mati.

”Hahaha, biar saja. Ohya, cepat buka coklat yang satunya. Aku ingin memakannya dengan cara seperti itu lagi”

”YAAK!! (O////o)”

——o——

Okay, satu lagi KyuYora Slide.
Jujur aja, FF ini terinspirasi dari komik Hai, Mikko. Hahaha~

Advertisements

43 responses to “Valentine Day

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s