Ellena Potion Part.2

Author: Kidneypea

Rating: PG13

Lenght: Chaptered

Genre: Romance, Fantasy, AU (Alternate Universe)

Main Casts:

-Park Jiyeon (T-ARA)

-Choi Minho (SHINee)

Cameo:

-Kim Jaejoong (DBSK)

-Go Hara (KARA)

Read First: PROLOG | Part.1 (intro) | Part.1

Note From Me: ANNYEONG PARA PENDUDUK FFINDO!!! saya hadir kembali membawa part.2 dari FF aneh ini 😉 banyak yang protes gara-gara terlalu dikit, well aku jadinya gabungin part.2 dan 3 dan jadilah ini~ jeng jeng~

maaf sebelumnya kalo part yang ini mungkin agak sedikit bingungin kali ya? udah masuk area fantasy soalnya~ yang demen hal hal ajaib dan aneh.. baca aja^^

terserah mau jadi Sider.. yang penting dibaca dan lebih bagus lagi kalian suka ^^

 

***

Saat membuka mata, tiba-tiba Jiyeon dan Minho sudah berada di sebuah hutan yang sangat indah, tapi asing. Mereka saling bertatapan—bingung. Tentu saja.

“Kita ada dimana?” tanya Jiyeon sambil memandang sekelilingnya, kelihatannya Jiyeon merasa tempat ini familiar.

“Entahlah, tadi ada semacam kilat yang sangat silau.. lalu pada saat buka mata, kita sudah berada disini” jelas Minho. Kini, Jiyeon yang bingung, karena daritadi tak ada kilat apapun, dia baik-baik saja ketika mencium bunga itu.. Tunggu!

“Bunga ini… mengantarkan kita ke tempat ini!” kata Jiyeon dengan mimik sok serius. Minho pun menggetok kepala Jiyeon dengan tangannya, “Ini semua gara-gara kau! Dasar perempuan merepotkan!” dibilang begitu oleh Minho, Jiyeon langsung cemberut.

Bunga yang dipegang Jiyeon langsung bersinar dan bergerak seolah-olah memberi petunjuk arah. Lalu, Jiyeon mengikuti arah yang ditunjukkan oleh bunga tersebut.. Minho yang sedari tadi ngedumel akhirnya mengikuti langkah Jiyeon. Dan sampailah mereka di sebuah desa yang kumuh, banyak penduduk yang kelaparan dan tidak memiliki rumah, desa yang buruk! Bunga itu makin bersinar terang, apalagi Jiyeon tidak terlihat, tentu saja memancing perhatian penduduk disana! Akhirnya, Minho merebut bunga itu dari Jiyeon karena takut disangka yang tidak-tidak.

“Sepertinya aku pernah melihat tempat ini.. tapi dimana ya? Familiar sekali!” kata Jiyeon. Minho memandang Jiyeon dengan pandangan meremehkan, “Paling-paling hanya khayalanmu” sahut Minho dengan cuek.

Sampailah mereka di sebuah gerbang istana. Minho yang pintar, tidak langsung masuk ke dalam gerbang tersebut. Dia memikirkan cara agar mereka dapat masuk ke istana itu tanpa ketahuan.

Seorang penjaga istana melihat Minho, dan menanyakan hal yang tidak-tidak. Jiyeon hanya mendengarkan dan cekikikan. Akhirnya Minho punya ide! Ia akan pura-pura alerginya kambuh.

Si penjaga istana masih saja bertanya, Minho berusaha menjawab seadanya. Lalu jika timing tepat, dia akan benar-benar berpura-pura sekarat—alerginya kambuh.. ya ide Minho yang satu ini memang aneh, ada kemungkinan dia di usir, tapi ada juga kemungkinan mereka dibawa masuk ke istana dan dirawat disana.

Timing pas, Minho pun berakting sekarat! Dan para penjaga ini sangat panik, karena tidak ingin berurusan dengan tabib kerajaan, akhirnya mereka memutuskan untuk bertemu penyihir saja..

Minho diseret ke tempat penyihir itu berada. Bunga tadi itu masih saja menyala bahkan semakin menyala! Tetapi, penjaga tersebut tidak terlalu memperdulikan bunga tersebut.

“Tuan, tolong bantu saya! Berilah hamba ramuan agar orang ini sembuh” kata si penjaga. Di dalam sana terdapat seseorang dengan jubah hitam bertudung sedang membelakangi pintu, jadi mereka tidak dapat melihat wajahnya.

“Saya harus membuatnya terlebih dahulu, tolong tinggalkan dia disini.. saya akan menyembuhkan dia” kata si penyihir tersebut. Para penjaga itu mengangguk dan langsung pergi.

“Ma.. maaf! Tapi, saya tidak apa-apa” wajah Minho pucat seketika, ia takut akan terjadi hal yang tak diinginkan disini. Si penyihir itu mengangguk, “Saya sudah tahu, saya memang memanggil kalian kesini” kata Penyihir sambil membalikkan badan, tapi wajahnya masih tertutup tudung.

“Tu..tunggu! kau bilang ‘kalian’? Apa maksudmu?” Minho berusaha mengelak perkataan penyihir tadi. Jiyeon tidak terlihat, jadi Minho terlihat sendiri.

“Kau datang bersama dia kan?” tanya penyihir sambil menunjuk Jiyeon. Minho mengangguk perlahan, ‘Mungkin karena dia penyihir..’ batin Minho.

“Kau dapat melihatku?” Jiyeon terlihat senang. Penyihir itupun mengangguk.. “Hmm.. kalau boleh tau, kita sekarang ada dimana ya? Aku merasa familiar dengan tempat ini” kata Jiyeon.

“Kita berada di Istana Ellofaire, Dimensi Elen. Dimensi ini terletak di antara Bumi dan Mars, dimensi ini juga tidak terlihat satelit karena tertutup sebuah warp. Bumi dan warp bisa terhubung jika waktunya tepat” jelas si penyihir.

“Dimensi Elen ya? Hm.. Elen?” Jiyeon tampaknya sedang berpikir keras, “Ah! Dimensi Elen yang ada di Game ‘Ellena’s Adventure’ ya?!” Ingat kan kalau Jiyeon ini seorang Gamer?

“Tepat sekali!”

“Itu game lama yang sangat langka sekali! Game itu multi-ending. Tapi aku memilih untuk berakhir bahagia! Mereka akhirnya menikah.. benar-benar romantis!” kata Jiyeon dengan semangat.

“Jadi kaulah orangnya” kata penyihir itu sambil melepas tudung jubahnya dengan gusar.. wajahnya sangat mirip dengan Guru Jaewon!

“Jaewon sonsaeng?” kata Minho dan Jiyeon serempak.

“Bukan, aku bukan Jaewon. Aku memang kembar dengannya. Aku juga yang memberi kalian bunga itu”

“Kau yang berada di Lab Kimia waktu itu? pada saat botol pecah?” tanya Jiyeon.

“Bukan, itu Jaewon yang asli. Aku Kim Jaejoong” jawab Jaejoong. Minho dan Jiyeon mengangguk.

***

Minho dan Jiyeon masih berada di ruang penyihir, sedang memikirkan jawaban yang tepat untuk misi yang diberikan oleh Jaejoong.

Baru beberapa waktu lalu, Jaejoong menceritakan semuanya kepada Jiyeon dan Minho. Kalau game Ellena’s Adventure yang tadi dikatakan Jiyeon itu berpengaruh dengan Dimensi aslinya, jika di game berakhir seperti itu, maka di Dimensi aslinya juga akan seperti itu. Yang berpengaruh hanya game yang ditamatkan pertama kali. Dan, Jiyeon lah orang yang menamatkannya pertama kali.

Jiyeon bilang, kalau Game itu sangat romantis dan berakhir dengan bahagia karena dia yang menghendaki. Si Putri dari negara kaya Ellofaire menikah dengan Pangeran dari negara miskin Canary, tapi mereka saling mencintai. Kelihatannya memang berakhir bahagia, tetapi pada aslinya Pangeran tersebut memanfaatkan negara Ellofaire untuk dirinya sendiri. Itulah sebabnya negara Ellofaire ini menjadi miskin.

Game Ellena’s Adventure ada 2 versi. Yaitu, Versi Perempuan dan Versi Laki-laki. Versi Perempuan adalah game yang diselesaikan Jiyeon. berbeda lagi dengan Versi Laki-laki, Versi ini adalah kelanjutan dari versi pertama. Yang menceritakan Pangeran Canary dan Putri Ellofaire sudah menikah. Di Versi ini kita memainkan karakter laki-laki, yaitu Pangeran Canary sendiri. Kita diberi kekuasaan untuk mengatur Dimensi Elen ini.. dan menjadikannya damai dan tentram. Ada sebuah negara tak dikenal bernama Aquidra yang dicurigai sebagai markas koloni yang ingin menghancurkan negara lain demi kepentingan sendiri, kita diwajibkan untuk menyingkirkan negara itu sebelum akhirnya Dimensi ini menjadi neraka.

Kelihatannya, game versi ke-2 ini berakhir dengan baik pula. Tapi, sebenarnya tidak! Menyingkirkan Negara Aquidra sama dengan membuat Dimensi ini banyak peperangan dan terjadi penghancuran dimana-mana. Karena, Aquidra adalah perbatasan dari negara Zuri dan Xila. Kedua negara ini memiliki dendam tersendiri yang tak pernah hilang, jadi jika Aquidra tidak ada.. mereka akan meneruskan balas dendamnya.

Aquidra. Selain perbatasan, Negara ini juga sangat indah dan punya penduduk yang memiliki IQ diatas rata-rata, jadi sayang sekali bukan kalau mereka semua dibantai begitu saja? Ada seorang pangeran di Aquidra yang menentang perbuatan Pangeran Canary, tapi akhirnya dia dibunuh. Jadi, jika ada seseorang yang menghalangi niat Pangeran Canary ini akan dibunuh.

Tentang Ramuan itu, ramuan itu bernama “Ellena potion” ramuan yang memang membuat seseorang yang meminumnya akan menghilang. Ramuan ini katanya berasal dari bunga Ellena yang berasal dari Hutan Terlarang Falio di Dimensi Elen, hanya tumbuh 105 tahun sekali. Ramuan itu dibuat oleh Jaejoong sebagai hadiah untuk keturunan Putri Ellofaire yang sekarang terdampar di Bumi.

Walaupun Jaejoong yang meramu, tidak menjamin ia tau obat untuk memulihkannya kembali. Apalagi Jiyeon bukan meminum ramuan itu, melainkan terkena ramuan itu.. katanya, memiliki efek yang berbeda dengan yang meminumnya.

Jiyeon yang membuat Dimensi Elen seperti ini karena dia yang menyelesaikan game itu pertama kali. Jiyeon juga yang harus bertanggung jawab. Jaejoong berkata, kalau Jiyeon dan Minho memang ditakdirkan seperti ini.

Jaejoong juga bilang, jika Minho dan Jiyeon bersedia mengikuti misi yang ia berikan, kemungkinan semua yang tadi diceritakan Jaejoong menjadi berbeda dan mereka akan mendapatkan jawaban bagaimana menyembuhkan Jiyeon. Apalagi mendengar misi yang ia dengar, Minho yakin.. kalau semuanya akan berubah seketika. Karena mereka akan dikirim ke masa lalu untuk membuat perubahan.

Akhirnya, Minho dan Jiyeon setuju. Mereka diberikan alat-alat yang akan dipergunakan di masa lalu.. 2 buah buku, sebuah jubah hitam, beberapa pil dan sebuah kantung berisi alat-alat.

Misi mereka adalah: Membuat Putri Ellofaire dan Pangeran Aquidra bersatu!

***

Kembali ke masa lalu, dimana Ellofaire masih makmur Aquidra masih ada. Jiyeon dan Minho kini sudah berada disebuah hutan. Minho sadar kalau Hutan ini adalah Hutan Terlarang Falio, tapi dia tidak peduli, ia teruskan berjalan. Ternyata, tidak ada yang aneh di Hutan ini, malah sebaliknya.. sangat sangat indah! Inikah alasan mengapa dibilang Terlarang? Karena tidak diperbolehkan untuk melihat panorama indah seperti ini?

“Minho! Istirahat disini saja. aku capek!” kata Jiyeon, Minho sih mengangguk saja. Toh, dia bisa menghabiskan waktu dengan membaca buku yang diberikan oleh Jaejoong yaitu buku Sejarah dan buku ramuan & alat. Siapa tahu dia dapat petunjuk. Jiyeon yang terpana dengan sungai dan panoramanya yang indah, bermain-main di sana.

Jiyeon iseng memakai Jubah Hitam dari Jaejoong. Berbeda dengan baju-baju yang lainnya, jubah yang satu ini tidak bisa menghilang, jadi terbentuk wujud Jiyeon walaupun wajahnya tidak terlihat.

Minho masih terus membaca. Sedangkan Jiyeon sudah tertidur di dalam tenda. Tenda itu diberikan oleh Jaejoong, mungkin dia tau akan ada saat-saat seperti ini. Minho sekarang mengerti sedikit-sedikit sejarah tentang Ellofaire. Ia memutuskan untuk melanjutkannya besok.

***

Putri Ellofaire bernama Go Hara. Hara selama 19 tahun ini tidak pernah diperbolehkan keluar istana. Minho memikirkan ini terus menerus untuk mendapatkan cara bagaimana Putri Hara dan Pangeran Aquidra itu bisa bertemu. Minho butuh saran seseorang, sepertinya percuma saja kalau menanyakan kepada Jiyeon.

“Minho! Sedang apa kau?” sapa Jiyeon. Minho mendongak kearah sumber suara, lalu tertuju lagi pada buku yang ia baca.

“Berarti, ramuan itu belum dibuat ya sekarang.. mengapa Hara tidak minta pada Jaejoong untuk membuatkan ramuan Ellena itu supaya dia bisa keluar?” Jiyeon tampak bingung dan jengkel.

“Bukankah ramuan itu membutuhkan bunga langka? Dan siapa yang akan mencarinya? Tidak mungkin kan ia menyuruh pasukan untuk mencarinya? Nanti bisa ketahuan” sahut Minho yang juga membantu Jiyeon berpikir.

“Nah! Hara bilang saja ada hal penting yang harus dicari.. pasti ia bersama bodyguardnya! Lalu kita buat bodyguardnya menghilang, lalu kita pancing pangeran Aquidra itu untuk menuju kesini deh!” sahut Jiyeon penuh dengan imajinasinya.

“Tunggu, kalau begitu.. Hara tidak memerlukan ramuan hilang itu untuk keluar istana.. ramuan itu sudah tidak diperlukan lagi bukan?” tanya Minho, berhati-hati.

“Hm,” kata Jiyeon sambil tersenyum. “Itu berbeda! Hara bersama Bodyguard bukan? Jadinya ia tidak bebas. Ramuan itu tetap perlu! Untuk ia kabur kedua kalinya.. tentunya, tanpa bodyguard. Kali ini tugas kita menghilangkan bodyguard pada saat ia mencari bunga..” Jiyeon nyengir—puas dengan imajinasinya. Minho tampak berpikir..

“Benar juga, tapi bagaimana caranya pangeran itu mau ke Hutan ini?”

“Bisa saja dengan Jubah Hitam yang diberi Jaejoong, aku berpura-pura menjadi maling di istana Aquidra.. aku akan berusaha memancing dia menuju Hutan Falio tempat Hara berada” kata Jiyeon. Minho mengangguk sambil tersenyum.

“Aku punya ide bagaimana caranya Hara meminta ramuan menghilang itu dari Jaejoong.. pokoknya, besok kau harus membantuku!” tutur Minho dengan semangat.

***

Jiyeon dan Minho sedang berada di perjalanan menuju Ellofaire. Jiyeon dan Minho berjalan sambil mendiskusikan skenario mereka nanti. Jiyeon terlihat sudah siap dengan perannya nanti, dia sudah mempersiapkan pil suara di kantungnya.

Ketika sudah sampai di Ellofaire, tepat di depan jalur menuju istana. Minho akan menunggu Jiyeon disitu, sementara Jiyeon harus masuk sendirian ke dalam istana itu.

Di dalam istana itu, Jiyeon berusaha mencari ruangan Putri Hara. Memang tidak masalah untuk Jiyeon yang tidak terlihat, tapi sebagai manusia.. tentu saja dia tetap merasa capek! Akhirnya dia menuju dapur istana, berniat untuk mengambil sedikit makanan.. tapi karena dia mendengar ada seorang dayang yang ingin mengantarkan makanan ke kamar Hara, akhirnya Jiyeon membatalkan niatnya itu.. dia pun akhirnya mengikuti dayang tersebut, dan sampai di dalam kamar Putri Hara..

Jiyeon mendapatkan seseorang wanita berparas cantik, dan memiliki rambut yang indah.. pokoknya ciri khas putri raja banget deh! Jiyeon melihat wajah Hara yang tampaknya sedikit bersedih.. dia tidak mengacuhkan makanan yang tadi diantarkan oleh si dayang. Hara hanya memandang ke arah jendela kamarnya dengan tatapan menerawang. Jiyeon segera menelan pil yang tadi diberikan oleh Minho.

“Hey.. Hara!” sapa Jiyeon, Hara pun terlonjak kaget, “Si.. siapa kau?” tanya Hara sedikit panik dan ketakutan.

“Aku.. suara hatimu” kata Jiyeon lembut. Tampaknya Hara tidak percaya.

“Apa yang kau inginkan?” tanya Hara lagi.

“Hara, sudah 19 tahun kau tidak pernah keluar Istana.. tidakkah kau penasaran seperti apa dunia luar itu?”

“Me.. memang, tapi dunia luar itu sangat berbahaya!” Hara mengelak.

“Tahu apa kau? Bukankah kau tidak pernah keluar.. kau tak akan tahu rasanya! Rasanya sangat menyenangkan ketika kau bebas..”

“Aku.. memang ingin sekali! tapi, pasti sangat dilarang oleh ibunda dan ayahanda.. kabur diam-diam juga tidak bisa! Penjagaan istana ini sangat ketat!” wajah Hara memelas.

“Bukankah di istana ini ada seorang penyihir? Bagaimana kalau kau minta sebuah ramuan untuk menghilang saja? Tentu saja kau harus berusaha meyakinkan penyihir itu..” kata Jiyeon, mulai menyemangati Hara.

“Itu ide bagus! Aku juga tidak ingin dijodohkan. Aku benci dijodohkan!” kata Hara mulai semangat. Jiyeon tersenyum—dia menang.

Kini, Jiyeon ingin berkata sesuatu tapi sepertinya tidak diperdulikan oleh Hara. Atau jangan-jangan waktu pil itu sudah habis. Jiyeon pun meninggalkan Hara yang sedang memanggil-manggil suara hatinya.

***

Hara memanggil-manggil suara hatinya, ia masih membutuhkan teman bicara—Hara memang putri yang kesepian. Hara akhirnya menyerah memanggil suara hatinya itu, ia memikirkan keinginannya yang sesungguhnya dari hati yang terdalam.. dia memang ingin sekali melihat dunia luar, dan memiliki banyak teman.

Akhirnya Hara keluar kamar, ia melangkahkan kakinya menuju tempat sang penyihir kerajaan.. yaitu, Kim Jaejoong.

“Putri ada urusan apa kesini?” tanya dayangnya.

“Aku ada urusan penting dengan Jaejoong, tolong jangan ikut campur” kata Hara, dayangnya hanya mengangguk—mengerti.

Hara mengetuk pintu dan membukanya, ia pun masuk perlahan. Ruangannya gelap, cukup sempit, di dindingnya terdapat banyak rak yang berisi ramuan-ramuan..

“Putri Hara? Ada apa beliau datang kemari?” tanya Jaejoong sambil membalikkan badannya kehadapan Hara dan menunduk sebentar.

“Hmm.. Jaejoong, dapatkah kau membantuku?” tanya Hara dengan hati-hati, karena Jaejoong hanya mematuhi perintah Raja dan Ratu saja.

“Apa yang bisa hamba bantu, Putri?” tanya Jaejoong sambil memberi instruksi kepada Hara untuk duduk.

“Tapi kumohon, sebelumnya jangan beritahu pada Ibunda dan Ayahanda..” tutur Hara tidak tenang. Jaejoong mengangguk sambil tersenyum, “Aku ingin kau membuatkanku sebuah ramuan agar bisa menghilang..”

“Untuk apa kalau boleh saya tahu?”

“Jaejoong, kau tahu kan selama 19 tahun ini.. aku tidak pernah keluar istana, dan…” Hara tidak menyelesaikan kata-katanya.

“Dan, kau sebentar lagi akan dijodohkan dengan pangeran negeri tetangga” sahut Jaejoong.

“Yap! Benar sekali.. aku tidak suka dijodohkan, kumohon Jaejoong..” tampang Hara mulai memelas.

“Aku akan melakukan dibawah perintah Raja dan Ratu”

“Kumohon! Kau tidak tahu rasanya 19 tahun berada di Istana” tutur Hara, tetap kekeh dengan pendiriannya.

“Hm.. baiklah, tapi aku tidak akan bertanggung jawab” kata Jaejoong akhirnya, Hara tersenyum.

“Tunggu, ramuan itu membutuhkan bahan yang langka.. yang hanya terdapat 105 tahun sekali, yaitu Bunga Ellena” kata Jaejoong lagi.

“Lalu?”

“Ya tentu saja kau harus mencarinya sendiri.. karena kau yang membutuhkannya” Jaejoong tiba-tiba merasa tidak enak, “Bunga itu terdapat di Hutan Terlarang Falio” tambahnya.

“APA!? Hutan Falio.. hutan itu sangat terlarang” tutur Hara—wajahnya terlihat takut sekarang. “Bagaimana caraku agar dapat keluar mencari Bunga itu?”

“Caramu keluar, itu biar aku yang urus” wajah Jaejoong terlihat meyakinkan—Hara pun percaya pada Jaejoong.

“Tunggu, bukankah percuma kalau aku bisa keluar untuk mencari bunga itu, itu artinya sia-sia saja mencari bunga tersebut!?” tanya Hara dengan wajah bingung. Jaejoong tersenyum.

“Bukankah selama kau mencari bunga itu, kau ditemani para Bodyguard? Tidak bebas bukan? Ramuan itu juga bisa digunakan kapan saja jika kau membutuhkan, Putri” jelas Jaejoong. Wajah Hara tersirat kebahagiaan..

***

          “Kau yakin dia akan langsung meminta ramuan itu pada Jaejoong?” tanya Minho.

“Aku sangat yakin!” Jiyeon berusaha meyakinkan Minho.

“Kalau begitu, dia pasti akan ke Hutan Falio untuk mencari Bunga tersebut kan?”

“Benar, sepertinya akan dijaga oleh beberapa Bodyguard. Karena Raja dan Ratu pasti khawatir akan keselamatan Hara, dan kayaknya yang dipilih itu yang sangar-sangar” kata Jiyeon. Minho berpikir keras, “Ah, berarti kita harus membuat Bodyguard sangar itu tidak ikut pergi” kata Minho. Jiyeon mengangguk.

***

Pagi-pagi sekali Minho sudah pergi menuju Istana untuk membuat para Bodyguard sangar itu tidak bisa pergi dengan Hara, ia sudah membawa sebatang kayu (?). Minho kini tak terlihat dengan Jubah yang diberikan oleh Jaejoong, sebaliknya ditubuh Jiyeon.

Ia melihat Hara sedang berbicara dengan wanita yang terlihat lebih tua dari Hara, Minho yakin itu pasti sang Ratu. Hara di kawal oleh 2 Bodyguard yang terlihat sangat sangar. ‘Pasti mereka’ batin Minho.

Minho mengikuti Hara sampai depan kamar, lalu melihat para Bodyguard itu berdiri di depan pintu kamar Hara, sedangkan Hara masuk ke kamarnya.

Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya Minho bertindak. Minho menggunakan kayu yang sedari tadi ia bawa, ia sadar kalau ia bukan apa-apa kalau dibandingkan kedua bodyguard itu, dia punya senjata rahasia lain.

BUK!! BUK BUK!! BUK!

Minho memukul Bodyguard pertama dengan sekuat tenaga, tidak mempan. Tentu saja! Mereka memakai pakaian silver mengilap nan norak itu untuk melindungi dirinya. Bodyguard itu bingung darimana pukulan itu berasal, tapi dia tidak peduli lagi.

Minho memakai cara kedua, yaitu gas tidur. Dia memasukkan sebuah pil kedalam sebuah tabung lalu mengocoknya perlahan. Minho menutup hidungnya, lalu menyodorkan tabung itu ke hidung Bodyguard tadi, Bodyguard itu jatuh dan tertidur. Minho beralih ke Bodyguard kedua, sama seperti yang pertama. Bedanya, dia mengorok.

Hara keluar dari kamarnya dengan memasang tampang bingung melihat para Bodyguardnya tertidur.. Akhirnya Hara berlari dan melaporkan hal ini kepada sang Ratu. Hampir saja dibatalkan, untungnya masih ada Bodyguard lain yang dapat mengawalnya.. Minho sih biasa saja, karena Bodyguard yang ini tidak sesangar yang tadi.

***TBC***

jangan bilang kalo yang ini masih pendek, soalnya aku udah gabungin part2 dan 3 yang asli..

bingung gak? yang bingung komen kalo gak mention twitter aku aja @Mandadps yang mau nanya nanya, atau sider yang males komen boleh aja lewat twitter..

keep RCL aja~ 😉

48 responses to “Ellena Potion Part.2

  1. authooooooooooooooooooorrrrr ih rasanya gemes deeh!! hara kesian banget gak boleh keluar selama 19 tahun di istana.. itu istana apa penjara ya? kalo aku sih udah jamuran kali numpuk tuh jamur tinggal digoreng(?) oke abaikan ya-__-v btw aku suka banget part iniii!!! hara-nya muncul! dan ternyata hara berperan jadi putri Ellofaire, woaaaaaaaaaaaahhh jeng jeng jeng bersiaplah ke negeri dongeng >< like like like!! god job 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s