7 YEARS WITHOUT UR LOVE III

Author : Ocha Syamsuri

Cast : Han Chaeri

Cho Kyuhyun

Support cast : Lee Eunhye

Genre : Romance, Angst

Rating : BO (Bimbingan Orang Tua), PG-12

Disclaimer : semua cerita hanya karangan aku, hanya imajinasi aku sebagai fangirl yang cuma bisa ngayal aja. so, just for fun guys

Poster and Thank’s To : Rara a.k.a cutepixie

Baca dulu : Part 2

Mencintai tanpa di cintai, apakah itu hal yang menyenangkan untukmu?” Ocha Syamsuri

****

7 YEARS WITHOUT UR LOVE

****

”Chaeri-ya, bertahanlah..”

” …”

”Ahjumma, tolong aku.. Perutku..”

”…”

”Ahjumma, mana suamiku? Kemana dia? Kenapa dia tidak datang juga?”

”…”

”Ani, dokter kau pasti berbohong kepadaku! Andwae!! Tolong katakan jika itu tidak benar”

”Chaeri-ya, sudahlah. Terima saja kenyataannya.”

”Andwae!! Gojitmal!! Kalian bohong!”

”…”

”Ahjumma…”

Aku terbangun, keringat dingin membasahi seluruh tubuhku. Mimpi itu lagi, kenapa aku bermimpi hal yang sama? Sebenarnya apa arti dari mimpiku? Kenapa aku tidak mengingat kejadian di mimpi itu? Padahal jelas-jelas aku merasakan adanya hubungan dengan kehidupanku di masa lalu. Tapi kenapa di dada ini rasanya nyeri sekali ketika aku mengingat kembali potongan-potongan kejadian di mimpi itu? Ada apa sebenarnya?

Aku melirik Kyuhyun yang masih tertidur pulas di sampingku, ku belai wajahnya sebentar lalu menyingkap selimut yang membalut tubuhku dan bangkit dari tempat tidur. Sepelan mungkin aku melangkahkah kakiku agar tidak menimbulkan suara yang nantinya akan membangunkan Kyuhyun dari tidurnya. Aku mengambil botol yang berisi air dingin dari dalam lemari pendingin, membalikkan gelas lalu menuangkan air yang ada di dalam botol ke dalam gelas. Aku menaruh botol yang separuh isinya sudah berpindah ke dalam gelas itu ke atas meja lalu meminum air yang berada di dalam gelas. Perlahan air itu mengaliri tenggorokanku, aku bisa merasakan dinginnya air yang kuteguk merambat menuju ke perutku.

Saat ini baru pukul tiga pagi, dan ini ketiga kalinya dalam beberapa hari ini aku terbangun di jam-jam seperti ini. Aku memang sering bermimpi dan terbangun seperti ini namun tidak sesering pasca aku tinggal di rumah ini. Aku kembali ke kamar tanpa mencuci gelas yang telah kupakai tadi, aku tidak ingin Kyuhyun ikut terbangun karena menyadari aku tidak berada di sampingnya. Aku merebahkan tubuhku dan perlahan memejamkan mataku seraya berdoa agar mimpi buruk itu tidak menghantuiku kembali.

****

Sifat manja Presiden Direktur Bitjaru Corporation muncul kembali, sejak satu jam yang lalu lelaki yang usianya terpaut satu tahun dariku ini terus-menerus merajuk dan bersikap seperti anak kecil. Ada saja rengekan yang ia keluarkan ketika aku melakukan sesuatu hal yang tidak sesuai dengan kemauannya. Aku ingin memarahinya namun ketika melihat wajahnya yang mengeluarkan ekspresi ayo-kasihani-aku , aku jadi tidak tega.

”Cho Kyuhyun berhentilah menggangguku,” dan ini adalah gertakanku ke sekian kalinya atas tingkah polanya yang sangat menyebalkan. Aku jadi tidak fokus menonton drama kesukaanku, bahkan aku kelewatan adegan romantis antara Hyunbin oppa dan Ocha Syamsuri (?) yang kutunggu-tunggu daritadi.

”Chaeri-ya, buatkan aku ramyun, aku lapar,” aku tak menghiraukan desakannya, dan memperbesar volume televisi agar aku tidak mendengar rengekannya yang menyebalkan itu. ”Chaeri-ya,” aku mendelik, Kyuhyun cuma menyunggingkan cengirannya dan menggelayuti bahuku dengan kepalanya yang besar itu.

”Ayolah, aku lapar sekali.” Kyuhyun menusuk-nusuk jari telunjuknya di pinggulku yang menimbulkan rasa geli yang luar biasa ke seluruh tubuhku, aku tahu ia pasti sengaja melakukannya karena ia sudah tahu dengan jelas kelemahanku satu ini.

Aku berontak, melepaskan kedua tangannya yang mengunci tubuhku. ”Oppa, hentikan,” ujarku sambil terus melepas jari-jari tangannya yang menusuk-nusuk pinggulku.

”Shireo, buatkan ramhyun terlebih dahulu, baru aku hentikan. Ayolah Chaeri-ya, aku lapar sekali,” rengeknya lagi, aku mendecak kesal, mengambil remote yang terletak tidak jauh dariku lalu memukul kepala suamiku yang tampan tapi bersikap seperti anak kecil. ”Ya! Neo!” teriaknya, aku hanya menjulurkan lidahku dan berlari ke dapur. Aku mengambil satu bungkus ramyun rasa sosis bawang bombay (?) dan mulai menyiapkan bahan pelengkapnya.

Selesai memasak ramyun, aku membawanya ke ruang televisi tempat suamiku-yang-tampan-tapi-bersikap-seperti-anak-kecil itu menunggu. Aku menaruh nampan yang berisi semangkuk ramyun dan segelas air dingin ke atas meja sedikit kasar sehingga menimbulkan bunyi yang cukup keras, Kyuhyun hanya menoleh sesaat ke arahku lalu menyuruhku menyuapinya melalui isyarat gerakan matanya ayo-suapi-aku-atau-kau-akan-mati-ditanganku.

”Aishh, kau sangat menyebalkan Cho Kyuhyun.” Desisku kesal, tapi aku tetap mendekatinya yang sedang sibuk memainkan notebook-nya dan mulai menyuapkan ramyun ke dalam mulutnya yang seksi itu.

”Air,” ujarnya yang lagi-lagi tanpa melihat ke arahku. Aku mencoba mengatur emosiku untuk tidak menjambak rambutnya atau mencabuti bulu kakinya yang indah itu. Kuambil gelas yang berisi air dingin dan menyorongkan ke arahnya, tanpa melihat ke arahku lagi Kyuhyun mengambil gelasnya, meneguk air yang berada didalamnya lalu menyerahkan gelas yang isinya sudah berkurang setengah.

”Kau lagi ngapain sih oppa? Dari tadi kau terus-terusan memainkan laptop-mu, apa kau sedang mengerjakan tugas kantormu?” aku menjulurkan kepalaku ke layar laptopnya tapi Kyuhyun mendorong dahiku menjauhi layar laptopnya, ”Tetap fokus dengan pekerjaanmu melayani suamimu yang tampan ini, dan jangan urusi urusanku,” aku mendecak kesal, lalu kembali menyuapkan ramyun ke dalam mulutnya yang seksi itu.

Aku meletakkan mangkuk dan gelas yang isinya telah berpindah ke dalam perut suamiku yang tampan itu. Karena rasa penasaranku yang begitu tinggi dengan apa yang di kerjakan suamiku itu, dengan langkah yang sangat pelan aku melangkahkan kakiku menuju ke arahnya dan mataku membesar saat melihat gambar di layar notebook-nya. Itu Starcraft! Walaupun aku bukan pecinta game tapi sedikit banyak aku mengetahui beberapa jenis game yang sedang digandrungi orang-orang. Dan sekarang suamiku yang tampan itu sedang bermain starcraft! Sial, ia mengerjaiku lagi!

”Oppa!” teriakku kesal, mengingat apa yang ia lakukan beberapa jam terakhir, bahkan aku kelewatan drama kesukaanku hanya karena menuruti rengekannya yang sangat menyebalkan itu.

”Hehehe,” Kyuhyun menyengir lebar lalu menyelamatkan notebooknya dan cepat-cepat bersembunyi ke dalam kamar. Ia pasti sudah mengetahui rencanaku untuk menghancurkan notebook kesayangannya itu.

Sial, awas kau Cho Kyuhyun!

****

Sebelumnya hari minggu adalah hari yang sangat menyibukkan buatku, karena di hari minggu para pengunjung restoran tempatku bekerja meningkat dua kali lipat dari biasanya. Dan aku pun akan bekerja sampai malam sekali. Tapi hari ini berbeda seperti hari mingguku yang terdahulu, suamiku yang tampan ini memaksaku untuk bersamanya seharian di rumah, serta tidak melakukan apapun selain berada disampingnya dan menemaninya. Kegiatan seperti ini, maksudku bersantai di rumah tanpa melakukan apapun adalah kebiasaan kami dulu, di hari minggu biasanya kami akan berada di rumah, menonton televisi seharian dan yah melayaninya di tempat tidur.

Dulu dan sekarang sangat berbeda sekali, kalau dulu kami melakukan kegiatan bersantai di hari minggu karena di hari senin sampai sabtu Kyuhyun sibuk bekerja, tidak seperti sekarang yang separuh waktunya di habiskan bersamaku. Aku heran dengannya, ia kan seorang presiden direktur, pemegang kekuasaan tertinggi di perusahaan namun aku jarang melihatnya sibuk mengurusi urusan kantor, bahkan ia pergi kekantor hanya beberapa jam saja. Selebihnya ia menghabiskan waktunya untuk menungguku pulang bekerja dan berada di dekatku terus menerus.

Cho Kyuhyun memang tipikal suami yang sangat romantis, suami yang di idamkan oleh wanita kebanyakan. Namun ia juga adalah lelaki yang sangat menyebalkan, terutama kelakuannya yang seperti anak kecil berusia lima tahun, ia juga kerap kali bersikap manja denganku. Apalagi jika sifat jahilnya kambuh, aku sampai tidak bisa berkata apa-apa lagi menghentikan tindakannya itu.

Suara telepon berbunyi, memecahkan keheningan kamar, aku berpura-pura masih tidur dan tetap memejamkan mataku. Dapat kurasakan tangan Kyuhyun yang tadinya memeluk tubuhku yang hanya berbalutkan selimut perlahan menariknya menjauhi tubuhku, aku tahu ia tidak ingin aku terbangun dari tidurku. Tapi suamiku yang menyebalkan itu memanfaatkan kesempatan tidurnya aku dengan melumat bibirku. Sial, rasanya ingin sekali aku memukul kepalanya yang besar itu. Tapi mengingat kepura-puraanku aku tetap diam dan memejamkan mataku.

Suara telepon berbunyi kembali, Kyuhyun mendecak kesal, sambil menggerutu ia bangkit dari tempat tidur dan menuju ke luar kamar. Suara deringan telepon yang berisik itu digantikan dengan suara bentakan Kyuhyun, aku tidak bisa mendengar jelas apa yang ia bicarakan, namun aku tahu ia pasti sedang memarahi lawan bicaranya di telepon. Tak lama kemudian suara kasar pintu terbuka terdengar, aku juga dapat mendengar suara gerutuan yang keluar dari mulut Kyuhyun. Aku membuka mataku dan mendapati Kyuhyun sedang mengganti kaos putihnya dengan kemeja berwarna hitam.

”Oppa, kau ingin kemana?” tanyaku penasaran, Kyuhyun sedikit terkejut mendengar suaraku, ia tersenyum sesaat dan merapikan kemejanya.

”A-aku ada urusan sebentar, kau di rumah saja. Aku hanya pergi sebentar.” Jawabnya, aku bisa menangkap adanya kegugupan dari nada bicaranya. Aku memincingkan mataku dan itu membuat sikapnya menjadi semakin salah tingkah, ”Chaeri-ya, jangan tatap aku seperti itu.”

”Memangnya kau ingin kemana sih oppa? Aku saja tidak kau perbolehkan kemana-mana tapi tidak tau-nya kau sendiri yang pergi.”

”Ada sesuatu yang harus aku kerjakan, hanya sebentar kok. Paling lama dua jam deh.”

”Dua jam?”

Ia menganggukkan kepalanya, lalu mendekatiku, dengan tampang mesumnya ia duduk di pinggir tempat tidur dan mengusap wajahku, ”Apa jangan-jangan kau tidak ingin aku pergi dan harus melayanimu sampai puas?” ia mengerlingkan matanya, sontak aku memalingkan wajahku yang seratus persen sudah memerah karena mendengar ucapannya.

”Aishh~ ne, ne. Pergilah.”

”Jinjja? Kau sungguh ingin aku pergi? Tidak ingin aku tinggal dan melayanimu?” godanya lagi.

”Oppa!”

Kyuhyun mengacak rambutku dan cepat-cepat pergi dari kamar sebelum wajahnya yang menyebalkan itu terkena lemparan bantal. Tak sampai dua menit pintu tertutup, wajah menyebalkan itu terlihat kembali, ia menyengir lebar dan berkata, ”Apa kau serius menginginkan aku pergi?”

”Yak!!” aku melemparkan bantal kearahnya namun karena luasnya kamar ini, bantal itu terjatuh ke lantai sebelum menyentuh wajahnya yang menyebalkan itu. Kyuhyun kembali tertawa, ia menutup pintu kamar kembali dan berteriak, ”Tenang saja istriku tersayang, suamimu yang tampan ini akan kembali secepatnya. Hahaha”

Sial, wajahku semakin memerah.

****

Istriku yang cantik tapi cerewet, apa kau sudah selesai bekerja? ^^ aku sedang di perjalanan menuju tempat kerjamu. Dalam beberapa menit aku akan tiba ^^

Ps           : apa kau merindukan suamimu yang tampan ini :p

Aku mengekeh membaca pesan singkat yang dikirimkan lelaki tampan namun menyebalkan ini. Aku mengambil tasku yang berada di dalam loker, mengunci lokerku lalu menaruh kunci dan ponselku ke dalam tas sebelum kusampirkan di bahuku. Aku berpamitan dengan beberapa pegawai restoran yang masih membereskan sisa-sisa pekerjaan dan segera melesat pergi keluar restoran.

Aku menyender di pohon besar pinggir jalan, di tempatku saat ini berdiri adalah tempat yang sama dimana Kyuhyun selalu menungguku selesai bekerja satu minggu terakhir ini. Di tempat ini pula aku biasanya menemui Kyuhyun yang dengan sabarnya menungguku sambil menyender di mobilnya, dan ia selalu menyunggingkan senyumannya ketika aku mulai menampakkan diriku (?)

Dua menit kemudian sebuah mobil sedan berwarna merah cabai melaju dengan kecepatan sedang dan berhenti di depanku. Kyuhyun keluar dari pintu kemudi, ia berlari kecil menghampiriku.

”Kenapa kau menunggu di luar?” Kyuhyun memegangi wajahku, ”Lihatlah wajahmu jadi dingin seperti ini, lain kali kau menunggu di dalam restoran saja.”

”Aku hanya tidak ingin membuatmu menunggu lagi oppa.”

”Tapi aku tidak ingin kau sakit Chaeri-ya. Turuti perintahku,” sifat mendiktatornya keluar lagi, aku tidak bisa menjawab apapun selain menurutinya.

”Arra.”

Kyuhyun mengeluarkan sesuatu dari balik jas kantornya, sebuah gelang dengan bertaburkan batu permata menyerupai berlian di sepanjangnya, gelangnya cantik sekali. Kyuhyun tersenyum melihat reaksiku yang berbinar melihat kecantikan gelang yang di bawanya.

Kyuhyun memasangkan gelang cantik itu di tangan kiriku, ”Aku membelinya kemarin, apa kau menyukainya?” Kyuhyun menatapku dan tersenyum lagi, wajahnya semakin terlihat tampan jika dilihat dari jarak dekat seperti ini, berbeda sekali ketika sifat menyebalkan dan usilnya keluar.

”Ne, aku menyukainya,” aku mencium pipinya singkat, ”Gomawo, Cho Kyuhyun oppa.”

Kyuhyun mencibirkan bibirnya dan memasang wajah yang datar, ”Untuk ukuran orang yang telah membelikanmu sebuah gelang yang begitu cantik, kau hanya membalasya dengan sebuah ciuman di pipi huh?” sindirnya, aku mengikik kecil, aku paham apa maksud dari sindirannya. Maka aku melingkarkan tanganku di lehernya, mendekatkan wajahnya agar aku bisa lebih mudah menjangkau bibirnya. Kulumat bibirnya pelan sambil memainkan lidah kami dan saling menghisap satu sama lain.

Diantara berbagai gaya berciuman, gaya French Kiss adalah jenis gaya ciuman yang aku dan Kyuhyun suka. French Kiss adalah jenis ciuman dimana kita dapat merasakan sebuah kehangatan dan keintiman dari pasangan kita. Kita dapat menyalurkan hasrat yang terpendam melalui ciuman-ciuman itu.

”Omo! Han Chaeri!”

Dengan cepat kuhentikan ciumanku dan melihat ke arah sumber suara, dan kudapatkan Hyeri dan Hongki berdiri tak jauh dari tempatku dan Kyuhyun saat ini berdiri. Mereka tampaknya syok sekali seakan tidak mempercayai apa yang baru saja mereka saksikan.

****

Kami –maksudku aku, Kyuhyun, Hyeri dan Hongki, kami memutuskan untuk berbicara di restoran Park ahjumma. Kebetulan Park ahjumma sedang tidak di restoran karena ia ada urusan yang penting, di restoran ini hanya tinggal kami berempat dan dua pegawai restoran lainnya yang masih membereskan sisa-sisa pekerjaan. Kami berempat mengambil tempat duduk di sudut kanan restoran yang berdekatan dengan jendela besar, pemandangan jalan dan lalu lalang orang-orang dapat terlihat jelas dari tempat duduk yang saat ini kami duduki.

”Jadi kalian benar-benar sudah menikah?” Hyeri mengulang pertanyaan yang sama, dan ini ketiga kalinya aku menganggukkan kepalaku untuk menjawab pertanyaannya. Sementara Hongki sendiri masih terpaku dan memandangiku dan Kyuhyun secara bergantian.

”Jadi selama ini kau tidak membual tentang pernikahanmu dengan tuan muda Cho ini?” Hongki memastikan.

Aku menganggukkan kepalaku lagi.

Kedua makhluk aneh itu saling menatap lalu tidak lama kemudian mereka berteriak seperti orang gila.

”Han Chaeri, chukkae~ aku tidak menyangka manusia sepertimu bisa menaklukan manusia super dingin seperti tuan muda Cho.” Hyeri memelukku erat, aku hanya mendengus, ia ini jenis teman seperti apa sih? Ingin memuji tapi ujung-ujung menjatuhkan nama dan kehormatanku (?)

”Yak~ kau hebat sekali Chaeri-ah,” Hongki mengacak rambutku, tapi tak sampai satu detik Kyuhyun sudah menyingkirkan tangan Hongki dari atas kepalaku sambil memberikan tatapan jangan-sentuh-istriku-atau-kau-akan-kubuang-ke-Arab-nya itu. Hongki menyengir dan menggaruk kepalanya, ia duduk tenang kembali. Aku ingin tertawa melihat ekspresi Hongki saat ini, ia tampak ketakutan sekali di tatap oleh lelaki tampan yang duduk di sebelahku ini.

”Chaeri-ah, untuk merayakan berita baik ini bagaimana kalau kita pergi karaokean?” usul Hyeri, aku melirik Kyuhyun meminta persetujuannya, Kyuhyun hanya mengendikkan bahunya, ”Kurasa bersenang-senang sebentar tidak masalah,” ujar Kyuhyun.

Kedua manusia setengah iblis itu berteriak kesenangan dan berhigh five ria.

****

Suasana di dalam ruangan VIP tempat kami saat ini berada sungguh sangat jauh dari kata normal, beberapa botol soju bertebaran di atas meja, makanan-makanan kecil tidak jelas lagi bentuknya. Di tambah lagi dengan adanya kedua makhluk aneh ini. Ada saja tingkah konyol mereka yang tidak masuk akal dalam pemikiran manusia normal. Apalagi si manusia berdarah AB –Lee Hongki, tingkahnya memalukan sekali.

”Yo Han Chaeri, sekarang giliranmu yang bernyanyi,” Hyeri menyodorkan MIC padaku.

Aku menggeleng, ”Shireo, aku tidak bisa bernyanyi.”

”Yak~ ayolah, kami ingin mendengar suara emas istrinya pengusaha terkaya di Asia.”

Aku menatap Kyuhyun, meminta pertolongannya agar mereka tidak memaksaku untuk bernyanyi. Namun bukannya menolongku, lelaki menyebalkan ini malahan mendorongku maju kedepan. Hyeri dan Hongki tertawa kesenangan melihatku menerima ajakan mereka untuk bernyanyi.

Sambil terus menatap tajam ke arah lelaki menyebalkan itu aku berjalan ke dekat layar yang menampilkan huruf teks dari lagu yang akan dinyanyikan. Kyuhyun menepukkan tangannya, seolah-olah memberiku semangat. Ck, suami macam apa itu? Tega sekali ia mendorongku ke lembah yang memalukan ini.

”Kau ingin nyanyi lagu apa Chaeri-ah?” tanya Hyeri.

”Lagu MATI KAU-nya Ocha Syamsuri feat Monkey Hyuk(?)” jawabku sekenanya tanpa mengalihkan tatapan tajamku ke lelaki yang sekarang dengan santainya duduk disana, dan menahan tawanya.

Mati kau Cho Kyuhyun!

Well, suaraku memang bagus, tapi bagus untuk mengirimkan orang-orang yang menyebalkan seperti Cho Kyuhyun ke neraka.

Intro musik terdengar, karena lagu ini bergenre rock-melayu (?) intro lagu ini pun di mulai dengan musik yang menghentak. Lagu ini sangat terkenal  di jamannya Fir’aun masih suka bermain layangan (?).

Aku mulai bernyanyi, mengikuti jenis musiknya aku bernyanyi dengan nada sedikit berteriak. Entah seperti apa suaraku terdengar di telinga mereka, yang jelas saat ini kulihat Hyeri dan Hongki ternganga melihatku, dan Cho Kyuhyun tertawa terbahak-bahak. Aku mengepalkan tanganku geram, lihat saja kau Cho Kyuhyun, aku akan mengirimmu ke neraka dengan suaraku. Aku juga sengaja menambah satu oktaf pada suaraku saat lagu yang kunyanyikan mencapai nada tinggi, dan pada saat lirik ‘MATI KAU’ aku sengaja menunjukkan jariku ke laki-laki yang saat ini tawanya makin menggelegar.

Lagu pun selesai kunyanyikan, baru saja aku menarik nafasku Hyeri merampas MIC yang kupegang dan mendorongku menjauh darinya sampai aku terjatuh terduduk di sofa. Kyuhyun segera memegangiku dan memelukku dari belakang.

”Yak! Jang Hyeri!!” teriakku, Hyeri mengacuhkanku dan asyik berdiskusi dengan Hongki soal lagu yang akan mereka nyanyikan selanjutnya.

Mereka ini temanku atau bukan sih?

”Pfffhhh–” Kyuhyun menahan tawanya, aku melepaskan tangannya yang merengkuh perutku namun ia malah menarikku makin mendekat kearahnya. Kyuhyun menempelkan lidahnya di belakang telingaku, ”Aku tidak menyangka suaramu sebagus itu, ” bisiknya di leherku. Aku bergidik mendengar suaranya yang sengaja dibuat seseksi mungkin, di tambah lagi dengan deru nafasnya di leherku.

Alih-alih membalas dendam karena ia mempermalukanku tadi, saat ini aku malah berkonsentrasi agar tidak terpengaruh oleh sentuhannya.

”Ya, jangan bersuara seperti itu.”

”Waeyo?” kali ini ia mengecup pundakku, menjilati sekitar leherku dengan lidahnya. Rambutku yang terikat keatas, semakin memudahkannya melakukan semua aksinya. ”Kau tidak suka huh?” godanya lagi, aku menoleh dan hendak memarahinya namun wajah Kyuhyun berada tepat di depanku. Aku menelan ludahku melihat ketampanan laki-laki yang jaraknya tak kurang dari sepuluh sentimeter dari hadapanku. Kyuhyun menyeringaiku lalu melumat bibirku pelan. Aku merubah posisi dudukku agar kami bisa lebih nyaman berciuman, Kyuhyun memasukkan tangannya ke dalam pakaianku dan mengelus punggungku, aku menggeliat geli dan melepaskan tangannya dari punggungku. Kyuhyun menurut, ia menarik tangannya kembali namun sebagai gantinya ia menarik tengkukku untuk lebih memperdalam ciuman kami.

”YA! YA! YA! JANGAN BERBUAT MESUM DISINI!” teriak Hyeri dan Hongki bersamaan.

Sontak kami melepaskan ciuman kami dan menjauhkan diri. Aku mengulum senyumku. Aishh, memalukan sekali.

****

Besok pagi seperti biasanya setelah sarapan Kyuhyun akan mengantarku ke restoran dan ia lalu akan pergi ke kantornya. Aku masih merasa jika semua ini hanyalah sebuah mimpi. Selama beberapa tahun ini aku selalu hidup mandiri, mencari nafkah untuk diriku sendiri, serta hidup didalam kehampaan. Namun saat ini hidupku seakan-akan sangatlah sempurna. Jika di katakan hidupku sempurna, Ya, hidupku sempurna. Malah sangat sempurna.

Aku harap selamanya aku akan hidup bahagia seperti ini.

****

”Aku akan menjemputmu saat makan siang nanti,” Kyuhyun mencium pipiku, mengelus kepalaku lalu masuk kedalam mobilnya. Aku melambaikan tanganku sampai mobilnya menghilang di balik jalan.

Aku memeluk badanku serta merapatkan mantel yang ku pakai, udara di penghujung musim gugur sudah mulai menusuk kulit. Bibirku bahkan bergetar saking dinginnya udara yang membelai kulitku.

Langkah kakiku memelan saat aku melihat sesosok wanita cantik berdiri di depan restoran sambil memunggungiku. Aku tak mampu menyembunyikan rasa gembiraku saat mengetahui dengan jelas wanita cantik yang berdiri tak jauh dari tempatku berdiri saat ini.

”Lee Eunhye,” panggilku.

Lee Eunhye menoleh, ia menyunggingkan senyumannya lalu memelukku, ”Han Chaeri, aku benar-benar merindukanmu.”

”Ya, kenapa kau tidak bilang-bilang akan pulang ke Korea?”

”Sengaja, biar menjadi kejutan.” Eunhye melepaskan pelukannya, ”Aku punya berita baik untukmu Chaeri-ya.”

”Mwo?”

”Sebentar lagi aku akan menikah, mungkin satu bulan lagi.”

***TBC***

Hohohoho, dan ini lah part terakhir aku memasukkan adegan komedi dan romantis. Karena part selanjutnya akan penuh dengan airmata (?)

Oke, akan aku jawab beberapa pertanyaan yang sering muncul di twitter dan komen-komen kalian :

1. Dapet ide kata-kata romantis itu darimana sih?

>> hahaha, aku juga kagak tau. Jujur aja aku ini aslinya kagak ada romantisnya, malahan aku ini tipe cewek yang bermulut pedas dan suka ngomentarin orang -__- kata-kata romantis itu mengalir aja di pikiran aku, dan yah aku juga bukan tipe orang yang suka baca novel romantisan. Aku malah lebih suka baca novel atau FF yang berunsur komedi. Jadi intinya aku kagak tau darimana asalnya.

2. Bagaimana caranya aku bisa nulis FF senista ini?

>> ett dah, kagak ada pertanyaan yang laen apa? Aku juga kagak tau, aku hanya nulis apa yang ada di pikiran aku.

3. Kenapa aku jarang bales komen-komen dari para readers, dan kadang aku terlihat sangat sombong di twitter?

>> bukan aku kagak mau balas komen, orang aku online aja jarang banget. Dan soal twitter, mungkin aku sering rada galau dan nganeh di twitter. Nah, disini aku mau jelasin, twitter dan segala social acc aku itu aku anggap seperti kotak sampah aku. Aku gak menganggap twitter atau sbgainya itu spesial, aku ngebuat twitter  dsb hanya sebagai kotak sampah. Namanya kotak sampah, pasti isinya rada aneh dan menyebalkan. Kalau kalian ingin kenal aku lebih dalam, kalian mending sms-an sama aku aja. Aku di dunia nyata dan aku di dunia maya itu berbeda sekali. Dan tolong jangan salah presepsi dengan sikap nyeleneh aku selama ini.

4. FF ini sampai part berapa? dan endingnya bagaimana?

>> Karena aku suka banget sama angka sepuluh, mungkin FF ini akan berakhir si part 10. part itu sudah termasuk Kyuhyun pov, flashback kenapa mereka bisa menikah lalu berpisah. FF ini konfliknya sangat berat -__- aku aja yang nulisnya sampe pusing nentuin konflik utamanya mau aku letakin di part yang mana. Soal endingnya, errr~ aku aja yang nulisnya belum dpaet ending yang pas. Liat entar aja deh gimana endingnya.

Dan tolong hargai karya aku ^^ kalau kalian membenci karya aku hanya karena aku gak pernah menggubris kalian di twitter, kalian salah besar. Aku gak pernah meminta kalian memfollow twitter aku hanya karena kalian suka sama FF aku, sukailah FF aku karena kalian suka sama FF aku. Aku tau aku memang termasuk author yang rada sombong karena jarang banget ngebalesin komen-komen dan ngefollowback kalian. Tapi, aku mau tegesin, memang itu penting? Kalian dulunya suka FF aku karena kalian gak kenal siapa aku kan? Kenapa kalian jadi membenci karya aku hanya karena aku jarang ngebalesin mention / ngefollback kalian?

Dan soal siders, terserah kalian deh mau tetap jadi siders atau nggak, tapi yang jelas kalau mood aku lagi gak baik, biasanya aku bakalan ngeprotect semua ff aku tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Dan kalian sudah tahu dengan jelas kan gimana susahnya minta PW sama aku?

-ocha syamsuri-

JANGAN REPOST ATAU COPAS SEMUA FF AKU, KALAU KETAHUAN ADA YANG NGEREPOST ATAU COPAS, GAK BAKAL AKU LANJUTIN LAGI FF INI!!

185 responses to “7 YEARS WITHOUT UR LOVE III

  1. annyeong riana imnida..oya krn nyadar diri umurnya uda rada gx mdua lg (?), bole mnggil ade kah??hehe…

    sumpah FF2 de keren2 bgt,,,ka mutusin mulai hr ini bakal jd reader yg mem-favoritkan de sbgai author terfavorit dr FF2 yg pernah ka baca,hehe…

    bnr” dtnggu lanjutannya de..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s