Ellena Potion Part. 4-2

 

 

Author: Kidneypea

Rating: PG15

Lenght: Chaptered

Genre: Romance, Fantasy, AU (Alternate Universe)

Main Casts:

– Park Jiyeon (T-ARA)

– Choi Minho (SHINee)

– Goo Hara (KARA)

– Choi Jonghun (FT ISLAND)

Read First: PROLOG | Part.1 (Intro) | Part. 1 | Part. 2 | Part. 3 | Part.4-1 |

Note: Annyeong!!! saya kembali di sabtu ini, membawa bagian kedua part.4 HOHOHO~ masih sama dikitnya :P.. Poster? haha lagi iseng banget bikin poster baru, semoga pada suka deh sama poster yang sekarang >.<

dimohon baca note akhir ya.. 😉

***

“Apa maksudmu menceritakan itu kepadaku, dan bertanya letak kedainya?” tanya Jiyeon penasaran. Senyum Minho semakin mengembang.

“Aku akan memberitahu rencanaku..”

***

          “Jonghun sudah baik sekali kemarin menolongku yang tenggelam, kalau tidak ada dia mungkin aku sudah tidak berada disini saat ini” gumam Hara. Sedangkan Jonghun masih memancing untuk sarapan mereka.

“Ugh.. Kuda Jonghun kotor sekali.. lebih baik kumandikan dulu” sahut Hara senang seraya menarik kuda putih itu menuju sungai terdekat, ‘Untung saja Jonghun tidak memancing disini, aku ingin memberi kejutan untuknya’ batin Hara—lalu tersenyum.

Hara mencopot pelana yang berada di kuda putih itu, salah satu pelana itu terbuka—memancarkan sinar-sinar aneh. Karena Hara digerogoti rasa penasaran, akhirnya ia membuka pelana itu dan mendapatkan sebuah benda yang tengah dicarinya selama ia di hutan ini. Ia menatap bunga itu dengan segumpal amarah.

Rasanya Hara ingin sekali memarahi Jonghun.Akhirnya, Hara pergi menghampiri Jonghun yang sedang memancing di pinggir sungai.. Jonghun berdiri, menyambut kedatangan Hara. Tak disangka, Hara langsung menampar pipi kiri Jonghun. Jonghun tersentak—tampak tidak percaya akan kelakuan Hara barusan. Baru saja Jonghun ingin melontarkan sebuah pertanyaan Hara langsung membuka mulut.

“Kau.. Kau sengaja menyembunyikan bunga itu dariku?! Kau tidak tahu seberapa pentingnya bunga itu! Kenapa.. kenapa kau melakukan ini!!” erang Hara.

‘Karena aku belum siap kehilanganmu’ batin Jonghun—menjawab pertanyaan Hara.

Hara pun pergi tanpa mengucapkan apa-apa lagi ke Jonghun.. Reflek, Jonghun mengejarnya. Hara berlari menuju pondok, Jonghun mengetuk pintu pondok dan Hara tidak menjawabnya, sepertinya Hara butuh waktu untuk sendiri dulu.

***

          “Rencana?” tanya Jiyeon bingung.

“Kau, akan membuat Hara merindukan Jonghun.. dengan ‘Pil suara’ waktu itu. lalu, ia akan meminum ramuan Ellena itu dan keluar istana untuk mencari Jonghun. Tapi, kau tahu sendiri kalau Jonghun tidak tinggal di Ellofaire.. Hara tidak tahu tempat tinggal Jonghun bukan..?”

“Aahh!! Jadi, kita akan menuntunnya ke tempat nenek Jonghun itu berada?” tebak Jiyeon—membuat Minho tersenyum, “Kau tidak sebodoh yang kukira ternyata..”

“YAAA!!!!” teriak Jiyeon sambil memukuli Minho yang sedari tadi terkekeh.

***

Sampai matahari tenggelam, dan bintang-bintang mulai bermunculan Hara belum juga keluar dari pondok.. Jonghun merasa ada yang tidak beres. Jonghun pun membuka perlahan pintu pondok, tapi sulit. Sepertinya Hara telah mengunci pintu.. tunggu, memangnya ada?

“Hara! Akan kubuka pintunya” teriak Jonghun, langsung membentuk kuda-kuda… dan, pintu pondok pun runtuh karena tendangan Jonghun yang begitu kuat.. tapi…

Dimana Hara?

Hara tidak ada di dalam pondok. Jonghun langsung melihat jendela yang terbuka lebar, ia yakin Hara kabur dari sana.. Jonghun bergegas menaiki kuda putihnya dan mencari Hara—segera!

***

Hara terus berlari dan berlari, entah sudah seberapa jauh ia berlari.. tidak peduli akan gelapnya malam dan sunyinya hutan, ia terus saja berlari—mencari jalan pulang. Entah hutan ini tidak mengizinkannya berlari lagi atau memang mengikuti perasaannya yang kecewa bercampur sedih.. Hujan pun turun dengan derasnya, seperti ikut merasakan derasnya kekecewaan hati Hara.

Gaun hara yang selutut itu kini sudah tidak indah untuk dipandang lagi, karena gaunnya sudah tergores akar-akar pohon juga ranting saat ia berlari. Penglihatan Hara mengabur, derap langkah kaki Hara sudah tidak seenerjik tadi.. ia sudah terjatuh lebih dari puluhan kali, kini kakinya sudah tidak kuat untuk membuatnya berdiri, karena betisnya tertusuk akar tumbuhan tajam.

Ia mendesah kesakitan, berjalan dengan langkah gontai menuju pohon rindang terdekat.. ia menyandarkan kepalanya pada batang pohon tersebut—menikmati derasnya hujan dimalam hari. Ia menatap bunga yang sedari tadi ia bawa, menyala-nyala dengan indah.. akan tetapi, pandangannya semakin mengabur dan mengabur.. sampai semuanya menjadi gelap.

***

Menjelang dini hari, Jonghun juga belum tahu dimana Hara berada. Hutan Falio memang sangat luas, butuh waktu lebih dari 3 bulan untuk mengelilingi seluruh wilayahnya. Jonghun terus menerus berdoa dari dasar hatinya agar dipertemukan dengan Hara, ia sangat cemas akan keadaan Hara. Jonghun tidak putus asa, ia yakin akan bertemu Hara!

Kini, ada 2 jalan yang membuatnya bingung, jalan ke kanan agak terang dan jalannya sedikit lebar, sedang jalan yang satunya lagi sempit, dan sangat gelap.. kalau orang yang ingin mencari aman pasti memilih jalan ke kanan.. tapi tidak untuk Jonghun.. ia merasa ada sesuatu yang mengganjal di jalan ke arah kiri.

Kini Jonghun berada di rute gelap tersebut.. benar saja, ia dipertemukan dengan hal yang agak ‘mengganjal’ yaitu.. sebuah sinar kuning. Sinar yang familiar.. seakan menarik Jonghun untuk mendekatinya.

Jonghun sangat berhati-hati karena di rute ini terdapat banyak sekali akar dan ranting tajam, semakin mendekati sinar tersebut, semakin kacau perasaannya..

ia melihat seseorang yang berada dekat dengan sinar itu..

..Hara…

Sinar itu ternyata bunga yang ia sembunyikan. Pikirannya kembali pada saat ia menyembunyikan bunga itu. Hara terkulai lemas dan tidak sadarkan diri di bawah pohon, pendarahan hebat pada kakinya, karena tertusuk akar. Jonghun merobek ujung celananya, dan mengehentikan pendarahan tersebut.

***

Jonghun masih menunggui Hara sampai pagi telah menjelang, membuatkannya sarapan, menghangatkan tubuhnya. Ia harap Hara sudah bisa memaafkannya..

Hara terbangun, sepertinya ia terlihat shock karena ada Jonghun disini. Rasanya ia ingin pergi dari sini—seakan muak melihat wajah Jonghun. Ia berusaha untuk berdiri, tapi susah.. ia mengerang kesakitan, lalu menatap kakinya.. penuh dengan darah.

Sekali lagi, ia berusaha untuk berdiri.. tapi sakit. Lalu, Jonghun menahan tangannya, “Lukamu belum sembuh.. kau butuh istirahat” kata Jonghun. Hara bukannya mendengarkan malah melepas tangan jonghun dan menamparnya—lagi. Kali ini Jonghun terlihat aku-memang-pantas-mendapatkannya.

“Maafkan aku.. aku melakukan itu karena..”

“Karena apa!? Kau membenciku?!” pekik Hara, terlihat ingin menangis.

“Karena.. aku tak ingin kehilanganmu” sahut Jonghun pelan, tapi terdengar di telinga Hara. Hara terdiam, keduanya terlihat canggung..

***

Minho sedang membaca buku sejarah, kali ini ia sedang memperhatikan sebuah gambar yang terdapat di buku tersebut, sebuah kalung dengan ukiran nama Yong Hyun Mi.. ‘Yong Hyun Mi adalah anak dari Hara dan Pangeran Canary yang terdampar di Bumi? Tapi.. siapa dia?’ pikir Minho.

“Minho-ya! Sedang apa kau?” tanya Jiyeon sambil ikut memperhatikan gambar pada buku sejarah itu. Ia tahu gambar itu, sangat tahu..

“Ini apa?” tanya Jiyeon seraya mengambil buku tebal itu dari pangkuan Minho. Minho berkata, “Itu kalung pemberian pangeran Canary pada anak mereka..”

“Kalung ini seperti milik ibuku.. Kalung ibuku itu tak pernah bisa dilepas dari lehernya sejak lahir..” sahut Jiyeon.

“Nama ibumu Yong Hyun Mi?” tanya Minho. Jiyeon mengangguk mantap.

Minho sama sekali tidak terlihat kaget, sejak ia datang kesini.. ia sudah tahu, kalau Jiyeon tidak dengan secara kebetulan dipanggil kesini, pasti ada sesuatu. Tapi, kenapa Minho? Apa hubungan Minho dengan semua ini?

‘Berarti, Jiyeon adalah cucu Hara.. kalau Hara tidak bersama pangeran Canary, itu berarti Jiyeon akan lenyap…’ Batin Minho.

*** TBC/END?***

Note (again):

Jadi gini… ff ini kulihat semakin hari semakin terlupakan aja.. banyak banget siders yang tak kunjung meninggalkan jejak.. juga banyak reader yang baca tapi belum mudeng juga.. ini part TERAKHIR kalau komen/like belum juga sesuai dengan yang kuharapkan.. aku bakalan ganti sama FF lain yang (mungkin) lebih dimengerti.. aku yang nulis juga jadi enggak semangat ngeliat yang RCL cuma segitu.. yang view sih banyak ratusan!! tapi yang komen? jangankan setengah.. paling cuma 1/4 yang masih baik untuk RCL.

komen itu ditujukan buat memotivasi si author dengan mengkritik ceritanya atau ikut merasakan apa yang terjadi di cerita tersebut..

so, say good bye buat FF fantasy ini kalau masih kayak kemarin.

Advertisements

43 responses to “Ellena Potion Part. 4-2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s