[Freelance] YOU CAUSED THESE TEARS CHAPTER 2

JUDUL: YOU CAUSED THESE TEARS CHAPTER 1
AUTHOR: JIVON / @Gvonnn
CAST: KWON JIYONG, LEE CHAERIN, SEUNGRI, SANDARA PARK
OTHER CAST: FIND IT!:)
GENRE: ROMANCE, SAD, FRIENDSHIP
RATING: R

Ciuman Chaerin itu berlangsung cukup lama, Chaerin bisa merasakan tangan Jiyong yang berusaha mendorong Chaerin, singkat cerita karena tenaga Chaerin kalah besar, Chaerin tidak bisa menahan dorongan Jiyong lebih lama lagi.

“YA! K-KAU!” Jiyong berteriak.

“Chaerin-ah! Siapa dia?!” Seungri menarik tangan Chaerin dengan kasar.

“Dia? Oh maksudmu pria tampan yang SETIA ini?” Chaerin menekan nada bicaranya.

“Dia ini pacar baruku!” Chaerin melingkarkan lengannya menrangkul lengan Jiyong, “Iya kan sayang?”

Jiyong masih kebingungan dengan kata-kata Chaerin. Jiyong menatap Chaerin sejenak, Chaerin memberi nya isyarat dengan menatap Jiyong dengan tajam.

“O-Oh iya. J-Jiyong imnida, Kwon Jiyong.” Jiyong membungkukkan badannya lalu mengarahkan tangannya ke arah Seungri.

Seungri tidak membalas ajakan Jiyong untuk berjabat tangan, Seungri menatap Jiyong dengan tatapan meremehkannya lalu menampar tangan Jiyong kasar. “Aku tidak perduli! Persetan dengan namamu!”

“Chaerin ikut aku!” Seungri menarik lengan Chaerin kasar.

“Aw! Sakit! Apa-apaan sih?! Lepas!” Chaerin berusaha menarik lengannya.

“Ikut aku!” Seungri membentak Chaerin.

“TIDAK MAU!”

BRUKKK!

Jiyong menarik Chaerin kedalam pelukannya lalu menyembunyikan Chaerin dibelakang tubuhnya. Tatapan mata Jiyong sesaat menjadi tak kalah tajam dengan tatapan Seungri kepadanya.

“Kau tidak usah ikut campur! Ini urusanku dengan Chaerin! Pacarku!”

“MWO?! Pacar?! Hah! Aku bukan pacarmu! Pacarmu itu ada di rumahmu! Gadis yang sudah kau tiduri itu!!” Chaerin melangkah maju hendak melewati Jiyong tapi Jiyong menahannya.

“Kau sudah dengar? Dia bukan pacarmu. Dia pacarku sekarang. Enyah!” Jiyong membuka pintu mobil nya lalu membiarkan Chaerin masuk kedalam.

“Haha. YA! Chaerin-ah! Kau pikir aku bodoh bisa kau tipu dengan permainan mu?! Aku tau kau masih mencintaiku!”

Chaerin tidak menjawab. Jiyong yang masih ada di depan, masih berhadapan dengan Seungri hanya terus menatap Seungri.

“Kau tidak akan semudah itu melupakan ku! Kau pikir hanya dengan ka mencium pria bedebah ini aku percaya kau sudah melupakanku?!”

Raut wajah Jiyong mulai berubah.

“Kau harus ingat ciuman pertama mu sudah kuambil! Aku tau segala nya tentangmu! Lalu gadis kemarin, kenapa kalau aku menidurinya?! Kau keberatan?! Aku hanya mencari hiburan karna pacarku sendiri tidak mau tidur denganku!”

BUAKKK!

Sebuah tonjokan keras diluncurkan Jiyong ke arah wajah Seungri. Tidak hanya sekali, selesai dengan tonjokan pertama Jiyong kembali meluncurkan tonjokan kedua, ketiga dan seterusnya sampai Seungri tergeletak di tanah. Darah segar mengalir dari hidung dan mulut Seungri.

“Enyah kau pria sial.” Jiyong meludah ke arah Seungri. Lalu masuk kedalam mobilnya, meninggalkan Seungri.

***

Chaerin yang masih shock dengan kata-kata Seungri hanya melipat tangannya didalam mobil dan diam tanpa satu katapun keluar dari mulutnya. Badannya yang masih bergetar dan nafasnya yang semakin sesak menahan tangisnya membuatnya semakin
lemas.

“Jangan ditahan.” Jiyong memegang pundak Chaerin. “HO, badan mu gemetar sekali. Kau kedinginan?”

Chaerin menggelengkan kepalanya.

“Ya, Jiyong-ah.”

“Mwo?”

“Kau bisa antar aku ke suatu tempat?”

“Kemana?”

Chaerin memberitahu alamat tempat itu, Jiyong yang merasa iba melihat keadaan Chaerin mengantar Chaerin ke tempat tujuannya itu. Hari sudah semakin sore, warna oranye mulai mewarnai langit diatas. Chaerin turun dari mobil lalu berjalan ke sebuah
taman luas, tidak ada orang disana. Chaerin duduk disebuah bangku taman lalu melihat ke atas langit.
Jiyong bermaksud meninggalkan Chaerin saat itu, sesaat sebelum Jiyong masuk kedalam mobil, terdengar suara tangis Chaerin yang pelan tapi terisak-isak. Jiyong yang tidak tega meninggalkan Chaerin sendirian menghampirinya.

“Aigo, kenapa menangis?”

“Heisss, ku pikir kau sudah pulang. Kenapa masih disini? Pabo.” Chaerin menutupi wajahnya yang dibasahi airmata itu.

“Mana bisa aku sejahat itu? Heisss.” Jiyong duduk disebelah Chaerin.

“Kau….. Dengan pacarmu, sudah berapa lama?” Chaerin berbicara dengan wajah nya yang masih ditutupi.

“Aku? Hampir setahun. Wae?”

“Oh….” Suasana hening sesaat. “Lebih baik kau jaga baik-baik pacarmu itu. Kau tau sekuat apapun seorang wanita, kalau sudah disakiti pria yang dicintai pasti rasanya sangat sakit.”

Jiyong terdiam sesaat sebelum menjawab Chaerin, “Ne.. Aku akan menjaganya.”

Chaerin turun dari kursi lalu duduk di tanah, melipat kakinya dan melipat tangan disekitar kakinya. “Persetan dengan cinta. Hahah.”
Chaerin membenamkan kepalanya, kedua bahunya mulai bergetar hebat menahan airmata yang akhirnya tak dapat ia tahan lagi.

“Brengsek, kenapa aku bisa selemah ini!” Chaerin memukul keras tanah yang didudukinya.

“Mau sampai kapan?” Jiyong berdiri disebelah Chaerin.

“M-Mwo?” Jawab Chaerin lirih.

“Mau sampai kapan kau menangisi pria brengsek seperti dia?”

Chaerin hanya terdiam lalu menggelengkan kepalanya.

“Kau tau, awalnya aku tidak mengerti masalah mu dengannya tapi saat ia berkaat seperti itu. Juga gadis yang ia tiduri, aku benar-benar tidak bisa menahan emosiku. Yaaaaaa, walaupun aku baru mengenal mu hari ini. Aku juga tidak bisa diam melihat
gadis yang ku kenal dilukai seperti itu.”

Chaerin hanya terdiam. Jiyong berjongkok didepan Chaerin, wajah Jiyong terpampang tepat dihadapan Chaerin.

“Ingat, kau sudah mengambil ciumanku! Kau harus menggantinya!”

“Aigoo…” Chaerin mengacak-acak rambutnya, “Mianhae…..”

“Mianhae apa?” Jiyong tersenyum dihadapan Chaerin.

“Mianhae oppa…..” Chaerin menundukan kepalanya kembali.

Jiyong tertawa kecil lalu mengelus kepala Chaerin kasar. “Jangan buang airmata mu untuk pria brengsek seperti itu. Masih banyak pria yang lebih baik untukmu.”

“Sekarang……” Jiyong berdiri, “Kau harus mengganti ciumanku itu dengan apa ya…”

“Berdiri.” Kata Jiyong.

“Mwo?”

“Berdiri. Ayo cepat-cepat! Berdiri berdiri.” Jiyong membantu Chaerin berdiri.

Jiyong mengacungkan jari kelingkingnya dihadapan Chaerin. Chaerin tidak meresponnya, masih kebingungan dengan maksud Jiyong.

“Let’s be friend okay? And you musy call me oppa, got it?”

Chaerin tersenyum, “Urusanmu apa memangnya?” Ledek Chaerin.

“Aigo, kau sudah bilang kalau aku ini pacarmu didepan mantanmu itu. Sampai dia tidak menganggumu lagi aku baru bisa melepasmu. Kalau sudah begini aku merasa bertanggung jawab atasmu tau?”

“Heissss, lalu bagaimana dengan pacarmu?”

“Kita bisa bicarakan itu dengan nya besok. Besok aku bawa kau bertemu dengannya. Hm?”

Jiyong mengacungkan jari kelingkingnya kembali dihadapan wajah Chaerin. Chaerin tersanjung dengan kebaikan Jiyong, padahal ia baru kenal dengan Jiyong hari itu. Chaerin tertawa melecehkan lalu mengaitkan kelingkingnya dengan kelingking Jiyong.

“Got it, oppa.”
***

“CHAERIN EONNIE!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Minzy berlari mendapatkan Chaerin yang baru saja pulang ke rumah.

“AIGO! Kenapa ini? Merindukanku?” Chaerin mengelus kepala Minzy, adik kecilnya itu.

“Ne, aku merindukanmu! Kenapa tidak pulang kemarin?”

“Kau tidak ada dirumah pabo. Kemana kau?”

“Oh, aku pergi menjemput seseorang dibandara. Memang sih pulangnya agak malam.”

“Seseorang? Siapa?” Chaerin memasang raut wajah bingungnya.

Mata Chaerin terpaku melihat eonnie kesayangannya sudah berada di ambang pintu dapur. Rupa-rupanya Bom eonnie sudah pulang dari Perancis tanpa memberitahu Chaerin terlebih dahulu.

“Eonnie!!!!!!” Chaerin memeluk Bom eonnie.

“Aigoooo, merindukanku?”

“Ne, aku sangat merindukanmu.” Suara Chaerin goyang seakan-akan ingin menangis dipelukan eonnie nya itu.

“Aigoo, kenapa menangis? Ada apa?”

Chaerin menghela nafas nya lalu menghapus airmata yang tergenang di matanya.

“Aigo eonnie kenapa?” Minzy, adik kesayangan Chaerin memeluk Chaerin.

“Ani, aku tidak apa-apa. Kau sudah kerjakan PR mu?”

“Belum hehehe.” Minzy tertawa menggaruk-garuk kepalanya.

Chaerin berusaha tetap men-stabilkan suaranya didepan adiknya Minzy, mengelus kepala Minzy pelan, “Kerjakan PR mu dulu sana.”

“Ne…..” Minzy beranjak ke kamarnya dengan manis.

Suasana menjadi hening kembali saat diruang tamu itu hanya ada Chaerin dan Bom. Bom yang sangat mengenal Chaerin tidak bisa dibohongi oleh Chaerin, Bom merangkul Chaerin seperti seorang mama merangkul anaknya.

“Eon… Bagaimana kabar eomma appa di Perancis? Sehat?”

“Eomma? Appa? Sehat, mereka nonton pertunjukanku kemarin. Mereka sangat merindukanmu dan Minzy.”

“Mereka pasti terus bertanya kapan kau akan menikah dengan Seunghyun oppa. Ya kan?”

Bom tertawa mendengar adiknya berbicara seperti itu, “Ne….”

“Ya, Chaerin, aku sudah dengar dari Seunghyun. Aigo kenapa kau mabuk-mabukan? Apa yang terjadi?”

“Aigo, eonnie……..” Chaerin kembali meneteskan airmatanya.

“Seungri?” Bom menebak-nebak. Chaerin menganggukan kepalanya pelan.

Bom membiarkan Chaerin duduk diatas pahanya, membiarkan Chaerin menenangkan dirinya. Bom mengelus-ngelus rambut Chaerin dengan penuh kasih sayang.

“Eon, aku sudah putus dari Seungri. He’s jerk!”

“What happened my dear? Tell me everything.”

“He’s cheating. He slept with another girl. And it’s so hurt.”

Chaerin menangis dengan cukup keras kali ini. Bom tidak memaksa Chaerin untuk berhenti menangis, Bom hanya diam mengelus kepala Chaerin dengan penuh rasa sayang.

“Aigoo. I can’t believe that. Aku pikir dia pria baik-baik.”

“Aku sangat membenci nya eon! Benar-benar membencinya!”

TING TONG!

Suara bel di malam hai itu membuat momen Chaerin dan Bom terhenti. Chaerin menghapus airmata nya lalu beranjak membuka pintu.

“Sia-“ Chaerin terkejut melihat Seungri yang berdiri di ambang pintu itu dengan wajah memar akibat tonjokan Jiyong tadi siang.

“YA! Mau apa kau kemari?!” Bentak Chaerin mengambil ancang-ancang membanting pintu. Sayangnya kaki Seungri sudah menahan pintu itu terlebih dahulu.

“Siapa? Oh, Seungri.” Bom terkejut melihat Seungri.

“Annyeong. Boleh aku pinjam Chaerin sebentar?”

Chaerin dan Bom bertatap-tatapan sesaat. “Eon…” Chaerin memelas.

Bom memeluk Chaerin dan berbisik di telinganya, “Don’t worry, I’ll call Seunghyun okay dear.”

Chaerin menganggukan kepalanya lalu pergi bersama dengan Seungri.

“YA! Sudah lepaskan tanganku!” Chaerin menarik tangannya kasar.

BRUAK!

Seungri menonjok dinding yang ada dibelakang Chaerin. Mengunci Chaerin didalam kedua lengannya. Kini wajah Seungri tepat berada di depan wajah Chaerin.

“Mau apa kau?!” Chaerin berusaha mendorong Seungri.

“Kau lihat wajahku? Ini semua gara-gara kau. Kau pikir aku percaya lelaki bedebah itu betul-betul pacarmu hah?”

Chaerin hanya terdiam. Jantung Chaerin berdetak cepat tapi ia tidak takut dengan Seungri, ia membalas tatapan Seungri tanpa berkedip.

“Trus apa mau mu sekarang?! Kau dan aku sudah tidak ada hubungan apa-apa! Apa urusanmu denganku?!” Chaerin membentak Seungri.

“Aku tidak pernah bilang kalau aku setuju kita putus kan?!” Seungri memeluk Chaerin. “Aku masih mencintaimu.”

Chaerin mendorong Seungri kasar lalu menamparnya keras, “Bullshit!” Chaerin berbalik badan mulai meninggalkan Seungri.
Seungri menarik tangan Chaerin lalu mencium Chaerin tepat di bibirnya. Chaerin yang shock berusaha memukul-mukul Seungri, juga mendorongnya. Apa daya Chaerin tidak cukup kuat untuk melawan tenaga Seungri. Bibir Seungri masih terus mengikat bibir Chaerin sampai akhirnya Chaerin kehabisan tenaga untuk melawan. Seungri mulai melepas ciumannya.

“Chaerin-ah, kau masih mencintai ku kan?” Bibir Chaerin yang masih kaku tidak bisa digerakan. Ia tidak bisa menjawab apa-apa.

BRUKKK!

Lagi-lagi sebuah pukulan keras dilayangkan kepada Seungri, kali ini Seunghyun yang memukul Seungri dengan cukup keras.

“Leave.” Bentak Seunghyun dengan suara berat dan tatapan yang mematikan.

Chaerin yang masih beku menggerakan bola mata nya kekanan dan ke kiri, sampai ia melihat Jiyong yang berlari menyusul Seunghyun.

“Jiyong!!!” Chaerin berlari ke arah Jiyong, memeluknya.

“Aigo, kenapa lagi? Siapa yang membuatmu menangis?” Jiyong melihat Seunghyun yang sedang menarik kerah Seungri.

“What have you done with my foster sister, jerk?!” Bentak Seunghyun.

“Nothing. Just kiss her lips.” Seungri membalas dengan nada meremehkan.

“MWO?! KAU MENCIUM PACARKU?!” Jiyong yang terbawa emosi melepas pelukan Chaerin lalu berlari meluncurkan sebuah tonjokan keras di pipi kanan Seungri.

“Aigo Jiyong oppa! Sudah!” Chaerin menahan lengan Jiyong yang baru saja ingin memukul pipi Seungri lagi.

“Don’t you ever dare touch my foster sister again. Or you’ll die in my hands. Jerk.” Seunghyun membanting Seungri ke tembok di belakangnya.

Chaerin yang membenci Seungri melihat Seungri tergeletak berdarah-darah dan lemah di lantai merasa iba dan tidak tega. Chaerin mengambil kotak P3K di dalam mobil Seungri lalu bermaksud mengobatinya, sayang, Jiyong dan Seunghyun
mencegahnya.

“Oppa, aku hanya ingin mengobatinya.”

“Ani, tidak perlu. Kita pergi.” Seunghyun merangkul Chaerin pergi.

“Oppa! Aku mohon, aku hanya ingin mengobatinya!” Chaerin menatap mata Seunghyun dengan tatapan ‘puppy-eyes’ nya yang dibasahi airmata.

“Heisss, yasudah, cepat. Jangan lama-lama mengurusi si brengsek ini.”

Chaerin berlari dan berlutut disebelah Seungri. Chaerin menopang wajah Seungri yang babak belur di pundak nya dan mulai mengobatinya.

“Jangan sentuh aku, wanita sial!” Seungri menampar tangan Chaerin.

“Aigo! Pria ini!” Jiyong yang baru ingin menghampiri Seungri dicegah oleh Seunghyun.

“Kau diam saja, aku tidak ada maksud apa-apa. Aku hanya ingin mengobatimu!” Chaerin kembali mengobati luka-luka Seungri lalu memapahnya masuk ke dalam mobil. Melihat Chaerin sudah selesai mengobati Seungri, Jiyong menghampirinya.

“Sudah selesai sayang? Ayo kita pergi!” Jiyong merangkul Chaerin dan membawanya pergi. Jiyong mengacungkan kepalan tangannya ke arah Seungri yang sudah ada didalam mobil.

“Ya………. Jiyong…………”

“Apa?”

“Kau mau sampai kapan merangkul Chaerin seperti itu? Kau lupa sudah ada pacar?” Seunghyun menatap Jiyong dengan tatapan bodohnya.

“Oh iya. Lupa, mian…. Aigo tentu saja aku tidak lupa! Aku ini setia tidak seperti si brengsek itu.”

Chaerin berjalan dengan tatapan kosongnya, sesekali meraba bibirnya yang dicium oleh Seungri tadi. Lecet di pinggir bibir Chaerin mulai mengeluarkan darah cukup banyak.

“Aigo, apa dia mencium mu segitu kasarnya? Sampai berdarah begini? Heissss.” Seunghyun dengan pelan menghapus darah di bibir Chaerin.

“MWO?! Berdarah?! Benar-benar pria itu minta kumasukan kedalam liang kubur. Ya, Chaerin, kau tidak apa-apa?”

Jiyong melambai-lambaikan tangannya didepan mata Chaerin tapi tetap tidak bisa memecahkan pandangan kosong Chaerin.

“Chaerin? Chaerin? Hellooo?”

Chaerin menoleh ke arah Jiyong dengan lemas, “Hm? Wae?”

“Kau tidak apa-apa?” Jiyong menatap Chaerin cemas.

Seunghyun melepas jaketnya lalu memakaikannya kepada Chaerin, ukuran tubuh Chaerin yang kucil membuatnya tenggelam dalam jaket Seunghyun.

“Jiyong kau pulang dulu saja. Aku yang antar Chaerin pulang.”

“N-Ne…” Jiyong berhenti berjalan dan melihat Seunghyun dan Chaerin yang melangkah semakin menjauh darinya. Sampai Chaerin dan Seunghyun sudah masuk kedalam rumah Chaerin baru Jiyong beranjak pulang.

***

“Ah, kau sudah kembali! Kenapa ini? Bibir mu kenapa?” Bom dengan panik berlari dan menyentuh wajah Chaerin pelan.

“Nanti aku ceritakan. Kau antar dia ke kamar dulu.” Seunghyun menyerahkan Chaerin kepada Bom.

Bom memapah Chaerin masuk ke dalam kamarnya.

“Chaerin, kau mandi dulu baru tidur. Mau ku siapkan air hangat?”

Chaerin menggelengkan kepalanya lalu meninggalkan Bom, beranjak ke kamar mandi. Bom dengan wajah cemasnya keluar dari kamar Chaerin dan duduk di samping Seunghyun.

“Seunghyun, apa yang dilakukan Seungri kepada Chaerin?”

Seunghyun tersenyum lalu merangkul Bom, berusaha menenangkannya dengan melemparkan kecupan kecil di pipi Bom.

“Jangan khawatir berlebihan. Aku akan menjaga adikmu. Aku janji.”

“Aigo aku sangat khawatir dengan keadaannya sekarang ini.” Jawab Bom.

“Jangan khawatir, besok aku suruh Jiyong membawa nya jalan-jalan. Senyum, jangan cemberut begitu.”

Bom berusaha tersenyum lalu memeluk Seunghyun yang sudah ada disebelahnya. “Gomawo.” Ucapnya lembut.

***

Sinar matahari pagi masuk menembus gorden jendela kuning kamar Chaerin. Membuat kamar Chaerin dipenuhi dengan warna cahaya kuning. Chaerin masih tertidur lelap dengan selimut yang membungkus tubuhnya.

KRINGGG KRINGGG!

Suara HP Chaerin yang berdering keras disamping telinga nya membuat nya bangun dan membuka mata nya lebar-lebar. “Aigo…” Gumamnya kesal.

Melihat nomor yang menelponnya itu nomor yang tak dikenal, Chaerin mengabaikan telpon itu lalu kembali memejamkan matanya.

KRINGGGGG KRINGGGGGG!!!

Suara HP Chaerin semakin keras seakan-akan minta diangkat. Chaerin bangun, mengacak-acak rambutnya lalu mengangkat HP nya dengan kesal.

“Hm?! Wae?!” Chaerin berbicara dengan nada juteknya.

“Aigo galak sekali kau ini Chaerin. Nenek sihir.”

“Mwo?! Siapa kau? Menelpon ku pagi-pagi lalu bilang aku ini nenek sihir?!”

“Heisss ini aku Jiyong! Kenapa galak sekali kau ini.”

“Oh….” Chaerin menggaruk kepalanya sejenak. “Kau, si pabo itu.”

“M-MWO?! Aigo kau sudah janji memanggil ku oppa kan?!”

“Ne, ne… Mian opaa. Tidak perlu berteriak begitu kan. Ada apa menelpon ku pagi-pagi?” Chaerin membaringkan tubuhnya diranjang kembali.

“Katanya kau mau membicarakan masalah yang kemarin dengan pacarku. Supaya tidak terjadi salah paham. Aigo aku pusing sekali jadinya.”

“Oh… Kau mau aku bercerita masalah ciuman kemarin juga?”

“MWO?!” Terdengar suara Jiyong menjatuhkan Hpnya.

“DON’T YOU DARE TALK ABOUT THAT KISS IN FRONT MY GIRLFRIEND!”

Chaerin menjauhkan HP nya dari telinga nya saat Jiyong terus berteriak dan berceloteh seperti induk bebek. Setelah suara Jiyong sudah tidak terdengar baru Chaerin kembali berbicara.

“Aku masih punya otak, bisa berpikir. Mana mungkin aku membahas masalah itu dengan pacarmu? Kau mau aku mati dibunuh pacarmu? Heissss.”

“Kalau kau bicara tentang hal itu aku yang akan membunuhmu tau? Heiss.”

“Ya ya ya, aku takut padamu oppa sekarang. Hiiiiiii. Sudah aku mau mandi dulu. Kau jemput aku jam berapa?” Jawab Chaerin.

“15 menit lagi. Sebaiknya kau sudah siap atau…..”

“Iya bawel.” Chaerin memutus telponnya, tidak memberikan Jiyong kesempatan untuk menyelesaikan kata-katanya.

Chaerin beranjak mandi. Sedangkan Jiyong yang dipotong pembicaraannya menatap layar HP nya sambil menggigit-gigit bibirnya kesal.

“Heissss! Wanita ini…..!” Geramnya kesal.

“Kenapa Jiyong?” Seunghyun yang baru selesai mandi keluar melihat Jiyong berbicara dengan layar HP nya.

“GAHO BALET! Kau tau gaho balet?! Heisss aigo aigo aigo!” Jiyong yang masih kesal menutup HP flip nya dengan keras lalu beranjak keluar ingin menjemput Chaerin.

“Gaho balet…….? Heiss anak ini kalau lagi kesal selalu saja berbicara sembarangan….. Gahoooooo~” Seunghyun mengejar Gaho yang berlari melihat seorang dino Seunghyun mengejarnya.

***

From: Jiyong pabo.
Ya, aku sudah didepan rumah mu. Cepat keluar!

“Eon, aku pergi dulu ya.” Chaerin mencium pipi eonnie nya itu.

“Hati-hati ya!”

Chaerin mengangguk lalu keluar dari rumahnya. Mobil Jiyong sudah terpajang jelas di hadapan Chaerin begitu ia keluar dari rumah. Chaerin dengan santainya membuka pintu mobil lalu masuk ke dalamnya.

Baru Chaerin duduk, Chaerin sudah disajikan sarapan pagi dengan wajah Jiyong yang mengkerut menatap nya sebal.

“Mwo? Kenapa memandangku begitu?”

“Kau ini…… Berani sekali mematikan telponku sebelum aku selesai berbicara. Bocah…!”

“Oh itu..” Chaerin mengangkat tangannya lalu menoleh kearah Jiyong, “Sorry.”

Chaerin mengeluarkan HP nya lalumemakai headset dikedua telinganya. Tidak mendengarkan ocehan yang keluar dari mulut Jiyong.

“Heissss, wanita ini…..” Jiyong menggerutu kesal lalu menancap gas mobilnya.

Sepanjang perjalanan Jiyong mencoba mengajak Chaerin berbicara tapi tidak dijawab oleh Chaerin.

“Ya, Chaerin.”

“Chaerin. Ya!”

Jiyong menatap Chaerin dengan gemas lalu menarik headset sebelah kanan dari telinga Chaerin. “PABO!” Teriaknya.

“Aigo! Apa-apaan kau ini?! Heisss!”

“Temani aku ngobrol jangan seperti orang mati. Aku tanya tidak dijawab.”

Chaerin menggeram kesal lalu mematikan musik yang sedang didengarnya saat itu. “Wae? Kesepian kalau aku tidak temani?” Ledeknya.

“Heisss.” Jiyong tidak bisa menjawab. “Oh iya, ini.” Jiyong menunjuk bibirnya, “Sudah baikan?”

“Mwo? Bibir?” Chaerin berpikir sejenak. “Oh. Bibir ku? Sudah.” Chaerin meraba bibirnya yang berdarah kemarin.

“Ya, oppa. Pacarmu baik atau galak?”

Jiyong berpikir lalu tersenyum, “Baik dong. Memang nya seperti kau. Nenek sihir.”

“Kau ingin cari mati denganku ya?” Chaerin mengepal tangannya.

“Mian mian. Jangan galak begitu kenapa sih?”

Chaerin mencibir menghadap Jiyong lalu kembali saling terdiam satu sama lain sepanjang perjalanan ke café, tempat Jiyong sudah janjian dengan pacarnya.

“Jiyong-ah~!”

Seorang wanita dengan wajah cantik dan rambut cokelat panjang tergerai memanggil Jiyong dari jauh. Chaerin dan wanita itu sempat bertatap-tatapan, wanita itu menyambut Chaerin dengan ramah. Membuat Chaerin sedikit lega dan tertarik untuk
mengenalnya lebih jauh.

“Dara! I miss you!” Jiyong berlari ke tempat wanita itu dan mencium pipinya.

“Oh, rupanya nama wanita itu Dara.” Batin Chaerin menghampiri nya.

“Annyeonghaseo. Sandara imnida.” Dara membungkuk lalu mengulurkan tangannya.

“Ah, annyeong. Chaerin imnida.” Chaerin membalas uluran tangan Dara lalu membungkukan badannya.

“Dara, ingat cerita ku kemarin? Ini wanita itu.” Jiyong duduk disebelah Dara.

“Oh, begitu. Ayo duduk.” Dara mempersilahkan Chaerin untuk duduk. “Aku sudah tau ceritanya dari Jiyong.”

Chaerin menundukan kepalanya bermaksud minta maaf, “Mianhae…”

“Ani tidak apa-apa. Aku tidak keberatan. Jiyong sendiri juga ingin membantumu, dia bilang kau sudah seperti adik nya.” Dara tersenyum manis.

“Jiyong-ah kau duduk disana. Biar Chaerin duduk disini. Aku ingin mengenalnya lebih jauh.” Dara mendorong Jiyong pelan.

Jiyong tersenyum lalu bertukar tempat dengan Chaerin. Awalnya Chaerin masih kaku dan ragu-ragu untuk duduk berdekatan dengan Dara. Tapi seiring berjalannya waktu Chaerin mulai terbiasa dengan Dara.

“Ah iya. Aku sudah pesan makanan untuk kita bertiga.” Dara tersenyum saat seorang pelayan membawa tiga porsi makanan ke meja.

“Mianhae… Merepotkanmu.” Chaerin menunduk kembai.

“Ani, tidak apa-apa. Mulai sekarang kita sudah jadi teman kan?” Dara tersenyum lalu mulai memakan makanannya. Jiyong pun mulai memakan makanannya.

Rasa tidak enak hati di hati Chaerin membuat tangan Chaerin berat rasanya untuk mengambil garpu dan melahap makanan itu.

Baru tangan Chaerin menyentuh garpu dimejanya, mata nya terbelalak melihat Seungri yang masuk ke café yang sama dengan café yang didatanginya saat itu. Seungri tidak sendiri, dia datang bersama dengan gadis yang didapati Chaerin sedang
bermesraan dengannya saat itu.

Chaerin reflek mengambil buku menu disudut meja nya lalu menutupi wajahnya. Dara dan Jiyong masih bingung dengan kelakuan Chaerin.

“Ya, oppa!” panggil Chaerin berbisik. “YA!”

Jiyong melihat Chaerin menunjuk ke arah belakang Jiyong sambil menutupi wajahnya dengan buku menu. Jiyong yang sedang meminum kopi hangat menoleh ke belakang, “PFTHH!!”
Jiyong tersedak lalu kembali menoleh ke arah Chaerin.

“Dia jalan kesini?!” Jiyong berbisik. Chaerin mengangguk.

Dara yang masih terlihat bingung dengan kelakuan mereka berdua ikut berbisik kepada Chaerin. “Apa itu mantan mu?” Chaerin mengangguk.
Dara membulatkan bibirnya lalu berinisiatif membantu Chaerin. Dara membawa gelas kopi ditangannya lalu berjalan ke arah Seungri.

“UPS!” Dara menumpahkan kopi ke pakaian Seungri. “Mianhae!”

“Ah! Apa yang kau lakukan?!” Seungri sibuk membersihkan pakaiannya.

Dara mengedipkan matanya kearah Jiyong dan Chaerin memberi isyarat untuk segera keluar dari café itu. Jiyong menarik lengan Chaerin lalu terburu-buru keluar dari café itu.

“Mian.. Aku tidak sengaja.” Dara berjalan ke arah mejanya begitu Chaerin dan Jiyong sudah keluar dari café itu.

“YA! Kau tau berapa harga pakaian ku ini?!” Seungri berteriak.

“Tidak tau dan tidak perduli. Mahalkah?” Jawab Dara tidak perduli.

“Tentu saja mahal!!”

“Kau mampu beli pakaian mahal. Kalau kotor ya kau laundry.” Dara mengambil tasnya. “Jangan seperti orang susah.” Ia kembali berjalan menubrukan pundaknya ke pundak Seungri dengan keras.

TBC

Advertisements

7 responses to “[Freelance] YOU CAUSED THESE TEARS CHAPTER 2

  1. Wah kok aku baru baca sih ?!?! #mewek sendiri
    Keren2 ! Tapi mana part 1 ‘nya ?? Aku kan mau baca !
    Bagus ! Ff slanjut’nya pake YGfam. Lagi ya ! :))

  2. Eaaa ~
    Dara-kuu…
    kau memang baik…
    Jiyong ga salah milih cwek kaya dya…

    Dara pinteerrr !!!
    semoga.. akhirnya, Jiyong ga jadian ma’ CL !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s