[Freelance] HEXE. LAMIA. VARCOLAC

JUDUL: HEXE. LAMIA. VARCOLAC
AUTHOR: JIVON / @Gvonnn
CAST: BIGBANG, JI-YOUNG (AUTHOR), SU-JIN, YE-RI, MIN-YOUNG (AUTHOR’S FRIENDS)
GENRE: FANTASY
Mian ya kalau FF yang ini kurang bagus ini pertama kalinya aku bikin FF fantasy begini loh! Semoga para pembaca suka ya!

***

“Min-young, cepat sedikit kita sudah terlambat!” Ji-young dengan roti yang masih ada didalam mulutnya mencoba membangunkan Min-young yang masih tidur lelap.

“Aigo, aku masih sangat ngantuk!”

“Kita sudah mau terlambat!”

“Heisss, iya iya aku bangun.” Min-young dengan malas bangun dari tempat tidurnya dan beranjak mandi.

Ji-young menyisir rambutnya sambil mengunyah roti yang ada didalam mulutnya. Bola mata Ji-young berubah menjadi warna kuning saat merasakan sesuatu yang janggal dikamarnya.

“Ya! Siapa disana?!” Teriak Ji-young.

“Ini aku. Tidak usah berteriak begitu.” Ye-ri melangkah keluar dari portal yang belum tertutup.

“Heiss jangan sembarangan membuka portal dirumahku.” Ji-young kembali menyisir rambutnya, bola matanya kembali berubah warna menjadi warna hitam.

Ye-ri teman Ji-young adalah salah satu golongan ‘hexe’ atau biasa disebut witch. Min-young masuk salah satu golongan ‘lamia’ atau vampire. Ji-young sendiri masuk dalam golongan ‘amestec’ atau campuran karna Ji-young memiliki 2 aliran, ‘lamia’ dan ‘varcolac’ a.k.a werewolf.

“Mian, habis aku sudah biasa pergi kesana kemari lewat portal.” Ye-ri menjentikan jarinya menutup portal yang masih terbuka.

“Ah, jangan ulangi itu lagi.” Ji-young duduk disebelah Min-young.

“Ya! Min-young cepat sedikit kita sudah mau telat!” Ye-ri mengetok-ngetok pintu kamar mandi dengan keras.

“Aigo, iya iya aku sudah selesai!” Min-young keluar dengan bola mata berwarna merah, sedikit kesal dengan Ye-ri.

Ji-young, Ye-ri dan Min-young keluar dari rumah dan mengambil ancang-ancang untuk berangkat ke ‘Scuola di Magia’ sebuah sekolah sihir untuk perkumpulan manusia golongan semacam mereka.

Ye-ri menjentikan jarinya, sebuah sapu terbang yang melaju dengan kecepatan tinggi meluncur dari langit, jatuh tepat digenggaman Ye-ri.

“Ji-young mau berlomba kali ini?” Bola mata Min-young berubah menjadi kuning, merasa tertantang.

“Siapa takut?” Ji-young mulai berlari dan berubah wujud menjadi seekor serigala dengan bulu cokelat-ke-emasan.

Mata Min-young berubah menjadi kuning ke-emasan dan mulai berlari mengejar Ji-young yang berlari secepat kilat.

“Aigo, makhluk ini.” Ye-ri naik keatas sapu terbangnya mengejar Ji-young dan Min-young dari atas.

Ji-young, Min-young dan Ye-ri saling mengejar satu sama lain sampai akhirnya mereka sampai di gerbang Scuola di Magia.

Ji-young kembali merubah wujudnya menjadi sosok manusia normal.

“Aigo, hari ini dingin sekali.” Ye-ri turun dari sapu terbangnya dan melepas sapunya terbang dan menghilang ke atas langit.

“Aku tidak merasa kedinginan.” Ucap Ji-young dan Min-young hampir bersamaan.

“Itu karna bulu serigala mu, dan kau…” Ye-ri menunjuk ke arah wajah Min-young, “Itu karena darah yang di dalam tubuhmu panas. Aku kan bukan golongan lamia atau varcolac.”

Ji-young dan Min-young tertawa satu sama lain lalu berjalan masuk ke dalam halaman Scuola di Magia.

“Kalian telat. Lagi.” Su-Jin menghampiri mereka bertiga dengan sosok serigala. Su-Jin sama dengan Ji-young, masuk ke dalam golongan ‘amestec’ hanya saja Su-Jin campuran antara ‘varcolac’ dan ‘hexe’.

“Ini karna Min-young, susah sekali dibangunin.” Ji-young melirik ke arah Min-young.

“Heisss.” Min-young membuang muka dari Ji-young, “Aigo!”
“Lihat-lihat! Mereka datang!” Min-young menunjuk ke arah lima orang pria yang baru keluar dari portal.

“Aigo, tampan sekali.” Ye-ri memperhatikan kelima pria itu.

“Hah? Siapa mereka?” Petanyaan Ji-young embuat ketiga temannya melihat ke arahnya secara bersamaan.

“Kau tidak tau mereka? Mereka kan terkenal disini!” Kata Ye-ri dengan raut wajah tidak percaya.

“Itu, disana yang berambut mohak, dia seorang ‘varcolac’ namanya Youngbae. Yang mata nya sipit, dia ‘lamia’ namanya Daesung. Yang tinggi itu, kau pasti sudah tau dari matanya, dia seorang ‘varcolac’ tapi dia seorang ‘lamia’ juga, dia Seunghyun. Yang muka nya manis itu namanya Seungri dia seorang ‘hexe’.” Su-Jin memperkenalkan pria-pria itu kepada Ji-young.

Ji-young memperhatikan pria itu satu per satu mencoba mengingat-ingat nama yang disebut oleh Su-Jin tadi.

“Lalu, yang paling belakang itu siapa?” Ji-young menunjuk seorang pria yang baru saja keluar dari portal.

“Aigo, dia itu leader dari group mereka. Jiyong, Kwon Jiyong. Dia seorang ‘todesser’ atau death eater. Dia campuran dari ‘hexe’ ‘varcolac’ dan ‘lamia’. Ku dengar keturunan ‘todesser’ hanya tersisa sedikit.” Jawab Su-Jin.

“M-Mwo? Siapa nama nya? Jiyong?”

“Jiyong, mirip sekali dengan nama mu ya? Ji-young. Sebaiknya kau tidak berususan dengan Jiyong. Bisa saja dia membunuhmu.” Ucap Min-young.

“Tapi kalau dengan yang lain seperti Youngbae, Daesung, Seungri, atau Seunghyun kau masih bisa berteman dengan mereka. Tapi kalau dengan Jiyong……” Ye-ri mengangkat kedua bahunya.

Ji-young memperhatikan Jiyong yang disebut-sebut ‘todesser’ itu. Wajah nya yang pucat dan dingin, mata nya yang terus berwarna merah, membuat bulu kudu Ji-young berdiri.

“Aigo, aku masuk ke dalam kelas dulu.” Ye-ri menjentikan jarinya, sebuah portal terbuka, Ye-ri masuk ke dalam dan kmenghilang.

“Aku juga. Sampai jumpa pulang sekolah.” Min-young melonpat secepat kilat dari satu gedung ke gedung lain.

Kelas mereka memang berbeda-beda, golongan ‘hexe’ ‘lamia’ dan ‘varcolac’ memiliki kelas masing. Begitu juga dengan ‘amestec’ memiliki kelas sendiri.

Ji-young dan Su-Jin berubah wujud menjadi sosok serigala dan berlari ke kelas mereka.
***

Murid-murid dengan golongan ‘amestec’ mulai memasuki kelas ‘defensively’ atau pertahanan. Biasa di kelas ini murid-murid ‘amestec’ di adu satu sama lain, mengadu kekuatan dan melatih mental untuk bertahan hidup di alam luar sana kalau-kalau bertemu dengan ‘amestec’ aliran negatif/jahat.

Satu per satu murid-murid ‘amestec’ mulai mengantri mengambil undian nama yang akan menjadi lawan tanding mereka. Su-Jin dan Ji-young juga mengantri untuk mengambil undian itu.

“Aigo!” Su-Jin memukul dahinya. “Aku melawan Seunghyun!”

Seunghyun dan Jiyong berdiri di sudut ruangan tidak mengambil undian itu, mereka dan anggota yang lainnya sudah dianggap senior di Scuola di Magia. Seunghyun menatap Su-Jin dengan bola matanya yang berubah menjadi kuning, memancarkan senyum tertantang diwajahnya.

Ji-young membuka kertas undiannya lalu menutupnya kembali dengan cepat. Wajahnya terlihat pucat dan kembali ke tempat duduknya.
Setelah semua murid kembali duduk, seorang guru dengan aliran ‘amestec’ maju ke tengah-tengah dan menjentikkan jarinya. Sesaat ruangan itu menjadi sebuah arena untuk adu duel antar ‘amestec’.

Dua orang murid pertama mulai di-adu, bergantian dengan pasangan kedua, ketiga, begitu seterusnya hingga tiba giliran Su-Jin melawan Seunghyun.

Seunghyun melemparkan senyum nya lalu melompat ke dalam arena duel merubah wujudnya menjadi seekor serigala dengan bulu hitam pekat dan bola warna berwarna kuning.

Su-Jin pun berjalan masuk ke dalam arena duel merubah wujud nya menjadi seekor serigala dengan bulu seputih salju.

Su-Jin dan Seunghyun mulai menyerang satu sama lain, semua mata murid-murid terpaku menyaksikan duel yang berlangsung cukup lama itu.

Tepat beberapa detik sebelum Seunghyun mengarahkan gigi serigala nya yang tajam ke arah Su-Jin, Su-Jin membaca mantera pelindung, membuat Seunghyun terpental dan terguling dengan sosok nya yang sudah berubah menjadi manusia.

“Aigo, m-mian..” Su-Jin kembali ke sosok manusianya.

Seunghyun tersenyum kepada Su-Jin, mengacungkan jempolnya kepada Su-Jin lalu kembali ke tempatnya menge-lap darah yang keluar dari mulutnya.

“Ya, Ji-young kau dapat pasangan duel siapa?” Tany Su-Jin kembali ke tempat duduknya.

“Kau lihat siapa yang tersisa disini?” Ji-young menjawab dengan wajah paniknya.

Su-Jin melihat ke sekeliling ruangan itu dan pandangannya terhenti pada Jiyong yang sudah berdiri ditengah arena duel.

“JIYONG?! AIGO! Kau benar-benar sial hari ini!”

Ji-young menarik nafas dalam-dalam lalu berjalan turun ke arena duel. Jiyong yang ada di hadapannya menatap Ji-young dengan bola warna nya yang berwarna merah maroon.

Ji-young sendiri membalas dengan bola mata yang mulai berwarna merah dan mengeluarkan taring nya.

“MORT!” Jiyong melemparkan sebuah mantera membunuh ke arah Ji-young.

Beruntung Ji-young bisa menghindar dari mantera Jiyong, “YA! Kau gila ya?! Menggunakan mantera membunuh ke arahku?!”

“Kau takut mati?” Jiyong semakin menjadi-jadi.

Belum sempat Ji-young berbalik menjawab, Jiyong sudah melemparkan sebuah mantera kutukan kepada Ji-young lagi.

“FLUCH!”

Ji-young terpental kebelakang dan mengerang kesakitan, wajahnya pucat dan kejang-kejang. Busa putih mulai keluar dari mulutnya.

“Jiyong! Jangan gila!” Seunghyun berusaha mencegah Jiyong.

Su-Jin yang panik berlari ke dalam arena berusaha mengucapkan beberapa mantera melepas kutukan.

“V-VINDECA!”
“STRIPRUS!”

Mantera-mantera penyembuh yang Su-Jin tau sudah dikeluarkan tapi masih belum bisa menyembuhkan Ji-young yang semakin parah keadaannya. Denyut jantungnya semakin lemah.

“YA! MANTERA APA YANG KAU PAKAI?!” Su-Jin membentak Jiyong.

“Jiyong kau jangan gila! Mantera itu terlalu berbahaya!” Seunghyun membentak Jiyong.

Jiyong membalikan badannya dan membuka sebuah portal. Sebelum masuk ke dalam, Jiyong menjentikkan jarinya dan tepat setelah itu Ji-young terlepas dari mantera kutukan itu. Jiyong dengan acuh-tak-acuh pergi meninggalkan arena duel itu, Seunghyun ikut masuk ke dalam portal itu dari belakang.

“J-Ji-young kau tidak apa?”

“Aku tidak apa.” Ji-young bangun dari posisi nya menumpu badannya yang masih terasa sakit.

“Mantera apa yang dipakai nya tadi? Semua mantera penyembuh yang kupakai tidak mempan sama sekali.” Su-Jin membantu Ji-young berdiri.

“Mana ku tau, aku bukan seorang ‘hexe’. Kau tanya saja nanti dengan Ye-ri.”

“Aigo, yasudahlah. Kita pergi dari sini.” Su-Jin membuka portal miliknya dan membawa Ji-young ke tempat Ye-ri.

“Ye-ri. Aku ingin tanya sesuatu.” Su-Jin membantu Ji-young yang masih pucat wajahnya.

“Mwo?”

“Kau tau mantera ‘fluch’?”

Ye-ri terkejut mendengar mantera itu.

“Aigo! Jangan sembarangan mengucapkan mantera itu! Itu mantera terlarang. Yang boleh menggunakan mantera itu hanya keturunan ‘todesser’. Mantera itu belum ada penangkalnya, kalau yang memakai mantera itu bukan keturunan ‘todesser’ orang itu akan mati.”

Ji-young dan Su-jin tampak terkejut mendengar penjelasan Ye-ri. Beruntung sekali Jiyong masih mau melepas kutukan yang diberikan kepada Ji-young tadi.

“Kau tau si pabo itu hampir membunuhku dengan mantera itu tadi!” Ucap Ji-young kesal.

“MWO?! Keterlaluan sekali!” Gumam Ye-ri kesal.

“Beruntung dia tidak beneran membunuhmu.” Min-young yang baru datang berdiri di atas pohon.

“Ya, begitulah… Ngomong-ngomong, aku penasaran dengan sejarah keturunan ‘todesser’ apa masih ada sisa keturunan mereka selain Jiyong?” Ucap Ji-young.

“Ku dengar ada sekelompok ‘todesser’ aliran ‘olc’ beranggota 4 orang wanita cantik. Mereka jarang ditemukan.”

“Olc? Ya, Ye-ri apa itu olc?”

“Olc itu jahat. Bisa dibilang todesser aliran jahat. Mereka suka membunuh orang lain untuk mempertahankan hidupnya sendiri.” Jelas Ye-ri.

“Kalau Jiyong bagaimana?” Tanya Min-young.

“Dengar-dengar sih Jiyong bukan dari aliran olc itu, dia termasuk keturunan ‘todesser’ anxo. Rumornya dulu dia pernah menjalin hubungan dengan seorang ‘todesser’ olc. Tapi karena hubungan itu dilarang akhirnya mereka berpisah.”

“Apa wanita itu masih ada? Termasuk dalam 4 anggota todesser olc itu kah?”

Ye-ri menganggukan kepalanya. Ji-young, Su-Jin dan Min-young saling bretatap-tatapan mencerna cerita yang diceritakan oleh Ye-ri.

“Ya ya ya. Kalau Jiyong tau kalian membicarakan ‘todesser’ dia bisa membunuh kalian satu per satu tau?” Seorang pria bicara sambil tertawa dari jauh.

Terlihat Seunghyun, Seungri, Daesung dan Youngbae yang menghampiri mereka tanpa Jiyong.

“Heisss.” Ji-young dengan kesal membuang muka dari hadapan mereka.

“Kau tidak apa?” Seungri memberikan sebuah ramuan bening didalam sebuah botol kecil.

“Apa ini? Mau meracuniku?” Jawab Ji-young sinis.

“Ani, ini biar kau pulih total. Percayalah aku tidak akan meracunimu.” Seungri tersenyum.

Ji-young mengambil ramuan itu dari tangan Seungri dan meminum ramuan itu dalam beberapa teguk. Ramuan itu membuat Ji-young kembali fit dan menghilangkan semua sakit di tubuh Ji-young.

“Maaf atas kejadian tadi. Jiyong memang sedikit… Emosional.” Ucap Seunghyun.

“Tidak apa.” Jawab Ji-young singkat.

“Ya, Seungri-ah. Kau ‘hexe’ kan?” Tanya Su-Jin.

“Yap, wae?”

“Kenapa mantera ku tidak mempan saat aku mencoba menangkal mantera Jiyong tadi?” Su-Jin mengerutkan wajahnya.

“Itu karena level ‘hexe’ mu belum seimbang. Mantera ku pun tidak 100% berpengaruh pada mantera Jiyong. Dia terlalu kuat.”

“Maksudmu? Darimana kau bisa tau level itu?” Tanya Su-Jin dan Ye-ri hampir bersamaan.

“Hm.” Seungri menghela nafasnya lalu menjentikkan jarinya, membuka portal miliknya, “Lihat, apa warna portalku?”

“Hijau.” Jawab Su-Jin.

“Coba kau buka portalmu. Kau juga Ye-ri.”

Su-Jin menuruti Seungri, menjentikkan jarinya dan membuka portal milik nya. Ye-ri juga membuka portal miliknya.

“Lihat, apa warna portal kalian?”

“Punyaku kuning ke-cokelatan.” Jawab Su-Jin.

“Punyaku oranye.” Jawab Ye-ri.

“Kau bisa lihat level seorang ‘hexe’ dari warna portalnya. Level pemula warnanya putih, level menengah biru. Tahap peningkatan warnanya kuning atau oranye. Tahap pengembangan hijau seperti milikku. Kalau Jiyong….”
“Portal Jiyong warnanya merah kan?” Potong Ji-young.

Seungri menganggukan kepalanya, “Warna merah bisa dibilang level paling kuat di tahapan ini. Kecuali untuk seorang master ‘todesser’ bisa memiliki kekuatan lebih.”

Ji-young mengangguk-anggukan kepalanya mengerti dengan penjelasan yang diberikan oleh Seungri.

“Aigo! Errrrrrr!” Youngbae yang sedang berdiri dengan manisnya, membuat erangan serigala secara tiba-tiba.

“Wae Youngbae?” Tanya Daesung.

“Olc.” Jawab Youngbae singkat.

“Jangan bercanda, aku tidak merasakan siapapun datang.”

“Ani Seungri, aku juga bisa merasakannya.” Seunghyun mengubah wujudnya menjadi werewolf dan mengerang.

Youngbae juga merubah wujudnya menjadi seekor serigala dengan warna bulu abu-abu mengkilap.

“Ya!” Jiyong tiba-tiba muncul dari dalam portalnya menghampiri mereka semua. “Olc.”

“Kami sudah tau. Youngbae dan Seunghyun bisa merasakannya.” Jawab Daesung.

“Mereka mengincar… Kalian.” Jiyong menunjuk Ji-young, Su-Jin, Ye-ri dan Min-young.

“Hah? Mengincar kami? Untuk apa?” Tanya Min-young.

“Salah satu dari kalian menyimpan carte de cruses (kitab kutukan) kan? Siapa?”

“A-Aku. Itu warisan dari ibuku.” Ji-young mengacungkan tangannya.

“Mereka menginginkan kitab itu. Lamia, hexe, kalian ambil kitab itu, bawa ke atas mons mortis (gunung kematian). Move!”

Seungri, Daesung, Min-young dan Ye-ri segera pergi menuju rumah Ji-young untuk mengambil kitab itu sebelum Olc mengambilnya.

“Kau! Dan kau!” Jiyong menunjuk Ji-young dan Su-Jin. “Varcolac ikut aku. Seunghyun, Youngbae. Lindungi mereka dari belakang.”

Selesai memberi perintah, Jiyong mengubah wujudnya menjadi seekor serigala berwarna emas dan mulai berlari. Ji-young dan Su-Jin mengikuti Jiyong dari belakang dalam wujud serigala nya. Youngbae dan Seunghyun melindungi Ji-young dan Su-Jin dari belakang.
***

“Heisss, dimana Ji-young simpan kitab itu?!” Ye-ri yang panik mengobrak-abrik isi rumah Ji-young.

“Ketemu!” Daesung berteriak saat menemukan kitab itu dibawah sebuah peti tua.

BRUAK!

Suara pintu yang di dobrak oleh 2 orang wanita cantik.

“Berikan buku itu padaku!” Teriak salah seorang wanita.
“Chaerin? Minzy?” Daesung dan Su-Jin mundur membiarkan Seungri dan Ye-ri yang berhadapan dengan Chaerin.

“Errrrrrrr.” Minzy mengincar buku yang di pegang oleh Daesung.

Daesung dan Min-young yang sesama ‘lamia’ dengan Minzy berhadapan tanpa rasa takut dan ingin mengalah sedikitpun. Bola mata mereka bertiga berubah menjadi merah, merasa marah satu sama lain. Taring mereka mulai keluar sedikit demi sedikit karena terpancing dengan rasa emosinya.

“Seungri-ah! Bawa Min-young pergi!” Daesung mendorong Min-young. Seungri menangkap Min-young dalam lengannya lalu membuka portal dan buru-buru masuk ke dalam.

“Daesung! Ye-ri cepat!” Seungri berteriak bersiap-siap menutup portalnya.

Daesung dan Ye-ri berlari masuk ke dalam portal itu. Sayang, Chaerin berhasil menarik kaki Ye-ri hingga Ye-ri terjatuh.

“Ya! Lepas!” Ye-ri menendang-nendang Chaerin.

“Kitab nya dulu!”

“CRUENTUM!” Seungri melempar sebuah mantera kepada Chaerin membuat Chaerin terpental dan menimbulkan luka disekujur tubuhnya.

Buru-buru Seungri menjentikkan jari dan menutup portal nya menuju mons mortis.

“AH! SIAL!” Minzy membawa Chaerin pergi dari rumah Ji-young.

***

Mons Mortis

Jiyong yang masih memimpin Ji-young, Su-Jin, Seunghyun dan Youngbae terus berlari ke puncak Mons Mortis.

“Jiyong-ah!” Ji-young berlari disebelah Jiyong.

“Apa tidak ada cara untuk membunuh Olc?”

“Ada.” Jawab Jiyong singkat.

“How?”

“Di dunia ini keturunan ‘todesser’ seharus nya masih ada 9orang. Tapi semuanya terpencar dan tidak pernah ada kabar keberadaan 8 lainnya. Kalau semuanya berkumpul…” Jiyong yang sudah sampai di puncak Mons Mortis kembali ke wujud aslinya.

“Kalau semua nya berkumpul baru bisa membunuh Olc.” Lanjutnya.

“Delapan? Sebanyak itukah? Lalu untuk apa Olc mengincar kitab itu?”

“Di dalam kitab itu ada daftar nama 8 todesser lainnya selain Jiyong.” Jawab Seunghyun yang baru sampai di puncak Mons Mortis.

“Ke-delapan todesser itu apa tidak mau mencari yang lain juga?” Tanya Su-Jin.

“Kitab yang pernah ku baca mengatakan 8 todesser lainnya tidak terlahir seperti Jiyong. Mereka terlahir sebagai hexe, lamia, atau varcolac biasa. Atau mungkin sepertimu, seorang amestec. Di kitab itu, ada mantera untuk melengkapi golongan ke-8 sisa todesser yang belum masuk dalam golongan todesser.” Jelas Youngbae.

“Jadi itu yang diincar oleh Olc? Mereka ingin membunuh 8 todesser lainnya?”

Youngbae menganggukan kepalanya.

“Kami datang!” Daesung keluar dari portal Seungri berlari ke arah Jiyong membawa kitab Carte de Cruses di tangannya.

“Tapi kitab itu tidak bisa dibuka.” Tambah Seungri.

“Ye-ri! Min-young! Aku sangat mengkhawatirkan kalian!” Ji-young berlari memeluk kedua temannya itu, begitu juga dengan Su-Jin.

“Kenapa tidak bisa dibuka?” Seunghyun mencoba membuka kitab itu.

“Ji-young, apa ada kata kunci untuk membuka kitab ini?”

“Ani Youngbae. Aku tidak pernah membuka kitab itu sebelumnya, aku tidak tau apa isi nya.” Ji-young menggelengkan kepalanya.

“T-Tunggu! Kau bilang kau dapat kitab ini dari mama mu?” Daesung tergagap-gagap. “A-Apa mungkin mama mu seorang todesser dan.. Kau keturunannya?”

“M-Mwo?! Aku? Ani aku bahkan tidak tau bagaimana cara menggunakan sihir.” Jawab Ji-young gagap.

“Tunggu dulu. Ya, coba kau kemari.”

Ji-young menghampiri Jiyong yang menggigit jari nya sendiri hingga berdarah. Jiyong meneteskan darah nya diatas kitab itu.

“Coba, lakukan yang kulakukan.” Kata Jiyong.

“M-Mwo?”

“Cepat!”

Ji-young yang terkejut menggigit jarinya hingga berdarah dan ikut meneteskan darahnya diatas darah Jiyong, diatas kitab itu.
Tidak di duga, gembok yang mengunci kitab itu terbuka dengan sendiri nya. Angin berhembus datang membolak-balik halaman kitab itu sampai lembaran kuning kitab itu terbuka di lembaran yang penuh dengan daftar nama.

“T-TERBUKA?!” Daesung berteriak terkejut.

Seunghyun mengambil kitab itu dan membaca nya, wajahnya penuh dengan rasa terkejut dan shock saat membaca daftar nama di kitab itu.

“S-S-Sulit dipercaya!”

“Ada apa?!” Youngbae tidak kalah shock dengan Seunghyun.

“D-Daftar nama ini…… Tertulis dengan perumpamaan aku tidak mengerti-,-“

“HEISSS! Kau ini! Ini bukan saat nya untuk melawak!” Seungri merebut kitab itu dari tangan Seunghyun.

“Lihat, a dragon comes with braveness ready to beat the wolves. Ini pasti kau. Kwon Jiyong. A wolf protect their family with his silvers, ini pasti kau Youngbae, warna mu abu-abu saat berubah menjadi serigala bukan?”

Youngbae menganggukan kepalanya.

“A tough man with his wolf eyes watching the enemies. Mata serigala itu pasti kau Seunghyun. A little boy with his wand turn into a real hero mungkinkah itu aku? Hmm…” Seungri berpikir sejenak.

“Small eyes doesn’t mean blind. His eyes is his power. Mungkin kah kau termasuk todesser Daesung?”

Daesung mengangkat kedua bahunya.

“Five are not perfect with the other four. All of them have to become one and shout it together. Change yourselves and save the world! Apa maksud kalimat ini?”

“Kelima ini tidak sempurna tanpa empat lainnya… Satu, dua, tiga, empat!” Youngbae menghitung Ji-young, Su-Jin, Ye-ri dan Min-young.

“Mereka harus menjadi satu dan meneriaki nya bersamaan. Ubah diri kalian dan selamatkan dunia?” Youngbae mengerutkan wajahnya.

“Baca apa? Tidak ada petunjuk lain?” Tanya Jiyong.

“Tidak ada. Ah! Tunggu!” Seungri menyipitkan mata nya dan melihat sebuah tulisan kecil di bawah kalimat sebelumnya.

“Nine death eaters witches vampires werewolves? Mungkinkah ini petunjuknya?”

DUARRRR!!

Lagi-lagi Olc datang menyerang mereka yang sudah hampir memecahkan teka-teki mengenai kesembilan todesser.
Chaerin, Minzy, Dara dan Bom, ke-empat Olc itu terus melemparkan mantera ledakan, kutukan, mantera pembunuh kepada mereka.
Mereka berpencar satu sama lain dan bersembunyi di tempat yang berbeda-beda.
Tidak bisa keluar karena Olc terus-terusan melempar mantera tidak memberi kesempatan sedikitpun.

“YA! Harus apa sekarang?!” Ji-young yang bersembunyi dibalik batu besar bersama Jiyong berteriak.

“Aku tidak yakin dengan ini tapi kita coba bersama-sama meneriakan kalimat yang tadi! Bagaimana?!” Teriak Youngbae dari jauh.

“KITA COBA!” Teriak mereka semua hampir bersamaan.

“NINE DEATH EATERS WITCHES VAMPIRES WEREWOLVES!” Teriak mereka secara bersamaan. Tapi tidak terjadi hal apa-apa.

“Percuma! Kalian semua segera mati di tangan kami!” Teriak para Olc.

“Tunggu…. Bahasa perumpaan. Jiyong! Aku tau! Bukan Nine death eaters withces vampires werewolves tapi Neun toderess axon hexe lamia varcolac!” Ji-young dengan semangat memecahkan teka-teki itu.

“Neun…. Itu dia! YA!! Lari sekuat tenaga sejauh-jauhnya dari sini! Sekarang!!” Jiyong berlari meninggalkan persembunyiannya, di susul Ji-young dan yang lainnya.

Olc mengejar mereka sambil masih melemparkan serangan-serangan kepada mereka semua.

“Mantera yang benar bukan Nine death eaters witches vampires werewolves tapi Neun toderess anxo hexe lamia varcolac!” Teriak Ji-young sambil berlari menjauh dari Olc.

“Hitungan ketiga, kita tidak tau berhasil atau tidak! Teriak saja! Satu! Dua! Tiga!” Jiyong menghitung sambil tetap berlari.

“NEUN TODERESS ANXO HEXE LAMIA VARCOLAC!” Teriak mereka bersamaan.

Kilat menyambar mereka semua dari atas langit juga menyambar ke-empat Olc yang sedang melempar serangan. Tanpa henti kilat terus menyambar kesana kemari membuat ledakan dimana-mana, asap tebal membumbung ke langit menutupi pandangan mata mereka.

“Apa-apaan ini?! Cepat bunuh mereka semua!!!” Teriak leader Olc, Chaerin.

“Aku tidak bisa melihat apa-apa!!” Minzy berteriak.

“GROARRR!!!!” Ke-sembilan ‘todesser axon’ keluar dari kepulan asap hitam itu dengan gagahnya dan dengan taring yang siap menerkam musuh-musuhnya.

“CEPAT BUNUH MEREKA!!” Leader Olc mulai terdengar panik.

“Kau bodoh! Ke-sembilan toderess berkumpul kita pun tidak bisa menyerang mereka!” Bom pergi meninggalkan ke-tiga Olc lainnya.

“A-Aku tidak mau menyentuh mereka!” Minzy dan Dara ikut dengan Bom meninggalkan Chaerin sendirian.

“AKAN KU BALAS KALIAN NANTI!” Chaerin berlari menyusul ketiga Olc yang sudah meninggalkannya jauh.

“GRRR!!!!” Jiyong baru mau mengejar Olc, ingin membunuhnya tapi dicegat oleh Seunghyun.

“Tidak usah. Kau lupa? Kalau ke-sembilan toderess berkumpul kekuatan Olc akan punah tidak lama setelah kejadian itu.”

“Maksudmu mereka akan menjadi manusia biasa?”

Seunghyun menganggukan kepalanya.

Mereka kembali ke wujud mereka masing-masing dengan tanda baru di atas lengan mereka. Jiyong dengan tanda simbol ~*~ di dahi mereka masing-masing.

“Aigo, dahi mu ada apa itu?” Seungri menunjuk dahi Seunghyun.

“Dahi mu juga ada.” Jawab Seunghyun.

“Awalnya kupikir legenda 9 todress axon itu sudah musnah ternyata masih ada.” Ucap Daesung.

“Kalau legenda itu musnah aku juga musnah heiss, pabo.” Jiyong memotong omongan Daesung.

“Ya, kau, kau, kau, dan kau! Kalian harus membersihkan rumahku yang sudah kalian obrak abrik tadi!” Ji-young menunjuk ke arah Daesung, Seungri, Ye-ri dan Min-young.

“Hah? Aigo aku malaaas!”

“Bicara apa?!” Bola mata Ji-young menjadi merah menatap Seungri tajam.

“B-Bercanda, jangan marah begitu. I-iya iya aku bersihkan!” Seungri tersenyum pasrah.

“Ya! Kalian tidak mau merayakan kejadian hari ini?! Kita bisa berpesta dirumah Ji-young!” Min-young terdengar bersemangat.

“Boleh juga! Ayo!” Su-Jin tidak kalah semangat.

“Aigoo aku lelah sekali. Kaki ku lemas.” Ye-ri berjalan paling belakang.

“Kau bisa naik ke atas ku.” Daesung yang masih dalam wujud serigala berjalan disamping Ye-ri.

“Tidak apa?”

“Ne, naik saja. Pegangan yang erat ya.” Ye-ri naik ke atas Daesung memeluk leher Daesung.

“Kau juga bisa naik ke atasku kalau kau lelah.” Seunghyun menghampiri Ji-young mengubah wujudnya kembali menjadi serigala.

“Ani merepotkanmu.” Jawab Ji-young.

“Sudah naik sajaaaa.” Seungri mendorong Ji-young menubrukan Ji-young dengan Seunghyun. Apa boleh buat, Ji-young naik ke atas Seunghyun dan memeluk leher serigala Seunghyun itu.

“AIGO!” Min-young terkejut saat Seungri yang sudah kembali ke wujud serigala nya mengangkat Min-young dan menempatkannya diatas punggungnya.

“Aigo! Turunkan aku!” Min-young mencoba turun.
“Kau diam saja diatas punggungku. Kalau kau bergerak terus kau bisa jatuh.” Seungri tertawa puas mengerjai Min-young.

“Heiss. Sudah ayo jalan!” Jiyong berlari duluan meninggalkan yang lainnya.

“Ayo berangkattttt!” Youngbae menggendong Su-Jin tiba-tiba dan membawanya diatas punggungnya.

Daesung, Seunghyun, Seungri dan Youngbae berlomba-lomba berlari menuju rumah Ji-young yang lumayan jauh dari posisi mereka saat itu.
Sesampainya di rumah Ji-young, mereka menyiapkan berbagai macam makanan dan minuman untuk berpesta.
Ke-sembilan death eaters berkumpul dan merayakan hari kejayaan mereka.

“CHEERS!”

— END —

16 responses to “[Freelance] HEXE. LAMIA. VARCOLAC

  1. <= penggemar YG Ent dateng

    ^O^ Fantasy banget!! *thumbs up*
    tapi aku ngebacanya kyk kurang. Kurang panjang kali ? #plak
    bikin sequelnyaaa!! masih kurang ini!! #digorokAuthor
    NICE FF *thumbs up*

  2. Waaahhh…. Jadi Olc kalahnya cuma gitu doang? Thooor coba lebih gimana gitu pas ngelawan olc, kalo bisa sampe berchapter-chapter, pasti seru banget! Nice FF 😉

  3. Seru bangeet .. 🙂
    Pengen jadi ji-young ..
    Dket ama GD , ditaksir ama TOP .. Hha 😀

    Itu si 2NE1 olc ?
    Jahad beudh .. *alay mode : on*
    Itu olc smuanya hexe ?

    Seru bangeeeet !!!
    Bkin yg laen lgy dong ..
    Yg castny Big Bang lagii .. 🙂
    Daebak !
    Keren abiss .. 🙂

  4. astagaa seruuu chinguu,, kurang panjang >,<
    fufuufu
    coba ditambah romance"nya dikit, pasti lebi seru :p kkekeke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s