Ghost Stories [Part 1]

Title : Ghost Stories

Author : ditjao (a.k.a Dhita Febriana Sari a.k.a Yoo Na-yeon a.k.a. Kawamori Hana)

Cast :

  • MBLAQ
  • Author (?)

Rating : PG-13

Genre : Horror, Comedy, Random (?) =.=v

Length : Twoshot

Disclaimer : Plot-nya milik saya. Cast-nya milik kita bersama~ Tapi khusus Joon punya saya lho ya…

Note : Jreng~ jreng~ *nyalain musik dangdut* Ditjao kembali hadir membawa FF nista nan aneh bin teu pararuguh alias acakadut di FFIndo ini. Kali ini yang saya nistakan adalah…MBLAQ! Wkwkwkwk… lagi bosen nistain U-Kiss nih. Lagian mereka juga lagi siap-siap mau comeback bentar lagi, kalo dinistain terus kan kasian (=v=) #plak

Ngomong-ngomong ada yang udah liat teaser neperlen nya U-Kiss?? Kepinnya ganteng yak? Aaaaa~!!! XD #plak

Eh iya, pertama-tama saya mau minta maaf dulu sama A+. Berhubung di sini saya bukan A+ tapi malah seenaknya aja menistakan MBLAQ di sini. Jeongmal mianhaeyo~ FF ini saya bikin karena ada salah satu request dari salah satu readers saya di FF Ind*mie U-Kiss yang kemaren. Saya lupa namanya siapa. Tapi semoga suka ya sama FF ini. Hehehe~ *ketawa evil*  (=v=)

Oke deh, selamat menikmati~

Story List :

  • Misteri Novel Horror
  • Suster Ngesot
  • Sarkonah, The Japanese Ghost
  • Hantu Tukang Pijat
  • Tangan Buntung Nyai Hanako

BETEWE INI YANG KEMAREN KOMENG DI FF IND*MIE PADA KE MANA?? KOK JADI TURUN DRASTIS?? TIADA AMPUN LAGI BAGI SIDERS!! YANG MERASA SIDERS, NYINGKAH SIAH!! ATAU BIASNYA AKU MAKAN!! >_< *siapin ulekan*

*********

Jam menunjukkan pukul 17.00 waktu KST. Tinggal 1 jam lagi untuk para umat muslim Korea menunggu waktu buka puasa tiba. Sama halnya dengan para member MBLAQ, mereka pun sedang antusias menunggu waktu buka puasa yang hanya tinggal satu jam lagi itu di dalam dorm mereka. Sembari menunggu, akhirnya mereka pun memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama dengan saling bercerita satu sama lain, hitung-hitung ngabuburit.

NB: jangan tanya sama Author apakah member MBLAQ ini beneran ikut puasa atau engga =.=v

“Haaa, tinggal sejam lagi ini! Enaknya ngapain, yah?” tanya Joon sumringah.

“Kita ngobrol-ngobrol aja, yuk? Mau gak? Sekalian ngabuburit,” usul Mir.

“Boleh juga, tuh. Eh tau gak, ternyata ya si Heechul membernya SuJu itu sekarang lagi hamil, lho!” papar GO. 

“Hush! Ini kan bulan puasa! Ngobrol-ngobrol boleh, tapi gak boleh gosipin orang! Itu namanya Ghibah, hukumnya haram!” ungkap Seungho, sang leader sok alim.

“Betul apa yang Seungho hyung bilang. Ini kan bulan puasa, jadi ngegosipin orang itu gak boleh loh teman-teman… Entar pahala puasanya jadi berkurang. Eh, tapi ngomong-ngomong…, emang siapa ya yang hamilin Heechul hyung? Secara gitu, Hangeng hyung kan belum balik ke Korea…,” Thunder mulai berspekulasi yang enggak-enggak.

“Huuu…,” member MBLAQ yang lain spontan kompakan nyorakin Thunder.

“Katanya gak boleh gosip! Tapi sendirinya malah ikutan! Kepriben!” Mir mengomel dengan dialek khas asal kampung halamannya, Tegal (?).

“Iya nih, gak kontestan jadi orang!” Joon ikut mengomel.

“KONSISTEN!” ralat member yang lain.

“Oh iya…,” Joon cuman bisa nyengir, pamerin gigi susunya yang baru tumbuh (?).

“Lagian kalian ini ada-ada aja! Heechul hyung itu bukannya hamil, tapi doi lagi wamil!” Seungho berusaha mengklarifikasi.

“Oh pantesan… Aku salah inpo, nih. Lagian masa Heechul hyung hamil, sih? Kan gak mungkin ya? Hahaha…,” GO ikut mengklarifikasi, padahal gosip tadi dibahasnya berawal dari dia sendiri -_-

“Tapi ya… kalo Heechul hyung beneran hamil, kata kalian siapa yang pantes jadi suaminya? Kalo kata aku sih, lebih cocok Hangeng hyung!” Thunder beropini.

“Aku sih, lebih suka Heechul hyung sama Siwon. Kan Siwon emang macho gimanaaa tuh, cucok deh kalo sama Heechul hyung,” komentar GO.

“Kalo aku sih, lebih prefer ke Leeteuk hyung! Hee-Teuk couple JJANG….!” tanpa sengaja Mir malah membuka identitasnya sebagai Fujoshi sekaligus Hee-Teuk shipper sejati.

“WOY…!! WOY…!! Gue bilang kan ga usah ngomongin orang!!” seru Seungho yang udah mulai gak nyante.

Semua member refleks langsung menundukkan kepala. Keder sama leader mereka yang satu itu.

“Sudah…sudah… Seungho hyung juga jangan jadi erosi begini, dong. Kan lagi puasa…,” kata Joon berusaha menenangkan.

“EMOSI!!” kali ini giliran Thunder-GO-Mir yang dibuat gak nyante.

“Oh ya..ya..”

“Ya udah, daripada kita ngomongin orang, mendingan sekarang kita cerita horror aja, yuk? Gimana?” usul GO.

“Boleh juga, tuh. Tadi kan kata Seungho hyung gak boleh ngomongin orang, berarti kalo ngomongin jin, setan, dedemit dan sebangsanya boleh kali, ya? Kan mereka bukan orang.” Kata Thunder.

“Boleh juga, tuh!” celetuk Seungho.

Akhirnya mereka pun duduk melingkar di atas lantai sambil mengelilingi sebuah lilin yang menyala setelah sebelumnya mereka mematikan semua lampu yang ada di dorm. Suasana pun berubah menjadi gelap gulita.

“Kok, posisi kita udah kayak orang yang mau ngepet gini, yak??” tanya Joon bingung.

“Kan biar berasa suasana horrornya, hyung…,” jawab Mir.

“Tapi sebelum bercerita, emang gapapa nih kita cerita horror kayak begini?” tanya GO gak yakin.

“Iya, ya… GO hyung benar. Katanya kalo kita cerita horror atau cerita hantu, itu sama aja dengan kita manggil makhluk-makhluk yang kita ceritakan itu. Iya gak, hyung?” kata Thunder.

“Bukan…maksud aku bukan itu…,” GO menjawab sambil menggeleng.

“Terus apa?”

“Ya…, aku gak enak aja sama Seungho. Masa kita ngomongin sanak sodaranya, sih? Wkwkwkwk…,” GO ketawa evil. Begitu juga para member MBLAQ yang lain. Sementara Seungho, sang leader teraniaya itu cuman bisa manyun.

“Ah, berisik! Yuk ah, sekarang mending kita mulai ceritanya! Siapa yang mau cerita duluan??” kata Seungho panas.

“Aku, hyung! Aku! Aku punya cerita, nih!” seru Joon semangat.

“Okay, let’s listen to him…”

Dan Joon pun mulai bercerita… (untuk menambah kesan horror, silakan bagi kalian yang punya lagu Lengser Wengi buat diputer sambil baca FF ini. Tapi Author gak tanggung jawab ya kalo misalkan tiba-tiba ada ‘tante berambut panjang dan berdaster putih’ datengin kalian =.=v)

“Ini terjadi waktu aku lagi mudik ke kampungku di Hwa Ahn Dang pas lebaran tahun kemaren…”

“Tunggu…tunggu…!” tiba-tiba Seungho menginterupsi jalannya cerita.

“Apaan sih, hyung?! Baru juga mulai!” Joon protes.

“Hwa Ahn Dang itu di mana, toh? Kok aku baru denger nama daerah kayak gitu?”

“Itu memang daerah terpencil di Korea, hyung. Kira-kira letaknya di mana ya…uhm… kalo gak salah sebelahan dikit sama Cibodas… “ (?)

“Wah, deket dong kalo gitu sama kampung halamanku!” Mir ikut menginterupsi.

“Emang kampung halamanmu di mana?” tanya Joon.

“Di Tegal, hyung! Entar kapan-kapan mampir, yooo. Naik angkot 2x juga entar nyampe, hehe…”

(BUAGH.PLAK.DEZIG.DUAGH.DUARR. Author dihajar gak hapal letak-letak daerah di Indonesia =.=v)

“Sudah…sudah….! Kembali ke Teen…Top! Joonie, silakan lanjutkan ceritanya,” ujar GO.

 “Oke, jadi gini… ehem…”

(Narasi di bawah di ambil berdasarkan sudut pandang dan cerita dari Joon)

 Waktu itu aku lagi naik bis buat mudik ke kampung. Waktu itu udah tengah malem. Bis yang aku tumpangi pun beristirahat di terminal setempat. Nah, di terminal itu, tiba-tiba ada kakek-kakek penjual buku gitu nawarin dagangannya masuk ke dalem bis…

“Bukunya…bukunya…, dijual murah! Dek, mau beli buku? Murah kok ini, lengkap lagi! Sekalian bisa jadi penghilang rasa bosan di dalam perjalanan!” kakek penjual itu mempromosikan dagangannya kepada para penumpang.

Wah, kebetulan. Aku juga memang lagi bosan. Akhirnya aku pun memutuskan untuk membeli buku dagangan kakek itu.

“Kek, kalo novel  horror ada, gak?” tanyaku pada kakek itu.

“Oh, ada kok. Dipilih aja, dek. Nih, mau yang mana? Ada novel Misteri Rumah Pocong Indah, Dari Tuyul Ke Tuyul, Ketika Genderuwo Bertasbih, atau Kunti Yang Ditukar, de el el. Masih banyak kok, dek. Dipilih aja!” kata kakek itu sembari menunjukkan beberapa bukunya ke arahku.

“Yang paling serem yang mana?” aku bertanya

“Mau yang paling serem? Oh, ada! Ini nih, Beranak Secara Caesar Di Dalem Sumur! Ini novel best seller, dek! Nama pengarangnya Dhita Febriana Sari!” kakek itu terus berpromosi.

“Hmm…boleh deh. Ini harganya berapa, kek?”

“Gak mahal, kok. Cuma 100 ribu rupiah…”

“Ebuseeet! Mahal amat! Novelnya juga gak tebel-tebel amat, ah!” aku protes.

“Yah…namanya juga best seller, dek. Walopun tipis tapi kalo isinya bagus, harga pun tak jadi masalah.”

“Ya udah, deh. Ini Kek, uangnya…,” aku menyerahkan selembar uang berwarna merah kepada kakek itu.

“Terima kasih, dek. Tapi sebelumnya saya mau berpesan. Tolong dicamkan baik-baik ya, apapun yang terjadi jangan pernah adek buka halaman terakhir dari buku itu.” Kakek itu berkata dengan tampang serius.

“Loh? Kenapa emangnya, Kek?” tanyaku bingung.

“Pokoknya jangan, dek. Jangan pernah! Inget pesan saya baik-baik, ya! Kalo adek tetep nekat buka halaman terakhir buku itu, jiwa adek bisa terguncang!”

Setelah berkata seperti itu, kakek itu pun turun dari dalam bis. Aku menatap kakek itu dari kejauhan. Dan kakek penjual yang misterius itu pun menatapku balik. Aku merinding melihatnya. Entahlah, kakek itu menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan…

(kembali ke sudut pandang Author)

“Jangan-jangan kakek-kakek itu hantu lagi!” Seungho tiba-tiba nyeletuk.

“Belum selesai, masih ada lanjutannya nih…,” kata Joon kalem.

“Uwaaa~ aku udah mulai merinding, nih!” kata GO.

“Sama hyung, aku juga…,” kata Mir.

“Mau dilanjut gak, nih??” tanya Joon.

“Iya, deh. Lanjutkan!” ujar Thunder.

(kembali ke sudut pandang Joon)

Akhirnya, aku baca novel itu sampai tamat. Dan emang bener, ternyata novel itu serem banget! Gak kerasa, aku udah sampai di penghujung halaman novel itu. Aku jadi teringat pesan kakek-kakek tadi untuk tidak membuka halaman terakhir. Aku dilema. Di satu sisi aku penasaran banget pengen buka halaman itu. Tapi di sisi lain aku juga takut. Mana waktu itu udah malem, semua penumpang bis juga udah pada tidur lagi. Pokoknya suasananya mencekam banget, deh! Tapi akhirnya, aku beranikan diri juga untuk mencoba membuka halaman itu.

DEG. DEG. DEG.DEG.

Jantungku berdebar tidak karuan. Keringat dingin mulai membasahi sekujur tubuhku. Sampai akhirnya ketika halaman itu terbuka, aku pun mulai membaca kalimat yang tertera di sana satu persatu. Ternyata di sana tertulis…

Beranak Secara Caesar Di Dalam Sumur
Penerbit CV. Pustaka
Buku Jenis: Horor
Harga Pas: Rp 10.000

JLEB! Dan pada saat itu…, jiwaku pun benar-benar terguncang…

 

(kembali ke sudut pandang Author)

“Jadi kamu kena tipu?? Wkwkwkwk….,” GO langsung ngakak guling-guling di lantai selesai mendengar cerita dari Joon.

“Sumpah, hyung bego banget ih! Mau aja dikadalin sama kakek-kakek! Muahahahaha…!” Mir ketawa puas banget. Alhasil doi pun dapet hadiah jitakan penuh kasih dari Joon.

“Ish…ini mah mana cerita horrornya…?? Gak serem ah…,” Seungho protes.

“Apaan ini mah repost, gan! Ane udah pernah baca di kaskus! Yang judulnya Bis Malam Berhantu, kan?? Ah, hyung gak kreatip nih bikin ceritanya!” mendadak jiwa kaskuser Thunder kumat.

“Jangan salahin aku. Salahin author-nya, noh!” kata Joon yang gak terima sambil menunjuk seorang yeoja yang sedang menyamar menjadi lampu kamar (?).

“Ya udah gapapa, sekarang giliran aku yang cerita, ya!” Mir mengajukan diri.

“Boleh, silahkan…,” ujar para member yang lain.

“Bentar, tapi yang ini beneran cerita horror, kan? Bukan cerita horror abal-abal kayak punya si Joon, ya?” tanya Seungho sambil melirik sinis ke arah Joon.

“Suer, hyung! Yang ini mah asli cerita horror, dah!” ujar Mir sungguh-sungguh.

“Ya udah deh, okey..okey…”

Para member MBLAQ pun segera duduk manis dan memasang kuping mereka baik-baik untuk mendengarkan cerita dari Mir.

(Narasi di bawah di ambil berdasarkan sudut pandang dan cerita dari Mir)

Dulu aku paling takut tinggal sendirian di rumah. Kebetulan, rumahku itu peninggalan zaman Belanda (?) dan ukurannya juga lumayan besar. Terus rada angker gimanaaa gitu. Yah, maklum yaaa namanya juga rumah peninggalan Belanda. Nah, pada suatu hari…kebetulan keluargaku ada urusan mendadak di luar kota. Waktu mereka berangkat itu, aku masih sekolah. Makanya aku gak diajak pergi bareng mereka. Alhasil hari itu aku pun terpaksa tinggal di rumah sendirian. Dan sialnya, pembantuku juga lagi pulang kampung waktu itu. Pokoknya serem, deh. Bayangin aja ya, masa aku harus tinggal sendirian di rumah segede dan seangker itu… ih, nehi-nehi deh!

Nah, gara-gara pembantuku pulang kampung itu, otomatis dong rumahku akhirnya gak ada yang bersihin. Rumahku pun jadi kotor gitu, deh. Lantainya jadi berdebu gara-gara jarang disapu. Akhirnya daripada nganggur, aku pun iseng bersih-bersih rumah. Yah, minimal ngepel-ngepel dikit lah…

Pas`mau ngambil air buat ngepel ke kamar mandi, aku rada takut juga, sih. Secara kamar mandiku dulu gelap banget. Tapi yah…aku cuek babeh aja. Lagipula waktu itu kan masih siang. Jadi aku juga gak mikir yang macem-macem. Tapi pas sampe di kamar mandi…, tiba-tiba aku ngedenger suara aneh gitu… Suaranya itu kayak begini nih…

“Hihihihihi…”

Saat itu aku belum mau suudzon. Ya, aku pikir itu hanyalah suara kucing tetangga yang sedang sibuk kawin lari (?). Aku lalu mulai mengisi ember dengan air keran dan mencampurkannya dengan cairan Super Pel rasa Moccachino (?). Setelah selesai mengambil air, ternyata suara aneh itu masih belum menghilang. Tapi aku gak mau ambil pusing. Aku langsung berjalan ke arah ruang tengah di rumahku. Niatnya aku mau mulai ngepel dari ruangan itu. Tapi…betapa kagetnya aku karena setelah sampai di ruang tengah ternyata suara itu kembali muncul!

“Hihihihihi…”

Suara itu mulai membahana di seluruh penjuru ruangan. Aku ketakutan. Mencoba mencari asal sumber suara tersebut. Dan…betapa shocknya aku ketika kudapati ada seorang yeoja berpakaian serba putih berwajah pucat nan seram tengah duduk di lantai di dekat sofa! Tanpa ragu lagi, aku pun langsung bisa mengenalinya! Ternyata itu adalah Suster…

(kembali ke sudut pandang Author)

“SUSTER NGEPET!” tebak GO yakin.

Dan…BUAGH!

GO kena jitak Seungho.

“Bukan Suster Ngepet kali! Yang bener Suster Ngepot!” Seungho ikutan nebak.

“Beuh, sami mawon… =.= “ gumam Mir sebel.

Sementara Joon dan Thunder dari tadi udah pelukan saking takutnya mendengarkan cerita dari Mir.

(kembali ke sudut pandang Mir)

Ternyata itu adalah Suster Ngesot! Aku panik. Tanpa pikir panjang lagi, aku pun segera melarikan diri dari ruang tengah. Tak lupa dengan membawa ember berisi air pel yang aku pegang.

“Hosh…hosh…,” nafasku tersengal-sengal. Aku sudah berlari keluar dari ruang tengah dan sekarang aku berada di dalam kamarku yang berada di lantai atas. Aku pikir bisa melarikan diri dari sosok menyeramkan itu. Tapi ternyata…tidak! Karena…karena…karena sosok itu pun mengejarku sampai masuk ke dalam kamar!

“Huaaaa…!!!” seruku ketakutan.

Aku kembali berlari. Kali ini aku melarikan diri ke dapur. Dan sialnya, sosok itu juga kembali mengikutiku sampai ke dapur! Sial! Padahal dia cuman ngesot doang tapi kok bisa cepet banget, sih??!

Keluar dari dapur, aku pun langsung berlari ke halaman belakang. Dan tetap saja, sosok itu kembali mengikuti kemanapun aku melarikan diri. Aku lari ke kamar noona-ku, dia ngikutin. Aku lari ke kamar orangtuaku, masih ngikutin juga. Aku lari ke rumah tetangga, eh masih diikutin juga! Giliran aku masuk ke WC buat pipis, baru deh dia berhenti. Kayaknya malu kali, ya. Secara gitu, aku kan namja sedangkan dia yeoja…

Sambil bersembunyi di dalam WC, aku pun berpikir keras. Apa yang harus aku lakukan supaya makhluk itu berhenti mengikutiku, ya?? Beberapa jam setelah bersemedi di dalam kamar mandi, tiba-tiba aku pun mendapat ilham. Aku melirik ember berisi air pel yang sedari tadi kupegang. Kekeke~ sepertinya aku tahu apa yang harus aku lakukan untuk menghadapi suster ngesot ini. Wkwkwkwk…tiba-tiba rasa takutku akan sosok itu menghilang digantikan dengan rasa syukurku akan keberadaan sosok itu.

Aku pun mengintip dari lubang pintu kamar mandi untuk memastikan apakah makhluk itu masih mengejarku atau tidak. Ternyata dugaanku benar, makhluk itu sudah berada tepat di hadapan pintu kamar mandi dan tengah asyik menungguku sambil membaca tabloid Genie (?).

Aku tersenyum puas. Baiklah, sepertinya caraku ini akan berhasil. Fufufu~

Aku memberanikan diri membuka pintu kamar mandi dan mulai berlari lagi ke ruang tengah. Yes! Tepat dugaanku, makhluk itu akhirnya kembali mengikutiku! Tanpa pikir panjang lagi, aku pun segera melaksanakan rencanaku tadi. Mau tau apa? Aku menyiramkan lantai yang aku lewati sambil berlari menggunakan cairan pel yang ada di dalam ember yang kubawa. Otomatis, suster ngesot yang sedang mengejarku itu pun pasti akan melewati cairan itu, kan? Kenapa aku lakukan itu? Karena dengan kehadiran suster ngesot itu, akhirnya beban pekerjaanku untuk mengepel rumah pun bisa sedikit berkurang. Bagaimana tidak? Aku hanya tinggal berlari-lari menumpahkan cairan super pel sedangkan suster itu dengan berbaik hati mau mengepelkannya menggunakan bajunya. Secara gitu, dia kan jalannya ngesot. Wkwkwk…

Dari ruang tengah, aku pun kembali berlari ke rute yang sama saat suster ngesot itu mengejarku tadi. Aku berlari ke kamarku sambil menumpahkan cairan super pel. Tak lama suster ngesot itu tiba dan kembali mengejarku. Dan…tadaaa~! Lantai di kamarku pun berubah menjadi kinclong! Lalu aku berlari ke kamar noona-ku, tentu saja masih sambil menumpahkan cairan super pel. Kembali suster itu datang dan mengepelkannya untukku. Wkwkwkwk…

Tak cukup sampai di situ, aku pun berlari ke kamar orang tuaku. Kemudian ke arah dapur. Tak lupa ke halaman belakang juga ke halaman depan. Tentu saja dengan sosok suster itu yang masih mengejarku dari arah belakang. Beberapa menit kemudian, rumahku pun menjadi bersih seketika! Hohoho…keren sekali! Semua ini berkat suster ngesot! Dengan kehadirannya di rumahku ternyata bisa membantu banyak! Apalagi jika aku sedang malas mengepel lantai rumah. Lain kali bisa kugunakan lagi cara seperti ini jika pembantuku sedang tidak ada rumah. Sekarang aku gak pernah takut lagi kalo ketemu sama suster ngesot. Aku malah berharap bisa setiap hari ketemu sama dia biar rumahku ada yang ngepelin tiap hari. Wkwkwkwk…

(kembali ke sudut pandang Author)

“Endingnya gak banget, sumpah…,” komentar Seungho sinis.

“Kalo aku sih, malah jadi kasian sama suster ngesotnya! Bukannya berhasil nakutin si Mir, eh malah disuruh ngepel sama tu anak! Ngenes amat nasibnya. Ckckck…,” komentar GO.

“Iya ya, suster ngesotnya yang sial ketemu sama Mir. Bukan Mir yang sial ketemu suster ngesot,” Thunder ikut berkomentar.

Sementara Mir cuma cengengesan mendengar komentar dari para hyungdeul-nya itu.

“Ya udahlah. Jadi ini siapa lagi yang mau giliran cerita?” tanya Joon kemudian.

“Aku! Aku!” GO mengacungkan tangannya tinggi-tinggi.

“Silahkan…,” jawab para member lain kompak.

(Narasi di bawah di ambil berdasarkan sudut pandang dan cerita dari GO)

Dulu, aku juga bersekolah di SMA yang kebetulan sama-sama angker seperti rumahnya Mir. Kebetulan dulu sekolah itu adalah bekas peninggalan zaman penjajahan Jepang (?). Dan gosipnya lagi, pernah ada siswi Jepang yang mati bunuh diri di situ. Yang lebih mengerikan, katanya arwah siswi Jepang itu bergentayangan di salah satu kelas yang ada di sekolahku itu.

Awalnya aku gak percaya dengan gosip itu. Meskipun banyak temen-temen yang udah cerita kalo beberapa di antara mereka pernah ada yang ngalamin digangguin sama arwah penasaran itu. Katanya arwah itu selalu muncul tiap jam setengah 6 sore sampai jam setengah 6 pagi dan berkeliaran di wilayah sekolah…

Dan katanya lagi, jika kita ingin memanggil arwah penasaran itu, kita tinggal menyanyikan saja lagu Aishiteru-nya Zivillia (?) sambil monyongin bibir dan duduk menghadap ke arah pohon beringin yang terletak di dekat lapangan sekolah…

(kembali ke sudut pandang Author)

“Ajigileee, panjang banget jam kerja ntu hantu! Doi udah mangkal dari menjelang maghrib sampe ba’da (udahan) shubuh!” komentar Seungho.

“Iya, itu makanya gak pernah ada yang berani buat diem lama-lama di sekolahku kalo udah lewat di atas jam 5 sore,” jelas GO.

“Lagian gaul ya hantunya. Kalo mau dipanggil mesti pake lagu Zivillia segala. Kalo dipanggil pake lagu Monalisa MBLAQ kira-kira bakalan dateng juga gak, ya?” tanya Thunder iseng.

“Hush! Jangan sampe lah! Naudzubillahimindzalik!” ujar GO.

“Tapi kenapa kalo mau manggil arwah itu mesti menghadap ke arah pohon beringin? Jangan-jangan itu pohon beringin ada hubungannya dengan penyebab kematiannya dulu?” Joon menerka-nerka.

“Nan molla… Wallahualam saya juga….,” ujar GO lagi.

“Terus kenapa juga kalo kita manggil arwah itu harus monyongin bibir? Kayak orang mo cipokan aja…,” Mir nyeletuk.

GO pun pura-pura gak ngedenger pertanyaan dari Mir -_-

(kembali ke sudut pandang GO)

Suatu hari, kebetulan waktu itu aku lagi rajin dateng nyubuh ke sekolah. Kalo gak salah, jam 5 lewat 15 aku udah sampai di sekolah. Aku pun berjalan masuk ke dalam kelas tanpa rasa curiga sedikitpun. Setelah menaruh tas dan duduk di bangku, iseng aku pun mulai membaca buku pelajaran yang akan diterangkan pada hari itu. Yah…, biasa lah ya namanya juga anak rajin… *GO kibas kumis*

Pas lagi asyik baca buku pelajaran, tiba-tiba aku ngedenger kayak ada suara orang ngomong dari arah belakang. Aku langsung kaget dong! Wong gak ada siapa-siapa di kelas itu selain aku! Aku coba buat ngecek ke belakang, tuh kan bener gak ada siapa-siapa! Aku sendirian di ruangan ini, kok!

Tapi pas aku balik noleh lagi ke depan, ASTAGHFIRULLOHALADZIM! Ada sesosok wanita berpakaian seragam dengan rambut terurai panjang dan poni kusut yang menutupi muka, tengah berdiri tepat di depan bangkuku! Aku langsung freeze. Inikah arwah yang pernah teman-temanku ceritakan itu? Arwah siswi Jepang yang kabarnya mati bunuh diri? Wujudnya sama seperti hantu yang pernah kutonton dalam film Jepang berjudul The Ring. Yang hantunya bisa keluar dari tipi itu loh, dan kabarnya dia juga bisa nyembul dari dalam sumur. Kalau tak salah nama hantu Jepang itu adalah… SARKONAH.

Aku masih terdiam di kursiku sementara sosok menyeramkan itu terlihat seperti sedang menggumamkan sesuatu dengan bahasa yang tidak kumengerti.

Aku menundukkan kepala. Pura-pura gak liat sosok menyeramkan itu sambil membacakan seluruh doa jampi-jampi (?) yang kuingat. Tapi sialnya, sosok itu malah enggak pergi-pergi dari hadapanku! Dan ia malah terus berbicara ke arahku dengan bahasanya sendiri. Ah, aku baru ingat. Dia kan hantu Jepang, otomatis ngomongnya pake bahasa Jepang juga, dong? Ah, tapi bodo amat! Kenapa ni hantu gak pergi-pergi, sih?! Sumpahnya, waktu itu aku sama sekali gak berani buat liat ke arah hantu itu.

“$^%^E^&^$%$##%^%^!%$^%??” hantu itu terus berbicara dengan bahasanya sendiri.

Aku yang masih ketakutan berusaha membalas perkataan hantu itu.

”Woy, setan!! Gue kagak ngerti lo ngomong apa!!”

Pas ngomong gitu, beneran deh, aku udah hampir ngompol di celana karena saking ketakutannya. Beberapa saat kemudian, mungkin si hantu itu bosen kali ya ngoceh terus tapi ga diwaro (diacuhkan). Yang kuingat saat itu, si hantu lalu mulai berjalan mengelilingi kelasku. Tapi tetep sambil ngoceh sendiri pake bahasa Jepang. Sampai akhirnya kalo gak salah, sosok hantu itu pun menghilang di jendela ke-3 yang ada di kelasku. Sosok hantu itu menghilang tepat pada pukul jam 6 pagi. Gak mungkin salah, soalnya aku inget banget dulu aku bawa arloji.

Setelah sosok itu menghilang, untunglah salah satu teman sekelasku pun ada yang datang. Ia langsung heran begitu melihat kondisiku yang terlihat pucat pasi juga dengan keringat dingin yang membasahi seluruh wajahku. Apalagi badanku pun belum berhenti gemetaran.

“Kenapa lu? Kayak orang kesambet abis lari marathon aja!” komentar temanku itu.

“Itu, sob… gue…gue abis liat penampakan!”  jawabku panik.

Bukannya terkejut, eh temanku itu malah tenang-tenang saja melihat reaksiku itu.

“Oh, maksud lo penampakan hantu siswi Jepang yang pake seragam itu, kan?” tanyanya.

“Lah? Kok lo tau? Udah pernah didatengin juga?” balasku.

“Bukan pernah lagi, coy! Gue sih, ampir tiap hari ketemu sama dia! Ampe bosen gue juga didatengin ama dia melulu!” temanku itu malah mengeluh.

“HAH?! Kok bisa?!” tanyaku yang surprise.

“Gue kan emang kebiasaan buat dateng nyubuh ke sekolah, sob! Pernah waktu itu gue nyampe ke sekolah jam 5 pagi. Eh, ntu hantu dateng terus nyeramahin gue pake bahasa Jepang. Ya gimana gue mau ngerti? Secara gitu gue mah orang Korea. Mana ntu hantu terus-terusan lagi ngoceh depan gue! Kalo sekali dua kali sih gapapa. Tapi ini mah tiap gue dateng di bawah jam 6, pasti ketemu melulu sama dia! Gara-gara kesel, ya udah deh, akhirnya gue lempar aja doi pake pensil!” terang temanku itu santai.

“HAH?! Seriusan elo lempar dia pake pensil?? Terus terus?? Ntu hantu gimana pas elo lemparin kayak begitu??” tanyaku penasaran.

“Yaaah, dia mah cuek bebek aja. Namanya juga hantu, pas gue lempar pake pensil ya pensilnya nembus ke badannya lah!”

“Pret! -_-“

Tak terasa beberapa hari pun berlalu. Semenjak kejadian itu, aku jadi kapok buat dateng nyubuh ke sekolah. Abis…, takut ketemu sama si Sarkonah lagi…

Nah, suatu hari aku dibagiin ulangan Bahasa Jepang. Kebetulan waktu itu kurikulum di sekolahku menyertakan pelajaran itu untuk dipelajari di sekolah. Aku bete. Abisnya tiap ulangan Bahasa Jepang, pasti nilaiku selalu di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Dan itu mengharuskanku untuk mengikuti remedial. Mana guru Bahasa Jepangnya waktu itu galak banget lagi! Katanya kalo kali ini nilai remedialku gak tuntas, aku bakalan disuruh les bahasa Jepang sama author FF ini. Dih, aku kan ogah! Males banget! Ngapain juga aku harus les Jepang sama author nista macam begini?! *-_____-*

Aku lalu putar otak, memikirkan bagaimana caranya supaya aku bisa lulus dalam remedial kali ini. Percaya atau tidak…tiba-tiba selintas ide aneh pun muncul di benakku. Mau tau apa? Mendadak aku pun teringat pada sosok Sarkonah…

Bersambung…alias To be Coca Cola~ (?)

Kira-kira apakah rencana GO terhadap si Sarkonah nanti? Akankah ujian remedial GO berhasil? Tunggu di part selanjutnya ya. Sekarang waktunya komeng! Sejelek apapun FF ini, ayo komeng kalo udah baca! (=v=) Kalo ga komen di sini gapapa kok. Bisa via twitter, mention aja ke @ditjao atau via FB juga boleh. Add aja Dhita Febriana Sari . Yang jelas mari budidayakan COMMENT AFTER READING 😀 Oke okey? 😀

Annyeong~ Adios~ Amigos~ Permios~ *balik ke sumur (?)*

READ + COMMENT = DIDOAIN DAPET PAHALA + DIDOAIN MASUK SURGA

READ + COMMENT + LIKE = DIDOAIN DAPET PAHALA + DIDOAIN MASUK SURGA + DIDOAIN BERJODOH DENGAN BIAS MASING-MASING

DON’T FORGET TO COMMENT :D AND NO COPYCAT PLEASE :D

Advertisements

120 responses to “Ghost Stories [Part 1]

  1. kocak banget sumpah …wkwkwk
    gak kebayang mireu logatnya tegal gitu wkwkwk
    Hee~ masa hantu”nya sebangsa seungho? -___-
    Mau lanjutin ke part 2 ah ~

    • syukurlah kalau bisa menghibur ^^
      wakakaka iya, saya juga ga kebayang XD #plak
      ohoho, mian. mood saya emang bawaannya lagi pengen menistakan si Seungho di sini =.=v *dihajar A+*
      sip. silakan menikmati~ ^^

      eniwei, gomawo udah mau baca + komeng yaaa 😀

    • eee~ daebak? o.O gomawooo~ X’) *cipok via bibir bias*
      ehehe beneran nih chingu mau didatengin susnges? ._.v #buagh

      gomawo udah mau baca + komeng yaaa 😀

    • syukurlah kalau bisa menghibur ^^
      uwooo~ samaan nih kita, seneng liat bang GO menderita juga yak? XD #jegerrr

      eniwei, gomawo udah mau baca + komeng yaaa 😀

    • wah, bikin mules? maap .___. *kasihin Diapet*
      gomawo ^^
      aku memang manusia hidup kok -,- #eh
      sip, udah ada kok part 2-nya ^^

      eniwei, gomawo udah mau baca + komeng yaaa 😀

    • koplak? aduh jadi malu~ (?)
      syukurlah kalau bisa menghibur ^^

      eniwei, gomawo udah mau baca + komeng yaaa 😀

  2. Kocakk *ngakakk*
    Tp ada yg aq gak ngerti : Beberapa saat kemudian, mungkin si hantu itu bosen kali ya ngoceh terus tapi ga diwaro (diacuhkan). Itu arti dari diwaro = diacuhkan? jadinya kan “ngoceh terus tapi gak diacuhkan”. jd, gimana tuh??

  3. hahahahahahah
    lucu banget… otak author gak ad macet’y kalo bikin ff lucu…
    kasian joon kene tipu kakek”… #poor joon…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s