[Freelance] kepada kamu,dengan penuh kebencian

Title : kepada kamu,dengan penuh kebencian

Author : Park Sunyeon a.k.a dea

Cast : Bang Cheol Yong a.k.a Mir & Park Sunyeon (Author) (kalo mau anggep itu kalian dan bias kalian jg blh ^^)

Genre : romance

Rating : PG13

Disclaimer : ff ini punya saya. Cast punya tuhan. Bagi yang nggak suka ya nggak usah baca. Saya nggak maksa kalian buat baca. Itu hak kalian. Selamat membaca

Kepada kamu, dengan penuh kebencian.

Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu dengan kamu, tersenyum malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan disaat kamu muncul,aku akan tengkurap, dengan bantal dibawah dagu, lalu berfikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, diseberang sana, bisa tertawa, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar.

Aku terpekur menatap laptop. menatap skype. Membuka dan meminimizenya. Berharap dan terus berharap sunyeon akan online. Dan nyatanya benar. Sunyeon online. dan aku yakin 100% semburat senyum terbentuk dibibirku sekarang.

“ya! cheol yong-a! kenapa kau terus menerus tersenyum seperti itu? Kau masih waras kan? Aku nggak mau maknae mblaq sembuh dari penyakit pinggangnya dan sekarang malah tengah mengidap penyakit kejiwaan” seungho hyung berteriak kepadaku. Lagi lagi aku hanya tersenyum memandangnya, bingung akan membalas apa. Tanganku terus mengetik-menghapus-mengetik-menghapus. Dan terus menerus begitu. Akhirnya sebuah kalimat tertulis di layar laptopku

“sunyeon-a! ottoshimnika? Sudah lama ya nggak ketemu ^^, pasti makin cantik”

aku kembali tersenyum kecil dan menekan tombol enter penuh harap, semoga saja yang disana membalasnya. Aku kembali pada posisi semula, menelungkupkan wajahnya. “jebal…balas aku…aku benci terus menerus merindukanmu” hanya itu yang ada dipikiranku

——————-

aku benci terkejut melihat pesan singkat kamu nongol di inbox ponselku. Dan aku lebih benci lagi mengapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar ya?

“annyeong cheol yong. Kekeke. Mian ya. kemarin malam aku ketiduran, capek ngerjain tugas kuliah. Ada apa? Kalo mau ngomong penting telfon aja sebelom jam 10. Ditunggu ya^^”

aku bingung diantara hidup dan mati. Sekaligus kesal. lagi-lagi aku mematung didepan iphoneku. Bagiku membalas pesan singkat dari sunyeon seperti mendapat kebahagiaan ditengah kekeringan(?) ah pokoknya, bisa dibilang membuat galau. *ceilah mir tautauan aje galau HAHAHA* seperti mendapat pesan penting dari presiden. Ah molla. yang pasti rasanya begitu.

“AAAAAAAAH HYUNGDEEUUUL BANTU AKU DONG T______T”

hanya ini yang bisa aku lakukan. Sementara hyungdeulku kebingungan sendiri.

“cheolyong?”

“hyung”

“cheolyong”

“hyung”

“cheolyong”

“hyung”

“ya! tolong katakan apa yang sebenarnya terjadi?”

“ini hyung” aku tersenyum malu sambil memperlihatkan ponselku kepada hyungdeulku.

————–

aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retroika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu yang kamu senderkan dibahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada maksud lain, atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri.

Masih terbayang dicakrawala ujung batang otakku pertemuanku dengan sunyeon kemarin. terus menerus melayang-layang disana. Mulai dari perkataan pertama saat bertemu, pakaian yang sunyeon kenakan, senyum sunyeon, kissbye kecil yang diberikan sunyeon.. semuanya begitu indah sekaligus mematikan bagiku

-flashback-

“annyeong cheol yong. Lama yah nunggunya? Mian ya duh kampusku lagi banyak urusan nih hehehe. Apalagi aku bentar lagi mau ngospek junior baru ku. Mian ya sekali lagi”

“gwenchana, sunyeon. Kamu datang aja aku udah seneng banget kok. Gomawo udah mau datang”

“cheonman,cheol yong-a. oh ya kenapa bajumu gini banget?”

“ya..habis mau gimana lagi daripada nanti aku pulang tinggal nama doang?”

“ah ya. mian aku lupa chingu lamaku ini seorang artis ya sekarang. Aaaaaaaah mireu oppaa~~~~~~” sunyeon menyenderkan kepalanya dipundakku sambil tertawa terbahak bahak.

“ya! neo! Shireo!”

-flashback end-

mungkin benar kata seungho hyung waktu itu. Aku sudah kehilangan akal sehatku karenanya. Aku tidak tahu apakah itu salah satu tanda bahwa ia juga menginginkanku? Atau aku yang salah mengartikannya? Salahkah terlalu berharap? Salahkah aku berharap lebih? Salah kah aku mengambil keputusan mencintainya?

————

aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar kesekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja.

Tidak bisa tidur. Lagi. Sunyeon. Lagi. Tuhan kenapa dirinya membuatku merasa painful seperti ini. Setahuku dari drama-drama mencintai orang membuat bersemangat bukan? Tidak denganku. Aku bosan terus menerus memikirkannya. Terus menerus memikirkan sunyeon.

“tidur mireu. Kau besok ada jadwal”

bahkan suara joon-hyung pun tidak pernah ku hiraukan akhir-akhir ini. Dan semuanya salah sunyeon.

————–

aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku, saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di game portable yang sedang ku pegang. Oh aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak bernapas, aku merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci ketika aku harus sadar atas semua kecanggungan itu…, tapi tidak bisa melakukan apa-apa. Aku lebih benci ketika logikaku bersuara dan mengingatkan bahwa semua ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya akan diketahui kalian berdua tidak punya anything in common. Harus dimentahkan oleh hati yang bekata agar tidak menghiraukan logika.

“ih main apasih cheol yong? Jadi aku nggak didengerin nih” sunyeon menempelkan kepalanya kesamping kepalaku untuk melihat game yang sedang kumainkan. D*mn! Aku sengaja memainkan game ini untuk mengalihkan mataku yang tidak bisa berhenti jelalatan(?) terus menerus melihat ke arahnya. Aku tidak mau benar benar ‘terlihat seperti itu’ walaupun aku tahu, aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya. Meskipun hati berkata lain.

“aku dengerin kok sunyeon” aku membalasnya dengan kalimat itu. Meskipun aku tahu mutlak aku tidak mendengar apa-apa. Aku hanya bisa merasakan sesuatu rasa aneh yang berdesir saat kepalanya menyentuhku.

————-

aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada didalam dirimu. Kesalahan yang secara desperate aku cari paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa benar-benar jatuh hati kepadamu.

Pernah suatu hari. Saat aku baru sembuh dari penyakitku. Aku berusaha melupakan sunyeon. Berusaha mencari-cari kejelekannya. Berusaha mencari-cari kelemahannya. Dan meskipun hasilnya nihil. Dan aku sekarang benar benar terjebak kedalam segala sesuatu yang bersangkutan dengannya. Apa mungkin aku telah jatuh terlalu jauh? Sebenarnya, bisa dibilang iya. Pilihannya hanya 2. Mau bangkit, atau tetap disana. Sayangnya, hatiku tetap memilih untuk berada jauh dibawah sana. Tetap mencintainya.

———

aku benci jatuh cinta. Terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, didalam perasaan menggebu-gebu ini; dibalik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul didalam dan meletup pelan pelan…

aku takut sendirian.

Hari ini. Aku benar-benar sudah cukup tidak mampu lagi menahan semua rasa yang mungkin sedikit lagi akan meledak seperti nuklir melalui bibirku. Aku menekan beberapa nomor di iphone ku. Aku menelponnya.

“yoboseyo”

“ne? waeyo cheolyong-a?”

“sunyeon. Saranghae”

end!

Nb : duh please jangan marah ya sama aku bikin endingnya kayak gini. Dan maaf juga ffnya rada nggajelas. Abis galau. Oiya cerita mir yang dia main game itu pernah kejadian sama aku asli,yang nunggu online juga,yang kebingungan bales sms juga. Pokonya hampir 75% disini kejadian asliku kwkwkwkwkw. Buat yang nanya tulisan cetak miring itu, itu tulisan ada di blog ku, tulisannya raditya dika. Hehe -_-V. tapi nggak ada unsur plagiat kok. Aku emang masukin tulisannya disinikan. Dan aku juga ngaku. Oke udah ya. hm oya 1 lagi. Aku ngga pernah maksa readerdeul buat comment diffku. Itu hak kalian kok. Ppyong!

Advertisements

30 responses to “[Freelance] kepada kamu,dengan penuh kebencian

  1. Whoaaaa castnya si magnae! Asik nambah lagi ff cast nya mblaq 😀 wah aku juga pernah buat ff 75% kisah pribadi hahaha pasti bikinnya lagi desperate bgt ya thor? *sotau* soalnya aku buatnya pas desperate -____- kerewnnnn (y)

  2. “end” aku cengo thor pas tau endingnya begitu.
    kocak dan aku ngerasa kalau mireu bener2 anak kecil. wkwkwk
    pengen tau abis bilang saranghae itu mireu masih idup apa ngga *diinjekA+
    daebak (y) 😀

  3. wah pantes aja rasanya familiar sama judulnya. ternyata dari bukunya om (?) radith.
    wah rasanya lebih romantis kalo dr sudut pandang mir daripada sudut pandangnya radith hweheheheeeh~~ sweet :3

  4. begitu baca judulnya, langsung tau itu dari blognya raditya dika, ternyata bener wkwk

    tapi versi mir lebih sweet deh, lebih enak bayanginnya mwahaha *sori bang dika

  5. saeng, maap onnie baru komeeeng TT.TT
    FF kamu bagus ih. onnie jadi sirik ._.
    onnie suka tata bahasa kamu pas nge-ekspresi-in apa yg lagi dirasain Mir pas lagi galau (?) ._.v soalnya pas aku baca emang ngena banget. dan sebagian juga pernah ada yg onnie alamin. nungguin orang yg kita suka pas online emang bikin galau (?) ._.
    betewe ini komeng macam apa sih? jadi bingung sendiri bacanya (=v=;) #loh

    nice FF saeng ^^
    jangan berhenti berkarya ya. hehe ^^
    fighting ^^9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s