Ellena Potion Part.5

 

Author: Kidneypea

Rating: PG13

Lenght: Chaptered

Genre: Romance, Fantasy, AU (Alternate Universe)

Main Cast:

Park Jiyeon (T-ARA)

Choi Minho (SHINee)

Goo Hara (KARA)

Choi Jonghun (FT ISLAND)

Read First: PROLOG | Part. 1 (Intro) | Part.1 | Part.2 | Part.3 | Part.4-1 | Part.4-2|

tolong vote di note akhir ya^^

***

Saat ini, Jonghun dan Hara sudah tidak berada di area Hutan.. Jonghun tak tahu kemana ia harus pergi, karena kini tujuannya adalah mengantar Hara pulang..

“Aku tinggal di Ellofaire” tutur Hara—seakan dapat membaca pikiran Jonghun. Jonghun hanya mengangguk, dan segera membawa kudanya pergi dari sini.

Sesampainya mereka di Ellofaire, Hara menuntun Jonghun menuju tempat ia tinggal. Jonghun hanya mengikuti Hara saja, sampai pada akhirnya.. Hara menunjukkan jalan menuju bangunan besar yang berada di bukit—sangat indah. Apakah Hara itu….?

Benar saja dugaan Jonghun, Hara adalah putri di kerajaan Ellofaire.. mereka disambut ramah oleh para penjaga Istana, mereka membiarkan kuda Jonghun masuk—karena ada Hara.

Hara memperkenalkan Jonghun kepada Ayahanda dan Ibundanya.. mereka hanya tersenyum simpul saat melihat Jonghun dari atas sampai bawah, penampilan Jonghun saat itu memang sedikit menipu. Setelah itu Jonghun pamit dan pulang ke tempat dia tinggal.

Setelah Jonghun pergi, Ibundanya menghampiri Hara yang tengah lelah sedang menuju kamarnya.. Ibundanya mengikuti Hara sampai masuk, lalu langsung berbicara..

“Hara.. kau, tidak menyukai pria ‘itu’ kan?” tanya Ibunda Hara dengan penekanan pada kalimat ‘Itu’. Hara hanya mengangkat bahu—tidak menjawab. Bingung dengan perasaannya.

“Ibu, tidak suka kau berdekatan lagi dengan dia”

“Kenapa? Apa yang salah? Dia sangat… membantuku” sahut Hara lirih—pikirannya kembali pada saat Jonghun menyembunyikan bunga itu.

“Dia hanya rakyat jelata Hara! Tidakkah kau tahu motifnya ketika ia membantumu? Ia hanya memanfaatkan mu, menginginkan hartamu!” kata Ibundanya tegas.

“Ibu tidak mengenalnya! Ibu juga bukan tuhan yang tahu isi hati seseorang!” balas Hara. Langsung menutup mulutnya. Seumur-umur Hara tidak pernah membentak orangtuanya.

“Jaga omonganmu pada Ibu! Hanya untuk lelaki ‘sampah’ macam dia? Kau.. jadi seperti ini pada Ibumu sendiri?”

“Aku.. tidak bermaksud..”

“Sudahlah.. kini dan seterusnya.. kau tidak boleh keluar istana, sampai kau sudah menikah kelak!” Kata seorang wanita paruh baya tersebut, seraya pergi keluar dari kamar Hara.

Mendengar kata-kata terakhir Ibunya, Air mata Hara nyaris jatuh.. ia terduduk—merenung. Tapi.. ketika melihat tangan kirinya, ia menghapus air matanya dan pergi dari sini secepat mungkin.

***

          “Jaejoong, aku sudah membawa bunga yang kau minta” Hara menyodorkan Bunga yang selalu mengeluarkan cahaya kuning tersebut. Jaejoong mengambilnya dan memasukkannya kedalam tudung saji transparan (?), lalu melayang-layang didalamnya.

“Akan membutuhkan waktu 7 hari dari sekarang” sahut Jaejoong, Hara mengangguk. Lalu bergegas untuk pergi dari ruangan Jaejoong yang sedikit menyeramkan ini. Tapi, tak lama Hara berbalik dan berkata, “Terimakasih sudah membantuku..”

***

        “Kira-kira, kapan aku akan beraksi?” tanya Jiyeon pada Minho yang tengah berpikir. “2 hari lagi kah?” tanyanya lagi.

“Tidak.. mungkin.. 2 minggu lagi” sahut Minho.

“APAAA!?” Jiyeon menganga, “Terlalu lama! Apa tidak salah?”

Minho diam—tak bersua. Sibuk dengan pikirannya sendiri.

“Minho! Ingat, kita harus menyatukan mereka!”

‘Kau tidak mengerti.. Jiyeonnie’ batin Minho.

***

6 hari kemudian…

“Jiyeon, Kau mau kemana!?” tanya Minho, seraya menghampiri Jiyeon yang sedang berberes.

“Aku harus membuat Hara merindukan Jonghun sekarang juga! Jangan melarangku lagi!” ujar Jiyeon dengan tegas. Tatapan Minho menerawang, ia takut. Ia berharap hujan deras ditambah petir yang menggelegar terjadi saat ini juga, demi mencegah Jiyeon untuk melakukan itu.

“TIDAK BISAKAH KAU DIAM DITEMPAT DAN MENUNGGU PERINTAHKU!?!” teriak Minho, ia tak tahu harus bagaimana lagi terhadap Jiyeon. Jiyeon tak bergeming, air mukanya berubah—seperti ingin menangis.

“Kenapa….” ucap Jiyeon menggantung, terlihat air matanya sudah siap untuk keluar. ‘Kenapa kau jadi seperti itu, Minho..’ Jiyeon melanjutkannya dalam hati. Ingin rasanya ia pergi dari sini sekarang juga..

Minho seakan merasa bersalah dengan apa yang ia lakukan barusan, ia mendekati Jiyeon—berniat untuk menghapus air matanya. Ketika tangannya berada di udara, Jiyeon melangkah mundur dan lari sekencangnya. Minho mendecak kesal lalu mengacak rambutnya frustasi.

Jiyeon berlari sekencang mungkin,berjaga-jaga kalau Minho akan mengejarnya. Walaupun, tenaganya tak seberapa dibanding Minho. Tapi.. Nihil.. Minho tak mengejarnya. Ia kini berjalan santai menuju Ellofaire—tentunya tak lupa membawa ‘Pil suara’ tersebut.

Setelah lama berjalan, akhirnya ia sampai di depan pintu kamar Hara, menimang-nimang ‘Pil suara’ itu, lalu melemparnya dalam mulut. Lalu, tersenyum sambil membuka knop pintu kamar Hara.

Hara tak terlihat.. kemana dia?

Sambil menunggu Hara yang berada entah dimana, Jiyeon mengitari seluruh sudut kamar Hara yang tergolong sangat luas ini. Tiba-tiba satu daun pintu terbuka, terlihat Hara sedang mengenakan pakaian mandi—seperti kimono, tak lama Hara memasuki daun pintu lain.. lalu keluar lagi dengan mengenakan gaun hijau toska yang anggun.

Rasanya, Jiyeon sudah bisa bertindak.

“Hara-ya..” sapa Jiyeon dengan lembut. Hara masih terlihat bingung, dan mengitarkan pandangannya ke seluruh sudut kamarnya.

“Tak perlu cemas, aku berada dalam dirimu sendiri..” kata-kata itu sukses membuat Hara tak bergeming, sorot matanya kosong—pikirannya entah kemana. Tak lama kemudian tangisnya pecah.. namun, tak bersuara.

“Tumpahkan semuanya padaku.. aku akan mendengarkan”

Hara-pun bercerita, pada saat Jonghun menyembunyikan bunga itu hingga sekarang. Jiyeon tahu rasanya menjadi Jonghun. Jiyeon juga merasa familiar dengan apa yang Jonghun lakukan.. Sampai-sampai ia tak ragu mengatakan kalau Jonghun menyukai Hara, sama seperti ia menyukai Minho.

“Tidakkah kau merindukan Jonghun?” tanya Jiyeon, membuat Hara tersentak. Jujur saja, Hara sangat merindukan Jonghun—tak bisa dipungkiri.

“Kuingatkan kau Hara, semakin kau membencinya itu berarti semakin besar cintamu untuknya.. karena, tak lewat sedetikpun, kau selalu mempermasalahkan kesalahannya. Secara tidak langsung, kau memikirkannya.. terus menerus” Jiyeon tak tahu darimana datangnya kata-kata seperti itu. Terlihat Hara merenungkan kata-kata ‘suara hatinya’ tadi.

Hara tersenyum.

“Siapapun kau, kuucapkan terimakasih.. sekarang aku sudah sedikit lega” sahut Hara. Ia beranjak pergi dari kamarnya.

***

Di waktu yang sama, Aquidra..

“Jonghun! Kau habis darimana?” tanya Ibundanya dengan gusar.

“Hanya menenangkan pikiran sebentar” mendengar perkataan Jonghun, ibunya hanya mengangguk pelan. Melihat wajah Jonghun ibunya angkat bicara, “Kalau kau butuh teman cerita, panggil Ibu..”

***

Jonghun akhirnya bercerita semuanya kepada ibundanya—kecuali satu hal—status Hara. Dengan panjang lebar jonghun menceritakan itu semua, terkikik, tertawa, sedih, sampai panik. Ibunya hanya geleng-geleng kepala, sepertinya anaknya itu mulai jatuh cinta.

“Tapi, kurasa kau tidak pantas bersamanya..” sahut Ibu Jonghun pada akhirnya.

“Kenapa?”

“Dia hanya rakyat kecil, apa yang bisa dia perbuat?” nada ketus yang disampaikan oleh Ibu Jonghun, “Secepatnya, kau akan tunangan” sahut Ibunya lagi, sambil melenggang pergi.

“Tentunya dengan wanita yang sederajat denganmu”

Mendengar itu, Jonghun hanya bisa mendecak kesal. Tak ada yang bisa diperbuatnya lagi, kalau Ibunya sudah bertindak seperti itu.

***

Hari ini, tepatnya ramuan Ellena itu selesai dibuat. Jiyeon yang dari kemarin belum pulang ke pondok mereka, Akhirnya mengintili (?) Hara menuju tempat bersemayamnya Jaejoong. Kali ini sepertinya otak Jiyeon bekerja lebih cepat—sehingga dapat berpikir panjang. Jiyeon ingat kalau Jaejoong bisa melihat wujudnya, sedangkan ini di masa lalu.. pastilah Jaejoong tidak tahu siapa dirinya. Akhirnya, ia hanya bisa menguping dari depan pintu.

“Ramuan mu sudah jadi, Hara”

“Aku kesini memang ingin mengambil ramuan itu..”

“Ada beberapa hal yang wajib kau ketahui sebelum kuberikan ramuan ini kepadamu”

“Katakan”

“Meminum satu botol ini, bisa membuat kau menghilang selama 3 minggu, itu berarti sedikit saja kau bisa menghilang beberapa jam. Kuharap, kau bisa menggunakan ramuan ini dengan sebaik-baiknya”

“Terimakasih”

Hara keluar, sambil membawa botol dan warna cairan yang sama ketika di Laboratorium Kimia waktu itu.

***

Setelah siap, Hara meneguk sedikit dari botol itu. Menurunkan capuchon dari jubah coklat yang ia pakai. Lalu melangkah menuju jalan rahasia keluar istana, dengan Jiyeon mengikutinya di belakang.

***

Minho yang sedari tadi sudah standby di depan Istana Ellofaire dengan jubah yg diberikan Jaejoong, Akhirnya melihat Hara keluar dengan Jiyeon. Lalu menyeringai.

“Akan kugagalkan usahamu, Jiyeon”

***TBC***

Annyeong! aku menepati janji niih.. part.5 ku post disiniii 😉

Part. 5 ini paaas banget 1.200 words huahahaha.

ohiya, happy idul fitri yaaa yang muslim, mohon maaf lahir dan batin ya kalo aku punya salah sama kaliaaan.. buat sider, kalian aku maafin~ *jogetlazysong* (?) *sungkemansamareader*

untuk selanjutnya, aku mau tanya sama kalian. mendingan aku post history dulu apa factnya nih? di history aku bakal ceritain cerita asli sebelum minji dateng. kalo fact, bakal aku jelasin panjang lebar tentang a-z di cerita ini. lanjutannya? kayaknya bakal lama.. tapi, liat nanti aja deh~

oh iya, satu lagi.. mending aku post disini apa di wp aku aja?

nanya aja sih, yang mau jawab aja.. *bow*

Advertisements

41 responses to “Ellena Potion Part.5

  1. thoooorrr ini kapan dilanjut?? aku masih nungguin lhoooo 😭😭😭 aku penasaran banget akhirnya gimana?!?! aku gak rela kalo hara sama pangeran canary soalnya hara sama jonghun kan saling suka, tapi aku juga gak rela kalo jiyeon akhirnya lenyap karena hara sama jonghun bersatu, yaampun thor aku penasaran bangeeett aku baca ini tahun 2012 lalu, dan sekarang baca lagi dan aku tetep penasaran banget sama endingnya thooor 😢😢😢 lanjut dong😢😢

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s