[FREELANCE] OUR STORY IN RAMADHAN – 5(2) –> END

Sudah diperingatkan belom ? Siapkan mata kalian saat baca FF ini , karena part nya rada panjang ^^

Tapi kok makin lama FF nya yang koment makin sedikit ya –a

Part 1 2 3 4 5(1)

Sebelum dibaca , saya ingin memberitahukan beberapa hal dahulu:

1. FF ini bukan hasil otak saya , alias saya copy paste dari teman saya , yang mempunyai acc facebook dan tentu saja seizin dia , jika ada yang mau. Ini profile nya disini

2. Diwajibkan untuk RCL !!!

3. Jangan memplagiat! Karena  FF ini diplagiat tiga kali, jika kalian mau post di blog kalian , lebih baik izin sama yang punya! Atau take it with Full Credit !

3. Tidak diperkenankan untuk para silent readers, bukan buat saya nya , tapi buat teman saya yang ngebuat

Saya rasa segitu aja , selamat membaca !!!

Author POV

 

Singkat cerita..

2 minggu berlalu, semua berlalu apa adanya.

 

Minho, Kim Bum, Yesung, dan Siwon masih menjadi penghuni dapur rumah ustad Leeteuk. Tapi jangan salah, itu bukan karena kue bikinan mereka belum pernah enak, tapi karena mereka sedang ingin membuat kue untuk para anak yatim piatu di panti asuhan yang sering mereka kunjungi bersama Taemin dan Nyonya Key *hahaha ketagihan bikin kue kan 4 namja ini –_–*. Justru sekarang Taeminlah yang jarang duduk didapur, ustad Leeteuk sering mengajaknya main karambol bersama seperti yang beliau lakukan pada Jinki dan Gikwang ketika mereka masih kecil. Perlahan tapi pasti, sikap Taemin mulai berubah, dapat dilihat dari caranya duduk dimotor yang kini tidak menyamping lagi. *horeeee.. tepok tangan bareng readers*

 

Sementara saat ini nasib Gikwang belum berubah baik, ia tidak pernah melihat Jinki membetulkan perekam suaranya, ia juga tidak mendapatkan kepastian hubungan dari Yoona sejak mereka ketahuan oleh banyak orang, ia pun kini sedang menjadi omongan para tetangga karena kelakuannya, siapa lagi yang menyebabkan itu terjadi kalau bukan Nyonya Key yang suka menggosip.

Dan saat ini pula, handphone Gikwang disita oleh ustad Leeteuk karena banyak sekali draft messagenya yang berisi gombalan gila untuk Yoona *ni anaaakk .. -____-* . Sekarang ia lebih sering ngadem plus ngutang diwarnet bang Kyuhyun karena Jinki tak bisa lagi dipinjam uangnya. Namun dibalik semua kesengsaraan yang ia alami, ia masih punya harapan untuk kembali pada Yoona, yaitu dengan menagih perekam suaranya kepada Jinki, karena ia masih menyimpan kotak bekas McD Jinki sebagai ancaman.

 

Sementara itu bagaimana dengan Jinki dan So Eun?

Ya, akhir-akhir ini Jinki kelihatan mulai akrab dengan anak perempuan Tuan Kim ini. Tanpa ada yang tahu, setiap dua malam sekali sehabis tarawih mereka selalu mengagetkan orang dengan petasan dari bawah pohon yang gelap, sehingga tak ada yang dapat melihat mereka. Jika sudah dibawah pohon mereka nampak akrab dan ngakak bersama bila ada yang berhasil mereka kagetkan, namun jika dilain tempat mereka kembali bermusuhan.

So Eun kini sudah berhenti mengirimi Jinki ayam karena ia sadar Jinki mulai mencurigainya, namun siapa yang tahu bahwa Jinki masih menyimpan surat darinya ketika terakhir kali mengirim ayam.

 

 

 

Hari ke 28 [Ramadhan], takol 16.00 *udah deket lebaran :D*

 

 

“ Haduuuh Kwang, hutang lo udah numpuk nih!” dengus Bang Kyuhyun ketika Gikwang ingin kembali main diwarnetnya.

“ Yah.. Bang..plis.. plis banget, aku gak bisa minjem uang ke kak Jinki, kalo aku minta uang ke ortu ntar mereka marah :(“ Gikwang memasang tampang melasnya.

“ Yaelah. eh lo gimana tuh sama si Yoona? belum ada kepastian sampe sekarang?”

Gikwang menggeleng, “ Coba aja waktu dia megang jidat aku, aku pura-pura tidur aja. aku melek sih, teriak deh dia -_-“

“ Gini deh ya, kalo lo bisa ngajakin Yoona balikan dalam waktu dekat ini, sampe bulan depan gue bakalan ngizinin lo main gratis nonstop disini!” tantang Bang Kyuhyun, ia sama sekali tidak takut karena ia tahu tanpa ada bukti dari perekam suara itu Yoona gak bakalan mau balikan dengan Gikwang.

“ Hah?? beneran bang??? Lo gak becanda???” Gikwang terbelalak kaget.

“ Iya! Lo bisa main sepuasnya disini! Tapi inget, lo harus balikan dengan Yoona!”

Gikwang berpikir, “ Aha! oke! itu gampang!”

“ Gampang?” Bang Kyuhyun setengah kaget mendengar jawaban Gikwang.

“ Iya! tenang aja bang aku pasti bisa jalanin tantangan abang. yaudah aku pulang dulu!” Gikwang langsung berlari keluar warnet, memboseh sepedanya kencang-kencang sampai ia tergelincir berkali-kali.

 

 

“ KAK JINKIIIII!!!!” sesampainya dirumah, Gikwang langsung berteriak mencari kakaknya.

“ Eeeeh kamu ini! bukannya salam dulu malah teriak-teriak!” tegur bu Taeyeon dari dapur.

“ Kak Jinki mana Umma???” Gikwang malah lari kedapur.

“ Apa?? apa?” ternyata ada Jinki didapur, ia sedang mengambil sendal.

“ Mau kemana kak?? ganteng amat, eh.. rapi amat.” Gikwang heran melihat kakaknya dandan rapi.

“ Mau ke mal.” jawab Jinki dengan soknya.

“ Beneran???”

“ Iya, Jinki mau ke mal. tadi umma udah kasih uang buat beli celana lebaran sendiri. kemarin kan umma baru belikan kalian bajunya doang. Umma juga nitip kak Jinki buat beliin Siwon dan Kim Bum celana.” jawab bu Taeyeon, ternyata beliau juga ingin membelikan celana baru untuk Siwon dan Kim Bum.

“ Tadi aku mau ngajak kamu tapi kamunya pergi -_-“ kata Jinki.

“ Aaa!! aku ikut! ya? ya??”

“ Sudah sana ganti baju! yang cakep ye, jangan malu-maluin gue.”

Gikwang pun ngacir kekamarnya, namun ia balik lagi.

“ Eehh.. sampe lupa kan!”

“ Apa lagi Kwang?”

“ Mana perekam suaranya?? gue butuh sekarang!!” bisik Gikwang.

 

DEG!

Jinki memucat, ia sama sekali belum memperbaiki rekaman yang diberikan Gikwang.

“ A.. anu.. anu..” Jinki gugup.

“ Apa hah?? kalo ngga, gue bakalan bilang…”

“ Aaaa!! tenang, tenang aja, udah bener kok! tapi.. tapi besok ya? dikit lagi kok benernya!” Jinki terpaksa bohong.

“ Beneran ya? yaudah..” Gikwang berlalu, kembali kekamarnya untuk siap-siap.

 

“ Ya Allah gimana nih..” keluh Jinki, kemudian ia menatap Ummanya yang sedang mengolah adonan bersama Siwon dan Kim Bum. Nyonya Key, Yesung, dan Minho sedang tidak ada karena mereka tengah sibuk mempersiapkan open house lebaran yang akan diadakan dirumah Tuan Kim, open house tersebut adalah open house gabungan keluarga Kim dan keluarga paling kaya dikomplek mereka, keluarga Choi, yang merupakan keluarga Minho.

 

“ Kenapa nak?” tanya Bu Taeyeon yang heran melihat Jinki down.

“ Gak apa-apa umma.. ehm, a… Mas Kim Bum! sini!” Jinki tiba-tiba manggil Kim Bum.

“ Apa?” Kim Bum menoleh.

“ Sini!!” Jinki narik tangan Kim Bum, membawanya masuk kamar mandi belakang. Siwon dan Bu Taeyeon bengong *author ikut bengong #gakpenting–‘*

 

“ Eh apaan sih?? pake masuk kamar mandi segala!” Kim Bum heran.

“ Aku mau minta tolong Mas, yah?? yah??” Jinki langsung memohon-mohon gak jelas.

“ Tolong apa??”

“ Ini, benerin ini! sampe keluar suaranya ya! please..” Jinki mengeluarkan sebuah perekam suara dari kantongnya.

“ Uhm, bisa gak ya??” Kim Bum mikir.

“ Yaaa!! mas pasti bisa lah! mas kan pinter soal ginian.. yaa???”

“ Oke, sampe habis lebaran ya.”

“ Yah! jangan mas! besok harus udah bener ya?!”

“ What?? besok?? ah, susah..”

“ Ayolah maaaasss T.T” Jinki serasa mau nangis karena ia terbayang-bayang dengan ancaman Gikwang.

“ Oke, mas akan coba betulin. tapi ada syaratnya.”

“ Syarat apa mas? pasti aku lakuin!”

“ Gampang, mas titip salam buat So Eun ya^^, sampaikan kalau kalian ketemu.”

Jinki bengong. Entah mengapa tiba-tiba ia merasa berat hati untuk mengiyakan syarat dari Kim Bum.

“ Mau nggak?” tanya Kim Bum lagi.

“ Emm.. oke! oke aku pasti sampaikan.” jawab Jinki.

 

 

 

“ Yoonaaaaa!!!!!” So Eun loncat ke tempat tidur Yoona yang empuk, kemudian dengan bandelnya melempari sahabatnya yang sedang tidur itu dengan bantal dan guling.

“ Eeehmmm.. apa Sso?? ngagetin aja lo ah!” Yoona pun terbangun.

“ Ayo ikut gue! lo kan udah pernah janji bakalan ngebantuin gue ngerjain tugas kelompok, gue mau ngerjain sekarang!”

“ Iya deh, mana soalnya sini gue bantu.” jawab Yoona malas.

“ Gak! gak disini, kita ngerjain tugasnya di mal yuk! sambil ngabuburit gitu.. liat nih gue udah dandan, udah siap pergi.”

“ Hah?? beneran? emang lo bisa konsen kalo ngerjain tugas di mal??”

“ Yaiyalah, bisa duduk dicafe kan sambil nunggu buka puasa. ayolah! kita buka d J.CO! cepet sana siap-siap, gue udah bilang kok sama umma lo!”

“ J.CO???? aaa!! oke! oke!!” Yoona langsung turun dari tempat tidurnya, mandi secepat kilat, kemudian ganti pakaian senecis mungkin. Mungkin ia juga hendak cuci mata di mal karena sudah merasa bebas dari Gikwang :p

 

Singkatnya, So Eun dan Yoona pun berangkat dengan motor matic mereka menuju mal yang sama dengan mal yang akan dikunjungi Jinki dan Gikwang.

 

 

 

Jinki berjalan lemas ketika sampai di mal, berkali-kali ia nyaris terjatuh saat hendak menaiki tangga eskalator, entah mengapa ia merasa sedikit keberatan dengan syarat yang diajukan Kim Bum kepadanya, namun apa daya demi perekam itu ia harus menyampaikan salam dari Kim Bum untuk So Eun. Dan sekarang ia jadi memikirkan So Eun.

Sementara Gikwang berjalan dengan cukup semangat, karena Jinki sudah bilang padanya perekam itu akan diberikan kepadanya besok.

 

“ Kenapa lo Kak?” Gikwang heran melihat wajah Jinki yang nampak terkekuk.

“ Gak apa-apa kok. ehm, oh iya! ini uangnya, kamu beli celana buat kamu dan Mas Siwon ya, kakak beli celana buat kakak dan Mas Kim Bum.” Jinki menyerahkan setengah uang dari Bu Taeyeon kepada adiknya.

“ Jadi kita mencar nih?”

“ Iya, selera kita kan beda. pilih aja celana sesukamu, asal harganya cukup.”

“ Oke deh! aku mau kesana dulu kayaknya.” Gikwang menunjuk department store lantai atas.

“ Yaudah, ntar kita ketemu dimana? kakak sms kamu aja ya nanti.”

“ Yah, kakak lupa ya hp aku kan disita appa -___-“

“ Oh iya, yaudah kita ketemu dimana dong?”

Gikwang kembali melihat sekeliling mal.

“ Di J.CO ya?” tawar Gikwang.

“ Sambil buka puasa disana?” tanya Jinki.

Gikwang mengangguk semangat.

“ Oke deh..”

Mereka pun berpencar untuk mencari celana lebaran pilihan mereka sendiri.

 

 

Jinki masih berjalan linglung di mal, belum menemukan toko pakaian yang cocok untuknya. Namun langkahnya terhenti ketika ia melihat sendal disebuah etalase.

Ia teringat sesuatu..

 

>Flashback< *readers pasti inget adegan (?) part 5 bagian satu ini kan?*

 

DOR!!!!

 

“ Kyaaaaa!!! ummaaaa!!!” So Eun langsung menangis dan terduduk diaspal.

“ Eh, sorry! gue cuma bercanda!”

“ Bercanda kata lo hah!!??? dasar!” So Eun ngamuk.

“ E.. eh, itu.. itu..”

“ Apa hah??”

“ Sendal lo, kebakar!!!!”

“ Mana??” So Eun langsung mencari sendalnya yang terlepas saat ia terkejut tadi, ternyata sendalnya terbakar oleh petasan Jinki.

“ I.. itu..”

“ Yaaaa!! sendal mahal gue!!!!!” So Eun makin histeris.

Jinki malah cengar cengir melihat cewek didepannya menangis.

 

>Flashback Off

 

Jinki teringat dengan sendal So Eun yang terbakar karena ulahnya beberapa minggu yang lalu.

Ia membuka dompetnya, menghitung lembaran uang pribadinya. Setelah berpikir cukup lama, ia pun memasuki toko sendal tersebut.

 

 

“ Aduh Sso.. sumpah gue nyerah, susah amat sih soal-soalnya, kayaknya pas gue ngerjain punya gue sendiri gak sesusah ini deh..” Yoona angkat tangan, padahal baru sekitar 10 menit ia membantu So Eun mengerjakan soal.

“ Halah, bilang aja lo gak konsen kan ngeliatin donat-donat itu.” kata So Eun sambil melemparkan pandangannya kearah donat yang masih belum bisa dipesan dicafe tersebut karena belum waktunya berbuka.

“ Ya, memang itu salah satu faktornya -___-“

“ Trus gimana dong!?”

“ Literature kita kurang lengkap. harus beli buku atau sumber baru buat ngerjain soal-soal lo ini..”

“ Hmm.. yaudah gue ketoko buku dulu deh.”

“ Eh, gue aja deh yang ke toko buku!”

“ Serius?? lo tau denah mal ini?”

“ Jangan remehin gue deh, mana uangnya? sini gue beli!” Yoona berdiri kemudian sisiran sebentar.

“ Haha, ketahuan lo sekalian mau ngeceng ya..” goda So Eun sambil menaruh uang 50 ribuan diatas meja.

“ Ah, tau aja lo. yaudah gue ke toko buku dulu ya!” Yoona mengambil uangnya kemudian keluar dari café J.Co.

“ La..la..la..” Gikwang berjalan riang mengitari mal, tangannya sudah memegang dua kantong belanjaan.

Tiba-tiba ia berjalan mundur, ketika ia melihat seorang gadis masuk kedalam sebuah toko buku.

 

“ Itu kan? noonaku tercinta *_*” gumamnya lebay.

Karena penasaran, ia pun ikut memasuki toko buku tersebut.

 

“…ngapain dia kesini? sejak kapan dia rajin baca buku??” Gikwang terus bertanya-tanya dalam hatinya, perlahan ia bersembunyi dari rak ke rak agar ia terus bisa mengamati Yoona.

 

“ Nah, ini dia.” Yoona pun menemukan buku yang dianggapnya lengkap, ia pun segera ke kasir dan membayarnya.

Gikwang terus mengikuti gadis itu secara sembunyi-sembunyi.

 

Hingga..

Sekeluarnya Yoona dari toko buku tersebut, gadis itu tiba-tiba merasa linglung.

 

“ Haduh.. gue lupa J.Co ada disebelah mana ya? :(“ desahnya panik, ia mengeluarkan hpnya untuk menghubungi So Eun, namun ternyata baterainya habis.

 

“ Hahaha :D, masa J.Co dimana aja gak tau! hahahaha :D” Gikwang menertawakan Yoona dalam persembunyiannya.

 

Jinki sudah selesai berbelanja, ia langsung menuju café J.Co untuk menemui adiknya yang ia pikir sudah ada disana, tangannya repot membawa tiga kantong, dua kantong celana dan satu kantong kotak sendal berwarna pink yang sukses membuatnya diperhatikan banyak orang.

 

“ Waduh, penuh banget ni.. orang udah pada mau buka puasa.” Jinki bingung melihat banyaknya orang di café, membuatnya kesulitan mencari adiknya.

“…eh, itu So Eun kan? ngapain dia disini?” Jinki melihat sesosok gadis duduk sendirian didekat jendela café.

Ia tersenyum jahil, kemudian menghampiri So Eun dan dengan watadosnya ia duduk didepan gadis itu.

 

“ Eh Yoon, mana buk.. eh?? JINKI!?” So Eun terkejut karena ternyata Jinki yang ada didepannya.

“ Ngapain lo ke mal ini? ikut-ikutan aja.” kata Jinki jahil.

“ Ye! enak aja, orang gue kesini sama Yoona ngabuburit sambil ngerjain ini nih!”

“ Udah sampe mana kerjaan lo?” Jinki meraih lembaran tugas yang dikerjakan So Eun, setelah melihat sekilas, ia geleng-geleng kepala.

“…hampir semuanya salah. ckckck. lo cantik tapi bego ya :p” ledek Jinki.

“ Heh! maksud lo!?” So Eun protes, ia hendak meraih lembaran tugasnya kembali namun Jinki menjauhkannya.

“ Ntar! ada sesuatu..” Jinki tiba-tiba mengeluarkan dua gumpal kertas dari saku celananya, membuat So Eun heran dan bertanya-tanya.

Terlihat Jinki sedang membandingkan tulisan di lembar tugas So Eun dengan tulisan di dua kertas yang dipegangnya.

“…astaghfirullah, gak.. gak mungkin. aih..” Jinki melirik So Eun gugup.

“ Kenapa sih??! apa itu??” So Eun penasaran.

“ Kertas ini kertas surat dari secret admirer gue, dan yang ini kertas dari Kak Yesung. tulisannya sama dengan tulisan……” belum selesai Jinki menyelesaikan kata-katanya, So Eun depresi mendadak.

“ HAH!!! APA???!! APA!!?? ITU.. ADUH ITU ANUUU..” So Eun kelabakan luar biasa.

“ Sso.. gue gak nyangka ternyata selama ini lo menyimpan pera…..”

“ Issshh!! Jinki lo salah paham! beneran lo salah paham!!!”

Jinki tersenyum penuh kemenangan melihat So Eun yang salah tingkah.

“ Jujur aja Sso..” kata Jinki licik, ia merasa menang karena berhasil membuat So Eun suka padanya.

“ Iiih!! lo gak percaya sama gue yah!! itu tuh.. itu.. itu anu..”

Jinki mencibir, tanda tak mau mendengar penjelasan So Eun lagi.

“…aaaahh!!!” So Eun yang sudah malu berat langsung membereskan buku-bukunya, mengambil tasnya kemudian langsung berjalan cepat keluar dari café.

 

“ SO EUN!!! tunggu!!! yah, kok marah sih!!??” Jinki berusaha mengejar So Eun namun gadis itu sudah keburu masuk lift.

 

 

“ Hiks.. J.Co dimana sih?” Yoona pusing mengitari mal, ia tak juga menemukan dimana café donat itu. Ingin bertanya, ia gengsi. sudah berdandan senecis itu masa’ harus bertanya dimana café donat itu berada, ia tak mau dianggap kampungan *lagi genting tetep aja gengsi -_-*.

Ia pun akhirnya nangkring sejenak di balkon lantai 3, kakinya sudah pegal.

“…hhh, sudah jam 7. ntar lagi buka.. aku makan apa nih??” Yoona kebingungan lagi, ia menatap food court dilantai 2 dari balkon, namun ternyata tempat itu penuh sekali.

 

Ngiunng.. ngiuuung (?)

Sirine tanda berbuka puasa sudah terdengar, tak lama disusul suara bedug dan adzan kemudian.

 

Yoona semakin panik, ia tak punya apa-apa untuk membatalkan puasanya, ia pun memutuskan untuk mencari minuman dimana saja yang penting dapat (?)

Namun ketika ia hendak melangkah, sebongkah (?) roti bun dan teh kotak disodorkan didepan matanya.

Gadis itu menoleh kearah sodoran (?) tersebut *kacau amat bahasa lo author -_- #jitakpalasendiri*

 

“ Gikwang???” Yoona terkejut ketika melihat siapa manusia (?) yang memberikannya makanan.

“ Makan dan minum itu, cepat batalkan puasamu.” katanya santai dengan mulut penuh roti, ia pun ikutan nangkring di balkon.

“ Tapi bagaimana bisa kau…”

“ Batalkan puasamu, noona.”

Yoona pun meminum teh kotak dari Gikwang kemudian memakan rotinya.

“ Mengapa kau kesini??” tanya Yoona tak sabaran meski mulutnya penuh roti.

“ Aku dengan Kak Jinki kesini, tapi kami mencar. dan aku menemukan noona, ya sudah aku putuskan untuk menjagamu secara sembunyi-sembunyi^^” jawab Gikwang manis.

Yoona tertunduk malu.

“…masa J.Co aja gak tau dimana? noona..noona..kau parah sekali -_-“ ledek Gikwang.

“ Heh, aku cuma lupa!” Yoona ngeles sambil mencubit lengan Gikwang.

“ Mau aku tunjukkan??”

“ Iyah! iyah!!”

“ Balikan dulu yuk^^”

“ Enak aja lo!!!” Yoona memalingkan wajahnya hingga ia kejedot tiang -____-

“ Sebenarnya kita masih jadian atau udah putus sih?? sejak insiden pegang jidat itu noona gak pernah ngehubungin aku lagi..“

Yoona diam saja.

“ Noona..”

“ Apa sih?? ah, sudahlah. hm, terimakasih kau sudah menolongku. aku harus nyari J.Co! kasian So Eun nungguin.” Yoona pun berjalan cepat meninggalkan Gikwang.

 

 

“ Loh? So Eun mana?” setelah akhirnya menemukan letak café J.Co, ia malah kebingungan karena So Eun tak ada ditempat.

“ Dia pulang.” jawab Jinki yang terduduk lemas dibangku café.

“ Kenapa!? lo apain dia!!??”

“ Gue gak ngapa-ngapain..”

“ Ah, bohong lo!”

“ Pulang bersamaku saja noona.” Gikwang tiba-tiba nongol lagi karena ia masih ngikutin Yoona.

“ Bertiga di motor?? o.O” Jinki kaget karena adiknya ngajak Yoona.

“ Ye, enggaklah! ehm..” Gikwang perlahan mendekati Jinki dan..

“…aha!!dapet! ayo pulang!!!” Gikwang merampas kunci motor yang dipegang Jinki, kemudian menarik Yoona keluar dari café secepat kilat.

 

“ Yaaaa!!! adek kurang asem lo!! awas looooo!!!” Jinki ngamuk.

 

 

 

 

“ Issshhh!! Kakak jahat!! gue benci sama lo!! gue benci sama looooo!!!” So Eun terus melayangkan bantal kursi kearah Yesung tanpa ampun, sesekali ia menjitak kepala besar kakaknya itu dengan sadis. Yesung terus berkelit dan hanya tertawa-tawa melihat adiknya depresi.

“ Nyantai! nyantai! gue tanya lo sekarang, lo lega kan Jinki udah tau perasaan lo?? seharusnya lo berterimakasih sama gue.” ucap Yesung halus.

So Eun terdiam, mencerna perkataan kakaknya. Ada benarnya juga.

“ Iya, aku lega. tapi MALU!!!” sekali lagi So Eun ngebabuk (?) kakaknya dengan bantal.

“ Kenapa malu? perasaan gak bisa dibohongin kan? udahlah..”

“ Ih! kakak jahaaattt!!” mata So Eun berkaca-kaca, ia berlari kekamarnya kemudian menangis.

Melihat itu Yesung malah tertawa, tak merasa bersalah sama sekali.

 

 

Keesokan harinya, takol 15.00 *sore* (mian author singkat aja yah soalnya author juga bingung -_- #gigitjari)

 

Keluarga Kim nampak sibuk mindahin meja, kursi, menata kue kering, mengangkat dus minuman dan lain-lain untuk mempersiapkan open house untuk lebaran besok. Terlihat juga Siwon, Minho, Kim Bum, dan Yesung disana. So Eun sama sekali tidak kelihatan dari pagi, dan hal itu membuat Jinki merasa bersalah.

 

“ Jinki!” Kim Bum yang sedang ngangkatin dus melihat Jinki duduk didepan rumah, ia langsung memanggil Jinki.

“ Apa kak?” Jinki menghampirinya.

“ Haha, kau lupa? ini. aku sudah betulkan.” Kim Bum memperlihatkan perekam suaranya.

“ Beneran?? wah, makasih banyak Mas!” Jinki hendak meraih perekam itu, namun dijauhkan Kim Bum.

“ Salam gue ke So Eun udah disampein belom??” tanya Kim Bum.

Jinki kebingungan, “ Em.. a.. s.. sudah kok!”

“ Betul? lalu apa katanya??”

“ Katanyaaa.. em, waalaikum salam!”

“ Bagus bagus.. kamu baik deh^^. Ya sudah, ini perekamnya, salam lagi ya buat So Eun. tolong sampein.” Kim Bum menyerahkan perekam suaranya sembari mengacak-acak rambut Jinki.

Jinki hanya nyengir, kemudian menunduk pamitan, lalu berlari sekencang-kencangnya masuk rumah menuju kekamar Gikwang.

 

“ KWANG! KWANG! Buang kotak McD gue! buaaang!” Jinki langsung nyari-nyari kotak bekas McDnya yang masih disimpan Gikwang.

“ Apaan?” Gikwang yang sedang ngelamunin Yoona terkejut karena Jinki datang tiba-tiba.

“ Nih! makan nih! udah bener tuh!” Jinki menyerahkan perekamnya kepada Gikwang.

“ Hah? udah bagus??” Gikwang berbinar, ia langsung mengetes perekam tersebut, dan suaranya yang memalukan saat mengaku mencuri sendal Siwon itu terdengar.

“ Mana kotak McD gue?!! buang sekarang!!!”

 

“ Kotak McD?? ini maksudnya??” tiba-tiba Ustad Leeteuk nongol diambang pintu sambil memamerkan (?) kotak bekas McD didepan Jinki.

 

“ M.. masyallah!! kenapa bisa sampe ditangan appa?” Jinki terkejut bukan main, ia nyaris pingsan saking takutnya.

“ Hah?? m.. mana gue tau! gue aja baru selesai mandi.” jawab Gikwang ikutan kaget.

“ Tadi umma membereskan kamar Gikwang dan menemukan ini!” jawab Ustad Leeteuk.

Jinki menunduk, merasa bersalah. Sementara Gikwang kasihan dengan kakaknya, ia merasa teledor karena menaruh rongsokan rahasia itu disembarang tempat.

 

“ Jinki.. Jinki. untung gak ketahuan Nyonya Kim. Kalau dia tahu, makin hancur reputasi appa!” kata ustad Leeteuk menahan emosinya.

“ M.. maaf Pa, maaf :’(“

“ Kamu dihukum!”

“ Hukum?? hukum apa??”

“ Nanti malam kau harus ikut takbiran keliling!”

“ Hah? t.. tapi Jinki mau ngebantuin umma masak ayam..”

“ Mau bantu apa?? bantu masak apa bantu makan? gak perlu! pokoknya kamu takbiran keliling nanti malam. biar Taemin yang ngebantu umma” ustad Leeteuk pun berlalu karena tak mau Jinki membantahnya lagi.

 

“ Kak..” Gikwang merasa bersalah.

Jinki hanya tersenyum getir, menepuk bahu Gikwang kemudian berdiri keluar kamar adiknya itu.

*Jinki galau -_-*

 

——————————

 

“ Noona.. ntar takbiran keluar gak?” dengan pedenya Gikwang meng-sms Yoona.

“ KENAPA EMANG?” balas Yoona *capsnya jebol lagi –‘*

“ Ketemuan yuk, ada yg mau aku tnjukin.”

“ HAH? DIMANA? JGN DITEMPAT SEPI ENTAR JADI PITNAH”

“ Di Kyu.net!”

“ KOK DISITU?”

“ Ada deh, pokoknya disitu. aku tunggu jam setengah delapan, kalo gak dateng noona aku jemput :P”

“ IYA IYA DEH”

 

“ Yes! hahahaha! selangkah lagi Yoona bakal balik lagi ke pelukan gue!” Gikwang loncat-loncat diatas tempat tidurnya, namun terhenti ketika Taemin nongol diambang pintu dengan mata belo karena heran melihat tingkahnya.

“…eh, si cantik. ada apa de?” sambut Gikwang.

“ Jangan panggil aku cantik! aku ganteng kak!” Taemin protes.

“ Gak salah nih?? o.O”

“ Iye! eh, Taem kesini mau minta gel rambut… biar rambut Taem bisa jabrik gitu..” Taemin ngobrak ngabrik meja Gikwang.

Melihat itu, mulut Gikwang menganga lebar. Tak percaya sikap adiknya berubah seperti ini.

“…kak, Taem ganti nama fb loh!” Taemin pamer.

“ Ganti apa??” Gikwang penasaran.

“ Nih, keren kan???” Taemin menunjukkan nama fbnya yang baru dari ponselnya.

“ o.O???”

 

—-

 

Takol 19.30

 

Suara takbir mulai berkumandang dari masjid. Dirumah keluarga Lee, Ustad Leeteuk dan Taemin tengah sibuk membereskan rumah agar hari lebaran esok rumahnya bersih, Bu Taeyeon sedang memasak ketupat dan ayam itu makan besok, Gikwang baru saja pergi dengan sepedanya ke Kyu.net tanpa sepengetahuan orang-orang rumah *ngabur*, sementara Jinki…

 

Pemuda itu masih didepan kaca, membenarkan sarung dan pecinya, kemudian mengecek kancing baju kokonya memastikan sudah terpasang semua.

Malam ini ia harus takbiran keliling komplek bersama Siwon cs.

Saat ia baru saja hendak keluar, ia menatap kantong belanjaan berwarna pink yang terletak disamping tempat tidurnya.

Sendal.

Ia meraih kantong tersebut, memasukkan kantong tersebut secara paksa kedalam bajunya, kemudian keluar kamar dan segera pergi dari rumah.

 

 

“ So Eun, sampe kapan kamu marah sama kakakmu yang ganteng tenan ini??”

Yesung menggedor-gedor pintu kamar adiknya. Seharian ia diabaikan oleh So Eun saking marahnya adiknya itu kepadanya.

“ Pergi sana lo ah!” jawab So Eun dari dalam kamarnya dengan nada kesal.

“ So Eun.. ayolah keluar. ini mau lebaran masa’ marah sama kakak?”

“ Sapa suruh lo bongkar rahasia gue!”

“ Kakak minta maaf soal itu.. ayolah keluar. kakak mau jalan-jalan keliling komplek nih. ikut yuk.”

So Eun pun membuka pintu kamarnya, ia ingin ikut dengan Yesung meskipun  masih jual mahal.

 

 

“ Assalamualaikum..” Yoona membuka pintu Kyu.net.

“ Waalaikumsalam!” Gikwang menyambutnya dengan suka cita.

“ To the point aja deh, ada apa lo ngajak gue ketemuan disini?”

“ Iya, ada apa lo ngajakin Yoona ketemuan diwarnet gue?” tanya Bang Kyuhyun yang sejak tadi juga bingung.

“ Haha.. sabar. aku cuma mau nunjukin ini!” Gikwang mengeluarkan sebuah perekam suara dari saku bajunya, kemudian memencet tombol paling besar dari perekam tersebut.

Terdengarlah suara babo Gikwang ketika ia mengaku mencuri sendal Siwon.

Mulut Bang Kyuhyun dan Yoona menganga lebar.

 

“ Bagaimana?” Gikwang tersenyum bangga.

Bang Kyuhyun menggigit bibirnya, ia menyesal luar biasa karena telah menantang Gikwang. Sementara Yoona? tatapannya kearah Gikwang kini menjadi lain, tatapannya sekarang berubah menjadi tatapan benci alias benar-benar cinta *ea ea eaaaa 😀 :D, bisa aja lu author! #namparpipisendiri*

 

“ B.. bagaimana bisa kau.. itu kan perekam r.. rus..” kata Bang Kyuhyun dengan wajah pucatnya.

“ Meskipun ini rusak, apapun kulakukan asal perekam ini bener. demi cintaku pada Yoona noona.” jawab Gikwang serius, sampai-sampai pengunjung Kyu.net bersuit-suit hingga keselek.

Yoona menunduk, sesekali melirik Gikwang. Ia merasa bersalah karena kelewat sadis terhadap lelaki yang umurnya setahun dibawahnya ini, sampai-sampai pernah membuat lelaki ini sakit karena memikirkannya. ia mengingat segala kebaikan yang telah dilakukan lelaki ini padanya, apalagi saat di mal kemarin, jika tak ada lelaki polos ini, mungkin ia akan kelaparan dan pulang jalan kaki.

 

“ G.. Gikwang :’(“ mata Yoona seketika berkaca-kaca.

“ Kau kenapa noona?” Gikwang terkejut melihat noonanya menangis.

“ Hiks.. huaaaa!!!” Yoona menghambur (?), memeluk Gikwang seketika seakan ia lupa ini bulan apa *bulan puasa Yoon.. peluk lebih erat lagi #plak!!salah!!salaaaahhhh!!!*

 

 

“ Kakak mau jemput Mas Kim Bum?? ah, aku turun disini aja deh!” So Eun meminta turun dari motor karena ia tahu Yesung mau menjemput Kim Bum.

“ Loh? kenapa emang?” Yesung heran.

“ Ah, kakak kayak gak tau aja aku sama dia kayak gimana.”

“ Gampang, ntar kakak bilang aja kamu udah pacaran sama Jinki :p”

“ Mulai ya lo!”

“ Eh.. ngga, ngga.. yaudah turun aja disini, ntar kakak jemput lagi.”

So Eun pun turun didepan sebuah warung bandrek, Yesung pergi meninggalkannya sejenak.

 

Ketika baru saja gadis itu ingin minum bandrek, ia melihat sesosok lelaki muncul dari belokan, bayangan lelaki itu terlihat jelas diaspal karena terpantul oleh lampu jalan.

“ Jinki?” tebak So Eun, ia langsung salah tingkah. Ingin pergi, namun ia sudah terlanjur memesan bandrek dan tidak bisa meninggalkan tempat itu. Ia pun memilih untuk menyamarkan wajahnya dibalik pashmina yang ia kenakan.

 

“ Bandreknya satu bang!” lelaki itu ternyata menghampiri tempat yang ia duduki dan ikut memesan bandrek.

“ Ck! mampus gue!” desah So Eun.

“ So Eun?” lelaki itu melihatnya.

“ Aih.. a.. apa!?” So Eun terpaksa memperlihatkan wajahnya.

“ Ikut takbiran? kau sendirian??”

“ Banyak tanya.”

“ Hmm.. kau marah padaku ya?”

“ Kita kan musuh, tidak aneh kan jika aku marah padamu?”

“ Bisa aja ngelesnya -_-“

“ Ngapain lo disini?”

“ Minum lah. gak boleh?”

So Eun manyun.

“ Kau kenapa? seharian gak keliatan. mata sampe bengkak gitu, nangisin siapa? gue ya?” kata Jinki lagi.

“ Ah, bawel lo!” So Eun malas menanggapi.

“ Aku disuruh appa untuk takbiran keliling, tapi aku gak ngeliat Mas Siwon cs daritadi. kayaknya aku main petasan aja ah. mau ikut?” ajak Jinki.

So Eun menatap lelaki itu, kemudian tersenyum tipis.

“ Bang, bandreknya dibawa pergi yah, ntar dikembaliin kok gelasnya!” Jinki menerima bandrek pesanannya dan So Eun, kemudian mengajak gadis itu berjalan menuju bawah pohon tempat biasa mereka bermain petasan.

 

“ Kalau inget petasan, gue jadi inget sendal lo yang kebakar. maafin gue yah.” kata Jinki.

“ Ah, iya gak apa-apa.. lupain aja soal sendal itu..” jawab So Eun.

“ Tapi.. aku gak bisa Sso. ini, aku belikan yang baru untukmu, walaupun kau punya sendal cadangan.” Jinki menyerahkan kantong berwarna pink itu kedepan mata So Eun dengan tulus.

“ Hah?? y.. yang benar saja? tidak usah Jinki.. aku sudah ikhlas kok dengan sendal yang kebakar itu!” So Eun menolak dengan halus *kalo nolak mending sendalnya buat author–‘*

“ Ayolah Sso, terimalah! kalo kamu gak nerima, mau dikemanain sendal ini? aku kasih ke Taemin mana mungkin, sekarang dia udah jadi cowok tulen.”

So Eun pun menerimanya.

“ Lebaran besok dipake ya, mudah-mudahan gak kekecilan atau kebesaran. soalnya aku ngira-ngira aja beli sendal itu..” kata Jinki.

“ Makasih banyak yah, gak nyangka lo sebaik ini..”

Suasana hening sejenak, hanya derap langkah kaki mereka yang terdengar berpaduan dengan suara jangkrik.

“ Aku minta maaf soal kejadian di mal itu.. aku tidak bermaksud mempermalukanmu..” Jinki memulai pembicaraan lagi sembari meneguk bandreknya.

So Eun menundukkan kepalanya, ia merasa malu. Wajahnya mulai memerah.

 

“ Kalaupun memang pengirim ayam itu kau, dan kertas diary dari kak Yesung itu memang punyamu, aku…..” Jinki menggantungkan omongannya karena melihat So Eun gelisah dan salah tingkah, bahkan So Eun kini berjalan lebih cepat didepannya.

 

“…terimakasih Sso, ternyata cintaku gak bertepuk sebelah tangan.” ia melanjutkan kata-katanya dengan sukses, meskipun dahinya sudah bercucuran peluh dingin karena grogi.

 

So Eun menghentikan langkahnya, nyaris tersedak oleh bandrek yang sedang ia teguk. Ia menoleh sejenak kearah Jinki, lalu menunduk karena malu luar biasa.

 

“ T.. terimakasih apa?” So Eun berdesis pelan, namun terdengar oleh Jinki.

“ Terimakasih karena kau juga ternyata menyukaiku. kita sama-sama suka, right?” jawab Jinki yang mulai santai.

“ Jinki.. kau menyiksaku..” desah So Eun yang sudah kebelet saking malunya.

“ Kau kenapa?” Jinki memalingkan wajah So Eun agar menatap wajahnya.

So Eun menunduk, tak tahan melihat Jinki, pipinya merah.

“…pipimu kayak habis ditampar orang, hahahahaha :D!” Jinki tertawa.

So Eun hanya tertawa kecil.

 

“…kau tahu? mas Kim Bum menitip salam untukmu lewat aku, dan aku keberatan menyampaikannya.. tapi aku lega setelah aku tahu ternyata kau menyukaiku. jadi aku tidak perlu khawatir.” Jinki bicara lagi.

Kali ini So Eun memberanikan diri menatap Jinki, ia bertanya-tanya dalam hatinya apakah urat malu Jinki sudah putus sampai-sampai mengatakan hal itu tanpa perasaan gugup sama sekali.

“…kenapa memperhatikanku seperti itu? aku terlalu tampan ya?” Jinki nyeleneh kegeeran.

“ Ah, dasar..” So Eun tersenyum.

“ Kau tidak membenciku lagi kan?”

So Eun menggeleng.

“ Kalau begitu..”

“ Apa, Jinki??”

“ Kita sudah bisa mengalahkan Gikwang dan Yoona!” Jinki tersenyum lebar, kemudian menggandeng tangan So Eun.

“…ayo kita rayakan persatuan kita dibawah pohon! aku beli banyak petasan loh!” dengan semangat Jinki menarik So Eun agar mereka cepat sampai di bawah pohon.

So Eun tertawa bahagia. Jika ia bisa, ia ingin berteriak ditelinga author saking senangnya *mau happy ending pun tetep aja author jadi korban -_-*

 

 

Im Yoona pngen ngebakarKyuNet aku janji gak bakalan sadis lagi, aku janji gak akan ngecewain kamu lagi. kamu satu-satunya cowok yang rela berkorban demi aku.. aku nyesel banget pernah ngerjain kamu, aku kira kamu nyerah, taunya kamu berjuang buat aku T.T, makasih.. :’) @ Gikwang jadi sii maniakgamegaragarabangKyuhyun

 

Yoona memperbarui status facebooknya sepulang takbiran, air matanya bercucuran karena terharu (?)

 

17 like  2 comment

 

Gikwang jadi sii maniakgamegaragarabangKyuhyun Noona gak perlu minta maaf, justru aku yg minta mf krna udah bnyk ngecewain dan ngebohongin Noona..^^

 

Cho Kyuhyun Evilyanggakdiiketpasbulanpuasa Iya iya deh yg udah balikan dimalam takbiran . Eh woy, ganti tu nama fb, kok berhubungan dgn gue semua -____-

 

Yoona pun membalas komentar mereka.

Im Yoona pngen ngebakarKyuNet Gikwang jadi sii maniakgamegaragarabangKyuhyun Tapi tetep aja aku merasa bersalah 😦 . Aku baru sadar kamu baik bgt ^^ @ Cho Kyuhyun Evilyanggakdiiketpasbulanpuasa Nama fb? oh.. nama fb gw gak bs diganti lg bang :p

 

Gikwang jadi sii maniakgamegaragarabangKyuhyun Im Yoona pngen ngebakarKyuNet Udah ya noona kt saling maafan aja, minal aidin wal faizin Noona^^ @ Cho Kyuhyun Evilyanggakdiiketpasbulanpuasa Iya ntar aku ganti deh nama fbnya. krna mulai hari ini aku gak akn rajin2 main game lg.. biar noonaku gak kecewa lg :’), soal tantangan dari abang lupain aja, aku gak mau abang rugi aku main sebulan tanpa bayar 🙂

 

Cho Kyuhyun Evilyanggakdiiketpasbulanpuasa Im Yoona pngen ngebakarKyuNet Oh gitu ya.. iya deh, tp awas aja kalo lo bakar warnet gw beneran -_- @ Gikwang jadi sii maniakgamegaragarabangKyuhyun Beneran??? huef.. syukurlah. pdhl aku udh pucet td, aku kira kmu seneng krna bs main diwarnetku gratis slama sebulan

 

Kim So Eun bukannlah mi Soun Cie yg udah balikan :D, selamat ya Yoong 😀

 

Leejinki gakbisahiduptanpaAyam Malam takbiran pada akur gini dong, kan enak^^

 

Im Yoona pngen ngebakar KyuNet Iya gini donk, pada akur semua :D. Eh, @ Leejinki gakbisahiduptanpaAyam dan @ Kim So Eun bukannlah mi Soun dateng kok barengan, daritadi kemana? gak keliatan takbiran.. #curiga

 

Gikwang jadi sii maniakgamegaragarabangKyuhyun Im Yoona pngen ngebakar KyuNet Kayaknya ada yg baru jadian nih :/ #nunjuknunjukKakJinkidanKakSoEun

 

Cho Kyuhyun Evilyanggakdiiketpasbulanpuasa Cieeee yg ketemuan diwarung bandrekk!!!!! gue dikasi tau tukang bandrek nih katanya ada yg pacaran 😛 :P#tukangbandreknyaember

 

Taemin lelakisejatigaksukadipanggilMinnie Aku ketinggalan berita -_-. Bilangin ke appa dan umma ahh.. #embernyakumat

 

Yesung anakpalingbaikdikeluargaKim Tuh kan, kemaren ngebabuk gue habis2an taunya jadian juga, dasar mi Soun.

 

Siwonmendapatkansendalnyakembali Wah ada yg jadian dan balikan dimalam takbiran. semoga jadi berkah^^ #khotbahmendadak(?)

 

Kim Sang Bum sedangpatahhati Selamat ya -____- #nyesek

 

Choi Minho Hihihi, yang baru jadian dan baru balikan besok amplopnya aku tambahin 50 ribu ah.. tapi bilang ke Nyonya Kim dulu 😀

 

Leejinki gakbisahiduptanpaAyam Gawat, keadaan tidak aman, kabur yuk Sso, daripada jadi bulan-bulanan (?) -_-

 

Kim So Eun bukannlah mi Soun Iya deh.. kabur ahh (-_-‘)

 

Citra Pertiwi Putri Kwkwkw. Author nongol, siapa yang baru jadian? Siapa yang baru balikan? Berterimakasihlah pada author.. ayo traktir author, besok jangan lupa amplopnya yaa 😀

 

Im Yoona pngen ngebakar KyuNet siapa lo ngomen2 status gue??

 

Gikwang jadi sii maniakgamegaragarabangKyuhyun Iya, siapa loh? Author siapa? Gak kenal :p

 

Leejinki gakbisahiduptanpaAyam Iya nih, ganggu aja. Nyosor minta ditraktir lagi, kenal aja kagak :p

 

Kim So Eun bukannlah mi Soun Ngaku2 jadi author, huuu.. Yoona, remove aja dari pertemanan 😛

 

Im Yoona pngen ngebakar KyuNet Oke ini mau gue remove

 

Citra Pertiwi Putri Jahat ya lo semua T.T #authornangisdipojokan

 

 

 

*TAMAT*

 

Hahahahahahaha, selesai sudah FF gaje saya..

Bagaimana? Gantungkah kisahnya? Atau makin gaje??

Yah, apapun kesan kalian terhadap FF ini, harap TINGGALKAN JEJAK!!

🙂

 

Tambahan dari yang mempublish (Han Jeong Jin a.k.a chiaki)

Aku rasa sebenernya aku vacuum dari dunia per FF an , dan enggak jadi author di FFi , karena aku sekarang udah jarang banget nulis FF , bukan karena males (yah kadang kadang sih iya hehehe^^v) tapi aku jarang ada waktu luang , dan akhirnya banyak hal yang akhirnya terbengkalai , mungkin banyak yang nanya (??) kenapa FF nya enggak dilanjutin ? well , sebenernya sih aku udah ada lanjutan beberapa part hanya saja aku jarang bisa publish.

 

Sebenernya ini curhat an gaje , dibaca bagus enggak juga ora opo

 

97 responses to “[FREELANCE] OUR STORY IN RAMADHAN – 5(2) –> END

  1. Pingback: OUR STORY IN RAMADHAN SEASON 2 [Part 4A : Antara Aku, Cukluk, dan Pesbuk] | FFindo·

  2. Baru baca OSIR setelah di post season 2part 4 XD
    Somplak semua nih tokoh nya, ngakak sambil geleng2 kepala baca nya :”D
    Lanjut baca summary nya ya citra ^_^

  3. Pingback: OUR STORY IN RAMADHAN SEASON 2 [ Part 4B : Antara Aku, Cukluk, dan Pesbuk ] | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s