My Fat & Game Chp. 1

Author: Kidneypea

Rating: General

Genre: Romance, School Life.

Main Cast:

– Joo Jihyun (OC)

– Park Sang Mi (OC)

– Cho Kyuhyun (SUJU)

(Cast tambahan terdapat di dalam kemasan 😉 so check it out)

Poster: Cutepixie@wordpress.com

read first: PROLOG

***

Sejak 2 bulan itu, Junhyung tak kunjung membalas chatku! Aku mulai jarang memainkan game, karena aku takut terjadi hal yang sama—bisa dibilang trauma. Oh iya, sekarang berat badanku cukup berkurang, hm.. sekarang jadi 82kg! Masih bulat ya? Hehe. Dulu, aku belum memakai kacamata seperti sekarang (hanya untuk membaca sih).. rambutku panjang dan lebih sering kukepang dua.

Setelah ditinggal Junhyung 2 bulan lalu, aku mendapat teman baru.. sayangnya laki-laki juga, karena di game ini jarang sekali perempuan yang main. Aku memanggilnya Evil, lucu ya? Dia yang meminta lho! Dia memanggilku JH. Awalnya, kita berada di tempat dungeon yang sama, lalu dia kehabisan potion, aku memberinya. Lalu kuberi ‘tips ala JH’.. kamipun menjadi dekat.

EvilGyu         : Hey JH!

          circleJJH       : Ada apa Evil?

          EvilGyu         : Aku penasaran akan wujudmu

          circleJJH       : Mwo? Wae?

          EvilGyu         : Kau sangat asyik! Jarang sekali ada perempuan yang tertarik akan game~ Kau juga mengerti banyak, aku ingin melihat wujud aslimu!

          EvilGyu         : Bagaimana kalau kita bertemu?

Yang kutakutkan terjadi.. Aku harus beralasan apa? Aku takut membuat Evil kecewa, oh tuhan.. tolong aku!!

circleJJH       : Mian Evil, aku sedang sibuk minggu ini 😦

Kuharap ia mengerti..

EvilGyu         : Gwenchanayo, tidak harus minggu ini~ kita bisa mengatur waktu kapan kau bisa

circleJJH       : Ne, aku off ya! See ya later..

Oh tuhan, bagaimana ini? aku tidak bisa selamanya seperti ini.. apa aku deactived saja ID-ku? Ah, tidak! Sudah susah payah aku memainkan game ini sampai level tinggi~ Aku harus memikirkan alasan.. Ya! Alasan..

***

          “Ah! Memang kau tahu apa tentang artis di negaramu ini, Jihyun-ah?” tanya Sang Mi—Park Sang Mi, dia sahabatku sejak SMP, dia sangat baik dan tidak pandang bulu! Aku senang berada didekatnya walaupun ada rasa minder karena selalu dikatai angka ‘10’ bila aku jalan bareng dia. Dia juga yang bilang bahwa aku ini baik dan polos, tapi kenyataannya kadang ia benci sifatku yang itu..

“Aku tahu, walaupun sedikit..” jawabku lirih. Sang Mi hanya menggelengkan kepala.

“Kau tahu Super Junior?” tanya Sang Mi lagi. Kali ini senyumku mengembang.

“Tentu saja tahu!”

“Sebutkan semua nama membernya dalam 15detik” kali ini senyum Sang Mi yang mengembang, sementara aku..

“Hm… Heechul.. Hm… Ng.. Ddangkoma?” aku menjawab apapun yang Sang Mi sering bicarakan kepada adikku, dan.. aku hanya hapal segitu.. memori otakku tidak sebanyak Sang Mi yang bisa menyimpan semua biodata artis-artis korea yang super tidak penting itu, kalau pelajaran oke-oke sajalah. Ngomong-ngomong, aneh sekali ya namanya Ddangkoma~

“Hahahahahahaaa!!!” Sang Mi tertawa lepas—tertawa yang menertawakanku. Oke, aku akui hanya 2 yang kutahu dari semua member Super Junior, dan lihat tadi? 15detik sepertinya tak cukup untukku.

“Ddangkoma itu bukan member Super Junior, Jihyun-ah~!” sahut Sang Mi sambil menyisakan tawa kecil—ditujukan buatku tentunya.

“Salah ya?” ucapku malu—malu semalu malunya.

“Sudahlah, kau memang tak berbakat menjadi fangirl” Sang Mi berjalan meninggalkanku. Lalu, tak lama kemudian Sang Mi berbalik dan menatapku..

“Oh iya Jihyun-ah! Aku menawarkan part-time job untukmu, kau mau tidak?” tawar Sang Mi.

“Aku memberimu waktu untuk berpikir, kalau mau telpon aku saja ya?” Sang Mi benar-benar pergi.

***

Ketika berjalan ke arah rumah, tiba-tiba aku memiliki perasaan sedikit tidak enak, ada apa ini? pada saat aku sampai, aku tidak mendengar suara Hyomin yang sedang berteriak histeris gara-gara idolanya itu. Akhirnya aku pun membuka gagang pintu perlahan, dan mendapati Appa dan Eomma sedang diruang tamu.

“Aku pulang.. Appa, Eomma!” sahutku pelan. Mereka memberi intsruksi padaku untuk duduk di kursi kosong yang tersedia, aku menghempaskan pantatku pada kursi kayu di ruang tamu.

“Jihyun-ah, Appa dan Eomma tahu sekarang kau sudah dewasa, bisa menjaga diri dan adikmu” kata Appa dengan mimik serius—menatapku tajam.

“Sebenarnya ada apa, Appa.. Eomma?” pertanyaanku yang daritadi ingin keluar dari benakku akhirnya tersampaikan, aku sangat penasaran ada apa ini sebenarnya!

“Eomma dan Appa akan pergi ke China untuk urusan pekerjaan..” Eomma menatap Appa lalu menunduk, airmata beliau sepertinya ingin tumpah.

“Tapi, untuk apa?”

“Keuangan kita sedang sekarat, Jihyun-ah! Appa dan Eomma ditugaskan di China sementara ini” Appa kembali menatap tajam kearah-ku. Ooh! Aku mengerti maksud tatapannya itu..

“Jadi, Appa dan Eomma memintaku untuk menjaga rumah?” aku membuka mulut, dan langsung diberi anggukan oleh Eomma, tapi tidak oleh Appa.

“Tidak hanya rumah yang kau jaga! Hyomin dan dirimu sendiri” jawab Appa sedikit ketus—sempat membuatku bergidik.

“Lalu…”

“Ini uang tabungan Appa dan Eomma untuk keperluanmu dan Hyomin selama kami pergi—mungkin tidak terlalu banyak, tapi sepertinya cukup untuk kalian” Eomma memberiku sebuah amplop kertas berwarna coklat—tidak tebal. Aku pun membuka amplop yang tidak disegel itu, lalu aku merogoh isinya aku dapat menghitung jumlahnya 5lembar, dan semuanya 500.000 won.

“Kapan kalian akan berangkat?” tanyaku.

“Besok pagi” ucapan Appa membuatku tersontak kaget, ‘secepat inikah?’ pikirku. Mereka pun pergi dari hadapanku, melanjutkan kegiatan mereka masing-masing. Aku tidak bergeming—masih duduk disini sambil mencerna kata-kata Appa dan Eomma. 500.000 won cukupkah? Apakah akan cukup kalau ditambah keperluan camilanku? Tiba-tiba aku teringat tawaran Sang Mi..

‘Oh iya Jihyun-ah! Aku menawarkan part-time job untukmu, kau mau tidak?’

Sepertinya aku harus menelpon Sang Mi besok.

***

          “Yeoboseyo”

“Ne, Jihyun iyeyo”

“Ng.. Sang Mi-ah! Aku ingin menanyakan part-time job yang waktu itu kau tawarkan padaku”

“Eh? Asisten ya? Tunggu, apa itu SM entertainment?”

“Arra, ya sudah. Besok aku kerumahmu jam berapa?”

“Ne, Annyeong Sang Mi! Jeongmal Gomapseumnida”

Jadi, tantenya Sang Mi itu Koordinator di SM Entertainment. Sang Mi tinggal bicara kepada tantenya saja untuk memasukkanku ke SM Entertainment itu. Tapi, aku takut tantenya Sang Mi akan menolak karena… fisikku ini.

***

Esoknya, aku datang ke rumah Sang Mi, dan langsung disambut hangat oleh Eomma-nya. Eomma Sang Mi menuntunku ke kamar Sang Mi dimana pemilik kamar itu sedang tidur.. padahal ia sendiri yang menyuruhku datang jam 11, tapi dia sendiri malah masih berbaring di kasur empuknya. Dasar anak ini!

“Yaaa!! Sang Mi-ah!!! Ireona! Ireonaa Pallii!!”  Teriakku tepat dimuka Sang Mi. Sang Mi tak kunjung membuka matanya, sebaliknya ia malah menutup telinganya dengan bantal. Aku menarik bantal dan selimutnya, ia pun menggeliat lalu membuka matanya sedikit.. lalu terpejam lagi.

“Oppa.. Kyuhyun oppaa~” Sang Mi mengigau? Dan, siapa Kyuhyun itu? pacar barunya kah?

“Sang Mi-ah! Kalau kau tidak bangun, Kyuhyun akan pulang! Ireona!” kataku dengan lembut, ia mengerjapkan matanya berkali-kali, lalu terbangun seraya berkata, “Kyuhyun!!! Odie?? Yaaa! Jihyun-ah! kau kenal Kyu?”

Aku menggelengkan kepala. Dia melengos.

“Kau menyuruhku datang jam 11, sementara kau masih seperti ini!” sahutku, ia membelalakkan matanya—seperti tersadar.

“Omonaa! Aku lupaa.. Mian Jihyun-ah!”

“Sudah cepat sana mandi!” suruhku. Ia mengangguk cepat, kemudian tak lama ia menarik handuk yang tergantung di samping pintu kamar mandinya dan terdengar suara rintik air menghujam lantai.

***

          “Jadi, Ajuhmma, ini sahabatku Joo Jihyun.. ia menginginkan part-time job itu” ujar Sang Mi kepada seorang wanita tegap yang berada didepanku kini. Setelah mendengar kata-kata Sang Mi, ia menorehkan senyum kepadaku.. akupun membalasnya.

“Hmm.. Oke! kau bisa memulainya besok, Jihyun-ssi. Dan, Sang Mi.. kau ajari dia ya” sahut wanita itu. aku mengangguk, Whoaa! Aku tidak menyangka secepat ini!

“Oh ya! Ajuhmma, dia di tempatkan dimana?” tanya Sang Mi—membuatku bingung.

“Sama denganmu” katanya sambil tersenyum lalu pergi meninggalkan kami berdua. Sang Mi menatapku, lalu tersenyum lebar, “Yaaay!!! Kita di tempat Super Junior! Ini kesempatanmu Jihyun-ah!”

“Ooh! Maksudmu kesempatan untuk menghafal nama mereka dan menyebutkannya kembali dalam 15 detik?” kataku dengan enteng.

“Tumben kerja otakmu lancar Jihyun-ah!” pekiknya riang, seraya menepukkan tangannya ke pundakku. Aku hanya tersenyum, tapi maaf saja.. aku tidak tertarik dengan Fangirl-ing. Aku hanya menyimpan itu dalam hati saja, aku tidak ingin membuat Sang Mi tersinggung sebagai Fangirl.

***

Di rumah..

“Eonni-ya! Mengapa aku hanya diberi segini” keluh Hyomin, aku menatap wajahnya yang polos. Akupun mengelus pipi Hyomin dan membelai rambutnya.

“Minnie-ah! Keuangan Eomma dan Appa sedang menurun.. kau harus mengerti, jadi jangan mengeluh ya” gumamku pelan, tapi masih terdengar oleh Hyomin.

“Eonni, aku boleh jujur?” tanya Hyomin. Perasaanku tidak enak tiba-tiba. Anehnya, aku mengangguk.

“Sebenarnya aku malu..” Hyomin menundukkan kepalanya, “aku malu pada teman-temanku yang selalu mengataiku mempunyai Eonni yang gendut..” aku menghela napas, mencoba tenang dan tidak terbawa emosi. Akupun tersenyum.

“Tidak apa.. biarkan saja mereka” kataku, lalu pergi ke kamarku meninggalkan Hyomin sendirian di ruang keluarga. Aku menutup pintu perlahan dan menguncinya.

***

Hari pertama di SME…

Ternyata aku ditempatkan di tempat yang sama seperti Sang Mi, oh iya aku belum mengatakan aku bekerja sebagai apa.. disini aku bekerja sebagai staff! Yaa.. bantu-bantu gitu deh. Alasan Sang Mi ingin bekerja disini karena ingin memperhatikan Super Junior saja, haah! Dasar Sang Mi! Kami bertiga sedang menunggu Super Junior itu latihan dance.. Yap benar kami bertiga! Kalian tidak menyangka kalau aku dihitung dua kan? -__- tentu saja memang bukan! Aku, Sang Mi, dan temannya Sang Mi—Dana.

Ah! Mereka sedang istirahat sekarang! Sang Mi dan Dana sudah lari daritadi meninggalkanku, mereka memberi handuk kepada Super Junior itu. Mengapa Sang Mi tidak memberitahu pekerjaanku? Aku masih disini, di depan pintu. Kulihat salah satu namja disitu sedang menuju kesini—kearahku! Ada apa ini? Oh! Neo paboya Jihyun-ah! tentu saja mereka ingin keluar! Dan aku berada di depan pintu keluar satu-satunya.

Namja itu tersenyum kepadaku dan mendekatiku. Oh tuhan tolong aku! Aku salah tingkah.. Otteohkke?!

Aku menggeser posisiku ke kiri untuk memberikannya jalan keluar, tapi dia menyamai posisiku kini. Aku pun bergeser ke kanan, dia juga bergeser ke arah kanan. Aku menunduk padanya, “Mian” sahutku pelan. Ia pun tersenyum lagi kepadaku!~ AAH! Aku bisa meleleh ditempat!!

“Kyuhyun-ssi! Kau mau kemana? Latihannya belum selesai kan?” tanya Sang Mi sambil menatapku sekilas. Eh? Jadi itu yang bernama Kyuhyun? Jadi dia namjachingu-nya Sang Mi?

“Eh.. Aku hanya..”

“Omoo! Jadi kau Kyuhyun itu!? kau namjachingu-nya Sang Mi kan!?” sahutku sedikit keras, mungkin yang didalam bisa mendengarnya.

“Yaa.. kau ini apa-apaan sih!?” gumam Sang Mi, sambil menatapku. Omonaa! Pipi Sang Mi memerah.. Jadi benar ya?

“Kau menyebut namanya pada saat kau tertidur..” balasku tak ingin kalah. Sang Mi melotot kearahku—apa aku salah!?

“Mian Kyuhyun-ssi..” kata Sang Mi sambil menunduk kepadanya, nyaris 90°. Sang Mi merangkulku dan menekan punggungku, seakan menyuruhku menunduk juga.

“Kau baru disini?” namja yang bernama Kyuhyun itu menatapku datar. Aku mengangguk polos, aku tidak mengerti apa yang terjadi.

“E.L.F jugakah?” tanya namja itu lagi. Dia bodoh atau apa sih!? ELF itu semacam peri kan? Peri yang mempunyai kekuatan magis..

“Kau lihat! Aku ini manusia, bukan ELF! Apa aku terlihat mempunyai kekuatan magis hah!?” bentakku. Dia mengernyit, tak lama kemudian dia terkikik.. ada yang salah lagikah? Eh, kali ini aku benar kan!

“Maafkan temanku Kyuhyun-ssi.. dia sangat buta artis korea” kata Sang Mi seraya menatap tajam kearahku. “ELF yang dia maksud itu fans Super Junior, pabo!” bisik Sang Mi. Aigoo! Paboya! Mukaku memerah, benar-benar memerah seperti tomat! Rasanya aku tak sanggup menatap wajah Kyuhyun.

***

Aku belanjakan seperempat uang gaji untuk membeli camilanku. Bayangkan, sekarang aku sudah bisa membeli 2 kantong camilan dari uang gajiku itu. banyak juga rupanya.. aku bisa makan semua nanti dirumah.. aaah! Surga! Tapi, aku jadi teringat kata-kata Hyomin waktu itu…

‘aku malu pada teman-temanku yang selalu mengataiku mempunyai Eonni yang gendut..’

Separah itukah?

Ah, tapi inikan hidupku! Aku yang menjalaninya, peduli setan dengan orang-orang yang mengataiku gendut atau semacamnya. Lagipula apa yang salah dengan gendut? Memang aku ditangkap polisi? Tidak kan?

***

Super Junior itu mau tampil untuk comebacknya.. kini aku berada di ruang rias bersama ketiga temanku, kalau Dana.. ia sibuk memperhatikan manusia yang wajahnya seperti ikan itu.. siapa namanya? Dong.. Kedondong? DingDong? Ah persetan dengan Dong! Kalau Sang Mi sibuk jebe-jebe si Kyuhyun itu.. ternyata oh ternyata, Sang Mi itu cuma ngefans sama Kyuhyun. Salah banget aku bilang Kyuhyun pacarnya Sang Mi, bisa besar kepala dia -__-

“Jihyun! Ambilkan kotak merah yang berada di samping-mu itu~ tolong bawakan kesini” pinta Sang Mi kepadaku—yaa.. daripada aku tidak ada kerjaan. Aku pun membawa kotak merah tersebut kepada Sang Mi.

Kyuhyun tersenyum.. kepada siapa? Akupun celingak-celinguk mencari seseorang.. tapi nihil! Di sekitarku tidak ada orang sama sekali.. itu berarti.. dia gila!!! Senyum-senyum sendiri, aku geli melihatnya.

Sang Mi memandangku dengan sebal.. ada apa dengannya?

***TBC***

Note:

Mian mian.. kalo ngepostnya lama banget! sibuk ngurusin req poster nih :/

disini ceritanya emang masih datar banget sih, tapi ada satu hal yang nanti akan menimbulkan konflik. yang bacanya bener-bener pasti sadar deh.

untuk yang gak ngerti apa itu dungeon. itu artinya tempat untuk berburu monster kalo di game-game gitu. kalo potion itu arti sebenarnya adalah ramuan. tapi, kalo di game itu semacam cairan untuk menambah darah character yang kita mainkan. (ngerti gak?)

Oh iya soal ellena potion, tunggu aku mood ya nge postnya~.. masih kecewa banget nih, di prolog kayaknya yg respon cukup banyak.. kenapa makin kesini jadi makin ngurang? atau kalo emang nanti masih segitu gitu juga. bakalan aku stop dan ganti sama yang lain aja.. soalnya kurasa reader yang imajinasinya membludak cuma sedikit.. dan gabakalan ngerti kayaknya.

sekian. itu aja pesan dari saya. please don’t be silent reader.. hargai karya author.. kalo ffnya emang jelek. komen&kritik.. supaya author bisa memperbaikinya. 🙂

Advertisements

85 responses to “My Fat & Game Chp. 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s