Ketika U-Kiss Ngegalau

Title : Ketika U-Kiss Ngegalau

Author : ditjao (a.k.a Dhita Febriana Sari a.k.a Yoo Na-yeon a.k.a. Kawamori Hana)

Cast :

  • U-Kiss
  • Author juga ikut main dong ._.v /plak

Rating : PG-13

Genre : Sad Comedy (?)

Length : Oneshot tapi ada TBC-nya #nahloh

Disclaimer : Plot-nya milik saya. Cast-nya milik kita bersama~ Tapi khusus Kevin punya saya lho ya…

Note : Ini FF, jujur ancur banget. Tapi walaupun ancur, semoga suka ya ._.v Inspired by rasa galau aku akan remedial Kimia yang telah menanti di depan mata ._. Dan sebelumnya aku mau minta maap kalo banyak bahasa yang memang sengaja aku buat gak berkenan di sini. Dimaklum aja ya, namanya juga lagi galau. #apahubungannya

Gak mau banyak bacot ah, Happy Reading aja deh 😀

*********

Malam itu, suasana di dorm U-Kiss penuh dengan aura kesuraman yang begitu pekat. Usut punya usut, ternyata mereka ber-9 (Kibum dan Xander ceritanya lagi ikut nongkrong di sana) sedang asyik menghabiskan malam sambil bergalau ria. Banyak faktor yang menyebabkan mereka galau. Mulai dari harga beras pokok yang katanya semakin hari semakin naik, sampai harga diri mereka yang disinyalir semakin hari semakin turun (?).

Apa sajakah penyebab kegalauan mereka malam itu? Mari kita lakukan wawancara singkat dengan para member U-Kiss. Cekidot!  

Author lalu melangkah masuk ke dalam dorm U-Kiss setelah sebelumnya ia mengetuk pintu dorm terlebih dahulu. TOK! TOK! Pintu pun diketuk. Keluarlah seorang namja berperawakan tinggi dari dalam dorm menyambut kedatangan Author.

“Cari siapa ya, mbak?” tanya namja yang ternyata merupakan leader U-Kiss yang tak lain tak bukan bernama Shin Soohyun itu.

“Apa betul ini dorm tempat U-Kiss tinggal?” tanya Author tanpa berbasa-basi-busuk terlebih dahulu.

“Betul kok, ini dorm-nya U-Kiss.”

“Alhamdulillah, ternyata gak sia-sia tadi gue keliling-keliling Korea pake bajai…,” Author menghela nafas lega.

“Ini ada apa, ya? Maaf loh sebelumnya, tapi kami gak nerima orang yang suka minta-minta sumbangan,” ucap sang leader santun.

“Sembarangan! Apa Anda kira tampang unyu-unyu layaknya Taeyeon SNSD seperti saya ini ada tampang seperti pengemis?” kata Author yang dengan nada tersungging alias tersinggung.

“Bukan pengemis, sih. Tapi kalo orang yang belom dikasih zakat iya,” jawab Soohyun tanpa beban.

Author nyesek.

“Ya udah, sekarang bolehkah saya masuk? Saya mau minta waktu kalian sebentar untuk diwawancara,” ucap Author.

“Eh, tidak! Tidak! Dorm kami ini tidak boleh dimasuki oleh orang sembarangan!” tolak Soohyun.

“Saya bukan orang Sembarang kok, saya mah orang Bandung. Suer!” dalih Author seraya menunjukkan akta lahirnya (?).

“Mau orang Bandung kek, mau orang Cimahi kek, situ tetep gak boleh masuk!” larang Soohyun.

“Kalo orang Surabaya boleh? Kebetulan Papa saya orang Surabaya,” Author masih belum berhenti berusaha agar bisa menerobos masuk ke dalam dorm U-Kiss.

“ENGGAK!! WOY, MEMBERDEUL…!!! BANTUIN GUE! ADA ORANG STRESS MAU MASUK KE DORM KITA!!!” Soohyun berteriak meminta bala bantuan.

Tak lama datanglah dua sosok namja dari arah belakang Soohyun. Mereka tak lain adalah Xander dan Kevin.

“Ada apa ini hyung? Kok ribut-ribut?” tanya Kevin yang berstatus main vocal U-Kiss itu keheranan.

“Ini, ada orang aneh maksa mau masuk ke dorm kita!” Soohyun menunjuk-nunjuk ke arah Author. Author hanya bisa menunjukkan senyum Pepsodent-nya begitu melihat Kevin, yakni sang biasnya di berdiri depan mata.

“ADA APA INI?! KENAPA ADA KAMERA-KAMERAAN SEGALA, HAH?!” tanya Xander yang pernah menyandang status sebagai rapper U-Kiss itu dengan nada gak nyante.

KRIK KRIK KRIK.

Suasana mendadak hening begitu Xander berseru seperti itu. Rupanya tak dijumpai satu buah kamerapun berada di tengah-tengah mereka pada saat itu.

“Siapa yang bawa kamera emangnya? Orang gak ada yang bawa kamera… -_-,” ujar Soohyun.

“Ada nih, kamera hape gue -_-,” Author lalu memamerkan hape jadulnya yang tidak pantas untuk dipamerkan kepada Xander dkk.

“Oh, maap…,” ujar Xander sembari cengengesan bak anak SD yang baru ketahuan maling buah jambu.

“Jadi gimana? Apakah saya boleh meminta waktu Anda-Anda ini untuk diwawancara? Plis mau ya,”Author berusaha sebisa mungkin membujuk para member U-Kiss.

“Uhm…uhm…gimana yaaa…?” gumam Kevin terlihat berpikir.

“Ayolah…,” Author berlutut meminta jawaban dari Kevin.

“Tapi gimana yaaa…,” Kevin masih bimbang.

“YA! YA! Durasi nih, durasi! Cepat jawab!” seru Author gak sabar.

“Uhm…tapi…tapi…,” Kevin masih terlihat berpikir.

“Bang, kepalanya udah pernah dilempar pake sendal jepit merk Swallow belom?” tanya Author yang sudah mulai geram.

“Ya udah, kita izinin tapi jangan bikin rusuh, ya.” Ujar Soohyun pasrah.

“Heheheheh~,” Author langsung joget neperlen karena kegirangan.

Sesampainya ke dalam dorm, terlihatlah sebuah pemandangan yang mengenaskan. Rupanya aura pekat kegalauan benar-benar terasa dari dalam dorm tersebut. Hoon tengah asyik duduk di depan TV sambil menangis tak jelas. Kiseop sedang asyik mendengarkan lagu dari iPod-nya sambil menunjukkan muka masam. Kibum sedang berbaring sambil berguling-guling di atas lantai, entah sedang melakukan apa. Dongho sedang meringkuk di pojok ruangan, menyendiri dalam kegelapan. AJ sedang duduk di sofa sambil mengupil. Sementara hanya Eli yang tak nampak di sana. Rupanya menurut kesaksian para teman-temannya, ia sedang bergalau ria di dalam kamar mandi menikmati guyuran air shower mengikuti saran @Poconggg, jika sedang galau maka BERSHOWERLAH.

“Kurang galau gimana lagi sih atmosfir yang ada di dalam ruangan ini?” komentar Author prihatin.

Sementara para member U-Kiss langsung menolehkan kepalanya ke arah Author begitu makhluk asing (?) itu datang melangkah masuk ke dalam dorm mereka.

“AAAARRRGGHHH……..!!!” semua member U-Kiss –minus Soohyun, Kevin, dan Xander- langsung beteriak ketakutan saat melihat Author.

“AAAH…PERGI!! PERGI!!” seru Kibum panik.

“BACA AYAT KURSI TEMAN-TEMAAAN!! BIAR DIA CEPAT PERGI!!” komando Hoon.

“Ehem, bang… Kepalanya udah pernah dilempar pake sepatu made in Cibaduyut belom? Lo kate gue setan?” Author bersiap mencopot sepatunya untuk dipakai menimpuk kepala Hoon.

“Mau apa kau datang ke sini, hah? Mau menistakan kami lagi di FF-FFmu yang super gak jelas itu? Iya?!” tanya Kiseop melotot.

“Widiiih, nyante atuh bang! Bawaannya suudzon aja si abang mah! Aye justru datang ke sini buat menampung seluruh keluh kesah abang guna menghilangkan rasa galau yang sedang menghinggapi perasaan abang-abang ini!” ujar Author bermaksud menjelaskan niat baiknya datang ke dorm U-Kiss.

“Tak usah berdusta kau, Marisol!” AJ menatap tajam ke arah Author ala tatapan pemain telenovela.

“Apa atuh Zahira? Siapa yang berdusta?” balas Author dengan tatapan ala pemain sinetron stripping.

“Ya udah deh, cepat selesaikan urusanmu di sini supaya kami bisa meneruskan acara galau kami!” seru Dongho, lengkap dengan tatapan ala pemain OVJ (?).

“Ho-oh…ho-oh….,” Author pun hanya manggut-manggut. Sementara para member U-Kiss kembali melanjutkan acara galaunya.

*********

Beberapa menit kemudian, sesi wawancara galau dengan U-Kiss pun dilaksanakan. Pertama-tama, Author menghampiri Hoon yang tengah menangis sesenggukan di ruang tengah sambil mata namja itu tak lepas dari arah TV. Simak wawancara Author bersama Hoon dan member U-Kiss lainnya di bawah ini, cekibrot!

Author: “Lagi apa, bang? Ngegalau ye?”

Hoon: (mengangguk)”Iye…”

Author: “Nape galau?”

Hoon: “Mau tau aja lu.”

Author: “Oh, ya udah.” (bersiap untuk pergi)

Hoon: “Mau ke mana lu?”

Author: “Gak mau diwawancara, kan? Ya udah, aye samperin member lain aja. Situ kira member U-Kiss cuman situ doang? Weeek~” (mehrong)

Hoon: “Kajima! Ya udah, aye mau deh diwawancara.”

Author: (gak jadi pergi) “Oke. Sekarang, ceritakan kenapa abang bisa galau sampe nangis-nangis kayak begini.”

Hoon: “Noh!” (menunjuk ke arah TV yang sedang ia tonton)

Author: (kaget) “What?! Jadi abang galau gara-gara nonton sinetron??”

Hoon: “Ho-oh.”

Author: “Galaunya gak elit ih. Heum =_______=”

Hoon: “Lu tau apa yang bikin gue galau pas liat sinetron itu, Dit? Itu si Amira lagi syuting di Hongkong, coy! Lo tau? HONGKONG! Deket banget gak tuh sama Korea?? Gue pengen banget ke sana, nyusulin si Amira, liat dia syuting dari deket. Tapi sayang, itu semua cuman angan-angan gue semata. Kalo aja gue bisa request sama sutradaranya buat syuting di Korea, pasti deh gue bisa liat si Amira tiap hari! Terus ya, bla….bla….bla….” (mengoceh tiada henti)

Author: (tewas)

Karena capek mendengarkan keluhan galau dari Hoon yang dirasanya sangat teramat tidak penting itu, Author yang aslinya lebih ngefans sama Jang Saebyuk ketimbang si Amira ini pun akhirnya beralih mewawancara member lain, yaitu Dongho, yang kini sedang asyik meringkuk di pojok ruangan sambil bergelap-gelapan ria tanpa cahaya.

Author: “Nape lu, Dong? Galau juga?”

Dongho: “Kenapa sama Hoon hyung manggilnya abang tapi ke gue enggak manggil abang?”

Author: “Alaaah, udahlah orang kita seumuran ini!”

Dongho: (emosi) “Umur lo satu tahun di bawah gue, Ditjao!!”

Author: “Sori yeee, tapi gini-gini gue udah kelas 12. Emangnya elu masih kelas 11?? HAHAHA…!” (tertawa puas)

Dongho: (sigh)

Author: “Betewe lu galau kenape?”

Dongho: “Ini, lo liat kan muka gue jadi sedikit berjerawat?” (memperlihatkan muka)

Author: (mengamati wajah Dongho) “Oh, itu jerawat ya?”

Dongho: “Lah, iya. Emang lo kira apaan?”

Author: “Gue kirain upil. Heheh.” (nyengir)

Dongho: (mengelus dada sambil mencoba tabah)

Author: “Lu galau kenapa, bocah?”

Dongho: “Bocah kok manggil bocah? (¬_¬)”

Author: “Enak aje! Elo tuh yang bocah!”

Dongho: “Elo!”

Author: “Elo!”

Dongho: “ELO YANG BOCAH!”

Author: “Fine! Kita berdua bocah. PUAS LO?”

Dongho: (kibas poni)

Author: “Sekarang, cepet ceritain penyebab galau lo ke gue!”

Dongho: “Jadi gini, muka gue akhir-akhir ini sering berjerawat gara-gara gue pake kosmetik yang salah gitu. Maklumlah, namanya juga masih ababil, waktu itu gue abis jadi korban salah satu iklan di tipi gitu, Dit.”

Author: “Iklan apaan?”

Dongho: “Ya, iklan pemutih gitu. Katanya bisa mutihin tapi buktinya ke gue enggak tuh. Kulit muka gue malah jadi semakin cacat kayak begini.”

Author: “Bukannya emang udah cacat dari lahir?”

Dongho: “=______=” (kunyah keramik)

Author: “Coba deh sini, gue pengen liat kosmetiknya kayak apaan.”

Dongho: (berjalan ke kamar mandi lalu kembali sambil membawa sebuah benda) “Ini. Gue biasanya pake pelembab muka merk ini.” (memperlihatkan benda tersebut kepada Author)

Author: (bengong) “Hah? Jadi ini pelembab muka yang sering lo pake?”

Dongho: “Ho-oh. Napa gitu?”

Author: “Sarap lo. Pepsodent malah lo jadiin pelembab muka. Ya gimana muka lo gak cacat Dongo… =_____=”

Dongho: “Nama gue DONGHO!!” (emosi)

Author: “Dongo~ Dongo~ tralala~” (kabur)

Sekarang, mari kita berlanjut mewawancarai AJ.

Author: “Hai…”

AJ: “Hai juga…”

Author: “Punya obeng?”

AJ: “Kagak. Nape?”

Author: “Kalo nomer hape punya dong…” (kedip-kedip)

AJ: “Gue gak punya hape. Maaf…”

Author: (hening) “=_________=”

AJ: “Ada keperluan ape lu nyamperin gue, Dit?”

Author: “Mau wawancara galau. Lagi galau kan?”

AJ: “Ho-oh, tau aja lu kalo gue lagi galau.”

Author: “Galau kenapa?”

AJ: “Gini Dit, lu tau kan, kalo selama ini di antara para member U-Kiss yang lain, guelah yang paling jarang online twitter?”

Author: “Ho-oh. Bahkan sampe ada KissMe yang berspekulasi kalo abang itu gaptek, loh.”

AJ: “Plis deh, gue gak segaptek itu juga kali… -_-“

Author: “Terus kenapa? Oh, aku tau. Pasti abang sibuk, kan? Saking sibuknya jadi abang jarang online twitter?”

AJ: “Sok tau.”

Author: “Lah, terus kenapa dong?”

AJ: “Sebenernya gue itu…gue…” (terlihat ragu untuk mengatakannya)

Author: “Kenapa bang? Kenapaaah??”

AJ: (tampang serius) “…gue….gue kagak punya pulsa…”

Author: (GEDUBRAK)

AJ: “Jadi gue mohon banget buat para KissMe yang kebetulan baca postingan ini, plis…plis banget kirimin gue pulsa. Satu rupiah aja itu bisa membantu menghilangkan kegalauan gue karena gak bisa online twitter…” (mewek)

Author: “Mau kirimin pulsa ke mana? Wong situ aja kagak punya hape… -_-“

AJ: “Kan bisa kirimin ke nomer hape member lain. Entar gue tinggal online di hape mereka. BUAHAHAHA….” (ketawa setan)

Author: “Sudah tak punya hape, tak modal pula. Bah…, apa kata dunia??”

Author pun berlalu meninggalkan AJ dan sekarang gantian menghampiri Kibum yang masih asyik berguling-guling ria di atas lantai bak trenggiling kesurupan.

Author: “Dari semua cara ngegalau para member U-Kiss di sini, cuman ini cara ngegalau yang menurut gue paling aneh.”

Kibum: “Shut Up! Lo sama sekali gak ngerti betapa hancurnya hati gue saat ini! Huhuhu…” (nangis)

Author: “Nape lu bang? Ngegalau kok gak elit banget pake guling-gulingan di lantai kayak begini.”

Kibum: “Biarin! Biar semua orang tahu, kalo sekarang gue lagi patah hati! Huhuhu…”

Author: “Oh, lagi patah hati toh… Patah hati kenapa? Cintanya ditolak sama tukang jamu di RT sebelah ya, bang?”

Kibum: “Plis deh, Dit… plis… -_-“

Author: “Just kidding, bang. Cerita atuh cerita, abang patah hati kenapa?”

Kibum: “Gue….gue gak bisa berjodoh sama orang yang gue cintain…. T~T” (mewek)

Author: “Eh, kenapaaaah? Jangan berpikiran negatif kayak gitu dulu, bang. Jodoh itu sudah ada Tuhan yang mengatur. Kenapa abang bisa bilang kalo abang gak berjodoh sama dia??”

Kibum: “Jadi gini ceritanya, Dit… Suatu hari, gue ketemu cewek cantiiiik banget. Rambutnya panjang, kulitnya putih, hidungnya mancung, pokoknya tipikal cewek idaman, deh! Nah, singkat cerita, gue pedekate sama dia. Akhirnya kita berdua pun makin deket. Suatu hari lagi, kita berdua ceritanya lagi makan bareng gitu. Pas mau bayar makanannya, gak sengaja kan tuh gue liat isi yang ada di dalem dompet si cewek itu. Dan…jleb! Di dompetnya ada foto cowok cakeeeep banget!”

Author: “Foto siapa? Cuman foto aja kok diributin? Foto sodaranya kali!”

Kibum: “Gue juga asalnya mikir gitu, Dit. Terus gue tanya aja itu foto siapa. Foto sodaranya ya? Terus dia jawab, bukan. Sontak pas dia jawab kayak gitu gue langsung jeles. Gue mulai ngira kalo foto yang dipajang di dompetnya itu foto mantannya atau siapalah…yang jelas gue langsung ngerasa jeles tingkat kecamatan di situ! Nah, terus gue tanya lagi. Foto mantan kamu? Terus dia jawab, bukan juga. Dan dari situ, gue pun mulai bingung…”

Author: “Foto siapa, sih?? Gue jadi ikut penasaran juga nih, bang!”

Kibum: “Nah, inilah bagian yang paling bikin gue nyesek, Dit. Pokoknya hati gue rasanya tersayat-sayat begitu mendengar jawaban dari dia!”

Author: “Apa?? Apa??” (penasaran)

Kibum: “Dia bilang itu foto dia sebelum operasi. Ya gue kan bingung, terus gue tanya lagi aja. Operasi apa? Operasi jantung, usus buntu, apa amandel? Eh, gak disangka-sangka dia malah jawab…”

Author: “Apa ih apaaah??” (penasaran tingkat akut)

Kibum: “…dia jawab….operasi kelamin… ;_____;”

Author: (kaget) “Wooo?? O.O”

Kibum: “Bayangin Dit, bayangin perasaan gue setelah ngedenger jawabannya itu… Hancur hatiku, Dit…hancur! Hancur hancur hancur haaaatiku…~ hancur hancur hancur haaaatiku…~”

Kibum pun kembali meneruskan acara menangisnya sambil berguling-guling, sementara Author yang sudah kehabisan akal untuk menghibur Kibum akhirnya memutuskan untuk mewawancarai Kiseop yang sedari tadi masih terlihat asyik mendengarkan lagu melalui iPod-nya.

Author: “Halooo…~”

Kiseop: (memandang Author dengan raut malas) “Ada apa?”

Author: “Ecieee, yang lagi galau dari tadi kerjaannya dengerin lagu ajaaa. Galau kenapa sih, bang??”

Kiseop: “Mau tau aja lo.”

Author: (tampang serius) “Dunia harus tahu kenapa abang galau. Kalo enggak, KissMe terutama Kiseopian gak bakal mau baca FF gue ini…”

Kiseop: “Apa hubungannya…?” =_____=

Author: “Aish, cerita atuh, kenapa abang galau?” (menyodorkan mikrophone ke arah Kiseop)

Kiseop: “Emm, jadi gini…” (mengambil mikrophone yang telah disodorkan) “…gue itu lagi galau gara-gara masalah cinta.”

Author: “Ecieee, menannya cinta-cintaan. Sama kayak bang Kibum!”

Kiseop: “At least, cara ngegalau gue lebih elit ketimbang dia yang cuman bisa guling-gulingan gaje di atas lantai.” (menatap sinis ke arah Kibum yang masih asyik berguling ria)

Author: “What’s the problem?”

Kiseop: “No problem.”

Author: “Kok jawabnya ‘No Problem’?” =________=

Kiseop: “Lah, emang tadi situ nanya apa?” (pasang tampang bego)

Author: “Nanya apa kabar!” (gak nyante)

Kiseop: “Oh… I’m fine. Tengkyu.”

Author: “Astaga…, pake dijawab beneran….” =_____=

Kiseop: “Berisik banget lo! Mau dengerin gue cerita gak, nih?”

Author: “Ho-oh, lanjut aja deh bang!”

Kiseop: “Jadi gini…. cewek gebetan gue kemaren itu baru nikah sama cowok lain…”

Author: “APAAAH?!” (melotot)

Kiseop: “Iya, gue galau karena itu, Dit…”

Author: “Siapa cewek gebetan abang itu?? Jangan bilang kalo dia itu adalah tukang jamu yang suka jualan di RT sebelah…”

Kiseop: “Kok, lo bisa tau, Dit? O.O” (surprise)

Author: “Astaga… padahal maksud gue tadi cuman bercanda… Ada KissMe yang denger gak ya, tadi? Jangan sampe ada yang denger kalo bang Kiseop pernah ngeceng tukang jamu, deh! ._.”

Kiseop: “Mereka gak denger Dit…, tapi mereka baca…”;_____;

Author: “Aduh, iya ya lupa! Ya sudahlah, lupakan! Terus sekarang gimana dong setelah tukang jamu, eh… gebetan abang itu nikah sama cowok lain? Pasti rasa galau abang sudah sampai di level maximum, ya!”

Kiseop: “Sori, yang namanya cowo itu paling pantang buat ngegalau lama-lama. Yang udah berlalu, biarlah berlalu, tinggal entar gue cari yang baru. Hari gini masih galau? Plis, deh. LAKI kok pake GALAU GALAU??”

Author: “Wah, abang Kiseop hebat ya, bisa menghilangkan rasa galau dengan cepat. Kira-kira apa nih, rahasianya? Biar para KissMe yang lagi galau di rumah juga bisa mencontoh cara abang itu.”

Kiseop: “Mau tau caranya?”

Author: “Ho-oh.” (menganggukkan kepala)

Kiseop: “Jadi gini nih, kalo kalian ingin cepat-cepat terbebas dari rasa galau, sering-sering aja kalian dengerin lagu yang temponya nge-beat. Dengan sering mendengarkan lagu-lagu yang ceria, niscaya rasa galau kalian pun akan cepat musnah!”

Author: “Oh, kayak yang lagi dilakuin sama abang sekarang ini, ya? Pantesan dari tadi aye liat abang dengerin lagu dari iPod melulu.”

Kiseop: “Ya…, gitu deh.”

Author: “Oke deh, terima kasih banyak ya, bang! Nah, wawancara tuh mestinya kayak gini, nih! Bang Kiseop memang hebat! Bisa membagi tips penghilang rasa galau kepada para KissMe di rumah. Sekarang, aye pamit dulu, deh. Mau wawancara member U-Kiss yang lain lagi. Dadah, abaaang!”

Author pun beranjak untuk meninggalkan Kiseop. Namun ketika akan berbalik, entah kenapa Author merasa keseimbangan tubuhnya terganggu. Tanpa sengaja ia pun jatuh di hadapan Kiseop sambil tangannya tak sengaja pula berpegangan pada kabel headphone yang sedang dipasangkan pada iPod milik Kiseop. Sontak headphone pun langsung terlepas dan terdengarlah lantunan lagu yang sedari tadi sedang Kiseop dengarkan melalui iPod-nya.

Ternyata, lagu yang dari tadi didengarkan oleh Kiseop adalah lagu ini, readers…

Tak sengaja, lewat depan rumahmu…

Kumelihat, ada tenda biru…

Dihiasi, indahnya janur kuning…

Hati bertanya pernikahan siapa…

Tak percaya, tapi ini terjadi…

Kau bersanding, duduk di pelaminan…

Airmata, jatuh tak tertahankan…

Kau khianati, cinta suci ini…

Tanpa undangan, diriku kau lupakan…..

Tanpa utusan, diriku kau tinggalkan…..

Tanpa bicara, kau buatku kecewa…..

Tanpa berdosa, kau buatku merana…..

Ku tak percaya, dirimu tega…

Nodai cinta, khianati cinta…

Author: (bengong) “Jadi… lagu yang dari tadi abang dengerin buat pengusir rasa galau itu lagu ini? O.O” (shock)

Kiseop: “Uhm…emm…” (terlihat salah tingkah)

Author: “Sableng! Apanya yang lagu nge-beat! Gimana galau mo ilang kalo yang didengerin malah lagu TENDA BIRU! Dasar abang penipu! Cuih!”

Author yang merasa telah dibohongi kemudian pergi menuju kamar mandi untuk melakukan wancara singkat dengan Eli. Rupanya sedari tadi ia masih betah berlama-lama mengurung diri di dalam kamar mandi semenjak kedatangan Author ke dorm ini.

Author: (mengetuk pintu kamar mandi) “Bang Eli…..maen nyok!”

Eli sama sekali belum mau membukakan pintu.

Author: “Bang Eli, buka dong pintunya! Aye mau wawancara galau, nih!”

Hening. Eli masih belum mau bergeming.

Author yang merasakan firasat buruk tentang apa yang sedang dilakukan Eli di dalam kamar mandi langsung kembali mengetuk pintu kamar mandi dengan panik.

Author: (mengetuk pintu lebih keras) “Bang….abaaaang! Abang lagi ngapain sih, di dalem?? Jangan bikin aye khawatir dong, bang!”

Eli: (berteriak dari dalam kamar mandi) “Pergi! Gue lagi gak mau diganggu sama siapapun! Huhuhu….” (terdengar menangis)

Author: “Kenapa, bang?? Kita bisa ngomongin masalah abang baik-baik di luar, kan? Plis bang, buka pintunya!”

Eli: “Emoh! Biarlah gue yang menanggung rasa sakit ini sendirian. Huhuhu….”

Author: “Jangan bicara seperti itu, bang. Abang bisa mencurahkan kegalauan abang sama gue, kok! Apa gunanya teman kalau kita gak bisa berbagi rasa suka dan duka?”

Eli: “Emangnya lo itu temen gue?”

Author: “Bukan.”

Eli: “Zzzz….” =_____=

Author: “Ayo, bang. Buka pintunya!”

Eli: “Andwae! Jangan buka pintunya atau lo bakalan nyesel seumur hidup!”

Author: “Tapi, bang…” (terpotong)

Tiba-tiba dari dalam kamar mandi terdengar suara rintihan Eli yang meringis seperti orang kesakitan.

Eli: “Aaaargghh….aduuuuh….”

Author: (makin terlihat khawatir) “Abang! Aduh, abang kenapa???”

Eli: “Sakit, Dit. Aduuuh…”

Author: “Jangan bilang kalo abang mau bunuh diri gara-gara galau! Aaaah….eottokhae? Eottokhae??”  (uring-uringan)

Eli: (meringis lagi) “Wadaaaaw…..!!”

Author: (panik) “Bang, aye dobrak aja pintunya, ya!”

Eli: “YA! ANDWAE DITJAO, ANDWAEEE….!!! AAARRGGGH….!!!” (berteriak sambil meringis) “SAKIIIT….!!!”

Author: “Bang Eli…..BERTAHANLAAAAAAH!!!” (siap-siap mendobrak pintu kamar mandi)

Eli: “JANGAN DIT, JANGAAAAAAAN!!! ARRRGGHH…..!!!” (meringis lagi)

To be…Coca cola~ (?) /pletak

Katanya Oneshot tapi kok ada Coca Cola? Wakakaka, readers pasti ada yang berpikiran seperti itu. Tenang readers, ini asli Oneshot, kok. Tapi kalo kalian mau liat Full Version-nya, silakan klik di sini. Saya sengaja post FF ini di tempat lainHitung-hitung saya promosi blog FF baru. Kebetulan saya author juga di blog itu. So, rajin-rajin berkunjung ke sana ya ^^. Nama blognya itu gdluck.wordpress.com. Kebetulan GoodLuck juga masih membutuhkan beberapa author baru. Jadi buat kamu yang berminat, ayo daftar dong! Syarat dan ketentuan bisa dilihat di sana ^^

Ayo, pada penasaran gak nih si Eli lagi ngegalauin apa di WC? Terus gimana juga nasib Kevin, Soohyun, dan Xander yang belum melakukan wawancara galau bersama author? Kalau penasaran, sok atuh dibuka aja link-nya. Tapi inget ya, jangan lupa KOMENG. Kalian boleh komeng di sini atau di Goodluck juga gapapa. Yang penting komeng! ^^v

Kalo ga bisa komen di sini, bisa juga komen via twitter or via FB. Mention aja ke @ditjao atau add aja Dhita Febriana Sari . Kalau ada yang pengen difolbek juga boleh kok. Tinggal mention aja, yah :D Makasih banget sebelumnya bagi yang udah mau baca FF ancur nan gaje ini 😀

READ + COMMENT = DIDOAIN DAPET PAHALA + DIDOAIN MASUK SURGA

READ + COMMENT + LIKE = DIDOAIN DAPET PAHALA + DIDOAIN MASUK SURGA + DIDOAIN BERJODOH DENGAN BIAS MASING-MASING

DON’T FORGET TO COMMENT :D AND NO COPYCAT PLEASE :D

Advertisements

71 responses to “Ketika U-Kiss Ngegalau

  1. hahha dsar kiseop bsa” nya mau bhongin orng. trus si laki aye a.k.a kibum elu dri pda kncan ama.wnta jadi” an mndingan kncan ame gue bang kwahahhaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s