Not Always Nightmare

Author : Cho Chae Hyun
Tittle : Not Always Nightmare
Main cast : Cho Kyuhyun (Super Junior) , Han Hye-Na (do you know?)
Other cast : Saya, Thunder (MBLAQ) aka Park Sanghyun, Lee Hyukjae.
Length : 1shoot
Genre : romance, dramatis, gaje :p
Rating : 13+

—–o——

Han Hye-Na’s POV

Aku menginjakkan kaki ku disebuah gedung EO. Aku bekerja disini sebagai design interior. Aku memasuki ruanganku. Disitu sudah ada Cho Chaehyun. Dia partner ku.

”Hi, Chaehyun-ah. Tumben kau datang pagi?” tanyaku sembari duduk di kursiku.

”Aku tidak akan datang pagi kalau bos tidak menyuruhku” ujarnya agak sedikit berguman.

”Memangnya kenapa bos menyuruhmu datang pagi?”

”Bos akan memperkenalkan designer interior yang baru. Partner kita nanti. Kau tidak tahu?”

”Ani”

”Aish… kau ini”

”Jadi akan ada designer interior baru? Itu berarti dia saingan kita?” tanyaku lagi. Chaehyun menganguk malas.

”Dan katanya, dia seorang pria yang mempunyai pemikiran super kreatif. Ahh… aku tidak sanggup membayangan seberapa besar gajinya jika dia sudah berkerja disini” sungut Chaehyun.

Aku ikut membayangkan pria yang dibicarakan Chaehyun itu. Pria super kreatif? Pasti orangnya rada banci. Pria kalau bekerja jadi designer rata-rata begitu.

08.00 AM

Para pegaiwan EO disuruh berkumpul diruang diskusi. Sepertinya bos memanggil untuk memperkenalkan orang yang Chaehyun ceritakan pagi tadi.

”Nah, akan ada designer baru di EO kita. Aku sangat senang dia mau bekerja disini. Kyuhyun-ssi silahkan perkenalkan dirimu” ujar bigboss. Aku sedikit memajukan tubuhku untuk melihat orangnya.

Seorang pria tinggi berdiri disamping bigboss. Errr, gayanya tidak seperti banci. Malah terlihat cool. Tapi dilihat dari gerak-geriknya sepertinya dia sombong.

”Nama ku Cho Kyuhyun. Aku lulusan seni design interior di universitas terkenal di paris. Aku bekerja disini hanya untuk menguji kehebatan design ku.”

Semua orang berbisik-bisik mendengar dia memperkenalkan diri. Cih~ sudah ku duga dia sombong.

”Kyuhyun-sshi, kau mempunyai dua partner disini. Mereka Han Hye-Na dan Cho Chaehyun. Semoga kalian bisa bekerja sama”

Acara perkenalan selesai. Aku dan Chaehyun kembali keruangan kami. Kami masuk keruangan kami, ada beberapa OB sedang menaruh meja baru di depan meja milikku.

”Ada apa ini?” tanyaku pada salah seorang OB.

”Bos menyuruh kami menaruh meja ini disini. Pegawai yang baru tadikan akan seruangan dengan kalian”

”Kenapa? Diakan bisa pakai ruangan lain?”

”Kalian kan sama-sama design interior jadi ditempatkan satu ruangan agar memudahkan kalian untuk berdiskusi”

”Ada apa ini?”

Suara seseorang mengagetkanku. Aku menoleh kebelakang, ternyata si pegawai baru Cho Kyuhyun.

”Meja anda sudah siap tuan” ujar OB itu. Rombongan OB keluar. Aku dan Chaehyun pun duduk dimeja kami masing-masing.

Aku melihat Cho Kyuhyun itu membawa 2 kardus yang berisi kertas-kertas dan buku-buku interior. Aku terus memperhatikannya menyusun barangnya, hingga aku tak sadar dia menegurku.

”Apa yang kau lihat?” tegurnya ketus. Aku mendengus lalu mengalihkan pandanganku ke komputer disampingku.

”Kyuhyun-sshi, kenalkan aku Cho Chaehyun” aku melirik Chaehyun sedang memperkenalkan dirinya pada Kyuhyun. Kyuhyun terdiam sejenak lalu membalas uluran tangan Chaehyun.

”Cho Kyuhyun” ujarnya singkat. Lalu kembali menyusun barang-barangnya.

Aku melihat Chaehyun cemberut akibat perlakuan cuek Kyuhyun. Chaehyun melirikku lalu berjalan mendekati mejaku.

”Kau tidak mau kenalan?” tanya Chaehyun. Aku menggeleng malas.

”Aku sudah tahu namanya” jawabku ketus.

”Tapi dia belum tahu namamu. Ayolah kitakan satu tim, tidak boleh saling cuek”

Chaehyun menarik tanganku kehadapan Kyuhyun. Kyuhyun menghentikan pekerjaannya sejenak lalu memandangku dengan tatapan datar.

”Dia Han Hye-Na. Dia partner kita juga” ujar Chaehyun sambil menunjuk-nunjukku. Kyuhyun masih menatapku datar.

”Hye-Na imnida” ujarku sambil membungkuk. Dia menganguk lalu kembali kepekerjaannya.

”Kau sudah tahu namaku kan?” ujarnya cuek. Aku mendengus lalu dengan kasar kembali ke meja ku.

”Aduh Hye-Na. Kenapa kau seperti itu dengannya?” tanya Chaehyun sambil duduk didepan mejaku.

”Aku? Dia duluan yang bersikap SANGAT TIDAK SOPAN denganku”

Aku sengaja mengatakannya dengan lebih keras agar dia sadar.

”Aish… kau ini. Kita partner. Sikapmu tidak boleh begitu”

”Dia bukan partnerku. Aku bisa bekerja sendiri tanpanya. Ide ku itu lebih fresh. Mentang-mentang dia lulusan sekolah design terkenal. Dia pikirkan dia hebat! Anak baru saja”

”Apa katamu agashi? Kau menghinaku!” teriak Kyuhyun dari meja. Dia menatapku tajam.

”Kalau iya kenapa? Kau tersinggung? Bagus, itu berarti kau sadar dengan kelakuanmu!”

”Sadar. Kau yang tidak sadar dengan kelakuanmu. Dasar wanita tidak tahu aturan!”

”Apa kau bilang?? Kurobek mulutmu kalau sekali lagi kau mengatakan itu!”

”Robek saja kalau bisa”

Aku bangkit dari duduk ku lalu ke meja. Aku sudah siap untuk merobek mulutnya yang sangat pedas itu sebelum Chaehyun menahanku.

”Aduh, kalian ini baru kenal sudah seperti perang dunia” ujar Chaehyun sambil menarik ku mundur.

”Biarkan aku merobek dan mencakar wajahnya itu!” teriakku kesal.

”Tutup mulutmu! Disini aku yang berkuasa. Kau itu hanya sampah! Tanya itu semua pada bos besar kalau kau tidak percaya”

”APA???!!!! KUBUNUH KAU CHO KYUHYUN!!!”

——-O——-

Aku memasuki ruangan bos besar. Memasang tampang akan meledak. Aku ingin mendengar penjelasannya langsung.

”Sajangnim, benarkah kau mengutus Kyuhyun untuk jadi ketua kami?!” tanyaku agak berteriak. Bapak tua bangka yang sedang menatap laptopnya mengangkat wajahnya lalu menatapku datar.

”Iya, memang kenapa?”

”Memang kenapa? Harusnya aku yang bertanya seperti itu. Dia baru masuk disini, sedangkan aku dan Chaehyun sudah cukup lama bekerja disini. Kenapa sajangnim memilihnya?!”

”Karna ilmu seni designnya lebih tinggi darimu dan Chaehyun. Sekarang kembali ketempat kerjamu”

”Tapi sajangnim, kau tidak bisa…”

”Kembali ketempatmu!”

Aku menatap bapak tua dihadapanku dengan garang lalu keluar ruangan itu. Aku mengacak-acak rambut frustasi.

”Sudah dengar semuanya kan?”

Suara yang sangat menyebalkan. Aku menoleh kesumber suara. Menatap wajah sok coolnya.

”Awas saja kau Cho Kyuhyun. Aku akan membuktikan bahwa aku lebih pantas memimpin kelompok design interior perusahaan ini!”

”Coba saja kalau kau bisa, Han Hye-Na~sshi”

Dia tersenyum sinis lalu pergi dari hadapanku. Argg!!! Aku benar-benar akan membunuhnya!

—–o—–

”Teman-teman, kita dapat job baru!” teriak Chaehyun di ambang pintu. Aku menatapnya antusias.

”Job baru? Apa? Cepat katakan!!” teriakku tidak sabaran.

”Acara pernikahan. Dia keponakan dari walikota seoul. Dan kau tahu, pernikahannya akan digelar besar-besaran. Menyewa sebuah confersion center yang besar dan memakai perusahaan kita untuk mendekornya! Setelah job ini aku yakin kita akan kaya!!”

”Kau terlalu berlebihan” tanggap Kyuhyun cuek.

”Tapi…. pengantinnya tadi mengatakan bahwa dia ingin pernikahan dengan konsep kerajaan yunani”

”Kerajaan yunani? Aku belum pernah mendengar konsep pernikahan seperti itu” longoku bingung.

”Itu berarti kau kuper!” celetuk Kyuhyun. Aku menatapnya dengan tatapan membunuh, begitu juga dengannya.

”Sudah-sudah, jangan bertengkar dulu. Lebih baik kita pikirkan cara mendekor gedung pernikahan mereka ini”

”Ne, arraseo”

——o——

Author’s POV

Para pegawai EO sedang mendekor gedung pernikahan clien mereka. Semua beraktifitas, kecuali dua orang yang berdebat didepan pintu masuk.

”Sudah kubilang taruh bunga mawar disini!”

”Mana ada orang yunani pakai bunga mawar! Yang ada pakai bunga lily putih! Pak buang mawar itu dan ganti dengan lily putih”

”Ohya? Semua ruangan ini berwarna putih, Cho Kyuhyun. Kau mau membuat acara ini silau karna warna putih? Pak taruh karangan bunga mawarnya disana saja”

”Sudah ku bilang lily putih!

”Mawar merah!”

”Lily putih!”

”Mawar merah!”

PLETAK! PLETAK!

”Aish…. appo!!” teriak Hye-Na dan Kyuhyun bersamaan. Mereka saling bertatapan sinis lalu membuang muka mereka.

”Kalian ini, dari pagi tadi hingga tengah hari begini yang kalian debatkan hanya karangan bunga yang akan ditaruh didepan pintu. Kalian tidak lihat bahkan panggung saja sudah hampir selesai!” marah Chaehyun. Hye-Na mengembungkan pipinya dan Kyuhyun mendengus pelan.

”Dia yang sok tahu!” teriak Kyuhyun.

”Ohya? Kau yang sok tahu. Ruangan ini butuh warna lain yang mencolok! Tidak hanya warna putih!” balas Hye-Na.

”Kau tidak pernah nonton TV atau browsing internet ya? Dimana-mana kerajaan yunani itu indentik dengan warna putih dan cream, bukan warna merah!”

”Ya tapi kan tidak harus bergantung dengan kedua warna itu, babo!”

Mereka berdua terus berdebat. Chaehyun mulai jengah. Di panggilnya staf bagian pernak-pernik dengan santai.

”Pak, tolong karangan bunga lily dan mawarnya dicampur saja. Aku sudah muak mendengar dua orang ini berdebat” ujar Chaehyun sambil menunjuk dua orang di belakangnya. Yang menjadi lawan bicara hanya tersenyum maklum.

Beberapa menit kemudian….

”Yak! Kenapa dicampur karangannya?” protes Hye-Na tak terima idenya dicampur baur dengan ide laki-laki disebelahnya.

”Itu agar kalian tidak berdebat lagi” balas Chaehyun cuek. Dia kembali masuk kedalam gedung meninggalkan Kyuhyun dan Hye-Na yang masih menatap nanar karangan bunga itu.

”Sudahku bilang mawar itu jelek!” celetuk Kyuhyun.

”Kalau aku suka mawar kenapa?? Bunga mawar itu lebih berwarna dan lebih indah ketimbang lily putihmu itu. Ahh… sudahlah. Aku sudah capek berdebat denganmu” tanggap Hye-Na malas. Tiba-tiba sebuah mobil pick-up berhenti dibawah tangga pintu masuk.

Orang-orang didalam mobil itu langsung menggotong sebuah patung terbuat dari foam berwajah mirip dengan wajah clien mereka dengan pakaian seperti ratu dan raja yunani. Mata Hye-Na langsung berbinar-binar ketika para pegawai EO yang lain membawa masuk patung itu kedalam gedung.

”Cantik sekali” guman Hye-Na. Dia lalu berlari kecil mengikuti para pegawai yang mengangkut patung itu.
”Cih~ dasar childish!” guman Kyuhyun lalu ikut masuk kedalam gedung.

——o——-

Kyuhyun’s POV

”Ayo kita rayakan kesukses EO kita!” teriak beberapa karyawan. Kami sedang minum-minum di sebuah restoran tak jauh dari kantor kami.

”Ada yang mau adu minum tidak?” teriak Hyukjae. Kepala bagian keuangan.

Semua karyawan berkumpul dalam satu meja besar. Hyukjae mengambil 1 botol minum yang sudah kosong lalu menaruhnya ditengah-tengah meja.

”Aku akan memutar botol ini. Jika bagian atas dan bawahnya menunjuk orang disini. Kalian harus adu minum. Bagaimana?”

Aku ikut-ikutan saja. Hyukjae memutar botolnya. Beberapa detik kemudian botol itu berhenti. Kepalanya menghadap ke Hye-Na??

”Aku? Masak aku tanding minum sih!” teriak Hye-Na tak setuju.

”Tenang saja, jika kau tak kuat tinggal bilang saja” sahut Hyukjae santai. Hyukjae mengambil 2 botol soju dan memberikan satu botol pada Hye-Na dan satu botol lagi padaku?

”Kenapa aku?” tanyaku bingung.

”Karna kau lawan mainnya” hyukjae menunjuk botol diatas meja. Kepala botol itu menghadap ke Hye-Na dan bagian bawahnya menghadapku.

”Yaaa, kalau lawan dia sih sebentar saja pasti sudah kalah!” ejekku kearahnya.

”Enak saja kau! Begini-begini aku jago minum tahu!” teriak Hye-Na tak terima.

”Sudah berhenti bertengkar. Buktikan kata-kata kalian sekarang. Siapa yang paling banyak minum dialah pemenangnya!” lerai Hyukjae.

”Baiklah, ready… set… GO!”

——o——

Author’s POV

Kyuhyun menaruh botol pada genggamannya di ata meja. Dia sudah habis 4 botol soju. Sedangkan Hye-Na? 2 botol sudah cukup membuatnya kehilangan kesadaran.

Para karyawan yang lain sudah pulang dan hanya tinggal beberapa orang saja, termasuk Hyukjae. Yang lain bosan karna menunggui Kyuhyun dan Hye-Na tanding tidak selesai-selesai.

”Aduh, aku ngantuk Kyu. Aku pulang duluan ya. Ohya, tolong antar Hye-Na pulang. Sepertinya dia mabuk berat, padahal dia baru minum dua botol” Hyukjae meninggalkan Kyuhyun dan Hye-Na yang masih terduduk lemas di kursi mereka.

Kyuhyun mengangkat kepalanya lalu menatap Hye-Na yang terasa berbayang-bayang dimatanya.

”Dasar wanita menyebalkan” umpat Kyuhyun. Tangan Hye-Na bergerak mengetuk-ngetuk kepala Kyuhyun.

”Aku mau pulang” ujar Hye-Na masih mengetuk-ngetuk kepala Kyuhyun.

”Aish… pulang sendiri saja sana!” teriak Kyuhyun sebal. Hye-Na memukul kepala Kyuhyun lebih kuat membuat laki-laki itu mengangkat kepalanya.

”Tadikan si monyet itu yang menyuruhmu mengantarku pulang” balas Hye-Na lagi. Hye-Na berdiri menghampiri Kyuhyun dan menarik-narik lengan laki-laki itu.

”Ayo pulang!” teriak Hye-Na. Kyuhyun mengerang pelan lalu ikut berdiri menghadap Hye-Na. Kyuhyun yang sedikit limbung hampir menubruk Hye-Na.

”Antarkan aku pulang” Hye-Na menarik tangan Kyuhyun begitu saja. Mereka menuju parkiran dengan sempoyongan.

”Hei, mobilmu kau parkir dimana?” tanya Hye-Na sambil mengayun-ayunkan tangan Kyuhyun dengan kuat.

Kyuhyun membuka matanya yang hampir tertutup. Lalu menunjuk sebuah mobil sport merah terparkir tak jauh dari mereka. Hye-Na menganguk lalu kembali menarik Kyuhyun ke mobil itu.

Kyuhyun membuka pintu mobil dengan otomatis. Hye-Na langsung melepaskan tangan Kyuhyun dan masuk begitu saja dalam mobil dan disusul oleh Kyuhyun.

”Cepat kendarai mobilnya!” teriak Hye-Na saat melihat Kyuhyun malah menelungkupkan kepalanya pada stir mobil.

”Hei, bangun-bangun-bangun!” Hye-Na mengguncang-guncang tubuh Kyuhyun. Kyuhyun mengerang keras lalu menatap Hye-Na tajam.

”Kalau kau bukan wanita, tanganmu itu sudahku cincang tipis-tipis” umpat Kyuhyun lalu menyalakan mobilnya.

Mobil itu mulai bergerak pelan. Hye-Na menyandarkan punggungnya pada sandaran tempat duduknya lalu memejamkan mata. Sedangkan Kyuhyun mencoba fokus pada jalan. Beberapa menit kemudian Kyuhyun baru tersadar bahwa dia tidak tahu mau kemana.

”Hye-Na~sshi!” panggil Kyuhyun tapi tidak ada jawaban.

”Hye-Na~sshi” Kyuhyun mulai berteriak dan akhirnya….

”Hye-Na~sshi, dimana rumah mu itu!!!” teriak Kyuhyun emosi. Hye-Na dengan malas membuka matanya.

”Rumahku? Hmm… dimana ya, aku juga lupa” ujar Hye-Na santai lalu membalik tubuhnya menghadap jendela pintunya.

”Yak! Bagaimana kau bisa lupa alamat rumahmu sendiri?!” teriak Kyuhyun lagi. Hye-Na tak bergeming, Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi.

”Neo jinja!!” teriak Kyuhyun lagi. Kyuhyun memutar balik arah mobil menuju apartment.

Dia menjalan mobil dengan mata hampir terpejam, karna mengantuk dan juga karna mabuk. Dan setelah perjuangan panjang Kyuhyun sampai di gedung apartmentnya.

Kyuhyun akan turun dari tapi matanya terhenti melihat Hye-Na tertidur menghadap jendela. Kyuhyun berdecak kesal. Dia mengelilingi mobil dan membuka pintu sebalah kemudian. Hye-Na hampir terjatuh karna Kyuhyun membuka pintunya terlalu kasar.

”Mwo-mwoya? Biarkan aku tidur!!” teriak Hye-Na sambil menoyor kepala Kyuhyun berkali-kali.

”Kau mau tidur dimobil, huh? Baiklah kalau kau mau mati kedinginan” ujar Kyuhyun dan berniat menutup pintu mobilnya. Namun tangan Hye-Na bergerak menarik bagian leher baju Kyuhyun hingga Kyuhyun terdorong ke depan.

”Bawa aku” ujar Hye-Na parau. Kyuhyun berdecak pelan lalu menjauhkan tubuhnya dari Hye-Na.

”Cepat turun!”

”Aku tidak bisa turun, bodoh. Kepalaku pusing!”

Kyuhyun memijat-mijat pelipisnya dan dengan kasar menarik tangan Hye-Na agar keluar dari mobilnya. Hye-Na masih sempoyongan. Kyuhyun menahan tubuh Hye-Na dengan tangannya agar tidak jatuh.

Mereka masuk lift dengan sama-sama sempoyongan. Didalam lift hanya ada mereka berdua. Hye-Na sedikit limbung hampir jatuh kelantai sebelum Kyuhyun menahannya.

”Kau ini benar-benar bodoh” guman Kyuhyun. Hye-Na mendongak menatap Kyuhyun.

”Kau bilang apa tadi?” tanya Hye-Na agak berteriak. Kyuhyun tidak menjawab, posisi mereka seperti ini membuat otaknya berpikir yang aneh-aneh.

”Kenapa kau diam? Kau kelihangan lidahmu heh?” teriak Hye-Na lagi. Kali ini dengan menunjuk-nunjuk Kyuhyun dengan jari telunjuknya.

Kyuhyun menahan telunjuk Hye-Na, membuat Hye-Na menatapnya tajam.

”Apa? Kau mau mematahkan umphh…” kata-kata Hye-Na langsung terhenti ketika Kyuhyun menempelkan bibirnya ke bibir Hye-Na. Hye-Na hanya diam selama beberapa detik, membiarkan Kyuhyun melumat bibirnya.

Hye-Na masih tetap diam saat Kyuhyun melepaskan ciumannya.

”Kenapa tidak membalas?” tanya Kyuhyun menegakkan tubuhnya.

”Kau ingin aku membalasnya?” ujar Hye-Na sambil melingkarkan lengannya dileher Kyuhyun dan mereka kembali berciuman.

Dentingan lift berbunyi. Kyuhyun dan Hye-Na cepat melepaskan ciuman mereka dan berjalan keluar lift menuju kamar apartment Kyuhyun.

Kyuhyun menuntun Hye-Na masuk kedalam apartmentnya. Kyuhyun membawa Hye-Na ke kamarnya dan menduduki Hye-Na kasurnya.

”Mau melanjutkan yang tadi?” ujar Kyuhyun berhadapan dengan Hye-Na. Wanita itu tidak menjawab. Kyuhyun mendorong tubuh wanita itu hingga terjatuh di atas kasur, menindih tubuh Hye-Na. Dan Kyuhyun kembali menciumi Hye-Na.

———o——

Hye-Na bangun dari tidurnya dalam keadaan kacau. Rasa pegal menjalar keseluruh tubuhnya. Hye-Na duduk tempat tidur itu lalu melirik gelas berisi air putih. Meneguk isi gelas itu sambil melihat sekeliling lalu melihat kesamping kanannya.

”Kyuhyun?” gumannya lalu melanjutkan minumnya. Tidak lama dia berteriak.

”KYUHYUN???????!!!!!!!!!!!”

Mendengar suara keras Kyuhyun cepat tersadar dari tidurnya. Dia bangun dengan kaget melihat Hye-Na disebelahnya.

”Apa yang kau lakukan disini?!” teriak Kyuhyun.

”Harusnya aku yang bertanya seperti itu. Apa yang kau lakukan padaku hingga aku ada disini!!”

”Apa? Aku tidak tahu apa-apa”

Kyuhyun dan Hye-Na terdiam. Mereka mencoba mengingat-ingat apa yang mereka lakukan semalam. Lalu mereka melirik kelantai yang berantakan karna baju mereka. Kyuhyun dan Hye-Na saling berpandangan.

”AAAAAAAAA!!!!!!!!”

Mereka mulai menjauh satu-sama lain. Menatap syok keadaan mereka sendiri.

”Apa yang kau lakukan padaku, Kyuhyun-sshi!!!” teriak Hye-Na emosi.

”Harusnya aku yang bertanya begitu. Kau…kau.. dan aku.. se-semalam… TIDAK MUNGKIN!!!!!!!!”

——-o——-

Mereka berdua berunding di meja makan. Hye-Na tidak bisa menahan gejolak emosinya.

”Kau.. kau memperkosa ku!!!” amuk Hye-Na. Kyuhyun langsung merinding mendengar kata -memperkosa-

”Sembarangan kau bicara! Aku tidak sudi menyentuhmu!!” teriak Kyuhyun tak kala emosi.

”Lalu…lalu, kenapa tadi….. semalam pasti kau memperalatku selagi mabuk!!”

”Memperalat? Bukannya kau yang bergenit-genit denganku!!!”

”Apa?! Kurang ajar kau”

Mereka mulai adu mulut. Tidak terima dengan apa yang mereka lakukan semalam. melempar kesalahan ke orang lain, padahal masing-masing memiliki kesalahan sendiri.

”Aku harus bagaimana” Hye-Na mulai terisak. Kyuhyun yang melihatnya langsung menegang.

”Aduh, jangan menangis. Kau tidak akan hamil jika kita baru 1 kali melakukannya”

”Apa? Enak saja kau bilang begitu. Aku tidak perawan lagi tahu!!! Dan..dan.. kenapa harus kau” Hye-Na menutup wajahnya dengan telapak tangannya.

”Jadi harus bagaimana? Kau mau aku menikahi mu hah?”

Hye-Na langsung terdiam mendengar kata-kata itu. Menikah dengan Kyuhyun, pikir Hye-Na ragu. Tapikan dia tidak memiliki perasaan terhadapku, pikir Hye-Na lagi.

”Kenapa? Kau tidak mau kan?” cetus Kyuhyun. Hye-Na menunduk dalam, air matanya mulai mengalir lagi.

”Sudahlah jangan menangis lagi. Sudah kubilang kau tidak akan hamil. Kalau memang hamil, kau gugurkan saja kandungmu itu”

Mata Hye-Na langsung melebar. Hye-Na mengangkat wajahnya dan menatap Kyuhyun penuh amarah. Tangan tergepal menahannya untuk tidak melayangkan hantaman ke wajah Kyuhyun.

”Apa kau bilang? Gugurkan saja? Kau pikir aborsi itu bisa menolong, hah. Aborsi bukan hanya membunuh janin tapi juga bisa membunuh pemilik janin, kau tahu??!!!” teriak Hye-Na emosi.

”Makanya aborsi ditempat yang berkelas!” Kyuhyun balas teriak. Hye-Na menahan nafasnya, mencoba meredakan emosi yang meluap-luap dalam dirinya.

”Kau memang tidak punya perasaan!!!!!” teriak Hye-Na lalu pergi begitu saja dari apartment Kyuhyun. Wajah wanita itu sudah penuh dengan air mata sekarang. Sedangkan Kyuhyun mematung di tempat duduknya.

——-o——-

Hye-Na memasuki ruang kerjanya dengan hati yang sangat campur aduk, dan di dominasi rasa benci. Rasanya dia ingin menghancurkan semua benda yang ada didepannya.

Chaehyun yang terkejut melihat Hye-Na datang dengan tampang kusut+ dengan hantaman sana-sini dari tangan Hye-Na.

”Kau kenapa? Datang-datang langsung seperti perang dunia”

Hye-Na tak menanggapi ocehan Chaehyun. Dia duduk dikursinya lalu memendamkan wajahnya pada meja. Menitihkan air mata sambil mengumpat dalam hatinya. Sekarang pikirannya dihantui oleh kecemasan akan kehamilan.

”Kalau aku hamil, pasti Kyuhyun tidak mau tanggung jawab” pikir Hye-Na. Air matanya mengalir deras. ”Lihat saja kata-katanya tadi. Dia menyuruhku aborsi?”

——o—–

Waktu makan siang. Waktu yang sangat ditunggu Hye-Na karna dia sudah muak melihat wajah Kyuhyun didepan mejanya.

”Chaehyun-ah, ayo kita makan!!” teriak Hye-Na sampai membuat Chaehyun kaget. Hye-Na langsung menarik tangan Chaehyun dengan paksa.

”Aduh, sabar sedikit. Kau mau memustuskan tanganku?” ujar Chaehyun sebal.

”Mau apa lagi? Cepat nanti jam makan akan habis” balas Hye-Na tak kala sebal.

”Iya, iya. Kyuhyun-sshi, kau mau ikut makan bersama kami”

Tubuh Kyuhyun menegang. Hye-Na yang mendengar nama itu langsung tersulut emosinya.

”Untuk apa mengajak dia. Yasudah, aku makan sendiri saja!”

Dan Hye-Na langsung pergi dari ruangannya. Chaehyun menatap punggung Hye-Na bingung.

”Dia kenapa? Dari pagi tadi sepertinya emosian terus” guman Chaehyun lalu pandangan beralih ke Kyuhyun.

”Kyuhyun-sshi, kau mau makan denganku?” tanya pada Kyuhyun. Tapi ada yang aneh dengan Kyuhyun. Chaehyun mendekat kedepan meja Kyuhyun. Memandangi laki-laki itu yang sedang melamun.

”Halo, Kyuhyun-sshi?” panggil Chaehyun sambil mengibaskan tangannya di depan wajah Kyuhyun. Tapi laki-laki itu tetap tidak merespon.

”Waa, lamunannya dalam sekali sepertinya” ujar Chaehyun kagum. Namun tiba-tiba…

”Arrgg!!! Kenapa itu bisa terjadi padaku!!” teriak Kyuhyun tiba-tiba sambil mengebrak mejanya. Chaehyun yang kaget langsung mundur beberapa langkah.

Dia menatap syok Kyuhyun. ”Kenapa aku banyak menemukan hal abstrak hari ini?” guman Chaehyun.

——o——

”Chaehyun-aa, ayo kita pulang!” panggil Hye-Na agak berteriak.

”Kau pulang saja duluan. Aku masih ada kerjaan” balas Chaehyun masih fokus dengan komputernya. Hye-Na mendengus pelan lalu meninggalkan Chaehyun begitu saja.

Kyuhyun bangkit dari duduknya lalu berjalan keluar ruangannya. Kyuhyun melihat Hye-Na sedang menunggu lift. Dengan ragu laki-laki itu mendekati Hye-Na. Namun sebelum Kyuhyun sampai didekat Hye-Na, pintu lift sudah terbuka. Kyuhyun buru-buru menyusul Hye-Na yang masuk dalam lift.

”Yakk!!! Kenapa kau ikut-ikutan!” teriak Hye-Na saat melihat Kyuhyun masuk kedalam lift. Hye-Na hendak keluar dari lift sebelum tangan Kyuhyun menahan.

Kyuhyun menyudutkan Hye-Na di dinding lift sambil menatap wanita itu tajam.

”Yak!! Jauhkan tubuhmu itu dariku!!” teriak Hye-Na sambil meronta-ronta.

”Kau, kau dengar baik-baik. Jangan bocorkan masalah kita ini pada siapapun. Kalau seorang saja yang tahu, aku akan membunuhmu saat itu juga” ujar Kyuhyun tajam. Hye-Na tersenyum sinis mendengar ancaman Kyuhyun itu.

”Kenapa? Kau malu? Hah, aku bersyukur kau punya rasa malu atas perbuatan setan mu itu!!”

”Tutup mulutmu!” teriak Kyuhyun tak kalah keras dari teriakkan Hye-Na. Hye-Na terdiam tapi matanya masih menatap Kyuhyun tajam.

”Dengar. Kalau kau hamil, kau harus gugurkan kandungan itu secepatnya. Kalau kau butuh biaya, hubungi saja aku”

Hye-Na melebarkan matanya, buku-buku jarinya memutih karna dia menggepalkan tangannya terlalu kuat. Hye-Na baru akan membuka mulut sebelum Kyuhyun menyela.

”Dan aku tidak mau mendengar alasan apapun keluar dari mulutmu”

Tubuh Hye-Na menegang menahan emosinya. Rasa sesak melanda bagian dadanya. Sekuat tenaga dia mempertahan dirinya.

”Terima kasih tuan Cho Kyuhyun. Kau memang orang yang sangat biadap!!!!”

Hye-Na mendorong tubuh Kyuhyun dan bertepatan dengan pintu lift yang terbuka. Hye-Na keluar dari lift dengan emosi dipuncak kepalanya. Namun emosi itu berubah jadi air mata saat kata-kata Kyuhyun tadi mengiang ditelinganya.

——o—–

Selang beberapa minggu. Hubungan Hye-Na dan Kyuhyun semakin memburuk. Rasa benci lebih dari yang sebelumnya, walaupun rasa peduli mulai muncul pada mereka. Meskipun mereka tidak menyadarinya.

”Hmm… aku ingin makan bulgogi” ujar Hye-Na selagi menunggu pekerjaan Chaehyun selesai.

”Kau dari kemarin bilang ingin makan bulgogi. Seperti orang ngidam saja”

Tubuh Hye-Na langsung menegang mendengar kata -ngidam-. Begitu juga dengan Kyuhyun yang diam-diam mendengar pembicaraan Hye-Na dan Chaehyun.

”A-apa? Kau ada-ada saja. Aku kan memang sudah lama tidak makan bulgogi” balas Hye-Na gugup.

”Kenapa kau jadi gagap begitu? Jangan-jangan…. kau benaran hamil ya?”

Hye-Na langsung melebarkan mata mendengar tuduhan Chaehyun. Hye-Na mencoba mengatur detak jantungnya yang sudah tak beraturan. Dan disaat yang sama jantung Kyuhyun juga berdegup tak karuan. Bahkan pena yang dia pegang bergetar saking gugupnya.

”Hahaha, jangan dibawah kehati. Aku hanya bercanda kok” ujar Chaehyun tertawa ringin. Hye-Na mengerjapkan matanya berkali-kali lalu ikut tertawa kaku.

”Aku pekerjaan ku sudah selesai. Ayo kita pulang”

Hye-Na menganguk dan menenteng tas kerjanya. Pikiran Hye-Na tiba-tiba melantur pada satu kata -hamil-

Hye-Na menggeleng cepat. Dia mencoba membuang pikiran itu jauh-jauh dari otaknya.

”Orang hamil pasti mual-mual. Sedangkan aku tidak” pikir Hye-Na menenangkan dirinya sendiri.

——o——

”Hmm… untuk kain pelapis kursinya kalian mau warna apa? Merah, biru, atau pink” tanya Chaehyun saat mereka (Hye-Na, Kyuhyun, dan Chaehyun) berunding tentang project baru mereka.

”Biru” ujar Kyuhyun dan Hye-Na bersamaan tanpa sadar karna sedari tadi mereka hanya sibuk dengan pekerjaaan mereka sendiri. Kyuhyun memainkan penanya, sedangkan Hye-Na menopang dagunya.

Mendengar pendapat mereka yang sama persis membuat sisi bibir Chaehyun tertarik.

”Wah, tumben sekali pendapat kalian sama. Biasanya kalian selalu bertentangan. Ini benar-benar hal yang langkah!” ujar Chaehyun sedikit mengoda-goda Hye-Na dan Kyuhyun.

Kyuhyun dan Hye-Na yang tersadar langsung menatap kasar Chaehyun.

”Aku tidak sama dengannya” ucap mereka lagi-lagi hampir bersamaan. Kyuhyun dan Hye-Na saling berpandangan lalu membuang wajah mereka. Senyum di wajah Chaehyun berubah jadi tawa keras.

”Haha, sepertinya kalian kompak sekali sekarang. Bagaimana kalau kalian pacaran sa–”

”ADWAE!!!”

Hye-Na dan Kyuhyun berteriak bersamaan. Teriakkan yang keras membuat kata-kata Chaehyun terhenti dan menatap syok mereka berdua.

Hye-Na menggepalkan tangannya lalu bangkit dari duduknya dengan kasar. Dia keluar ruangan itu tanpa sepatah katapun.

”Wah, Hye-Na marah. Padahalkan aku cuma bercanda” guman Chaehyun sambil menunduk. Lalu dia mengangkat wajahnya menatap Kyuhyun yang memijat pelipisnya.

”Kyuhyun-sshi, aku minta maaf atas….”

”Bisa kau diam sebentar, Cho Chaehyun” potong Kyuhyun langsung. Chaehyun langsung terdiam, menatap ngeri wajah Kyuhyun yang seakan ingin menelannya.

Kyuhyun ikut berdiri dan keluar dari ruangannya. Laki-laki itu mengacak-acak rambutnya gusar. Mengerang tak jelas beberapa kali.

Matanya tiba-tiba tertuju pada Hye-Na yang tengah berbicara dengan Park Sanghyun (ehehe). Park Sanghyun adalah salah satu pegawai perusahaan itu yang dikatakan tengah dekat dengan Hye-Na.

Kyuhyun terus memperhatikan mereka berdua. Bahu Hye-Na bergetar, dan saat itu juga Sanghyun langsung memeluknya.

Ego Kyuhyun tergoyang. Sebegitu jahatkah dia hingga membuat wanita itu menderita. Apa dia memang terlalu kejam hingga membuat wanita itu menangis.

——o——

Kyuhyun berjalan memasuki gedung acara pernikahan yang sedang di benahi oleh perusahaan tempatnya bekerja. Pandangannya tertuju pada konsep panggung yang menurutnya tidak menarik.

”Siapa yang menata panggung seperti ini?” tanyanya pada seseorang yang lewat.

”Hmm… mungkin nona Han Hye-Na” ujar orang itu dan berlalu dari Kyuhyun. Kyuhyun terdiam sejenak lalu menghelah nafas berat.

”Masalah pribadi jangan dibawa-bawa pada pekerjaan” gumannya pelan. Lalu matanya mulai mencari orang yang bernama Han Hye-Na.

Kyuhyun sudah memutar tubuhnya kesegala arah tapi tetap tidak menemukan Hye-Na. Sampai Chaehyun mendekatinya.

”Kyuhyun-sshi, kau mencari apa? Dari tadi sepertinya kau sibuk berputar-putar saja” tanya Chaehyun santai.

”Hye-Na, dimana gadis itu. Aku harus menanyainya dengan sejumlah pertanyaan kenapa dia mendekor panggung seperti ini”

”Oh, Hye-Na. Tadi aku lihat dia buru-buru masuk toilet. Sepertinya dia sedang sembelit”

Kyuhyun langsung meninggalkan Chaehyun tanpa berpamitan. Kyuhyun menuju toilet wanita. Entah kenapa kakinya seperti bergerak sendiri, padahalkan dia bisa menunggunya keluar nanti.

Kyuhyun sampai di depan toilet wanita. Kyuhyun menahan dirinya agar tidak langsung masuk. Namun setelah beberapa menit menunggu Hye-Na tidak juga keluar.

Kyuhyun yang jengkel berniat masuk kedalam toilet itu. Laki-laki itu melihat sekeliling. Setelah aman dia membuka pintu toilet perlahan.

”Hueeek..hueeek”

Terdengar suara seseorang sedang muntah didalam toilet itu. Kyuhyun tidak berani masuk, namun dia melirik sedikit siapa orang itu. Han Hye-Na.

Tubuhnya langsung menegang. Kyuhyun menutup pintu toilet lalu menjauh dari tempat itu. Mencoba menjernihkan pikirannya dan berpikir bahwa Hye-Na hanya mengalami masuk angin. Namun semakin dia menghindar, pikiran lain semakin menghantuinya.

——o—–

Hye-Na membasuh mulutku dengan air wastafel lalu mengangkat wajahnya. Memandang pantulan dirinya sendiri di cermin. Menarik dan menghembuskan nafas berkali-kali. Mencoba menghilangkan pikiran aneh dalam otaknya. Mencoba pikir bahwa dia hanya terkena masuk angin. Ya, tentu saja. Beberapa hari ini Hye-Na sering bergadang.

”Aku tidak mungkin hamil” gumannya pelan. Namun saat dia mencoba menyemangatkan dirinya sendiri, cairan itu jatuh perlahan dipipinya. Membuat sungai kecil disana. Dan dia mulai terisak.

——o——

Hye-Na keluar dari sebuah apotek. Dia membeli alat test peck. Setelah sampai apartmentnya, dia langsung mencoba alat itu. Dalam hatinya dia terus berdoa agar dia tidak hamil.

Setelah beberapa saat, Hye-Na memeriksa alat test peck itu. Dan apa yang dilihat tak seperti yang dia harapkan. Dua garis merah bertengger disana, dan itu menandakan bahwa dia hamil.

Tubuh Hye-Na merosot kelantai. Tangannya bergetar saking takutnya. Air matanya sudah mengalir deras dipipinya.

”Dengar. Kalau kau hamil, kau harus gugurkan kandungan itu secepatnya. Kalau kau butuh biaya, hubungi saja aku”

Tangisnya semakin keras mengingat kata-kata itu. Dia membuang alat test peck itu dari tangannya lalu menjerit-jerit menahan sesak didadanya.

”Dan aku tidak mau mendengar alasan apapun keluar dari mulutmu”

——o——

Prang…!!

Kyuhyun menoleh ke vas bunga yang terjatuh tak jauh dari tempatnya berdiri. Vas bunga yang berisi bunga mawar. Kyuhyun segera menghampiri vas bunga yang telah berderai kemana-mana kacanya itu.

”Padahal tidak ada angin” gumannya sambil mengumpuli beling-beling dan bunga mawar yang berserakan.

”Aww… aish…!!” ringisnya sangat duri-duri bunga itu menusuk jarinya hingga berdarah. Laki-laki itu cepat berdiri dan membersihkan jarinya di wastafel.

”Kalau aku suka mawar kenapa?? Bunga mawar itu lebih berwarna dan lebih indah ketimbang lily putihmu itu. Ahh… sudahlah. Aku sudah capek berdebat denganmu”

Kyuhyun menunduk lalu mengemut jarinya yang berdarah.

”Ini yang kubenci dari mawar. Duri mereka sangat berbahaya”

——-o——

Hye-Na melangkah dengan gontai menuju kantornya. Semalam dia tidak bisa tidur, dia sibuk memikirkan nasib dirinya kedepan.

Hari ini dia berniat berbicara serius dengan Kyuhyun. Mungkin laki-laki itu akan berubah pikiran jika dia benar-benar mengetahui kehamilan Hye-Na.

Hye-Na menghelah nafas panjang lalu menatap kedepan. Matanya terasa keluar dari tempatnya saat melihat mobil yang terparkir tak jauh darinya. Mobil Kyuhyun. Padahal kantor masih berada 100meter lagi dari sana.

Hye-Na menajamkan pandangannya melewati riben kaca mobil Kyuhyun. Hye-Na itu menahan nafasnya ketika melihat seorang pria dan wanita didalam mobil itu tengah berciuman. Walaupun kaca itu sangat gelap untuk dilihat namun dengan samar Hye-Na dapat melihat adegan itu, adegan yang dilakukan Kyuhyun dengan seorang wanita tak dikenal.

Hye-Na menunduk dan mencoba meneruskan langkahnya. Air matanya menggenang diujung mata. Dia meraba perut datarnya lalu meremas baju bagian perutnya sambil menahan tangisnya.

”Harapan bodoh” gumannya serak.

——-o—–

Kyuhyun melangkah memasuki ruang kerjanya. Laki-laki itu mendorong pintu dengan perlahan. Dan terlihat Chaehyun tengah memeluk Hye-Na.

”Sudah jangan menangis. Sebenarnya apa masalahmu?” tanya Chaehyun sambil mengelus kepala Hye-Na. Kyuhyun hanya bisa menegang diambang pintu.

”Hye-Na~ya, ayolah jangan menangis terus” bujuk Chaehyun. Kyuhyun mengerjapkan matanya lalu melangkah menuju meja kerjanya, pura-pura tak peduli dengan keadaan Hye-Na. Namun percuma, matanya terus melirik kearah Hye-Na yang tengah menangis tersendu-sendu.

Kyuhyun menghelah nafas panjang lalu mengangkat wajahnya menatap Chaehyun dan Hye-Na.

”Ada apa dengannya?” tanya Kyuhyun dengan nada dibuat ketus.

”Aku juga tidak tahu. Tiba-tiba saja dia langsung menangis saat memasuki ruangan ini” jawab Chaehyun masih memeluk Hye-Na. Kyuhyun mencoba memutar otaknya mencari kata-kata lain. Namun matanya bertemu dengan mata Hye-Na, membuat pikirannya buyar.

Hye-Na melepaskan pelukkan Chaehyun darinya lalu mengelap air matanya.

”Tidak usah pedulikan aku” ucap Hye-Na lalu keluar dari ruangan itu. Kyuhyun masih terdiam menatap punggung Hye-Na yang menghilang dibalik pintu.

”Dia memang aneh akhir-akhir ini” guman Chaehyun lalu kembali ke mejanya. ”Mungkin dia sedang banyak masalah” lanjut Chaehyun. Kyuhyun menunduk lalu menganguk pelan.

”Aku sering memergokinya muntah-muntah di toilet. Apa mungkin dia hamil, Kyuhyun-sshi?” tanya Chaehyun dan langsung membuat jantung Kyuhyun berhenti berdetak. Kyuhyun terlihat cemas, dia berusaha mengatur cara bicaranya agar tidak gugup. Tapi sebelum dia mengeluarkan suara, Chaehyun sudah menyela duluan.

”Ahh…!! Apa yang kupikirkan. Hye-Na itu gadis baik-baik, tidak mungkin dia melakukan itu sebelum waktunya” ujar Chaehyun santai lalu kembali kepekerjaannya. Pikiran Kyuhyun semakin berkelebat. Rasa bersalah menggerogotinya mengingat kejadian waktu itu. Dan mengingat kata-kata untuk menyuruh Hye-Na aborsi jika wanita itu hamil.

——-o——-

Hye-Na membasuh wajahnya berkali-kali dengan air yang mengalir dari wastafel. Dia menatap wajah pucatnya pada cermin didepannya.

”Kau tidak usah sok peduli denganku” gumannya dengan nada bergetar. ”Aku tahu kau akan menyuruhku aborsikan kalau kau tahu aku hamil” air matanya mengalir lagi. Hye-Na menggigit bibir bawahnya agar tidak terisak. ”Kau sudah punya pacar. Tidak mungkin kau akan bertanggung jawab dan menikahiku, iyakan Kyuhyun-sshi”

——-o——

Jam 4 sore, waktu bekerja sudah selesai. Hye-Na berdiri sambil membereskan barang-barang lalu berjalan keluar ruangannya. Dia menekan tombol lift dan melihat Park Sanghyun tengah bersandar di dinding lift.

”Hye-Na~ya, kau baru mau pulang?” tanyanya ramah.

”Iya,” jawab Hye-Na singkat.

”Kalau begitu, bagaimana kalau kau kuantar pulang?” tanya Sanghyun lagi. Hye-Na mengangkat wajahnya lalu menggeleng pelan kearah Sanghyun

”Tidak usah repot-repot. Aku bisa pulang sendiri”

”Hmm… yasudah”

Ting…

Pintu lift terbuka, Hye-Na dan Sanghyun berjalan berdampingan keluar gedung tempat mereka berkerja. Pandangan Hye-Na tertuju pada Kyuhyun yang tengah bicara dengan seorang wanita, entah siapa wanita itu tapi sepertinya wanita yang dicium Kyuhyun pagi tadi.

Hye-Na menunduk dalam lalu mengambit tangan Sanghyun yang mulai menjauh darinya.

”Oppa, boleh aku ikut denganmu?” tanya Hye-Na dengan nada rendah. Sanghyun tersenyum lalu menganguk semangat.

”Tentu saja, tawaranku masih berlaku kok”

Sanghyun langsung menarik tangan Hye-Na menuju parkir mobilnya yang sangat-sangat kebetulan bersebelahan dengan mobil Kyuhyun. Hye-Na hanya bisa menunduk saat melewati mereka.

”Hei, Kyuhyun-sshi. Pacarmu ya?” tanya Sanghyun dan langsung membuat Hye-Na menegang. Kyuhyun hanya tersenyum lalu menarik wanita itu ke dalam mobilnya dan melengos begitu saja.

”Masuklah” ujar Sanghyun membukakan pintu untuk Hye-Na. Hye-Na tersenyum miris lalu masuk kedalam mobil.

”Ternyata dia benar pacarmu”

——-o——-

”Turunlah!” perintah Kyuhyun pada seorang wanita yang duduk disamping kemudinya.

”Yaaa, oppa. Apartmentku masih sangat jauh!”

”Memangnya aku mau mengantarmu pulang? Dengar ya, kau bilang pagi tadi jika aku menciummu kau akan pergi dari kehidupan selama-lamanya, tapi kenapa kau masih mendatangiku hah?!”

”Oppa, aku kan tidak bisa hidup tanpamu” rengek wanita itu.

”Aku tidak puduli. Lebih baik kau enyahlah dari mobil dan kehidupanku SE-KA-RANG!!!” bentak Kyuhyun pada wanita itu. Wanita itu mulai merengek lalu keluar dari mobil Kyuhyun dengan kasar.

Kyuhyun menghelah nafas panjang lalu menjalankan mobilnya. Pikirannya sekarang teringat pada Sanghyun dan Hye-Na yang pulang berdua tadi. Entah kenapa dia merasa risih melihat Hye-Na dan Sanghyun berdua-duaan begitu. Bukan risih karna Kyuhyun benci dengan mereka, tapi risih melihat Hye-Na menggandeng tangan Sanghyun.

Lampu merah, Kyuhyun langsung menghentikan mobilnya. Laki-laki itu menoleh ke samping kirinya. Dan melihat mobil Sanghyun disebelah mobilnya. Mata Kyuhyun melebar. Bukankah Hye-Na bersama Sanghyun tadi??

Lampu hijau untuk kendaraan sudah menyala, Kyuhyun yang kurang fokus dengan jalan sempat mendapatkan klakson kasar dari mobil dibelakangnya. Dengan cepat Kyuhyun menjalankan mobilnya lalu mengikuti mobil Sanghyun dari belakang. Dia benar-benar kesurupan setan sekarang.

Kyuhyun terus mengikuti mobil Sanghyun. Beberapa menit kemudian mobil Sanghyun berhenti disebuah apartment. Kyuhyun agak menjaga jarak mobilnya agar tidak ketahuan. Terlihat Hye-Na turun dari mobil lalu membungkuk pada Sanghyun yang masih berada didalam mobil. Tidak lama Hye-Na berbalik melangkah masuk kegedung apartmentnya dan diiringi dengan kepergian Sanghyun.

Kyuhyun terus memandangi Hye-Na yang menghilang kedalam gedung lalu bergantian melihat nama gedung apartment tempat Hye-Na tinggal ‘Luxury apartment’

”Jadi dia tinggal disini” guman Kyuhyun tanpa sadar. Kyuhyun menjalankan mobilnya kembali menuju apartmentnya. Pikirannya masih tertuju pada Hye-Na.

——-o——

Hye-Na menghempaskan tubuhnya dikasur. Pikirannya masih melayang pada Kyuhyun dan pacarnya tadi. Hye-Na menghelah nafas panjang berkali-kali lalu meraba perut datarnya.

”Lihat kelakukannya. Dia sama sekali tidak peduli dengan kita” guman Hye-Na masih meraba perutnya.

”Ya, ya aku tahu kalau dia sama sekali tidak tahu kalau aku tengah mengandungmu” lanjut Hye-Na lagi. Lalu dia duduk dan menatap kaca diseberangnya. ” Tapi kalau dia tahu, dia pasti akan menyuruhku untuk membunuhmu, kan aegya?” ujar Hye-Na lalu menatap perutnya sambil tersenyum.

”Dan sepertinya, aku harus mengurusmu sendirian. Kau tahu, aku tidak tega membunuhmu. Selain nyawaku juga terancam, dan seorang anak adalah anugrah dari tuhan kan?” Hye-Na mulai menitihkan air matanya.

”Banyak diluar sana para orang tua menginginkan anak dikeluarga mereka, tapi tuhan belum mengizinkan mereka. Dan aku…. sekarang aku diizinkan untuk merawatmu walaupun tanpa seorang ayah” Hye-Na berhenti sebentar sambil menghapus air matanya.

”Aku akan berusaha membesarkanmu, merawatmu, mencintaimu. Aku akan berusaha menjadikan mu anak yang berguna, ya meskipun nantinya kau akan mendapatkan cemooh dari orang-orang karna hidup tanpa ayah”

Hye-Na melipat kedua kakinya didepan dadanya lalu memeluknya dengan erat dan terisak disana.

——-o——

Sebulan berlalu pasca kehamilan Hye-Na. Kandungan Hye-Na benar-benar tak terurus. Dia bahkan tidak meminum vitamin atau pun susu untuk kandungannya. Hye-Na terlalu lemah, kepalanya terasa akan meledak mengingat nasib dirinya.

”Maafkan umma, aegya. Umma tidak menepati janji umma untuk menjagamu” guman Hye-Na sambil menitihkan air matanya. Dia tengah berada didalm lift tempat kerjanya. Hye-Na terus menangis dan dentingan lift membuat tangisnya tertahan.

Hye-Na mengelap air matanya lalu melangkah dengan lemas menuju ruangannya. Wajahnya pucat pasih, kepalanya terasa berputar-putar. Tapi dia berusaha untuk tidak ambruk. Hye-Na memasuki ruangannya dan langsung duduk dimejanya.

”Hye-Na~ya kau tadi dipanggil oleh pak directur. Kau ditanya kenapa sering datang terlambat” ujar Chaehyun sambil menatap Hye-Na dari mejanya.

”Maaf, aku sedikit ada urusan kalau malam. Jadi aku bangun kesiangan terus” jawab Hye-Na hampir dengan berguman.

”Aigoo, Hye-Na~ya. Wajahmu pucat sekali!”

——-o——

”Aigoo, Hye-Na~ya. Wajahmu pucat sekali!” teriak Chaehyun lalu menghampiri Hye-Na. Dengan sudut matanya Kyuhyun mencoba melihat wajah Hye-Na. Dan yang benar saja, wajahnya benar-benar pucat.

”Kau kenapa? Apa yang kau kerjakan malam-malam hingga kau jadi seperti ini” desak Chaehyun. Hye-Na menggeleng pelan.

”Tidak usah khawatir. Aku hanya mengerjakan konsep-konsep pernikahan yang baru” ujar Hye-Na masih terdengar seperti berguman.

Kyuhyun mengetuk-ngetuk penanya diatas lembar kerjanya. Akhir-akhirnya ini dia benar-benar dilanda rasa cemas karna Hye-Na yang semakin hari semakin lemas dan seperti mayat hidup itu. Kyuhyun ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Hye-Na. Kyuhyun sudah bertanya dengan Sanghyun tapi Sanghyun juga tidak tahu apa-apa.

Kyuhyun juga sudah menanyakan pada tetangga-tetangga di apartment Hye-Na. Tapi mereka bilang Hye-Na sangat tertutup sekarang, dia juga sering terlihat sedang menangis. Dan itu menambah kadar kekhawatiran Kyuhyun.

Kyuhyun hanya ingin mengucapkan satu kata pada Hye-Na, ‘maaf’. Ya walaupun itu tidak cukup untuk memperbaiki semuanya tapi kalau perlu, Kyuhyun akan menikahi Hye-Na untuk mempertanggungkan perbuatannya. Dan itu akan dia lakukan meskipun Hye-Na tidak hamil. Ya, itu juga tergantung Hye-Na dia mau atau tidak. Kyuhyun benar-benar lelah dihantu rasa cemas dan bersalah.

——–o——–

Pulang kerja, Kyuhyun masih diruangannya karena masih ada kerjaan yang belum kelar. Setelah selesai laki-laki itu pergi ketoilet dulu. Setelah selesai dia kembali keruangannya dan mengambil tas kerjanya.

Kyuhyun melangkah menuju lift. Pandangannya terhenti pada seorang wanita yang juga berjalan menuju lift. Langkahnya sangat pelan dan wajahnya terus menunduk. Kyuhyun dengan hati-hati mengikuti Hye-Na dari belakang.

Hye-Na terlihat menumpuhkan sebelah tangannya kedinding disebelahnya. Jalannya juga mulai terseok-seok. Raut cemas mulai tergambar diwajah Kyuhyun. Hye-Na berhenti berjalan, dan Kyuhyun melihat cairan merah mengalir dikaki Hye-Na.

Tubuh wanita itu merosot kelantai. Kyuhyun dengan cepat berlari mendekati Hye-Na. Menopang tubuh Hye-Na yang sudah lemas selagi cairan itu masih membanjiri kakinya.

”Hye-Na~sshi…” panggil Kyuhyun cemas. Hye-Na terdengar merintih dengan mata tertutup. Di ujung matanya mengeluarkan air mata. Hye-Na terlihat membuka matanya sedikit.

”Kyu…Kyuhyun-sshi…” panggilnya bercampur dengan rintihan dan isakkan.

”Bertahanlah, aku akan membawamu kerumah sakit” ujar Kyuhyun dan langsung menggendong Hye-Na bridalstyle. Kyuhyun dengan tidak sabar menekan tombol lift berkali-kali. Hye-Na masih merintih kesakitan. Air matanya juga terus mengalir.

”Bertahanlah, kumohon” guman Kyuhyun saat menunggu lift untuk mengangkut mereka menuju lobby.

Setelah sampai, Kyuhyun dengan buru-buru berlari keparkiran mobilnya. Untungnya kantor sudah sepi, itu sedikit menguntungkan Kyuhyun. Kyuhyun mendudukkan Hye-Na dijok sebelah kemudi, memasangkan sitbelt lalu memutar menuju kursi kemudi.

Kyuhyun menyetir dengan cepat. Hye-Na mulai mengerang kesakitan. Kyuhyun melirik sebentar kearah Hye-Na lalu kembali fokus kejalan.

”Bertahanlah”

Kyuhyun menghentikan mobilnya didepan rumah sakit dan langsung membawa Hye-Na keruang UGD. Kyuhyun menunggu dengan cemas. Dia bolak-balik didepan ruang UGD. 1 Setengah jam kemudian seorang dokter keluar dari ruang UGD.

”Anda suami Ny.Han Hye-Na?” tanya dokter itu, membuat tubuh Kyuhyun menegang. Dengan agak ragu Kyuhyun pun menganguk.

”Kandungannya sangat lemah” ujar dokter itu dan kembali membuat tubuh Kyuhyun menegang. Laki-laki itu menatap dokter tak percaya.

”Dia mengalami pendarahan. Kandungannya kekurangan asupan. Dan sepertinya istri anda mengalami stress akhir-akhir ini. Apa anda tidak pernah memperhatikannya?” lanjut dokter itu. Kyuhyun hanya bisa diam dan menunduk dalam. Dokter itu menyentuh bahu Kyuhyun lalu menepuknya pelan.

”Jagalah dia jika anda benar-benar menyanyanginya. Kalau tidak, anda akan kehilangan calon anakmu dan mungkin akan kehilangan istrimu. Kami sudah membawanya ke ruang rawat nomor 23. Anda boleh melihatnya” dokter itu langsung pergi dari hadapan Kyuhyun.

Kyuhyun masih terdiam. Kyuhyun berjalan dengan perlahan ke ruangan yang dokter maksud. Masih dengan menunduk.

”Kenapa dia tidak bilang kalau dia hamil” guman Kyuhyun serak. Kyuhyun sudah sampai di ruang rawat Hye-Na. Kyuhyun membuka pintu dengan perlahan dan terlihat Hye-Na yang sedang duduk dan tertunduk dalam di kasurnya.

Kyuhyun menutup pintu dan melangkah masuk, laki-laki itu berdiri beberapa meter dari kasur rawat Hye-Na. Mereka masih terdiam, sama-sama kehilangan lidah mereka.

”Kau hamil” akhirnya Kyuhyun membuka suara. Hye-Na tidak menjawab, wajahnya masih tertunduk dalam.

”Kenapa kau tidak bilang kalau kau hamil” tanya Kyuhyun lagi. Hye-Na mengigit bibir bawahnya mencoba menahan tangis.

”Kau tidak usah khawatir” Hye-Na membuka suaranya. ”Aku… aku akan segera menggugurkan kandungan ini”

Kyuhyun merasakan hantaman kuat di dadanya. Laki-laki itu menggepalkan tangannya mencoba menahan emosinya. Sedangkan Hye-Na berusaha agar tidak menangis.

”Soal biaya tidak usah kau pikirkan. Aku.. aku bisa menanggungnya sendiri…” Hye-Na menoleh kejendela besar disamping kirinya agar Kyuhyun tidak melihat kalau ia sedang menangis.

Keduanya kembali terdiam. Kyuhyun menghelah nafas panjang lalu membalik tubuhnya menuju pintu keluar. Hye-Na dapat melirik itu dari sudut matanya. Sekuat tenaga dia menahan tangisnya. Namun akhirnya perlahan pecah saat Kyuhyun benar-benar hilang dari ruangan itu.

Isakkan kecil berubah tangis sendu keluar dari bibir Hye-Na. Wanita itu meremas baju bagian perutnya.

”Sudah kuduga dia tidak akan mencegahku…” Hye-Na menangis sekuat-sekuat diruangan yang sepi itu, menumpahkan rasa sakit dihatinya.

——o——

Kyuhyun melangkah gontai keluar dari ruangan Hye-Na. Laki-laki itu masih meremas telapak tangannya dengan kuat. Kyuhyun duduk disalah satu kursi ruang tunggu rumah sakit yang sepi. Dia menutup wajahnya dengan telapak tangannya.

”Dengar. Kalau kau hamil, kau harus gugurkan kandungan itu secepatnya. Kalau kau butuh biaya, hubungi saja aku”

Baru kali ini dia merasakan rasa bersalah yang sangat-sangat menyiksa. Dia menyesal telah mengatakan kata-kata yang sangat kejam itu. Sekarang dia sendiri kena batunya. Berkali-kali Kyuhyun menghelah nafas mencoba menstabilkan emosinya. Serasa ada yang akan keluar dari sudut matanya, dan akhirnya cairan itu mengalir dipipinya.

”Mianhae, Hye-Na~sshi. Jeongmal mianhae…”

——-o——-

Kyuhyun memasuki ruangannya. Pertama-tama dia melirik meja yang tepat berada didepan mejanya, lalu menghelah nafas. Sudah 5 hari Hye-Na tidak masuk kerja semenjak di rumah sakit. Kyuhyun duduk dikursi kerjanya dengan gusar.

”Chaehyun-sshi, sebenarnya temanmu itu kemana sih?” panggil Kyuhyun emosi. Chaehyun mengalih pandangan pada Kyuhyun.

”Hye-Na maksudnya?” tanya Chaehyun balik, namun tidak lama dia menjawab. ”Aku juga tidak tahu. Tidak ada keterangan dari Hye-Na”

Kyuhyun pun mengacak-acak rambutnya frustasi.

”Kau khawatir ya dengan Hye-Na?” tanya Chaehyun dan sukses membuat Kyuhyun syok.

”A-apa? Khawatir? Yang benar saja!” jawab Kyuhyun gugup. Chaehyun menahan senyumnya.

”Dari wajahmu tertulis jelas kalau kau mengkhawatirkan Hye-Na. Kenapa? Kau rindu momen-momen kalian bertengkar?” goda Chaehyun. Kyuhyun langsung mendelik sangar.

”Sembarangan saja!” ujar Kyuhyun singkat. Dia terlalu malu dan gengsi mengatakan ‘Ya’ pada Chaehyun. Kalau sampai dia mengatakannya, Chaehyun bisa mengejeknya habis-habisan.

”Besok hari minggu, aku akan ke apartmentnya. Mau ikut?” tanya Chaehyun. Kyuhyun langsung mengerjap-ngerjapkan matanya.

”A-aku ikut ke… apartment Hye-Na?” ulang Kyuhyun tak percaya.

”Iya, memang kenapa?”

”Ahhh, kau gila. Apa kau mau melihatku diusir secara tidak hormat dari sana?”

”Hmm… benar juga. Yasudah, nanti ku kabari saja keadaan Hye-Na”

Kyuhyun menghelah nafas panjang. Dia benar-benar berharap banyak pada Chaehyun.

——o——-

Kyuhyun tengah duduk dikursi meja makan sambil menyantap makan siangnya yang baru saja di pesan disebuah restoran. Makannya terhenti sejenak ketika teringat janji Chaehyun akan mengabarkan keadaan Hye-Na hari ini padanya.

Pikirannya kembali berkelebat. Apakah Hye-Na baik-baik saja?? Apakah dia masih sehat dengan kandungannya?? Atau 5 hari menghilang dia sudah jadi mayat di apartment nya karna bunuh diri.

Kyuhyun mengacak rambutnya sampai sangat berantakan. Pikiran yang terakhir dia buang jauh-jauh.

Kyuhyun sangat ingin melihat Hye-Na secara langsung dari mata dan kepalanya sendiri. Agar dia bisa memastika bahwa Hye-Na benar-benar tidak apa-apa. Namun itu sangat mustahil baginya.

Ting…tong…

Bel apartment Kyuhyun berbunyi. Buru-buru Kyuhyun menuju ke depan pintu dan melihat monitor kecil di samping pintunya. Senyumnya mengembang saat melihat Chaehyun diluar sana. Tapi dilihat dari tampang Chaehyun, sepertinya kabar buruk.

”Cho Kyuhyun, cepat buka pintunya!!!” teriakan Chaehyun terdengar dari speaker monitor. Kyuhyun dengan buru-buru membuka pintu apartmentnya dan dia langsung mendapatkan sebuah hantaman beruntun di tubuhnya.

”Dasar brengsek!! Apa yang kau lakukan pada Hye-Na!!!” teriak Chaehyun masih memukuli Kyuhyun. Kyuhyun berusaha menahan tangan Chaehyun.

”Ada apa sebenarnya?” tanya Kyuhyun cemas.

”Apa yang terjadi?? Kau hanya bisa mengatakan itu? Arrgg!! Kau sudah membuat Hye-Na hamil dan kau hanya diam saja. Dasar brengsek, bullshit!!” teriak Chaehyun emosi. Air mata mengalir dipipinya. Sedangkan Kyuhyun hanya bisa tertunduk diam.

”Hye-Na sudah ceritakan semua rahasia kalian. Kenapa kau hanya diam? Bahkan kau menyuruhnya aborsi. Apa kau benar-benar tidak punya hati?!!”

”Mianhae, Chaehyun-sshi. Jeongmal mianhae..” ucap Kyuhyun lirih.

”Kau mengatakan maaf padaku? Harusnya kau mengatakannya pada Hye-Na. Kau tahu, siang ini dia akan pergi ke klinik aborsi dan akan mengaborsikan kandungannya. Apa kau benar-benar tidak peduli, Cho Kyuhyun?!!”

Mata Kyuhyun melebar mendengar perkataan Chaehyun. Tubuhnya terhuyung kebelakang masih dengan tatapan tak percaya.

”Hye-Na akan aborsi siang ini” ucap Kyuhyun lirih. Chaehyun mendekati Kyuhyun dan menarik kerah bajunya.

”Kau harus hentikan dia, Cho Kyuhyun-sshi. Hanya kau yang bisa menghentikannya. Kumohon, hentikan dia..”
Chaehyun merosot kebawah dan menangis. Kyuhyun masih terdiam. Namun sedetik kemudian tubuhnya tersentak.

”Dimana alamat kliniknya, aku akan kesana”

———o——-

Hye-Na duduk di kursi tunggu klinik yang sepi. Matanya menatap kosong kedepan. Dia sudah melewati hari-hari yang berat dan sekarang dia ingin mengakhirinya. Air matanya menggenang dipelupuk matanya.

”Mianhae, aegya. Umma tidak bisa menjagamu lebih lama” ucapnya lirih. Tiba-tiba seseorang memanggil namanya.

”Nona Han Hye-Na, sekarang giliran anda”

Hye-Na mengatur nafasnya lalu menghapus air mata yang sudah terjatuh di pipinya. Perlahan dia mengikuti orang yang memanggilnya tadi masuk kesebuah ruangan yang remang dan dipenuhi alat yang tidak ia kenal. Seorang dokter wanita menghampirinya.

”Kau sudah siap?” tanya dokter itu. Hye-Na menghelah nafas panjang lalu menganguk. Dokter itu menuntutnya ke ranjang yang ada diruangan itu.

”Sudah berapa umur kandunganmu?” tanya dokter itu.

”4 minggu” jawab Hye-Na lirih, tiba-tiba air matanya mendesak.

”Kenapa kau menangis? Kau sedih kau ditinggalkan oleh ayah dari kandunganmu itu?” ujar dokter itu dan langsung menusuk hatinya. Air matanya mengalir pelan menuruni pipinya.

”Anni” jawab Hye-Na singkat.

”Tidak usah berbohong. Aku tahu kau sangat sakit hatikan? Semua pria itu memang brengsek. Mereka hanya bisa menyakiti kita. Setelah mereka mendapatkan yang mereka ingin kan, mereka mencampakan kita. Itu sebabnya kenapa aku tidak mau menikah. Lupakan saja dia dan mulai hidup baru, cepat ganti bajumu dengan baju ini” ujar dokter itu sambil memberikan pakai biru mudah terusan sampai bawah.

Hye-Na menghapus air matanya lalu mengganti bajunya di balik tirai tertutup.

——–o——–

Kyuhyun berlari disepanjang koridor sebuah klinik tua yang menyeramkan. Chaehyun bilang, Hye-Na ada disini. Kyuhyun mencari-cari Hye-Na di kursi-kursi yang ada di klinik itu, tapi tetap saja nihil.

Nafas Kyuhyun sudah terengah-engah. Dia mengacak rambutnya frustasi.

”Hye-Na kau dimana….” guman Kyuhyun. Kyuhyun menghentikan langkahnya. Dia benar-benar putus asa sekarang.

”Pasien yang bernama Hye-Na itu bagaimana?”

Kyuhyun reflek menoleh pada seorang suster yang tengah bicara dengan suster lain. Suster itu menyebutkan nama Hye-Na. Apa kah yang dia maksud Han Hye-Na.

”Dia sudah dibawa masuk. Mungkin sedang dalam prosesi pengambilan janin”

Mata Kyuhyun melebar mendengar kata-kata itu. Dengan cepat dia menghampiri suster itu.

”Apakah yang suster maksud adalah Han Hye-Na? Dia mana dia? Aku harus menghentikannya, kumohon” desak Kyuhyun. Suster itu terkejut melihat kedatangan Kyuhyun.

”Anda siapa?”

”Aku ayah dari anak di kandungannya. Cepat beritahu dimana dia!!”

——–o——-

Hye-Na sudah berbaring di atas ranjang berlapis suprai biru tipis. Dokter itu memakaikan sarung tangan ke tangannya.

”Lebarkan kakimu. Jika aku bilang dorong, dorong yang kuat. Arraseo?”

”Arraseo..” jawab Hye-Na. Dokter itu mengambil posisi berdiri didepan kaki Hye-Na. Hye-Na hanya bisa berdoa dalam hatinya, semoga tuhan memaafkan kesalahan dan semoga tuhan memberikan kebahagiaan untuknya esok.

”Hye-Na~sshi, sekarang dorong yang kuat!”

Hye-Na menarik nafas panjang dan akan mulai mendorong.

BRAKKK!!!

”Hentikan semua ini Han Hye-Na!!” teriak seseorang. Tubuh Hye-Na tersentak. Dokter itu menghentikan prosesi pengambilan janinnya lalu menatap orang yang menggebrak pintu kasar.

”Siapa kau? Berani sekali kau masuk kesini!” teriak dokter itu.

”Aku adalah ayah dari anak yang dikandungnya” ucap Kyuhyun tegas. Hye-Na bangkit dari ranjang itu lalu menatap Kyuhyun tak percaya.

”Kyuhyun-sshi…” gumannya lirih.

”Aku tidak peduli. Dia sudah masuk kedalam ruang oprasiku dan tidak ada yang bisa menghentikannya!! Security, Security!!!” teriak dokter itu. Kyuhyun mulai cemas.

”Hye-Na~sshi, tolong jangan lakukan ini” mohon Kyuhyun pada Hye-Na. Hye-Na hanya menunduk dalam.

”Hye-Na aku mohon maafkan aku. Kau boleh berbuat apapun padaku, tapi jangan lakukan ini” desak Kyuhyun lagi. Hye-Na menggeleng pelan.

”Aku tidak bisa” ucapnya lirih. ” Bukannya kau yang menyuruhku aborsi, Kyuhyun-sshi?” lanjut Hye-Na dingin. Kyuhyun mengacak-acak rambutnya frustasi.

”Aku tahu, aku sangat menyesal Hye-Na. Aku mohon hentikan ini” paksa Kyuhyun. Dia hendak mendekat ke arah Hye-Na tapi dokter itu menghadangnya.

”Dia sudah bilang tidak mau! Pergilah kau dari sini!!” teriak dokter itu. Tiba-tiba dua orang security memasuki ruangan itu.

”Tolong usir dia dari sini!” suruh dokter itu. Kyuhyun mulai ditarik paksa oleh security itu dan Hye-Na hanya bisa menatap Kyuhyun sedih.

”Hye-Na aku mohon hentikan!” teriak Kyuhyun masih terseret-seret oleh security. Hye-Na menunduk lalu menggeleng pelan, sekuat tenaga dia berusaha agar air matanya tidak jatuh.

”Dokter, tolong usir dia dari sini. Aku tidak mau melihat wajahnya lagi” ujar Hye-Na dingin dan bergetar. Kyuhyun langsung terdiam mendengar perkataan Hye-Na.

”Kau lihat, dia sudah terlanjur benci dengan mu. Cepat bawa dia keluar!!” teriak dokter itu. Hye-Na masih menundukkan kepalanya, tak sanggup melihat Kyuhyun yang mulai menjauh darinya.

”Tidak, lepaskan aku!!” teriak Kyuhyun. Kyuhyun meronta-ronta berusaha melepaskan diri dari para security berbadan besar itu. Security itu oleng dan Kyuhyun langsung berlari mendekati Hye-Na lalu menarik wanita itu kepelukkanya.

Hye-Na tersentak dengan pelukkan Kyuhyun sangat erat. Awalnya dia masih bisa mendengar teriakkan dokter yang mencoba memisahkan mereka, namun lama-kelamaan hanya suara Kyuhyun yang bisa dia dengar.

”Mianhae, Hye-Na~sshi. Jeongmal mianhae. Aku tahu aku salah, kau boleh memperlakukan aku seperti apapun tapi aku mohon jangan lakukan ini” bisik Kyuhyun tepat ditelinga Hye-Na. Air matanya Hye-Na mulai mendesak.

”Beri aku satu kesempatan… kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Aku mohon, izinkan aku memperbaikinya”

Air mata Hye-Na perlahan jatuh. Pelukkan Kyuhyun semakin erat, membuat tubuh Hye-Na yang masih terduduk diranjang sedikit terangkat. Hye-Na menggigit bibir bawahnya agar tidak terisak. Namun percuma, bahunya mulai bergetar.

”Biarkan aku bertanggug jawab, Hye-Na~sshi… aku mohon”

Kali ini isakkan kecil mulai keluar dari bibir Hye-Na, namun perlahan tangisnya mengeras seiring bisikkan Kyuhyun yang semakin lembut.

”Maafkan aku..” ucap Kyuhyun lagi. Hye-Na mulai menangis keras dipelukkan Kyuhyun. Dia tidak peduli lagi dengan dokter dan para security yang mencoba memisahkan mereka. Hye-Na hanya bisa menangis, meluapkan segala kepedihannya di dada Kyuhyun.

———o——–

Kyuhyun dan Hye-Na berdiri didepan altar. Mereka berdua terlihat sangat serasi dengan pakaian pengantin yang membalut tubuh mereka.

Kyuhyun dan Hye-Na berdiri saling berhadap lalu memasangkan cincin kejari mereka bergantian. Hye-Na menatap datar cincin yang sudah melingkar di jari manisnya lalu beralih kewajah Kyuhyun yang tengah sedikit tersenyum.

”Kalian boleh mencium mempelai kalian” ujar seseorang kakek tua yang menjadi pemimpin upacara pernikahan mereka.

Kyuhyun membuka penutup wajah Hye-Na lalu mendekatkan wajahnya ke wajahnya. Kyuhyun mengecup dahi Hye-Na lembut. Para undangan yang hadir bersorak senang lalu bertepuk tangan.

Kyuhyun menghentikan kecupannya lalu menatap Hye-Na masih dengan senyum ikhlas dari wajahnya.

”Kalian resmi jadi suami istri” ujar kakek itu. Undangan semakin riuh. Kyuhyun dan Hye-Na saling bertatapan. Tatapan kosong, namun sedetik kemudian Kyuhyun menarik tangan Hye-Na dan membuat wanita itu jatuh kepelukkannya. Para undangan langsung berteriak histeris melihat adegan didepan altar. Sedangkan Hye-Na dan Kyuhyun masih terdiam dalam perlukan mereka. Sibuk dengan pikiran masing-masing.

”Gomaweo, Hye-Na~ya…” bisik Kyuhyun lembut. Air mata Hye-Na mulai mendesak. Air matanya mulai mengalir dan membuat bahunya bergetar.

”Sstt… uljima. Jangan menangis, Na~ya” bisik Kyuhyun lagi. ”Aku akan berusah membahagiakan mu dan juga anak kita. Jadi, aku harap kau bisa menerima ku dengan baik”

Air mata Hye-Na semakin deras. Ia mengangkat wajahnya lalu menatap Kyuhyun yang juga menatapnya dalam.

”Kita akan memulai lembar baru sebagai suami istri. Mulai dari sekarang kita harus belajar mengucapkan kata saranghae” ujar Kyuhyun dengan sedikit tawa geli. ”Saranghae, Cho Hye-Na” lanjut Kyuhyun sambil mengusap air mata Hye-Na. Hye-Na menunduk dalam, beberapa detik kemudian dia langsung menghambur kepelukkan Kyuhyun dan membuat laki-laki itu sedikit terkejut.

”Nado saranghae..” ucap Hye-Na lirih. Kyuhyun tersenyum lalu membalas pelukkan Hye-Na.

—-THE-END——

Advertisements

81 responses to “Not Always Nightmare

  1. Yakkk ….
    Sebel waktu baca awal”nya …..
    Kyu bikin emosi wanita naik turun …..
    Suka pas adegan d klinik ….
    Menyentuh ksihan Hyena ….
    Sama” belajar u/ saling mencintai ya ….
    Hmm ,,,
    daebak author …….
    Bikin sequelnya donk ….

  2. sumpah authorr ni crita ny baguss.. cumn yg pas d klinik trs d altar tlalu cepet slot ny 😀 tp ga pa” ff ny ttp baguss 😉

  3. bagus sih thor.
    cuman, ada satu hal yg pengen aku tanya.
    nama Hye-Na itu ngarang sendiri ato gimana? soalnya aku udah permah baca ff yang namanya Hye-Na. itu aja sih. bls ya Thor, penasaran nih.
    Eh, gregetan aku baca awalnya. kekekeke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s