Naughty Married ( magicalova ) part 1

Naughty Married

Title: Nughty Married (magicalova)

Author: LucifeRain / aya

Genre: romantic – comedy / comfort / fantasi

Lengh: chapter

Ratting: PG – 15

Main Cast:

–          Kim Kibum a.k.a Key

–          Choi Minrin a.k.a You

Support Cast

–          Kwon Sohyun 4minute a.k.a Kwon Sohyun

–          Lee Taemin

Makasih buat readers yang ninggalin ‘jejak’ di ff nista ini. Your comment like the oxygen. baca sebelumnya Naughty Series ( Complicated ) & ( Reason )

~*~

Seorang pemuda tampak terlelap dalam balutan selimut, ia menggeliat kecil ketika cahaya yang menerpanya terasa semakin menyengat. Ia memiringkan badanya ke arah kanan, meraba raba sisi lain tempat tidur. Merasa kosong, ia mengintip dengan sebelah matanya.

“kemana dia?” gumanya pelan. Dia yang di maksud adalah Choi Minrin, yang berstatus sebagai istrinya sejak sebulan lalu.

Pemuda itu mendesah, menegakkan punggungnya lalu melakukan perenggangan kecil pada leher dan tanganya. Sesaat ia menoleh ke arah kiri, mengamati jam yang terpajang di dinding.

“MWO?! Jam 10.00???” matanya yang semula masih enggan terbuka, kini terbuka lebar. Bagaimana ini? Mata kuliahnya di mulai jam 11.00. bisa bisa dirinya mandi muncratan air dari mulut dosenya jika ia terlambat 5 detik saja. Sangat menjijikan!

Ia beranjak ke kamar mandi dengan tergesa gesa, dan mempersiapkan segala hal dengan secepat kilat. Merasa beres, ia pun bergegas ke Leehwa university. Tak mau berlama lama bergulat dengan waktu.

Memilih duduk disamping jendela adalah pilihan yang tepat saat ini, mengingat betapa membosankanya dosen yang akan segera masuk. Minimal ia dapat mengusir rasa kantuk dengan melihat pemandangan yang ada di luar jendela.

Dosen masuk, pertanda dimulainya kegiatan kelas hari ini. Key mengeluarkan laptopnya. Laptop berwarna Crimson ini adalah kado pernikahan dari hyungnya, Lee Jinki. Dan Minrin juga memiliki laptop yang serupa.

Ketika laptop itu menyala kontan Key menganga lebar. Bagaimana bisa background laptopnya berubah jadi gambar kodok bermotif polkadot unggu dan pink, YA! Spesies jenis apa itu. HEY, siapa yang berani mengutak atik laptopnya huh?

Key mendecak kecal, merasa janggal ia berfikir sejenak. Jangan…. Jangan…. Ia membuka file file disana, mengecek susatu. Benar saja! Laptop mereka tertukar! Laptop yang penuh dengan file file gaib (?) ini kepunyaan Minrin. aishh! Dasar Minrin ceroboh!

Mati matian key merutuki Minrin, tapi percuma ia hanya bisa menukar laptopnya saat jam istirahat tiba. Bosan mendengarkan ocehan dosen sangar itu, ia berniat iseng mengutak atik file laptop Minrin.

Namun sepertinya file file itu jauh lebih membosankan karena penuh dengan gambar kodok bergagai macam warna dengan pose pose keramat. Heran kenapa ia bisa menikah dengan yeoja berkepribadian aneh itu.

Key terus men-scroll ke bawah. Ia benar benar kesal saat mendapati sebuah gambar kodok berwajahkan dirinya. ‘YA! Awas kau Choi Minrin’ umpatnya dalam hati, sungguh tidak wajar jika manusia setampan dirinya dipadukan dengan gambar badan kodok bercorak macan tutul. emangnya ini lambang zodiac? -___-

Dia antara gambar kodok tak wajar itu, Key menemukan sebuah folder bernama ‘bukan kodok’ nama yang jelek plus tak berbobot memang, namun cukup menggelitikik hasrat untuk membuka nya. merasa tertarik ia pun membuka folder itu.

Dalam folder itu Terdapat sebuah foto yang cukup membuatnya kaget, ia men-double click foto itu untuk memperbesar gambar.

Foto yang bergambarkan sebuah box telepon umum ber-backround deretan pohon jati di bawah langit jingga. Pintu kaca box telepon itu terbuka, terlihat seorang pemuda merangkul seorang gadis. jari mereka membentuk V-sign dan Mereka sama sama tersenyum lebar kearah kamera. Terlihat sangan bahagia, siapapun yang melihat foto itu pasti berpendapat bahwa sepasang anak manusia itu memiliki hubungan khusus.

Key tau betul siapa gadis itu, bagaimana tidak? Gadis itu adalah Choi Minrin istrinya! Catat! Istrinya! Hal ini cukup membuatnya bernafas lebih cepat dari sebelumnya. Key menyatukan alis ketika mendapati sebaris tulisan kecil di kanan bawah gambar, yang bertuliskan Ternyatabloginipunyague.blogspot.com.

Ia pun langsung menyambungkan wifi dan membuka browser yang tersedia dalam laptop. Sesaat key mencibir nama blog yang ternyata kepunyaan Minrin.

“dasar yeoja gendeng! Pasti dia sering lupa dengan blognya sendiri” umpatnya

Sepertinya itu blog ini sudah lama tak diurus, terbukti dari tanggal postingan yang rata rata berkisar 6 Tahun lalu. Postingan teratas di peniuhi foto foto Minrin yang mengenakan seragam sekolah menengah.

Key seakan tersihir ketika matanya menangkap sebuah foto bergambar gadis berparas cantik natural, bahkan tanpa sadar kedua sudut bibirnya tertarik ke atas membentuk sebuah senyuman kala ia mendapati foto gadisnya dengan ekspresi bodoh tapi menggelitik.

senyuman itu perlahan memudar ketika ia menelusuri foto foto paling bawah, karena terdapat beberapa foto gadisnya yang mengukir senyum dengan pemuda lain.

KEY P.O.V

Aku membuka blog Minrin, postingan teratas di dominasi dengan foto foto remajanya. Namun semakin kebawah di foto foto itu ia tidak sendirian, ada seorang namja disampingnya.

Menyebalkan sekali melihat foto ini, dasar yeoja aneh bisa bisanya ia memposting hal anah seperti ini. Tapi ini kan blog dia, ya suka suka dia. Aigooo apa yang sedang kau pikirkan Kim Kibum!

Saat aku men-scroll ke arah kanan, aku menemukan beberapa categories dalam blog ini. Salah satunya bertuliskan Minrin’s Diary. Belum sempat aku membuka categories itu, pelajaran telah selesai. Tak ada waktu untuk membaca postingan itu, aku harus segera menukar laptop ini karena laptop adalah istri utamaku di mata kuliah selanjutnya -___-

Aku segera berjalan menuju perpustakaan karena Minrin sedang berada di sana. Untung saja aku tidak membawa kompor dan kuali, bisa ku pastikan dia akan ku sambal balado karena ulah cerobohnya ini.

Ku langkahkan kakiku di koridor gedung, karena terlalu terburu buru aku hampir menabrak orang lain. Langkahku terhenti ketika melihat wajah orang yang hampir ku tabrak, orang itu berlalu pada arah yang berlawanan.

Wajahnya terasa sangat familiar dalam ingatan, tapi dimana aku pernah melihatnya. Naluriku berkata aku tak mengenali orang tersebut, tapi kenapa ia mengingatkanku pada sesuatu?

Suatu hal menyadarkanku, sontak akupun berbalik menatap pemuda yang ku tabrak tadi, memperhatikanya secara detail. Bukankah iaaaa….

“YA! LEE TAEMIN! KAU LAMA SEKALI!” teriak seseorang dari kejauhan.

“kau kemana saja?! Kami mencarimu dari tadi!” orang itu menghampiri namja yang hampir ku tabrak tadi, mereka membicangkan sesuatu.

Ya , aku ingat. Wajah namja yang bernama Lee Taemin itu sangat mirip dengan namja yang berfoto bersama Minrin. aku tak mungkin salah lihat, mereka benar benar serupa. Semuanya hampir sama….

berarti namja itu dan Minrin bersekolah di satu atap yang sama. Apa mereka sudah pernah bertemu? Kalau belum Bagaimana jika mereka bertemu nanti? Tidak, apa yang kau pikirkan Kim Kibum! Jangan pedulikan mereka! Arggghhhh… aku benar benar bingung!

~*~

Tak ada satupun materi yang menempel dalam otakku, rasa penasaranku yang lebih dominan seakan menjajah perintah untuk belajar. Sekelebat pikiran memenuhi, menggerakkan alam bawah sadar untuk mengabaikan semuanya.

Sesampainya di rumah aku langsung memasuki ruang belajar pribadiku yang berada di lantai satu. Mood ku terlalu buruk untuk berbicara dengan siapapun. Entah sudah berapa kali Minrin ku sembur dengan tatapan mematikan karena ia terlalu banyak tanya mengapa aku jadi pendiam.

Semua ini membuatku penaaran, aku belum pernah seperti ini sebelumnya. Apa jangan jangan otakku telah diracuni makanan rasa sikat WC beraroma karbol buatan Minrin? -___-

Seperti orang kesurupan aku berkutat dengan laptop demi membuka subuah situs horor tersebut. Langsung ku klik categories bertuliskan ‘Minrin’s Diary’. Bola mataku bergerak secara horizontal, menelusuri kata demi kata yang membentuk sebuah cerita. Sebuah kisah masa lalu yang mampu membuat nafasku tercekat

__ 6 Years Ago __

Author P.O.V

Seorang gadis berdiri di sebuah halte sambil sesekali menoleh ke arah kanan dan kiri. Ia masih mengenakan seragam sekolah padahal jarum pendek jam tanganya tengah bertatapan dengan angka 8.

Ia terlihat gelisah ketika menatap langit, tak ada satupun bintang yang bersinar disana. Pertanda hujan akan segera darang. Gadis itu baru saja pulang dari rumah temanya, ia menyesal telah menolah ajakan Sohyun untuk mengantarnya pulang. Berkilah bahwa ia bisa naik taksi, sesampainya di halte tak ada satu taksi atapun bus yang lewat. Ia benar benar menyesal mengabaikan ajakan itu.

DUARRR BRUK PRANG GLEDEK DUARRRRR

Gemuruh petir yang lebih mirip suara panci rombeng itu membuatnya bergidik. Perlahan tetesan hujan turun menyerbu bumi, air yang semula berupa rintikan itu semakin lama semakin mengganas.

Minrin berlindung di bawah atap halte, tapi angin yang berhembus kencang, membuat hujan mengenai dirinya dalam  posisi apapun. Minrin mengamati sekitar, di belakang halte terdapat deretan pohon jati dan di sebelah pepohonan itu berdiri kokoh sebuah gedung rumah sakit.

Sebenarnya Minrin bisa saja berteduh di rumah sakit, tapi jika kesana sama saja dirinya akan basah kuyup. tak ada gunanya….

Ia pun menoleh ke arah kanan, mendapati box telepon umum di samping halte, box itu berdinding kaca dengan besi penyanggah berwarna merah. Minrin memayungi kepalanya dengan tas, berlari kecil memasuki halte. tempat yang bagus untuk berteduh, lagi pula lumayan untuk mengusir suhu dingin.

Gadis itu terduduk, merasa bosan dan bingung mau melakukan apa. Film pangeran kodoh dan putri duyung di laptopnya sudah di tontonya ratusan kali dan lagu kodok icon sudah di dengarnya ribuan kali *lebay

Tiba tiba Minrin menguap, kantuk mengambil alih dirinya. Perlahan punggungnya merosot pada pintu kaca, sehingga membuatnya tersentak dalam posisi duduk. Ia melipat kedua kakinya di depan dada lalu memeluk lutut dan membenamkan kepalanya di antara kedua putunya.

BRAKKKK…

Suara dentuman pintu terdengar disela gemuruh hujan, sontak Minrin mendongak. Ia terperanjat ketika seseorang memasuki box telepon itu, Minrin berdiri lalu menatap sangar namja yang masuk seenak jidatnya. disertai rasa takut ia memasang kuda kuda siap tempur (?)

“si… siapa kau?!” ucap Minrin takut takut

“nan?” namja itu menunjuk dirinya.

“iya, siapa lagi? Tidak mungkin aku berbicara dengan bisul bodoh!” bentak Minrin sangar

Bukanya takut namja itu malah terkekeh, kelopak bawah matanya tertekan ke atas sehingga menampilkan mata bulan sabit yang khas. Minrin menatap paras teduh itu, seakan terhipnotis tangan yang semula mengepal kini ingin menggapai wajah malaikat dihadapanya.

Minrin P.O.V

Aku menautkan alis saat menatapnya, sebenarnya dia siapa huh? Kalau dia penjahat kenapa tidak menyerangku? Kenapa dia malah tertawa? Membuatku salah tingkah saja >///< Penasaran, aku pun mencubit pergelangan tanganya.

“awwww” rintihnya, aku terkesiap pelan. Ia menatapku garang membuatku terhuyung ke belakang.

“jadi kau bukan hantu?” tanyaku polos, tawanya meledak.

“aniyooo… maaf aku lancang masuk ke sini. Tidak ada tempat untuk berteduh di luar. Jeongmal Mianhaeyo” akunya, aku mengangguk.

Mwo? Barusan Aku menggangguk? Bagaimana bisa? Lancang sekali dia masuk kesini, Seharusnya dia keluar! Bagaimana bisa aku seperti ini? Minho Oppa yang sembarangan masuk kamarku saja ku lempar dengan sapu ijuk

Apakah dia itu kakek sihir semacam dedi kobujur? Kenapa aku bisa sebegitu mudahnya menggangguk, lain kali aku tidak akan menatapnya karena ia seakan membuatku tersihir.

~*~

“kau masih SMA?” tanyanya, dan aku mengangguk. Kini kami duduk bersebelahan dengan punggung yang bersandar pada dinding kaca. Tiba tiba ia menghentak pelan kepalanya ke dinding itu lalu menatap langit langin box telepon, kemudian tertawa hambar.

Aku bergidik, lalu berkomat kamit dalam hati. Berharap yang ku temui bukanlah orang gila. Atau haruskah ia ku gigit untuk memastikan kalau dia tidak gila? Ah jangan, bisa ditendang ke gurun sahara

“ku pikir kau masih smp” ia menatapku geli. Aku menatapnya tajam tapi sejurus kemudian keingan untuk memarahinya pudar kala bola mata hitam pekat itu menyapu penglihatanku. Sebenarnya mantra apa yang ia gunakan huh?

Ini pertama kalinya aku nyaman bersama orang yang baru ku kenal.

Tanpa ku sadari rintikan bunyi hujan yang tadinya gaduh itu menghilang, yang ada hanya suara hembusan angin pembawa kabar kalau hujan telah menjauh. Ia berdiri, merenggangkan otot ototnya yang kaku lalu membuka pintu itu.

Namja itu melangkahkan kakinya keluar, meuju aspal basah pasca guyuran hujan. aku pun ikut keluar, tak ingin berlama lama dalam box telepon yang sedikit pengap itu. aku menatap namja itu penuh tanya.

Ia menghela nafas panjang, ekspresinya menjelaskan bahwa ia sedang menikmati aroma khas sehabis hujan. Aneh memang, tapi aku suka cara pernyaluran ekspresinya. Terlihat manis kala matanya terpejam dan senyum mengembang di bibirnya.

“apa aku terlalu tampan?”

Ia membuka sebelah matanya lalu tertawa geli. Aku hanya bisa menganga, apa katanya? Yang benar saja! Percaya diri sekali orang ini!

“ne, kau tampan jika dibandingkan patkai dan sungokong.” Cibirku kesal. ia melotot kearahku, buru buru aku memalingkan wajah tak mau terhipnotis untuk kedua kalinya

“jangan mengelak, aku tahu kau memperhatikanku sejak tadi”

Aku mencelos, apakah aku terlalu berlebihan mentapnya? Astaga Choi Minrin kenapa kau bodoh sekali? Aku benar benar malu sekarang.

“kau tahu, kudanil saja lebih tampan darimu” rutukku

Maaf Tuhan aku berbohong, aku pun mengoceh dalam hati berharap Tuhan tidak memberiku karma. Namja ini benar benar tampan, membuatku merinding jika menikmati setiap ketampanan yang ia miliki.

“dasar anak kecil!” umpatnya lalu tertawa geli

“MWO?! Aku sudah SMA tau”

“tapi kau pendek!”

Aku tidak terima dikatai pendek oleh menara sutet seperti dirinya. Aku berkacak pinggang di hadapanya, lalu berjinjit untuk mensejajarkan posisiku. Tapi sial! Dia sangat tinggi. Kalau ada kemoceng, pasti sudah kusumpal mulutnya

“dasar menara sutet!” umpatku lalu membuang muka. Kalau di pikir pikir kami seperi orang bodoh bertengkar di tengah jalan, tapi sayangnya aku malas mikir, jadi aku yang paling cantik disini. Errr apalagi ini? *timpuk author

“dan KAU?! KOTAK! Lihat badanmu rata seperti papan triplek!”

Aaaaaa… apa kata orang orangan sawah itu? ini benar benar pesebelehecehan, cuih perseklehecehan … per…YA! Kenapa aku malah memikirkan kata Gaje ini? Aku benar benar tidak terima dikatai begitu.

“DASAR OM OM MESUM!!!”

–DUAKKK- aku melemparnya dengan sepatu kananku, tapi sial dia menangkapnya dan berlari menjauh. Ia memeletkan lidah membuatku Kesal, aku pun melemparkan sepatu kiriku dan lagi lagi dia menangkapnya. ARGGHHH SEBENARNYA SIAPA YANG BODOH DISINI?

Tiba tiba bus datang, buru buru ia menghentikanya. Saat aku mengejar, namja itu lebih dulu menaiki bus dan bus itu berjalan menjauh.

“YA! KEMBALIKAN SEPATUKU?” teriakku namun sepatuku tak kunjung kembali (?) sekeras apapun aku berteriak sepatu itu tak mungkin terbang.

Huahhh… aku terduduk di halte. Jika Cinderella Cuma kehilangan salah satu sepatunya, kenapa aku harus dua duanya? Kenapa sepatuku diborong oleh OM OM mesum. Siapa gadis yang mau di kasih sepatu ujung belakangnya bolong segede bola pimpong itu? sttt… kalian diam diam saja ya ekekekkeke >///<

~*~

Aku berjalan menelusuri lorong lorong kelas dengan muka ditekuk, benar benar kesal dengan kejadian semalam. Gara gara menara sutet itu terpaksa aku memakai sepatu pemberian Appa yang segede gajah, jika aku menendang bola aku yakin sepatu ini akan ikut melayang -__-

Aku berdiri di depan meja Sohyun sambil berkacak pinggang, kekesalanku semakin menjadi jadi karena sohyun tetap asyik berkaca tanpa mempedulikanku yang sudah mencak mencak seperti orang gila.

“YA! Sohyun Pabbo! Kenapa kau berkaca terus huh? Apa kau takut matamu dicuri wiro sableng atau hidungmu dirampok wewe gombel HAH?”

Ia menatapku sejenak, lalu melanjutkan aktifitas berkacanya lagi. Arghhh…. Kesal, aku pun merampas kacanya tapi ia mengambil kaca lain di dalam tasnya. Ku rampas lagi kaca itu tapi dia mengambil kaca lain lagi. Ku ambil kaca selajutnya dan dia mengambil kaca lagi.

“YA! Sebenarnya kau bawa kaca berapa huh?” bentakku geram sambil menatap kaca di tanganku yang entah kenapa bisa berjumlah 7 (?)

“ini pinjaman” ujarnya sambil nyengir kuda.

Astaga Sohyun Pabbo, benar benar ingin ku kunyah dia hidup hidup. Dasar Miss. Minjemholic, minjem tapi nggak balik balik. Kenapa Appa dan Eommanya memproduksi manusia model beginian (?)

“Tekotek kotek kotek

Anak ayam turun sepuluh

Mati satu tinggal sembilan

Tekotek kotek kotek”

YAYAYA! Siapa yang bawa anak ayam disini HAH? Ku lihat Sohyun nyengir kuda sambil menggenggam ponsel yang bergetar. Aigooo… Kenapa Ringtone ponselmu harus gila sepertimu KWON SOHYUN!!!!

~*~

Murid di kelasku sudah duduk rapi menanti kunjungan mahasiswa jurusan kedokteran dari Universitas kangwook, universitas yang terletak tepat di sebelah gedung sekolah menengahku ini.

Ternyata tekotek kotek ponsel Sohyun (?) memberitahu bahwa ada penyuluhan yang diadakan sebagai praktik para mawasiswa itu.

Derap langkah kaki terdengar semakin mendekat, sesaat kemudian datang beberapa mahasiswa yang mengenakan jubah putih khas dokter. Aku tak begitu memperhatikan mereka karena sibuk mewaraskan ikatan tali sepatuku yang menggila.

“annyeong haseyo” Sapa seseorang.

Seketika aku menghentikan aktivitas saat lantunan suara bariton menyapa indera pendengaranku. Aku menengadah, menatap si empunya suara familiar. Tubuhku menegang ketika tau bahwa ia adalah namja sihir semalam.

Kelopak mataku terbuka lebar ketika bola mata hitam pekat miliknya menangkap tatapanku. Ingin berpaling, tapi sial seperti ada mantra yang bereaksi. Ia berbahaya!

Ia mengangkat salah satu sudut bibirnya, menampilkan senyum miring meremehkan. Tatapanya seakan mempunyai arti apa-kabar-bocah?. Aku mendelik ke arahnya tapi ia menunduk lalu terkekeh pelan. Sangat menyebalkan!

Aku mendorong meja, berdiri lalu melayangkan tangan menunjuk kearahnya dengan tatapan ganas mematikan. Sontak semua mata tertuju ke arahku, tapi aku tidak peduli. Aku muak! Benar benar ingin balas dendam.

“YA! AHJUSSI MESUM! CEPAT KEMBALIKAN SEPATUKU!”

__ STORY ( 6 YEARS AGO) CONTINUED__

Author P.O.V

Key merenggangkan tanganya diudara, kemudian ia mengeleng gelengkan kepala untuk melemaskan otot yang tegang. Ia mengerjapkan mata, lalu menoleh ke arah jam dinding.

Buru buru ia tutup laptopnya saat tahu jam menunjukan pukul 19.30. terpaksa keinginanya untuk membaca dairy electronic Minrin ditunda untuk sementara. Satu yang ia pikirkan, anak anjingnya Minrin makan apa?

Jangan jangan ia meracuni semua bahan makanan di kulkas dengan detergen atau karbol penyikat WC. Ini tak bisa di biarkan!. Key berjalan menuju pintu, ia menggenggam kenop pintu itu lalu memutarnya. Saat pintu terbuka tiba tiba….

DUUUAARRRRR!!!!!!!

Terdengar suara ledakan yang dahsyat, spontan Key Tiarap di lantai. Jangan jangan gembong teroris sedang meracik bom di apartmentnya. HEY! Mana ada hal seperti itu??!!!

Key berdiri dari posisi tiarapnya, kalau di pikir pikir bodoh sekali ia melakukan itu. is pun berdiri lalu berlari menuju sumber suara. Dan ternyata sumber suara itu berasal dari dapur.

Key menganga lebar mendapati Minrin dengan wajah belepotan dan basah sedang mematung di depan kompor sambil memegang tutup panci. Minrin memutar kepanya ke arah Key, membuat namja itu bergidik ngeri.

“kau kenapa, huh?”

“tadi aku merebus sesuatu, saat aku membuka tutupnya. Panci itu meledak” ucapnya polos, Spontan Key tertawa lebar.

“kenapa kau tidak menungguku?”

“aku sudah kelaparan pabbo! 5 jam aku menunggumu dan kau tidak keluar juga”

Key mati matian mengulum tawa, ia sangat geli melihat Minrin yang seakan disembur lumpur itu. ia pun menarik Minrin keluar dapur, tak mau dapurnya semakin hancur dengan eksperimen gatot (gagal total)

“cepat mandi sana, aku akan membelikan makanan untukmu” titahnya.

~*~

Dua pasang manusia yang terikat hubungan khusus itu sedang makan dalam diam, posisi mereka berhadapan namun hanya tertunduk sambil menikmati makanan masing masing. Tak ada yang membuka mulut, membuat si gadis sedikit bingung akan kondisi ini.

Minrin menatap Key, sejak pulang tadi ia hanya diam tanpa membalas satupun ucapan Minrin. apa ia marah karena dapurnya hancur? Minrin sangat minta maaf akan hal itu.

“hmmm… Key”

Key melirik ke arah Minrin, membuat gadis itu bergidik disuguhi tatapan tajam itu. ada apa dengan namja musim ini huh? Kenapa sifatnya selalu berubah ubah.

Tadi ia ramah bagaikan musim semi yang hangat namun menenangkan, tapi kenapa musim dingin mengambil alih dirinya secepat ini. Sifat dinginya menciptakan atmosfir beku, Tak ada yang bisa memberontak ketika winter menjajah suasana. Minrin benar benar tak habis pikir dengan sifat namja musim ini.

~*~

Minrin melangkah masuk ke dalam Cafetaria, ia duduk di hadapan Sohyun dengan santainya ia mencomot roti bakar yang baru dihidangkan di hadapan Sohyun. Membuat sahabatnya itu mengamuk namun ia tertawa puas.

“kembalikan rotiku!” seru Sohyun dengan suara cemprengnya

“nanti tunggu aku keluarkan hehe” ledek Minrin sambil menepuk nepuk perutnya

“apa yang mau kau keluarkan? Bayi? Kau harus menikah dulu Pabbo!”

Uhuk.. uhuk… Minrin tersedak, seakan ada yang mengganjal tenggorokanya setelah mendengar kalimat Sohyun. Sahabatnya itu memang tidak nyambung, tapi ia merinding juga saat dengar kata ‘pernikahan’

Tak ada satupun yang tau jika dirinya telah menikah dengan Key kecuali keluarga mereka berdua. Kenapa dia begitu bodoh tidak memikirkan konsekuensi pernikahan –muda– nya dengan Prince Campus yang di gilai para yeoja.

“dasar Sohyun Pabbo” umpat Minrin, padahal sebenarnya ia mengumpat dirinya sendiri.

Bukanya melawan, Sohyun malah menempelkan telunjuknya dibibir. Mengeluarkan bunyi ‘psstttt…’ mengisyaratkan untuk diam. Ia lalu menunjuk ke suatu arah.

Minrin menatap apa yang ditunjuk Sohyun, membuatnya sedikit kaget saat tau tunjukan itu mengarah pada seorang namja yang familiar tapi sudah lama tak ia temui. Ia dan Sohyun berpandangan penuh arti, lalu mereka melirik lagi namja yang sedang mengantri makan siang itu.

“ bukankah itu Lee Taemin?” terkanya

 

__ TO BE CONTINUE__

Annyeong…

Author seneng atas respon kalian, makasih semuanya J). Oh ya Naughty Married ( Magicalova) ini terbagi jadi 2/3 part karena ceritanya lumayan panjang hehe.

Cepat atau lambatnya postingan tergantung dari jumlah komentar. Kalau di atas 60 bisa 5 hari aku post, kalo kurang 60 seminggu – dua minggu baru aku post. Jujur, akhir akhir ini ulangan membombardir (?) belum lagi les dan kegiatan lainya yang nyita waktu banget *nangis di pojokan* ß Curcoll :p

YOU’RE COMMENT LIKE OXYGEN

So, don’t be a SILENT READERS!

Advertisements

103 responses to “Naughty Married ( magicalova ) part 1

  1. kkk aku penasaran sm lanjutannya makanya aku pantengin blog author hehehehe
    aku ijin baca yang selanjutnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s