Ghost Stories [Part 2 – END]

Title : Ghost Stories

Author : ditjao (a.k.a Dhita Febriana Sari a.k.a Yoo Na-yeon a.k.a. Kawamori Hana)

Cast :

  • MBLAQ
  • Author (?)

Rating : PG-13

Genre : Horror, Comedy, Random (?) =.=v

Length : Twoshot

Disclaimer : Plot-nya milik saya. Cast-nya milik kita bersama~ Tapi khusus Joon punya saya lho ya…

Note : Seperti biasa, lagi-lagi saya terlambat buat post FF… (=v=;) Mian, jika sudah menunggu lama, ya. Namanya juga pelajar sok sibuk =.=v Tapi saya mau ngucapin makasih banget sama kalian-kalian yang masih bersedia baca FF ini. Spesial thanks buat psybyungyeon. Makasih udah jadi ‘tukang tagih’ onnie selama ini saengie~ Nih onnie kasih bonus cipok dari bang GO ah. Muah…muah… :** Juga buat temen sekelasku, Enji sama Rismaya, hahahahah…. terharu deh kalian mau baca FF-ku. Gak nyangka (?). Cipok juga aaah… :**

Dan berhubung FF ini saya bikin waktu bulan puasa, jadi jangan aneh ya kalau di sini masih saya selipin unsur-unsur religius (?) yang berhubungan dengan bulan puasa 😀

Oh ya satu lagi. Ada satu dari story list yang judul dan ceritanya aku ganti. Asalnya mau aku kasih judul Hantu Tukang Pijat, tapi sekarang aku ganti jadi Misteri Mobil Berhantu. Hayooo cerita milik siapakah itu? Penasaran? Baca aja deh langsung 😉 Maaf kalo ancur, gaje, teu nyambung, tralala, trilili dan sebagainya yah. Dimaklum, namanya juga hanya seorang manusia biasa yang tak pernah luput dari kesalahan (?) =.=v *ngemeng ape lu dit?* Tapi meski begitu, semoga terhibur 🙂

Oke deh, akhir kata saya ucapkan, HAPPY READING~ m(_ _)m

Story List :

  • Misteri Novel Horror
  • Suster Ngesot
  • Sarkonah, The Japanese Ghost
  • Misteri Mobil Berhantu
  • Tangan Buntung Nyai Hanako
Prev: Part 1
*****

(Narasi di bawah MASIH di ambil berdasarkan sudut pandang dan cerita dari GO)

Masih ingat tentang kejadian pertama kali aku bertemu dengan Sarkonah si Hantu Jepang itu? Yup, mendadak aku punya ide bagus. Mau tahu apa? Aku berniat untuk berguru bahasa Jepang dengannya! Ideku ini sangat cemerlang sekali, bukan? Hahahaha…. 

Tanpa pikir panjang lagi, keesokan harinya aku pun segera menjalankan rencanaku tersebut. Menurut penjaga sekolahku yang katanya punya kemampuan berkomunikasi dengan makhluk halus, si Sarkonah ini hampir sama dengan hantu-hantu wanita kebanyakan. Doi kabarnya seneng banget sama yang berbau melati. Ya udah, akhirnya berbekal Frestea rasa Melati yang baru aku beli dari kantin sebagai sesajen, aku pun nekat mendatangi pohon beringin tempat arwah si Sarkonah bersemayam. Kulakukan ritual yang katanya bisa mendatangkan arwah si Sarkonah itu, yaitu dengan cara bernyanyi lagu Aishiteru-nya Zivillia sembari memonyongkan bibir sambil menghadap ke pohon beringin.

Usahaku ini berhasil. Tiba-tiba arwah si Sarkonah pun muncul disertai dengan gemuruh angin, badai angin topan, tanah longsor, dan banjir bandang (?) setelah aku selesai melakukan ritual tersebut. Seolah telah tahu apa yang menjadi niat awalku untuk menemuinya, arwah Sarkonah  pun kemudian memberiku secarik kertas yang bertuliskan,

Program Pendidikan Bahasa Jepang ‘Sarkonah College’

  • Shokyu (Basic)

Cost: Rp. 100.000,00/week

  • Chukyu (Middle)

Cost: Rp. 125.000/week

  • Jokyu (High)

Cost: Rp. 150.000/week

Aku langsung terbelalak begitu membaca secarik kertas yang ternyata adalah sebuah brosur tersebut. Gak nyangka, ternyata si Sarkonah meskipun udah jadi hantu tapi masih doyan sama duit!

 “What the??? Kok mahal amat???” aku protes. Sementara si Sarkonah itu sama sekali tak menghiraukanku dan malah menatapku tajam.

“Aish, karepmulah. Yang penting ulangan remedial gue bisa rada meningkat nilainya,” ujarku pasrah.

Akhirnya aku pun jadi juga mengikuti bimbingan belajar bahasa Jepang bersama arwah si Sarkonah ini. Karena bahasa Jepang yang aku pelajari di sekolah masih berada di level dasar, jadinya aku memilih program Shokyu. Setiap hari sepulang sekolah aku mengikuti bimbingan belajar bersama si Sarkonah ketika hari sudah mulai gelap, dan murid-murid pun sudah pulang ke rumahnya masing-masing. Memang dasar nasibku, untuk mengikuti bimbel bahasa bersama Sarkonah saja aku sampai harus menyisihkan sebagian uang jajanku untuk dipakai membayar biaya bimbingan. Tapi tak apalah, ini semua kulakukan demi nilai mata pelajaran Bahasa Jepangku agar bisa meningkat.

Akhirnya hari remedial pun tiba. Ternyata usahaku membayar jasa si Sarkonah untuk mengajariku bahasa Jepang tidaklah sia-sia. Terbukti, bahkan aku mendapat nilai yang paling tinggi di kelas. Meskipun hanya nilai remedial, tapi tak apalah setidaknya aku sudah cukup bangga dengan hasil kerja kerasku ini (?).

Yang lebih membuatku bangga lagi, bahkan guru bahasa Jepang-ku saja sampai memujiku di depan kelas dan di hadapan teman-temanku yang lain. Alamak, langsung nge-fly!

“Ibu tidak menyangka kalau kamu bisa mendapat nilai paling tinggi dalam pejaran Ibu, Byunghee-ya. Yah, meskipun baru dalam remedial, ini merupakan awal yang bagus. Kamu pasti telah belajar sangat keras untuk mengahadapi ulangan remedial ini, ya? Bagus Byunghee-ya! Pertahankan nilaimu, nak!” ujar guru Bahasa Jepangku itu sambil tersenyum bangga.

“Terima kasih, Bu.” Balasku sambil tersenyum malu-malu.

Kulihat arwah si Sarkonah mulai muncul menampakkan dirinya di balik jendela sambil menatap ke arahku. Kurasa ia pun ingin ikut memberiku ucapan selamat atas keberhasilan remedialku kali ini. Hihihi… ^^

Asiiik… semua ini berkat pertolongan si Sarkonah. Kalo gak ada dia, gatau deh apa yang akan aku perbuat untuk mengahadapi remedial ulangan Bahasa Jepang itu. Wkwkwkwk… terima kasih banyak, Sarkonah! Saranghaeyo! Eh…aishiteru! ^3^

 (kembali ke sudut pandang Author)

“Uwaaa….akhirnya hepi endang!” komentar Mir takjub.

“Co cwit cekali yah hyung dan si Sarkonah itu. Kenapa kalian gak sekalian jadian aja?” tambah Thunder.

“Baru kali ini aku ngedenger ada manusia yang minta les sama hantu ==a,” Seungho ikut berkomentar.

“Wkwkwkwk… iya atuh. Kan sudah semestinya, sesama makhluk Tuhan itu memang harus saling tolong menolong,” dalih GO.

“Tapi hyung…perasaan aku yang main jadi hantu di film The Ring itu namanya Sadako, deh. Bukan Sarkonah…,” kata Joon.

“Oh iya? Ahahaha gatau atuh,” GO cuman bisa nyengir kuda gara-gara ketahuan salah gaul.

“Ya udah deh. Sekarang giliran aku yang cerita, ya?” Thunder pun mengajukan diri.

“Silahkan…,” jawab member yang lain kompak.

(Narasi di bawah di ambil berdasarkan sudut pandang dan cerita dari Thunder)

Waktu aku SMP, sekolahku pernah mengadakan karya wisata ke Gunung Tangkuban Perahu (?). Nah, di sana kami berjalan-jalan bersama-sama dengan rombongan. Berhubung sedang karya wisata, aku berinisiatif membawa sebuah kamera untuk mengabadikan perjalanan kami selama berada di sana.

Namun, waktu itu mungkin aku sedang bernasib sial. Karena keasyikan memotret pemandangan yang ada di sekelilingku, aku pun jadi terpisah dari rombongan. Mana pada waktu itu hari sudah beranjak malam, ditambah dengan hujan yang mulai turun rintik-rintik…pokoknya apes bener, deh!

Aku yang kebingungan berjalan sendirian luntang-lantung tak tentu arah akhirnya berniat mencari pertolongan. Sampai akhirnya, aku tiba di sebuah jalan raya yang cukup sepi. Di sana aku melihat sebuah cahaya misterius…

(kembali ke sudut pandang author)

“Ih serem…,” gumam Joon merinding.

“Nah lo! Apaan ntu? Pocong, genderuwo, tuyul, apa kuntilanak?” tanya Mir penasaran.

“Hush! Kamu ini! Masa sanak sodaranya si Seungho kamu sebut semua, sih??” kata GO.

Sontak para member MBLAQ beserta author pun langsung terbahak begitu mendengarnya. Sementara Seungho, si leader teraniaya itu hanya bisa manyun semanyun manyunnya.

“Ya udah ah! Udah, lanjutin aja ceritanya!” ujar Seungho panas.

(kembali ke sudut pandang Thunder)

Ternyata cahaya misterius itu berasal dari lampu depan sebuah mobil. Berniat mencari pertolongan dengan menumpang mobil itu, tanpa pikir panjang lagi aku pun segera menyetop mobil itu. Ketika mobil itu berhenti di hadapanku, aku pun langsung menaikinya. Namun….betapa terkejutnya aku ketika melihat bahwa tidak ada orang yang duduk di jok kemudi di dalam mobil itu. Alias…gak ada orang yang pegang setirnya!!!

Aku langsung merinding setengah mampus! Ya iyalah! Secara gitu, logikanya kan kalo gak ada yang pegang setir berarti mobilnya gak bisa jalan dong? Terus kenapa mobil ini bisa jalan sendiri???

Aku panik. Tapi sebisa mungkin aku masih berusaha menguasai diri. Aku masih tetap bertahan dalam mobil itu meskipun sebenarnya aku sudah sangat ketakutan. Kubaca seluruh doa-doa yang kuhapal. Tak lupa juga aku pun membaca ayat kursi, ayat meja, beserta seluruh ayat tulis lainnya (?).

Mobil misterius ini berjalan sangat pelan. Sampai akhirnya, mobil ini pun berhenti membawaku di suatu tempat. Begitu mobil ini berhenti, aku langsung saja turun dari mobil dan berlari sekuat tenaga untuk mencari pertolongan. Sampai akhirnya, tibalah aku ke sebuah warung. Di sana sudah ada dua orang bapak-bapak yang tengah asyik mengobrol sambil menikmati segelas kopi. Langsung saja kuhampiri mereka berdua dengan nafas terengah-engah.

“Tolong pak…tolong saya…!!” seruku ketakutan.

“Ada apa, dek?” tanya salah satu dari 2 orang bapak-bapak itu.

“Itu…itu ada mobil berhantu! Mobilnya bisa jalan sendiri padahal gak ada yang kemudikan!” jelasku panik.

“Maksud adek ini apa? Tolong jelaskan pelan-pelan, dek!” ujar bapak-bapak yang satunya lagi.

“Gini pak, tadi saya abis numpang mobil aneh! Tidak ada orang yang mengemudikan mobil itu tapi anehnya mobil itu bisa berjalan sendiri! Bahkan tadi mobil itu mengantarkan saya sampai ke sini, pak! Mobil itu mobil hantu!” jelasku dengan wajah pucat.

“Mana ada mobil hantu?? Ah, adek jangan suka mengada-ada!”

“Ya Alloh… serius, pak! Beneran!” ujarku masih dengan wajah yang sangat pucat.

Baru saja beberapa detik selang aku bercerita kepada kedua bapak itu, tiba-tiba 2 sosok makhluk tinggi besar berkulit hitam dengan banyak bercak tanah di sekujur tubuhnya masuk ke dalam warung sambil melotot marah. Kedaan kedua makhluk tersebut saat itu basah kuyup sepeti habis kehujanan. Makhluk itu menatap tajam ke arahku seolah menyiratkan kemarahan yang teramat sangat. Saat itu aku masih terbayang-bayang dengan kejadian mistis yang baru kualami tadi. Sontak begitu melihat kedua makhluk tersebut, aku langsung terkejut sekaligus ketakutan. Karena  tak dapat lagi mengontrol diri, akhirnya aku pun jatuh pingsan ke lantai. Namun saat mataku terpejam, sayup-sayup kudengar kedua makhluk tersebut berseru marah.

“SIALAN! JADI SI KAMPRET INI YANG DARI TADI NAIK KE MOBIL YANG KITA DORONG?! UDAH TAU MOBIL LAGI MOGOK MALAH DINAIKIN! UDAH GITU PAKE MAIN KABUR AJA LAGI! SABLENG!!!”

Setelah itu, semuanya menjadi benar-benar gelap dan aku pun tak ingat apa-apa lagi…

(kembali ke sudut pandang Author)

“Yang ini endingnya lebih ga banget deh, sumpah…,” celetuk Seungho.

“Eh, tetep aja horror, hyung! Coba kalo hyung sendiri yang ngalamin, pasti takutnya udah setengah mati, deh!” kilah Thunder.

“Ini sebenernya siapa yang bego, sih? Udah tau mobil mogok lagi didorong malah dikira bisa jalan sendiri. Si Thunder tuh kebangetan deh yaaa -__-,” komentar GO.

“Cerita horrornya ngaco persis kayak yang punya Joonie hyung,” komentar Mir sinis.

Thunder pun hanya bisa mengurut dada, pedih mendengar komentar para teman-temannya setelah mendengarkan cerita horror gagalnya itu.

“Oke, sekarang tinggal giliran Seungho hyung nih yang belom cerita!” kata Joon semangat.

“Kalian yakin mau mendengar ceritaku?” tanya Seungho.

Semua member MBLAQ menganggukkan kepala serempak.

“Oke deh, tapi janji ya. Jangan pada ngompol di celana dulu, soalnya ceritaku ini serem banget!” kata Seungho sombong.

“Tenang, hyung! Aku udah pake Pampers, kok!” Mir nyeletuk.

“Aku juga udah pake Charm Body Fit yang anti kerut dan anti bocor!” Thunder ikutan nyeletuk.

Author speechless. Lebih baik sekarang kita dengarkan cerita Seungho daripada author-nya stress mikirin jawaban Mir sama Thunder -_______-

(Narasi di bawah di ambil berdasarkan sudut pandang dan cerita dari Seungho)

Cerita horrorku ini hampir mirip dengan ceritanya GO. Sama-sama berhubungan dengan ‘sekolah’ dan ‘Jepang’. Jadi gini, sama seperti GO dulu, waktu aku SMA memang ada bagian dari sekolahku itu yang terkenal angker. Kalian pernah mendengar legenda hantu wanita Jepang bernama Hanako yang suka mendiami toilet wanita di sekolah, kan? Nah, kebetulan di sekolahku pun ada cerita seperti  itu. Tapi bedanya, bukan toilet wanita yang ia diami, melainkan toilet pria…

(kembali ke sudut pandang Author)

“Kok si Hanako-nya malah betahnya ngadem di WC namja sih, hyung?” tanya Joon gak habis pikir.

“Entahlah, aku juga bingung,” jawab Seungho.

“Mungkin hantu Hanako yang ada di sekolah hyung itu adalah Hanako versi lekong,” ujar Mir.

“Bisa jadi,” kata Seungho lagi.

“Astagfirulloh, Hanako versi yeoja aja udah nyeremin, ini gimana yang versi lekong?? Pasti lebih nyeremin lagi!” Thunder bergidik.

“Alamak, belom apa-apa aku udah merinding duluan. Cepat lanjutkan deh, ceritanya!” kata GO.

“Ne…ne…, baiklah….,” kata Seungho lagi.

(kembali ke sudut pandang Seungho)

Nah, pada suatu hari…waktu itu aku lagi ikutan rapat OSIS (?) yang mengharuskan aku untuk berdiam diri di sekolah hingga senja menjelang. Hari sudah mulai gelap, namun rapat OSIS yang aku ikuti itu belum kunjung selesai. Lebih sialnya lagi, waktu itu di sela-sela rapat aku malah dapet panggilan alam! Perutku mendadak mulas. Tanpa aku sebutkan pun kalian pasti sudah tahu, kan? Ya, aku kepingin buang air besar. <- ini malah disebutin (-_-“)

Sebenernya aku rada takut juga buat pergi ke toilet waktu itu. Tapi mau bagaimana lagi? Perutku saat itu tidak bisa diajak kompromi. Akhirnya, aku pun nekat berlari menembus lorong-lorong sekolah yang gelap demi supaya bisa menuntaskan hasrat ingin buang hajatku ini.

Tak lama kemudian, sampailah aku di toilet pria. Suasana toilet waktu itu benar-benar mencekam. Gelap dan juga sepi. Tapi, ah! Bodo amat! Namanya juga orang lagi kebelet. Maka tanpa ba-bi-bu lagi aku pun masuk ke salah satu bilik paling ujung yang ada dalam toilet tersebut.

Dan akhirnya…alhamdulillah… Akhirnya aku lega juga setelah beban hidup (?) yang aku tampung di dalam perutku ini dikeluarkan. Namun sejurus kemudian aku baru teringat. Bukankah sekarang aku berada di bilik toilet paling ujung? Menurut teman-temanku, justru di bilik paling ujunglah tempat si hantu Hanako itu bersemayam.

Astaga, kenapa aku baru ingat?? Bulu kudukku langsung merinding seketika itu juga. Aku pun baru tersadar, aku ada di dalam toilet ini seorang diri! Ya Tuhan… aku membayangkan jika sosok hantu itu tiba-tiba saja muncul untuk menggangguku. Hiii…jangan sampe, deh! Mending sekarang aku segera tuntaskan urusanku di sini dan cepat-cepat keluar dari toilet menyeramkan ini.

Namun, ketika aku hendak mengambil tisu toilet untuk bersih-bersih atau (maap) cebok, sialnya persediaan tisu toilet yang ada di bilik itu sedang habis. Hah! Nah loh?? Gimana caranya aku bisa keluar dari sini tanpa cebok terlebih dahulu?? Aduh…kacau!

Terus aku cebok pake apa, dong? Pake koran? Korannya gak ada! Pake air? Lama dong, harus nampung air keran dulu ke ember. Mana keran airnya juga ada di luar bilik ini lagi, masa aku keluar dari bilik toilet ini tanpa bersih-bersih dulu, sih? Ya, meskipun di toilet ini lagi gak ada orang tetep aja aku gak nyaman.

Di saat aku sedang panik tersebut, tiba-tiba aku mendengar suara rintihan orang kesakitan membahanan di penjuru ruangan toilet. Suaranya seperti seorang wanita. Aku langsung freeze. Astaga! Jangan-jangan itu…suara si Hanako lagi?! Oh Tuhan, jadi benar yang teman-temanku itu katakan kalau di toilet ini memang benar ada penunggunya?!

Aku hanya bisa membeku di tempat. Tak berani bergerak sedikit pun. Sementara suara rintihan itu masih tetap terdengar di seluruh penjuru ruangan toilet.

“Tolong…anak muda….,” suara rintihan itu seolah-olah sedang memanggilku. Aku langsung mencelos begitu mendengarnya.

“Tolong saya anak muda…,” kata suara gaib itu lagi.

Akhirnya, kuberanikan diri untuk menjawab panggilan dari hantu itu.

“To…tolong jangan ganggu saya, Nyai!” kataku ketakutan.

“Saya tidak akan mengganggumu kalau kamu mau menolong saya…,” kata suara gaib itu.

“Min…minta tolong apa?” tanyaku yang masih ketakutan.

“Tolong carikan tangan kanan dan potongan badan saya yang lain…”

“A…apa Nyai? Tangan kanan? E..emangnya tangannya ke mana, Nyai?” tanyaku gugup.

“Saya ini korban mutilasi, anak muda… Dulu, sebelum sekolah ini dibangun… jenazah saya dipotong-potong dan salah bagian tubuh saya dibuang ke sembarang tempat, salah satunya ke tempat ini. Bagian-bagian tubuh saya yang lain pun sepertinya tercecer di tempat lain…”

“Memangnya, si…siapa yang telah membunuh Nyai?”

“Si Ryeowook dari Jombang…”

“HAH?! Yang anggota Super Junior itu??!” tanyaku kaget.

“Bukan…bukan…”

“Maksudnya Ryan kali, Nyai?”

“Ya apapun deh…pokoknya yang tukang jagal dari Jombang itu…”

“Tapi…saya harus cari ke mana potongan tubuh Nyai itu?” tanyaku masih dengan badan yang gemetar.

“Ini…kamu bisa cari melalui peta itu…,” tiba-tiba setelah si hantu bicara seperti itu, jatuhlah buku Atlas dari atap langit toilet. Buku Atlas itu jatuh tepat di atas kepalaku.

“Aduh! Hati-hati dong, Nyai! Masih untung ini buku kena kepala saya! Kalo ini buku jatohnya malah masuk ke toilet gimana coba?? Saya gak bakalan mau ngambil, ya!”

“Ya maap…..”

“Terus, apa maksud Nyai ngasihin buku ini?”

“Di dalam buku peta itu, sudah saya tandai beberapa wilayah yang menjadi tempat pembuangan potongan-potongan tubuh saya. Kira-kira dari wilayah Meksiko di Amerika Selatan, sampai ke Sukabumi di daerah Jawa Barat…”

“Ebuseeet, jauh amat, Nyai! Buang potongan mayat aja sampe lintas benua kayak begitu!”

“Kan biar gak kelacak. Makanya orang yang bunuh saya juga sampai saat ini masih berkeliaran dan tidak tertangkap polisi…,” jelas suara gaib itu sedih.

“Astagfirulloh…sabar ya…”

“Hiks, iya… Makanya kamu bantuin saya, ya…”

“Bantuin? Hmm, maaf sepertinya tidak bisa…,” tolakku.

“Loh…? Kenapa…?”

“Abisnya kalo mesti pergi-pergi ke luar negeri gitu kan butuh duit. Nah, kalo saya bantuin Nyai buat nyari potongan-potongan tubuh Nyai itu sampe ke luar negeri, otomatis entar saya tekor, dong! Kalo Nyai mau bayarin sih, oke! Tapi kalo saya yang bayarin sih, nehi-nehi deh!”

“Kurang ajar…berani-beraninya kamu menolak permintaan saya… Saya bunuh kamu!”

Tepat setelah si hantu berbicara seperti itu, tiba-tiba munculah sepotong tangan buntung jatuh dari atas langit-langit. Lagi-lagi jatuhnya pun mengenai kepalaku. Sial -_- Tangan itu kemudian tergeletak di lantai kamar mandi sambil sedikit kejang-kejang (?).

“Aduh…sakit….,” rintihnya.

Ternyata suara yang dari tadi aku dengar, berasal dari sepotong tangan buntung tanpa badan dan tanpa kepala itu.

“Hah?! Jadi kamu yang dari tadi ngobrol sama aku?!” seruku kaget sambil menunjuk-nunjuk ke arah tangan itu.

“Ya…ini saya… Karena kamu tidak mau menolong saya, maka saya akan mencekik lalu membunuhmu…”

Tangan itu kemudian bangkit dan terbang melayang bersiap mencekik leherku.

“Aaaa…stop! Stop!” seruku panik. Sebisa mungkin aku menghalau tangan itu agar tidak bisa menggapai leherku.

“Baiklah, saya bersedia menolong Nyai tapi ada syaratnya!” seruku lagi.

Tangan itu pun kemudian berhenti mencoba mencekikku. “Syarat apa….?” tanyanya.

“Ayo kita tanding panco! Kalo Nyai menang, saya bersedia menolong Nyai, tapi kalo saya yang menang, Nyai yang harus menolong saya!”

Tangan itu kemudian terdiam. Kelihatannya ia sedang berpikir. Tak lama kemudian…

“Baiklah…., saya bersedia menerima tantanganmu anak muda…”

“Oke!”

Aku pun mulai bersiap-siap dengan meregangkan kedua otot tanganku. Lihat saja, pasti aku yang akan memenangkan pertandingan ini nanti! Hehehehe… ~(‾▿‾)~

Sejurus kemudian, kami pun siap melakukan tanding adu panco. Jujur, baru kali ini aku bertanding panco dengan seorang hantu. Siapa yang akan lebih kuat ya nanti? Aku atau dia? Atau jangan-jangan si hantu ini akan memakai ilmu mistis untuk mengalahkanku? Cih, tak akan kubiarkan!

“Kau siap anak muda…..?” tanya si hantu tangan buntung itu.

“Siap, Nyai!”

Dan pertarungan panco pun dimulai…

Di menit-menit pertama kami sama-sama imbang. Aku berusaha sekuat tenaga mendorong lengannya agar jatuh, begitu juga dengan hantu itu. Cih, ternyata kekuatan hantu ini lumayan juga. Tapi tak akan kubiarkan! Jangan panggil aku Yang Seungho, calon leader MBLAQ (?) kalau tak bisa mengalahkan hantu macam begini.

5 menit kemudian pertahanan hantu itu pun mulai melemah. Tentu saja aku tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Kukerahkan seluruh tenagaku untuk mengalahkannya dan akhirnya….

“BRUK!” tangan buntung itu langsung jatuh lemas ke lantai.

“Hahahahaha…aku menang! Berhasil~ berhasil~ berhasil~ horeee~~~ loicimos! Berhasil~!” seruku kegirangan.

“Cih, baiklah… Aku telah kalah anak muda… Jadi apa yang kau inginkan dariku?” tanya hantu itu.

Aku langsung menyeringai. Xixixixi baiklah…, ini memang sesuai dengan rencanaku tadi. Sekarang, akan kukatakan keinginanku itu…

“Begini, Nyai… kebetulan tisu toilet di sini kan lagi habis. Mau gak tangan Nyai yang jadi pengganti tisu itu? Ayo dong Nyai, darurat nih… Saya masih harus ikut rapat OSIS habis ini…”

“WHAT??! MAKSUD KAMU TANGAN SAYA INI DISURUH JADI PENGGANTI TISU BUAT KAMU CEBOK GITU??!” tanya hantu itu dengan suara menggelegar.

“Ya, begitulah Nyai…,” aku nyengir.

“WHAT THE HELL??! %^^%^&%^$#^&*^&%$!!!” cerocos hantu itu menggunakan bahasa yang tidak ke mengerti. Entahlah, aku rasa hantu ini sedang bersumpah-serapah menggunakan bahasa Jawa pinggiran (?).

“Eh…, si Nyai malah ngomel-ngomel! Cepetan dong, Nyai! Saya buru-buru, nih! Lagian kan Nyai juga udah kalah. Meskipun hantu, tapi Nyai harus sportif, dong!” ujarku lagi.

“YA TAPI GAK USAH PAKE CEBOKIN JUGA, DONG!! ENAK AJA SITU MAU CEBOK PAKE TANGAN SAYA, HEH!!” omel hantu tangan buntung itu.

“Kalo gak mau cebokin, nanti saya bacain ayat kursi, nih!” ancamku.

Akhirnya si tangan buntung itu pun hanya bisa pasrah. Mau tak mau akhirnya ia pun menuruti keinginanku itu.

(Adegan kali ini, mari kita skip saja ya pemirsa. Sebelum rating FF ini mendadak berubah menjadi NC (?) =.=v)

Akhirnya, aku pun bisa keluar dari kamar mandi dengan perasaan lega, tentram, bahagia, dan sentosa. Sementara si hantu Hanako bertangan buntung itu? Semenjak kejadian denganku di toilet itu, kabarnya si hantu Hanako tangan buntung itu tidak pernah mengganggu murid-murid yang buang air di toilet itu lagi. Sepertinya pernah bertemu denganku itu merupakan pengalaman paling buruk yang pernah ia alami, makanya mungkin saja setelah kejadian itu, doi pun memutuskan untuk pindah tempat mangkal dan tidak bergentayangan di toilet sekolahku karena kapok bertemu denganku lagi. Hahahaha…mendadak aku merasa seperti menjadi pahlawan. Aku berhasil mengusir hantu Hanako tangan buntung itu dari sekolah. Yang Seungho memang benar-benar hebat! Hahaha…

(kembali ke sudut pandang Seungho)

“PAHLAWAN…PAHLAWAN…, PAHLAWAN PALA LO PEYANG?!” komentar GO gak nyante.

“AAAAH….!!! HYUNG JOROK BANGET IH…!!!” seru Thunder yang shock setelah mendengar cerita dari Seungho itu.

“NAJIS BANGETLAH INI CERITA HORROR MACAM APA, SIH?!!” komentar Mir yang gak habis pikir.

“Ya Alloh, aku prihatin sama nasib si Hanako itu. Udah mah tangannya buntung cuman sebelah, eh mesti cebokin hyung juga gara-gara doi kalah panco. Ngenes amat nasibnya…,” komentar Joon bersimpati.

“Wkwkwkwk…tapi cerita horrorku ini spektakuler, kan? Seungho gitu, loh!” Seungho malah menyombongkan diri. Alhasil para membernya itu pun melemparinya dengan koin receh (?).

“Tapi ngemeng-ngemeng, kenapa Seungho hyung manggil hantu itu dengan sebutan Nyai?” tanya Thunder heran.

“Oh itu… kebetulan dulu itu zaman-zamannya aku lagi suka nonton film kayak Dendam Nyi Blorong sama Dendan Nyi Pelet. Jadi kebawa-bawa, deh.” Jelas Seungho.

“Apa hubungannya Hanako sama Dendam Nyi Blorong? -_-“ tanya Mir gak habis pikir.

“Betewe 5 menit lagi udah mau buka, nih! Udahan yuk cerita horrornya! Sekarang, kita nyalain lagi lampunya biar gak gelap-gelapan kayak gini terus-terusan,” ujar Joon.

“Aku juga mau nyalain tipi ya, hyung. Biar ketahuan kalo udah adzan maghrib,” kata Thunder.

“Setel ke channel TVRI aja. Biasanya di sana adzan maghrib-nya suka lebih awal,” Seungho memberi saran.

“Oke,” balas Thunder.

Namun…

“Nah loh, kok lampunya gak nyala sih ini??” tanya Joon panik.

“Ada apa Joonie?” tanya GO heran.

“Ini, hyung. Dari tadi aku udah pencet saklar lampunya tapi malah gak nyala-nyala!” jelas Joon.

“Aaah…!! Tipinya juga gak nyala dong! Gimana ini??” seru Thunder panik.

“Kayaknya sekarang lagi mati lampu, deh…,” ujar Mir.

Semua member MBLAQ langsung menunduk lemas mendengarnya. Pasalnya, baru saja mereka bercerita horror dengan suasana mencekam, eh sekarang mereka masih harus tetap bertahan dengan suasana yang gelap gulita seperti itu. Tentu saja ini membuat mereka jadi semakin merinding.

“Ya udah, sekarang biar kita setel radio aja, yuk. Biar adzan maghrib-nya ketahuan,” saran Seungho.

Para member pun mengangguk. Kemudian, Seungho pun berinisiatif mengeluarkan handphone merk Esia Hidayah-nya untuk menyalakan radio. Sayangnya, adzan maghrib belum kunjung dikumandangkan. Stasiun radio yang mereka putar saat itu masih memutar lagu-lagu populer menjelang adzan maghrib.

Kebetulan saat itu yang diputar adalah lagu yang selama ini terus menghantui hidup GO…

“Aaaah….!! Kok radionya malah muterin lagu Aishiteru, sih??!” seru GO yang mulai panik.

“Emang kenapa sih, hyung? Lagunya enak didenger, kok,” kata Joon.

“Ih, kamu lupa yaaa?? Itu kan lagu yang aku pake buat manggil hantu si Sarkonah dulu!” seru GO panik.

Tiba-tiba setelah GO berseru seperti itu, lampu yang ada di dorm mereka pun mulai menyala, namun sedetik kemudian mati lagi, nyala lagi, begitu seterusnya. Suasana di dalam dorm MBLAQ pun menjadi semakin mencekam…

“AAAH….!!! AMPUN DJ….!!!” seru Joon yang berasa lagi ajojing ketimbang ketakutan (?).

“Ya Alloh, ini lagi gangguan PLN kali, yak? Kok lampunya nyala idup begini, sih…?” tanya Seungho mulai merinding.

“Apa jangan-jangan kita kualat gara-gara ngomongin hantu-hantu tadi…?” tanya Thunder takut-takut.

“Feeling-ku gak enak nih…,” Mir menelan ludah.

Lampu di dorm mereka berhenti berdisko (?). Sekarang, suasana di dalam dorm pun kembali gelap gulita. Para member MBLAQ sama sekali tidak bisa melihat apa-apa. Di saat mencekam seperti itu, tiba-tiba para member MBLAQ mulai merasakan sesuatu yang aneh…

“Aduh…, kok tiba-tiba aku ngerasa kedinginan, sih? Mir, kamu ngapain sih tiup-tiupin telinga aku? Jangan bikin aku tambah merinding, dong!” tuduh Thunder tanpa sebab.

“Enak aja! Enggak kok! Aduh…! Siapa sih ini yang nindihin kakiku?! Berat tau! Seungho hyung jangan duduk di atas kakiku dong!” Mir ikutan kesal.

“Ih, enggak kok! Orang dari tadi aku masih duduk diem di tempat! Kamu kali yang dari tadi colek-colek aku! Atau jangan-jangan, kamu ya GO yang dari tadi colek-colek aku?!” kata Seungho.

“Astagpiruloh…ente main pitnah aja, Seungho! Orang aku gak ngapa-ngapain kok! Ini juga dari tadi ada yang megangin tanganku! Siapa, sih?! Jangan-jangan kamu ya Joon?!” seru GO.

“Enak aja main pitnah! Enggak, kok! Terus ini siapa sih yang dari tadi peluk-peluk aku? Hayo ngaku! Siapa di antara kalian yang lagi peluk-peluk aku?!” kata Joon.

“Saya mas…,” tiba-tiba ada suara pelan milik seorang yeoja terdengar.

Kontan semua orang pun langsung terdiam begitu mendengarnya.

“I…itu suara siapa?” tanya Mir bergidik.

“Beuh…itu mah suara si author…. -_- Ah, author-nya cari-cari kesempatan nih, peluk-peluk Joonie hyung!” omel Thunder.

 Author pun hanya bisa cengengesan karena malu.

Tiba-tiba lampu pun kembali menyala. Dan betapa terkejutnya mereka ketika mendapati pemandangan yang ada di hadapan mereka saat ini.

Sebuah tangan buntung sedang bertengger (?) di atas pundak Seungho. Di samping GO, telah duduk sosok seorang yeoja berseragam dengan rambut panjang kusut yang menjuntai ke bawah dan kini tengah menggenggam erat tangan GO. Yang lebih menyeramkan lagi, di hadapan Mir kini telah duduk seorang yeoja berpakaian serba putih dan berwajah menyeramkan. Wajah Mir dan wajah yeoja itu kini hanya dibatasi jarak kira-kira 10cm. Sementara di dekat Joon, terlihat author yang sedang bersembunyi di balik dasternya Joon karena ketakutan melihat berbagai penampakan yang muncul di hadapannya.

(BUAGH.PLAK.DEZIG.DUAGH.DUARR. Author dihajar bini-bininya Joon gara-gara cari kesempatan =.=v)

“Sa…sarkonah….,” gumam GO lirih ketika melihat siapa yang sedang menggenggam tangannya itu.

“Su…suster…,” Mir langsung menelan ludah ketika melihat wajah suster ngesot yang kini benar-benar dekat dari wajahnya.

 “Nya…Nyai Hanako…,” Seungho langsung bergidik melihat tangan buntung yang hinggap di atas bahunya.

Sementara itu Joon…

“A…author…,” Joon langsung merinding badannya dipeluk-peluk sama author.

“Biasa aja kali reaksinya, gue bukan setan, woy -_-“

Semua member langsung bertukar pandang. Sementara hantu-hantu yang muncul di dekat mereka itu menyeringai menakutkan. Semua orang yang ada di sana hanya bisa terpaku di tempat tanpa melakukan gerakan sedikit pun.

“Kalian setan ya…?” Thunder malah melemparkan pertanyaan bodoh.

“Iyya….~,” jawab para hantu itu kompak.

Tak berapa lama kemudian…

“KABUR WOY!! KABUR!! INI GIMANA, SIH?! NAPA KITA SEMUA MALAH DIEM DI TEMPAT?!!” author langsung bersiap mengambil ancang-ancang untuk melarikan diri sambil menenteng Joon (?).

“HAA…HAA…HANTUUUUU!!! KABUUUUR…..!!!” seru para member MBLAQ lain yang baru ngeh. Mereka pun bersiap-siap melarikan diri seperti yang sudah diperintahkan oleh author.

“AKU GIMANAAA?! KAKIKU DIDUDUKIN SUSTER NGESOT INI!!!” Mir langsung meronta-ronta panik.

“DILEPEH AJA SUSTERNYA!!!” komando Seungho. Sekarang posisi member MBLAQ (minus Mir) dan author sudah berada di ambang pintu masuk dorm. Sementara Mir masih stay di tempat.

“DILEPEH APAAN HYUNG?!” tanya Mir yang gak ngudeng.

“CIDUHIN SUSTERNYA, MIR!!” seru Thunder tak kalah panik.

“INI NGOMONG APA LAGI?! CIDUHIN APAAN??! GUE KAGAK NGERTI!!” seru Mir panik.

“DILUDAHIN….!!!” seru para member MBLAQ + author kompak.

“JANGAN DILUDAHIN, KASIAN SUSTERNYAAAA….!!!”

GUBRAK!

Para member MBLAQ dan author gak habis pikir sama jalan pikirannya Mir yang entah terlalu baik hati atau bego itu -_- #plak

“BACA AYAT KURSI, MIRRR….!!!” seru GO.

“GAK HAPAL, HYUUUNG!!! GIMANA DOOONG??!” teriak Mir frustasi.

“BACA SURAT AN-NAAAAS!!!” Joon ikut berseru.

“AAAAH….LUPA SURATNYAAAA….!!!”

“BACA SURAT CINTAAAAAA….!!!” Thunder teriak asal.

“AKU KAN GAK PUNYA PACAAAAAR…..!!!” teriak Mir makin frustasi.

“UDAH, BACA DOA MAU BUKA PUASA AJA BIAR SETANNYA PERGIIII……!!!” seru Seungho panik.

“NGARUH GITU HYUUUUNG…???” seru Mir bingung.

“COBAIN AJAAAA….!!!” seru Seungho panik.

“ALLOHUMA WAKASUMTU WA BIKA AMANTU WA ALA RIZQI KA AFTORTU BIRROHMATIKA YA ARHAMARRAHIMIN….!!!!” Mir membacakan doa sekencang-kencangnya di hadapan wajah suster ngesot.

“WOY!!! ENTE BERISIK BANGET SIH DARI TADI TERIAK-TERIAK DI DEPAN MUKA ANE!! MANA PAKE MUNCRAT SEGALA LAGI!! PERGI LO BOCAH!!” tak disangka-sangka, malah suster ngesot itu yang ngomelin Mir dan menyuruhnya untuk pergi.

Lepas dari cengkaraman suster ngesot, Mir  tak menyia-nyiakan kesempatan emas itu. Ia pun langsung berlari menghampiri para hyungdeul-nya untuk melarikan diri bersama keluar dari dorm. Akhirnya, para member MBLAQ pun tidak jadi berbuka puasa di dorm mereka dan malah berbuka puasa dengan seblak di rumah author (?). Dan semenjak kejadian itu, tidak pernah lagi ada dari member MBLAQ yang berani bercerita horror karena takut kualat didatengin sama hantu sungguhan.

***SELESAI***

Hiyaaa… FF macam apa ini??? Serem enggak, lucu engga, gaje iyaaa!  Щ(ºДºщ) Abaikan saja ya readers, yang penting jadi =.=v #pletak
Oh ya, buat yang kemaren komen tentang ceritanya Joon. Itu memang saya dapet dari forum kaskus, kawan-kawan 😉 Tapi banyak yang mengatakan sudah membacanya lewat TL si @Poconggg hehe, maap saya gak tau ._. Ceritanya Joon sama Thunder di sini emang MURNI BUKAN hasil pemikiran aku. Tapi meski gitu, aku pun gak seenak jidat copas cerita punya orang. Cerita-cerita tersebut mungkin memang pernah kalian baca atau dengar di mana saja dengan sumber Anonim. Dan aku pun masih mengolah cerita yang aku dapet itu dengan beberapa tambahan ide dari aku sendiri. Hehe 😉 Kalo yg punyanya GO, itu asli pengalaman kakaknya temennya kakaknya temen aku *etdaaah ribet amat* =.=v Cuma kalo di kejadian nyata, dia kedatangan hantu Belanda bukan hantu Jepang (._____.)v Dan soal bimbel bahasa, hohoho ya enggak beneran lah ya, namanya juga FF (=v=)v Sedangkan cerita Mir sama Seungho, itu baru bener-bener ide yang ngalir gitu aja dari otak aku. Entah dari mana datangnya. Aku juga ngerasa mistis (?).
Oke deh, sekarang waktunya komeng! Sejelek apapun FF ini, ayo komeng kalo udah baca! (=v=) Kalo ga komen di sini gapapa kok. Bisa via twitter, mention aja ke @ditjao atau via FB juga boleh. Add aja Dhita Febriana Sari . Yang jelas mari budidayakan COMMENT AFTER READING :D Oke okey? :D

READ + COMMENT = DIDOAIN DAPET PAHALA + DIDOAIN MASUK SURGA

READ + COMMENT + LIKE = DIDOAIN DAPET PAHALA + DIDOAIN MASUK SURGA + DIDOAIN BERJODOH DENGAN BIAS MASING-MASING

DON’T FORGET TO COMMENT :D AND NO COPYCAT PLEASE :D

Advertisements

34 responses to “Ghost Stories [Part 2 – END]

  1. Astaga sumpah ngakak tepar lahh! gilaa bgt anjir, apalg pas akhir2 trus yg sm ceritanya mir. astagaaaa. authornya stgh2 sarap nih hahaha._.v tapi daebak, sukasukaaa^^d

  2. Ajegile horror apan nih bisa”a lg dalam suasana horror member mblaq ngetroll –” kasian bgt para hantu’a wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s