[END] May I Love You?

Author: dhedingdong

Cast:

Park So Ryie (OC)

Cho Kyuhyun

Lee Jin Ki

Support Cast:

Park Jung Soo

Kim Tae Rin (OC)

Genre: Romance, life, angst, family

Length: Chapter

Rating: PG-16 s/d 17

Disclaimer: inspirasi datang dari mana saja, tapi alur dan plot tetap milik saya! ^^

Don’t be silent readers please!!

Kalo komen aku doain ketemu biasnya masing-masing. Amiiiin XD

 

 WARNING! GEJE AND TYPO!!

**sebelumnya** 

 Ntahlah, tiba-tiba saja ia terlihat kesakitan lagi. Ia mencoba untuk menahan sakitnya, dengan menggigit bibirnya bagian bawah. Ia memegangi dadanya seerat-erat mungkin. Ia juga terlihat sangat kesulitan untuk bernafas. Ya, aku melihat semuanya dengan jelas.Aku benar-benar menangis, seakan dapat merasakan sakit dan derita yang dirasakan Jin Ki saat ini.

“Ya! Mungkin hal seperti ini yang aku rasakan selama bertahun-tahun!” tiba-tiba Tae Rin berdiri di sampingku sambil menatap Jin Ki yang sedang di tanganin oleh para ahli medis.

Aku hanya diam, aku tak tahu apa yang harus kulakukan sekarang ini. Aku hanya ingin berada di sampingnya, menemaninya di saat ia menderita seperti ini.

Oh Tuhan, apakah ia akan pergi selama-lamanya saat ini juga?? berilah aku kesempatan untuk mengajaknya berbahagia dengan status kami yang sekarang! Aku mohooonn..

 

**next..next..**

Kulihat dokter keluar dari ruangan, wajahnya tampak lesu. Tanpa basa-basi lagi, kuhadangi jalannya dan langsung bertanya bagaimana keadaan Jin Ki sekarang.

“Bagaimana keadaan Jin Ki dok?” tanyaku panik.

Kulihat ia hanya menggelengkan kepala. Aku masih tidak terlalu mengerti apa yang di isyaratkan dokter tersebut.

“dokter, ayo jawab pertanyaanku!” kataku sambil sedikit memaksa.

Dokter itupun mengambil nafas yang panjang, kemudian bermaksud untuk menjelaskannya semua.

“keadaanya semakin kritis, ntahlah kami tidak dapat memprediksi sampai kapan waktunya tiba!” jawabnya lemas.

‘deg!’ tubuhku menjadi sangat lemas. Aku terduduk dengan tatapan kosong. Bulir-bulir air mataku kini mengalir semakin deras. Kuputuskan untuk berlari meninggalkan mereka. Aku berlari menyusuri koridor-koridor rumah sakit. Aku tetap berlari tanpa tujuan, tak peduli aku di maki-maki maupun di anggap tak sopan karena aku terus menerobos bahkan menabrak orang yang sedang berjalan. Kini perasaanku jauh lebih sakit daripada saat aku mengetahui bahwa aku mencintai Kyuhyun.

hingga akhirnya aku menemukan sebuah bangku kosong di taman belakang rumah sakit, dan kuputuskan untuk menenangkan diri di sana. Ya! bangku ini adalah saksi cintaku akan Kyuhyun begitu pula sebaliknya. Di bangku inilah, aku melampiaskan perasaan cintaku pada Kyuhyun dengan berciuman bersamanya.

Kukeluarkan seluruh air mataku hingga aku benar-benar merasa tenang. Namun kurasakan ada sesuatu yang melindungi tubuhku.

“Hari sudah mulai malam, sebaiknya kau memakai jaket itu”

Ya! suara itu! Suara Kyuhyun!

Dengan sigap kuusap air mataku, dan mencoba tersenyum padanya.

“Tak usah kau sembunyikan kesedihanmu! jika kau mau, menangislah di pelukanku!” kata Kyuhyun sambil merentangkan kedua tangannya.

Dalam hitungan detik, kuraih pelukan Kyuhyun dan memeluknya seerat-erat mungkin. Aku menangis sesenggukan di sisinya.

“aku sayang kalian berdua! aku tak mau kehilangan kalian! aku takut..” kataku sesenggukan.

“So Ryie-ah, walaupun raga akan berpisah… Namun perasaan kita akan selalu bersama! kau tak perlu takut..” jawabnya sambil mengelus-ngelus punggungku.

Akupun hanya mengangguk, sebagai tanda mengerti.

hari ini tubuhku merasa sangat lelah, mungkin karena tangisanku selama seharian penuh. Akupun tertidur dipelukan Kyuhyun.

 

Cho Kyuhyun P.O.V

 “So Ryie-ya! apakah kau belum mengantuk? hari sudah semakin malam!” tanyaku pada dongsaeng manisku ini.

Ku tunggu beberapa saat, namun tak ada jawaban.

Kuputuskan untuk melepaskan pelukanku, dan kulihat ia sudah tertidur pulas. Aku hanya tersenyum melihat wajah polosnya saat tertidur. Di saat seperti ini, ia harus menjalani tantangan terbesarnya! semangat So Ryie-ya! Aku akan selalu berusaha untuk menjagamu dalam keadaan apapun! aku berjanji!

Kubopong tubuh So Ryie ke dalam ruang rawatku. Walaupun punggung dan kakiku masih terasa sakit, namun aku memutuskan untuk tetap membawa So Ryie sampai tujuan.

Ku baringkan ia di atas ranjangku, dan akupun tertidur di atas sofa.

****

Park So Ryie P.O.V

suasana sejuk dan suara kicauan burung di pagi hari, telah berhasil membangunkanku dari dunia mimpi. Aku mengucek kedua mataku, dan berusaha melihat sekelilingku. Aku baru sadar bahwa aku tertidur di ranjang Kyuhyun, dan Kyuhyun tertidur di atas sofa. Bukankah keadaan ini semua terbalik??==’

Aku turun dari ranjang tersebut, dengan langkah hati-hati ku buka pintu ruangan ini. Berharap agar Kyuhyun tak terbangun dari tidurnya. Ia tampak lelah, dan akupun juga tidak tega untuk membangunkannya.

Aku berjalan menuju ruangan dimana Jin Ki berada. Perasaanku sungguh campur aduk. Semoga ada keajaiban hari ini, sama seperti keajaiban yang di alami Kyuhyun saat ia tak sadar.

Kulihat Tae Rin masih setia menunggunya di depan ruangan. Wajahnya tampak kusut, dan kantung matanya semakin membesar. Mungkin ia tak tidur semalaman.

“Bagaimana keadaan Jin Ki?” tanyaku padanya cemas.

“sudah membaik, keadaannya stabil! jauh lebih baik dari kemarin malam! bahkan kau boleh menjenguknya ke dalam!” ujar Tae Rin tersenyum.

“Jincha? semoga keadaannya semakin membaik, dan ia segera di izinkan pulang” jawabku bersemangat.

Tae Rin hanya diam saja.

“sepertinya tidak, sebelum ia menjalani transplantasi jantung!” jawabnya sambil menundukkan kepala.

“ne, aku rindu senyuman lembutnya!” kataku lesu.

Dengan hati-hati, kubuka gagang pintu ruangan ICU itu. Kutarik nafas panjang, dan mengeluarkannya secara perlahan.

“semoga aku kuat menghadapi semua ini” ujarku dalam hati.

Kuhampiri tubuh lemah Jin Ki yang tak berdaya itu. Hanya keheningan yang ada di dalam ruangan ini. Suara pengontrol detakan jantung, serta suara alat-alat medis lainnya lah yang setia menemani Jin Ki di tempat yang menurutku dingin ini.

“Oppa, bertahanlah demi aku! aku akan berusaha mencintaimu! aku mohon, jangan tinggalkan aku!” kataku sambil menahan tangis, ku genggam tangan kirinya secara erat.

“Oppa, jika kau sadar.. aku akan memberimu sebuah ciuman! kau mau itu bukan??”

Ya, aku mengucapkan semua pengharapan-pengharapan jika Jin Ki telah sadar. Walaupun aku tahu, sangatlah sulit untuk melakukannya tanpa ada rasa cinta.

“Oppa.. tolong, sadarlah..” aku mulai menangis lagi.

Ntahlah, apakah ia mendengarkanku ataukah itu semua keajaiban Tuhan.. mata Jin Ki mulai terbuka. Ini semua terasa seperti mimpi.

“Oppa, kau dengar aku???”

Ia mencoba menganggukkan kepala. Walaupun anggukan kepalanya seakan tak bisa terlihat.

“Aku senang kau sadar, jangan pernah tinggalkan aku!”

Ia hanya tersenyum lemah.

* * *

seminggu kemudian,,

keadaan Jin Ki sudah semakin membaik. Bahkan ia telah di pindahkan ke ruang rawat biasa. Ia sudah mulai dapat tertawa juga bercanda bersama kami. Meskipun keadaanya sangat lemah, dan wajahnya masih pucat. Namun aku benar-benar merasa bersyukur, karena Jin Ki masih di beri kesempatan untuk berkumpul bersama kami hingga saat ini.

“hyung! Jaga So Ryie! jangan biarkan ia bersedih!” kata Jin Ki pada Kyuhyun.

“pasti! karena So Ryie adalah dongsaengku satu-satunya! hahahaha..” kami semua tertawa bersama-sama.

Di saat aku dan Jin Ki tengah berdua di ruangan ini, akupun mendekat pada Jin Ki.

“Oppa, aku telah berjanji suatu hal padamu! aku akan menepatinya sekarang!”

“Maksud–?”

tanpa berpikir lebih panjang, ku tempelkan mulutku pada mulut Jin Ki hingga beberapa saat. Lagi-lagi air mataku menetes. Baru kali ini, aku berciuman pada seorang namja yang belum bisa aku cintai. Dan akhirnya kulepaskan secara perlahan.

 

 Lee Jin Ki P.O.V

Betapa terkejutnya aku, untuk pertama kalinya So Ryie mencium tepat di bibirku. Ya, memang aku sangat menginginkan itu. Namun tidak untuk keadaan ini. Ntahlah, aku hanya dapat diam karena aku bingung harus melakukan apa.

“Oppa, maafkan aku.. karena aku telah berjanji,dan aku harus menepatinya!” ujar So Ryie dengan tampang begitu menyesal.

“Tidak Chagiya, kau tidak salah! Seharusnya aku yang salah, karena sekarang aku tak bisa menjagamu lagi! Aku harap hyung akan menjagamu di saat aku tak ada”

“Oppa, apa yang kau katakan?”

Aku hanya dapat tersenyum getir saat mendengar pertanyaan yeoja-chinguku.

Oh Tuhan! Sakit itu datang kembali, jauh lebih sakit daripada sebelum-sebelumnya. Aku mencoba untuk menahannya, dan tidak menunjukkan rasa sakitku pada So Ryie. Aku tak mau membuatnya khawatir. Kugigit bibir bagian bawahku, kuremas seprei ranjang menggunakan keduatanganku, hanya untuk melampiaskan rasa sakit ini. Kucoba untuk menutup kedua mataku erat. Berharap dapat mengurangi rasa sakit ini.

“Jika kau menghendakiku untuk pergi dari kehidupan ini sekarang juga, aku akan tetap merelakannya!” kataku di dalam hati.

Kepalaku mulai pusing, mata pun berkunang-kunang, dan rasa sakit ini kian menderaku.

“Oppa, apakah kau mengalami rasa sakitnya lagi?? aku akan memanggil ahli medis! kau tunggu sebentar!” kata So Ryie panik.

Aku hanya menggelengkan kepalaku, sambil mencoba untuk tersenyum tulus.

“Tidak, aku ingin kau memelukku!” jawabku lemah. Bukan, lebih tepatnya dengan suara yang bisa dikatakan seperti seseorang yang sedang berbisik.

Park So Ryie P.O.V

 

“Tidak, aku ingin kau memelukku!”

‘deg!’ perasaanku sungguh tidak nyaman. Namun ntah mengapa aku hanya menuruti permintaan Jin Ki.

Kupeluk tubuh Jin Ki yang berada di ranjang seerat mungkin, seakan-akan aku tak mau lepas darinya.

“Jika sekarang ini adalah waktunya, aku akan mengikhlaskannya!” kataku dalam hati.

“Jangan pernah lepaskan pelukanmu hingga aku tertidur” bisik Jin Ki lemah kearah telingaku.

aku hanya mengangguk mengerti, namun di balik ini semua aku benar-benar menangis.

“Tidurlah dengan tenang Oppa!!” bisikku ke arah telinga Jin Ki sambil menahan isakan tangis.

“Sa-rang-hae-yo”

“nado saranghaeyo” aku tak dapat membendung tangisku. Perasaanku benar-benar hancur.

Setelah kata ‘saranghaeyo’ terucap dari bibir Jin Ki, keadaan menjadi hening.

Kedua tangan Jin Ki yang awalnya mendekap tubuhku erat, secara perlahan terlepas. Wajahnya kian memucat dan suhu tubuhnya pun telah berubah menjadi dingin.

“Oppa! mianhae! aku telah menyakiti perasaanmu hingga akhir hidupmu!” aku pun kembali menangis dan menggenggam erat tangan Jin Ki.

Ku pandangi tubuh Jin Ki yang telah terbujur kaku, dan kutatap wajah Jin Ki. Kulihat senyum yang terselip di wajah pucatnya.

ku temukan sebuah kertas di bawah bantal milik Jin Ki..

Karena aku penasaran, kucoba untuk membuka lalu membacanya.

“maafkan aku telah lancang membacanya Oppa!”

 

Seoul, 23 Maret 2007

 Dear So Ryie..

Sorry if I’ve made many mistakes..

thanks for making my day to be beautiful ..

thanks for becoming my girl friend..

even though you don’t love me..

but, thanks for everything..

I hope you’ll find someone who really loves you:))

I love you forever…..^^

 

–Lee Jin Ki–

 

Saat aku membacanya, aku sungguh merasa bersalah padanya. Aku merasa begitu sedih dan menyesal, namun bagaimana lagi.. perasaan itu tak dapat di paksakan.

“Mianhae, mianhae Oppa…” aku terus menangis, hingga mataku tak dapat mengeluarkan air mata lagi.

* * *

10 tahun kemudian….

Park So Ryie P.O.V

Yeay! Kini aku telah resmi menjadi istri sah dari seorang Cho Kyuhyun! Dan kami berdua di anugrahi sepasang anak kembar lelaki dan perempuan bernama Cho KyuMi dan Cho KyuRi.

Pasti kalian bertanya-tanya bukan, mengapa aku bisa menikah bersama kakak lelakiku???

Sebenarnya, Kyuhyun bukanlah anak kandung dari orang tuaku. Ia adalah seorang yang telah di angkat dari panti asuhan. Sebenarnya sudah dapat terlihat, jika ia bukan keluarga kandung kami. Marga dari keluargaku dan Kyuhyun berbeda. Namun orang tuaku bersi keras meyakinkanku dan Jungsoo Oppa bahwa Kyuhyun adalah saudara kandung kami. Dan apa boleh buat, aku hanya dapat mempercayai perkataan orang tuaku.

Namun perasaan tetap tak bisa dibohongi, kami berdua berterus terang pada appa serta umma. Dan merekapun menjelaskan semuanya kepada kami. Hingga akhirnya kami diijinkan untuk menikah dan membina rumah tangga bersama.

Dan apakah kalian tahu jika Tae Rin juga resmi menjadi istri Jungsoo Oppa?

Ya! benar! mereka menikah 3tahun terlebih dahulu dariku. Dan kini dianugrahi seorang anak lelaki bernama Park Tae Young. Ia sangatlah tampan, seperti appanya.

Kini aku telah menetap bersama keluarga kecilku di Jepang. Ya keluarga kami bersepakat untuk bersama-sama menetap di Jepang, agar kami tidak kehilangan komunikasi satu sama lain karena kesibukan dari masing-masing.

–END–

PS: bagiamana? Bagaimana? XD

Mian ya, kalo ceritanya ga sesuai sama yang diharepin :3

Jelek banget, bertele-tele dan semacamnya XD

Author sangat menunggu komentar dari para readers loh 😀

Hehehehe, FF ini pernah di publish di FB author dengan sedikit perubahan ^_^

Oke, gomawo semua! Gomawo buat kak riana juga J *bows*

Advertisements

22 responses to “[END] May I Love You?

  1. mantap ending nyyy……
    jinki mninggal tp 😥
    pdhl bhrap jinki idup trs balik lg ma mantan ny tu 😦
    nice ff author…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s