[Freelance] Photografer and His Object

Judul: Photografer and His Object
Author: Justcallme Ika
Cast: Lee Sungmin / Shin Min Hyo
Genre: Romance
Rate: General

Aku tak bisa mengalahkan kenangan 7 harimu bersamanya.
Aku tak bisa menghapus rasa cintamu padanya.
Tak bisa mengobati luka dihatimu.
Tak bisa menghentikan tangismu untuknya.
Tapi ada satu hal yang bisa kuberikan padamu.
Yaitu…

Lee Sungmin POV
“Oke apa semua sudah siap?” teriak ketua klub fotografi.
“SIAP!!!” teriak kami semua.

Hari ini kami berencana pergi ke pantai Jeongdongjin. Disana kami akan belajar bagaimana teknik mengambil foto pemandangan alam yang bagus. Semua anggota klub sangat bersemangat termasuk aku.
2 jam perjalanan akhirnya kami sampai di pantai Jeongdongjin. Ketua klub sebelumnya memberi beberapa instruksi kepada kami kemudian acara dilanjutkan dengan pengambilan foto secara bebas. Kami dibebaskan mengambil foto sesuai dengan selera kami lalu kemudian ketua yang akan menilai hasil foto kami.
Aku sendiri berjalan ditepian pantai sampai akhirnya aku menemukan objek yang sangat menarik perhatianku. Yaitu seorang gadis yang sedang berdiri ditepi pantai. Mengenakan dress terusan dengan rambut panjangnya yang dibiarkan tergerai. Beberapa helai rambutnya terbang tertiup angin. Membuat gadis itu amat menawan.
Aku segera membidikan kamera ke arah gadis itu. Entah sudah berapa banyak foto yang kuambil. Setiap kali melihat hasilnya aku begitu terkesan pada perpaduan di foto ini. Gadis itu, sinar matahari yang menyinarinya, rambutnya yang terbang tertiup angin, semua begitu mempesona. Gadis itu menatap lurus ke arah laut, tak ada senyuman dibibirnya bahkan wajahnya tampak begitu sedih.

“Sungmin cepat kesini!!!” Aku menoleh. Temanku melambaikan tangan ke arahku. Menyuruhku kembali kumpul bersama yang lain.
“Tunggu sebentar!!”

Saat aku berbalik gadis itu sudah tidak ada disana. Ia sudah pergi. Huftt padahal aku masih ingin melihatnya. Akhirnya aku berjalan kembali ke arah yang lain berkumpul.
Saat matahari mulai tenggelam kami kembali pulang ke Seoul. Sesampainya dirumah aku langsung mandi, berganti pakaian lalu makan malam. Saat kembali ke kamar aku mengambil kamera dan melihat hasil jepretanku tadi. Hampir semua fotoku adalah foto gadis itu.

“Kenapa aku jadi penasaran pada gadis ini? Ah~~”

Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Aku sendiri merasa aneh kenapa gadis itu begitu menarik perhatianku. sampai aku tidak berhenti memikirkannya. Ku letakan kembali kameraku ke atas meja belajar. Kembali merebahkan diri diatas ranjang dan tak butuh waktu lama sampai aku terlelap tidur.

Seminggu kemudian.
Hari ini aku sama sekali tidak ada kegiatan jadi kuputuskan untuk pergi ke sebuah danau dekat tempatku kuliah. Aku selalu menghabiskan waktu menikmati udara segar disana. Terkadang aku sendiri sampai lupa waktu kalau sudah berada disana.
Entah ini takdir atau aku memang berjodoh dengan dia. Tak jauh dari tempatku duduk aku melihat gadis itu. Gadis yang aku potret saat dipantai. Gadis yang menarik perhatianku hingga aku tidak bisa berhenti memikirkannya.

“Ah kalau saja aku membawa kamera. Aish.”

Aku mengutuk diri karena hari ini aku lupa membawa kamera. Tapi ya sudahlah bisa melihatnya saja sudah merupakan sebuah keberuntungan. Gadis itu tampak sedang mendengarkan musik sambil memejamkan kedua matanya. Begitu menikmati membuatku melihatnya tanpa berkedip sedikitpun.
Namun perlahan ekspresi di wajahnya tampak begitu sedih. Dan yang membuatku terkejut adalah dia menangis. Gadis itu tiba – tiba menangis. Aku bingung harus berbuat apa. Aku sendiri terkejut melihatnya.

“Apa dia sedang ada masalah?”

Akhirnya aku memberanikan diri mendekatinya. Dia tidak menyadari keberadaanku karena dia menundukan kepala sambil terus menangis. Aku mengambil sapu tangan disaku celanaku kemudian menyodorkan ke arah gadis itu. Dia mendongakan kepala dan sedikit terkejut melihatku namun detik kemudian wajahnya berpaling dariku.

“Apa kau baik – baik saja? Kenapa menangis?” tanyaku.

Dia tidak menjawab hanya terus diam sambil membiarkan air matanya terus mengalir.

“Gunakan ini untuk menghapus air matamu.”

Lagi – lagi gadis itu hanya diam. Tanganku secara spontan menghapus air matanya dengan sapu tanganku. Dia kembali melihat ke arahku. Dia tidak menolak perlakuanku bahkan menatapku lekat – lekat. Jantung serasa berdegup kencang saat ia menatapku.

“Gadis manis sepertimu mengapa menangis ditempat seperti ini? Kau terlihat jelek kalau menangis.” Aku tersenyum padanya tapi dia tetap melihatku tanpa ekspresi sedikitpun.
“Perkenalkan Lee Sungmin imnida. Siapa namamu?” aku menyodorkan tangan kananku berharap kali ini dia menerima jabatan tanganku.
“Shin Min Hyo.”

Diluar dugaanku dia menjabat tanganku dan menyebutkan namanya. Kulit tangannya begitu halus dan suara begitu merdu ditelingaku. Sore itu kuhabiskan bersamanya.
Setelah hari itu kami jadi sering menghabiskan waktu bersama di danau. Min Hyo gadis yang baik dan ramah. Senyum diwajahnya selalu terpampang namun aku selalu merasa dia menyimpan kesedihan yang begitu mendalam di hatinya.

“Min Hyo minggu depan kau ada waktu?” tanyaku.
“Tidak memangnya kenapa oppa?”
“Klub fotografiku menggelar pameran foto minggu depan. Semua hasil foto para anggota akan dipajang disana. Apa kau mau datang Jum’at depan?”
“Tentu. Oh iya. Apa foto oppa juga akan dipajang disana?”
“Iya foto – fotoku juga akan dipajang. Jadi apa kau akan datang?”
“Tentu saja.”

Betapa senangnya aku mendengar dia menerima ajakanku. Bahkan dengan senyuman manisnya dia mengatakan itu. Jantung berdegup lebih kencang lagi.

“Kalau begitu besok aku akan memberikanmu tiket masuknya.”

Hari itu tiba.
Aku terus memperhatikan pintu masuk sedari tadi. Sudah satu jam aku menunggu tapi Min Hyo belum juga muncul.

“Eh Sungmin sedang apa kau berdiri terus disitu? Lebih baik kau bantu aku menyusun pamphlet ini.”
“Ah~~ baiklah.”

Dengan sedikit tidak bersemangat aku membantu temanku menyusun pamphlet yang akan dibagikan untuk pengunjung. Mataku pun sedikit – sedikit mengintip ke arah pintu masuk. Berharap menemukan sosok Min Hyo.

Shin Min Hyo POV
Ah aku sudah telambat hampir satu jam. Apa Sungmin oppa akan marah padaku. Ya sudahlah kalau dia memang akan marah padaku aku bisa terima. Taksi yang kutumpangi tepat berhenti didepan Seoul University tempat Sungmin oppa kuliah. Dengan sabar aku mencari tempat pameran fotonya. Sekali – kali aku juga bertanya pada mahasiswa disana dan akhirnya aku menemukannya.
Tempatnya belum terlalu ramai tapi aku belum menemukan Sungmin oppa. Jadi kuputuskan melihat – lihat foto yang dipajang sambil berharap akan menemukan Sungmin oppa.

“Wah foto – foto ini keren sekali.”

Aku terkagum melihat foto pemandangan pantai saat sunset yang begitu indah dimataku. Aku membuka secarik kertas yang tertempel disamping foto itu.

‘Elegan. Lee Sungmin.’

“Ini foto Sungmin oppa. Wah hebat.”

Aku kembali terkagum saat tahu siapa yang memotret foto ini. Sungmin oppa benar – benar berbakat. Aku kembali melangkahkan kaki melihat foto yang lain. Saat seseorang tiba – tiba menepuk pundakku.

“Min Hyo.”

Lee Sungmin POV
Aku sudah selesai membantu temanku dan bergegas ke arah pintu. Berharap Min Hyo sedang berdiri menungguku disana. Tapi saat aku melintas aku melihat Min Hyo sedang melihat – lihat foto yang dipajang. Spontan aku tersenyum dan berjalan kearahnya. Saking seriusnya dia tidak sadar sudah ada aku dibelakangnya. Aku akhirnya menepuk pundaknya.

“Min Hyo.” Dia menoleh.
“Sungmin oppa. Akhirnya ketemu juga.”
“Kau mencariku?”
“Tentu saja. Aku sampai pusing mencarimu.”
“Mianhe tadi aku membantu temanku. Bagaimana pendapatmu tentang pameran ini?”
“Semua foto disini sangat bagus apalagi punyamu. 2 jempol untukmu oppa.”
“Oh benarkah. Gomawo.”

Ah apa itu berarti dia sudah melihat fotoku. Sekarang aku merasakan seakan pipiku memerah. Aku menggaruk – garuk kepalaku yang tidak gatal. Rasanya sekarang aku ingin berlari untuk menyembunyikan rasa maluku.

“Min Hyo ayo kita lihat yang lain.”
“Ne.”

Kami berjalan beriringan. Aku sedang menjelaskan beberapa foto yang dipajang saat dia tiba – tiba berhenti. Matanya tampak begitu terpaku pada foto dihadapannya.

“Min Hyo-ah waeyo?”

Dia tidak menjawab. Matanya begitu terpaku pada foto dihadapannya. Bahkan tidak berkedip sedikitpun. Foto dengan objek punggung seorang gadis yang sedang berdiri menghadap pantai disaat sunset, begitu menarik perhatiannya.

“Kau tertarik dengan foto ini?” tanyaku.
“Oppa tahu siapa yang memotretnya?”
“Tentu. Dia temanku. Teman baikku tapi sayangnya dia sudah meninggal.”

Terlihat gurat kesedihan diwajah Min Hyo saat aku berkata demikian. Aku agak aneh melihatnya tapi aku menyingkarkan keanehan itu dari pikiranku.

“Kau tahu cerita dibalik foto ini?”

Dia menggeleng lemah.

“Objek didalam foto ini adalah orang yang dicintai temanku Siwon. Siwon baru mengenalnya selama seminggu tapi dia langsung berkata padaku bahwa dia jatuh cinta pada gadis ini. Tadinya dia akan memberikan foto ini sebagai hadiah kelulusan bagi gadis itu. Sekaligus dia akan menyatakan cintanya pada gadis itu. Namun sayangnya kecelakaan itu menimpanya dan menewaskannya tanpa sempat tertolong. Aku sedih setiap kali mengingat hal itu. Itu sebabnya aku memutuskan memajang fotonya disini. Berharap gadis itu bisa melihatnya.”

Dadaku begitu berat setiap kali mengingat sahabat baikku Siwon. Andai kecelakaan itu tidak menimpanya mungkin ia kini sedang bersama gadis itu. Kulihat Min Hyo menundukkan kepalanya begitu dalam. Badannya sedikit bergetar seperti sedang terisak.

“Min Hyo kau kenapa?” tanyaku khawatir.
“Oppa kepalaku pusing.”
“Eh kepalamu pusing? Mau ku ambilkan obat?”
“Tidak usah. Lebih baik aku pulang sekarang.”
“Kalau begitu kuantar sampai didepan.”
“Tidak perlu aku bisa sendiri. Annyeong.”
“Oh annyeong.”

Min Hyo berlari keluar gedung. Aku memandangnya hingga ia tidak lagi terlihat oleh mataku. Rasanya ada sedikit aneh. Rasanya ia menyembunyikan sesuatu dariku. Kenapa sepertinya ia begitu sedih melihat foto karya Siwon?
Setelah hari itu. Hampir setiap hari Min Hyo datang ke pameran dan dia selalu memandangi foto karya Siwon. Gadis itu terus berdiri dihadapan foto karya Siwon selama berjam – jam tanpa letih sedikitpun. Setiap kali aku tanya kenapa dia selalu memandangi foto itu dia hanya menjawab bahwa dia menyukai foto itu.

“Sungmin apa yang kau lihat?” tanya Yesung hyung si ketua klub.
“Oh hyung kapan kau disini?” aku malih balik bertanya karena terkejut melihatnya sudah berdiri disebelahku.
“Aku sudah disini sejak tadi. Kau saja yang sibuk memperhatikan gadis itu. Apa dia pacarmu?”

BLUSHH

Wajahku memerah seketika.

“Bu…bukan hyung. Dia hanya teman.” jawabku gugup.
“Hahaha jangan bohong padaku. Kau menyukainya bukan?”
“Iya sih. Tapi hyung aku bingung kenapa dia begitu suka dengan foto milik Siwon?”
“Maksudmu?”
“Sejak melihat foto milik Siwon tempo hari hampir tiap hari dia datang dan melihat foto itu. Yang lebih membuatku heran saat aku menceritakan kisah foto itu dia tampak begitu sedih.”
“Benarkah?”

Kulihat tampang Yesung hyung juga bingung. Yesung hyung tampak memperhatikan Min Hyo dengan serius. Bahkan dahinya berkerut seperti mengingat sesuatu yang penting.

“Sungmin dimana kau mengenalnya?”
“Waeyo hyung? Apa kau mengenalnya juga?”
“Apa… apa gadis itu bernama Shin Min Hyo?”
“Hyung bagaimana kau tahu? Hyung kau mengenalnya.”

Yesung menepuk jidatnya dengan keras. Aku masih bingung. Bagaimana bisa Yesung hyung mengenal Min Hyo padahal aku belum mengenalkannya dan Yesung hyung bahkan baru melihatnya hari ini.

“Kau tahu gadis itu…. Gadis itu adalah objek difoto Siwon. Dia.. dia orang yang dicintai Siwon.”
“MWO….”

Belum habis terkejutanku atas perkataan Yesung hyung tiba – tiba orang orang berteriak. Saat aku menoleh kulihat Min Hyo jatuh pingsan dengan segera aku berlari ke arahnya. Wajahnya pucat, badannya juga panas dan juga… ya tuhan dia menangis. Aku segera membopong tubuhnya dan membawanya ke rumah sakit. Sekarang dokter sedang menanganinya. Aku menunggu di ruang tunggu bersama Yesung hyung.

“Hyung apa yang kau katakan tadi benar? Dia orang yang dicintai Siwon.”
“Apa Siwon tidak memberitahumu?”
“Dia hanya mengatakan dia sedang jatuh cinta. Tapi aku tidak tahu wajah gadis yang dicintai Siwon itu.”
“Ah… aku sendiri tidak menyangka akan bertemu gadis itu lagi.”
“Hyung pernah bertemu dengannya?”
“Itu sudah lama sekali. Aku terakhir bertemu dengannya saat pemakaman Siwon. Gadis itu tampak begitu terpukul.”
“Hyung bisakah kau menceritakan semuanya padaku.”

Yesung hyung kemudian duduk disampingku. Ia mulai menceritakan semuanya. Bagaimana sedihnya saat Min Hyo mengetahui berita kematian Siwon yang mengejutkan baginya. Min Hyo terus menangis saat pemakaman bahkan setelah orang sudah pergi dia masih berdiri dipusara Siwon. Tentunya dengan berlinang air mata. Min Hyo benar – benar terpukul.

“Walaupun baru seminggu berkenalan. Rupanya cinta tubuh dalam dihati keduanya.” ucap Yesung hyung.

Seminggu kemudian.
Sudah hampir seminggu aku tidak bertemu dengan Min Hyo. Semenjak aku tahu kalau Min Hyo adalah gadis yang dicintai sahabatku Siwon. Aku mulai mengambil jarak dengannya. Aku memang mencintainya namun aku tidak ingin merebut gadis yang dicintai sahabatku. Tidak akan bisa hatinya tergantikan oleh siapapun termasuk aku. Karena Min Hyo begitu mencintai Siwon.
Tapi setidaknya aku bisa mewujudkan satu hal yang tertunda diantara keduanya. Satu hal yang belum dilakukan Siwon terhadap gadis itu. Dan aku ingin mewujudkannya. Demi sahabatku Siwon. Demi cintaku pada Min Hyo.

Shin Min Hyo POV
Pagi ini aku dikejutkan dengan sebuah paket yang besar tanpa nama pengirim. Dia hanya memberikan sebuah note yang membuatku begitu terharu.

Aku tak bisa mengalahkan kenangan 7 harimu bersamanya.
Aku tak bisa menghapus rasa cintamu padanya.
Tak bisa mengobati luka dihatimu.
Tak bisa menghentikan tangismu untuknya.
Tapi ada satu hal yang bisa kuberikan padamu.
Yaitu…
Kenangan cintanya padamu.

Air mataku mengalir saat membacanya terlebih saat aku membuka paket tersebut. Air mataku tak henti – hentinya mengalir melihat foto itu kini ada dihadapanku. Foto dengan aku sebagai objeknya. Foto hasil jepretan Siwon. Foto yang seharusnya ia berikan padaku saat kelulusan sekolah. Hari dimana seharusnya ia menyatakan cintanya padaku. Tapi akhirnya semua lenyap karena kecelakaan itu. Dan kini dihadapanku. Kenangan terakhirnya akhirnya bisa kumiliki.
Aku bergegas lari keluar rumah. Menyetop taksi dan menemui orang ini. Orang yang memberikan kenangan ini.

“Seoul University.”

Saat tiba disana aku bergegas lari ke tempat biasa ia berkumpul dengan teman – temannya. Dia ada disana sedang tertawa bersama teman – temannya.

“Sungmin oppa.” Ia menegok kearahku. Tampak raut terkejut terlihat diwajahnya. Ia bediri dari duduknya.
“Min Hyo.” Spontan aku berlari ke arahnya kemudian memeluknya. Dan lagi – lagi air mataku mengalir. “Gomawo oppa… gomawo…”

Tangan hangatnya mengelus rambutku dengan lembut. Balas memeluk tubuhku yang bergetar karena terus menangis.

“Tidak perlu berterima kasih. Itu memang milik mu.”

– End –

To Siwon from Sungmin
Aku menemukan cintamu Woonie-ah. Menemukan cinta sejatimu. Dan aku sudah memberikan kenangan indahmu padanya. Maaf karena aku juga menaruh hati pada gadismu. Walau aku tahu dihatinya namamu tidak akan pernah terganti. Sekalipun olehku. Tapi ijinkan aku untuk menjaganya karena dia terlalu rapuh. Karena dia terlalu ringkih saat ini. Tapi begitu ia kuat berdiri aku akan melepaskannya. Dan membiarkannya terus mengenangmu.

To Min Hyo from Sungmin
Gadis manis yang selalu tersenyum namun hatinya begitu rapuh. Selalu menangis setiap kali mengingat cintanya. Terima kasih sudah mengijinkanku mengenalmu. Aku memang mencintaimu tapi aku tidak akan pernah menyuruhmu menghapus kenanganmu bersama Siwon. Karena kenangan 7 harimu bersamanya tidak akan tertandingi oleh kenanganku bersamamu. Teruslah tersenyum untuk dunia ini. Karena sesungguhnya senyum itu jauh lebih pantas diwajahmu daripada tangisanmu.

To Siwon from Min Hyo
Namja yang ku cintai. Walau hanya 7 hari mengenalmu aku sangat bahagia. Karena cinta yang kau berikan terus ada dalam hatiku. Untukmu aku berjanji akan kembali tegar seperti dulu. Kembali menjadi Min Hyo yang kau kenal. Selamanya cintamu ada dihatiku.

To Sungmin from Min Hyo
Sungmin oppa ku ucapkan beribu terima kasih untukmu. Kau bagaikan malaikat yang tuhan turunkan untukku. Kau kembalikan kenangan terakhir dari Siwon kepadaku. Kenangan yang tak mungkin ternilai dengan uang banyak. Sekali lagi kuucapkan terima kasih Sungmin oppa.

Advertisements

10 responses to “[Freelance] Photografer and His Object

  1. pasti akhirnya ama sungmin ehehhehe… agak sedih sih thor.. tapi untung happy end…

    nice ff

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s