The Users part 1

Title: The Users part 1

Author: Choi Myung Ah aka Myungie

♥Cast♥

♥ All DBSK member

♥ Min Sung Rin > pair Jaejoong

♥ Go Yun Hee > pair Yunho

♥ Kim Yoo Chan > pair Yoochun

♥ Shin Hyun Yeong > pair Junsu

♥ Shin Yong Hee > pair Changmin

Genre: Fantasi, Action, Romance

Rate: PG-16

NB: Karena yang koment gk nyampe target, maka cuma part 1 aja yang bakal aku post di FFINDO. Lanjutannya bakal aku post di WP pribadiku : myungie.wordpress.com. Tapi jangan berharap bisa bebas ngebaca ya, karena ffnya bakal aku kasih password, hohohoho. Dan pass tiap part bakal beda, jadi biar bisa dapat pass mesti koment dulu dipart sebelumnya ;). Karena itu yang pengen aku kasih pass, ntar tinggalin aja alamat email, selain email, aku gk layanin. Dan satu lagi, passnya tolong jangan disebar. Buat sider yang pengen tobat, aku juga bakal kasih pass kok, tenang aja :). O ya, buat yang udah koment di prolog, kamsahamnida dan mian gk dibalas (_ _). Bukan karena gk mau, tapi gk bias, wordpressnya error mulu u_u. Okeh, sekian bacot saya 😀 😀 😀

Happy Reading 😀

♥♥♥The♥Users♥♥♥

Deg deg deg, Yunho terlihat sedikit menahan nafas saat lingkaran kedua tangan gadis yang menjadi navigatornya terasa sedikit lebih erat. Mencoba mengacuhkan perasaan aneh yang tiba-tiba masuk kedalam hatinya, Yunhopun menambah kecepatan motornya hingga lorong panjang yang tadi dilaluinya kini sudah terlihat ujungnya. Sring bertepatan dengan keluarnya motor yang dinaiki Yunho dari lorong, tiba-tiba sesuatu yang tampak seperti jam kini melingkar dipergelangan tangan kirinya. Angka yang tertera dijam tersebut adalah 5.59.50 dan dua angka terakhir terlihat terus saja berubah menjadi semakin kecil. Kening Yunho sedikit berkerut, tapi tak lama dia akhirnya paham maksud dari jam tersebut. Waktunya didalam game, ya jam itulah yang bertugas menunjukkan berapa lama lagi waktunya didalam ‘game gila’ tersebut. Ciiitt motor yang sejak tadi tampak melaju kini semakin lama terasa berjalan semakin lambat. Sebelah kaki Yunho tampak turun untuk tetap membuat motor tersebut berdiri tegak.

“ehem, kita mau lewat mana agasshi?” Tanya Yunho sembari sedikit menggerakkan tubuhnya. Pertanyaan dan gerakan tubuh Yunhopun sontak membuat gadis yang sejak tadi memeluknya erat kini mulai merenggangkan pelukannya dan menatap lurus kearah 3buah lorong yang membuat Yunho menghentikan laju motornya.

“belok kekiri Yunho” ucap gadis itu pelan namun bisa didengar jelas oleh Yunho. Mendengar jawaban gadis yang duduk dibelakangnya Yunhopun memutar kepalanya kebelakang. Bukan karena jawaban yang diberikan gadis cantik, tapi karena suaranya yang terdengar sangat lembut dan kebingungan Yunho karena gadis itu tau namanya.

“kau tau namaku darimana?” Tanya Yunho dengan kening berkerut walau tidak terlihat karena terhalang oleh helm yang dipakainya.

“namamu sudah tersimpan diotakku” jawab gadis itu singkat.

“kau,,,kau program?” Tanya Yunho yang kini hanya dijawab anggukan kecil oleh gadis itu.

“hmmm, walau kau program, tapi kau pasti punya namakan?” Tanya Yunho lagi.

“nama? Tentu saja aku punya. Namaku Yun Hee” ucap gadis itu sembari tersenyum. Deg kembali perasaan aneh menerpa hati Yunho.

“Yun Hee, nama yang bagus” puji Yunho sebelum secara perlahan kembali menatap kedepan dan melajukan motornya melewati lorong paling kiri. Lorong tersebut tampak gelap, membuat Yunho dengan terpaksa menyalakan lampu penerang motornya. Tak sampai 5menit Yunho berhasil keluar dari lorong tersebut, tapi sayang diluar lorong ternyata sudah ada sekelompok namja bersenjata pedang terlihat menghadang jalannya.

“kau harus membunuh mereka Yunho” bisik Yun Hee sembari turun dari motor. Yunho mengangguk kecil, tangan kirinya menarik tombak yang tersampir dibody kiri motornya sementara tangan kanannya tampak membuka helm yang dipakai olehnya. Dari ekor matanya, Yunho bisa melihat bahwa Yun Hee berdiri dimulut lorong dengan wajah yang terlihat sedikit ketakutan.

“jika kau ingin lewat, kau harus membunuh kami dulu, user” ucap salah seorang namja yang berdiri paling depan sembari mengacungkan pedangnya.

“baiklah. Kalau begitu maju kalian semua” ucap Yunho dengan nada meremehkan, membuat semua namja yang mengepungnya tampak mengerang marah sebelum berlari kearahnya dengan pedang yang sudah terayun. Yunho tersenyum tipis, walau dia belum pernah belajar menggunakan tombak, tapi entah kenapa dia merasa bisa mengalahkan kumpulan namja-namja tersebut. Yunho mulai mengambil kuda-kuda, dan srettt tepat saat 3orang namja mencoba menyerangnya dari belakang, Yunho dengan cepat memutar tubuh hingga mata tombaknya mengoyak perut 3 namja tersebut. Ugh terdengar suara rintihan dari ke3 namja itu dan sshhh kening Yunho sontak berkerut karena 3 namja tersebut tiba-tiba berubah menjadi abu. Sring kembali sebuah cahaya muncul dan kini di pergelangan tangan kanan Yunho. Sesuatu tampak melingkar disana dengan deretan angkat 0000003. Kembali kening Yunho menyerngit, tapi sekarang dia tidak punya waktu untuk memikirkan alat apa itu karena semakin banyak namja yang berlari kearahnya. Sedikit kewalahan, Yunho akhirnya berhasil membunuh semua namja yang menghalangi jalannya. Hah hah hah dengan nafas yang sedikit terengah-engah, Yunho kembali menatap pergelangan tangan kanannya. 0000056 itulah yang kini tertera disana.

“itu adalah alat yang akan menunjukkan berapa musuh yang kau bunuh Yunho” ucap Yun Hee sembari berjalan kearah Yunho. Yunho menoleh, dia baru saja berpikir begitu.

“ayo kita lanjutkan perjalanan. Waktu kita tinggal 5jam 40menit lagi” ucap Yunho sembari naik keatas motor, menyampirkan tombaknya dikiri motornya dan langsung melajukan motor saat Yun Hee memeluk erat perutnya.

♥♥♥The♥Users♥♥♥

“siapa namamu agasshi?” Tanya Jaejoong dengan mata yang masih menatap lurus. Gadis yang duduk dibelakangnya terlihat mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk dengan kedua tangannya yang melingkar disekeliling perut Jaejoong.

“namaku Sung Rin” jawab gadis itu singkat.

“kau,,,ehem,,,kau program Sung Rin?” Tanya Jaejoong pelan. Sung Rin mengangguk, tapi tak lama dia sadar kalau Jaejoong tidak bisa melihat anggukannya.

“ne, aku program. Wae? Apa ada yang salah dengan itu Jaejoong?” Tanya Sung Rin.

“tidak, tidak ada yang salah” ucap Jaejoong sembari menggeleng pelan lalu tak lama namja tampan itu menghela nafas pelan tanpa diketahui oleh Sung Rin. Pertama kali jatuh cinta dia harus langsung merasakan patah hati.

‘benar, dari awal aku seharusnya sudah tau kalau dia itu program’ batin Jaejoong sebelum menambah kecepatan motornya. Kreeekkk brakkkk mata Jaejoong sontak melotot dan dengan cepat diapun menginjak rem hingga motornya berhenti tepat 5cm dari pohon yang baru saja rubuh dan menutup jalanan. Sung Rin yang kaget hanya bisa memejamkan matanya sembari memeluk Jaejoong erat hingga tubuhnya tidak jatuh dari motor yang standing sekitar 5detik sebelum kembali berdiri dengan kedua rodanya.

“kau tidak apa-apa Sung Rin?” Tanya Jaejoong sembari menurunkan kedua kakinya.

“ne, aku tidak apa-apa. Apa kita diserang?” ucap Sung Rin sembari turun dari motor.

“sepertinya begitu” ucap Jaejoong yang ikut-ikutan turun dari motornya sembari meraih samurai yang disampirkannya dikanan motornya. Mata Jaejoong menajam menatap sekeliling yang sunyi tapi menyimpan banyak bahaya baginya dan Sung Rin.

“bersembunyilah disana” ucap Jaejoong pelan. Sung Rin mengkerutkan kening tidak paham, tapi saat melihat arah tunjuk kiri Jaejoong, Sung Rin yang tadi berdiri dibelakang Jaejoong kini berjalan mundur hingga dia sampai disebuah bongkahan dinding yang cukup tinggi. Sung Rin berlari kecil, bersembunyi disana sembari matanya menatap Jaejoong cemas. Tak lama beberapa namja mulai terlihat dari balik pohon-pohon yang berada disamping kanan jalan. Jaejoong tersenyum kecil, perlahan diapun mengeluarkan samurainya dari sarang lalu mulai memasang kuda-kuda bertarungnya.

“ayo maju kalian semua” ucap Jaejoong yang disambut ayunan pedang oleh beberapa namja yang berlari kearahnya. Seperti seorang petarung samurai yang sesungguhnya, Jaejoong dengan mudah membunuh banyak namja yang merupakan anak buah dari ‘bad king’. Walau begitu, kelelahan tetap saja menghampirinya yang sudah hampir membantai 100 orang lebih. Jaejoong menatap sisa-sisa musuhnya dengan tatapan tajam, tapi sesuatu diekor matanya mengusik konsentrasinya hingga membuatnya menoleh.

‘Sung Rin’ batin Jaejoong sembari berlari kearah Sung Rin dan Jeb shhhh Sung Rin yang tadinya tampak memeluk lututnya erat kini mendongak menatap Jaejoong yang terlihat terengah-engah. Agar bisa berdiri, namja tampan itu terlihat menumpukan ujung senjatanya yang adalah samurai pada tanah sembari mengulurkan tangannya kearah gadis yang terlihat menatapnya lekat.

“kau tidak apa-apa Sung Rin?” Tanya Jaejoong dengan masih mengatur nafasnya yang masih terengah-engah. Sung Rin mengerjapkan matanya lalu mengangguk pelan sebelum menerima uluran tangan Jaejoong.

hah masih banyak yang harus aku bunuh, tapi tenagaku sudah hampir habis” keluh Jaejoong sembari memasang kuda-kuda bertarungnya. Sung Rin, navigator cantik itu bisa melihat dengan jelas kelelahan yang sangat diwajah tampan Jaejoong walau dia tidak mengeluarkan keringat sedikitpun. Jaejoong berjalan maju, kembali menebas beberapa namja yang hendak menyerangnya. Sementara itu Sung Rin tampak menatap sekelilingnya. Senyumnya langsung merekah saat melihat sebuah kotak besar disudut jalan. Dengan cepat Sung Rin berlari kearah kotak tersebut, membukanya dengan menggunakan seluruh tenaganya karena tutup kotak tersebut cukup berat.

“beratnya” keluh Sung Rin sebelum akhirnya berhasil membuka tutupnya dan mengambil sesuatu yang terlihat bersinar didalamnya. Sung Rin berdiri, memutar tubuhnya cepat dan mulai mencari-cari keberadaan Jaejoong yang ternyata sudah tersudut karena melawan 10orang namja. Dengan cepat Sung Rin pun berlari mendekati Jaejoong tanpa tau bahwa dia mungkin saja sudah masuk kedalam mulut *?* kematian.

“ya! Apa yang kau lakukan?” jerit Jaejoong marah saat Sung Rin sudah berdiri dihadapannya.

“aku ingin menolongmu Jaejoong. Dengan ini tenagamu akan pulih 100%” ucap Sung Rin sebelum memasukkan cahaya yang ditemukannya kedalam bulatan bercahaya ditengah-tengah dada Jaejoong. Tak berapa lama tiba-tiba saja raut wajah Jaejoong terlihat segar dan namja tampan itupun kini terlihat tersenyum kecil kearah Sung Rin.

“gomawo Sung Rin. Sekarang, kalian semua akan mati” ucap Jaejoong sembari mendorong pelan tubuh Sung Rin hingga berdiri dibelakangnya sementara namja-namja yang mendengar kata-kata Jaejoong terlihat marah dan dengan cepat berlari kearah Jaejoong. Melihat itu Jaejoong langsung mengacungkan samurainya dan mulai berlari kearah lawan-lawannya. Jeb jeb jeb shhhhh Jaejoong tampak tersenyum simpul melihat abu halus yang terbang akibat terkena angin.

“waktunya melanjutkan perjalanan kita” ucap Jaejoong sembari berjalan kearah motornya dengan Sung Rin yang mengikuti langkahnya dari belakang. Jaejoong tiba-tiba saja berbalik, membuat Sung Rin yang berjalan dibelakangnya kaget dan mundur satu langkah.

“lain kali jangan nekat seperti tadi. Kalau kau terluka bagaimana?” ucap Jaejoong tajam yang diberi anggukan kecil oleh Sung Rin.

“mianhe. Tadi itu karena kau sudah sangat terdesak. Aku tidak mau kau gagal Jaejoong” ucap Sung Rin sembari menunduk. Jaejoong menghela nafas pelan, melirik kearah ‘jam tangan’ nya.

“tinggal 5jam lagi. Kkaja” ajak Jaejoong sembari naik keatas motor diikuti oleh Sung Rin.

♥♥♥The♥Users♥♥♥

Yoochun, namja tampan itu tampak melongokkan sedikit kepala menatap gerbang setinggal 5meter yang berada tak kurang dari 40meter dari tempatnya dan Yoochan, navigator cantiknya bersembunyi. Sekitar 30 namja tampak berjaga disana dengan bersenjatakan pedang dibawah dan bersenjata panah diatas gerbang.

“ugh” rintih Yoochun sembari memegangi pinggang sebelah kirinya. Tidak berhati-hati saat bertarung, Yoochunpun mendapatkan sayatan kecil disana. Yoochan yang merupakan navigatornya sudah merawat luka Yoochun, tapi itu tidak akan bisa membuat Yoochun sembuh dengan cepat. Yoochun kembali bersandar pada dinding bangunan yang sudah tidak berbentuk lagi. Sementara itu Yoochan tampak menatap Yoochun sedih.

“kau baik-baik sajakan Yoochun?” Tanya Yoochan cemas. Yoochun menoleh, tersenyum kecil sebelum mengangguk lemah kearah Yoochan. Yoochan menggigit bibir bawahnya melihat wajah Yoochun yang terlihat semakin pucat.

“aku tidak bisa diam disini terus” ucap Yoochan sembari bangkit dari berjongkoknya. Namun belum sempat dia melangkah pergi, Yoochun menangkap tangannya dan memegangnya erat.

“kau,,,mau kemana Yoochan?” Tanya Yoochun pelan.

“aku akan mencari obat untukmu. Tunggulah aku disini dan jangan bergerak sebelum aku kembali” ucap Yoochan sembari tersenyum sebelum akhirnya berlalu pergi dari hadapan Yoochun dengan menggunakan motor. Yoochun mendesah pelan menatap motor yang semakin lama tampak semakin menjauh dari pandangannya.

“pabonya aku sampai terluka begini. Ini malah akan membuat gerakanku semakin lambat” rutuk Yoochun sembari memegangi pinggangnya yang terluka dengan pelan.

“semoga saja Yoochan mendapatkan obatnya. Tapi, kenapa aku jadi mencemaskan keselamatannya? Bagaimana kalau dia bertemu musuh?” gumam Yoochun sebelum akhirnya mencoba berdiri, menatap kearah menghilangnya bayangan motor yang membawa Yoochun.

“tidak tidak, aku tidak boleh berpikiran seperti itu. Dia pasti akan baik-baik saja” ucap Yoochun sembari mengangguk sebelum kembali melongok kecil kearah gerbang.

“aish, gerbangnya dijaga ketat. Apalagi ada pemanah-pemanah itu. Waktunya juga hanya tinggal 4jam 50menit lagi” ucap Yoochun tidak senang sembari menatap ‘jam tangan’nya. Sebelum Yoochun dan Yoochan benar-benar keluar dari lorong, navigator cantik itu sudah menjelaskan secara rinci tentang game tersebut pada Yoochun. Dia dan ke4 sahabatnya harus melewati 3gerbang sebelum sampai dikediaman ‘bad king’. Bukan hanya 3 gerbang, tapi juga 3 orang kaki tangan ‘bad king’ yang sudah pasti lebih kuat dari anak buah ‘bad king’ yang sudah pernah dilawan oleh Yoochun. Merasa terlalu lelah berdiri lama-lama, Yoochunpun kembali duduk sembari menyandarkan punggungnya didinding.

“Yoochun” panggil Yoochan yang sudah kembali setelah pergi entah kenapa selama 15menit.

“aku bawa obatnya. Dengan ini kau akan langsung sembuh dan tenagamu juga akan semakin bertambah” ucap Yoochan senang sembari mengeluarkan sesuatu dari kantung bajunya. Sebuah bola kecil bercahaya merah yang cukup pekat. Tanpa menunggu Yoochun berbicara, Yoochan terlihat mendorong pelan cahaya tersebut hingga masuk kedalam lingkaran bercahaya ditengah-tengah dada Yoochun. Mata Yoochun terpejam, namja tampan itu merasa sesak yang amat sebelum akhirnya bisa kembali menafas. Tubuhnya yang tadi terasa sakit disana-sini terlebih dipinggangnya kini terasa segar bugar. Yoochunpun dengan perlahan membuka perban yang melilit dipinggangnya. Matanya terlihat melotot saat mendapati kini pinggangnya kembali mulus dan bukan hanya itu, baju Yoochun yang tadinya robek kini tampak perlahan kembali seperti semula.

“lihat? Kau sudah sembuh total. Sekarang kau bisa kembali menghabisi mereka” ucap Yoochan sembari tersenyum lebar. Deg Yoochun mengerjap-ngerjapkan matanya saat melihat senyum Yoochan. Dengan cepat namja tampan itupun memalingkan wajahnya dari hadapan Yoochan, takut kalau gadis itu bisa melihat wajahnya yang kini entah kenapa sudah memerah. Yoochun memegangi dada kirinya, deg deg deg jantungnya terasa berdetak lebih cepat dari biasanya.

“Yoochun? Wae? Apa obatnya tidak bekerja sempurna?” Tanya Yoochan bingung bercampur cemas karena melihat Yoochun memegangi dadanya. Yoochun menoleh cepat dan ternyata gerakannya itu salah, atau tidak salah sama sekali. Mata Yoochun dan Yoochan sama-sama melotot menyadari bibir mereka yang menempel dan dengan cepat keduanyapun sama-sama memundurkan wajah mereka. Yoochan menunduk malu, sementara Yoochun terlihat menggaruk-garuk bagian belakang kepala mereka.

“mianhe Yoochan” ucap Yoochun kikuk sebelum akhirnya berdiri dari duduknya.

“ayo berdiri” sambung Yoochun sembari mengulurkan tangannya kearah Yoochan yang masih terduduk dan menunduk. Yoochan mendongak, perlahan tangannya meraih tangan Yoochun.

“aku akan membunuh mereka semua. Kau disini saja, araseo!” ucap Yoochun sembari menarik 2 pedangnya dari sarangnya yang berada dipunggungnya. Yoochan mengangguk patuh sementara Yoochun tampak memakai helm dan naik keatas motor. Yoochun menarik nafas panjang sebelum membuangnya perlahan sembari melajukan pelan motornya berbelok kearah kanan dimana gerbang berada. Tiba-tiba mata Yoochun menatap tajam dengan tangan tangannya yang memutar gas panjang hingga membuat motor tersebut melaju kencang. Namja-namja yang tadinya tampak berjalan mondar-mandir kini tampak menghentikan langkah mereka serentak sebelum menoleh kearah suara bising yang berasal dari motor Yoochun. Para pemanah yang berada diatas gerbangpun tampak menatap kearah benda yang bagi mereka cukup asing itu. Pandangan heran mereka kini berganti pelototan saat Yoochun tiba-tiba saja melakukan belokan kuat kekiri yang sukses membuatnya jatuh sementara motornya terlihat masih melaju dengan posisi tertidur yang sukses menabrak beberapa namja yang mematung dan duarrrr motor itupun meledak saat menabrak kuat pintu gerbang yang tertutup hingga membuat pintu gerbang tersebut hancur. Beberapa pemanah tampak jatuh dari atas gerbang akibat gempa yang dihasil dari ledakan tersebut. Yoochun bangkit dari tertidurnya, terasa cukup sakit dilengan kirinya, tapi itu tidak lama.

“kurang ajar” umpat seorang namja sembari berlari kearah Yoochun. Tapi jeb shhhh dengan cepat Yoochun lebih dulu menancapkan pedangnya tepat dijantung namja yang hendak memenggal kepalanya. Seorang pemanah yang melihat aksi Yoochunpun mulai mengambil anak panahnya yang mengarahkannya ke Yoochun. Tring namja pemanah itu tampak melotot kaget saat melihat Yoochun dengan santainya menghalau panahnya dengan satu kali tepisan pedang. Kini semua pemanah tampak membidik kearah Yoochun tring tring tring tring lagi-lagi dengan santai Yoochun dapat menjatuhkan panah-panah yang ditujukan untuknya. Melihat pemanah yang sepertinya tidak berhasil melumpuhkan Yoochun, seluruh namja bersenjata pedangpun kini berlari kearah Yoochun. Yoochun tersenyum kecil, menyiapkan kuda-kuda sebelum akhirnya berlari membantai semua namja tersebut hingga tidak ada yang tersisa. Tepat saat itu kembali Yoochun mendapatkan serangan panah. Dengan cepat Yoochunpun menghindar sembari menyimpan pedangnya dipunggung dan beralih memungut satu persatu pedang yang ada ditanah lalu melemparkannya keatas gerbang. Satu persatu pemanah yang ada mati saat pedang yang dilempar oleh Yoochun mengenai kepala, dada atau leher mereka dan perlahan berubah menjadi abu.

“apa semua penjaganya sudah mati?” Tanya Yoochun menatap kesunyian digerbang tersebut. Tapi tiba-tiba Yoochun menyipitkan matanya, dibalik gerbang terlihat sosok seorang namja yang perlahan berjalan mendekatinya. Merasakan aura perang yang pekat, Yoochunpun perlahan mengarahkan kedua tangannya kepunggung, menarik pelan kedua pedangnya tepat saat namja yang berpakaian sama dengannya –hanya saja cahayanya terlihat berwarna orange bukan biru.

“jadi kau user yang harus aku lawan? Kalau begitu ayo maju user” ucap namja yang perlahan terlihat menarik sesuatu dari punggungnya. Sebuah pedang yang terlihat sedikit lebih besar dari pedang pada umurnya. Kedua tangan namja tersebut terlihat memegang kuat pegangan pedangnya sembari memasang kuda-kuda. Yoochun tidak mengeluarkan suara sedikitpun, namja tampan itu terlihat langsung memasang kuda-kuda bertarungnya. Yoochan, gadis yang masih berdiri ditempat tampak menatap cemas kearah Yoochun yang kini melawan salah satu kaki tangan ‘bad king’. Kedua tangan Yoochan saling bertaut sebelum gadis itu memejamkan matanya.

“tuhan, tolong lindungi Yoochun”

♥♥♥The♥Users♥♥♥

Junsu, namja tampan itu tampak mengendap-endap dengan navigator cantiknya ditengah dua buah bangunan. Set game yang didapat Junsu berbeda dengan Yunho, Jaejoong dan Yoochun yang terlihat seperti zaman dahulu kala. Junsu mendapatkan set game sebuah kota yang banyaknya gedung-gedung yang tampak menjulang tinggi. Bukan hanya itu, tiap bangunan ternyata berisikan banyak namja yang merupakan musuh mereka. Untuk bisa membunuh semuanya, Junsu tentunya harus punya strategi yang bagus. Beruntung musuhnya tidak ada yang menggunakan senjata api, jadi itu cukup adil baginya yang memakai senjata tajam. Junsu memutar tubuhnya, menatap navigatornya dengan raut wajah serius.

“aku akan membunuh mereka semua dari satu gedung ke gedung lain. Kau tunggulah disini” ucap Junsu yang mendapat tatapan tidak setuju dari navigator cantiknya itu. Tidak setuju karena itu bisa membunuh Junsu dan membuat Junsu gagal menjalani game tersebut. Belum lagi dia harus menunggu sendiri, dia bukannya takut, hanya saja kalau dia ketahuan dan mati dibunuh, itu juga ama membuat Junsu gagal.

“kau tenang saja Hyun Yeong. Aku pasti bisa. Jadi tunggulah aku disini” ucap Junsu sembari tersenyum sebelum menarik senjatanya yang dia sembunyikan dipunggungnya. Mencoba percaya dengan keputusan Junsu, Hyun Yeong tampak mengangguk kecil sebelum akhirnya Junsu berjalan mengendap masuk kedalam sebuah bangunan. Tak sampai 5menit berada digedung pertama, Junsu tampak keluar. Hyun Yeong yang melihat itu tampak menghela nafas lega karena tidak ada sedikitpun luka ditubuh Junsu. Junsu mengangkat jempolnya kearah Hyun Yeong, menandakan bahwa dia baik-baik saja. Kini Junsu tampak mengendap kegedung sebelah kiri dari gedung yang pertama dia masuki. Kembali tak sampai 5menit Junsu keluar dengan lagi-lagi dalam keadaan selamat.

‘sepertinya aku terlalu mencemaskannya’ batin Hyun Yeong sembari mengangguk kearah Junsu yang lagi-lagi mengangkat jempolnya dan hendak bergerak kegedung yang lain.

“siapa disana?” suara berat khas namja itu membuat Junsu dan Hyun Yeong sama-sama tersentak kaget.

‘sial’ batin Junsu sembari berbalik badan menghadap beberapa namja yang berdiri dibelakangnya. Tak lama beberapa namja lain tampak keluar dari masing-masing gedung yang ada hingga Junsu kini akhirnya terkepung diantara puluhan atau bahkan ratusan namja dengan pedang ditangan mereka. Hyun Yeong menggigit bibir bawahnya cemas, baru saja dia bisa percaya pada Junsu, tapi kini namja tampan itu sudah dikepung oleh musuh.

“aish, apa yang harus aku lakukan sekarang?” gumam Hyun Yeong sembari menggenggam kuat stik yang merupakan motor Junsu. Kepala Hyun Yeong menunduk menatap lurus kearah stik yang dipegangnya. Tiba-tiba sebuah ide gila masuk kedalam otak gadis cantik itu, membuatnya menyugihkan senyum evil diwajah angelnya.

“mau tak mau aku harus menghabisi mereka semua sekarang, tapi apa aku bisa?” gumam Junsu sembari memasang kuda-kuda bertarungnya.

“sepertinya dia user” ucap seorang namja yang membuatnya ditatap oleh teman-temannya.

“user? Kalau begitu dia harus kita bunuh. Ayo bunuh dia” ucap seorang namja lain sembari mengangkat pedangnya dan diikuti oleh namja-namja lain sebelum mereka berlari kearah Junsu. Walaupun takut, Junsu tampak melawan habis-habisan. Beberapa namja tampak sudah mati ditangannya. Dan entah hanya perasaan Junsu, tapi musuhnya terasa semakin lama semakin banyak saja. Rasa lelah sudah mulai menghinggapinya, membuat gerakannya semakin lama semakin lambat saja. Brummmm arggg shhhhh suara motor yang cukup keras itu sedikit mengusik Junsu dan juga musuh-musuhnya. Mata sipit Junsu tampak melotot saat melihat motornya melaju kencang kearahnya.

“TIARAP JUNSU” teriak sipengendara motor yang entah kenapa langsung dituruti oleh Junsu. Dan untung saja Junsu langsung melakukannya, kalau tidak kakinya mungkin saja sudah terpotong oleh pedang yang dipasang Hyun Yeong dikedua sisi ban motor tersebut. Akibat ulah Hyun Yeong yang melaju tidak tentu arah dengan motor, hampir 1/3 musuh kini sudah mati dan musuhpun tampak tidak lagi semakin banyak.

“ya! Apa kau gila?” Tanya  Junsu marah saat Hyun Yeong berhenti tak jauh darinya.

“maybe. Memang kau pikir ada cara lain untuk menolongmu” ucap Hyun Yeong tak kalah marah tanpa perduli mereka berdua masih dikepung musuh. Dengan santai Hyun Yeong turun dari motor, berjalan mendekati Junsu dan tiba2 menepuk pelan lingkaran yang ada ditengah-tengah dada Junsu.

“aku baru saja memasukkan obat penambah kekuatan. Karena itu kau harus bisa membunuh mereka semua” ucap Hyun Yeong sembari tersenyum. Junsu merasa bahwa tubuhnya sekarang penuh dengan tenaga. Namja tampan itu balas tersenyum kearah Hyun Yeong sebelum mengangguk kecil.

as your wish miss” ucap Junsu sembari tersenyum meremehkan kearah beberapa namja yang masih tersisa.

“pergilah dulu, dan tunggu aku diujung jalan itu” sambung Junsu yang diberi anggukan paham oleh Hyun Yeong sebelum gadis itu kembali naik keatas motor sembari meleparkan stik kendaraan pada Junsu. Motor yang membawa Hyun Yeong tampak semakin menjauh, Junsu berbalik menatap namja-namja yang hanya bisa diam ditempat, menunggu waktu yang tepat untuk membunuh Junsu.

“kalian semua akan mati ditanganku” ucap Junsu sebelum berjalan maju dan terlihat santai.

“sombong! Kaulah yang akan mati” ucap seorang namja sembari berlari kearah Junsu. Tapi belum sempat bibir pedang namja itu menyentuh kulit Junsu, dia sudah lebih dulu mati. Junsu tersenyum kecil, menatap sekelilingnya remeh lalu mulai menggerak-gerakan telunjuk kirinya kearah namja-namja yang mengelilinginya.

“ayo maju kalian semua” ucap Junsu meremehkan dan itu sukses membuat namja-namja yang mengelilinginya marah dan berlari kearah Junsu.

10menit, sudah selama itu Hyun Yeong menunggu dan belum ada tanda-tanda Junsu akan datang.

“aish, mana dia? Dia tidak matikan? Kalau mati, seharusnya aku kembali keruang penyimpanan navigator. Tapi masa hanya untuk melawan puluhan namja dia harus menghabiskan waktu selama ini” gumam Hyun Yeong sembari berjalan mondar mandir.

“10menit kau bilang lama? Memangnya kau ingin aku membunuh mereka dalam berapa menit? 1menit?” Hyun Yeong sontak meloncat kaget mendengar suara yang berasal dari belakangnya. Junsu, namja tampan itu tampak berjalan mendekatinya dengan lading yang bersandar dibahu kirinya.

“kau tidak memakai motor?” Tanya Hyun Yeong yang diberi anggukan oleh Junsu.

“aku malas mengeluarkan motornya, jadi aku berlari kesini. Kkaja, waktu kita tidak banyak” ucap Junsu sembari naik keatas motor, memasang helmnya sembari menyampirkan ladingnya disebelah kanan motor sementara Hyun Yeong tampak naik keatas motor dengan berpegang pada kedua bahu Junsu.

♥♥♥The♥Users♥♥♥

“Yong Hee, kita lewat mana?” Tanya Changmin sembari memperlambat laju motornya saat melihat 5buah lorong gelap dihadapannya.

“hmm, nomor 2dari kanan Changmin” ucap Yong Hee, navigator Changmin yang tampak duduk manis dibelakang Changmin tanpa mau sedikitpun berpegangan dengan namja tampan itu. Changmin mengangguk, memutar gas cukup dalam hingga motornya melaju kencang dan itu sukses membuat Yong Hee terdorong kebelakang. Takut jatuh dari motor, Yong Hee pun berpegangan pada bahu Changmin. Changmin tersenyum kecil saat merasakan kedua tangan mungil Yong Hee memegang bahunya.

“apa kau sengaja Changmin?” Tanya Yong Hee sembari mencengkram bahu Changmin.

“tidak juga. Kau taukan waktu untuk game ini tidak lama” kilah Changmin sedikit meringis karena kuku Yong Hee menusuk kulitnya. Yong Hee menatap punggung Changmin dalam, tak lama diapun melepaskan cengkraman kuatnya dibahu Changmin dan kembali memegangi bahu Changmin.

“apa set gamenya memang semua seperti ini, atau hanya aku saja yang mendapatkan set game seperti ini?” Tanya Changmin saat dia sudah keluar dari lorong gelap. Yong Hee menatap sekelilingnya. Mereka berdua tampak berada disebuah kota tak bertuan. Bangunan-bangunan yang ada tampak tidak terurus walau masih berdiri kokoh.

“set game ini ada 5, 3 seperti dizaman perang sementara 2 lagi adalah zaman sekarang. Set zaman sekarang dibagi lagi menjadi 2 yaitu kota mati dan kota hidup. Dan sayangnya kau mendapatkan set game kota mati Changmin” terang Yong Hee panjang lebar. Kening Changmin berkerut, kalau begitu dia tidak akan bisa membunuh banyak musuh dan itu akan membuatnya kalah dari Junsu.

“jadi,,,apa itu artinya aku tidak bisa membunuh banyak musuh?” Tanya Changmin lemas.

“tidak bisa? Siapa bilang? Walau ini kota mati, tapi musuh yang paling banyak ada di set game ini” ucap Yong Hee yang sukses membuat Changmin melotot kaget.

“jinja? Tapi dimana mereka? Kenapa daritadi tidak ada yang muncul? Kecuali 10 namja yang menghalangi jalan kita tadi” ucap Changmin sembari melajukan motornya pelan dengan kepalanya yang tampak menatap kiri dan kanan.

“mereka tidak ada yang tinggal dikota, mereka ada dihutan-hutan yang akan kita lewati. Sekarang lajukan motormu kalau kau tidak ingin membuang waktu” ucap Yong Hee datar. Tanpa menjawab Changmin kembali memajukan motornya cepat hingga 1 kota mati sudah mereka lewati dan kini berganti dengan hutan kecil dimana ternyata mereka sudah ditunggu oleh puluhan bahkan ratusan anah buah ‘bad king’.

“ternyata kau benar” ucap Changmin senang. Yong Hee tersenyum kecil, turun dari motor yang mesinnya sudah mati tersebut.

“selesaikan dengan cepat Changmin. Waktumu tinggal 4jam 20menit lagi” ucap Yong Hee.  Changmin menatap Yong Hee sembari tersenyum tipis.

“kau tenang saja, dalam waktu kurang dari 20menit mereka semua akan mati ditanganku” ucap Changmin sembari mengambil nunchakunya dan mulai memutarnya saat beberapa namja berjalan maju menyerangnya. Yong Hee, gadis itu memilih bersembunyi tak jauh dari posisi Changmin yang tampak serius menghajar namja-namja yang ingin membunuhnya. Tak sampai 10menit, sudah lebih dari setengah yang dibunuh oleh Changmin. Walau sudah membunuh banyak musuh, gurat-gurat kelelahan tampaknya belum ingin mampir diwajah tampan Changmin yang terlihat tersenyum bersemangat memukul-mukulkan nunchakunya ditubuh musuh. Tepat 20menit semua musuh berhasil dibunuh oleh Changmin dan saat itulah namja tampan itu terlihat benar-benar kelelahan hingga membuatnya tertidur dijalanan dengan nafas yang terdengar naik turun dengan irama yang cukup cepat. Yong Hee berjalan mendekati Changmin yang terlihat menutup matanya karena kelelahan yang sangat. Gadis itu berjongkok, jari telunjuk kanannya bergerak kearah pipi Changmin dan mulai bergerak menoel-noel pelan pipi namja tampan itu.

“kau hebat, kau benar-benar menghabisi mereka dalam waktu 20menit” ucap Yong Hee dengan jari telunjuknya yang masih menoel-noel pipi Changmin. Changmin tersenyum lebar dengan matanya yang masih tertutup. Dia sendiri juga tidak menyangka bahwa dia bisa melakukannya dalam waktu sesingkat itu.

“kau ingin istirahat dulu?” Tanya Yong Hee sembari berdiri dan Changmin mulai membuka kedua matanya.

“tidak. Aku sudah tidak terlalu capek lagi. Ayo pergi” ucap Changmin sembari berdiri dan berjalan kearah motor dimana Yong Hee baru saja duduk santai disana.

“mwo? Kau yakin Changmin? Nafasmu saja masih belum teratur begitu” ucap Yong Hee dengan sebelah alisnya terangkat.

“ne, aku yakin. Kkaja” ucap Changmin sembari naik keatas motor lalu diikuti oleh Yong Hee.

“terserah kau saja,,,user”

♥♥♥The♥Users♥♥♥

TBC…

Hohohohoho, gimana part 1nya? Actionnya dapat gk? Gimana romancenya?

Ayo ayo koment dan alamt emailnya ditunggu, kkk

KAMSAHAMNIDA (_ _)

16 responses to “The Users part 1

  1. lanjutkan author…
    Gak sabar selanjutnya

    Semoga saja tambah mantap ceritanya. apalagi pas tiba Changmin ya ??

    Hehehe

    kunjungi blog saya dan teman saya *promosi*
    fanfictioncokelat.wordpress.com

    wwkwk

  2. uwaaahh… udah lama gak kesini…
    ada ff tentang DBSK ternyata…
    mianhe kalau baru komen sekarang 🙂

    aahh, actionnya kereenn bangeett, tapi romancenya agak kurang dapeett…
    trus masih ngambang ceritannya….
    mungkin karna baru part 1 kali yaa..
    selebihnya kereenn…

    ohya, email aku : taeminlee19@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s