Now or Never – Part 3

Tittle : NOW or NEVER?

Author : Satsukisorayuki a.k.a Tria

Genre : AU/ Romance, Angst, Family

Rating : PG/15

Lenght : Chaptered ( Prolog of 8 )

Cast :

  • Main Cast : (CN.Blue) Jung Yong Hwa, Kang Min Hyuk, Kang Min Ji & Jung Yoon Hee
  • Other cast : (CN.Blue) Lee Jong Hyun, Lee Jung Shin, Park Shin Hye, and Choi Minhye

Disclaimer : CN. Blue and Park Shin Hye punya Tuhan, other cast muncul dari imajinasiku. FF ini orisinil punyaku, Terinspirasi dari lagu-lagu CN.Blue and My dream at midnight ^^

Note : FF ini pernah aku post di => http://fan3less.wordpress.com/ jadi kalo yang udah pernah baca harap maklum 😀

 

NOW or NEVER

Part 3

Yoon Hee meneguk minuman bersoda yang sejak tadi di genggammnya, rasa segar mengalir menyejukkan kerongkongannya yang kering. Pandangannya terlempar jauh, menatap kosong pada sunset yang hampir menghilang dari pandangannya. Burung camar melintasi merahnya kaki langit di batas cakrawala. Memekik solah memanggil senja agar tak segera beranjak menghadirkan malam.

“Nooonnaaa…”

Yoon Hee  menoleh, mencari sumber suara yang tak asing lagi pemiliknya, suara Minhyuk. Namja itu setengah berlari menghampirinya, tangannya melambai-lambai. Yoon Hee tercekat. Duduk terpaku tak bergeming, heran kenapa Minhyuk bisa tau bahwa dirinya ada di sini.

“Noona, ternyata kau disini?! Noona sedang apa sendirian disini?”

“Hanya ingin menyendiri..” jawab Yoon Hee singkat

“Wae, noona? Kau terlihat sedih?”

“Minhyuk-a, apa yang harus aku lakukan?” tanya Yoon Hee

“Apa maksud, noona? Apa ini tentang hyung, memang ada masalah apa lagi dengan Yonghwa hyung dan Shin Hye noona? Bukankah Yong hyung sudah berpacaran dengan noonaku?”

“Kondisi Yong semakin parah, apa yang bisa aku lakukan untuknya?”

“Mweo?” kaget Minhyuk

“Aku takut Minhyuk-a, aku takut semua usaha kami gagal dan Yong pergi meninggalkanku… meninggalkan kita semua. Keluargaku yang tersisa hanya tinggal Yong, apa aku harus kehilangan dia juga? Aku tidak yakin bisa hidup tanpa adikku, Minhyuk-a…” cerita Yoon Hee dengan air mata yang mulai meluncur membasahi pipinya

Minhyuk menyenderkan Yoon Hee di bahunya, dia membelai rambut Yoon Hee lembut. Pandangan matanya terfokus pada sunset.

“Hyung orang yang kuat dan noona juga dokter yang hebat, jadi noona tidak usah cemas. Yonghwa hyung pasti akan segera sembuh, kok?! Dan noona juga tidak usah takut, masih ada aku dan aku janji akan melindungi noona seumur hidupku” hibur Minhyuk

“Yaa! kau bocah berumur 19 tahun. Jangan so dewasa!” cibir Yoon Hee

“Aish, jangan bicara tentang usia lagi?! Aku tidak tahan di anggap bocah kecil olehmu! Apa perlu aku minta pada Tuhan supaya aku 10 tahun lebih tua darimu, hah?”

Yoon Hee tertawa menanggapi perkataan Minhyuk itu “Itu tidak mungkin, bukan? Minhyuk.. Minyuk ada-ada saja kau ini?!”

“Habisnya noona gitu sih? Kan bukan keinganku kalau aku lebih muda 5 tahun darimu?!” jawab Minhyuk sambil mengembungkan pipi nya

“Iya.. Iya?!”

“Kita bicara hal lain saja, ngomong-ngomong hyung sedang apa, noona?”

“Biasa, sedang belajar bersama noona mu…”

“Belajar, apa pacaran?” ketus Minhyuk

Yoon Hee terkekeh, kemudian menjawab “Dua duanya, kali”

“Fuh, aku benar-benar envy dengan mereka?!” dongkol Minhyuk sambil cemberut

Lagi-lagi Yoon Hee tertawa, kemudian kembali mengarahkan pandangannya ke arah laut

“Minhyuk-a, sunset nya sangat cantik ya?”

“Ne, sama cantiknya denganmu noona?!” puji Minhyuk

“Mweo? Aish, kau ini tidak bisa menggunakan perumpamaan yang lebih bagus untuk memuji seorang yeoja, ya? dasar anak kecil, memangnya muka ku merah seperti itu?” protes Yoon Hee sambil mencubit paha Minhyuk

“Yaa, appo?!” bentak Minhyuk

Yoon Hee kembali menyenderkan kepalanya ke bahu Minhyuk

“Kau lebih tinggi dari adikku, ya?!”

“Tentu saja, hyung sih bukan tandinganku”

“Yaa, Jangan sombong! Jungshin masih lebih tinggi darimu, tau?! Lagipula tinggimu hanya berbeda 4cm saja dengan adikku” protes Yoon Hee sambil melotot pada Minhyuk

“Arra, terserah nuna deh..” kata Minhyuk sambil terkekeh “Sudah merasa lebih baik?” tanyanya

“Ajik, maukah kau memelukku sebentar saja?!” pinta Yoon Hee

Minhyuk tersenyum dan mengangguk, kemudian dia menarik Yoon Hee kedalam pelukannya. Yoon Hee merasa lebih hangat dan lebih tenang dalam pelukan Minhyuk

“Biarkan seperti ini, biarkan aku menangis sebentar saja?!” bisik Yoon Hee, terdengar miris di telinga Minhyuk.

“Lama juga tidak apa-apa, menangislah sepuasmu, nuna?!” balas Minhyuk

“Gomawo, Minhyuk-a” ujar Yoon Hee, yang kemudian menumpahkan semua perasaan sedihnya.

“Saranghae, nuna-a.. neomu saranghae?!” gumam Minhyuk

>>>>>.<<<<<

 

Pagi itu sang surya baru saja menampakkan dirinya, Yonghwa berdiri di balkon dengan pandangan menerawang. Dari balkon itu pemandangan pantai dan langit biru diatasnya dengan awan-awan yang menambah keindahannya masih terlihat jelas. Matahari terlihat jauh lebih indah bila dilihat dari balkon tersebut. Deru ombak terdengar berlarian menerjang pasir putih, udara pagi ini begitu segar dan cuacanya cerah. Namun tidak demikian bagi Yonghwa, suasana hatinya kini sedang gundah bagaikan langit mendung. Yonghwa memejamkan matanya sambil menengadah dan setetes air mata mengalir mulus dari sudut matanya. Sulit baginya untuk menerima kenyataan, tetapi ia harus terus bertahan karena dia adalah seorang namja yang harus bisa melindungi dua yeoja yang sangat dicintainya –Yoon Hee dan Min Ji-

Yoon Hee berjalan menghampiri Yonghwa yang masih berdiri di balkon dan dia sudah mengenakan jas putih kebesarannya. Yoon Hee terus berjalan mendekati adiknya, perlahan dia mengenggam tangan Yonghwa dan memeluk namja itu dari belakang.

Yonghwa tersentak kaget saat merasakan sentuhan lembut di tangannya dan hangatnya tubuh seorang yeoja yang sangat dikenalinya, dia pun menoleh pada wajah yeoja itu dan mengulas sebuah senyuman tipis.

“Noona, kau belum berangkat?” tanya Yonghwa

“Nanti, sebentar lagi” jawab Yoon Hee “Sedang apa kau disini? Pagi-pagi sudah berdiri di balkon?!” lanjut Yoon Hee balik tanya.

“Hanya ingin melihat matahari terbit” jawab Yonghwa singkat

“Memangnya hari ini kau tidak ada jadwal kuliah?” tanya Yoon Hee pula

“Jadwal kuliahku nanti siang, noona”

“Ooh, pantesan kau belum siap-siap” balas Yoon Hee

“Noona”

“Ne?”

“Bagaimana hubunganmu dengan Minhyuk? Apa sudah semakin dekat?”

“Ne, akhir-akhir ini kami semakin akrab. Ternyata dia bukan bocah kecil yang manja seperti dugaanku, soalnya kalau di depanku dia tampak begitu dewasa, Yong” cerita Yoon Hee dengan wajah berbinar-binar

“Apa noona sudah mulai menyukainya?” goda Yonghwa

Yoon Hee menghela nafas panjang kemudian tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya “Ne, sepertinya begitu” ujar Yoon Hee

“Lalu apa Minhyuk sudah mengutarakan perasaannya padamu?” tanya Yonghwa lagi

“Itu sih sering, tapi aku belum menjawab pernyataannya sekalipun”

“Wae?” tanya Yonghwa sambil menatap mata kakaknya penuh

“Emh, aku masih bingung dengan perasaanku.. makanya belum bisa menjawabnya. Keunddae, Minhyuk sudah bilang kok kalau dia akan menunggu”

“Lalu noona mau sampai kapan membuatnya menunggu?!”

“Molla” jawab Yoon Hee sambil mengangkat bahu

“Jangan terlalu lama, nanti Minhyuk bisa berpaling ke yeoja lain dan melupakan noona begitu saja” goda Yonghwa lagi

“Mweo?” sambung Yoon Hee dengan mata membesar

“Wae? Noona, keberatan bukan? Makanya cepat-cepatlah beri dia jawaban” saran Yonghwa pula, tanpa sadar Yoon Hee reflek mengangguk setuju.

“Good” puji Yonghwa “Ya sudah cepat berangkat, nanti noona bisa terlambat” lanjutnya

“Oke, noona berangkat dulu ya saengi” pamit Yoon Hee sambil mengacak-ngacak rambut Yonghwa

“Yaa, noona?! Apa-apain sih kau ini?!” protes Yonghwa sambil cemberut, Yoon Hee hanya terkekeh kecil

“Oh iya, apa kau sudah membuat keputusan?” tanya Yoon Hee mengalihkan topic pembicaraan

“Soal apa?” tanya Yonghwa dengan wajah bingung

“Aish, soal kemoterafi” jawab Yoon Hee

“Shireo?!” jawab Yonghwa singkat

“Wae? Itu kan untukmu juga?” sela Yoon Hee sambil melotot

“Pokoknya aku tidak mau?! Sudah sana cepat berangkat, noona?!” tegas Yonghwa

“Arra, noona berangkat dulu. Nanti kalau kau sudah mau berangkat ke kampus, jangan lupa kunci pintunya ya?! Oh iya satu lagi, hari ini mungkin noona pulang agak malam. Jadi, kalau ada apa-apa langsung telpon noona saja, yah?!”

“Siip, hati-hati di jalan noona?!” pesan Yonghwa, Yoon Hee mengangguk dan segera pergi.

>>>>>.<<<<<

“Yaa, yang itu jawabannya salah?!” teriak Min Ji sambil memukul kepala Yonghwa dengan buku di tangannya

“Aish, noona?! Kau tetap saja galak ya walaupun aku sudah menjadi pacarmu. Berhentilah memukulku dengan buku-buku tebal itu, sakit tau?!” protes Yonghwa yang segera menghapus jawaban yang menurut Min Ji salah kemudian menggantinya

“Makanya  kerjakan yang benar” sambung Min Ji

“Kenapa sih setiap hari kau selalu memberi kami pekerjaan rumah, berhenti sehari saja kenapa?”

“Aku kan slalu memberi kalian tugas harian biar kalian tambah pintar dan tidak melupakan pelajaran yang lalu dengan mudahnya, jadi kau tidak usah protes arraseo?!”

“Tapi aku bosan, noona?!” rengek Yonghwa

“Kenapa bosan? Kan hari ini aku juga menemanimu disini?!”

“Sekali-kali bebaskan kami dari tugas harian, kek?! Cara mengajarmu itu harus diubah supaya tidak membosankan?! Kau pikir semua muridmu suka dengan metode mengajarmu. Jangan marah, ya?! aku tidak bermaksud lain hanya memberimu saran, biar murid-muridmu merubah kesan mereka terhadap dirimu?! Aah, aku lelah istirahat sebentar?!” sanggah Yonghwa

“Baiklah, kita istirahat satu jam. Setelah Yoon Hee kembali, aku akan segera pulang.. kasihan Minhyuk sendirian dirumah?! Kajja, kita ke bawah.. akan aku masakkan makanan yang lezat untukmu”

Dengan semangat Min Ji menarik tangan Yonghwa, dan Yonghwa menyamakan langkahnya dengan Min Ji. Setelah sampai di dapur, Min Ji mulai sibuk memasak dan Yonghwa menunggunya di meja makan. Pandangannya tidak pernah terlepas dari wajah Min Ji yang masih sibuk memasakkan makanan untuknya.

“Yeppo?! Nuna bukan hanya cantik tetapi juga pandai memasak, aku senang sekali” gumam Yonghwa sambil tersenyum “Sayang wajah cute nya mirip sama Minhyuk, jadi terkadang aku merasa sedang berduan dengan Minhyuk. Wajah mereka begitu mirip?! Tidak seperti wajahku dan noona” lanjutnya

“Yaa, berhenti nenatapku seperti itu!” protes Min Ji ketika tersadar sedang diperhatikan oleh Yonghwa dari tadi

“Wae? Maeume andeureyo? (Kenapa? Tidak suka?)”

“Masalahnya aku sedang memasak, jadi tidak ada waktu untuk membalas tatapanmu itu” jawab Min Ji yang lekas melanjutkan pekerjaannya lagi

“Arra, Mianhae…”

>>>>>.<<<<<

Yoon Hee sudah menyelesaikan semua pekerjaannya, dia pun segera membereskan barang-barangnya. Ketika Yoon Hee telah sampai di tempat parkir dan hendak membuka pintu mobilnya, seseorang menutup kedua matanya dengan tangan.

“Minhyuk-a, itu kamu kan?” tanya Yoon Hee

Namja itu menurunkan tangannya kemudian tersenyum pada Yoon Hee “Kau tau saja, jagiya?!”

“Mweo? Jagiya?” seru Yoon Hee dengan ekspresi kaget

“Wae? Sangsini joayo, jeongmal bogosipeosseoyo.. tto bwasseumyeon jokesseoyo, saranghaeyo?! (kenapa? Aku cinta kamu, aku akan selalu merindukanmu.. aku ingin bertemu denganmu lagi, cinta kamu?!)”

“Soeodayo, harujog-il dangsin saeng-gageul haeyo. Dangsin kkumeul kkwosseoyo, got dasi bol su isseumyeon jokkesseoyo?!(Aku juga cinta kamu, aku memikirkan dirimu sepanjang hari. Aku memimpikanmu, aku berharap kita bisa bertemu lagi secepatnya?!)” sambung Yoon Hee dengan wajah serius

Minhyuk terbelalak kaget mendengar jawaban Yoon Hee itu, matanya membesar seakan tak percaya dengan apa yang baru saja terlontar dari mulut Yoon Hee dan detak jantungnya semakin berdebar kencang. Dia mencubit lengannya sendiri, sakit.. itu yang dia rasakan. Berarti dia bukan bermimpi, bukan? Namun, apakah Yoon Hee serius saat ini ataukah hanya becanda? Itulah yang ada dipikiran Minhyuk, dia benar-benar ingin segera bertanya saat ini juga namun bibirnya terasa kelu.

Yoon Hee tersenyum pada Minhyuk kemudian tertawa tiba-tiba

“Hahaha, aku becanda. Kenapa kau jadi bengong begitu?” ujar Yoon Hee yang seketika membuat Minhyuk tersadar dari dunianya sendiri

“Yaa, nuna?! Jangan becanda, aku kan serius?!” protes Minhyuk dengan nada tinggi

“Jangan marah?! Barusan aku bohong, ucapanku tadi bukan candaan kok. Dansineul saranghaeyo, Minhyuk-a (aku jatuh cinta padamu, Minhyuk-a)” balas Yoon Hee sambil tersenyum, tatapan matanya terlihat begitu tulus “Dangsineun misoga jeongmal areumdawoyo, chohayo (kau mempunyai senyum yang manis, aku suka)” lanjut  Yoon Hee

Minhyuk mengerjapkan matanya berkali-kali, saat ini dia bingung. Jadi pernyataan Yoon Hee yang sesungguhnya yang mana? Dan kali ini Minhyuk memantatapkan dirinya untuk bertanya

“Jadi tadi kau hanya menggodaku dan yang sebenarnya kau juga mencintaiku, noona?”

“Ne, sepertinya aku mulai jatuh cinta padamu” jawab Yoon Hee tegas

“Jinjja?”

“Tentu saja, kenapa kau terlihat ragu? Kau tidak percaya?” Yoon Hee balik tanya

Minhyuk menyunggingkan sebuah senyuman lebar diwajahnya kemudian melompat beberapa kali

“Horee, jadi noona menerima perasaanku? Gomawoyo, noona-a” seru Minhyuk yang kemudian memeluk Yoon Hee erat “Gomawo, atas kesempatan yang sudah kau berikan padaku” bisik Minhyuk

“Keunddae, kau tidak romantis sekali sih?! Masa menembak seorang yeoja di tempat parkir?”

“Biar saja baru juga pernyataan cinta, nanti kalau aku mau melamarmu.. baru kugunakan cara yang romantis” jawab Minhyuk “Oh iya, hari minggu nanti kita kencan ganda, yuk?!” lanjut Minhyuk

“Mweo? Kencan ganda? Shireo, aku kan sudah 24 tahun masa masih melakukan kencan ganda? Yang benar saja Minhyuk-a” sanggah Yoon Hee sambil terkekeh geli

“Wae? Ayolah satu kali saja?!” bujuk Minhyuk

“Shireo?!” tegas Yoon Hee

“Tapi, noona-a…” Minhyuk masih merengek

“Shireo?! Kajja, kita pulang saja.. sudah malam nih?! Ngomong-ngomong apa kau kesini bawa mobil juga?” tanya Yoon Hee mengalihkan pembicaraan

“Aku naik bis, biar bisa pulang bareng denganmu”

“Aish, kau ini?! Ya sudah, ayo masuk?!”

“Berikan kuncinya, biar aku yang nyetir” ujar Minhyuk sambil mengulurkan tangannya

“Baiklah” sambung Yoon Hee yang lekas memberikan kunci mobilnya pada Minhyuk

>>>>>.<<<<<

Seorang yeoja mengalihkan pandangannya ke setiap penjuru cafe, dia sedang mencari seseorang yang memintanya untuk bertemu dan bicara berdua saja disana, setelah menemukan sosok orang yang dicarinya yeoja itu menghampiri tempat orang itu duduk,

“Annyeong, Shin Hye-a. Apa kau sudah lama menunggu?” tanya yeoja itu sambil tersenyum

“Ahni, duduklah Minhye-a?!” ujar Shin Hye yang langsung dituruti oleh Minhye

“Untuk apa kau ingin kita bertemu disini?” tanya Minhye mulai membuka pertanyaan

Shin Hye mengeluarkan sesuatu dari tas nya kemudian menyerahkannya pada Minhye, Minhye mengerutkan keningnya sambil memperhatikan dua buah surat yang telah diambilnya dari Shin Hye itu.

“Apa ini?” tanya Minhye masih dengan wajah heran

“Satu untukmu, dan satunya lagi.. tolong kau berikan kepada Yonghwa oppa ya? kumohon bantu aku, aku belum siap bertemu dengannya lagi” mohon Shin Hye

Minhye yang penasaran lekas membuka salah satu surat tersebut dari bungkusnya, lalu membacanya. Minhye menatap Shin Hye tak percaya setelah membaca isi surat itu. Dia mengedipkan matanya berkali-kali, dan menatap wajah Shin Hye lagi.

“Shin Hye-a, kau serius?”

Shin Hye menjawab pertanyaan sahabatnya itu dengan sebuah anggukkan

“Tapi apa harus aku yang menyerahkan ini? Bukankah akan lebih baik bila kau yang menyerahkan surat ini kepada Yonghwa sunbae secara langsung?”

“Kalau aku yang harus bertemu langsung dan menyerahkan ini kepadanya, aku takut aku akan mengubah kembali keputusanku Minhye-a. Karena itulah aku mohon bantulah aku, Minhye-a”

Minhye terdiam, lalu menatap nanar foto Shin Hye dan Jongyun yang merupakan cover surat yang sedang di pegangnya itu. Foto Shin Hye dan Jonghyun yang tampak begitu mesra. Keduanya tersenyum, dari cover itu terlihat jelas sosok Jonghyun yang sedang merangkul pinggang Shin Hye dengan kedua pipi mereka yang saling bersentuhan. Minhye menghela nafas panjang dan mulai membuka suaranya lagi.

“Kau yakin?” tanya Minhye sambil menatap lekat manik mata sahabatnya itu “Kau yakin untuk mengundang Yonghwa sunbae ke pesta pernikahan kalian?” lanjut Minhye semakin memperjelas pertanyaannya.

“Aku yakin sekali, dengan begitu Yonghwa oppa akan lebih mudah menghapus semua kenangan saat kita masih bersama dari ingatannya. Minhye-a, aku sungguh berharap dia bisa melupakankku seutuhnya. Karena setelah ini, aku juga akan melupakannya. Melupakan semua kenangan kami. Aku tak akan menyisisakan semua kenangan kami itu sedikitpun”

“Mweo? Kau akan menghilangkan semua kenangan kalian itu tanpa bekas? Wae? bukankah semua kenangan itu sangat berharga bagi kalian? Apa kau yakin bisa melupakan semuanya dengan mudahnya?”

“Aku pasti bisa, Minhye-a. Dan aku harus bisa. Agar aku bisa memulai kehidupan baru dengan Jonghyun tanpa beban, tanpa ada sedikitpun rasa galau dihatiku. Sudah kuputuskan bahwa Jonghyun bukanlah pelarianku, melainkan cinta terakhirku. Dan aku yakin, aku pasti bisa hidup bahagia dengannya walau tanpa Yonghwa oppa” cerita Shin Hye dengan mata berkaca-kaca

“Baiklah, semoga kau berhasil Shin Hye-a?! Sebagai seorang sahabat, aku akan selalu mendukung segala keputusanmu” sambung Minhye sambil tersenyum

Senyuman Minhye menghilang seketika, saat kedua matanya menangkap sosok Yonghwa bersama seorang yeoja memasuki cafe. Yeoja itu menggandeng tangan Yonghwa sambil tersenyum ke arah Yonghwa dan Yonghwa membalas senyuman yeoja itu, keduanya tampak begitu mesra.

Shin Hye heran melihat senyuman Minhye yang tiba-tiba menghilang begitu saja, wajah Minhye tampak shock. Dengan penasaran Shin Hye pun mengikuti arah pandang sahabatnya itu, rasa sakit dan sesak di dadanya kembali terasa. Dan air mata meluncur mulus membasahi wajahnya begitu melihat sosok seorang yeoja sedang berbisik mesra pada Yonghwa.

‘Wae? Ada apa denganku? Kenapa rasanya aku tidak rela melihat Yong oppa bersama yeoja lain, bukankah sudah aku putuskan untuk memilih Jonghyun? batin Shin Hye di dalam hati, dilihatanya kedua pasangan itu sudah duduk di bangku yang mereka pilih.

Shin Hye menyentuh dadanya yang terasa perih dan sesak. Yonghwa terlihat bahagia sekali bersama yeoja itu. Yonghwa tertawa seakan sedang menggoda atau merayu yeoja itu. Pandangan Shin Hye semakin buram karena kedua manik matanya telah penuh dengan air mata yang sejak tadi belum bisa berhenti mengalir membasahi pipi putihnya. Luka itu semakin terasa, ketika dilihatnya Yonghwa saling bertatapan dengan yeoja itu.

“Shin Hye-a, ba.. bagaimana kalau kita pulang sekarang?!” saran Minhye, namun tak di dengar oleh Shin Hye, sahabatnya itu masih terus memperhatikan sosok Yonghwa yang sepertinya sama sekali tidak menyadari keberadaannya dan Shin Hye padahal jarak mereka cukup dekat.

Shin Hye menutup mulutnya dengan telapak tangan saat matanya menatap sosok Yonghwa yang kini tengah berciuman mesra dengan yeoja itu, hari ini suasana cafe memang cukup sepi.

Dengan kesal Minhye berdiri kemudian menyeret Shin Hye dari tempat duduknya

“Yaa, kau mau apa Minhye-a? Lepaskan aku?!” perintah Shin Hye sambil terus mencoba melepas cengkraman sahabatnya itu

“Kau mau memberikan surat undangan ini kepadanya, kan?! Karena kebetulan kita bertemu dengannya disini, sebaiknya kau serahkan langsung undangan ini, ppalli?!” perintah Minhye sambil terus menyeret Shin Hye ke arah tempat duduk Yongwa dan yeoja itu

“Shireo?! Jangan paksa aku Minhye-a, aku mau pulang?!” teriak Shin Hye membuat semua tamu yang berada disana menoleh ke arahnya

Yonghwa dan Min Ji reflek melepas ciuman mesra mereka saat suara teriakan tersebut terdengar oleh mereka, keduanya terbelalak kaget saat mengetahui siapa orang yang berteriak itu.

“Shin Hye…” ujar Yonghwa lirih

“Omo! Bukankah dia Kang songsaenim, salah satu dosen di kampus kita kan Shin? hanya saja dia tidak memakai kacamata seperti biasanya, makanya aku baru menyadarinya sekarang?!” bisik Minhye pada sahabatnya “Jadi yeoja yang dicintai Yonghwa sunbae sekarang, Kang Min Ji songsaenim?! Noonanya Minhyuk sunbae, kan?” lanjutnya

“Ne, kau benar dia memang Kang Min Ji songsaenim. Syukurlah songsaenim adalah yeoja yang baik hati dan dalam segala hal dia jauh lebih baik dariku, itu berarti Yonghwa oppa tidak salah pilih orang untuk menjadi pengganti diriku. Baguslah aku lega karena Yong oppa sudah menemukan orang yang tepat juga cantik. Lepaskan aku Minhye-a, dan aku akan segera memberikan surat undangan itu pada Yonghwa oppa, sekarang?!”

“Keunddae, kenapa harus nuna-nuna?” sambung Minhye

“Wae? Menurutku mereka pasangan yang serasi” jawab Shin Hye sambil tersenyum “Ppalli?! Lepaskan tanganmu, Minhye-a”

Minhye melepaskan cengkraman tangannya dari Shin Hye, lalu menyerahkan salah satu surat undangan itu “Ini, ambilah dan berikan padanya”

Shin Hye menerima surat undangan itu, kemudian menghapus air mata yang masih membekas di wajahnya dan berjalan menghampiri Yonghwa dan Min Ji dengan senyuman yang terlukis di bibirnya. Ketika Shin Hye sudah berhadapan dengan Yonghwa dan Min Ji yang masih diam terpaku tak bergerak, dia membungkuk 90 derajat ke arah Min Ji dan menyapa keduanya sambil tersenyum ceria padahal sesungguhnya hatinya terasa hancur berkeping-keping

“Annyeonghaseyo, songsaenim? Annyeong Yong oppa?”

“Annyeong..” balas Min Ji sambil tersenyum pula

“Untuk apa kau kemari?” tanya Yonghwa dengan nada dingin

“Jangan seperti itu, bicaralah baik-baik dengannya” bisik Min Ji pada Yonghwa

“Aku hanya ingin menyerahkan undangan ini untukmu, oppa?!” jelas Shin Hye sambil menyodorkan surat itu pada Yonghwa, lalu Yonghwa menerimanya

“Gomawo, kau boleh pergi sekarang?!” usir Yonghwa secara halus

“Ne, aku harap kau mau datang oppa, aku permisi dulu.. annyeong?!” pamit Shin Hye yang kemudian segera pergi dari tempat yang bagaikan neraka itu.

Shin Hye memasuki mobilnya diikuti oleh Minhye, dalam hitungan detik Shin Hye mulai terisak pelan, air mata yang dengan susah payah ia sembunyikan tadi kembali mengalir dengan derasnya. Minhye memeluk Shin Hye untuk meredakan isak tangisnya, namun suara tangisan Shin Hye malah semakin kencang.

“Wae? Apa begitu sakit? Arra, kau masih mencintai Yong sunbae kan?” tanya Minhye sambil menepuk pelan punggung Shin Hye

“Ne, aku masih mencintainya dan aku sangat merindukannya. Senang rasanya bisa bertemu dengannya lagi tapi aku harus tetap melupakannya, Minhye-a” jawab Shin Hye diselingi isak tangis.

“Fighting! Bukankah tadi kau sendiri yang mengatakan padaku kalau kau pasti bisa melupakannya dan hidup bahagia bersama Jonghyun sunbae?!” seru Minhye memberi semangat

“Ne, gomawoyo Minhye-a” sambung Shin Hye pula

>>>>>.<<<<<

“Apa itu, Yongie?” tanya Yoon Hee setelah duduk disamping Yonghwa yang sedang sibuk memperhatikan sebuah surat

“Surat undangan” jawab Yonghwa dengan suara lirih

“Undangan apa?” tanya Yoon Hee penasaran

“Pesta pernikahan Shin Hye dengan Jong Hyun, noona-a menurutmu sebaiknya aku datang atau tidak?” tanya Yonghwa sambil menatap mata Yoon Hee

Yoon Hee menghela nafas panjang kemudian menjawab “Datang saja, dan kalau perlu kau tunjukkan pada Shin Hye bahwa kau tetap bisa hidup bahagia walaupun tanpa dirinya”

“Maksud noona, aku harus mengajak Min Ji noona untuk menemaniku ke pesta itu?”

“Ne, datanglah dengannya Yong. Lalu perkenalkan Min Ji kepada mereka?!”’

“Tapi noona, disisi lain aku tidak mau datang” ujar Yong Hwa sambil menerawang “Aku masih sakit hati, dan entah kenapa sisi hatiku yang lain menolak untuk datang dan rasanya hatiku sakit saat membaca undangan ini. Wae, noona? Bukankah aku sudah tidak mencintai Shin Hye lagi?” lanjutnya

“Mungkin sebagian hatimu belum bisa menghapus sosok Shin Hye, jadi sebaiknya kau pikirkan saja lagi?! Bila kau siap untuk datang, datanglah?! Tapi ngomong-ngomong kapan acaranya?”

“Bulan depan”

“Nah, itu berarti masih ada waktu, kan? Jadi kau pikirkan saja dulu, dan buat keputusan yang tepat”

“Arra, gomawoyo noona” ujar Yonghwa sambil tersenyum “Ah iya, kemarin Minhyuk mengajakku dan Min Ji noona untuk kencan ganda besok.. tapi katanya noona tidak mau, wae?”

“Mweo?  Jadi anak itu masih tetap bersikeras?” kaget Yoon Hee, Yonghwa mengangguk

“Ne, dia bahkan memohon-mohon padaku agar mau membujukmu”

“Aish, dasar bocah kecil keras kepala?!” cibir Yoon Hee

“Ayolah ikut saja noona-a, toh hanya sekali kan?”

“Tapi Yong, aku sudah tidak muda lagi.. malu tau?!”

“Siapa bilang? Noona masih muda dan cantik kok, malah masih terlihat seperti umur belasan tahun”

“Aish, jangan menggodaku?! Kau tau Yongie, sebenarnya noona sendiri terkadang juga merasa kalau noona tidak cocok dengan Minhyuk. Karena kita memang bukan pasangan yang serasi?! Kalau misalnya saat kencan, tiba-tiba aku bertemu dengan teman-teman Minhyuk, otte? Bisa-bisa mereka sibuk mengatai Minhyuk atau bahkan mencemoohku, shireo” cerita Yoon Hee dengan ekspresi yang lucu, membuat Yonghwa tertawa kencang

“Hahaha, kau ini terlalu berlebihan noona-a. Kau tenang saja, aku yakin semuanya akan berjalan dengan baik. Jadi jangan berpikir macam-macam?!”

“Jangan menertawakanku anak nakal?!” perintah Yoon Hee dengan wajah cemberut

“Noona, sekarang kita bicara hal yang lain ya?” tanya Yonghwa yang sukses membuat wajah Yoon Hee yang tadinya cemberut menjadi terlihat penasaran

“Soal apa?” tanya Yoon Hee

Yong Hwa tersenyum pahit kemudian menjawab “Soal kondisiku, sebenarnya tadi malam aku…”

Yoon Hee menunggu jawaban Yonghwa yang masih menggantung itu, namun selang beberapa menit Yonghwa tetap tidak melanjutkan perkataannya. Sorot matanya melukiskan sebuah kesedihan yang mendalam, lalu dia tertunduk menatap lantai.

“Wae? Kenapa tak kau teruskan?”

Yonghwa mengambil sebuah sapu tangan di saku celananya kemudian menyerahkan saputangan itu kepada Yoon Hee.

Air mata Yoon Hee meluncur mulus membasahi wajahnya saat mata Yoon Hee menangkap noda merah kecoklatan yang cukup luas tertempel di saputangan tersebut, isak tangis mulai terdengar dari bibirnya.

“Semalam, aku merasa mual sekali. Aku sudah ke kamar mandi, keunddae tidak adapun yang keluar dari mulutku lalu aku kembali ke tempat tidurku dan tiba-tiba saja perutku semakin terasa mual. Saat itulah aku menempelkan saputangan itu ke mulutku, lalu darah itu keluar dari dalam tubuhku. Noona-a, apa kondisi kesehatanku semakin parah? Noona menangis, berarti itu benar kan?”

Yoon Hee semakin terisak kencang setelah mendengar cerita Yonghwa itu, bahunya bergetar hebat. Yonghwa menarik tubuh Yoon Hee kedalam pelukannya kemudian memeluk Yoon Hee erat. Namun tangisan Yoon Hee malah semakin kencang dan terdengar begitu miris.

“Stadium berapa? Tiga ataukah empat?” tanya Yonghwa pula, namun Yoon Hee masih terus menangis

“Cukup?! Jangan menangis lagi, aku masih kuat noona-a. Kalau sudah tidak kuat lagi, aku pasti akan menceritakan semuanya pada noona dengan jujur. Aku janji?!”

Yonghwa melepas pelukannya, menyunggingkan sebuah senyuman dan mengecup kening Yoon Hee lembut.

“Jangan khawatir, aku masih bisa bertahan lebih lama. Hanya organ liverku yang rusak tapi jantungku masih sehat kok, dan aku masih bisa bernafas dengan normal” lanjut Yonghwa

Pandangan Yoon Hee masih terlihat kosong, Yonghwa menyeka air mata di wajah Yoon Hee. Dia menempelkan tangan Yoon Hee ke dada nya dengan pandangan mata masih terfokus pada mata Yoon Hee.

“Nuna bisa merasakannya, kan? Jantungku masih berdetak, itu artinya aku baik-baik saja bukan? Jadi nuna tidak usah cemas lagi!”

Sekarang sudah tidak ada isak tangis lagi dalam ruangan itu. Melihat Yonghwa yang masih tersenyum, dengan susah payah Yoon Hee pun membalas senyuman Yonghwa itu. Namun Yoon Hee belum sanggup mengatakan sepatah katapun.

“Soal Min Ji nuna. Aku masih boleh mencintainya, kan? Untuk sekarang dan selamanya, aku tidak akan pernah berhenti mencintainya” tegas Yonghwa, dia berhenti sejenak kemudian kembali melanjutkan perkataannya

“Dia yang datang sendiri padaku, dia yang memberiku kekuatan dan juga mengubah pandanganku bahwa terus terpuruk karena Shin Hye itu adalah sesuatu yang salah. Jadi, apa aku masih boleh mencintainya dengan sisa waktuku yang mungkin tinggal sedikit ini?”

Dan kini keadaan berbalik, Yoon Hee melihat Yonghwa menangis setelah berkata demikian. Memang tidak ada suara isak tangis yang terdengar, namun telaga bening mulai terlukis di manik mata Yonghwa yang siap terjatuh kapan saja. Yoon Hee menyentuh setiap lekuk wajah Yonghwa, kemudian mengulas sebuah senyuman walau sesungguhnya itu teramat sulit untuk Yoon Hee tunjukkan saat ini.

“Boleh, tentu saja kau masih boleh mencintainya dan Min Ji juga masih boleh mencintaimu. Kau juga berhak mencintai dan di cintai, Yong?! Fighting!!” seru Yoon Hee memberi semangat

“Gomawoyo, nuna-a” ucap Yonghwa dengan wajah yang sudah kembali tersenyum

“Hmm, mulai sekarang.. kita saling menguatkan ya?” lanjut Yoon Hee

>>>>>.<<<<<

“Bagaimana nuna? Bukankah kencan ganda kemarin sangat menyenangkan?!” goda Minhyuk dengan senyum manisnya yang sukses membuat wajah Yoon Hee memerah

Minhyuk terkekeh melihat ekspresi yeojacingunya itu, dengan iseng dia pun mulai menampung air laut di tangannya kemudian menyiramkannya ke wajah Yoon Hee

“Yaa?! Apa yang kau lakukan bocah kecil?!” protes Yoon Hee

Minhyuk terus tertawa tanpa menghiraukan teriakan Yoon Hee dan menghentikkan tindakkan jahilnya tadi, sampai-sampai pakaian Yoon Hee basah karenanya.

“Dasar kau tidak sopan, hentikkan?! Tidakkah kau tahu bahwa airnya dingin dan asin?!” bentak Yoon Hee

Melihat ekspresi Yoon Hee yang mulai terlihat marah, Minhyuk pun segera menghentikkan kegiatannya itu dan meminta maaf

“Mianhae, hari ini aku terlalu senang?! Nuna-a, bagaimana kalau sekarang kita menyelam. Kita kencan dibawah laut, yuk?! Kau tenang saja, kujamin tidak akan ada ikan hiu atau binatang laut lainnya yang akan membahayakan nyawa kita. Karena aku akan selalu melindungi nuna untuk sekarang, nanti, dan Tidak akan pernah berhenti”

“Aish, gombal sekali kau ini Minhyuk-a. Baiklah, lagipula aku juga sudah lama tidak pergi menyelam” sambung Yoon Hee

“Assik, kalau begitu  kajja?!” ajak Minhyuk yang kemudian menggandeng tangan yeojacingunya itu

=> To Be Continued <=

Aigoo, aku worry dengan part ini takut kepanjangan? Mudah-mudahan ga mengecewakan deh. Like usual, give me a comment and critic, please!! because I need it?! DON’T BE A SILENT READER PLEASE AND NO BASHING!! Kamsahamnida…

Advertisements

8 responses to “Now or Never – Part 3

  1. .malah suka bgt sma part ini ..
    .Asik minhyuknya sma yoon hee sdah jdian …
    .Mdahan yongnya sembuh yh ..
    .Amin ..
    .Di tnggu next partnya …

  2. @tania : Ne, dy kena kanker hikz hikz T.T
    @Amie: Sankyuu, ya?Ayo kita kasih selamat buat Minhyuk dan kasih semangat buat Yongpa ^^
    @Sunchunhyank : Aku juga ga tega 😦 ne, ayo kita acungin jemol sama-sama buat Minhyuk
    @Ika : Ne, silahkan tunggu aja next chap ntar jg tau nasib mereka gimana? ^^
    @Sweetchocochip: Wah? sankyuu ea.

    @all: Thanks for read & Comment 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s