[FF/CHAPTERED/PG-16] Psycho Chap 1

Title : Psycho

Author : Sarah Sucia Adler

Rating : PG-16

Casts : Cho Kyuhyun, Park Chae Rin, Song Joong Ki and other

Genre : Romance

Length : Chaptered

Part : 1 of ?

Disclamer : I don’t own the Super Junior characters here. They belong to God and themselves.  This story is only a fiction. So please don’t sue me.

***

“Pagi…” sapa Joong Ki sambil duduk di sebelahku.

“Em…” jawabku singkat.

“Ih, masa jawabnya gitu doang?”

“Lagi ga mood…”

“Belum sarapan?” dia melihat semangkuk bubur yang kupesan di atas meja. Aku mengangguk. “Kenapa tidak dimakan?” tanyanya lagi. Kenapa dia jadi bawel sih?

“Ga nafsu…”

“Kenapa dipesan?” aku menatapinya dengan tatapan ‘kenapa-kau-bawel-sekali’. “Ada masalah lagi di rumah?”

“Kapan aku bisa membohongimu Joong-ah…” aku menenggelamkan kepalaku di meja kayu kantin. Joong Ki mengelus kepalaku.

“Menangislah…”

“Cih, apa masalah akan selesai kalau aku menangis?”

“Sok kuat,” ya dia benar, aku sok kuat.

“Minggir, ini mejaku. Sana cari meja lain!” teriak seseorang. Aku dan Joong Ki menoleh bersamaan ke sumber suara. Sunbae itu lagi.

“Ck, kenapa sih dia itu, sepertinya otaknya terganggu. Tidak lihat apa kursi kosong masih banyak,” umpatku.

“Sssst, dia dengar habislah kita.”

“Aku bersumpah tidak akan berurusan dengannya,” ujarku. Joong Ki menatapku skeptis. “Wae?”

Anni,” dia terkikik sendiri. Dasar aneh.

***

“Chae Rin, kau dipanggil Jung Soo saem, di ruang guru.” Ujar Henry teman sekelasku.

“Ada apa?” tanyaku.

“Sepertinya sih orang tuamu mau dipanggil,”

Mwot? Gomawo, Henry…” aku berlari di koridor. Mati, apapun asal jangan panggil mereka. Bisa habis aku. Dengan rasa cemas teramat sangat aku berlari. Seseorang keluar dari kamar mandi dan aku menabraknya. Kami sama-sama terjatuh.

“Aish… aaaa…” ringisku.

“Apaan sih? Makanya kalo jalan liat-liat,” hardiknya kasar.

Jeosonghamnida, Sunbae, aku buru-buru…” aku berdiri lalu menyodorkan tangan untuk membantunya berdiri. Dia menatapku dengan tatapan menyebalkan kemudian menepis tanganku. Sialan.

“Kalau semua bisa diganti dengan maaf, polisi tidak akan punya kerjaan,” ah please jangan sekarang. Dia berdiri kemudian menyudutkanku ke tembok. Dia mengunci tubuhku dengan kedua tangannya.

“Kau mau apa?”

“Siapa namamu?”

“Pa.. Park Chae Rin…”

“Kelas?”

“XI-II.”

“Kau tahu siapa namaku?”

“Cho… Cho Kyuhyun.”

“Kita pacaran sekarang.”

“Apa?”

“Kau tuli? Aku tidak akan mengulangi perkataanku untuk yang ketiga kali, jadi dengar baik-baik. Ki-ta pa-ca-ran.”

“Kenapa aku harus mau? Lagi pula aku tidak mengenalmu.” Jawabku, dia menyeringai. Tampan, tapi menyeramkan.

“Bukankah tadi kau tahu namaku?”

“I.. itu hanya nama… semua orang di Chungdamn juga tahu namamu. Sunbae lepaskan aku, aku harus ke ruang guru…” rengekku aku mendorong bahunya agar aku bisa lewat, tapi nihil.

“Aku akan melepaskanmu, Jagi.” Dia mulai mengendus leherku.

Sunbae… Please… jangan begini…” dia mencium bibirku cepat, melumatnya dengan kasar. Aku berontak tapi dia memegangi leherku. Membuatku tidak bisa bayak bergerak. “Mmmmph…” teriakanku tertahan. Aku memukul bahunya terus, tapi dia tidak berhenti. Tangannya yang lain mulai masuk ke dalam seragamku. Aku menahan tangannya untuk naik, aku tahu apa yang akan dia lakukan. naik makin ke atas, dia menemukan yang dia cari diremasnya perlahan. Aku menggigit bibirnya hingga berdarah.

“Aaaaaw…” rintihnya. “Biasa main kasar rupanya,”

Plak. Kutampar wajahnya yang pucat.

“Ini pelecehan! Aku bahkan tidak menyetujui untuk jadi pacarmu, dan kau sudah melakukan.. ish kau menjijikkan Cho Kyuhyun!” aku berlalu meninggalkannya sambil terisak. Pria mesum sialan. Apa haknya menciumku dan lebih parah memegang tubuhku. Dasar brengsek.

“Ku tunggu kau di lapangan pulang sekolah nanti.” Aku menoleh ke arahnya.

“Jangan harap!”

***

“Chae Rin… aku tidak bisa mentolerirmu terus, aku tahu absenmu penuh terus, tapi aku juga tahu kau tidak pernah ada di kelasku. Joong Ki ‘kan yang setia membantumu?” aku tertunduk mendengarkan ceramah Jung Soo Saem yang sudah berlangsung setengah jam.

Ye,” jawabku singkat.

“Kenapa sih? Segitu tidak sukanya kau dengan Matematika? Yah, walaupun tidak suka setidaknya jangan bolos pelajaranku, Chae Rin. Kalau begini bagaimana aku bisa memberimu nilai?”

Jeossonghamnida Seonsaengnim…”

“Aku memaafkanmu, tapi orang tuamu tetap harus menghadapku,” aku mendongak menatap Jong Soo Saem.

“Apapun sonsaengnim… apapun asal jangan panggil orang tuaku.”

“Tidak bisa, Chae Rin… aku benar-benar harus bicara pada mereka.”

“Mereka tidak akan bisa datang, Seonsaengnim. Mereka… sibuk…”

“Begini saja, berian surat ini kepada orang tuamu. Aku tunggu seminggu ini, aku juga minta nomor ponsel mereka. Kalau mereka tidak ada yang bisa datang atau dihubungi aku akan cari cara lain untukmu.”

Arreseoyo seonsangnim…”

“Kau boleh keluar.”

Kamsahamnida…”

Aku keluar dengan langkah gontai, sambil menatapi surat yang dilirik pun tidak oleh kedua orang tuaku. Haaaah, hari ini mungkin hari sial bagiku.

Aku ke kantin untuk mendapatkan segelas lemon tea. Kutekan speed dial nomor 2.

“Joong-ah…” ujarku saat tersambung.

“Chae Rin… odi? Sudah selesai?” tanyanya cemas.

“He em… di kantin… Joong-ah ce.. cepat ke sini…” aku sudah tidak bisa menahan air mata lagi.

Wae? Ah, tunggu sebentar.” Joong Ki menutup telepon. Mungkin dia segera berlari ke sini.

Aku meliat tanganku di meja kemudian aku menangis. Cih, aku sudah tidak bisa sok kuat lagi sekarang. Semuanya menyebalkan. Pertengkaran appa dan umma pagi ini. Sunbae berengsek itu. Dan sekarang aaaaaaaaah… aku pasti sial sekali.

“Chae Rin… gwenchana?”

Anni…” aku memeluk Joong Ki dan menangis. Ah Chae Rin bodoh… Chae Rin bodoh…

Wae geurae?” aku masih menangis di bahu Joong Ki. Sahabat terbaikku sejak SD.

“Orang tuaku dipanggil, gara-gara aku sering bolos pelajaran matematika…” aku tidak menceritakan bagian tersial hari ini.

“Kau menangis Cuma gara-gara itu?” aku mengangguk di bahunya.

“Pembohong besar.”

“Ah aku lupa, aku tidak pernah bisa membohongi Song Joong Ki.”

“Terus? Kenapa lagi?”

Umma dan appa bertengkar lagi tadi pagi. Sepertinya mereka benar-benar akan bercerai.”

Aigoo… ternyata tadi pagi karena ini?” Joong Ki mengelus rambutku. “Sudah… mana Chae Rin yang galak dan kuat, tenang saja, semua akan baik-baik saja…” semua tidak akan pernah baik Joong-ah, orang tuaku akan bercerai, sunbae mesum itu akan menggangguku terus dan nilai matematikaku terancam. Aku malah makin menangis. “Ish kenapa makin kenceng nangisnya?” Joong Ki sepertinya kebingungan. Aku melepaskan pelukannya dan menghapus air mataku. “Gitu dong…”

“Joong-ah… nanti pulangnya jangan lewat  lapangan ya? Lewat belakang saja.”

“Eh? Tapi nanti jadi muter dong?”

“Gapapa deh, ya please…”

“Kau kenapa sih?”

“Udah deh, ya please…”

“Iya deh iya…”

***

Aku berjalan sambil menatapi tanah. Kepalaku sudah sangat pusing dipenuhi masalah. Sesekali Joong Ki mengelus kepalaku atau menepuk bahuku untuk menyemangati.

A… annyeong hasseyo sunbae.” Aku mendongak dan pria mesum itu sudah ada di hadapanku sedang dudu di kap mobilnya. Mati, penderitaan apa lagi yang harus aku alami, Tuhan?

Annyeong.” Jawabnya singkat. “Kau siapanya Chae Rin?” tanyanya lagi.

“Aku temannya,” jawab Joong Ki bingung. Pria mesum itu mendekati kami. “Bibirmu kenapa Sunbae?” tanya Joong Ki lagi. Serius dia bawel sekali.

“Digigit,” dia menatapku aku mundur beberapa langkah. “Oleh temanmu yang satu ini.”

“A? kalian?”

“Kami pacaran,” Joong Ki terlihat bingung. Aku sama sekali tidak bernafsu untuk meladeninya. “Ayo pulang jagi-ya.” Dia mengamit lenganku aku menepisnya.

Shireo… aku mau pulang sama Joong Ki…”

Gwenchana, kalau kalian mau pulang bersama aku tidak keberatan pulang sendiri.”

“Tuh ‘kan, ayo…” dia menarik tanganku lagi.

“Joong-ah…” aku memelas menatapnya. Tapi dia malah tersenyum.

“Bersenang-senanglah…” ujar Joong Ki.

Kyuhyun sunbae berbisik di telingaku, “Lakukan perintahku, atau kau akan merasakan lebih dari yang kau rasakan tadi siang.” Aku menelan ludah. “Ayo pulang…” ujarnya ceria. Sialan dia pasti sinting. “Kami duluan ya,” ujarnya pada Joong Ki.

Dia membukakan pintu untukku, dengan malas aku masuk. Dia berputar dan masuk ke tempatnya. Diam. Dia menatapku lembut, berbeda dengan tatapannya tadi siang. Dia memakaikanku sabuk pengaman dan mulai melaju.

“Maafkan aku,” ujarnya pelan. Aku menoleh ke arahnya. “Aku tidak bermaksud melakukannya –yang tadi siang itu.”

“…”

“Aku tahu kau pasti marah sekali denganku, apalagi aku sudah bersikap sangat tidak sopan. Aku.. benar-benar menyesal. Itu semua di luar kendaliku. Maaf.” Sepertinya dia serius, tapi aku sedang tidak mau berkomentar. “Apa kau memaafkanku?” aku menatapnya dan membuang pandanganku ke luar. “Chae…” aku menoleh, cuma appa yang memanggilku Chae.

“Lupakanlah…” ujarku singkat.

“Artinya, kau masih belum memaafkanku?”

“Jangan bahas lagi, lupakan saja yang telah terjadi.” Dia mengelus rambut panjangku kemudian tersenyum.

Dia pasti benar-benar sakit jiwa.

***

Saem… maaf, aku tidak bisa menemui orang tuaku seminggu ini. Mereka sibuk berbisnis. Ketika kutelepon juga katanya mereka tidak bisa pulang ke Korea. Bagaimana ini?” tanyaku setengah merengek.

“Ah, susah juga ya kalau begini.” Jung Soo sonsaengnim menggaruk kepalanya.

Mollaseoyo…” aku sudah  tidak bisa berpikir lagi.

“Ada apa mencariku?” aku menoleh ke sumber suara. Dan kudapati pria mesum itu di belakangku. Ah kenapa mesti bertemu lagi. Padahal sudah seminggu ini aku berusaha menghindarinya.

“Kyu… sopanlah sedikit,” dia menyeringai kemudian duduk di sebelahku. Aku agak menggeser tempat dudukku agar sedikit menjauh darinya.

“Ah aku tahu, begini saja… Kyu jadilah tutur untuk Chae Rin pelajaran matematika. Dan Chae Rin jadi tutor untuk Kyu pelajaran biologi.”

Mworago? Andwaeyo seonsaengnimjebal jangan lakukan itu…”

“Itu satu-satunya cara, Chae Rin… Kyu akan membantumu belajar semuanya dari awal. Dan kau harus membantu Kyu juga, kau pernah ikut olimpiade biologi ‘kan? Kau pasti sudah belajar pelajaran kelas tiga.”

“Iya sih, tapi bukan itu masalahnya, Seonsaengnim…”

“Aku setuju.” Ujar Kyuhyun sunbae.

“Habis sudah aku.” Kyuhyun menatapiku dengan evil smile kebanggaannya. Sialan.

Dari sini penderitaanku dimulai.

~ TBC ~

Ok,,ini bukan FF author, tapi FF titipan temen bisa di liat nama authornya…^^ Tetep RCL nya yah…gomawo….;D

Advertisements

83 responses to “[FF/CHAPTERED/PG-16] Psycho Chap 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s