Naughty Married ( Magicalova ) PART 2

Naughty Married
Title: Nughty Married ( Magicalova )
Author: LucifeRain / aya
Genre: romantic – comedy / comfort / fantasi
Lengh: oneshoot *maybe
Ratting: PG – 15
Main Cast:
–    Choi Minrin a.k.a You
–    Lee Taesun
Support Cast
–    Kwon Sohyun
–    Lee Taemin
–    Lee Donghae

*celingak celinguk* adakah yang menunggu FF abal ini? Huaaa maaf lamaa. Sebenernya aku mau ngepost akhir oktober karena ini aku lagi UTS.
Tapi kenapa ku post hari ini? KARENA HARI INI UALNG TAHUNKU DAN SEBULAN AKU JADI AUTHOR DI FFINDO TERCINTA *bakar menyan petasan.

NAUGHTY SERIES: (complicated ), ( reasons ) & ( Magicalova ) PART 1

Karena lama, jadi aku bikin panjang deh… Langsung aja, cek it out

~*~

MINRIN P.O.V

Aku menatap apa yang Sohyun tunjuk, sedikit kaget saat tau tunjukan itu mengarah pada seorang namja yang familiar tapi sudah lama tak ku temui. aku dan Sohyun berpandangan penuh arti, lalu kami melirik lagi namja yang sedang mengantri makan siang itu.

“ bukankah itu Lee Taemin?” terkanya

Namja yang bernama Taemin itu terlihat bingung sehabis mendapatkan makananya, ia terus menoleh ke arah kanan dan kiri seperti mencari sesuatu dan benar saja cafetaria padat akan manusia yang di diagnosa terkena kelaparan akut.

“Lee Taemin-ssi…. Lee Taemin-ssi….” Sohyun melambai lambaikan tanganya ke arah Taemin, membuatku melotot tajam ke arahnya. Tapi sial dia langsung menjulurkan lidah dan kembali melambai pada Taemin. Menyebalkan!

Taemin menghentikan aktivitasnya, ia menatap ke arah kami. Buru buru aku memalingkan wajah. Dasar Sohyun Pabbo, awas kau! Melihat ada kursi yang tersisa di meja persegi kami, Taemin berjalan mendekat.

“annyeong haseyo… Boleh aku duduk disini? Sepertinya tempat lain sudah penuh” tanyanya sopan, ia tersenyum menampilkan dagu lancipnya yang membuatnya semakin imut.

“aku baru memanggilmu untuk itu” Sohyun terkekeh pelan, sial ia menghindar dari pelototanku. “Taemin-ssi, kau masih ingat dengan kami?” pertanyaan Sohyun sukses membuatku olahraga jantung. Aku memalingkan wajah, rahangku terkatup rapat.

“tentu saja. Kau kan Sohyun noona dan….” Taemin menggantungkan kalimatnya dia menoleh ke arahku, membuatku canggung dan hanya bisa menunduk. “kau Minrin Noona. Bongoshipoyo”

Aku hanya bisa menggangguk angguk canggung ketika Sohyun membawa Taemin dalam obrolan ringan. Pikiranku mendadak kosong, tidak tau mau berbicara apa.

sial, kenapa namja ini harus muncul di hadapanku. Melihat dia tersenyum, mengingatkan ku pada seseorang yang mempunyai mata bulan sabit ketika ia tersenyum. Memandang lekuk wajahnya seakan menyorot ulang ingatan tentang dia yang bisa menghipnotisku dengan satu mantra.

Kenapa mereka berdua bisa begitu serupa? Semua ini membuka kenangan masa lalu yang semula telah tertutup rapat. Kenangan itu terlepas berpendar ke seluruh lorong jiwa yang kosong, Membuat seluruh rongga hati terantai dengan satu nama yaitu….

“Taemin-ssi bagaimana kabar Hyung mu, Lee Taesun”

Deghh…. Mataku membulat lebar ketika nama itu terlepas di udara. seperti tersengat ribuan listrik, membuatku kelu, merasa bersalah ketika masalalu itu terputar ulang bagaikan slide show. Jika ada satu mantra yang bisa mengabulkan permohonanku, aku ingin bertemu denganya lagi….

Melanjutkan garis masalalu yang sempat terputus….

Mengubah harapan yang kini telah pupus….

__ 6 YEARS AGO __

“YA! AHJUSSI MESUM! CEPAT KEMBALIKAN SEPATUKU!”

Semua mata tertuju padaku terlebih lagi namja sihir itu, bola matanya sudah hampir keluar sangkin kagetnya. Aku menaikkan sebelah alis lalu tersenyum miring meremehkan. Puas rasanya ketika ia ditertawakan seisi kelas.

“MWO?! SEORANG LEE TAESUN DIKATAI MESUM?!!!” seru temanya, tawa k kali ini desertai celetukan celetukan nakal dari siswa maupun mahasiswa.

‘Oh, jadi namanya Lee Taesun’ pikirku, sejurus kemudian aku menggeleng gelengkan kepala ‘ Choi Minrin Pabbo! Untuk apa kau memikirkanya!’

“Taesun-ah kenapa kau dikatai ahjussi mesum olehnya? Apa kau pernah terbang ke toilet rumahnya lalu mengambil sepatunya hahahaha” celetuk temanya yang langsung dipukul Taesun dengan gulungan kertas.

“jaga bicaramu Donghae Pabbo!”

“kau yang Pabbo, dasar buntut jagung”

“kau itu potongan ikan!”

“APA KATAMU?”

Mulutku terbuka lebar menyaksikan perdebatan tak bermutu di depan kelas. YA! Sebenarnya siapa yang bermasalah di sini huh? Aku melirik ke sekeliling Taesun, sebuah tas besar berwarna biru tua berada tepat disebelahnya.

Wushh… Dengan langkah angin aku berjalan ke arah tas itu (?), berusaha tidak mengganggu perdebatan kolot nan kuno mahluk mahluk aneh tadi. Bisa ditendang aku kalau namja sihir itu sadar aku membongkar isi tasnya.

Segera ku buka tasnya dengan hati hati, berharap sepatu bolongku ada disana. Tapi kalaupun ada bukankah sangat ajaib? Untuk apa dia membawa sepatuku kemana mana? apa sepatuku dijadikan jimat atau sapu guna guna (?) -___-

Benda pertama yang ku ambil berbentuk persegi.

“bukan… bukan…” benda itu adalah bingkai foto bergambar anak anjing, langsung ku lempar ke belakang dengan sembarangan. Sepatu bolongku tak mungkin berubah jadi bingkai foto

Ku kobok kobok lagi tas itu dan benda selanjutnya yang ku ambil sepertinya sebuah bola “ahhhh….. bukan bukan….” Heran, kenapa ada bola anjing di dalam tas namja sihir itu. ku lempar lagi benda itu kebelakang

Ku bongkar lagi isi tasnya

“makanan ikan? Ah ini tidak bisa dijadikan sepatu” ku buang lagi makanan ikan itu kebelakang.

“obat kutu kucing? Ya! Apa apaan ini?” setiap benada yang kutemukan ku lempar asal kebelakang.

Sepatu… sepatu… sepatu… ayolah dimana sepatuku? Atau jangan jangan telah di jadikan jimat olehnya? Ku lirik Taesun, sepatuku tidak menggantung di lehernya, berarti bukan di jadikan jimat o_0 lagi pula untuk apa dia menggantung sepatu butut itu arggghhh…

Sepatu sepatu sepatu… ku rogoh tasnya semakin dalam

“popok bayi singa?” YA! Sebenarnya dia itu dokter manusia atau hewan? Kenapa yang ku temukan berbau hewan semua? Baiklah, ini benda terakhir yang tersisa dalam tasnya. Kalau tidak dapat juga, akan ku tendang tas ini ke gunung salak!

“MWO? SEBUAH HANDPHONE? YA! KEMANA SEPATUKU??????” kesal, dengan sekuat tenaga ku lempar asal ponsel itu.

Pranggggg…..

Aku terdiam sebentar, berfikir… berfikir… berfikir…. Apatadi yang kau lempar Choi Minrin? handphone? Mati kau Choi Minrin!

Ku putar badanku ke belakang. Makanan ikan berserakan, bola menggelinding ke sana kemari, bingkai foto yang kacanya retak dan Ipadnya sukses nyemplung (?) ke dalam ember yang terletak di samping meja siswa.

Segera aku mengambil ponsel itu, layarnya tampak terbelah dua mungkin karena berbenturan keras dengan meja. Ketika ku coba menghidupkanya seperti ada sengatan sengatan listrik, sepertinya konslet. Aku berkeringat dingin, mengutuk diri sendiri.

“hahaha tidak apa apa, Cuma handphone. Paling uang jajanku dipotong 5 bulan” aku menyeka keringatku, sejenak ku edarkan pandangan ke sekeliling “ahahaha… barang barang namja sihir itu rusak semua, kira kira berapa harganya ya? Sepertinya aku tidak akan jajan selama setahun ._.” aku mengibas ngibaskan tanganku di depan wajah “ahh… tidak apa apa” gumanku

“ YA! APA YANG KAU ANGGAP TIDAK APA APA BOCAH?!”

Mampus! Debaran jantungku semakin kencang, ku balikkan badanku menghadap kebelakang, menatap matanya, menelusuri setiap lekuk wajahnya yang tampan. Ia tersenyum padaku menampilkan mata bulan sabit yang sempurna.

Aku mendekatkan wajahku ke wajahnya, semakin dekat dan seketika itu pula….. YA BISA BISANYA AKU BERHAYAL DISAAT SEPERTI INI! KAU SEDANG BERHADAPAN DENGAN MONSTER CHOI MINRIN!

Aku menepuk nepuk pipiku, mempuyarkan semua hayalanku. Aww…. Sakit juga ternyata -___-

“kau tahu handphone itu ku beli dengan gaji pertamaku, aku tahu kau orang kaya tapi seribu Ipadpun kau ganti aku tidak akan memaafkanmu” tandas Taesun dengan penuh penekanan aku hanya bisa meneguk ludah, mati aku!

“jeongmal Mianhaeyo, tadi aku hanya mencari sepatuku” aku tertunduk

“Mwo? Sepatu bulukmu yang bolong sebesar kentang itu? mana mungkin sepatu kuno itu kubawa, bisa bisa sepatu itu meracuni tasku. Pabbo!” nafas namja sihir itu tak beraturan, sepertinya ia marah sekali.

Tapi, Berani sekali dia mengatai sepatuku, asal dia tahu saja ya sepatu itu ku beli keluaran terbaru. Sepatu itu bolong karena dibuat jadi pemukul baseball sama Minho Oppa dan Appa. Aigoo… dua namja itu benar benar ingin ku tendang bokongnya

“lalu bagaimana aku menggantinya” aku menatapnya takut takut. Ia menyandarkan punggungnya ke tembok, mengucap usap kening dengan jarinya. Percis seperti Appa yang pusing jika tidak mengerjaiku seharian -___-

“kau harus menjadi asistenku sampai Handphone ini selesai diperbaiki!”

“Mwoo???!!!!”

~*~

“Minrin, ambilkan aku air!”

5 menit kemudian…

“YA! Choi Minrin cepat belikan aku makanan ikan!”

5 menit kemudian…

“Minrin-ssi, cepat bereskan buku buku itu!”

5 menit 1 detik kemudian (?)….

“Choi Minrin cepat belikan aku air goreng dan ice cream panggang sekarang!!!”

Ku pukul meja dengan sekuat tenaga setelah berdiri, aku pun mendelik kearahnya, melayangkan death glare kilat mematikan.

“kau gila huuh? Belum selesai aku mengerjakan sesuatu kau sudah menyuruhku lagi” bentakku emosi.

“kau membantah? Berani? Baiklah sepatumu tak akan ku kembalikan dan aku akan mengadukan kelakuan nakalmu di sekolah pada Choi Siwon, direktur salah satu perusahaan terbesar korea”

“andwae!!! Arasso! Aku akan membelikanmu!” aku mendecak sebal lalu pergi setelah mati matian mengutuknya.

Bisa dihukum habis habisan kalau Appa tahu kelakuanku disekolah yang sering tidur saat jam pelajaran dan sering dihukum karena tingkah luguku –yang kelewat bodoh. Seperti membuat kepala sekolah pingsan karena lemparan bola basketku, catat! Kepala sekolah.

Lalu merusak fasilitas sekolah karena bertempur dengan Sohyun, menyucuk nyucuk (?)  badan guru dengan sapu, yang terakhir itu aku benar benar tidak sengaja. Ku kira guru itu Sohyun, habis suara cemprengnya mirip.

Aku adalah siswa yang terstempeli predikat ‘murid nakal yang sering dihukum’ padahal baru 6 bulan aku bersekolah disana. Bagaimana Appa tidak marah?

Beginilah aku menjadi asisten –tebih tepat pembantu mungkin- seorang Lee Taesun. Di kampusnya dia mengadakan penelitian dan rencana renacana untuk penyuluhan kedepanya. Itulah kerjanya sebagai murid teladan, dan ia juga mendapat tunjangan –uang- atas kerjanya.

Tugasku adalah, setiap pulang sekolah menemani kegiatanya. Dari hanya sekedar membantu, disuruh ini itu sampai menjadi target kejahilanya. Sangat menyebalkan >.<

Seperti sekarang ini, aku baru sadar Air Goreng dan ice Cream Panggang itu tidak ada!  SEBENARNYA SIAPA YANG BODOH HAH?! AWAS KAU LEE TAESUN! Padahal aku sudah setengah jalan!!!!

Aku membanting pintu ruangan dimana Tadi Taesun berada. Tapi seketika guratan kesal diwajahku terganti menjadi raut bingung. Kemana namja sihir itu? apa dia sudah termakan penelitianya atau memakan penelitianya atau errr…. -___-

Hei… siapa itu?

Tatapanku tertuju pada anak laki laki yang mengenakan seragam Middle School, ia terlihat sedang  duduk di tempat yang Taesun duduk tadi. Aku menyernyit heran kearahnya, sadar akan kedatanganku, ia menatapku datar.

Mataku membulat ketika anak laki laki itu mencoret sesuatu di buku agenda Taesun. Hei, berani sekali dia! Aku saja dulu dilempar sandal jepit karena membuka agenda itu.

Aku berjalan kearahnya, ingin memastikan apa yang dia tulis tidak berbahaya (?). saat aku setengah berlari, tiba tiba kaki ku serasa ada yang menahan. Membuatku kehilangan keseimbangan dan jatuh dengan posisi hidung rata dengan lantai.

“awwww….” Erangku sambil mengusap usap hidung yang sepertinya sudah matang ._. sial! Ku toleh kebelakang, ternyata sepatuku sangkut di gulungan kabel yang terletak disitu. Cerobohnya aku -___-

“hahaha….”

Aku menatap anak laki laki tadi yang ternyata sedang menertawaiku, ia beranjak dari duduknya lalu berjalan ketempatku berada.

Sebenarnya aku paling tidak suka di tertawakan, ingin marah tapi pikiranku terfokus pada senyumnya. Senyum bulan sabit yang membuat pipinya terangkat keatas, sehingga kelopak bawah matanya melengkung membentuk Eyes Smile.

Senyum itu mengingatkanku pada seseorang, tapi siapa? Sekeras apapun aku mencoba menyamakan garis senyum itu dengan kepingan senyum orang yang kukenal, tetap saja belum ku temukan senyum yang serupa denganya. Ahh.. otakku sangat lemot…

Amak laki laki memperhatikanku yang sedang mengusap usap lutut, memang ada goresan luka disana. Ia membuka tas ransel yang disandangnya. Mengambil sesuatu dari dalam sana.

“ini” anak laki laki itu mengacungkan sebuah Lollipop di depan wajahku, membuatku beberapa kali mengerjapkan mata karena kaget.

“untukmu” ucapnya dengan penuh senyum, dengan ragu aku menerima lollipop itu “lain kali hati hati ya” sambungnya. Aigooo…. Barusan aku dinasehati anak kecil, sebenarnya siapa yang lebih dewasa disini hah? Arggh….

~*~

2 minggu sudah aku menjadi asisten taesun, sangat melelahkan namun aku dapat belajar tentang bagaimana menjadi mahasiswa itu. lebih merepotkan >.<

Ternyata Taesun itu orang yang ajaib, dia sangat pintar tetapi suka pada hal hal tak bernalar seperti Ramalan. Dia paling antusias membaca ramalan di koran bahkan dia mengerik REG spasi RAMAL kirim ke 6288…. See, sangat aneh bukan?

Lantunan nada SHINee – Electric Heart mengalun dari salah satu sudut kamarku, ku langkahkan kaki ke arah meja rias yang di atasnya terdapat ponselku yang berbunyi sekaligus bergetar

1 new message

From: Taesun mesum -__-

Jangan lupa jas hujan karena Menurut ramalan hari ini akan hujan. aku tak mau kau basah saat aku mengantarmu pulang

Aku mendengus setelah membaca pesanya, ku buka jendela kamar lalu kuamati langit pagi Yang Benar Benar Cerah tanpa setitik kehitaman disana. Lihatlah, bagaimana bisa hujan? Lagi pula bukankah semalam hujan sudah turun deras derasnya? Huft….

~*~

Kebetulah hari ini kelas Taesun berakhir jam 3, jadi aku memutuskan untuk ke toko buku bersama Sohyun sehabis pulang sekolah. Disinilah kami berada, berdiri di depan rak yang penuh dengan buku buku.

Kami sedang melakukan jurus jitu pembaca, yaitu datang ke toko buku ini dan melihat atau membaca sekilas komik komik terbaru tanpa membelinya ekekekkekeke

Sangat tidak modal! Habisnya kan bakso lebih enak dari buku (?) jadi kami memilih untuk makan sehabis ketoko buku ini yang notabene terletak tidak jauh dari sekolajku :p

Saat aku tengah asyik membaca komik, sohyun mencolek colek tanganku. Merasa risih, aku pun menepis tangan Sohyun tanpa mengalihkan pandangan pada komik yang ku baca.

Sohyun mencolek lenganku lagi, membuatku mendecak kesal memangnya dia kira tanganku sabun colek? Gemas karena aku tak menggubrisnya, dia menguncang guncangkan punggungku. Membuatku menoleh kearahnya sambil menjitaknya dengan buku yang kubaca

“Appoyo” ringisnya sambil mengelus jidat

“salah sendiri” desisiku dengan tatapan sinis.

“Ya! Aku kan Cuma mau memberitahumu sesuatu! Coba lihat orang itu” Sohyun menunjuk ke arah anak laki laki yang berdiri di deretan rak buku pelajaran. Ia terlihat serius membulak balikan lembaran buku.

Tunggu dulu, sepertinya aku pernah melihatnya. Bukankah dia anak yang memberiku lollipop waktu itu? hey tumben otakku tidak lemot yey aku pun joget joget sowonul marebuah ala SNSD tapi langsung dijitak Sohyun karena itu memalukan ¯_¯

“Minrin-ah” Sohyun mengedip ngedipkan mata kearahku membuatku bergidik, tatapanya menjijikan. “tidakkah dia tampan?”

“sadarlah Kwon Sohyun, dia masih bocah”

Sohyun memicingkan mata kearahku “bukankah itu kalimat yang serig dibilang Taesun sunbae untuk mengolokmu? akhir akhir ini kau terliat mirip Lee Taesun”

“ANDWAE!!!!!” baru saja aku mengambil nafas untuk menyemprot Sohyun dengan omelan, dia lebih dulu melesat ke arah anak laki laki itu. mau tak mau aku pun menyusulnya.

“annyeong…” sapa Sohyun, anak laki laki itu menghentikan aktifitasnya. Ia menoleh kearah kami lalu menatap bingung

“sepertinya aku sering melihatmu, boleh kita berkenalan” aigoo… Kwon Sohyun, padahal jelas jelas baru kali ini ia melihat anak laki laki itu. dasar muka tembok yang pandai ber-alibi

“Kwon Sohyun Imnida bangapseumnida” Sohyun mengenalkan dirinya sambil membungkuk singkat.

Anak laki laki itu beralih melirikkku, sedikit ragu akhirnya aku berniat memperkenalkan diri juga “Choi minrin imnida” kataku lalu membungkuk sopan.

“naneun Lee Taemin imnida, Bangapseumnida Sohyun-ssi, Minrin-ssi” ujarnya dengan penih senyum lelu balas membungkuk.

“ani, jangan terlalu fromal. Anggap saja kita sudah lama kenal. Panggil kami noona” kata Sohyun dengan senyum penuh arti, sepertinya ia menyukai bocah yang bernama Taemin ini.

“oh ya Taemin kau middle school kelas berapa?”

“kelas 2”

Dan kami pun membicarakan banyak hal, atau lebih tepatnya Taemin dan Sohyun yang berbicara karena sejak tadi aku hanya mengangguk angguk atau menggeleng gelengkan kepala, untung saja aku tidak bergoyang duyu~

“sepertinya aku harus pergi sekarang, bisa dibikin makanan kucing aku nanti sama namja sihir itu” potongku di sela sela obrolan mereka. Aku pun membalikkan badan, melangkah pergi menjauhi Taemin dan Sohyun.

“Minrin Noona!” sahut seseorang, aku langsung berbalik dan pendapati Taemin sedang berjalan kearahku sembari mengumbar senyum.

Taemin meraih tanganku, ia membuka telapak tanganku di hadapanya lalu menaruh sebuah lollipop disana. Ditutupnya lollipop itu dengan jari jariku dan kemudian ia menarik tanganya.

“untukku?”

“ne” ia mengangguk lalu tersenyum, kalian tahu? Senyum itu menular, membuatku ikut menarik kedua sudut bibir untuk memberikan senyum kepadanya.

“gomawo”

“cheonmaneyo Noona”

Dari ujung sana Sohyun melangkah ke arah kami sambil berkacak pinggang “mana lollipop untukku? Kau berhutang Lee Taemin!”

~*~

Siku ku tertupu pada meja dengan posisi telapak tangan yang memangku dagu. Aku menatap lilipop yang berada ditanganku yang satunya dengan tatapan kosong. Bingung, kenapa anak kecil laki laki itu memberikanku lollipop? Padahal kami baru saja kenal….

Tiba tiba seperti ada yang menepis tanganku, membuat dagu ku hilang tumpuan hingga merosot menhentak meja.

“awww…” erangku, ku tatap sekeliling dan mendapati Taesun sedang tertawa lebar. Ku pukul meja sambil menatapnya tajam. “tidak bisakah kau tidak mengerjaiku sekali saja?” bentakku lalu mendengus kesal.

“YA! Kau disini seharusnya untuk membantuku, bukan melamun sambil menatap permen itu. seperti ada yang mau mencuri saja” gerutu Taesun yang kemudian menyibukkan diri dengan kertas kertas di atas mejanya

Aku menghela nafas jenuh, lalu mengambil inisiatif untuk membereskan peralatan bekas penelitianya juga buku buku yang berserakan. Dari sudut mataku dapat ku lihat Taesun tersenyum, kenapa dia? Mendapatkan ramalan akan bertemu saruk khan, kajol atau rani mukerji dibalik pohon? Dasar namja aneh

GLUDUK DUAARRRRR

Aku terkesiap mendengar suara yang cukup memekakan telinga. Bunyi apa itu? ban gembos kah? Atau ledakan orang yang tidak pandai memasak seperti aku waktu itu? aigoo… kalau dipikir pikir aku sangat bodoh

Setelahnya terdengar bunyi ikan yang dimasukkan ke minyak panas dalam penggorengan (?) eh kamsudnya terdengan suara berisik dari luar seperti ada yang menghujam atap dengan…. Rintik air.

Mwo? Rintik air? Ku hempaskan begitu saja barang barang yang aku pegang, seakan refleks kakiku bergerak menuju jendela. Aku menyibakkan tirai jendela itu, setelah melihat apa yang terjadi diluar, aku menggerutu kesal. Sial, kenapa bisa hujan? padahal jelas jelas tadi cuaca sangat panas.

Aigoo… bagaimana ini? Aku tidak bawa jaket maupun jas hujan. oke, dengan amat sangat tidak rela aku mengakui bahwa aku menyesal mengabaikan perintah Taesun tadi pagi. Aku menyesal!!! Aku menyesal!! Oke sekali lagi aku amat sangat menyesal! Hei, ini menyenangkan, oke sekali lagi aku sangat menyesal!!! Aku.. *ditimpuk

aku membalikan badan lalu menatap Taesun secara intens. Sedikit terkesiap ketika ia tiba tiba menatapku dengan sorot tajam.

“there seems to be something wrong” taesun menatap curiga, sedangkan aku hanya bisa menggaruk garuk tengukku yang sama sekali tidak gatal.

Terlihat ia membereskan buku dan kertas kertasnya lalu menyimpan semua itu di laci mejanya. Ia menyandang tas ranselnya lalu berjalan ke arahku

“kita pulang sekarang”

“mwo? Se… sekarang? Tidak bisakah nanti saja?” ucapku ragu.

Ia melirik jam tanganya sekilas lalu menatapku lagi “mollayo, sudah hampir jam 7, aku tak mau kau diomeli keluargamu karena pulang petang”

“tidak apa apa, aku tidak keberatan” kataku sambil mengibas ngibaskan tangan di depan wajah lalu tertawa getir.

Taesun menatapku dengan penuh selidik, “tapi aku keberatan! wae? Kau tidak bawa jas hujan ha?”

Aku menelan ludah, serasa ada yang mengganjal di tenggorokanku. Membuatku hanya bisa terkekeh kaku.

“Pabboya! Kan sudah ku bilang akan hujan kali ini.” Ia mendecak sebal “baiklah karena aku sudah hafal sifatmu yang keras kepala itu, aku sudah menyiapkan jas hujan cadangan”

“jinja” oh my… aku dapat rejeki nomplok hari ini wahahahha….

Senyum kebahagiaan diwajahku berubah menjadi tatapan cengo kala Taesun mengeluarkan sebuah mantel hujan yang terbuat dari plastik, sangat kontras perbedaanya dengan ekspresi Taesun yang tertawa sumringah.

“tadaaaaaaa” dia mengacungkan mantel itu tepat di depan wajahku. Mwo? Jas hujan macam apa itu? aneh dan berbentuk abstrak.

“aku tidak mau memakainya!” sahutku lalu memalingkan wajah

“YA! Asal Kau tahu, aku disembur penggorengan demi meminjam ini pada tetanggaku pagi pagi buta. Pakai sekarang juga!!!!” bentak Taesun dengan penekanan di setiap katanya

“ANNIYO! Aku lebih baik pulang basah kuyup!”

“MWO? Kalau bajumu basah berarti sama saja kau membiarkanku melihat cetakan tubuhmu yang rata itu”

Kelopak mataku melebar mendengar ucapanya, refleks ku silangkan kedua tanganku di depan dada. Berani sekali dia mengejekku, dia bilang tubuhku rata! Asal dia tahu saja ya aku model juara 4 dari lima orang peserta dan satu mengundurkan diri errrr….. ini tidak membanggakan -___-

Taesun melemparkan mantel itu keatas meja lalu dengan cueknya berjalan ke luar ruangan

Beginilah aku sekarang, menjadi pusat perhatian ketika motor Taesun membelah jalan kota Seoul. Bagaimana tidak? Keanehan sangat kontras disini. Motor Taesun tergolong besar berwarna hitam legam, dan ia sendiri mengenakan jaket kulit berwarna hitam yang membuatnya terlihat macho.

Sedangkan aku mengenakan mantel hijau dengan gambar kodok berwarna pink. Sangat aneh bukan? Sudah keren keren berwarna hitam legam seperti pembalap jalanan, ehhh mantelku bercorak aneh dan berwarna ngejreng pula (?) huaaaaa…. Ini memalukan!!!!

Jika di ibaratkan aku seperti pasir di tengah tengah berlian, itu yang kerenya. Kalau yang jeleknya aku seperti kodok di tengah tengah mujair (?). dapat ku tangkap anak anak yang menunjuk nunjuk kearahku seakan berkata ‘orang gila… orang gila…’ lalu remaja yang menertawaiku. Arghhhh… sebenarnya Taesun somplak itu berniat menolong atau mengerjaiku sih? Menyebalkan.

Tak lama kemudian sampailah kami di depan gerbang rumahku. Gerbang dirumahku sangat tinggi, kata Appa untuk menghindari maling. Padahal kangguru saja tidak sanggup melompatinya sangkin sangat tinggi pagar itu sehingga rumah indah di dalamnya tidak terlihat.

“rumahmu ini terlihat seperti pabrik saja” guman Taesun yang langsung aku hadiahi tepukan maut, namun gagal karena dia memakai helm.

“masuklah, hujan masih deras” titahku setelah pintu gerbang terbuka. Motor hitam legam Taesun pun melesat masuk lalu berhenti tepat di depan teras.

Aku pun buru buru turun dari motor Taesun dan berdiri di depan pintu masuk. Baru saja aku berniat membuka pintu itu, tapi pintu lebih dulu terbuka dan munculah Siwon Appa dan Minho Oppa secara horror.

Mereka menatapku penuh selidik, terutama kepada Taesun yang sudah berada di debalakangku. Seperti di drama drama saja, terlalu berlebihan. Aigoo… dua namja ini selalu membuatku gemas

“annyeong haseyo” sapa kami berdua secara bergiliran

“annyeong” kata Appa sambil menatapku, oh gosh… tatapan Appa berbeda seakan berkata siapa-namja-ini-Minrin

“annyeong ahjussi, saya Lee Taesun, teman Minrin. hanya ingin mengantarnya Pulang” jelas Taesun dengan sangat sopan.

“aigoo… panggil aku Hyung. Karena aku, Choi Siwon masih sangat muda dan Tampan” ucap Appa dengan percaya diri denganpenekanan di kata T-A-M-P-A-N

Aku memperhatikan penampilan Appa. Ia hanya mengenakan baju tanpa lengan dan celana pendek, atau lebih tepat disebut seragam basket “YA APPA! Kenapa appa mengenakan seragam basket Minho Oppa? Tidak sadarkah Appa sudah T-U-A” tandasku dengan menekan kata TUA

“Appa itu masih muda sayang. Seandainya kau lihat para gadis yang histeris melihat penampilan Appamu yang tertampan sejagat raya ini” kata Appa. Aigoo… kenapa bisa senarsis ini. Dan… dan entah dari mana Appa menadapatkan kaca, sehingga ia berpose pose seksoy. Dasar Appa sarap.

“berapa umurmu Taesun-ssi?” Tanya Appa.

“20 tahun ahjussi”

“ya! Panggil aku siwon hyung!” bentak Appa, membuat Taesun bergidik ngeri

“mwo? Hebat sekali kau mendapatkan namjachingu berumur 20 tahun” kata Minho Oppa sambil menatapku “padahal kau masih bocah” sambungnya lagi

Sial! Kenapa Minho Oppa ikut mengataiku bocah! Ku lirik taesun, dia sedang terkekeh geli. Sedangkan aku? Hanya bisa menjitaknya dalam hayalan O_O

“baiklah, Taesun-ssi. Karena aku berjiwa muda dan lebih tampan darimu, jadi ku persilahkan kau masuk”

Aku tercengang mendengar ucapan Appa. Sangat tidak nyambung! Dan apa lagi tadi? Berjiwa muda dan tampan? Astaga kapan penyakit ‘percaya diri akut’ Appaku hilang huh?

Kami pun masuk ke dalam rumah, ketika kami berjalan menuju ruang tamu, Appa membalikkan badan lalu menatapku. Membuat Minho Oppa dan Taesun ikut menghentikan langkahnya juga

“Minrin-ah, bagus sekali mantel kodok yang kau pakai. Besok Appa akan memberikanmu 10 biji dengan gambar binatang yang beda beda di tiap mantelnya!”

“ANDWAAAAEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!!!”

~*~

Aku berada di sebuah café yang letaknya tidak jauh dari sekolah, entah kenapa Taesun menyuruhku untuk menunggunya disini bukan menjadi asisten –atau pembantu- nya seperti biasa.

Tak lama kemudian Taesun datang dengan wajah sumringah, ah seram sekali (?) setelah mendapatiku, dia langsung duduk di hadapanku.

“Tadaaaaaaa” dia menunjukan sesuatu tepat di depan wajahku, kenapa dia suka sekali sih mengacungkan benda di depan wajahku. Dia pikir aku napsu apa.

Ehh, tunggu dulu. “Bukankah itu ponsel yang kemarin konslet itu” tanyaku refleks

“uh’huh” dia menekan nekan tombol di ponsel itu “seperti yang kau lihat, ponsel ini sudah selesai diperbaiki”

“ahaaaaa, benarkah? Ah syukurlah” ucapku lega, ah senang sekali… berarti aku berhenti menjadi asistenya, mwo? Berhenti? Kenapa hal itu tidak pernah terpikirkan olehku?

“ahh, aku juga baru dapat uang berkat penelitianku sebelumnya. Karena kau membantuku, aku mau mengajakmu jalan jalan ke pameran seni minggu besok jam 9. Kau mau?”

“MAUUUUU!!!!”

~*~

Keesokan harinyaaku benar benar sudah siap satu jam sebelum waktu perjanjian. Entah untuk keberapa kalinya aku mematut diri di depan cermin hanya sekedar memastikan moody Blues hooded coat berwarna ungu yang aku kenakan sudah pas atau legging yang aku pakai baik baik saja.

Apakah ini yang namanya kencan? Kenapa aku bisa sangat senang membayangkan apa yang terjadi hari ini. Akhirnya aku sadar bahwa aku seperti orang gila kerena senyam senyum sendiri

“Ya! Kenapa kau lama sekali?” omelku ketika Taesun beserta motornya berhenti di depan teras.

Ia membuka helmnya, terlihat sangat tampan dengan setelah yang ia kenakan. Taesun lalu mengamati jam di pergelangan tanganya lalu menatapku “sekarang jam 9 dan aku tepat waktu” kilahnya “jangan jangan kau sudah lama menunggu ku”

“anniyo” aku melingkan wajah lalu berjalan dan menaiki motornya “kajja!”

“tapi harus kerumahku dulu, ada seduatu yang tertinggal”

“ne”

~*~

15 menit berlalu dan kami sudah berada di rumah Taesun. Rumah yang tidak terlalu besar namun terlihat sangat terawat. Aku lebih memilih di menunggu di teras rumahnya, merasa segan kalau masuk ke dalam.

“ehmm….” Dehaman seseorang membuatku tersadar dari lamunan. Aku menoleh ke sumber suara dan mendapati seseorang sedang berdiri di ambang pintu. Bukankah itu Taemin?

“annyeong haseyo Taemin, kenapa kau bisa disini?” tanyaku.Taemin menautkan alis, anak ini kenapa selalu menatap bingung ke arahku?

“annyeong Noona. Apa noona teman Taesun hyung? Aku dongsaengnya”

“benarkah? Ah, pantas saja kau seperti mirip seseorang” tutur ku, ternyata Taemin adik Taesun. Kenapa Otakku sangat lambat berfikir? Jelas jelas mereka sangat mirip seperti kembarr, Taemin seperti sorot balik Taesun versi remaja

Tiba tiba Taesun mengambil posisi di sebelahku, ia menatapku penuh arti “kau tahu Noona, aku menyukaimu sejak setahun yang lalu dimana aku sering melihatmu melewati toko buku semalam. Kau selalu terlihat heboh dengan Sohyun noona, dan itu membuatku tertarik”

Aku benar benar Tercengan mendengar ucapan Taemin, apa dia sedang menyatakan cinta padaku? Kenapa anak ini beitu lempeng (?) mengatakan hal seperti ini? Kenapa dia terlalu to the point? Membuat jantungku berdetak tak karuan. Ada apa denganku…

Tiba tiba Taemin menghela nafas panjang lalu menatap lurus kedepan “tapi melihat tatapan Taesun tadi, aku yakin dia menyukaimu. Kau tahu, Taesun hyung belum pernah membawa seorang gadis kerumah”

“M-W-O??????”

~*~

Huaaaaaaa….. kayaknya ini part tergaje dan ASLI-GARING-BANGET….

Ehhmmm… siapa yang nebak cinta pertama Minrin itu Taemin hayoooo ngakuuuu wakakakak aku bener bener ngakak baca komen kalian. Sudah ku rencana kan dari awal kalo first Love Minrin itu Lee Taesun kakaknya TAEMIN. Huaaaaaaaaaaaa *minjem evil smile kyuhyun*

Disini nggak ada Key, kenapa? Karena aku mau fokus ke kisah Taesun-Minrin dulu. Jadi part selanjutnya baru ada Key dan 3 kunyuk serangkai.

Oh ya ini aku kasih bonus pict Taesun & Taemin (ASLI)

Makasih banget buat yang udah komen, buat Sider aku bener bener angkat tangan. Aku bukan nyuruh kalian bayar dengan materi tapi hanya meminta komentar sebagai apresiasi dari kalian. Tobatlah. Kunjungi blog aku ya
Cheers,

LucifeRain / Aya

NB: aku nggak bisa bikin poster ff, liat tuh elek banget *tunjuk tunjuk* ada yang mau bantu?

Advertisements

71 responses to “Naughty Married ( Magicalova ) PART 2

  1. wkwkwk……. >_< tnggung jwb thor abs bca nie ff aq lngsung skt perut akut, siwon appa krktrnya kocak bgt! tp g'da romantic mmentnya. sorry q tlt bcnya tp tetep…. g ngurangn ksruanY ,DAEBBAK AUTOR THE BEST

  2. bener bener dh author ni.. ngakak aku bacanya.. apalagi yg tntng mantel kodoknya..
    siph2,, lanjutkan!!! 😀

  3. kyaa bagus thor
    *nyempil dulu.
    hehehhe awalnya memang aku kira taemin sih tapi ternyata…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s