Now or Never – Part 7

Tittle : NOW or NEVER?

Author : Satsukisorayuki a.k.a Tria

Genre : AU/ Romance, Angst, Family

Rating : PG/15

Lenght : Chaptered ( Prolog of 8 )

Cast :

  • Main Cast : (CN.Blue) Jung Yong Hwa, Kang Min Hyuk, Kang Min Ji & Jung Yoon Hee
  • Other cast : (CN.Blue) Lee Jong Hyun, Lee Jung Shin, Park Shin Hye, and Choi Minhye

Disclaimer : CN. Blue and Park Shin Hye punya Tuhan, other cast muncul dari imajinasiku. FF ini orisinil punyaku, Terinspirasi dari lagu-lagu CN.Blue and My dream at midnight ^^

Note : FF ini pernah aku post di => http://fan3less.wordpress.com/ jadi kalo yang udah pernah baca harap maklum 😀

NOW or NEVER

Part 7

 

Prev =>

Yonghwa menghampiri yeoja itu, sedangkan Minhyuk semakin mencemaskan Yonghwa. Harusnya Yonghwa langsung ke kamar nya dan beristirahat, bukan membuang-buang waktu hanya untuk berbicara dengan seseorang yang mungkin datang dengan membawa masalah. Minhyuk pun menyusul Yonghwa menghampiri yeoja itu.

“Sulli-a, ada perlu apa kau kemari?” tanya Yonghwa

Sulli menoleh ke arah Yonghwa, dan dia terbelalak kaget ketika melihat sosok Minhyuk di belakang Yonghwa. Dia mengepalkan kedua tangannya seakan sedang mengumpulkan kekuatan. Tidak ada jalan lain, dia ingin bersikap egois untuk saat ini. Karena ternyata susah sekali untuk bisa melupakan namja yang di cintainya.

“Aku ingin menemui dr.Jung lalu mengatakan padanya kalau dia harus berpisah dengan Minhyuk oppa, karena aku sangat mencintai Minhyuk oppa dan tidak bisa melupakkannya” cerita Sulli jujur

“Mweo?” ujar Yonghwa dan Minhyuk bersamaan

“Ne, aku juga akan mengatakan pada dr.Jung kalau dia tidak pantas dengan Minhyuk oppa. Sebab Minhyuk oppa jauh lebih muda darinya. Akan aku katakan padanya kalau kalian bukan pasangan yang serasi dan aku yakin dr.Jung akan menuruti keinginanku ini” jawab Sulli dengan nada tinggi

“Neo pabo?!” maki Minhyuk kesal

“Sulli-a, kumohon jangan seperti itu! Biarkan mereka bersama, karena mereka saling mencintai Sulli-a. Lagipula cinta itu tidak bisa di paksakan, kau masih kecil Sulli mungkin kau tidak akan mengerti jika kau menikah dengan seseorang yang tidak mencintaimu walaupun kau sangat mencintainya, kau tidak akan pernah bahagia Sulli-a”

“Memangnya aku peduli? Aku tidak peduli oppa, asalkan Minhyuk oppa selalu berada disisiku itu sudah lebih dari cukup. Kalau kita sudah bersama, seiring berjalannya waktu Minhyuk oppa juga pasti akan mencintaiku. Sama seperti perasaan oppa pada Min Ji eonnie, padahal aku tau dari unnie ku kalau dulu kau itu sangat mencintai Shin Hye eonnie kan?” ujar Sulli sinis

“Yaa, tapi aku tidak mencintaimu dan tidak akan pernah mencintaimu, kau dengar?!” Minhyuk mulai emosi

Minhyuk tidak menyangka yeoja polos yang selama ini dia kira baik ternyata begitu egois seperti ini, dia benar-benar kesal. Bagaimanapun Minhyuk sangat mencintai Yoon Hee dan tidak ingin berpisah dengannya, dan dia hanya menganggap Sulli sebagai adiknya. Minyuk yakin kalau Sulli sampai menceritakan hal ini pada Yoon Hee, Yoon Hee pasti akan mengalah pada Sulli karena Minhyuk tau kalau Yoon Hee memiliki sifat keibuan yang bisa dengan mudah terbujuk dengan kata-kata manis yang dilengkapi dengan puppy eyes, apalagi dulu Sulli pernah menjadi pasien nya.

“Dengar! Kau pacaran saja sama Taemin sana, dia jauh lebih pantas denganmu. Aku tegaskan padamu ya, hatiku hanya untuk Yoon Hee noona dan tidak akan pernah aku berikan kepada siapapun sampai aku mati” tegas Minhyuk dengan nada tinggi sambil menatap Sulli tajam

Bulir-bulir berwarna putih mulai jatuh dari pelupuk mata Sulli, begitu sakit rasanya mendengar penolakkan Minhyuk secara langsung sebab Sullli sangat mencintai namja itu. Tapi dia tidak ingin menyerah, walau hatinya perih dia tidak peduli. Yang penting baginya adalah Minhyuk, asalkan Minhyuk bisa putus dengan Yoon Hee dia pasti akan senang.

“Aku tetap akan memisahkan kalian berdua dan menjadikan kau Milikku, oppa” tegas Sulli

Yonghwa mengepalkan kedua tangannya, dia tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi. Hanya satu keinginannya sekarang, yaitu membuat Yoon Hee dan Minhyuk bahagia. Sebab kebahagian keduanya akan membuatnya ikut bahagia. Dan kesedihan Yoon Hee akan membuatnya ikut sedih. Berkali-kali dia sudah merasakan bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang dia cintai? Dan Yonghwa tidak ingin hal seperti itu terjadi lagi pada kakaknya. Dulu Yoon Hee begitu rapuh setelah kehilangan Sung Joon, padahal saat itu tidak lama lagi mereka akan menikah. Lalu, haruskah sekarang Yoon Hee kehilangan Minhyuk juga?

“Sulli kau masih sangat muda, masih punya banyak waktu untuk bisa mencintai orang lain. Jadi kumohon menyerahlah dan lupakan Minhyuk”

“Mweo? Dengar ya! Jangan mentang-mentang dr.Jung Yoon Hee itu noonamu, kau bisa seenaknya memerintahku seperti ini. Aku tidak akan pernah melepaskan Minhyuk oppa, kau dengar oppa?”

“Yaa, yang berhak menentukkan yeoja yang kelak akan menjadi istriku kan bukan kau?! Kenapa kau begitu keras kepala sih? Kau tidak seperti Sulli yang aku kenal selama ini” marah Minhyuk lagi

“Tapi bukankah mencintai seseoraang itu hak asasi manusia” ketus Sulli

“Hentikan Sulli! Aku mohon jangan halangi hubungan mereka, setidaknya demi aku”

“Demi oppa? Apa maksudmu? oh karena dr.Jung itu kakak kesanganmu, iya?” tanya Sulli penuh dengan tekanan

Minhyuk semakin emosi, rasanya ia ingin sekali menampar yeoja di depannya agar yeoja itu sadar dengan apa yang dia katakan namun Yonghwa menghalanginya.

“Aku tau kau sangat mencintai noona, tapi kau tidak boleh berbuat kasar terhadap seorang yeoja Minhyuk-a. Kenapa orang yang pendiam sepertimu begitu menyeramkan saat sedang marah?” bisik Yonghwa

“Wae? Jawab pertanyaanku oppa? Kenapa aku harus membiarkan mereka bersama demi oppa? Apakah karena dr.Jung itu kakak kesanganmu?” Sulli mengulangi pertanyaannya

Yonghwa menatap lekat mata Sulli “Waktu kau dirawat di Rumah Sakit selama beberapa bulan karena kecelakaan.. kau sering melihat aku ada disana juga, kan?” tanya Yonghwa

Sulli mulai mengingat-ngingat, memang benar yang dikatakan Yonghwa. Dulu ketika dia tertimpa kecelakaan dan harus tinggal berbulan-bulan di Rumah Sakit karena luka-luka nya serius dan kakinya patah, terkadang Sulli memang sering melihat Yonghwa saat sedang jalan-jalan menyusuri taman Rumah Sakit. Awalnya Sulli berpikir mungkin Yonghwa kesana karena ingin bertemu dengan kakaknya, tapi ternyata bukan? Karena Yonghwa juga menggunakan pakaian pasien seperti dirinya yang berarti dia juga salah satu pasien di rumah sakit itu. Sulli memperhatikan wajah Yonghwa, dan dia menyadari kalau ternyata Yonghwa terlihat pucat sekaligus kurusan.

“Oppa, apakah kau sakit?” tanya Sulli mulai luluh

“Menurutmu?”

“Kau sakit oppa, aku sering melihatmu di Rumah Sakit. Kau sakit apa, oppa? Apakah penyakit yang serius?” tanya Sulli yang mulai kembali pada dirinya yang baik hati

“Ne, aku sakit dan mungkin waktuku sudah tidak banyak. Jadi kau mau melakukannya demi aku, kan? Biarkan mereka bersama agar aku bisa tenang ketika Tuhan sudah mau mengambilku. Sulli-a aku hanya ingin melihat Yoon Hee noona bahagia sebelum aku pergi, apakah aku salah? Kumohon Sulli-a, kau harus mengerti kenapa aku ingin bersikap egois seperti ini”

“Hyung, kenapa kau berbicara seperti itu lagi?” tanya Minhyuk dengan mata berkaca-kaca

“Ne, aku menyerah sampai disini oppa. Mianhae atas sikapku tadi, walaupun sangat sulit aku akan berusaha melupakan cinta lamaku lalu menemukan cinta yang baru.. demi oppa”

“Gomawo, kau pasti bisa Sulli-a” ujar Yonghwa yang kemudian memeluk Sulli, air mata kembali membasahi pipi Sulli

“Tapi oppa jangan seperti itu. Tuhan lah yang menentukan hidup mati seseorang bukan dokter ataupun diri oppa sendiri. Maka dari itu, kau tidak boleh menyerah oppa! Aku juga yakin kalau oppa pasti bisa”

“Gomawo, kau sudah mau mengerti” Yonghwa melepas pelukkannya

Sulli menatap mata Minhyuk lekat “Mianhae oppa, sekarang aku tidak keberatan walau hanya menjadi adikmu. Lagipula dr.Jung itu sangat baik hati dan kalian saling mencintai bukan? Aku tidak akan pernah mengganggu hubungan kalian lagi, kalian harus bahagia ya oppa? Aku juga akan mencari kebahagianku. Untuk langkah pertama akan aku coba dengan Taemin sunbae”

Sulli tersenyum dan Minhyuk pun membalas senyumannya, setelah itu Sulli kembali mengalihkan pandangannya pada Yonghwa dan tersenyum padanya

“Oppa? Finghting?! Kau pasti sembuh, aku yakin. Keunddae memangnya kau sakit apa? Kau belum menjawabnya tadi”

“Emh, rahasia” sambung Yonghwa sambil tersenyum

“Yaah, oppa?! Ya sudah kalau memang itu privasi, kalau begitu aku pulang dulu ya? sekali lagi aku minta maaf soal yang tadi, kalian mau memaafkanku kan?”

“Tentu saja” jawab Yonghwa dan Minhyuk serentak

“Gomawo, annyeong” ujar Sulli yang kemudian pergi dengan langkah yang terlihat begitu ringan

“Hyung, kenapa dia cepat sekali berubah ya?” tanya Minhyuk sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal

“Namanya juga Sulli, Minhyuk-a. Anak itu masih polos. Yang aku katakan benar, kan? dari duli Sulli itu baik hati, jadi kau tidak perlu menghadapinya dengan kekerasan” jawab Yonghwa sambil terus tersenyum memperhatikan siluet Sulli yang semakin menghilang.

>>>>>.<<<<<

 

Yeoja itu meletakkan sebuah kardus berukuran sedang di depan pintu kemudian menekan tombol bel dengan ragu, perasaannya campur aduk antara canggung, takut, dan lain-lain. Yeoja itu kembali menekan tombol bel, dan beberapa detik kemudian seorang namja tinggi membukakkan pintu itu. Namja itu memperhatikan yeoja itu dari ujung kaki hingga ujung rambut dengan sorot mata yang terlihat sinis dan begitu dingin.

Yeoja itu dengan sopan membungkuk 90 derajat, lalu kembali memperhatikan wajah kesal namja itu sambil memamerkan sebuah senyum di wajahnya.

“Mau apa kau kemari?” tanya namja itu ketus, dia terlihat sedang menahan amarah

“Aku ingin bertemu dengan Yong oppa. Kumohon Minhyuk-a, izinkan aku untuk menemuinya sebentar saja” mohon yeoja itu dengan wajah memelas

“Mianhae Shin Hye noona, saat ini hyung sedang tidak bisa diganggu. Jadi sebaiknya noona pulang saja” usir Minhyuk halus

“Hanya sebentar Minhyuk-a, tidak sampai satu jam kok. Ada sesuatu hal yang ingin aku selesaikan dengannya, jebal” bujuk Shin Hye pula

“Kau tidak dengar apa yang aku katakan barusan? Yonghwa hyung sedang tidak bisa diganggu hari ini” terang Minhyuk dengan nada tinggi sambil menatap Shin Hye tajam

Yonghwa membuka matanya ‘Ada apa itu?’ pikir Yonghwa setelah mendengar teriakan Minhyuk

“Kumohon Minhyuk-a sebentar saja, biarkan aku masuk”

“Memangnya kau mau apa lagi? Bukankah kau sudah menikah dengan Jonghyun hyung? Kau sudah menjadi istrinya noona, jadi untuk apa kau datang kemari huh? Dengar kalau kubilang pergi ya pergi sana, kau itu hanya mengganggu?!” bentak Minhyuk lagi

Yonghwa semakin penasaran dengan keributan yang di dengarnya itu, dia pun melepas selang infus yang tertempel di lengannya. Dia bangkit dari kasurnya dan berjalan menuju pintu depan. Dilihatnya Minhyuk sedang berdiri di mulut pintu dan seseorang mencoba mencari celah untuk masuk, namun Minhyuk terus menghalangi pintu itu.

“Minhyuk-a, siapa yang datang?”

Minhyuk terbelalak kaget setelah mendengar suara seseorang yang sangat di kenalnya, dia pun menoleh ke belakang hingga akhirnya dia berhadapan dengan Yonghwa.

“Hyung, apa yang kau lakukan? Kenapa kau keluar dari kamarmu huh?” tanya Minhyuk dengan nada yang masih terdengar kesal.

Yonghwa berdiri terpaku ketika melihat sosok seorang yeoja yang berdiri di belakang Minhyuk. Dia mengepalkan kedua tangannya kesal. Untuk apa yeoja itu datang? Bukankah semuanya sudah berakhir, dia juga sudah menikah. Lalu untuk apa lagi yeoja itu datang ke rumahnya?

“Mau apa kau kesini, huh?” bentak Yonghwa sambil menatap Shin Hye tajam

Shin Hye mengigit bibir bawahnya. Yang ditakutkannya ternyata terjadi, Yonghwa langsung membentaknya dengan tatapan menakutkan. Tapi Shin Hye tidak mau menyerah sekarang? Dia pun membungkuk pada Yonghwa lalu tersenyum.

“Annyeong, oppa?! Aku datang karena ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu” sapa Shin Hye

“Kau lihat sendiri, kan? Hyung juga sepertinya tidak ingin bertemu denganmu. Jadi sebaiknya kau pergi sana?! Melihat wajahmu saja kami sudah muak” sambung Minhyuk masih dengan nada tinggi

“Hanya sebentar, kumohon berilah aku kesempatan untuk berbicara dengan oppa sebentar saja” jawab Shin Hye terdengar memohon

“Oke, hanya untuk sekarang dan setelah ini jangan pernah menemuiku lagi, arraseo?!” tegas Yonghwa

“Ne, hanya untuk sekarang oppa”

“Hyung, kau serius?” tanya Minhyuk dengan tatapan khawatir

“Minhyuk-a, bisa kau tinggalkan kami sebentar?” tanya Yonghwa sambil tersenyum

“Keunddae hyung, bukankah seharusnya kau…”

“Sudah, pergi sana!” bentak Yonghwa, akhirnya Minhyuk pun menurut lalu melangkah menuju ruang TV

“Masuklah” tawar Yonghwa pada Shin Hye

Shin Hye mengangkat kardus yang dibawanya itu. Dia mengikuti langkah Yonghwa menuju ruang tamu. Lalu Shin Hye menyadari sesuatu yang aneh dalam diri Yonghwa. Namja itu terlihat lebih kurus dari sejak terakhir kali mereka bertemu, bahkan wajahnya yang biasanya terlihat fresh pun kini terlihat pucat.

‘Ada apa dengan Yonghwa oppa, kenapa dia pucat sekali? Apa dia sedang sakit?’ tanya Shin Hye pada dirinya sendiri

“Duduklah, akan kusiapkan minuman untukmu” ujar Yonghwa sambil beranjak menuju dapur

“Tidak usah repot-repot oppa, aku hanya sebentar kok” sambung Shin Hye, dia pun duduk di sofa

Yonghwa menghentikan langkahnya, lalu duduk di hadapan yeoja itu sambil melipat kedua tangannya di depan dada

“Baiklah, jadi apa yang ingin kau bicarakan denganku?” tanyanya

“Aku ingin bertanya dulu padamu, oppa. Apa kau sedang sakit, hari ini wajahmu pucat sekali?” tanya Shin Hye dengan wajah khawatir

“Untuk apa aku memberitahumu? Ini kan bukan urusanmu..” ketus Yonghwa

Shin Hye menunduk menyembunyikan wajahnya yang mulai memanas karena merasa sakit hati dengan perlakuan Yonghwa padanya barusan. Tidak disangka Yonghwa akan menanggapinya sedingin itu. Shin Hye mengigit bibir untuk menahan gejolak perasaannya.

Hening, tidak ada lagi suara siapapun dalam ruangan itu. Dan setelah terdiam beberapa menit, Shin Hye pun kembali mengangkat wajahnya, tersenyum, lalu membuka kardus itu.

“Oppa, aku ingin mengembalikan semua barang-barang ini padamu” ujar Shin Hye

Yonghwa memperhatikan barang-barang di dalam kardus itu. Ternyata isinya adalah benda-benda yang pernah Yonghwa berikan pada Shin Hye ketika mereka masih berhubungan. Ada behberapa kaset DVD, buku-buku, boneka-boneka, gaun, album foto, juga sebuah kalung, gelang dan anting yang pernah Yonghwa berikan pada Shin Hye.

Shin Hye menatap nanar sebuah cincin yang terpasang di jari manis Yonghwa, dan luka di hatinya kembali terbuka. Tanpa dia sadari, air mata mulai menetes membasahi wajahnya.

‘Oppa sepertinya kau juga sudah menemukan kebahagianmu, pasti kau sudah bertunangan dengan Min Ji songsaenim, kan?’ tanya Shin Hye lebih pada dirinya sendiri

“Kenapa kau kembalikan semuanya? Padahal dulu kau terlihat begitu bahagia menerima hadiah-hadiah dariku ini?”

“Aku ingin melupakan semuanya, semua kenangan kita. Karena aku ingin memulai kehidupan baru bersama suamiku tanpa tersisa sedikitpun perasaanku terhadapmu, oppa” jawab Shin Hye mantap

“Apakah kau bahagia dengannya?” tanya Yonghwa sambil menatap bola mata Shin Hye dengan pandangan yang sulit di artikan

“Ne, walaupun awalnya hubungan kami hanya sebuah perjodohan. Keunddae seiring dengan berjalannya waktu, aku mulai bisa mencintainya sepenuh hatiku dan menggeser posisimu, oppa”

“Mweo? Perjodohan?”

“Ne, mianhae baru bisa memberitahumu sekarang. Sebenarnya alasanku memutuskan hubungan kita adalah, karena aku dijodohkan dengan Jonghyun. Kedua orang tuaku sampai mengancamku tidak akan mengakuiku sebagai putrinya, jika aku menolak perjodohan kami ini” cerita Shin Hye

Yonghwa terbelalak kaget, jadi itukah alasan Shin Hye sebenarnya? Kenapa dia tidak mencari tahu sebelumnya? Tapi apa boleh buat? bagi Yonghwa menyesal sekarang pun sudah tidak ada gunanya. Sebab pada kenyataannya, dia sudah terlanjur mencintai Min Ji melebihi rasa cintanya pada Shin Hye. Dan Shin Hye pun sudah terlanjur mencintai Jonghyun dan menikah dengan namja itu.

“Oppa sendiri, bagaimana? Apakah oppa bahagia bersama Min Ji songsaenim?” tanya Shin Hye

Yonghwa menundukkan wajahnya sambil mengigit bibir, pertanyaan Shin Hye itu terasa bagaikan pukulan yang menghantam jantungnya secara langsung. Tentu saja awalnya dia sangat bahagia menjalin hubungan dengan Min Ji, tapi tidak untuk sekarang. Saat ini dia merasa sangat sedih mengingat sebuah kenyataan bahwa pada akhirnya dia harus berpisah dengan Min Ji yang sangat dia cintai. Yonghwa tidak sanggup menahan perasaannya lagi, hingga akhirnya setetes air mata jatuh membasahi wajahnya. Dia mulai berpikir, setelah ini mungkin dia tidak akan pernah lagi melihat sosok yeoja yang sangat dia cintai itu.

Shin Hye, menggernyitkan dahi. Dia merasa heran melihat sikap Yonghwa yang tiba-tiba saja terlihat tidak bersemangat. Dia mulai berpikir, apakah dirinya salah bicara? Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Yonghwa terlihat sedih setelah mendengar pertanyaannya tentang Min Ji? Apakah sedang ada masalah diantara mereka berdua?

“Oppa, wae? Kenapa tiba-tiba ekspresimu seperti itu? apakah oppa sedang bertengkar dengan songsaenim?” tanya Shin Hye pada akhirnya

“Anni, aku tidak bertengkar dengannya” jawab Yonghwa masih belum mengangkat wajahnya dan nada suaranya terdengar bergetar

“Arra, kau pasti belum bisa memaafkanku kan? Makanya kau tidak berminat menanggapi semua perkataanku, iya kan oppa?” tanya Shin Hye sambil menatap Yonghwa lekat

“Shin Hye-a, kau adalah yeoja yang pernah aku cintai jadi tentu saja aku sudah memaafkanmu” jawab Yonghwa

“Lalu kalau memang kau sudah memaafkanku, mengapa sikapmu seperti itu padaku?”

“Itu karena aku masih sedikit kesal padamu, apalagi setelah aku mengetahui alasan yang sesungguhnya mengapa kau ingin putus denganku. Aku kecewa Shin Hye-a, kenapa kau tidak bercerita padaku tentang ini? Jika aku tahu alasan ini sejak awal, aku pasti akan mempertahankan cinta kita Shin Hye-a”

>>>>>.<<<<<

 

Min Ji hendak memasuki rumah itu dengan senyuman ceria terukir di bibirnya. Ketika ia hendak membuka pintu langkahnya langsung terhenti, terpaku tak bergerak mendengar perkataan Yonghwa barusan. Kantong plastik yang berisi makanan dan minuman itu pun jatuh dari pegangannnya.

“Itu karena aku masih sedikit kesal padamu, apalagi setelah aku mengetahui alasan yang sesungguhnya mengapa kau ingin putus denganku. Aku kecewa Shin Hye-a, kenapa kau tidak bercerita padaku tentang ini? Jika aku tahu alasan ini sejak awal, aku pasti akan mempertahankan cinta kita Shin Hye-a”

Min Ji mulai terisak, dia pun lekas berlari kencang menuju pantai. Dia terduduk di pasir dan menangis sejadi-jadinya. Luka itu kembali terbuka, luka yang baru saja sembuh itu kembali menyakiti hatinya, perih sakit, sesak, itu yang Min Ji rasakan. Tidak di sangka ternyata Yonghwa masih mengharapkan Shin Hye, namja itu jelas mengatakan ‘aku pasti akan mempertahankan cinta kita’.

“Jadi kau akan kembali padanya, Yong? Lalu apa arti kebersamaan kita selama ini? Kalau memang kau masih mencintai Shin Hye, kenapa kau meberiku harapan. Wae, Yong? Wae?” teriak Min Ji berlomba dengan bunyi ombak yang terus berlari

>>>>>.<<<<<

 

Tanpa menyadari kehadiran Min Ji, Yonghwa mengatur nafasnya sebentar dan melanjutkan perkataannya lagi

“Keunddae, aku juga ingin berterimakasih padamu. Berkat keputusanmu yang sepihak itu, akhirnya aku bisa lebih dekat dengan Min Ji noona. Dan aku sangat mencintainya, setiap hari perasaan cintaku terhadap noona semakin besar. Itu semua berkat kau Shin Hye-a, Gomawo” Yonghwa tersenyum setelah berkata demikian

Shin Hye membalas senyuman Yonghwa, seandainya dia masih belum bisa mencintai Jonghyun hatinya pasti akan hancur berkeping-keping setelah mendengar ucapan Yonghwa barusan. Namun, sama seperti Yonghwa yang sudah menemukan cinta sejatinya.. Shin Hye juga sama. Ia sudah bisa mencintai suaminya, Jonghyun. Kebersamaan merekalah yang berhasil mengubah perasaannya terhadap Yonghwa. Jonghyum yang sangat mencintainya selalu bersikap baik dan perhatian padanya. Dan hal itulah yang membuat Shin Hye semakin yakin, kalau cinta Jonghyun terhadapnya adalah tulus. Jonghyun bisa mengobati luka dihatinya secara perlahan. Maka dari itu, dia ikut bahagia mendengar ucapan Yonghwa barusan, karena ternyata Yonghwa juga bisa melupakan dirinya dan mencintai yeoja lain. Tapi entah kenapa Shin Hye merasa ada yang aneh dengan namja itu.

“Oppa, kalau memang kau begitu mencintai Min Ji songsaenim. Kenapa kau terlihat sedih?” Shin Hye kembali mengulangi pertanyaannya

Yonghwa berdiri dari kursinya “Bukan urusanmu” ujarnya yang kemudian meninggalkan Shin Hye sendirian di ruang tamu

“Ada apa dengan dia?” tanya Shin Hye semakin heran “Sudahlah, lagipula urusanku denganmu sudah selesai” lanjut Shin Hye yang kemudian pergi

>>>>>.<<<<<

Minhyuk berlari menuju kamar rawat Yonghwa dengan nafas satu-satu “Hyuuuungggg…”

“Wae? Minhyuk-a?” tanya Yonghwa heran

Minhyuk memperhatikan wajah Yonghwa yang terlihat lelah, ia pun mengurungkan niatnya karena mengkhwatirkan keadaannya. Hari ini banyak hal yang terjadi, mengatakan hal ini pada Yonghwa sama saja dengan menambah beban Yonghwa.

“Anni, hyung. Sebaiknya kau istirahat saja”

“Kang Minhyuk, jelaskan padaku apa yang sebenarnya ingin kau katakan!” bentak Yonghwa, membuat Minhyuk tidak bisa membantah lagi

“Noonaku, sepertinya tadi dia mendengarkan pembicaraanmu dengan Shin Hye lalu salah paham. Aku melihat kantong berisi makan dan minuman di depan pintu”

“Mweo? Aish, kenapa hari ini kalian semua membuatku pusing. Kau, Sulli, Shin Hye dan sekarang noona. Aku lelah, keunddae aku harus menjelaskan semuanya”

Yonghwa memegang kepalanya yang terasa berat, dia bangkit dari kasurnya dan melangkah tergesa-gesa menuju keluar. Minhyuk mengikutinya, dia benar-benar cemas. Saat ini Yonghwa berjalan sempoyongan dan dia terlihat begitu tertekan.

“Hyung, kalau kau merasa lelah sebaiknya kau istirahat. Jangan memaksakan diri nanti kau…”

‘Brraaaakkkk’

>>>>>.<<<<<

 

Shin Hye masih terdiam dengan pikiran melayang entah kemana. Dia masih merasa heran dengan kejadian tadi siang, memikirkan tingkah Yonghwa yang tampak aneh menurutnya. Wajah Yonghwa yang terlihat begitu sedih dengan pandangan kosong tampak mengembara entah kemana ketika dia menanyakan tentang Min Ji, Shin Hye merasa pasti ada sesuatu yang tidak beres dengan namja itu.

“Shin Hye-a, bagaimana reaksi Yonghwa sunbae tadi? Apa dia mengusirmu?” Minhye bertanya dengan wajah penasaran

“Dia aneh Minhye-a” jawab Shin Hye singkat

“Aneh bagaimana?” tanya Minhye sambil memeluk bantal

“Entahlah tapi aku semakin yakin kalau dia menyembunyikan sesuatu. Apa yang sebenarnya dia sembunyikan, ya? Waktu aku menanyakan apakah dia bahagia dengan Min Ji songsaenim dia terlihat sedih Minhye-a, lalu setelah itu dia pergi begitu saja. Aku jadi bingung..” cerita Shin Hye

“Wae, kenapa kau jadi bingung? Ah kau masih mencintai sunbae, ya? Sepertinya kau masih care padanya?” tanya Minhye sambil menatap lekat mata sahabatnya itu.

“Selain itu sekarang dia juga kurusan, pipi chubby nya jadi tirus. Wae, kenapa dia berbeda sekali dengan Yonghwa oppa yang dulu?” lanjut Shin Hye tak menghiraukan pertanyaan Minhye

“Shin Hye unnie, kebetulan sekali kau ada disini. Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu?!” tiba-tiba Sulli datang menghampiri mereka lalu duduk di kasur Minhye

Shin Hye tidak menghiraukan Sulli, bahkan mungkin dia tidak sadar kalau sekarang ada Sulli ditengah-tengah dirinya dan Minhye. Shin Hye masih sibuk dengan pikirannya sendiri. Dia tahu kalau Yonghwa sedang sedih. Wajahnya saat itu terlihat begitu terluka. Dan Shin Hye mulai berpikir, seharusnya Yonghwa tidak usah sungkan padanya. Walaupun pada kenyataannya hubungan mereka sudah berakhir tetapi apakah Yonghwa tidak bisa menganggapnya sebagai sahabatnya? sebenarnya ada apa dengan namja itu? kenapa dia terlihat begitu sedih? bukankah seharusnya dia berbahagia seperti dirinya? bukankah Yonghwa juga sudah menemukan cinta sejatinya?

“Unnie-a, ada apa dengan Shin Hye unnie? Dia seperti orang bodoh saja bengong sendiri seperti itu?” bisik Sulli pada kakaknya

“Molla, tapi kurasa dia sedang memikirkan Yonghwa sunbae” jawab Minhye

“Memangnya Shin Hye unnie sudah bertemu dengan Yonghwa oppa lagi?”

“Ne, tadi siang dia kan pergi ke rumahnya. Ah iya, bagaimana denganmu? Bukankah tadi pagi kau juga ke rumah sunbae, apakah kau sudah berbicara dengan dr.Jung Yoon Hee? Lalu bagaimana responnya apa dia mau melepas Minhyuk sunbae demi kau?”

Minhye langsung memberondong Sulli dengan banyak pertanyaan, sementara itu Shin Hye masih terlihat berpikir sambil menopang dagu dan mengerucutkan bibirnya.. membuatnya terlihat cute. Sulli hanya tersenyum menanggapi pertanyaan kakaknya itu.

“Tampaknya kau terlihat bahagia, apakah kau berhasil? Chukkae Sulli-a, akhirnya kau mendapatkan namja impianmu” ujar Minhye dengan senyum diwajahnya seakan dia ikut bahagia atas keberhasilan adik kesayangannya.

“Unnie-a kesimpulanmu itu salah, tau? Aku bahagia karena aku merasa senang unnie, sebab aku tidak menjadi orang jahat. Pokoknya mulai sekarang aku akan mendukung hubungan Minhyuk oppa dengan dr.Jung” jelas Sulli yang sukses membuat Minhye tersentak kaget

“Mweo? Apa maksudmu? Padahal pagi-pagi sekali kau sudah antusias untuk memisahkan Yoon Hee eonnie dengan Minhyuk sunbae, lalu kenapa sekarang jadi begini?”

“Sudahlah unnie, aku sudah membuat keputusan ini. Walaupun nantinya mungkin akan sangat sulit, keunddae aku akan terus berusaha untuk melupakannya dan aku juga berjanji tidak akan sedih lagi”

“Jeongmal? Apakah kau yakin bisa melakukannya?” tanya Minhye ragu

“Tentu saja aku pasti bisa, unnie” tegas Sulli bersemangat

Minhye menghela nafas lega melihat adiknya yang tampak begitu yakin. Sekarang dia tidak perlu mengkhwatirkan kebahagian Sulli lagi. Dia juga yakin kalau suatu hari nanti, Sulli pasti bisa melupakan rasa cintanya terhadap Minhyuk. Minhye juga tidak menangkap rona kesedihan di wajah Sulli, justru adiknya itu terlihat begitu senang.

“Keunddae Sulli-a, bisa kau ceritakan pada unnie apa yang sebenarnya terjadi tadi pagi? Apa yang membuatmu sadar? Aku ingat betul sebelum berangkat kau tampak begitu antusias dan egois?”

“Soalnya yang dikatakan Yonghwa oppa mungkin memang benar, kalau aku tidak akan pernah bahagia jika suatu saat nanti aku menikah dengan seseorang yang tidak mencintaiku unnie” jawab Sulli

“Oh, rupanya Yonghwa sunbae yang telah menyadarkanmu” sambung Minhye

Sulli mengalihkan pandangannya ke arah Shin Hye yang masih melamun sendirian “Unnie-ya, wae? Apa yang kau pikirkan dari tadi sih, kok belum beres-beres?” Sulli bertanya sambil mengoyang-goyagkan badan Shin Hye

“Sulli-a, sejak kapan kau ada disini?” tanya Shin Hye yang baru saja kembali ke alam nyata

“Aigoo, udah daritadi kali..” cibir Sulli agak kesal

“Jinjja? Mianhae, aku tidak bermaksud mendiamkanmu. Kau tidak marah pada unnie, kan?” tanya Shin Hye cemas

“Anni, aku cuma agak kesal. Ah iya unnie, aku mau tanya padamu”

“Tanya apa?”

“Sebenarnya Yonghwa oppa sakit apa sih? Tadi pagi dia cuma bilang kalau dia mengidap penyakit berat, tapi tidak mengatakan padaku penyakit apa? Karena unnie mantan kekasihnya, unnie pasti tau kan?” tanya Sulli polos

“Mweo? Yonghwa sakit?” tanya Shin Hye dan Minhye serentak

“Eh? Jadi kalian tidak tau?”

“Sulli-a, apakah yang kau katakan ini benar? Benarkah sunbae sakit?”

“Ne, unnie. Dia sendiri yang bilang padaku dan aku rasa Yonghwa oppa juga tidak berbohong, soalnya dulu aku sering melihatnya di rumah sakit. Tadi pagi wajahnya juga pucat sekali” cerita Sulli pula

Shin Hye tidak mengeluarkan sepatah katapun, dia benar-benar kaget sekaligus shock mendengar cerita Sulli itu. Jadi itulah sebabnya kenapa Yonghwa terlihat sedih ketika dia bertanya tentang hubungannya dengan Min Ji? Air mata menetes membasahi wajah Shin  Hye. Pantas Yonghwa terlihat pucat dan kurusan, ternyata dia sakit dan bodohnya Shin Hye baru mengetahuinya sekarang. Walaupun dia sudah tidak mencintai Yonghwa lagi tapi dulu mereka pernah bersama dan saling mencintai, tentu saja hal itu membuat Shin Hye sedih sekaligus menyesal disaat yang bersamaan. Bahu Shin Hye bergetar karena dia mulai menangis.

“Shin Hye-a, gwaenchanha?” tanya Minhye sambil mengelus punggung Shin Hye

“Wae? Kami pernah bersama, keunddae kenapa aku baru tau tentang kenyataan ini? Minhye-a, aku merasa seperti orang bodoh. Padahal aku pernah mencintainya, tapi aku…” perkataan Shin Hye menggantung karena tercekat di kerongkongan

Minhye dan Sulli langsung memeluknya “Unnie-ya, kau tidak usah sedih?! Mau bagaimana lagi kan, unnie? Sejak kalian berpisah kalian sudah jarang bertemu, jadi wajar kalau unnie tidak tau apa-apa”

“Ne, Sulli benar Shin Hye-a. Lagipula bukankah sekarang kau sudah punya suami dan kau juga pernah bercerita padaku kalau kau sudah bisa mencintainya? Tidak baik jika kau masih memikirkan namja lain Shin Hye. Sekarang kau tidak boleh mencampuri urusan orang lain lagi, karena kau sudah mempunyai kehidupan sendiri” nasihat Minhye

“Ne, kalian benar harusnya aku tidak boleh seperti ini. Gomawo sudah mengingatkanku” ujar Shin Hye menghapus air matanya lalu tersenyum pada Minhye dan Sulli.

‘Keunddae sebenarnya kau sakit apa, oppa? Separah apapun penyakitmu, aku harap kau bisa sembuh lalu hidup bahagia bersama Min Ji songsaenim. Aku akan terus berdo’a demi kesembuhanmu oppa, sebab kita pernah saling mencintai’ ujar Shin Hye dalam hati.

 

=> To Be Continued <=

 

Mohon kerjasamanyanya, dan tetap bikin RCL kalian and No Bashing, please?!  Kamsahamnida?! 😀

 

 

 

Advertisements

5 responses to “Now or Never – Part 7

  1. .pkoknya yong hrus sembuh ..
    .Yh slah pham lgi minjinya ..
    .Ksiannya yong banyak bgt msalahnya ..
    .Kyaknya bebannya yong banyak bgt ..
    .Tpi ttep smangat yh ..
    .Di tnggu next partnya ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s