I’M CANNIBAL (Chapter 1)

I’M CANNIBAL

Title: I’M CANNIBAL

Author: Luciferain / Aya

Genre: thriller – Fantasy, AU and Little Romance (?)

Leght: Oneshoot

Ratting: PG – 13

Main Cast:

Choi Minho SHINee

Jung hyori

Lee ji eun a.k.a IU

Shin Dongho U-KISS

 

 

I HATE PLAGIATOR AND SILENT READERS!!! GO AWAY!

DON’T LIKE DON’T READ

HAPPY READING ALL ~^^ ( di baca pelan pelan biar ngerti dan meresapi (?) )

 

~*~

 

Hydra atau hydra lernaean merupakan mitos yunani kuno yaitu monster berbentuk ular atau naga yang memiliki 9 buah kepala. Hydra mengeluarkan racun di setiap nafasnya dan dia adalah penjaga pintu masuk dunia arwah.

Hydra dibunuh oleh Hercules, dimana Hercules menembakkan panah berapi ke sarangnya, dengan menghunus sebuh pedang dia menebas kepala Hydra. Namun setiap kepala Hydra yang dipotong tumbuh kembali menjadi dua.

Namun kelemahan Hydra adalah salah satu dari kepalanya ada yang abadi. Mengetahui itu hercules menggunakan batu api untuk membakar tunggul tunggul leher Hydra setiap kepalanya dipenggal.

Kepala abadi Hydra ditempatkan di bawah batu  besar pada ritual suci. Hercules juga mencelupkan panah di darah beracun Hydra. Dan tugas Hercules pun selesai.

 

~*~

 

Sejatinya tugas Hercules belum sepenuhnya selesai karena arwah Hydra masih bergentayangan. Delapan kepalanya memasuki roh manusia dan kepala abadinya menjelma menjadi setengah manusia.

Keturunan roh yang terasuki Kepala abadi Hydra selalu menurunkan arwah keramat itu pada generasi selanjutnya, sebelum mereka mati di tangan keturunan hercules yang juga menjadi Manusia ketika mengetahui arwah hydra berkeliaran.

Keturunan Hercules hanya memburu Roh Kepala abadi Hydra, karena delapan bagian kepala lain hanya berupa arwah semu yang mereka ‘kira’ tak berpengaruh apa apa.

 

Kini Kepala abadi itu bersarang di tubuh seorang wanita yang telah memiliki keluarga kecil di Mokpo. Keluarga itu tergolong mapan dan sangat bahagia.

wanita itu memang tau kenyataan bahwa dirinya adalah keturunan Kepala abadi Hydra, namun ia berusaha menutupi hal itu. selama hidupnya tak ada keturunan Hercules yang meneror. Ia hanya mencoba menjadi wanita biasa namun sempurna bagi keluarga kecilnya.

 

Wanita itu terduduk di kursi kayu yang bisa bergoyang di teras rumah. Tampak seorang anak laki laki berumur sekitar 7 Tahun sedang duduk di pangkuanya. Sesekali tawa melambung diantara percakapan mereka, dialog antara ibu dan anak yang sarat akan kehangatan.

“Eomma…. Saranghae!” tiba – tiba anak laki – laki itu mengecup kening ibunya, membuat wanita itu melayangkan tatapan heran ke arah anak semata wayangnya.

“Wae Minho-ya? Tidak biasanya kau seperti ini” wanita itu memicingkan matanya, menatap anaknya dengan sorot curiga yang di buat buat.

“anniyo Eomma” anak laki laki itu menggeleng lalu memeluk Eommanya, percakapan yang tadinya ramai itu berubah menjadi mellow.

Wanita itu menepuk nepuk pelan pundak Minho, namun aktifitasnya terhenti ketika ia merasakan sakit teramat sangat di bagian mata. Seakan ada yang menusuk pupil matanya membuat wanita itu meringis kesakitan lalu memejamkannya. ketika membuka mata, ia tahu pupil matanya telah berubah menjadi merah bercahaya.

Ini isyarat yang diturunkan Ayahnya ketika memindahkan Arwah Kepala Hydra. Isyarat yang menyatakan bahwa keturunan Hercules sudah dekat….

 

Prangggg….

Terdengar bunyi pecahan kaca, spontan wanita itu dan anak laki laki di pangkuanya menoleh. Mata mereka membulat lebar ketika mendapati seorang laki laki berpakaian serba hitam berdiri sambil membawa pedang berlumuran darah.

Di lantai tergeletak seorang laki laki yang telah menemani hidup mereka. Laki laki yang mereka cintai tergeletak di lantai dengan leher yang hampir putus, darah tergenang di dekatnya. Membut baju putih pria itu berubah menjadi merah.

“APPAAAAAAAA!!!!” teriak Minho. ketika ia hendak berlari, ibunya menggendongnya. Membawa lari Minho tanpa tahu tempat yang harus mereka datangi.

Wanita itu menangis, karena pupil merahnya air mata yang mengalir bukan berwarna bening melainkan darah segar.

Minho bergetar, ia takut sekaligus kalut. Ayahnya meninggal secara mengenaskan dan dimatanya ibunya telah berubah menjadi Monster dengan darah yang belepotan di wajahnya.

“Aaaaaaaa!!!” teriak Minho.

Minho berusaha turun namun ibu yang menggendongnya lari semakin cepat sampai ketika mereka memasuki ruangan yang tidak ada jalan keluar. Wanita itu kalut, ia mengedarkan pandanganya dan kembali ke jalur tadi adalah jalan satu satunya.

Namun keberuntungan tak berpihak pada mereka, ketika wanita itu berbalik, pria berbaju serba hita telah berdiri di depan pintu. Ia berjalan mendekat sambil mengacungkan Pedang yang berkilau karena pedang itu tercipta dari percikan darah hercules.

 

Wanita itu benar benar panik, sejurus kemudian ia terdiam melihat sebuah jendela kecil yang bisa membantu. Bukan untuk menyelamatkan dirinya melainkan menyelamatkan Minho, karena mustahil tubuhnya akan muat ketika keluar melalui jendela yang sangat kecil itu.

Ia menurunkan Minho dari gendonganya lalu menatap Minho yang ketakutan sambil menjaga jarak darinya.

“tenanglah Minho, ini Eomma” suara wanita itu bergetar, gurat ketakutan terpeta jelas di wajahnya.

“lari dan keluarlah melalui jendela itu.” wanita itu menunjuk jendela di belakang Minho, ketika Minho hendak lari tanganya di tahan.

Minho di tarik ke dalam pelukan ibunya, tubuh mereka bergetar hebat. Tiba tiba wanita itu menatap Minho miris, ia lalu membuka bibir Minho dan menempelkan bibirnya disana. Seperti ada cahaya terang ketika bibir mereka bertemu.

Itu bukan ciuman ibu – dan anak biasa, karena sang ibu kini sedang menyalurkan arwah kepala abadi Hydra pada Minho. Pupil wanita itu menghitam kembali seperti semula dan darah dimatanya berubah menjadi air bening.

Namun Minho mengalami hal sebaliknya, matanya seakan ditusuk seribu pedang, terasa amat sakit. Minho memejamkan matanya, ketika ia membuka mata pupil hitamnya berubah menjadi merah bercahaya.

Dengan segenap kasih sayang wanita itu memeluk Minho

“dengar Eomma, Keturunan Hercules akan selalu memburu arwah kepala abadi Hydra. Namun Eomma tahu, kekuatan hercules tidak sehebat dulu karena sebenarnya ia dibunuh istrinya.

Kau bisa mengalahkan Hercules dengan mengumpulkan 8 arwah kepala Hydra. Pupil matamu akan memerah ketika bertemu bagian kepala Hydra lainya. Bunuh mereka dengan racun yang ada di nafasmu, dan makan otak mereka.

Jangan merasa jijik, karena ketika 8 bagian kepala terkumpul, kau akan lebih kuat dari Hercules. Kau harus membunuh generasi terakhir yang diberi arwah Hercules kalau mau bertahan hidup”

 

Wanita itu menoleh kebelakang dan mendapati pria berbaju hitam semakin mendekat. Ia memeluk Minho lalu mengecup kening anak laki lakinya.

“pergi sekarang, nak. Eomma akan selalu bersamamu”

Sejatinya Minho adalah anak penurut, karena itulah ia langsung memanjat jendela dan keluar. Darah mengalir deras dari sudut matanya karena ketika Minho belum sepenuhnya keluar, ia menyaksikan leher ibunya ditebas pria hitam tadi.

Ia bersumpah akan balas dendam pada keturunan Hercules.

 

~*~

 

10 years Later

SEOUL 2011

 

Seorang gadis mengetuk ngetukan ujung pulpen di atas meja, sejurus kemudia gadis itu menguap lebar. Entah kenapa ia merasa sangat bosan, padahal bel masuk sekolah barus saja berdentang.

Seluruh murid berhamburan menduduki kursi masing masing ketika wali kelas mereka yang terkenal Killer berdiri di ambang pintu. Dengan sangat arogant guru itu berjalan menuju meja guru yang berada di depan papan tulis berwarna hijau tua.

 

“bailak semuanya, kali ini kelas 12-B kedatangan murid baru pindahan dari Mokpo” ucap guru perempuan itu dengan suara lantang.

Ia lalu menoleh ke arah Pintu dan Munculah seorang laki laki bertubuh tinggi tegap atletis dengan mata besar melebihi rata rata mata orang korea. Semua gadis menatapnya kagum lalu dengan sendirinya melemparkan senyum. Siapa yang tidak terpesona dengan kobaran karisma yang dimiliki namja itu?

“annyeong haseyo… Choi Minho Imnida, bangapseumnida” sapa namja itu lalu membungkuk sopan.

“ahh… tampan sekali dia” seru seorang namja yang duduk di hadapan gadis yang mengantuk tadi.

Plakkk…

Tiba tiba gulungan kertas mendarat di kepala namja itu “ aigoo… Shin Dongho kau membuatku ilfeel” gerutu seorang yeoja yang duduk tepat di samping gadis yang mengantuk itu

“Dongho-ya, Ji eun-ah kalian membuatku bosan” seru Jung Hyori -gadis yang mengantuk tadi. Ia menumpukan sikunya di atas meja lalu menopang dagu dengan telapak tanganya. Untuk kedua kalinya ia menguap lebar.

 

Namun tiba tiba mata yang tadinya sayu itu membulat lebar ketika Choi Minho berjalan ke arahnya. Bulu jangatnya meremang, sekujur tubuhnya bergetar saat Minho duduk di sebelah Dongo –karena hanya itu kursi yang kosong.

 

Lee hyori, generasi terakhir dalam silsilah keturunan Hercules. Ia bisa merasakan setiap arwah dewa atau setan yunani yang melekat dalam roh manusia. Tapi hyori belum sepenuhnya memiliki kekuatan kekal Hercules, karena keabadian jiwa Hercules hanya bisa ia miliki ketika generasi terakhir sebelumnya meninggal, yaitu ayahnya.j

Karena itulah ia tidak dapat memprediksikan jenis arwah yang melekat pada manusia ‘pilihan’ itu. ia hanya bisa merasakan kedekatan dengan sebuah roh melalui sensasi perasaan. Jika ia sudah sepenuhnya memiliki kekuatan itu, iris matanya akan berubah menjadi biru layaknya generasi Hercules sebelumnya. Dan tugas memburu kepala abadi Hydra akan dimulai.

 

“Minho-ssi, gwaenchanayo?”

Fokus Hyori kembali ketika mendengar ucapan Dongho, namja itu terlihat sedang menguncang guncangkan tubuh Minho. Mereka heran dengan tinggah Minho karena ketika duduk ia langsung melipat kedua tanganya di atas meja lalu membenamkan kepalanya disana

 

Sebenarnya Minho sedang mati matian menetralkan warna pupilnya yang berubah menjadi merah bercahaya. Ia tidak mau mendapatkan pandangan aneh dari orang orang ketika menatap matanya. Sekarang bagian kepala Hydra lainya telak terdeteksi

“nan gwaenchana” Minho menengadahkan kepalanya, ia menoleh ke arah dongho lalu tersenyum tipis dengan tatapan seribu arti

 

~*~


Minho melangkah di tepi jalan kota Seoul, cuaca senja itu berada di titik minus derajat, terbukti dari gundukan salju pasca badai semalam dan matahari yang tak tampak karena tertutupi awan kelabu.

 

Namja itu mengeratkan trench coat hitam yang dipakainya, ia lalu memasukan kedua tanganya ke dalam saku celana. Dinginya cuaca senja tidak menyurutkan niatnya untuk memburu arwah. Selama hidupnya ia sudah melumpuhkan 4 nyawa untuk dihisap rohnya.

Bagian kepala Hydra lainya melekat pada seorang gadis yang menjadi penyanyi amatiran di sebuah café, dari data yang ia dapatkan gadis itu seorang pelajar bernama Park Sarang.

 

Dentingan piano menandai berakhirnya lagu, seorang gadis berambut pendek sebahu membungkuk sopan kepada pengunjung yang sedang menikmati santapanya. Tanpa ia ketahui seorang namja di sudut café terus memperhatikanya.

 

Malam semakin larut, membuat pengunjung café beranjak satu persatu. Minho memasang kacamata hitamnya, mengantisipasi jika pupil matanya akan memerah saat berdekatan dengan gadis bernama Sarang itu.

Tak lama kemudian Park Sarang beranjak dari duduknya, yeoja cantik itu berjalan menuju belakang café. merasa kalau iniwaktu yang tepat. Minho bangkit berdiri lalu melangkah mengekori Park Sarang dengan aura Misterius yang melekatinya.

 

~*~

 

“KAU SIAPA?!!!” sarang setengah berteriak ketika melihat bayangan namja di pantulan kaca wastafel. Bukankah ia berada di toilet wanita? Kenapa ada pria yang masuk kesini?

Minho mengeluarkan seringai mautnya ketika Park sarang membalikkan badan agar berhadapan denganya.

“kau mau tau siapa aku?” Minho mengangkat sebelah alisnya, kemudian ia membuka kacamata hitamnya, menampilkan pupil berwarna merah bercahaya.

Seketika Park Sarang merintih kesakita, Minho tahu ia sedang merasakan sensasi seribu pedang dalam matanya. Sebenarnya Minho juga merasakan sensasi itu, lebih sakit malah, namun ia tetap diam karena sudah terbiasa dengan situasi ini.

Ketika Sarang menatap Minho, pupil matanya berubah menjadi merah gelap. Berbeda dengan Minho, manusia yang terasuki kepala semu Hydra hanya berubah pupil matanya ketika menatap sang Kepala abadi. Kekuatan mereka kecil.

“kau sudah tahu kan siapa aku?”

“kau Choi Minho, penguasa roh Hydra…” tutur Sarang Parau, ia tahu karena orang tua yang menurunkan warisan roh Hydra mengatakan generasi pengusa kepala abadi Hydra bernama Choi Minho –setiap manusia yang dilekati kepala semu Hydra wajib tahu hal ini.

“lalu kau mau pasrah atau kabur?”

“Pasrah…”

Jawaban yang bodoh memang, hampir semua kepala bagian Hydra selalu pasrah dalam situasi yang menyerupai ini. Karena jika mereka laripun pasti akan tertangkap.

 

Minho mendekatkan wajahnya ke wajah gadis yang terlihat pucat itu. Minho tahu ia takut, namun ini sebuah pengorbanan besar, karena takdir roh kepala semu Hydra telah ditentukan sejak awal.

Tangan Minho terangkat menyusuri dagu sarang, dengan lembut ia membuka bibir gadis itu. sebelum ia benar benar menghisap roh Sarang, di usapnya pelan pipi gadis itu lalu ia tersenyum lembut seakan berkata ‘maaf’.

“kau sangat cantik… Neomu Yeppeo” tutur Minho lalu mengecup singkat kening Sarang, membuat gadis itu tersenyum miris, Park Sarang memang sangat cantik ketika tersenyum. Sayang, ini adalah senyum terakhirnya.

 

“AAAAAAAKKKHHHHHHHHHH”

Lenguhan Sarang menggema di seluruh sudut ruangan ketika Jiwanya dihisap Minho. Tak peduli dengan jeritan bungkam Sarang, Minho terus terusan melumat Bibir gadis itu untuk dihisap Rohnya.

Dapat ia lihat darah yang mengalir di sudut mata Sarang, darah yang sebenarnya adalah air mata. Tubuh sarang melunglai, matanya kian menutup. Sekejap kemudian tubuhnya terkulai di atas lantai pertanda nyawanya telah melayang.

 

Tugas Minho belum sepenuhnya selesai, kuku nya tiba tiba memanjang dan runcing dengan sendirinya. Dengan itu di cabik cabiknya kepala sarang. Rambut yang tadinya indah kini tercampak ke sembarang arah.

Sekejap kemudian kepala sarang benar benar tanpa batok kepala, menampilkan isi otaknya yang tergenangi kucuran darah. Minho menebas leher Sarang dengan pisau yang ia bawa.

Ia mengangkat kepala sarang yang seakan menjadi gelas. Di seruputnya darah yang ada di dalam sana secara ganas, membuat mulutnya belepotan darah. Dengan jari telunjuk Minho mencongkel otak Sarang yang lembek seperti agar agar berkuah darah.

 

Di sedotnya untaian Otak yang melilit dalam genggamanya. Sejurus kemudian Otak yang berlendirkan darah itu telah dilahap habis. Cukup membuat Minho kenyang memakan sesama manusia

Merasa haus, ia meminum darah yang tersisa dalam kepala Sarang. Setelahnya Minho pun menyeka mulutnya yang belepotan, ia lalu meraih Bola mata Sarang yang sudah tercongkel.

 

Di tatapnya mata itu dengan sinar Pshyco “Saranghae, Sarang-ah” sejurus kemudian gigi runcingnya mengunyah dengan sempurna bola mata alot berlendir itu.

 

Kornea mata namja itu bercahaya merah, pertanda kekuatanya benar benar bertambah.

 

~*~

 

“Hyori-ah!!!” Lee Ji eun berteriak di ambang pintu kelas, ia terlihat histeris lalu menghampiri Hyori yang posisi duduknya di samping jendel.

“mwo?!” ucap hyori ketus lalu membuang pandanganya ke arah jendela. Kenapa sih temanya yang satu itu suka sekali berteriak? Kalau saja ada sandal jepit yang melayang ia pasti sudah melemparnya huh…

“Hyori-ah” Ji eun meraih pundak Hyori, membuat mereka berhadapan.

“kau tahu, Park Sarang yang menjadi Primadona Hannyoung High School terbunuh di toilet salah satu café. setauku lehernya di tebas, rambutnya berserakan, yang lebih parah Isi otak dan Bola matanya hilang” seru Ji Eun Histeris, ia lalu melanjutkan ocehanya panjang lebar.

 

Tragedi kematian Park Sarang membuat Hyori terenung. Ia tahu betul Park Sarang bukan Manusia biasa, namun lagi lagi ia tidak bisa memprediksi karena kekuatanya terbatas. bola mata dan otak, bukankah itu yang diburu manusia jelmaan kepala abadi Hydra untuk memperoleh kekuatan?

Jadi Manusia jelmaan itu sudah dekat?bagaimana ini? Ayahnya terlalu tua untuk menghadapi Manusia itu, lagi pula wanita generasi Hydra sebelumnya telah dibunuh ayahnya. Apa yang harus ia lakukan? Menyuruh ayahnya cepat cepat mati? Mustahil!

 

“YA! SHIN DONGHO! Kenapa kau hanya menyimak? Biasanya kau kan heboh” Omel Ji eun lalu mencibir ke arah Dongho.

‘BRAKKK’ Ji Eun memukul meja, kesal karena kedua temanya sibuk dengan pikiran masing masing.

“dongho-ya, bukankah kau juga menyukai Park Sarang huh? Dulu saja kau sumpah mati ingin menjadikanya pacar” gerutu Ji Eun.

 

Dongho menyernyitkan dahi kemudian ia mencondongkan wajahnya ke arah Ji Eun dan Hyori. Ia memberi isyarat melalui mata agar dua temanya ikut merapat. Penasaran, mereka pun menurut.

“kalian tahu, semalam aku berda di café yang sama dengan Sarang”

“lalu apa hubunganya denganku” ucap Hyori Jutek, padahal Dongho belum menyelesaikan omonganya

“YA! Jung Hyori pabbo! Bisakkah kau tidak memotong ucapan orang” Pekik Ji Eun. Membuat Dongho dan Hyori menjauhkan telinga lalu menatap malas ke arah Ji Eun. Yeoja ini… aishhh

 

“dengarkan aku, arrasso?! aku melihat Minho ada di café yang sama denganku,  dari sudut café ia terus memperhatikan Sarang” bisik Dongho

“Mwo? Ia menyukainya?” pekik Ji Eun yang langsung dihadiahi death glare.

“entahlah, yang jelas aku melihat Minho mengikuti Sarang ketika ia kebelakang café” bisik Dongho dengan raut serius.

Pikiran Hyori melayang setelah Dongho bercerita, apakah kematian Park Sarang ada hubunganya dengan Choi Minho? Tapi bagaimana mungkin? Bukankah Choi Minho baru saja pindah ke Seoul, tidak mungkin ia mengenal Sarang dalam sekejap mengingat gadis itu cantik namun sangat dingin. batinya.

 

“jangan jangan Minho yang membunuhnya” celoteh Ji Eun. Kalau saja Hyori sedang minum, ia pasti tersedak. arah Pikiranya serupa dengan Ji Eun.

“ehmmm” dehaman suara bariton membuat 3 orang itu terlonjak kaget. Mereka lalu menoleh ke sumber suara, setelah mengetahui bahwa itu Minho mereka hanya melayangkan cengiran aneh.

Dihantui pertanyaan Ji eun, diam diam mereka memperhatikan Minho.

“terlalu innocent” kilah Ji eun

“ne, mustahil” timpal Dongho

Ji eun dan Dongho kembali meluruskan posisi duduknya, namun tidak dengan Hyori. Ia terus memperhatikan Minho dari samping. Setiap matanya menangkap senyum Minho, seperti ada sensasi yang menyusup di sela sela getaran kala jiwanya bertemu dengan mahluk mitos yunani.

Hyori tahu kalau Minho merupakan salah satu mahluk itu. sudah 2 minggu ia memperhatikan Minho untuk mengetahui jenis apa dia, namun yang Hyori dapat hanya getaran geratan aneh kala sensasi itu membuncah.

 

~*~

 

Hari ini Hyori dan Ji Eun sengaja mampir ke toko kado untuk membelikan sesuatu buat temanya yang berulang tahun. Mereka memilah milah barang yang bagus dan lucu. Sesekali mereka tertawa ketika menjumpai benda unik.

“Ji eun-ah, lihat boneka ini. Matanya besar seperti Minho saja hahaha” Hyori mengacungkan boneka beruang berwarna coklat lalu tertawa sendiri sambil menatap boneka itu.

Merasa ada yang menoel noel (?) dagunya, ia menoleh ke arah Ji Eun lalu meotot tajam padanya.

“kau menyukai Choi Minho kan?” goda Ji Eun, membuat Hyori tersipu malu. Namun sedetik kemudian ia melempar Ji eun.

“m… mwoya? Kau yang benar saja”

“sudahlah Jung Hyori, aku bukan baru setahun mengenalmu. Selama ini kau belum pernah memperhatikan namja se-special itu. setiap hari ku lihat kau memperhatikanya. Kau menyukainya bukan”

bukanya marah digodai Ji Eun, Hyori malah tersenyum sambil tersipu malu ia merengkuh boneka beruang itu dalam pelukanya “entahlah~” sahutnya pelan, nyaris seperti bisikan.

“aaaa… Hyori-ah, apa yang kau rasakan jika di dekatnya” tanya Ji Eun heboh.

“nan? Ia seperti membuat jantungku berdetak tak karuan dan membuatku merinding ketika ia menyentuhku”

“apa kau sering memikirkanya?”

“tidak juga, hanya setiap aku melihat boneka bermata besar, aku teringat padanya”

“ahh… Hyori kau sedang jatuh cinta?”

Hyori menyatukan alis. Tidak, ia bukan sedang jatuh cinta, sensasi itu tercipta karena ia memiliki sebagian kekuatan kekal hercules “Molla, kau tidak mengerti Ji eun-ah” elak Hyori, Ia pun meletakkan boneka beruang itu ketempat semula lalu melangkah berlalu.

“Hyori-ah Cankkaman, Bonekamu!” seru Ji eun.

“buat apa? Sudah ku bilang aku tidak menyukainya”

“Ya, Jung Hyori jangan mengelak! Lagi pula ku dengar ulang tahun Minho bulan desember, sebentar lagi. Berikan ini untuknya!” titah Ji Eun

Buru buru Ji Eun menyambar boneka itu lalu berlari kecil menghampiri sahabatnya yang keras kepala. Setelah Ji eun memujuk Hyori, akhirnya gadis itu pun membeli boneka tadi. Walau ia agak aneh memberikan boneka pada seorang namja.

 

~*~

 

Jam menunjukan pukul 7, Hyori berjalan menyusuri tepi trotoar Kota Seoul yang diterangi lampu jalan. Ia terlihat memeluk sebuah boneka beruang yang terbungkus plastik transparan dengan pita biru spiral di atasnya.

Sesekali ia tersenyum mengingat percakapannya dengan Ji eun tadi, namun sejurus kemudian ia menggeleng, menyangkal semua itu karena pada kenyataanya ia adalah generasi terakhir keturunan Hercules.

 

Entah kebetulan atau apa, matanya menangkap sosok Minho sedang berjalan memunggunginya yang berjarak sekitar 40 meter. Hyori mengucek ngucek matanya, apa karena ia memikirkan Minho maka menjadi fatamorgana?

Ah tidak, ini kenyataan. Itu benaran Minho bukan halusinasi, otak Hyori memerintahkan untuk tidak peduli namun raganya berkata lain. Rasa penasaran menyelimutinya ketika mendapati tatapan Minho yang penuh arti.

 

Hyori pun memutuskan mengikuti Minho setelah ia menatap boneka beruaang yang seakan berkata ‘iya’ (?). layaknya detektif ia menapaki lintasan yang sama dengan langkah Minho.

 

Sedikit heran ketika langkah Minho membawanya menelusuri gang gang kecil nan kumuh. Sampai pada suatu titik langkah Minho terhenti di depan sebuah hotel remang yang terlalu tabu untuk disebutkan.

 

“tidak mungkin” Hyori membungkam mulutnya sambil menatap sekeliling. Lampu yang remang, para wanita yang bajunya kekurangan bahan (?), pria hidung belang. Untuk apa Minho kesini? Buru buru Hyori menghilangkan fikiran negatifnya.

 

Boneka dalam genggaman Hyori meluncur ke tanah kala ia mendapati seorang yeoja berpakaian minim memeluk Minho dari belakang. Rasa sesak yang membelengu membuat Hyori tak dapat berfikir jernih. Ia pun memutuskan lari dari tempat itu.

 

~*~

 

“annyeong Chagiya, kau ingin ku temani malam ini?” goda gadis yang memeluk Minho. Dengan sigap Minho melepas tangan yang melingkar di pinggangnya, ia menatap wanita itu dengan jijik.

“dimana resepsionisnya?” tanya Minho datar, lalu yeoja itu menuntunya masuk ke dalam.

 

“annyeong haseyo, kau mau di temani siapa malam ini?”  tanya resepsionis itu sambil menyodorkan buku bersampul wanita dengan pose seksi. Bisa di tebak pasti isinya wanita yang mereka perdagangkan.

“aku ingin Kim Sunny Malam ini” ujar Minho dingin.

“joesonghamnida, Kim Sunny adalah yang terlaris disini dan jatwalnya sangat padat” tolaknya, ia memperhatikan penampilan Minho lalu berguman “sepertinya kau masih pelajar, tarif Kim Sunny sangat mahal, apa kau sanggup?”

 

“aku akan membayarnya 5 kali lipat sekarang” tandas Minho sambil meletakan lembaran uang nominal tertinggi di atas meja resepsionis.

Minho paling tidak suka di remehkan, sepeninggalan orang tuanya ia dilimpahkan warisan yang banyak. Perusahaan Appanya juga sedang ditangani saudaranya, tinggal menunggu ia dewasa untuk menjadi direktur saja.

Terlihat resepsionis itu berbisik dengan pegawai lainya. Ia pun menerima uang yang Minho suguhkan “Kim Sunny, di lantai 2 kamar 34. Gamsahamnida”

 

Tanpa berfikir panjang, Minho langsung berjalan menuju alamat yang disebutkan resepsionist tadi. Tak lama kemudian sampailah ia disana, ketika pintu terbuka seorang yeoja menyambutnya dengan senyuman hangat.

Yeoja itu berpakaian sangat minim, heran apa dia tidak kedinginan? padahal ini musim dingin. Tak mau berlama lama, Minho langsung menduduki sofa bersebelahan dengan yeoja itu.

Kalau saja Kim Sunny bukan bagian dari kepala semu Hydra, pasti ia sudah meninggalkan tempat ‘kotor’ ini dari tadi.

 

“ku dengar kau membayarku 5 kali lipat” ucap Sunny sambil menggeliat manja di lengan Minho. Minho hanya diam, ia tertunduk menenangkan segala emosi yang sama ketika ia akan menghisap nyawa manusia.

“sudahlah aku tidak mau bertele tele” Minho langsung mencengkram pergelangan tangan Sunny, di tatapnya Sunny dengan pupil mata merah bercahaya. Membuat gadis itu berteriak kesakitan bak orang kesurupan.

Sunny memejamkan matanya, ketika ia membuka mata, pupil matanya ikut berubah menjadi merah. Merasa puas, Minho melayangkan Evil Smirk-nya pada Sunny membuat yeoja itu terdiam ketakutan.

“k.. kau Choi Minho?” tanya Sunny parau, darah segar menggenangi pelupuk matanya.

“kematianmu sudah dekat Kim Sunny, silahkan pilih kau mau pasrah atau kabur” tanya Minho dingin, tatapan tajamnya menghantam Sunny bertubi tubi

“kalau aku kabur…”

“percuma, sejauh apa pun kau kabur, pada akhirnya kau akan terjerat juga. Takdirmu sudah ditentukan Kim Sunny” tandas Minho.

Sunny bergetar hebat, perasaan takut dan kalut berbaur dalam dirinya. Ia mengalihkan pandanganya ke samping, mencoba berfikir. Benar apa yang Minho katakan takdir si penerima arwah semu Hydra sudah ditentukan dan ia mengetahuinya.

Sejauh apapun ia berjalan, pada akhirnya ia akan menuju titik yang sama yaitu kematian. Tak ada jalan lain…

Sunny menghela nafas berat, ia lalu menatap Minho dalam “baiklah aku pasrah, tapi layani aku sebelum kau menghisap jiwaku”

 

__TBC__

 

Huaaaa… kenapa Minho selalu dapat peran aneh di setiap ff ku. Huhuhu flames jangan timpuk aku…

Gimana? Pasti aneh + nggak nyeremin sama sekali -____- Sebenernya aku bosen aja bikin ff genre Romance/comesy. Udah lama nggak bikin ff fantasi yang tinggi (?) Lanjut atau tidaknya ff ini tergantung komen. Ff ini Cuma treeshoot atau twoshoot kok soalnya aku banyak hutang ff.

Oh ya aku orangnya Moody-an banget,  sekarang niat nulis ff eh 5 menit kemudian nggak. Jadi komenlah kalo ff ini mau dilanjutkan.

Promosi nih, kunjungi blog aku

ya.

 

Cheers,

 

Luciferain / aya


Advertisements

44 responses to “I’M CANNIBAL (Chapter 1)

  1. cepetan lanjutannya dong. Suka banget sama jalan ceritanya…Minho jadi kece kalo jahat terus beda ceritanya dari yang lain. Unik gitu. Sumpah harus diselesain nih mah ceritanya

  2. KEREN! WAJIB KUDU MUSTI LANJUT!! itu sebenernya Jung Hyori atau Lee Hyori sih? Kok di awalnya tulisannya Jung Hyori tapi author ada nulis Lee Hyoru di ceritanya ._.

  3. Astaga <— #abaikan. Astagfirullah al hazim <— yes gila ratingnya pg-13 tpi ceritanya… menyeramkan sangat sekali hahahhaha #evillaugh

    DAEBAK LANJUT ^^

  4. aku langsung skip waktu minho mkn otak,dsb. mian ayya onnie..hehe abis aku ga tega T-T
    jadi kepala semu hydra cewek aja atau bisa cewek cowok?
    tapi kasian kepala semunya dong…matinya menyakitkan+mengenaskan–organ tubuhnya ga utuh u.u
    ff-nya seperti biasa, keren 😉
    aku sih jarang nemu ff yg cerita ttg mitologi yunani *gak nanya
    jadi yaa…unik
    dan bagian akhir itu lhoo…aku jadi ngebayangin kim sunny itu SOONKYU onnie…>,< kkk~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s