Move On (Chapter 13)

Title: Move on (Chapter 13)

Pairing: IU/Yoseob, IU/Wooyoung, slight! Jiyeon/Junhyung

Member: Thunder, Joon

Author: junseobie

Rating: G

A/N: Disini aku buatnya jadi 2 hari 1 malam ya bukan 3 hari 2 malam lagi. Biar part Wooyoung ada di chapter ini. Baca alesan kenapa chapter ini kayak gini di author’s note paling bawah ya. Thankyou :)

Buat para IU/Yoseob shipper, baca move on (chap 12) disini. Kenapa aku langsung adain chapter 13 bukan 12? soalnya di chapter 12, Wooyoung/IU moment itu dikit. Jujur aja ya, aku rada gimana gitu kalo pada nanya kok IU/Wooyoungnya dikit sih? ya aku tau kalo ini juga ff milky couple. Tapi ya disini kan bukan moment mereka semua. Jadi ya aku juga ga enak lah sama shipper-shipper yang lain. Mohon kalian pada ngerti ya 🙂 makasih sebelumnya.

(chap 1) (chap 2) (chap 3) (chap 4) (chap 5) (chap 6) (chap 7) (chap 8 ) (chap 9) (chap 10) (chap 11) (chap 12) (final chapter)

Author’s POV- -Keesokkan harinya-

“IU-ah, bangun bangun! Hari ini kita kan mau senam pagi dulu!” teriak Jiyeon ditelinga IU. “aigoooooo!! Jiyeon-ah! Bisa ga sih banguninnya pelan-pelan aja? Sakit nih kuping aku” ucapnya sambil memegang kupingnya yang sakit. “hehe mianhae. Abisnya kalo ga dibangunin, ga bakal bangun kamunya” ucapnya sambil cenge-ngesan. “aish. Aku belom mandi ini. Ah mana udah jam 6 kan. Acaranya aja mulai 10 menit lagi. Gaaaaaah” ucap IU frustasi.

“yaudahlah ga usah mandi dulu. Mandinya ntar aja pas abis senam. Toh kata guru-gurunya juga mandinya ntar aja. Kan sayang kalo abis senam mandi lagi. Yaudah kamu ganti baju pake baju training aja. Aku keluar du-” ucapan Jiyeon terpotong oleh suara berisik yang berasal dari luar. IU dan Jiyeon yang penasaran langsung ke balkon.

Diluar terlihat anak-anak yang sedang mendecak (?) kagum melihat sekelompok namja yang sedang senam. Mereka bukan senam kayak senam anak tk gitu tapi mereka push up, sit up dan lain-lain sebagainya. IU dan Jiyeon langsung melirik kearah sekelompok namja itu. “itu…mereka dari sekolah lain ya?” tanya Jiyeon yang sedang melihat wajah mereka satu persatu dari balkon. “i..think?” ucap IU tidak yakin.

“IU! IU!!!!!” teriak Jiyeon sambil menunjuk-nunjuk salah satu namja yang ada dikelompok itu. Semua orang yang mendengar teriakan Jiyeon langsung melihat kearahnya. Kemudian Jiyeon langsung masuk kedalam kamar, meninggalkan IU sendiri. “hehe. Mianhamnida” ucap IU sambil membungkukkan badannya. Kemudian dia langsung masuk kekamar mereka.

“ya Jiyeon-ah! Waeyo?!” tanya IU penasaran. “tadi….ADA JOON OPPA!!!!!!!” lagi-lagi Jiyeon tidak menyadari kalau dia sedang berteriak. Dan lagi-lagi, orang-orang yang berada dibawah langsung menengok kearah balkon. “j-joon oppa? Serius kamu?” tanyanya tidak percaya. Kemudian Jiyeon langsung mengangguk-ngangguk berulang kali. “dimana kamu liatnya?” tanya IU sekali lagi. “dikelompok namja-namja itu!” ucap Jiyeon sambil menunjuk-nunjuk kearah luar balkon. Tiba-tiba ibu pemilik rumah langsung masuk kekamar mereka sambil bertanya, “kalian enggak turun kebawah?”

“ah ne. Bentar lagi” ucap mereka berdua sambil tersenyum. “oh oke” ucap Ibu itu sambil tersenyum pula. Setelah ibu itu pergi, IU langsung mengganti bajunya dan turun kebawah bersama Jiyeon. Ketika mereka telah sampai dibawah, terlihat banyak sekali siswa dan siswi yang berada ditaman depan rumah mereka. Semua murid sudah berbaris dengan rapih. Dipaling depan terlihat 4 orang pemandu senam. 2 orang berasal dari sekolah IU dan 2 orang berasal dari sekolah Joon.

“IU-ah! Liat siapa yang jadi ‘pelatih’!” ucap Jiyeon sambil menunjuk kearah namja yang berbaju biru. “wow! Joon oppa! Yang ada yeoja-yeoja malah pingsan ngeliat dia” ucap IU sambil melirik kearah yeoja-yeoja yang sedang melting melihat Joon. “aku juga!” ucap Jiyeon sambil pura-pura pingsan. “heh. Aku bilangin Junhyung oppa loh” ucap IU sambil menyikut tangan Jiyeon. “hehehe. Ampun ampun Junhyung oppa~!”

Setelah percakapan mereka berdua selesai, senam pun dimulai. Benar saja apa yang dibilang IU. Anak-anak yang berada dibarisan Joon, terlihat tidak senam melainkan terpesona dengan fisik Joon. Ya walaupun mereka hanya melihat dari belakangnya saja. Duh anak jaman sekarang ckckck. Pikir IU.

Setelah 1 jam senam, akhirnya mereka pun selesai. Jiyeon dan IU langsung menghampiri Joon. “oppa!” ucap mereka berdua sambil melambaikan tangan kearah Joon. “oh hai” balas Joon sambil mengelap keringatnya. “woah oppa! Cieee yang diliatin yeoja yeoja~” goda IU. “apaan sih hahaha” Joon yang sebenarnya sedang tersipu malu hanya tertawa untuk menutupi malunya(?).

Mereka akhirnya mengobrol kesana dan kemari. “oh iya, oppa UN nya ga bareng sama sekolah aku ya?” tanya Jiyeon yang penasaran. “enggak. Oppa sebulan lagi UN nya. Kalo sekolah kamu beberapa hari lagi kan?” tanyanya. “ne” ucap Jiyeon dan IU serentak. Disela-sela pembicaraan mereka, Yoseob dan Thunder melintas dibelakang IU dan Jiyeon. Joon yang bertatap mata dengan Yoseob langsung mengingat kejadian waktu itu. *kejadian di chapter 8* Joon bilang kalau dia tidak akan dekat dengan IU lagi. “hm, oppa langsung balik kerumah ya. Mau mandi. Anyeong” ucapnya sambil meninggalkan IU dan Jiyeon.

Yoseob yang masih menatap Joon langsung bingung seketika. Kok kayaknya gerak-gerik Joon hyung jadi beda ya? Dia kenapa sih? Pikirnya. Ternyata IU dan Jiyeon juga merasakan hal yang sama. “Jiyeon-ah, Joon oppa kok berubah jadi beda ya sekarang?” tanyanya yang tidak yakin. “iya ya? Aku juga ga tau. Balik yuk. Bau nih!” ucap Jiyeon sambil mengendus-ngenduskan bajunya. “ne!” Kemudian mereka membalikkan badannya dan…jeng jeng(?) IU dan Yoseob saling bertatapan. “u-hm. A-anyeong Yoseob-ah” sapa IU sambil memaksakan senyum kecilnya. Dia masih merasa bersalah karena kejadian semalam. “a-anyeong” ucap Yoseob dengan salting. Thunder dan Jiyeon langsung merasa kasihan terhadap mereka. Yang tadinya temen deket, karena kejadian semalam, mereka langsung jadi awkward gini.

“yaudah, kita balik kerumah dulu ya” ucap Jiyeon dan Thunder bersamaan. Kemudian mereka berdua tertawa sejenak. Tetapi tidak untuk Yoseob dan IU. “yaudah kita pulang dulu ya. Anyeong” Ucap Yoseob sambil meninggalkan mereka berdua.

**********

Setelah Yoseob dan Thunder mandi, mereka langsung ke balai desa untuk menyantap sarapan pagi mereka. Setelah mengambil makanannya, mereka langsung mencari tempat duduk. “makan disitu aja yuk” ajak Thunder sambil menunjuk kearah pojok ruangan. “disini aja” ucap Yoseob sambil berjalan kearah Joon. “oke” ucap Thunder.

“hi hyung” sapa Yoseob kepada Joon. “oh hi” ucap Joon acuh tak acuh. “apakabar hyung?” tanyanya sambil mengunyah makanannya. “baik. Lo sendiri?” tanyanya sambil meminum air putihnya. “baik juga”. Kemudian keadaan menjadi awkward. Tak ada satu pun dari mereka yang berbicara. “gue duluan ya. Bye” ucap Joon kepada Yoseob sambil beranjak dari situ bersama teman-temannya. Tuh kan beda. Pikir Yoseob.

“tadi itu siapa?” tanya Thunder kepada Yoseob setelah Joon pergi. “tadi itu namanya Joon hyung” jawabnya. “oooh. Lo punya masalah samma dia?” tanyanya penasaran. “jadi gini Thunder-ah, dulu dia deket banget sama IU dan gue jealous. Akhirnya si Joon hyung ini tau kalo gue cemburu. Terus dia bilang ke gue kalo dia ga bakal ngedeketin IU lagi. Dan sekarang….dia ga boong sama ucapannya” jelas Yoseob. “nah terus kalo begitu, kenapa lo tampangnya sedih banget ngeliat dia ga deket sama IU? Harusnya lo seneng dong. Atau karena lo jadi ga enak sama dia?” tanyanya. “iya. Gue ga enak sama dia. Lagipula IU juga udah nolak gue kan. Jadi buat apa gue ngelarang ngelarang orang sekarang?”

************

“IU-ah! Ayo cepetan! Ntar makanannya keburu abis loh” ucap Jiyeon sambil mengetuk-ngetukkan pintu kamar mandi. “NEEE!! Duluan aja ya!” teriaknya dari dalam kamar mandi. “oke, aku duluan ya! Anyeong!” Balas Jiyeon. Kemudian Jiyeon dan yeoja-yeoja yang lain ke balai desa untuk sarapan. Beberapa menit kemudian IU keluar dari kamar mandi dan langsung bersiap-siap untuk pergi ke balai desa.

“Haduuuuh. Kenapa harus ada tanjakan sih ke balai desanya. Capek tau” gerutu IU. Setelah bergerutu sana sini, akhirnya IU telah sampai diatas tanjakan. “Joon oppa!” sapa IU yang melihat Joon sedang berjalan bersama teman-temannya. “oh hi” ucap Joon begitu saja sambil melewatinya. “Joon oppa kenapa sih? Tumben banget dia gitu ke aku” gerutu IU lagi sambil melihat kearah Joon. Mungkin lagi badmood kali ya? Pikirnya.

*************

Setelah mereka semua selesai sarapan, guru-guru pun memberikan tugas kepada mereka. “Tolong dilihat kertas yang dipegang oleh ketua kelas kalian masing-masing. Setelah itu kalian pergi (berkelompok) ketempat yang telah tercantum dikertas itu dan lakukan apa yang telah tercantum dikertas itu. Terima Kasih” ucap guru itu dengan singkat, padat dan jelas.

“Jiyeon-ah, kita dapet apa?” tanya IU setelah Jiyeon melihat kertas itu. “kita pergi ke sungai, terus meratiin kecepatan arus sungai dan sebagainya” jelasnya. Kemudian Jiyeon, IU dan kelompoknya pergi ke sungai itu sambil membawa alat-alat yang diperlukan.

Setelah 10 menit berjalan, akhirnya mereka sampai disungai itu. Arus sungai itu tidak begitu deras dan banyak sekali bebatuan yang besar. Kemudian mereka pun melakukan tugas mereka masing-masing. Setelah tugas mereka selesai, mereka bermain-main disekitar sungai. Tidak lama kemudian, sekelompok namja datang kesungai sambil membawa peralatan yang sama seperti yang mereka bawa. Dan ternyata kelompok itu adalah kelompok Joon.

Joon dan IU sebenarnya sudah bertatapan mata dari tadi tapi kedua dari mereka tidak ada yang menyapa. “yah, Joon oppa kenapa sih? Kok beda sama yang tadi pagi ya?” tanya Jiyeon kepada IU yang sedang melamun. “ne. Aku juga ga tau” ucapnya sambil menarik napas. “coba aja nanti kamu tanya ya pas mereka udah selesai. Sekarang foto-foto dulu yak sebelum pulang” ajak Jiyeon sambil menarik IU untuk duduk diatas batu besar. Setelah beberapa jepretan (?), kelompok Joon pun telah selesai melakukan tugasnya dan hendak pergi ketika IU berteriak “JOON OPPA!”

Mereka pun (kelompok Joon) langsung menengok kearah IU. “udah sana. Temuin yeoja yang kemaren. Kita pergi duluan ya. Bye!!” ucap teman-temannya Joon. Akhirnya, mau tak mau Joon juga harus pergi menemui IU yang masih duduk diatas batu besar. “wae?” tanyanya dengan dingin. “IU-ah, kita beli minuman dulu ya. Daaah” ucap Jiyeon sambil menarik semua teman-temannya, supaya meninggalkan IU dan Joon berdua. “oppa kenapa?” tanyanya setelah semua teman-temannya pergi.

“kenapa apanya?”

“kok tiba-tiba jadi dingin begini? Nyapa aku sekarang udah beda. Bahkan tadi oppa ga nyapa aku kan?”

“oh. Sorry”

“aish oppa! Cerita dong ah oppa tuh kenapa? Aku ada salah sama oppa? Kalo ada, ya jelasin dong oppa. Kita kan dulu deket banget, sekarang kenapa jadi begini?”

“oppa cuma ga mau ganggu kamu sama pacar baru kamu itu”

“ha? Pacar baru? Siapa yang punya pacar baru?”

“kamu lah. Masa oppa”

“aku ga punya oppa….Jangan bilang…kemaren oppa ada disana lagi?”

“….”

“iya kan? Mungkin oppa ga ngeliat percakapan aku sama Yoseob sampe akhir. Bener kan?”

“ne”

“Kemarin itu aku nolak dia oppa. Aku rasa kita tuh cocoknya cuman jadi temen aja. Begitu”

“oh i see”

“terus? Oppa ga ngejauh lagi kan?”

“ga bisa. Oppa udah janji sama Yoseob jangan deketin kamu lagi”

“Yoseob bilang begitu oppa?”

“enggak. Oppa yang berinisiatif kayak gitu. Kamu inget kan waktu itu dia ngambek pas kita semua lagi lari pagi? (baca chapter 8). Nah oppa tau alesan dia ngambek itu kenapa. Jadi ya oppa berinisiatif kayak gitu”

“oh jadi gitu. Tapi oppa jangan kayak orang ga kenal gitu dong sama aku. Kita masih temenan kan oppa?”

“masih” ucap Joon sambil tersenyum. “oke oppa. Aku mau balik kerumah dulu ya, mau siap-siap buat pulang hehehe” ucapnya. “sip! Bye!”

************

-IU POV-

Akhirnya waktu sudah menunjukkan sore hari. Mereka pun langsung bergegas pulang ke Jakarta. Begitu juga dengan Joon, mereka juga pulang diwaktu yang sama. Sebelum pulang, mereka semua berkumpul di balai desa dan mengucapkan terima kasih kepada para warga dan memberikan kenang-kenangan kepada mereka. Setelah itu anak-anak pun langsung naik ke bis dan pulang ke Jakarta.

Sebelum ke Jakarta, mereka membeli oleh-oleh terlebih dahulu untuk keluarga dan teman-teman mereka yang lain. Selama diperjalanan, aku dan Yoseob terlihat masih awkward. Sedangkan anak-anak yang lain bernyanyi dengan riang gembira sambil ditemani oleh Thunder yang memainkan gitarnya.

Jalanan menuju Jakarta pun padat merayap. Aku yang akhirnya bosen duduk di bis akhirnya berinisiatif untuk sms Wooyoung oppa.

To: Wooyoung oppa

Oppa! Goodluck ya buat UN besok! Fisika sama bahasa Inggris kan?

3 menit kemudian, Wooyoung oppa pun membalas smsku.

From: Wooyoung oppa

Iya doain ya dek. Kamu udah sampai di jakarta?

To: Wooyoung oppa

Iya kak. Belum. Mungkin jam 8 atau 9 baru nyampe. Oppa udah belajar belum?

From: Wooyoung oppa

Ini lagi belajar hehe

To: Wooyoung oppa

Oh yaudah. Maaf ganggu ya oppa :)

Lagi belajar ya dia? Padahalkan masih pengen smsan. Bosen tau di bis ga ngapa-ngapain. Pikirku. Akhirnya aku memutuskan untuk tidur. 2 jam kemudian, hp ku yang berada digenggaman pun bergetar. Terlihat 1 sms yang muncul dilayar hpku. Aku langsung membuka sms itu. Berharap dari Wooyoung oppa. Tapi sepertinya itu tidak mungkin dari Wooyoung oppa, karena jarang sekali dia sms aku duluan. Wuhuuuu!!!ucapku didalam hati dengan girang. Dan ternyata itu dari Wooyoung oppa!

From: Wooyoung oppa

Belum nyampe ya kamu?

What the…tumben banget dia nanya begituan. Pikirku dengan heran. Kemudian aku langsung membalas sms itu.

To: Wooyoung oppa

Belum oppa. Wae?

From: Wooyoung oppa

Oh gapapa. Oppa lagi ada disekolah.

“IU-ah, mau ini?” tanya Jiyeon sambil menyodorkan coklat stick yang ada ditangannya. “eh? ah iya. Makasih” ucap ku sambil mengambil coklat sticknya itu. “lagi sms-an sama siapa sih? Kayaknya seru banget” ucap Jiyeon sambil melirik kehpku. “aihhh Jiyeon apaan siiih” ucapku dengan malu sambil menutup layar hp. “hayo itu siapaaa?” goda Jiyeon. “Wooyoung oppa! Puas?”

“cieeee. Lagi ngapain dia?” tanya Jiyeon sambil mengunyah coklat sticknya. “dia lagi ada disekolah masa. Kerajinan ya. Ngapain coba disekolah” jawabku sambil mendecakkan lidah. “tanya doooong” ucap Jiyeon sambil menunjuk kearah hpku. “oke!” Kemudian aku pun langsung membalas smsnya.

To: Wooyoung oppa

oooh. Ngapain oppa?

From: Wooyoung oppa

Ngobrol sama temen-temen aja. Pusing belajar mulu. Lagi dimana?

“katanya apa?” tanya Jiyeon penasaran. “lagi ngobrol sama temen-temennya aja. Terus dia nanya lagi dimana. Huah tumben-tumbenan banget dia hari ini begitu” jawabku. “hm. Aneh juga ya” ucapnya sambil pura-pura sedang berpikir. “yah, ga sms Junhyung oppa?” tanyaku kepadanya. “ah dia mah ga mau diganggu kalo kayak begini. Lagipula kalo aku ganggu, ntar ga konsen dianya. Kan kasian pacarku yang satu ituuuu~” ucapnya dengan memakai aegyo. “aigoooo. Temen aku yang satu iniii” ucapku sambil mencubit pipinya.

“oh iya, min-ah, si Wooyoung oppa lagi ada disekolah nih. Mau nanyain Junho oppa ga?” tanyaku kepada min yang duduk disebelah Jiyeon. Min memang mempunyai rasa kepada kakak kelasnya itu, tapi takut untuk mendekatinya. “boleh boleh. Tapi jangan bilang kalo yang nanya aku loh ya” jawabnya. Kemudian aku membalas sms Wooyoung oppa.

To: Wooyoung oppa

Aku lagi dimana ya ini? hm ga tau. Antara cikarang sama bekasi. Ga tau deh aku dimana. Btw, disitu ada Junho oppa ga?

From: Wooyoung oppa

Ga ada lah. Junho ga pernah kesekolah malem-malem.

To: Wooyoung oppa

oooh gitu

“min-ah, katanya ga ada disitu. Tandanya dia anak baik~” ucapku sambil memuji-muji Junho oppa. “yeeey!” ucapnya dengan girang. Setelah memuji sana-sini, aku langsung memakan makanan yang aku bawa dari desa tadi. “mau?” tawarku kepada semua anak-anak yang ada disekitarku.

Beberapa menit kemudian, Jiyeon menyadari kalau aku sedang tidak smsan lagi dengan Wooyoung oppa. “yah. Ga sms-an lagi?” tanyanya. “enggak. Abisnya bingung mau bales apaan. Yaudah enggak aku bales” ucapku dengan tampang datar. “oh i see” jawabnya.

1 jam kemudian aku akhirnya sampai disekolah. Aku langsung mengambil barang-barangku yang ada dibagasi mobil. “IU-ah, aku duluan ya. Byeee!” ucap Jiyeon sambil melambaikan tangannya kepadaku. Aku langsung pergi kelapangan sekolah dimana ayahku berada. Aku langsung membuka pintu mobil dan memasukkan barang-barangku kedalamnya. Setelah aku dan ayahku berjalan pulang, Wooyoung oppa mengirimkanku sms.

From: Wooyoung oppa

Dijemput ya kamu?

Kok Wooyoung oppa tau ya? jangan-jangan dia meratiin lagi? Tapi dimana? Tadi aku ga liat ada dia.

To: Wooyoung oppa

Ne. Kok oppa bisa tau? Mau jemput aku ya? hahaha canda!

From: Wooyoung oppa

iiih geer! Orang oppa udah ada dirumah sih yeee

To: Wooyoung oppa

kan becanda oppaaaa!!

From: Wooyoung oppa

hahaha. Udah sampai rumah? Oh iya, Fai ga ikut ke desa ya?

Fai? Kok nanyain Fai ke aku ya? Kenal Fai aja enggak. Tau sih tau orangnya. Tapi ya aneh aja gitu ditanyain orang yang ga kita kenal ke kita. Atau mungkin dia bales dendam gara-gara tadi aku nanya masalah Junho oppa? hahahhaha! IU-AH! mikir apa sih kamu iiih. Ga mungkin dia suka sama kamu kali.

To: Wooyoung oppa

Ga tau oppa. Kayaknya sih enggak.

Tak beberapa lama setelah membalas sms Wooyoung oppa, aku pun telah sampai dirumah. Aku turuni barang-barangku dan membawanya masuk kedalam rumah. Setelah itu, aku memberikan oleh-olehku kepada Taecyeon oppa, dan umma appa. Aku langsung menceritakan pengalamanku disana kepada mereka. Tepat jam 12 malam, aku dan keluargaku langsung beranjak tidur. Yesterday…the best day ever!

-Next Chap!-

A/N: Karena aku udah ga ada ide lagi di ff ini dan aku udah kelamaan ga update-update ini ff, jadi aku berniat buat namatin ff ini di next chapter. Happy ending kok. Aku tau kalo kalian pada kecewa, ya tapi apa boleh buat. Soalnya aku juga masih banyak yang belom dikerjain. Mohon pengertiannya ya. Thankyou

15 responses to “Move On (Chapter 13)

  1. Ayo dong lanjutannya cepetan. Aku seharian ini cuma baca ff ini dari awal wqwq btw itu ttg pengalaman pribadi ya? Wqwq

    • iya ceritanya masih panjang banget kalo dilanjutin. maaf ya 😦 soalnya aku udah ga ada ide mau apaan + ff yang mau aku post juga udah banyak T_T
      Maaf banget baru bales ya. Btw, thanks commentnya 🙂

  2. Wah , akhir’a muncul juga ini ff , yg aku sangat gemari dulu ,
    Uda ratusan taun aku nunggu’a #plaklebaylol *bow 😀
    Ending’a iu ama wooyoungkan 🙂
    Di tunggu again next chap’a

    • wah iya? wowowowow. Makasih udah digemari ini ffnya hehehe.
      Maaf ya nunggu lama. Abisnya ff yang aku harus updatein juga udah banyak -_- ditambah ff yang idenya baru muncul -_-
      Iya kok endingnya IU sama wooyoung. Sesuai hasil voting yang dulu ^^
      Makasih ya udah mau baca lagi ff ini ^^ *bow*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s