LIFE [2 OF 2]

LIFE

Author : Keyholic (@keyholic9193 )

Length : 2shoot

Genre :Romance,angst

Rate :  PG 15

cast :           Lee Taemin

Choi Minho (dengan marga Lee)

Yoon Jisun

Song Hyunwon

Kim Jonghyun

Preview

Summary:

Selama ini sudah terlalu banyak  hidup manusia yang tersia-siakan dan terbuang dengan percuma.Tak ada kesadaran bahwa Hidup adalah sesuatu yang  amat sangat berharga.Saat seseorang sudah hampir kehilangan hidupnya,maka di saat itulah penyesalan datang.Penyesalan akan sesuatu yang selama ini  dilakukan, yang hanya menyia-nyiakan sebuah kehidupan yang telah di berikan Sang pencipta.Andai saja Tuhan dapat memberikan ku nyawa ke dua,aku akan berusaha untuk mendapatkannya.Karena aku membutuhkannya,untuk impian ku,masa depan ku,dan orang-orang yang ku sayangi.

Taemin POV

Lima  tahun pun berlalu sejak aku mengidap penyakit ini,untunglah tuhan masih memberiku umur panjang hingga sampai detik ini aku masih bisa menghirup oksigen dan menikmati dunia,walaupun keadaan ku benar-benar sungguh sangat menyedihkan.Aku sekarang benar-benar lumpuh total,bahkan bicarapun rasanya sulit sekarang.Makan pun aku juga harus hati-hati,karena jika sampai tersedak makanan itu bisa saja berakibat kematian pada ku karena penyumbatan saluran pernafasan.Hidupku benar-benar sulit sekrang.Waktu ku kuhabiskan sepenuhnya di rumah sakit,kalau bukan berbaring di tempat tidur,pasti hanya duduk di kursi roda menikmati pemandangan sore hari.

Semuanya benar-benar telah kutinggalkan sejak 3 tahun yang lalu.Sekolahku,mimpiku, semuanya.

Minho Hyung masih seperti dulu,setiap pulang kerja ia pasti akan datang menjengukku,dan mungkin karena rutinitas itulah sampai sekarang juga ia belum menikah,aku jadi merasa bersalah atas itu.Sedang Jisun,yeoja yang kucintai itu,yang hingga sekarang tak tahu tentang perasaan ku tengah sibuk menjalani kuliah kedokterannya di luar negri.

Aku sangat terkejut waktu ia mengatakan pada ku ia akan mengambil jurusan kedokteran.Katanya ia ingin menjadi dokter yang nantinya ikut meneliti tentang penyakit ku ini.Dengan begitu ia berharap bahwa tak akan ada lagi seseorang berbakat  yang harus menghentikan mimpinya hanya karena sebuah penyakit.Aku pun punya harapan yang sama seperti harapannya itu.

Sesekali kami hanya berkirim e-mail ataupun hanya sekedar saling menelpon.Tapi sekarang kurasa  tak perlu seperti itu lagi.Kudengar dari Minho Hyung, ia sudah kembali ke korea kemarin.Dan untuk itulah aku menunggunya saat ini.

“kau pasti sedang menunggunya,Ku dengar dari Hyung mu ia tiba di korea kemarin.” Ucap seseorang tiba-tiba.

“Hyunwon Uisha.” Kejut ku tak menyangka atas kedatangan dia.

Satu hal yang lupa ku ceritakan.Sejak beberapa tahun belakangan ini Hyunwon Uisa menjadi tempat ku bercerita,jika aku sedang butuh teman mengobrol.Aku banyak menerima nasehat-nasehat yang bijak darinya dan mungkin karena beberapa nasehat-nasehat darinya itu aku masih bisa bertahan melawan penyakitku sampai detik ini.Ia sudah ku anggap sebagai Noonaku sendiri.

Ku harap suatu hari kelak nanti Jisun bisa menjadi dokter muda yang cantik dan jenius seperti Hyunwon Uisha.

“Uhmm” Jawabku pelan.

“apa kau masih tetap ingin bersikeras menyimpan perasaan mu itu padanya sendiri?” Tanyanya lagi yang sukses membuat ku menoleh padanya.

Ia memang tahu soal perasaanku pada Jisun,tapi itu bukan aku yang memberitahukannya.Entahlah,tiba-tiba saja ia bisa tahu tentang perasaan ku ini,Hyunwon Uisa ini seolah memiliki indra ke 6, yang bisa membaca pikiran ku.

“Begitulah.Aku tahu diri,dimana posisiku sekarang.manusia yang berpenyakitan yang sebentar lagi akan menerima ajalnya.” Ucap ku lemah.

Kulihat dokter Hyunwon Menghela nafas.

“Kata-kata mu mengingatkan ku padanya.Dulu,dia juga pernah berkata serupa.” Pandangannya seolah menerawang ke masa lalunya.

“Maksud mu,Kim Jonghyun?” tebakku.

Kim Jonghyun adalah sosok laki-laki dari masa lalu Dokter Hyunwon.Hl itu Taemin ketahuai saat suatu hari,dokter Hyunwon tak sengaja membeberkan masa lalunya yang begitu pahit pada ku.

Mereka,Jonghyun dan Hyunwon,dua manusia yang saling mencintai,tapi takdir seolah tak mengizinkan mereka bersama.Namja itu divonis mengidap penyakit yang sama seperti ku,Ataxia.Hingga akhirnya namja yang sangat di cintainya itu meninggal,dan itulah alasan mengapa dokter Hyunwon memutuskan untuk mengenakan seragam kedokteran,seperti sekarang  ini.

“Yah.Intinya dia memintaku untuk melupakannya dan mencari namja lain,karena penyakitnya itu.”ia terhenti sejenak.

“Jonghyun bodoh! Dia fikir dengan dia berpenyakitan bisa secara tiba-tiba mengehentikan perasaannya pada ku atau perasaan ku padanya.Difikirnya kami bisa hidup dengan cara seperti itu.Saling melupakan perasaan satu sama lain,padahal kami berdua  saling menyayangi.Menghilangkan perasaan bukanlah sesuatu yang mudah layaknya menghapus noda pensil di kertas putih.”

Hyunwon Uisa menarik nafas lagi,lalu menatapku.

“Apa kau tak menyesal mencintai dan berada di sampingnya,padahal kau sendiri tahu bahwa kapan pun dia bisa saja meninggalkan mu selamanya,dan aku yakin pada saat itu terjadi rasa sakitnya tak pernah bisa terbayangkan.” Ucapku tanpa menatapnya.

“Anio,Tak sedikit pun.Justru rasa sakit akibat peneyesalan karena aku melepaskannya saat dia benar-benar membutuhkan ku akan jauh lebih perih disbanding rasa sakit aku harus kehilangan dia selamanya.Paling tidak aku masih bisa memberikannya kebahagiaan walau sekecil apapun itu di sisa hidupnya.” Jelas dokter Hyunwon panjang lebar.

Aku bisa menangkap gurat kesedihan di wajahnya saat ia harus mengutak-atik masa lalunya.

“Ku harap kau tak berpengecut seperti dia.Perjuangkanlah perasaan mu.Biarkan dia tahu semuanya,sebelum semuanya benar-benar terlambat untuk di katakan.Walaupun aku tak mengenalnya begitu dekat,tapi satiap aku melihat sorotan matanya saat menjengukmu,aku bisa tahu kalau Jisun juga punya perasaan yang sama dengan mu.Jangan Biarkan penyakit ini mengambil terlalu banyak kebahagiaan mu.Orang sakit pun berhak mendapat kan kebahagiaannya.” Nasehatnya bijak pada ku.

“Sepertinya aku tak bisa menemanimu lama-lama.Aku harus memeriksa pasien sekarang.Nan galkaeyo *aku pergi yah*.Ingat pesan ku tadi.” Perlahan bayangannya pun menghilang dari hadapan ku.

“annyeonghaseyo?” Aku menolehkan kepalaku menyambut suara yang sudah lama tak ku dengar lagi.

Kini ku dapati sosoknya yang sangat jauh dari sosoknya dulu sewaktu SMA.Tak ada lagi Jisun si gadis manja ataupun kekanak-kanakan.Ia benar-benar menjelma menjadi wanita dewasa dengan penampilan yang elegan.

“Annyeong Jisun Uisa” Ledekku,setelah kembali kekesadaranku.

“ya! Jangan panggil aku seperti itu.aku  belum jadi dokter.” Ia mulai mengerucutkan mulutnya.

Sepertinya aku harus merealat kata-kata ku sebelumnya.Dia memang tampak berbeda di luar,tapi sifatnya yang suka mengerucutkan mlut itu sama sekali tak berubah.

“Sudah tak lama lagi kan?Tahun depan kau sudah jadi dokter mungkin.Oh iya bagaimana kabar mu?”

“tak cukup baik.Aku hampir saja menjadi gila gara-gara tugas-tugas ku.” Keluhnya.

“kau bagaimana?” tanyanya.

Pabbo! Jelas-jelas tak akan pernah ada kabar baik tentang ku,ia malah bertanya seperti itu.

“Tak pernah baik.” Ucap ku pelan.

“Taemin-ah.”Lirihnya.

“ah,Karena kau baru kembali ke Korea,ayo pergi ke taman tempat kita biasa duduk-duduk.”Ucapku mengalihkan pembicaraan.

“Ne?Kau mau ke sana dengan kursi roda?” tanyanya agak heran.

“tenang saja aku tahu jalan ke sana yang bisa di lewati penghuni kursi roda seperti ku.” Ucapku agak tertawa.

***

Rasanya begitu lama aku tak mengunjungi taman ini lagi.Terakhir kali ke sini waktu aku masih bisa berjalan,entah kapan itu.Semuanya nampak menua,termasuk taman ini dan seluruh ornamen di dalamnya,terlihat sudah tak terurus lagi.Aku selalu ingin ke sini,tapi Hyung tak pernah punya waktu untuk menemaniku ke sini.

“Bagaimana kehidupan mu di amerika?Pasti kau sudah punya pacar orang barat sana?” ucap ku memulai pembicaraan.

Jisun yang tadinya masih sibuk mengamati taman ini,menoleh kepada ku,lalu kembali menatap langit.

“Kehidupan ku sangat baik di sana.Mereka semuanya baik pada ku.Tapi,untuk pacar..” Ia terhenti sejenak.

“Entahlah,hati ku rasanya belum siap menerima orang baru dalam kehidupan ku.”ia menghela nafas.

“aku belum bisa menggantikan dia dengan seseorang yang baru.”lanjutnya.

“Dia? Siapa ‘dia’ ?” Tanya ku penasaran padanya.

Apa jisun punya sosok yang di cintai selama ini?tapi kenapa aku tidak tahu soal itu?

“Dia adalah orang yang terlalu banyak membantuku sejak pertama kali aku mengenalnya.Dia adalah satu-satunya sosok yang selalu ada di dekat ku saat aku butuh seseorang untuk mengadu.Semua keluhan ku,masalah ku atau apa pun itu di dengarkannya dan hal itulah yang membuat ku merasakan kenyamanan.Merasa seolah tuhan telah mengirimkan ku seorang malaikat.Tapi sepertinya tuhan akan mengambilnya kembali ke sisinya,yah mungkin karena sudah saatnya diriku tanpa malaikat ku lagi,karena aku telah dewasa.Tapi meskipun begitu,aku tak rela jika tuhan harus mengambilnya secepat ini.”

Aku mendengar dengan seksama setiap kata yang di lontarkan mulut Jisun.Hingga akhirnya aku pun sadar bahwa orang yang di maksud yeoja itu sebenarnya adalah diriku.aku senang mendengarnya,ternyata kami mempunyai perasaan yang sama,tapi saying, kabar gembira ini muncul di saat yang tidak tepat.

“Malaikat itu juga sebenarnya tak ingin meninggalkan sang gadis itu,gadis yang entah sejak kapan mulai di sukainya.Tapi sayangnya mereka bertemu pada takdir yang salah.Jurang nasib terlalu lebar di antara mereka,sehingga mereka tak akan pernah bisa bersatu.”

“Lupakan dia,dan mulailah mencari malaikat yang bisa menemanimu seumur hidup mu.”

Kami saling bertatapan.Kulihat matanya mulai berkaca-kaca karena perkataan ku itu.

“Taemin-ah.”

“Sepertinya hari sudah hampir malam.Sebentar lagi Hyunwon uisa akan memeriksa ku.Ayo pulang.” Ucapku mengalihkan pandangan darinya.

“Sirheo! Aku tak akan pernah menggantikannya dengan siapa pun.Sekalipun tuhan kembali megirimiku berjuta-juta malaikat, yang ku inginkan hanya dia,hanya dirinya saja.” Suaranya mengeras namun nampak bergetar menahan tangisnya yang hampir tumpah.

“Perasaan mu itu pada akhirnya akan melukai mu.dan aku tak ingin itu terjadi.” Ucap ku tak kalah keras.

“Perasaan ku akan terluka? Lantas bagaimana dengan kau? Bukan kah kau juga mempunyai perasaan yang sama sepertiku?  Apa kau tidak akan merasa terluka jika tak bia bersama dengan orang yang kau cintai?” ia menyengir dengan air matanya yang telah menetes.

“Kau sudah merelakan segalanya.Masa depan mu,impian mu,dan kau sekarang ingin merelakan cinta mu juga! jangan terlalu kejam dengan dirimu taemin-ah.Kau sakit bukan berarti kau harus menghancur leburkan dirimu.Biarkan dirimu mendapat sedikit kebahagiaan.Biarkan aku memberimu kebahagiaan itu di sisa hidup mu ini.”Suaranya terdengar semakin pelan di akhir kalimatnya.

“Jisun-ah” aku terhenyak mendenagr semua kata-katanya.

Selain karena entah sejak kapan ia mampu merangkai kata-kata seperti itu yang membuatku cukup kaget,apa yang ia lontarkan padaku seolah mengingatkan ku pada percakapan ku dengan dokter Hyunwon sebelumnya.

“Paling tidak aku masih bisa memberikannya kebahagiaan walau sekecil apapun itu di sisa hidupnya.”

Sebegitu besarkah dia menyayangiku?

Kurasakan lengan mungil jisun memelukku dari arah samping.Kepalanya ia benamkan di pundak ku dan ia pun menangis sesenggukan.

***

Author POV

Minho dan Jisun berlari-lari kecil menuju instalasi gawat darurat.Dokter Hyunwon baru saja menghubunginya kalau keadaan taemin tiba-tiba saja kritis.

“Ada apa sebenarnya?” Tanya minho panic saat bertemu dengan dokter Hyunwon di pertigaan koridor rumah sakit.

“Sepertinya ia tersedak dengan makanannya lagi.Kuharap kita tak terlambat menanganinya.” Ucap sang dokter terburu-buru memasuki ruang UGD.

Memang pasien ataxia tingkat akut sering tersedak oleh makanannya dan karena hal itulah akan terjadi penyumbatan saluran pernafasan hingga bisa menyebabkan pasien mengalami kondisi kritis bahkan meninggal. Beberapa kali kondisi taemin memang sempat kritis karena tersedak olah makanannya.Ini adalah yang kesekian kalinya Taemin kritis lagi.

Dari kaca UGD yang cukup besar Minho dan Jisun bisa melihat bagaimana para dokter berusaha menyelamatkan adiknya.Dengan alat perangsang detak jantung,dokter Lee mulai memasangkannya tepat di dada Taemin.

Minho dan Jisun bisa melihat jelas kurva detak jantung taemin yang semakin melemah.Di Ruangan itu Dokter Hyunwon dengan begitu cekatannya melakukan tindakan-tindakan penyelamatan pada Temin.Siapa pun dapat melihatnya bahwa sang dokter begitu berjuangan keras untuk menyelamatkan nyawa pasiennya yang satu itu.

“Kumohon Taemin-ah,Bertahanlah.” Ucapnya sambil tetap meletakkan alat pemicu detak jantung ke dada Taemin.

Sementera Minho,di dalam hati ia terus berdoa agar tuhan memberikan yang terbaik saja untuk adikknya.Ia sudah mempunyai firasat tak baik soal kondisi taemin ini,dan jika tuhan ingin mengambil dongsaengnya itu sekarang,maka ia akan ikhlas menerimanya.

Dokter Hyun tetap berusaha semampunya untuk menyelamatkan taemin agar keluar dari kondisi kritisnya.Keringat mengucur deras dari pelipisnya,ia benar-benar berharap Taemin masih dapat bertahan,walalupun ia sendiri tahu kemungkinan itu sangat kecil.

Detak jantung taemin yang tadinya melemah kembali menguat,walau masih bisa terbilang pelan.Dr.Hyunwon tersenyum lega menanggapinya.Perlahan sang pasien membuka ke dua matanya dengan sangat lemah.Mulutnya bergerak pelan seolah mengisyaratkan ia ingin menyampaikan suatu hal.

Hyunwon pun mendekatkan telinganya,perlahan taemin pun mengeluarkan suaranya di balik selang pernafasannya.Hyunwon hanya mengangguk paham menaggapi ucapan-ucapan Taemin,dengan matanya yang mulai memburam akibat genangan air mata di kelopaknya.

“Gamsahamnida,Uisa.Mianhae,selama ini aku sudah terlalu banyak merepotkan mu.”

Taemin terlihat berusaha untuk mengatur nafasnya.

“Jaga Hyung dan Jisun untuk ku,Uisa.” Ucapnya yang sontak itu juga mengagetkan Hyunwon.

Oke maslah menjaga Jisun,ia tak masalah soal itu,toh dia juga sudah mulai bisa dekat dengan Jisun gara-gara taemin tapi Minho,Hyungnya,apa maksud dari taemin dengan menitipkan kakaknya padanya,ia kan bukan orang yang terlalu dekat dengan Minho yang pantas di berikan permintaan seperti itu,seharusnya ia memberikan permintaan itu pada calon istri kakaknya.

Tapi Hyunwon tak mau mempersoalkan itu,ia hanya menganggukkan kepalanya saja.

Taemin Tersenyum lembut yang perlahan-lahan senyum itu pun semakin memudar hingga tak terpampang lagi di sertai bunyi dari monitor pendeteksi detak jantung,tanda sudah tak ada lagi detak jantung yang terdeteksi.

“taemin-ah! Taemin-ah! Ya! Ireona,Palli ireona!” Dr.Hyunwon menguncang-guncangkan badan Taemin.

Diambilnya segera alat pemicu detak jantung yang sempat ia lepaskan tadi.

“Jebal taemin-ah.Palli Ireonayo.” Mohonnya.

Hyunwon tak ingin kejadian yang menimpa Jonghyun dulu, kini terjadi pada Taemin juga.Jika hal itu terjadi,maka akan bertambah lagi yeoja seperti dirinya.Yeoja yang kehilangan orang tersayangnya.Namun itu hanya keinginannya saja.Kenyataannya pasien ataxia memang akan berakhir seperti Taemin entah itu cepat atau lamabat.Hyunwon tak bisa memungkiri itu,yang dia lakukan selama ini hanyalah memperlambat perkembangan penyakit ini,ia sangat tahu bahwa sampai kapan pun penyakit ini tak akan meloloskan satu mangsanya pun hidup-hidup.

Tak ada reaksi dari Taemin,menandakan namja itu benar-benar telah pergi selamanya.Ia tertunduk lemas,tangannya mengepal kuat,tanda kekecewaannya pada dirinya sendiri.

Suara monitor tersebut yang menandakan bahwa pasiennya sudah tak bernyawa lagi,seolah menggema di ruangan itu.Dari tampak luar,minho dapat melihat Dokter Hyunwon menundukkan kepalanya dan sudah tak melakukan tindak penyelamatan apa pun. Perlahan tubuh adiknya di bungkus oleh kain putih oleh perawat.Dongsaengnya benar-benar telah pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya.

Sedangkan Jisun,aliran air matanya semakin deras tatkala ia melihat jenazah taemin yang tengah di terbungkus kain putih.Tubuhnya bergetar hebat menahan tangisnya.Minho lalu memeluk yeoja yang sudah ia anggap sebagai dongsangnya itu,mencoba memberikan kekuatan pada yeoja yang sangat di cintai oleh adiknya

“Mungkin ini yang terbaik untuk taemin.Paling tidak dengan begini,penderitaannya selama ini telah berakhir.” Ucap Minho.

Ia sendiripun tak kuasa menahan air matanya.Tangannya yang satu menutup mulutnya.Ia tak ingin menagis bersuara di hadapan siapa pun selain adiknya.

“Kau cengeng Hyung.Kau selalu bilang pada ku kalau laki-laki itu pantang mengeluarkan air mata,tapi sekarang kau sendiri yang melanggar kata-kata mu.”

Kata-kata taemin itu saat ia tengah menagis dahulu, terngiang di kepalanya.

“maafkan Hyung Taemin-ah.Hyung tak bisa menjadi orang yang tegar jika itu menyangkut dirimu.” Batin Minho.

Sedangkan Jisun,kepalanya seolah terasa pusing.Ia tak sanggup menerima kenyataan ini,bahwa Taemin sudah tak akan pernah ada lagi untuknya.

“Perasaan mu itu pada akhirnya akan melukai mu,dan aku tak ingin itu terjadi.”

Kata-kata Taemin itu memang benar.Pada akhirnya ia memang akan terluka,bahkan sangat terluka saat ia telah kehilangan taemin seperti sekarang ini.Tapi ia tak akan pernah menyesali perasaannya itu.Justru jika ia tetap memendam perasaannya hingga taemin tak ada ada,itulah yang akan menjadi sebuah penyesalan yang tak berujung.Walaupun ia memang sakit sekarang,saat Taemin meninggalkannya,tapi paling tidak ia bisa memberikan sedikit kebahagiaan bagi namja itu,dengan tetap berada di samping Taemin saat namja itu membutuhkannya.

***

Minho memasuki kamar taemin.Dua tahun berlalu sejak kematian adiknya,namun tak ada yang berubah seinci pun dari letak-letak benda di kamar itu.Semuanya masih tampak sama seperti saat penghuninya masih hidup.ia memandangi rak piala yang di hasilkan teamin dari kompetisi-kompetisi dance yang didikutinya.

Benda-benda itu kini hanya menjadi saksi bisu dari perjuangan keras adiknya selama ini untuk mencapai cita-citanya menjadi dancer yang hebat.Cita-cita yang pada akhirnya harus terhenti karena sebuah penyakit yang mengrogoti tubuhnya.Matanya tiba-tiba saja tertuju ke balkon tempat ia dan taemin selalu berbincang.

“Kalau suatu saat nanti aku menyusul mereka duluan Hyung,apa kau akan sedih.”

 “Anio.Hyung tak akan sedih.Karena hyung tahu kalau yang akan menyusul mereka duluan adalah aku,Hyungkan lebih tua dari mu,jadi akan lebih cepat menyusul mereka.Seharusnya pertanyaan itu untuk mu kan?”

 “saranghaeyo Hyung.”

“Nado saranghae Taemin-ah.” Gumamnya yang kala itu tak sempat membalas pernyataan dongsaengnya.

Matanya kembali berkaca-kaca kala mengingat saat itu.

“Minho-ya,neo gwenchana.” Ucap seseorang menentuh pundaknya.

Ia berbalik menatap yeoja itu,yeoja yang sudah ia pilih untuk menjadi pendampingnya hingga akhir,Song Hyunwon.Entah bagaimana proses detail ini semua bisa terjadi.Ia dan Hyunwon benar-benar di pertemukan oleh takdir yang aneh.Dua tahun yang lalu yeoja itu masih menjadi dokter adiknya yang dimana saat itu mereka berdua sama sekali tak punya perasaan satu sama lain.Semua perasaan itu mengalir saja seiring dengan berjalannya waktu.rasa yang awalnya hanya berupa kesimpatian atas nasib yang sama-sama menyebabkan mereka kehilangan orang terkasih hingga akhirnya berkembang diluar nalar mereka,dan beginilah akhir semuanya.

Hyunwon sendiri pun tak pernah mengira bahwa semuanya akan berakhir seperti ini.Mungkin inilah maksud dari permintaan Taemin dulu.Sekarang ia dengan mudah bisa mengabulkan permintaan Taemin saat itu.

“uhm” angguk minho sambil tersenyum menaggapi kekhawatiran Hyunwon.

“Kajja,sebentar lagi kereta ke Incheon berangkat.” Ajak Hyunwon pelan.

Merek berdua memang akan pindah hari ini ke Incheon.Hyunwon dipindahtugaskan di salahsatu rumah sakit di Incheon,dan dengan kebetulan yang sama Minho juga sedang mengawasi proyek terbaru perusahaannya di daerah tersebut.

“Hyung pergi Teminnie.Hyung janji,sesering mungkin aku akan mengunjungi rumah ini.”

Perlahan ia pun beranjak keluar dari kamar itu,lalu menutup pintunya,membiarkan kamar itu kembali terisi oleh kesunyian seperti sebelumnya.

***

Dengan pakaiannya yang sudah sangat rapi seorang yeoja dengan tanda pengenal bertuliskan Yoon Jisun,terduduk di tempat dimana ia sering menghabiskan waktunya bersama Taemin.Hari ini tepat di musim yang sama dengan saat dulu taemin berdance di hadapannya.Hanya bedanya,tak akan ada lagi seorang namja yang akan menuruti keinginannya untuk berdance tiga kali berturut-turut seperti kala itu.Tak akan ada lagi namja yang mau menemani sore harinya hanya sekedar duduk di taman ini, membuang-buang waktu.Ia kembali memandang langit ,sama seperti kebiasaannya.Nampak mendung tengah menyelimuti seakan mengetahui perasaannya saat ini.Ini bukanlah Pagi yang cerah seperti biasanya saat ia datang berkunjung ke tempat ini.

“akhirnya kau benar-benar pergi meninggalkan ku,ku harap kau bahagia di attas sana,Taemin-ah.”

Ia menhirup udara pagi musim semi sambil menutup matanya,ingin menikmatinya.Gambaran-gambaran kenagannya dulu saat bersama Taemin kembali terpampang dalam bayangannya.

“neomu meosisseoyo *keren sekali* ”

“Hanbeongman *sekali lagi*,ne?”

“Mwo! Hangbeongman?!”

Mata Jisun yang tadinya tertutup,membuka perlahan saat di dengarnya suara-suara ribut itu.Ia mencari sumbernya.Ternyata itu bersumber dari dua orang remaja laki-laki dan perempuan yang duduk tak jauh dari hadapannya.Mereka berdua sedang mengenakan pakaian olahraga,sepertinya habis lari pagi.

Pertengkaran keduanya mengingatkan Jisun kembali saat ia sedang bertengkar dengan Taemin,ketika namja itu menolak menuruti permintaannya untuk berdance sekali lagi.

Yah hal itu sama persis,termasuk usianya yang saat itu masih sama dengan kedua remaja ini.

“Sirheoyo!” Tolak sang lelaki dengan tegas.

Jisun bisa melihat ada raut kekecewaan muncul di balik wajah sang gadis.

“nan phigonhaeyo *aku lelah*.Lain kali saja lagi yah.” Ucap sang lelaki membujuk pada akhirnya saat ia menyadari perubahan raut pada wajah sang gadis.

Lalu setelahnya sang gadis pun tersenyum memahami alasan sang namja.

Ini seperti dejavu tentang dirinya dengan Taemin yang kembali di pertontonkan di hadapannya.

Tiba-tiba Jisun teringat oleh janji Taemin saat itu.

“kau ingat Taemin-ah,kau juga pernah berjanji seperti itu,tapi sampai sekarang pun kau tak pernah menepatinya.”Jisun bergumam sendiri sambil tersenyum getir.

Ia ingat kala itu,di taman ini, lelaki bermarga Lee itu menjanjikan suatu hal padanya,namun hingga sekarang dan mungkin selamanya tak akan bisa tertepati lagi.

Ia bangkit dari duduknya lalu mengambil tas Hitam yang sedari tadi di letakkan di bangku taman.Mulai hari Ini ia akan memulai hidupnya sebagai seorang dokter,Dr.Yoon Jisun.Tugas berat sudah siap untuk dipikulnya.

Sekarang saatnya berusaha lebih giat,agar tak ada lagi orang-orang yang merasa kehilangan seseorang yang sangat berharga, seperti apa yang ku alami hanya karena penyakit ini.Agar tak ada lagi orang-orang berbakat seperti Lee taemin yang terpaksa impiannya terputus karena penyakit ini,dan agar tak ada lagi orang-orang seperti kami yang tak bisa bersatu karena sebuah penyakit mematikan.

Selama ini sudah terlalu banyak  hidup manusia yang tersia-siakan dan terbuang dengan percuma.Tak ada kesadaran bahwa Hidup adalah sesuatu yang  amat sangat berharga.Saat seseorang sudah hampir kehilangan hidupnya,maka di saat itulah penyesalan datang.Penyesalan akan sesuatu yang selama ini  dilakukan, yang hanya menyia-nyiakan sebuah kehidupan yang telah di berikan Sang pencipta.Andai saja Tuhan dapat memberikan ku nyawa ke dua,aku akan berusaha untuk mendapatkannya.Karena aku membutuhkannya,untuk impian ku,masa depan ku,dan orang-orang yang ku sayangi.

-Lee Taemin-

 

Hauaw akhirnya selesai.Sebenarnya tadi ingin d buat 1shoot aja tp krn kpanjangan yah jadi lah 2 shoot.Mian yah kalo kata-katanya norak,gaje,alay atau apapun.Ini udh usaha maximal sya,tp tetep aja hancur ToT.

Yg udah bca komen yah 😀

Gomawo 😀

 

 

Advertisements

18 responses to “LIFE [2 OF 2]

  1. Bahasa’Y dah ckup bagus ko… Cerita’Y jg gag berasa dongeng,, yg mesti hepi ending… Bagus,, aku suka ending’Y.

  2. huhuhu bocor lagee pi gk se bocor previewnya …. aku pe googleet nih penyakeet banyak nian penyaket yg aneh didunia yah ….. huhuhu moga obatnya cepet ditemukan bisa syok aku kalo salah satu kluargaku ngalamin huweee bocor lagee …. taem eulogi-mu oh bikin merinding … bagos kok chingu … siiiplah

  3. keren banget thoor… sampe nangis aku bacanya… T-T

    aku tunggu karya author yang selanjut-selanjutnya.. :’)

  4. gak rela kalau taemin harus meninggal….
    begitu banyak orang yang sedih karna kepergian taemin….
    berharap semoga penyakit ini bisa segera ditemukan obatnya…
    agar tak ada orang yang bernasib seperti ini di kehidupan nyata…
    eon aku nggak pernah nyesel baca karya2 eon…
    semuanya daebak…

  5. bener gak rela kalau taemin harus meninggal…
    begitu banyak orang yang sedih dan merasa kehilangan taemin…
    berharap penyakit dapat segera ditemukan obatnya…
    agar tak ada lagi orang yang bernasib seperti ini di kehidupan nyata…
    eon bener gak nyesel baca ff ini…
    semua karya2 eonni bener2 daebak…
    jeongmal jeongmal daebak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s