[Freelance] Who Should I Choose? 5/5

1.jpg?w=300″ alt=”” title=”Untitled-1″ width=”300″ height=”225″ class=”aligncenter size-medium wp-image-45841″ />

Title : Who Should I Choose?
Author : JunEonnie
Main Cast : Park JiYeon (T-Ara)
Kwon JiYong/G-Dragon (Big Bang)
Lee Donghae (Super Junior)
Rating : PG
Genre : Romatic, love, friendship
Ps : Kalo ff ini dipublish, berarti ini jadi ff pertama aku yang ‘nongkrong’ di FFIndo. Mian kalau gak seru + ngebosenin^^

“Mian, tapi kenapa jadi gara-gara aku? Aku kan sudah bilang pada JiYong supaya tidak mencarikan namjachingu untukku. Bukankah itu salahnya sendiri?”
“Dia berubah bukan gara-gara itu. Kalau kau tau, sebenarnya JiYong sudah berubah saat muncul gosip bahwa kau berpacaran lagi dengan Donghae oppa.” jelasnya. Memang benar, sejak saat itu sifat JiYong mulai berubah. Dan itu gara-gara aku? Ini membingungkan.
“Bisakah kau to the point? Jujur aku jadi sedikit bingung.”
“Aku tidak mengerti bagaimana jalan pikiranmu. Apakah kau sama sekali tidak sadar bahwa JiYong sangat mencintaimu?” katanya dengan sedikit tidak sabar. Yah, tidak sabar menghadapi yeoja bodoh sepertiku.
“Mwo? He, hei, jangan sampai kau menyangka bahwa JiYong hanya menganggapmu sebagai pelampiasan. Dia mencintaimu.”
“JiYeon, sadarlah! JiYong tak mungkin mencintai yeoja lain selain kau. Statusku dengan JiYong hanya pura-pura! Aku diminta JiYong untuk menjadi yeojachingu-nya supaya kau bisa tenang bersama Donghae oppa. Tentu saja aku sebagai sahabatnya tidak mungkin menolak, aku tak akan tahan melihat JiYong dalam masalah. Hanya itu, tidak lebih! Dan sekarang JiYong sangat menyesal dengan apa yang sudah ia rencanakan. Apa kau tau bagaimana rasanya menawarkan diri mencari namja lain untuk yeoja yang sangat kita cintai?!” bentaknya.
“Sst…Hye Rin, tolong kecilkan suaramu! Kau membuat kita jadi pusat perhatian disini!” kataku hampir berbisik. Kini seluruh pengunjung dan pelayan cafe memandang ke arah kami. Hye Rin diam sambil menyilangkan kedua tangannya di dada, tanda ia sedang kesal. Ia mengeluarkan handphone-nya dan mengirim pesan pada seseorang, entah itu siapa, dan kembali menyimpannya di tas.
“Aku hanya belum yakin kalau JiYong benar-benar mencintaiku.” lanjutku. Tapi sebelum Hye Rin mulai berbicara lagi, aku berkata, “Kau kan tau sendiri JiYong itu namja player.”
“Dia begitu karena kau. Sekarang jawab pertanyaanku dengan jujur, apa kau juga mencintai JiYong?” tanyanya, kali ini ia sudah sedikit lebih tenang.
“N, na…”
“Tidak usah malu, katakan saja yang sejujurnya padaku.”
“Aku juga mencintainya. Aku baru sadar itu ketika sudah putus dengan Donghae oppa.” jawabku sambil tertunduk malu.
“Akhirnya kau mau mengaku juga.” dan tiba-tiba ia memanggil seseorang namja yang tengah berdiri di pintu cafe, “Ya! JiYong, sini!”
JiYong segera menghampiri meja kami. Bajunya sedikit basah karena di luar sedang gerimis.
“Annyeong.” sapanya dengan senyum hangat pada kami berdua. “Kau tidak bilang bahwa kau sedang bersama JiYeon. Ada apa memanggilku?” tanya JiYong yang duduk di sebelah Hye Rin.
“Aku sudah menemukan namja yang cocok untuk JiYeon.” kata Hye Rin langsung pada permasalahan.
“M, mwo? Nu, nugu?” terlihat sedikit ekspresi kecewa di wajah JiYong.
“Neo.” jawabnya singkat. Tentu saja ini membuat JiYong bingung karena Hye Rin berkata tanpa menatap JiYong, melainkan terus menatapku.
“JiYeon? Kau menyuruh JiYeon berpacaran dengan dirinya sendiri?”
“Maksudku kau, JiYong! Kau satu-satunya namja yang cocok untuknya. Namja yang sangat mencintai JiYeon!” kali ini Hye Rin berkata sambil menatap JiYong. Tentu saja yang ditatap menjadi kaget.
“N, na? Hha…jaggi, kau ini selalu senang bercanda ya!” balas JiYong dengan tawanya yang gugup.
“Hentikan JiYong! Aku sudah tidak bisa berpura-pura lagi. Sebentar lagi aku akan bertunangan dengan Jae Joong oppa. Dan aku ingin menghilangkan status pacaran kita, walaupun hanya status palsu, supaya tak ada masalah nantinya! Jae Joong oppa sudah mulai curiga padaku. Ia sering melihatku jalan berdua denganmu, dan gara-gara itu aku jadi sering bertengkar dengannya!” ucap Hye Rin dengan tidak sabaran.
“Haha, maaf JiYeon, hari ini Hye Rin mungkin sedang ingin bercanda. Lupakan saja apa yang dia katakan hari ini. OK?”
“Ya! JiYong! Kau…”
“Hentikan!” teriakku tiba-tiba. Kini semua penghuni cafe memandangiku. Dari tadi aku merasa seperti kambing bisu yang diacuhkan pemiliknya. “Gomaweo atas penjelasannya, Hye Rin-ssi. Tapi melihat keadaannya, sepertinya aku tak bisa mempercayai ucapanmu. Annyeong kyeseyo.” aku lekas meninggalkan mereka berdua ke luar cafe, tak peduli dengan hujan yang langsung membasahi seluruh tubuhku.
Apa yang mereka inginkan? Mengatakan sesuatu seperti itu padaku. Pura-pura? Status palsu? Akan bertunangan? Sedang bercanda? Mana yang benar???
Tapi setelah dipikir-pikir dengan akal sehat, sepertinya lebih masuk akal pengakuan Hye Rin. Bisa saja kan JiYong memang benar-benar mencintaiku dan lebih mementingkan kebahagiaanku daripada kebahagiaannya sendiri? Masuk akal kalau dia berpacaran dengan Hye Rin untuk menutup rasa kecewanya. JiYong bodoh, apa sampai saat ini dia masih belum tahu kalau aku juga mencintainya? Ah…aku benar-benar sedang diuji.
Dan tidak diragukan lagi, sesampainya di apartement aku menangis sekeras-kerasnya ‘lagi’.
Kenapa JiYong masih tidak ingin mengakuinya juga? Malah berbohong padaku. Padahal aku sudah senang mendengar penjelasan Hye Rin. Kalau saja dia mau jujur padaku, aku pun akan jujur padanya kalau aku mencintainya. Ah, tapi percuma. JiYong pasti sudah mendengar pengakuanku tadi dari Hye Rin. Lagipula aku sudah berniat untuk tidak berpacaran.
“Wae geurae?”
“Ini tentang kita.” jawab Donghae oppa. Seorang pelayan datang membawa pesanan ke meja kami lalu pergi. Seperti biasa, cafe sedang sepi siang ini.
“Memangnya ada apa dengan kita?” tanyaku pura-pura tidak mengerti.
“Kau belakangan ini terus menghindariku. Telepon dan pesanku tidak pernah kau balas. Wae? Apa aku telah berbuat salah padamu?”
“Mungkin.” jawabku singkat. Kalau bukan karena dipaksa, aku malas bertemu dengan namja yang satu ini.
“Mungkin? Hei, jelaskan apa maksudmu! Aku bingung…”
“Sudahlah oppa, aku sedang malas membicarakan masalah ini.”
“Tapi ini penting bagiku. Sebenarnya kau mau menjadi yeojachinguku lagi atau tidak?” ia menatap mataku dalam, tapi aku segera mengalihkan pandanganku.
“Shireo. Aku sudah punya namjachingu.” terlihat wajah Donghae oppa yang kaget. Untuk masalah seperti ini, aku harus berbohong.
“Mwo? Anio, kau pasti bohong. Aku yakin kau masih mencintaiku!”
“Ne, aku memang masih mencintaimu, tapi itu dulu. Sudahlah, aku masih banyak urusan.” Aku beranjak dari tempat duduk dan pergi, tapi Donghae oppa memegang lenganku erat.
“Kau bukan milik siapa-siapa, aku tau itu. Kau hanya milikku!” ia berbicara dengan geram. Genggamannya kuat sekali, lenganku terasa dililit ular.
“Lepaskan lenganku, oppa! Aku sudah tidak mencintaimu lagi!” aku berusaha melepaskan genggamannya, tapi percuma.
“Lepaskan dia, Donghae!” sebuah suara dari belakang mengagetkanku. Aku kenal suara itu. Itu…
-The End-
Hahaha…boong ding, ceritanya masih berlanjut kok.
Mau baca??
Nih lanjutannya => https://juneonnie.wordpress.com/2011/10/06/who-should-i-choose-part-5-end/
Maaf ya bikin ribet, sekalian promosiin blog, hehe…^^

Advertisements

8 responses to “[Freelance] Who Should I Choose? 5/5

  1. Onni aku baru nemu ni ff
    Tapi kok gak bisa dilanjutin ke blog onni ya ?
    Knpa onni ?
    Padahal udah penasaran sama akhir cinta jiyeon dan jiyoung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s