My Angel part 2 (end)

Title: My Angel part 2 (end)

Author: Choi Myung Ah aka Myungie

Main Cast:

©Zico Block B as Woo Jiho

©Choi Myung Ah (Oc)

Other Cast

©Kyung Block B as Park Kyung

©Siwon SUJU as Choi Siwon

©Jaehyo Block B as Ahn Jaehyo

Genre: Romance

Rate: PG-17

NB: Ini adalah ff perkenalan bias baruku #plakkk. Semoga readers semua suka 😉

Happy Reading 😀

YANG BACA WAJIB KOMENT,,,

GK KOMENT, NTAR MALAM MIMPI BURUK #kejam.com

**My*Angel**

Sudah 3hari sejak itu dan Myung Ah masih saja menjaga jarak dengan Jiho. Walau Jiho sudah berkali-kali bertanya apa salahnya, Myung Ah hanya mengatakan ‘tidak ada’ lalu akan kembali menjaga jarak dengan Jiho. Gara-gara masalah itu, Jiho pun semakin tidak konsentrasi saat belajar dan juga saat latihan basket. Pelatih yang melihat perubahan sikap Jiho pun mulai bertanya-tanya apa yang terjadi pada penyerang andalannya itu.

“Jiho-gun, bisa kita bicara sebentar?”. Jiho yang saat itu tengah mendribble bola basket menoleh kearah pelatih, mengangguk kecil sembari melemparkan bola yang tadi didribblenya kearah Kyung yang sedang duduk santai.

“ayo ikut aku” ucap sang pelatih sembari berjalan keluar dari lapangan basket menuju taman bunga yang berada tepat disamping lapangan basket. Sesampainya ditaman bunga, sang pelatih langsung mengambil posisi duduk dikursi taman dengan Jiho duduk disamping kirinya.

“ada apa denganmu? Kenapa selama 3 hari ini kau tidak bersemangat saat berlatih? Bapak juga mendengar bahwa kau juga tidak konsentrasi saat belajar. Sebenarnya apa yang menganggu pikiranmu saat ini? Apa kau mau berbagi cerita? Mungkin saja bapak bisa memberikan solusi untuk masalahmu itu” ucap sang pelatih sembari menatap serius kearah Jiho. Jiho balas menatap pelatihnya sambil berpikir apa dia perlu bercerita? Kyung yang sahabatnya saja tidak bisa menolongnya, apa pelatihnya itu bisa?

“sebenarnya,,,ini tentang gadis yang saya sukai pak” ucap Jiho pelan tapi masih bisa didengar jelas oleh pelatihnya. Mendengar kata-kata Jiho, sang pelatih tampak tersenyum kecil sebelum menepuk pelan bahu Jiho.

“jadi tentang seorang gadis. Kenapa dengan dia? Apa kau bertengkar dengannya?” tanya sang pelatih sambil tersenyum hangat pada Jiho.

“ini tidak bisa dibilang bertengkar pak. 3hari yang lalu kami makan malam disebuah restoran. Dia bersikeras ingin membayarkan makananku, tapi aku menolak dan akhirnya akulah yang membayar. Saat keluar dari restoran dia marah dan tidak mau bicara padaku walau aku sudah minta maaf. Tapi tiba-tiba sifatnya berubah menjadi menjaga jarak denganku saat aku menolongnya yang hampir jatuh karena kami berdua tidak mendapatkan tempat duduk dibus. Setiap aku bertanya apa salahku, dia selalu menjawab ‘tidak ada’ lalu kembali menghidar dariku. Aku jadi bingung dibuatnya” cerita Jiho panjang lebar sembari menunduk tapi sang pelatih tetap saja tersenyum.

“dia malu padamu” ucap sang pelatih yang membuat Jiho menoleh kearah pelatihnya itu dengan sebelah alis terangkat.

“dia menyukaimu, sama sepertimu menyukainya. Mungkin saja dia tipe gadis yang tidak tau harus bersikap seperti apa pada laki-laki yang disukainya. Karena itulah dia selalu menghindar karena takut salah bersikap dihadapanmu. Itu kesimpulan yang bisa bapak ambil dari cerita singkatmu” ucap sang pelatih sembari menepuk bahu Jiho.

“darimana bapak tau?” tanya Jiho pelan.

“karena dulu bapak pernah mengalami apa yang kau ceritakan barusan dengan istri bapak saat kami belum pacaran. Dia juga selalu menjaga jarak dari bapak dan tingkah bapak juga sama sepertimu sekarang” terang pak pelatih yang membuat Jiho melotot.

“benarkah? Lalu apa yang bapak lakukan?” tanya Jiho bersemangat.

“bapak menunggunya saat pulang sekolah. Mengurungnya agar tidak bisa lari lagi dan bertanya sampai dia berkata jujur. Dan karena ulah nekat bapak itu, akhirnya bapak bisa pacaran dengannya dan kami bahkan sampai menikah. Mungkin kau bisa mencobanya, dan semoga kau mendapatkan jawaban yang bagus” ucap pak pelatih sebelum meninggalkan Jiho sendirian ditaman bunga.

“baiklah, aku akan mencobanya” gumam Jiho sembari tersenyum.

**My*Angel**

Krekkk terdengar suara pintu dibuka. Myung Ah yang saat itu tengah memasak didapurpun sedikit melongok dan kembali memasak saat melihat Jiho berjalan kearah dapur.

nuunadeg mendengar Jiho memanggilnya, Myung Ah pun menoleh sekilas.

“ada apa?” tanya Myung Ah sambil meneruskan acara memasaknya. Jiho tidak membuka suara, laki-laki tampan itu terlihat serius menatap Myung Ah yang sedang memasak. 5menit berlalu dan Jiho tidak juga membuka suara, membuat Myung Ah cukup bertanya-tanya ada apa dengan Jiho apalagi laki-laki itu hanya berdiri didepan pintu dapur. Tak lama setelah itu Myung Ah pun selesai memasak dan sekarang gadis itupun tinggal menuangkannya kepiring.

“Jiho-a, minggir” ucap Myung Ah yang hendak keluar dari dapur. Tapi bukannya menyingkir, Jiho malah merebut piring berisi masakan Myung Ah, meletakkannya dimeja sebelum berjalan mendekati Myung Ah yang berjalan mundur.

“Jiho-a” panggil Myung Ah karena Jiho terus saja menatapnya serius dan juga dalam.

“kenapa nuuna menghindariku?” tanya Jiho.

nuuna tidak menghindar” jawab Myung Ah singkat.

nuuna bohong. Nuuna menghidariku, nuuna tidak pernah lagi menatapku” ucap Jiho sembari mengurung Myung Ah didinding dengan kedua tangannya.

nuuna tidak bohong. Lihat, sekarang nuuna menatapmukan. Sekarang biarkan nuuna lewat Jiho-a. Ini sudah waktunya makan malam” ucap Myung Ah mencoba mendorong Jiho, tapi Jiho bahkan tidak bergerak sedikitpun.

“jawab pertanyaanku dengan jujur dulu. Kenapa nuuna menghindar? Kalaupun nuuna menatapku, itu hanya sebentar. Apa aku berbuat salah? Kalau iya katakan apa kesalahanku? Nuuna tau, aku jadi tidak focus belajar dan latihan basket. Aku juga jadi sering dimarahi oleh guru karena tidak mengerjakan tugas dan selalu melamun dikelas. Nuuna mau tau apa sebabnya? Itu karena sikap nuuna yang seperti ini benar-benar mengganggu pikiranku. Aku bahkan tidak bisa tidur dengan nyenyak 3hari ini. Coba nuuna perhatikan wajahku baik-baik. Mataku sedikit merah dan ada lingkaran hitamnya, lalu wajahku juga pucat” ucap Jiho dan kini Myung Ah pun benar-benar menatap Jiho. Laki-laki itu benar, dia tampak berantakan dan Myung Ah tidak sadar akan hal itu selama 3hari ini. Tanpa sadar kedua tangan Myung Ah pun bergerak menyentuh pipi Jiho, mengelusnya dengan lembut dan tatapan Myung Ah pun berubah menjadi tatapan bersalah.

“maaf, nuuna,,,nuuna minta maaf” gumam Myung Ah sebelum kembali menarik tangannya. Tapi Jiho dengan cepat memegang kedua tangan Myung Ah lalu mengarahkannya kembali kepipinya. Mata Jiho pun kini menatap mata Myung Ah dengan tatapan sendu dan deg itu berhasil membuat jantung Myung Ah berdetak cepat.

“jangan menghidariku lagi nuuna. Aku mohon jangan menghindariku lagi” ucap Jiho sembari melingkarkan kedua tangannya dipinggang Myung Ah sementara gadis itu terus menatap kedua mata Jiho.

saranghaedeg seketika mata Myung Ah melotot mendengar kata-kata Jiho dan saat itulah gadis itu baru sadar kalau sekarang Jiho memeluknya.

“apa nuuna tidak merasakan hal yang sama padaku?” tanya Jiho sembari mendekatkan wajahnya kewajah Myung Ah dan itu sukses membuat Myung Ah menahan nafas.

“jawab aku nuuna” ucap Jiho pelan dengan tatapan matanya yang masih tampak sendu. Myung Ah diam tidak bersuara, tak lama diapun menggigit bibir bawahnya pelan sebelum melingkarkan kedua tangannya dileher Jiho, memeluk laki-laki tampan itu tanpa berkata apapun.

na do saranghae” bisik Myung Ah pelan setelah mereka berpelukan cukup lama. Mendengar bisikan Myung Ah, Jiho pun tersenyum dan memeluk Myung Ah lebih erat.

“maaf selama 3hari ini nuuna menghindarimu. Nuuna,,,nuuna bingung harus bersikap seperti apa padamu karena jantung nuuna tidak bisa tenang kalau dekat denganmu. Maafkan nuuna Jiho-a, maafkan nuuna” bisik Myung Ah sembari melepaskan pelukannya dan kini menatap Jiho dengan tatapan bersalah.

nuuna tidak usah minta maaf, aku sudah tidak memikirkannya lagi” ucap Jiho sambil menggeleng dan tersenyum lebar. Myung Ah ikut-ikutan tersenyum, tangannya kembali terarah memegangi pipi Jiho.

“kau berantakan sekali” gumam Myung Ah yang disambut cengiran oleh Jiho.

“inikan salah nuuna karena menghidar dariku. Sekarang nuuna harus tanggung jawab, wajah tampanku jadi berantakan karena aku terus-terusan memikirkan nuuna” ucap Jiho yang membuat Myung Ah menaikkan sebelah alisnya.

“tanggung jawab? Caranya?” tanya Myung Ah bingung. Jiho tersenyum mendengar pertanyaan Myung Ah. Perlahan tapi pasti Jiho kembali mendekatkan wajahnya kewajah Myung Ah dan chu, bibir Jiho dengan sukses mendarat diatas bibir tipis Myung Ah.

“caranya dengan menjadi yeojachinguku” ucap Jiho setelah melepaskan ciumannya dan tersenyum kearah Myung Ah yang tampak shock dengan apa yang baru saja dilakukan Jiho padanya. Tapi tak lama Myung Ah kembali sadar, menatap Jiho yang tersenyum kearahnya dengan tatapan kosong sebelum akhirnya tersenyum.

“baiklah”

**My*Angel**

“Jiho-a, bangun” ucap Myung Ah sambil mengguncang pelan lengan Jiho. Tapi laki-laki tampan itu tampak tidak bergeming sedikitpun.

“Jiho-a, ayo bangun. Kalau tidak kau bisa telah latihan pagi” ucap Myung Ah sambil berjongkok dihadapan Jiho.

“cium dulu. Baru aku bangun” ucap Jiho masih dengan mata tertutup sambil memanyunkan bibirnya. Terkejut? Tentu saja Myung Ah terkejut.

“aish, jangan main-main. Cepat bangun” ucap Myung Ah sambil kembali mengguncang lengan Jiho dan kyaaaa Myung Ah pun menjerit kecil saat Jiho tiba-tiba menarik tangannya hingga dia terjatuh diatas tubuh Jiho.

“cium dulu. Baru aku mau bangun” ucap Jiho yang kembali memanyunkan bibirnya. Myung Ah mendelik kesal sambil berusaha turun dari tubuh Jiho. Tapi dia tidak bisa karena Jiho memeluknya dengan erat. Melihat kondisinya yang sepertinya tidak akan bisa lepas dari Jiho, Myung Ah pun menghela nafas pelan sebelum chu mengecup cepat bibir Jiho.

“sudah. Sekarang cepat bangun” ucap Myung Ah sementara Jiho tersenyum sambil membuka kedua matanya dan melepaskan Myung Ah dari pelukannya.

“wajah nuuna merah, lucunya” goda Jiho sembari mencubit pelan hidung Myung Ah.

“aish, lepaskan” ucap Myung Ah sebelum akhirnya berjalan kedapur, meninggalkan Jiho yang tersenyum melihatnya.

“huh, pagi-pagi dia sudah mengerjaiku” rutuk Myung Ah sambil mengambil gula dan memasukkannya kedalam mug.

“ah” jerit Myung Ah pelan saat merasakan lingkaran tangan Jiho diperutnya.

nuuna, apa nuuna marah?” Tanya Jiho sambil menumpukan dagunya dibahu Myung Ah.

“astaga, kau membuat nuuna kaget saja” ucap Myung Ah tidak menjawab pertanyaan Jiho. Jiho tersenyum kecil, pelan diapun memutar tubuh Myung Ah hingga berhadapan dengannya.

“maafkan aku. Tingkahku tadi benar-benar seperti anak kecil chu” ucap Jiho sembari mengecup punggung tangan Myung Ah.

“aku begitu karena aku terlalu mencintai nuuna chu” sambung Jiho sembari beralih mencium kening Myung Ah. Tangan kanan Jiho pun kini memegang dagu Myung Ah agar gadis itu mendongak dan chu, kini Jiho bukan hanya sekedar mengecup bibir Myung Ah. Tapi laki-laki tampan itu sudah berani melumatnya, Myung Ah cukup terkejut tapi dia diam saja karena dia tidak tau bagaimana caranya membalas ciuman Jiho. Akhh Myung Ah pun memekik kecil saat Jiho menggigit pelan bibir bawahnya hingga diapun membuka mulut dan itu dimanfaatkan Jiho untuk memasukkan lidahnya kedalam mulut Myung Ah. Agar Myung Ah tidak melepaskan ciuman mereka, Jiho pun melingkar tangan kirinya dipinggangnya Myung Ah sementara tangan kanannya memegangi kepala Myung Ah. Hmmp hmmp hmmp merasa sudah hampir kehabisan nafas, Myung Ah pun mulai mendorong tubuh Jiho agar dia melepaskan ciumannya.

hah hah hah, nuuna kehabisan nafas karena ciumanmu” ucap Myung Ah sembari mencoba menghirup banyak udara sementara Jiho hanya menatap gadis itu.

“kenapa nuuna tidak membalas ciumanku?” tanya Jiho yang membuat Myung Ah menoleh cepat kearahnya.

nuuna,,,nuuna tidak tau cara membalasnya karena ini adalah first kiss nuuna” jawab Myung Ah sambil menunduk malu sementara Jiho melotot kaget sekaligus senang.

“benarkah?” tanya Jiho yang kini dijawab anggukan pelan oleh Myung Ah. Padahal tadi Jiho sempat berpikir Myung Ah marah padanya, makanya gadis itu tidak membalas ciumannya.

“kalau begitu aku akan mengajari nuuna” ucap Jiho sembari tersenyum kearah Myung Ah.

“le,,,lebih baik belajarnya nanti saja. Sekarang kau harus mandi kalau kau tidak ingin terlambat latihan pagi” ucap Myung Ah sembari menunjuk jam dinding. Jiho mengikuti arah tunjuk Myung Ah dan sebuah umpatan kecilpun keluar dari bibirnya sebelum dia berlari kecil kearah kamar mandi, meninggalkan Myung Ah yang kini terduduk dilantai dapur dengan kedua tangannya menekan dada kirinya.

“jantungku rasanya mau copot” gumam Myung Ah sembari memejamkan kedua matanya, tak lama gadis itupun tersenyum sebelum kembali berdiri dan berjalan kearah meja makan untuk menatanya.

**My*Angel**

“ada apa denganmu?” Jiho yang saat itu tengah bersemangat mengikuti pelajaran menoleh kearah Kyung dengan sebelah alis terangkat.

“maksudmu?” Jiho pun balik bertanya sebelum kembali menatap lurus kedepan.

“3hari berturut-turut kau hampir seperti mayat hidup dan sekarang kau berubah seperti vampire yang baru saja meminum banyak darah, segar dan ceria. Apa yang terjadi?” tanya Kyung penasaran. Jiho kembali menatap Kyung, kini dengan mata yang sedikit disipitkan sebelum dia tersenyum lebar.

“aku akan cerita saat jam istirahat nanti. Kalau sekarang kau bisa membuat kita berdua dihukum” jawab Jiho sebelum kembali focus pada pelajarannya. Kyung yang mendengar kata-kata Jiho pun hanya bisa mendengus sebelum dia akhirnya focus pada pelajaran.

“jadi apa yang terjadi?” Jiho menggeleng pelan mendengar pertanyaan Kyung, guru baru saja keluar dari kelas mereka dan Kyung bahkan tidak memberi Jiho ruang untuk sedikit bernafas karena pelajaran yang paling tidak dikuasai olehnya baru saja selesai.

“kau ini tidak sabaran sekali” rutuk Jiho sembari memasukkan buku-bukunya kedalam tas. Tuk tuk tuk Jiho dan Kyung sama-sama menoleh kearah kaca dan tampak berdiri disana pelatih basket mereka. Jiho tersenyum, dengan cepat diapun berjalan keluar dari kelas dengan Kyung mengikutinya dari belakang.

“pak pelatih” sapa Jiho sebelum dia dan Kyung sama-sama membungkuk memberi hormat.

“bagaimana Jiho-gun? Apa kau mencobanya semalam?” tanya pak pelatih sambil tersenyum. Jiho balas tersenyum lebar sambil mengangguk kuat.

“saya mencobanya pak. Dan sekarang kami sudah pacaran, seperti bapak dulu” ucap Jiho bersemangat sementara Kyung yang tidak tau apa-apa hanya bisa menatap bingung kearah Jiho dan pelatih basketnya.

“benarkah? Selamat Jiho-a. Kalau begitu latihan nanti kau tidak boleh malas-malasan lagi. Bapak pergi dulu” ucap pak pelatih sembari menepuk bahu Jiho berkali-kali sebelum dia beranjak menuju ruang guru.

“apa yang dibicarakan pelatih? Dan kau sekarang pacaran dengan siapa? Apa dengan malaikatmu itu?” tanya Kyung penasaran. Jiho menoleh menatap Kyung, tanpa berbicara apapun Jiho menarik Kyung agar masuk kembali kedalam kelas mereka.

“semalam pak pelatih memberiku saran dan saat pulang keapartement aku langsung melakukannya. Tidak menyangka ternyata dia juga menyukaiku Kyungie. Semalam kami resmi pacaran dan aku,,,sudah menciumnya lebih dari sekali pagi ini, hahaha” ucap Jiho bangga sembari tertawa sementara Kyung yang mendengar hanya bisa mengerjap-ngerjapkan matanya.

“bukankah waktu itu kau bilang dia tidak mungkin menyukaimu?” tanya Kyung sambil mengambil sumpit yang disodorkan Jiho padanya.

“aku tarik kata-kataku itu. Ternyata kami saling mencintai” ucap Jiho sebelum melahap bekalnya dan Kyung hanya mengangkat bahu acuh mendengar kata-kata Jiho sebelum ikut-ikutan makan.

**My*Angel**

Seperti sore-sore sebelumnya, sore inipun Myung Ah tampak sibuk menyetrikan semua pakaian Jiho dan tentu juga pakaiannya.

“hmm, setelah ini aku mau buat cake coklat untuk Jiho” gumam Myung Ah sembari tersenyum lebar. Tapi tiba-tiba saja kedua pipi gadis itu memerah karena kejadian tadi pagi kembali teringat olehnya.

“astaga, kenapa aku tiba-tiba ingat hal itu” gumam Myung Ah sembari menggeleng pelan. Krekkk krekk kreekkk Myung Ah menoleh kearah pintu apartement dengan kening berkerut. Kini dia beralih menatap jam yang ada diatas meja.

“jam pulang Jiho kan masih lama” gumamnya sembari mematikan setrikaan dan berjalan pelan menuju pintu. Ceklekkkk tapi belum sampai dia dipintu, pintu tersebut sudah terbuka dan terlihatlah seorang laki-laki tua berumur diatas 50tahunan masuk dengan beberapa laki-laki muda dibelakangnya.

“pak Lee” kaget Myung Ah begitu laki-laki tua itu membuka kacamata hitam yang dipakainya. Laki-laki tua itu berdehem pelan dan tak berapa lama diapun membungkuk hormat kearah Myung Ah.

“nona Myung Ah, sekarang anda sudah tidak bisa lari lagi. Ayo ikut saya pulang ke Daegu” ucap laki-laki bermarga Lee itu dengan sopan tapi juga tegas. Beberapa laki-laki muda yang awalnya berdiri dibelakangnya sekarang maju dan berdiri mengelilingi Myung Ah, membuat gadis itu panic sebelum menghela nafas.

“baiklah. Aku akan ikut pulang, tapi biarkan aku menyelesaikan sesuatu dulu disini” ucap Myung Ah dengan nada memohon.

“baik, tapi waktu anda tidak banyak nona” ucap laki-laki bermarga Lee itu sembari duduk dikursi yang diambilkan oleh anak buahnya sementara Myung Ah pergi kedapur dengan 3 orang laki-laki mengawasinya.

**My*Angel**

“dia pasti suka” gumam Jiho sembari kembali menghirup aroma sebuket bunga mawar putih yang ada ditangannya sambil tersenyum kecil. Kini Jiho berganti melihat penampilannya dari kaca yang ada dilift.

“sudah rapi” ucap Jiho sembari memperbaiki lengan jas sekolahnya yang tadi digulungnya. Ting lift terbuka, Jiho pun keluar sambil tersenyum dengan menyembunyikan buket bunga yang dipegangnya dibelakang tubuhnya. Setelah menekan beberapa angka yang merupakan password pintu ceklek Jiho pun mendorong dan masuk sambil menatap sekelilingnya dan tidak menemukan adanya tanda-tanda Myung Ah akan menyambut kedatangannya.

nuuna, aku pulang” ucap Jiho sembari menutup pintu, tapi tak ada sahutan dari suara lembut yang sangat disukainya itu.

nuuna” panggil Jiho karena merasa ada yang tidak beres. Hening, Jiho pun mulai menjadi panic. Dengan cepat diletakkannya buket bunga diatas meja makan lalu berlari menuju kamar.

ceklek tidak ada” gumam Jiho saat tidak menemukan Myung Ah didalam kamar. Tanpa menutup pintu kamar, Jiho pun kini berlari kearah kamar mandi.

ceklek tidak ada juga” kini suara Jiho mulai terdengar benar-benar panic. Apalagi saat melewati ruang tv dan dapur Myung Ah juga tidak ditemukannya.

nuuna,,,apa dia pergi keluar? Tapi dia pasti akan menghubungiku dulu” gumam Jiho sambil duduk dikursi meja makan. Sesuatu yang ditutup ditengah-tengah meja membuat Jiho sedikit penasaran ditengah kepanikannya memikirkan kemana perginya Myung Ah. Laki-laki tampan itupun membukanya dan kaget saat mendapati sebuah cake coklat ukuran sedang dengan sebuah surat disampingnya. Melihat ada namanya dibagian atas surat, Jiho pun dengan cepat mengambilnya dan membukanya.

For Jiho

 

Maaf nuuna pergi begitu saja tanpa menunggumu pulang. Bukannya nuuna tidak ingin, tapi nuuna tidak bisa karena orang suruhan appa sudah menemukan nuuna. Nuuna terpaksa ikut dengan mereka pulang ke Daegu. 11hari yang sudah kita lewati tidak akan pernah nuuna lupakan seumur hidup nuuna. Terima kasih karena sudah mau menampung nuuna selama ini. Nuuna mencintaimu, tapi sepertinya kita tidak akan bisa bersama. Jadi, carilah gadis lain dan berbahagialah.

 

Saranghae, Woo Jiho

Surat yang dipegang oleh Jiho langsung lepas dari tangannya setelah dia membaca habis isi surat tersebut. Brakkk marah, kesal dan kecewa kini bercampur dari hati Jiho dan itu membuat dia meluapkannya dengan memukul keras meja makan.

“melupakanmu? Mana bisa” gumam Jiho sembari menatap cake coklat buatan Myung Ah.

“aku tidak akan melepaskanmu begitu saja nuuna. Tidak akan, karena aku,,,,mencintaimu”

**My*Angel**

Menangis, menangis dan menangis. Hanya itu yang dilakukan Myung Ah sejak kepulangannya 2hari yang lalu. Appa dan eommanya tidak ada dirumah saat dia pulang, jadi diapun dikurung dikamar dan tidak diperbolehkan keluar walau itu dengan calon suaminya sekalipun. Tok tok tok terdengar ketukan dipintu kamarnya, tapi Myung Ah tampak tidak perduli dan terus saja menatap lurus keluar jendela kamarnya. Ceklek kini pintu kamarnya dibuka, seorang laki-laki tampan terlihat menatapnya sedih sebelum masuk dan kembali menutup pintu.

“kau menangis lagi” itu adalah pertanyaan retoris laki-laki tersebut sambil duduk ditepi tempat tidur Myung Ah. Tangan kanannya terulur kekepala Myung Ah, mengusapnya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Myung Ah menoleh, air mata yang sejak tadi menggenang dipelupuk matanya jatuh dan membasahi jas laki-laki berstatus oppanya tersebut.

“Siwon oppa, aku tidak mau menikah dengannya. Aku tidak mencintainya, aku mohon katakan pada appa untuk membatalkannya” ucap Myung Ah sambil terisak-isak dipelukan Choi Siwon, oppa yang lebih tua 5tahun darinya. Siwon menghela nafas berat, tanpa Myung Ah memintanya seperti sekarang, selama Myung Ah pergi Siwon sudah melakukannya. Tapi dasar appa mereka keras kepala, dia tidak ingin mendengarkan kata-kata Siwon walau Siwon mengatakan itu akan membuat Myung Ah menderita. Memang secara fisik gadis itu tidak akan menderita karena Siwon tau betapa calon suami Myung Ah mencintainya. Tapi tidak sama dengan hati gadis itu karena dia mencintai laki-laki lain. Siwon tau? Tentu saja. Itu karena selama Myung Ah pergi, gadis itu rutin memberikan kabar pada Siwon, termasuk bersama siapa gadis itu tinggal selama di Seoul.

oppa sudah mengatakannya pada appa Myungie. Tapi appa tidak mau mendengarkan kata-kata appa. Cobalah kau bicara pada appa saat dia pulang nanti. Mungkin saja appa mau mendengarmu karena dia sangat mencemaskanmu saat kau pergi” ucap Siwon sembari terus membelai kepala Myung Ah. Myung Ah mendongak menatap Siwon lalu mengangguk kecil. Selama ini dia belum pernah benar-benar menolak keinginan appanya yang ingin menikahkanya dengan anak koleganya, mungkin jika dia sendiri yang berbicara, appanya mau mendengarkannya. Tok tok tok ceklekkk Myung Ah dan Siwon sontak menoleh kearah pintu kamar dan mendapati pak Lee, kaki tangan appa mereka berdiri tegak sesudah membungkuk hormat pada kedua anak majikannya tersebut.

“tuan besar sudah pulang nona. Dan beliau ingin bertemu dengan anda diruang kerjanya” ucap pak Lee sembari menatap Myung Ah. Siwon menoleh kearah Myung Ah dan mengangguk saat adik satu-satunya itu menatapnya ragu-ragu.

“temuilah appa” ucap Siwon lembut. Myung Ah menguatkan hati, gadis itu menyeka air matanya dengan punggung tangan sebelum beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan keluar kamar meninggal Siwon yang menatap kosong kearah pintu yang tidak ditutup.

Sambil memegang knop pintu, Myung Ah terlihat menarik nafas panjang lalu membuangnya secara perlahan. Tok tok tok ceklekkk setelah mengetuk 3kali, Myung Ah pun memutar knop pintu dan mendorongnya pelan hingga terbuka cukup lebar. Seorang laki-laki berusia sekitar 55tahun terlihat duduk disofa sambil membaca beberapa berkas yang dibawakan oleh asistennya. Melihat kedatangan Myung Ah, tuan Choi meletakkan map yang dipegangnya lalu berdiri dan berjalan pelan mendekati Myung Ah.

“kau keluarlah dulu” ucap tuan Choi pada asistennya lalu kembali menatap Myung Ah.

appa rindu padamu sayang” ucap tuan Choi sambil memeluk Myung Ah erat.

“kenapa kau kabur dari rumah?” tanya tuan Choi to the point.

“itu karena aku tidak mau menikah appa. Aku mohon, batalkan pernikahan itu. Aku,,,aku mencintai laki-laki lain” ucap Myung Ah memelas, tapi tuan Choi menggeleng pelan.

“tidak bisa sayang. Kau harus tetap menikah dengan Ahn Jaehyo. Dia mencintaimu” ucap tuan Choi sambil berjalan kearah jendela ruang kerjanya yang mengarah kekolam renang.

“tapi aku tidak mencintainya appa. Aku mencintai laki-laki lagi” ucap Myung Ah cukup keras.

“siapa? Laki-laki yang memberimu tempat tinggal selama di Seoul? Dia lebih muda darimu dan dia juga masih sekolah. Dia tidak akan bisa memberimu kebahagian Myungie” ucap tuan Choi tajam. Myung Ah terhenyak, air matanyapun kembali keluar.

“jadi menurut appa dengan Jaehyo-ssi aku akan bahagia? Tidak, aku tidak akan bahagia dengannya karena bukan dia laki-laki yang aku cintai! Brakkk” teriak Myung Ah sebelum berjalan keluar dari ruang kerja tuan Choi dengan membanting pintu sementara tuan Choi hanya menghela nafas sebelum kembali menatap keluar jendela.

“Myung Ah-ssi” langkah Myung Ah yang hendak menaiki tangga langsung terhenti mendengar suara yang memanggilnya. Gadis itu menoleh kearah suara, menatap laki-laki yang memanggilnya tadi dengan tatapan yang entah harus disebut seperti apa sebelum dia berjalan mendekati laki-laki tersebut sambil menyeka air matanya.

“Jaehyo-ssi, hai” sapa Myung Ah kaku sembari tersenyum, sebuah senyum terpaksa.

“jangan tersenyum jika kau tidak ingin tersenyum Myung Ah-ssi” ucap Jaehyo sembari menatap Myung Ah. Myung Ah menunduk, lalu kembali menatap Jaehyo dengan tatapan sendu.

“apa kau sedang tidak ingin diganggu? Kalau benar, aku akan pulang saja” ucap Jaehyo sambil membalikkan badannya. Tapi Myung Ah dengan cepat menarik lengan Jaehyo dan menggeleng saat laki-laki tampan itu menoleh lagi kearahnya.

“aku ingin bicara denganmu Jaehyo-ssi. Ini penting” ucap Myung Ah pelan. Jaehyo mengangguk pelan sembari kembali menghadap kearah Myung Ah.

“tapi aku belum dibolehkan membawamu keluar rumah” ucap Jaehyo yang baru ingat kata-kata tuan Choi ditelpon beberapa jam lalu.

“kita bicara ditaman belakang saja” ucap Myung Ah sambil berjalan menuju taman belakang rumahnya dengan Jaehyo yang mengikutinya dari belakang. Sesampainya disana dan bahkan mereka sudah duduk hampir 5menit, tidak ada satupun kata yang keluar dari mulut Myung Ah hingga Jaehyo jadi bingung sendiri dibuatnya.

“Myung Ah-ssi, kau,,,ingin bicara apa?” tanya Jaehyo sambil menatap wajah Myung Ah yang menunduk. Myung Ah terkesiap dari pikirannya, dengan cepat diapun menoleh kearah Jaehyo yang kini menatapnya dengan kening berkerut.

“ah yang ingin aku bicarakan adalah tentang perasaanku. Aku mau minta maaf padamu karena sampai sekarang aku tetap tidak merasakan cinta padamu Jaehyo-ssi” ucap Myung Ah sambil menatap Jaehyo tepat dimatanya.

“aku mencintai laki-laki lain” sambung Myung Ah yang kini membuat Jaehyo meresponnya dengan mata yang tampak melotot.

“karena itu Jaehyo-ssi, aku mohon padamu untuk membatalkan pernikahan kita. Aku,,,aku benar-benar mencintai dia” ucap Myung Ah yang kini menatap Jaehyo dengan tatapan memohon. Tapi Jaehyo diam dan hanya menatap Myung Ah intens sebelum tiba-tiba dia berdiri dari duduknya dan berjalan cepat meninggalkan Myung Ah yang menatapnya sambil kembali meneteskan air mata.

**My*Angel**

4hari kemudian, hari pernikahan Jaehyo dan Myung Ah yang sudah direncanakan jauh-jauh haripun tiba. Diruang rias Myung Ah terlihat baru saja selesai ditata rambutnya. Mata gadis itu tampak merah dan sedikit bengkak dengan lingkaran hitam yang sudah disamarkan dengan make up. Bagaimana matanya tidak begitu jika selama 4hari itu kerjanya hanya menangis dan menangis.

“sayang, kau cantik sekali” puji nyonya Choi sambil menatap Myung Ah dari bawah hingga atas. Myung Ah hanya menatap nyonya Choi dengan tatapan kosong sebelum kembali menatap keluar jendela ruang rias. Senyum nyonya Choi memudar, tak lama wanita berusia 50tahun itupun menghela nafas sebelum memberi isyarat pada semua penata rias untuk meninggalkan dia dan Myung Ah berdua saja.

“Myungie, jangan bersedih lagi, kau pasti bisa bahagia menikah dengan Jaehyo-gun. Dia pemuda yang baik, sopan, ramah dan yang paling penting dia mencintaimu sayang” ucap nyonya Choi sembari memegangi kedua bahu Myung Ah. Myung Ah menggeleng pelan dengan mata yang masih menatap lurus keluar jendela.

“aku tidak mencintai dia oemma. Yang aku cintai itu Woo Jiho” ucap Myung Ah pelan sambil menunduk. Nyonya Choi diam, tidak bisa berkata apa-apa dan hanya memeluk Myung Ah dari belakang, berharap anak gadisnya itu mengerti bahwa dia hanya ingin Myung Ah bahagia. Tok tok tok ceklek nyonya Choi sontak menoleh kearah pintu karena mendengar ketukan dan tersenyum saat menemukan Siwon disana.

“sudah waktunya Myungie. Ayo” ucap Siwon sambil menggapai tangan kiri Myung Ah dan menariknya pelan agar Myung Ah berdiri dari duduknya dan mulai berjalan.

“ayo oemma” ajak Siwon yang diberi anggukan oleh nyonya Choi sebelum dia berjalan dibelakang Siwon dan Myung Ah.

Didepan pintu gereja, tuan Choi tampak tersenyum melihat istri dan kedua anaknya berjalan mendekatinya. Setelah Myung Ah berdiri dihadapannya, tuan Choi tersenyum lebar sembari menurunkan kain cadar Myung Ah.

“kau sangat cantik, secantik oemmamu saat dia muda dulu” bisik tuan Choi sebelum berbalik menghadap pintu dengan Myung Ah yang kini menggandengnya. Krekkk pintu gereja dibuka, para tamu undanganpun berdiri dari duduk mereka menyambut kedatangan tuan Choi dan Myung Ah yang berjalan masuk kedalam gereja dengan dua buah pengiring pengantin. Didepan sana, Myung Ah bisa melihat dengan jelas Jaehyo yang berdiri sambil tersenyum kearahnya. Setelah pernyataan Myung Ah waktu itu, Jaehyo tidak pernah datang kekediaman Choi. Kalaupun dia datang, laki-laki tampan itu hanya datang untuk bertemu dengan tuan Choi dan akan langsung pergi dari kediaman Choi saat melihat Myung Ah. Myung Ah kini sudah berdiri dihadapan Jaehyo, dan laki-laki tampan itu sambil tersenyum manis kini menjulurkan tangannya untuk membantu Myung Ah menaiki 3 tangga sebelum mereka berdiri sejajar didepan pastur.

“Ahn Jaehyo, bersediakah anda menerima Choi Myung Ah sebagai istri anda. Baik dalam keadaan sehat maupun sakit. Mencintainya dan menjaganya hingga maut memisahkan kalian?” ucap sang pastur sambil menatap Jaehyo. Myung Ah menundukkan kepala, ingin rasanya dia berteriak disana bahwa dia tidak ingin menikah dengan Jaehyo. Sementara itu Jaehyo tampak mengulum senyumnya sebelum menoleh kearah Myung Ah yang masih menundukkan kepala.

BRAKKKK AKU MENOLAK PERNIKAHAN INI!/aku tidak bersedia” teriakan tiba-tiba yang datang dari arah pintu gereja dan kata-kata Jaehyo membuat semua orang yang berada digereja itu terkaget-kaget, terutama kedua orang tua Jaehyo dan Myung Ah, Siwon dan tentunya Myung Ah yang langsung menoleh kebelakang karena suara teriakan itu sangat familiar ditelinganya.

“Jiho?!” gumam Myung Ah tidak percaya melihat Jiho berdiri didepan pintu dengan nafas terengah-engah. Tapi tiba-tiba Myung Ah menjadi sadar dengan apa yang diucapkan Jaehyo. Gadis itupun menoleh kearah Jaehyo dengan tatapan tidak percaya.

“kau..”

“jadi dia yang bernama Woo Jiho? Dia tampan juga, tidak kalah dariku” ucap Jaehyo sambil tersenyum kearah Myung Ah.

“kenapa?” tanya Myung Ah yang masih tidak percaya dengan ucapan Jaehyo.

“cinta tidak bisa dipaksakan. Walau aku sangat mencintaimu, tapi aku tidak ingin menjadi seorang yang egois dengan mengorbankan cintamu. Aku tau rasanya sangat sakit melihatmu bersama laki-laki lain, tapi rasa sakit itu akan terobati seiring dengan berjalannya waktu” terang Jaehyo sambil menatap lurus kearah Jiho yang berjalan mendekatinya dan Myung Ah.

“kau tenang saja, Myung Ah-ssi adalah milikmu. Pernikahan ini sudah aku batalkan” ucap Jaehyo sambil menepuk bahu Jiho yang tampak melotot kaget mendengar kata-kata Jaehyo dan juga sikap laki-laki itu. Padahal Jiho sudah bersiap-siap jika Jaehyo marah dan memukulnya karena datang mengacau.

“jaga Myung Ah-ssi baik-baik. Kalau sampai aku dengar kabar kau menyakitinya, dia akan aku nikahi” ucap Jaehyo sebelum berjalan menuju kearah kedua orang tuanya dan Myung Ah yang duduk mematung melihat aksi Jaehyo.

appa, oemma, Choi ahjussi dan Choi ahjumma, aku minta maaf. Tapi aku tidak bisa menikah dengan Myung Ah-ssi yang tidak mencintaiku. Kalau kebahagiaan bisa didapat Myung Ah-ssi dengan hidup bersama laki-laki itu, maka aku tidak ingin merusaknya dengan menjadi penghalang. Sekali lagi aku minta maaf” ucap Jaehyo sembari menunduk 90derajat. Siwon yang mendengar itu tersenyum lalu menoleh kearah Myung Ah dan Jiho berada.

“kenapa?” tanya Myung Ah sembari menatap Jiho yang berdiri tepat dihadapannya.

“karena aku mencintai nuuna. Dan sangat tidak mungkin bagiku mencari gadis lain disaat hampir sepenuhnya hatiku nuuna bawa pergi” ucap Jiho sambil tersenyum sebelum memeluk Myung Ah erat.

“aku sangat merindukan nuuna. Saranghae chu” bisik Jiho sembari mencium kening Myung Ah sekilas sebelum kembali memeluk gadis itu erat.

nuuna juga merindukanmu Jiho-a. Sangat” balas Myung Ah sembari menyembunyikan wajahnya didada Jiho. Sementara itu orang-orang yang berada digereja hanya bisa menatap keduanya dengan tatapan yang entah bagaimana. Yang jelas adalah pernikahan itu batal dan apa lagi yang harus mereka lakukan selain pergi dari sana. Setelah semua tamu undangan pulang dan hanya meninggalkan tuan dan nyonya Choi, Siwon serta Myung Ah dan tentunya Jiho karena Jaehyo dan kedua orangnya sudah pulang setelah sebelumnya tuan Ahn berkomitmen tetap akan menjadi kolega tuan Choi dan menganggap batalnya pernikahan anak mereka karena keduanya memang tidak cocok.

“jadi kau Woo Jiho, laki-laki yang selama 10hari menyembunyikan Myungie diapartementmu” ucap tuan Choi membuka percakapan setelah mereka semua tiba dikediaman Choi. Mendengar kata-kata tuan Choi, Myung Ah pun menatap tidak suka kearah sang appa sembari memeluk erat lengan kiri Jiho.

“aku yang memaksanya untuk membiarkan aku tinggal diapartementnya appa. Jadi appa tidak boleh berkata begitu pada Jiho-a” ucap Myung Ah tegas. Mendengar Myung Ah yang membelanya, Jiho tersenyum sebelum kembali menatap tuan Choi.

“awalnya saya memang takut untuk membiarkan Myungie nuuna tinggal dengan saya. Apalagi saya tau alasan dia kabur dari rumah. Tapi, seiring dengan berjalannya waktu, keberadaan Myungie nuuna sudah menjadi hal penting yang harus ada diapartement saya. Saya senang setiap bangun tidur melihat dia memasak didapur, pulang sekolah dia juga selalu menyambut saya dan sekarang setiap makan diapartement, saya punya seseorang yang menemani saya. Dan selama seminggu ini tidak bertemu dengannya, saya merasa hidup saya benar-benar hampa. Apartement saya terasa tidak hidup karena tidak adanya dia. Saat itulah saya sadar bahwa saya benar-benar mencintai Myungie nuuna. Karena itu, saya mohon izinkan saya berpacaran dengan Myungie nuuna” ucap Jiho sambil menundukkan kepalanya dalam kearah tuan dan nyonya Choi. Pasangan suami istri itu saling menatap, nyonya Choi tampak tersenyum sambil mengangguk kecil sementara tuan Choi terlihat masih berpikir.

“apa kau hanya berniat berpacaran dengan Myungie?” tanya tuan Choi tiba-tiba. Jiho mengangkat kepalanya, menoleh kearah Myung Ah sebelum kembali menatap tuan Choi.

“tentu saja tidak. Saya berniat melamar Myungie nuuna saat saya lulus kuliah dan mempunyai pekerjaan tetap” ucap Jiho yang membuat Myung Ah dan Siwon sontak melotot mendengarnya.

“be,,benarkah itu Jiho-a?” tanya Myung Ah yang diberi anggukan pasti oleh Jiho.

“tentu. Memangnya nuuna tidak mau menikah denganku?” kini balik Jiho yang bertanya dan Myung Ah pun menggeleng.

“tentu saja nuuna mau” ucap Myung Ah yang membuat Jiho tersenyum lebar.

“berapa lama kami dan Myungie harus menunggu lamaranmu itu datang? 5tahun? 7tahun?” tanya tuan Choi sambil mengubah posisi duduknya menjadi lebih santai.

“3tahun. 3tahun lagi saya akan melamar Myungie nuuna” ucap Jiho yakin.

“benarkah? Tapi bagaimana kalau sebelum 3tahun ternyata kalian sudah putus?” kembali tuan Choi bertanya. Jiho tersenyum simpul mendengar pertanyaan itu.

“dengan tegas saya katakan bahwa saya tidak akan memutuskan Myungie nuuna karena saya sangat mencintainya. Tapi jika suatu hari nanti Myungie nuuna sudah tidak mencintai saya dan bosan dengan saya, maka saya akan melepasnya agar dia bahagia” ucap Jiho yang sukses membuat semua orang yang ada disana terperangah mendengarnya. Myung Ah mengeratkan pelukannya pada lengan Jiho sambil menatap laki-laki tampan itu dalam sementara tuan Choi tersenyum.

“baiklah, kau kuberi izin berpacaran dengan Myungie. Dan jika kau masih berniat kuliah di New York karena orang tuamu ada disana, Myungie juga akan kuliah ditempat yang sama denganmu agar kalian tidak kehilangan waktu bersama selama kau kuliah” ucap tuan Choi sebelum berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya dengan nyonya Choi mengikutinya dari belakang. Sementara itu Myung Ah dan Jiho yang mendengar kata-kata tuan Choi terlihat sangat senang. Keduanya berdiri dari duduknya dan membungkuk dalam kearah tuan dan nyonya Choi.

“terima kasih tuan/terima kasih appa” ucap Jiho dan Myung Ah bersamaan.

“selamat untuk kalian berdua. Dan tolong jaga adikku baik-baik. Kalau kudengar dia menangis karena dirimu, kau akan menerima bogem mentah dariku” ucap Siwon sembari menepuk bahu Jiho sebelum berjalan meninggalkan ruang keluarga.

“tenang saja hyung. Aku akan menjaga Myungie nuuna dengan baik” ucap Jiho sembari tersenyum sebelum beralih menatap Myung Ah yang berdiri disampingnya.

“akhirnya kita berduaan juga” ucap Jiho sambil memeluk pinggang Myung Ah sementara Myung Ah tersenyum sambil mengangguk.

“boleh aku mencium nuuna?” tanya Jiho tapi belum sempat Myung Ah menjawab, chu dia sudah menempelkan bibirnya diatas bibir Myung Ah.

**My*Angel**

Epilog…

3tahun kemudian…

Hmmp hmmp hmmmp kewalahan, itulah yang kini melanda Myung Ah saat Jiho menciumnya ganas.

jagiya, kenapa kau masih saja kewalahan begitu kalau aku menciummu?” Tanya Jiho setelah melepaskan ciumannya dan menatap Myung Ah yang menunduk.

“maaf. Aku,,,sepertinya aku masih harus belajar lagi” ucap Myung Ah pelan.

“belajar lagi? Padahal aku sudah sering mengajarimu. Tapi tidak apa-apa. Aku suka kau yang selalu malu-malu saat berciuman chu” ucap Jiho sebelum kembali menyerang bibir Myung Ah. Setelah berjuang mati-matian kuliah selama 3tahun, akhirnya Jiho pun lulus dengan nilai terbaik dan langsung diterima bekerja disebuah perusahaan besar di Kanada. Dan seperti janjinya 3tahun yang lalu, Jiho pun kembali ke Seoul bersama orang tuanya untuk melamar Myung Ah. Kedatangan Jiho dan orang tuanya tentu saja disambut dengan hangat oleh tuan dan nyonya Choi, apalagi selama ini mereka memang sengaja memantau hubungan Myung Ah dan Jiho yang ternyata berjalan baik. Ditambah mereka juga tau bahwa Jiho sudah mempunyai pekerjaan tetap dan tentunya mampu menghidupi Myung Ah jika mereka menikah nanti. Dan setelah 1bulan sibuk mengurus pernikahan, akhirnya keduanyapun menikah dan kini mereka berada di Thailand untuk berbulan madu.

jagiya, kau ingin punya berapa anak?” tanya Jiho sambil memainkan poni Myung Ah. Myung Ah yang saat itu sedang menonton menoleh kearah Jiho lalu memasang posenya yang sedang berpikir.

“2. Satu laki-laki dan satu perempuan” jawab Myung Ah sambil tersenyum.

“2? Padahal aku inginnya 4, 2 laki-laki dan 2 perempuan” ucap Jiho sambil memasang tampang sedih.

“eh? Aku,,,tidak yakin bisa melahirkan sebanyak itu yeobo” ucap Myung Ah takut.

“kau pasti bisa. Aku akan menemanimu saat kau melahirkan nanti” ucap Jiho sambil memeluk Myung Ah.

“ayo kita buat sekarang. Aku sudah tidak sabar ingin menggendong anak pertama kita” sambung Jiho sambil tersenyum kearah Myung Ah sementara Myung Ah melotot kaget mendengarnya.

©The End©

Hahhhahhahaha, ff apaan ini ==”

Mianhe buat typo2 yang ada, saya malas ngeditnya #plakkkk

Mianhe juga kalau ffnya menyecewakan…

Ayo ayo, yang baca koment donk >_<

Advertisements

8 responses to “My Angel part 2 (end)

  1. Kereen… Udah deg2an.. Krain bkal sad ending…
    Eh knp gak mw d jd0hin.. Pdhal q ngrep bgt buat d jd0hin…kekeke
    Di tunggu karya2 slanjut’a eon… Hwaiting..!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s