Seasons of The Lucifer [CHAPTER 1]

Seasons of The Lucifer

Title:Seasons of The Lucifer

Author: LucifeRain / Aya

Genre: AU, romantic – comedy, hurt

Leght: Chapter

Ratting: General

Main Cast:

Cho Minhye a.k.a Cho Minhyun

Kim Kibum a.k.a Key

Choi Minho a.k.a Minho

Lee Taemin a.k.a Taemin

Kim Jonghyun a.k.a Jonghyun

Lee Jinki a.k.a Onew

Note: bacanya pelan pelan ya, karena bagian awal merupakan pendeskripsian latarnya. This is not fantasi FF

 Previous Chapter: SOL [Teaser]

______________

Lucifer

Seseorang berwajah malaikat namun seperti iblis

Hati yang egois

Cinta yang tulus

Kesucian yang keliru

Mengancam

Berulang kali salah seperti malaikat dan iblis

Mempunyai perasaan yang tidak jelas

Lucifer adalah keberanian

Source: arti Lucifer di SHINee 2nd album.

—————————–

Seorang gadis menatap nanar pantulan dirinya di cermin besar berukiran antik gaya eropa, sudut matanya sarat akan sinar sendu. Ia tersenyum miris, batinya seakan mengerang kasihan pada diri sendiri.

Ada apa denganya? Bukankah penampilanya nyaris sempurna? Rambut shaggy-nya berwarna coklat madu dengan poni miring yang sedikit menutupi mata kanan terlihat manis, semanis wajahnya.

Vest berwarna Sky blue yang dibalut jas almamater pearlesscent aqua green melekat pas di tubuhnya, ia juga mengenakan celana panjang berwarna dark blue bermotif kotak kotak dan sepatu kets yang di dominasi warna putih.

Dan Tidak kah gadis ini bangga mengenakan lambang Shineshall academy di dada kirinya? Lambang dari sekolah berpredikat terbaik di negeri gingseng ini? Bangga mungkin jika ia mengenakan rok dan lambang ShineSedna academy – satu yayasan dengan Shineshall- bukan mengenakan celana yang sama saja mengidentitaskan bahwa ia seorang pria.

Sesaat ia memandang name tag di dada kananya yang bertuliskan Cho Minhyun, nama palsu yang senantiasa menemaninya sejak ia lahir atau mungkin sampai ia tiada. Ia pun beranjak lalu keluar kamar berukuran luas yang lebih pantas di sebut apartment mini karena kelengkapan fasilitasnya

~*~*~*~

Perlahan Gadis itu menuruni anak tangga, sebenarnya bisa saja menaiki lift tetapi ia sedang ingin menikmati rumah yang 5 tahun tak ia kunjungi. Perabotan mewah yang mengkilap serta ukiran ukiran khas eropa terlihat apik menghiasi setiap lekuk rumah bagai istana ini.

Chohagle Groups yang mempunyai cabang cabang perusahaan di seluruh dunia takkan mungkin memilih barang kalau bukan kualitas nomor satu dunia. ia sendiri bingung dengan alasanya, karena ia tahu rumah mewah yang dipenuhi barang antik menyilaukan ini jarang dikunjungi. Sangkin sepinya dentang jarum jatuh pun dapat menggema di rumah ini.

Ia menghela nafas panjang lalu melangkah cepat meninggalkan rumah.

Hari ini adalah hari pertama Minhyun menjadi siswa Shineshall academy, sebelumnya ia bersekolah di Los Angeles dan memutuskan pulang ke korea karena rindu akan tanah kelahiranya.

Ia memilih tinggal di asrama karena tak mau hidup di rumah mewah bersuasana horor itu hiiiiii….

Tak lama kemudian sampailah ia di depan gerbang sekolah Shineshall academy yang menjulang tinggi, ketika ia masuk entah sudah berapa kali mulutnya berdecak kagum ketika matanya memandang bangunan kokoh Shineshall yang benar benar unik dan mewah. amazing

Dua gedung spriral berwarna biru laut menjulang tinggi di hadapanya, kedua gedung itu dihubungkan dengan sebuah jembatan beratap kaca di sisi tengah masing masing gedung. asrama yang berbentuk castle terletak belakangnya, seakan menjadi background kedua gedung spiral tadi.

Sangat mengagumkan!

Semoga suasana sekolah barunya ini menyenangkan. FIGHTING!!!

~*~*~*~

“ANNYEONG HASEYO, NANEUN CHO MINHYUN IMNIDA. BANGAPSEUMNIDA!!!” teriak Minyun berapi api saat ia membuka pintu kelasnya, sontak suasana kelas yang sebelumnya dipenuhi penjual cabai dan ikan asin itu hening seketika.

Minhyun memiringkan kepalanya dengan posisi mulut menganga lebar –sungguh ekspresi yang memalukan- ia terkesima melihat siswa siswa yang mematung dengan berbagai pose ajaib.

Ada yang mematung dengan posisi menaiki meja sambil memasukkan bola golf ke dalam hidungnya dengan sumpit, ada yang sedang belajar berenang di lantai, ada yang sedang kejar kejaran memperebutkan celana dalam berwarna pink. Guru yang mengoceh tanpa ada yang memperdulikan. Mereka mematung, aneh tapi nyata. Ajaib.

Minhyun mengerjapkan matanya, lalu kembali menutup pintu. Ketika pintu tertutup suara berisik muncul lagi, sepertinya mereka sudah mencair dari posisi es batu tadi.

“demi nama nenek moyang, sebenarnya ini sekolah menengah atau taman kanak kanak?” gerutunya dalam hati.

Minhyun menghela nafas panjang, dalam hati ia berkomat kamit agar –calon- teman sekelasnya tak menjadi patung dadakan lagi, posisi mereka benar benar jelek dan tak mempunyai nilai jual sama sekali.

Hana…. Dul…. Set….

Ketika Minhyun membuka pintu, kolor pink polkadot sukses mendarat di wajahnya. sontak tawa membeludak, semua mata tertuju pada minhyun yang gantian mematung kali ini.

Seseorang berjalan mendekati minhyun, ia menatap minhyun lekat lalu mencabut  kolor tabu yang tertanam di wajahnya.

“jadi kolor ini punyamu?”

“Mwo?!!!” pertanyaan namja itu sukses membuat wajah minyun merah padam, lempeng sekali dia mengatakan itu!

“YA! KIM JONGHYUN! Dia itu murid pindahan dari Los ANGELES!” teriak seongsaenim sambil mengetuk ngetukan penghapus di atas meja. Sontak semua terdiam mendengar teriakan Seongsaenim, para siswa itu menatap Minhyun lekat.

“ku kira murid pindahan itu bermata besar dan biru”

“ku kira murid itu tinggi dan albino”

“ternyata berbanding terbalik”

“Huuuuuuuu…..” cibir teman sekelasnya

Air muka minhyun berubah jadi masam. Ia mendengus kesal, tega sekali mahluk mahluk laknat itu mengejeknya.

“dia sipit, pendek lagi” celetukan ini memuat Minhyun naik darah, kalau ini manga pasti hidung dan telinganya sudah keluar uap. Ahhhh tidak, ia bukan banteng.

Jonghyun menatap Minhyun lekat dari atas sampai bawah, membuat Minhyun bergidik ngeri. “TAEMIN! ADA YANG MENYAINGI KECANTIKANMU!” lengkingan suara namja itu memecah keramaian.

Tiba tiba dari atas meja, seorang namja terbang bagaikan supermen kehilangan kolor. Ia melompat tinggi, menghalagi matahari sehingga wajahnya terlihat gelap. Ah tidak, seperti di komik komik saja. Gerutu Minhyun, ia gila rupanya.

Namja itu mendarat tepat di hadapan Minyun, membuat minhyun meneguk ludah lalu meringis.

Taemin mengibaskan rambut sebahunya yang berwarna coklat almond (Taemin lucifer style), untung dia tidak sedang keramas – LOL. ia menatap Minhyun tajam, membuat yang ditatap melangkah mundur.

Tapi semakin Minhyun mundur, Taemin semakin mendekat. Hingga akhirnya minhyun tak bisa mundur lagi karena posisinya rapat dengan tembok. Taemin semakin mendekatkan wajahnya, membuat bulu kuduk Minhyun berdisko horor.

“berapa tinggi mu?” tatapan matanya tajam seakan menyentak aliran darah Minhyum, benar benar Lucifer.

“163”

“Huuuuuuuuuuuuu” siswa pasar ikan itu sontak membuat koor dadakan fals yang memecahkan gendang telinga

“kau tahu 173 adalah standard minimum di kelas ini, dan siswa terpendek itu adalah Jonghyun” ucap Taemin dan penggorengan yang terbang entah dari mana langsung melayang ke jidatnya

“ya! Jonghyun appo!” rintihnya dengan paras imut memualkan.

Tatapan Taemin melayang ke bawah leher Minhyun, Ia mengeluarkan evil smirknya lalu menatap Minhyun penuh arti. Tiba tiba tanganya menepuk dada Minhyun lalu menjalar ke perutnya, membuat namja yang sebenarnya adalah yeoja itu terbelalak lebar, seakan tersengat aliran listrik beribu watt.

BASTARD! Berani sekali namja ini ‘menyentuh’nya. Kalau saja ia tidak menyamar, pasti bogem mentah sudah melayang ke wajah namja sialan ini!.

“kau bahkan terlalu rata dan tidak mempunyai otot perut!” teriaknya dan menimbulkan KOOR fals dadakan lagi. Ini benar benar penghinaan bagi perempuan.

Minhyun mendorong tubuh jangkung taemin setelah melayangkan tatapan membunuh pada namja menyebalkan itu. ia pun berjalan ke deretan kursi pelajar. Langkahnya terhenti ketika melihat sebuah bangku kosong di deretan kedua dari jendela.

ditatapnya seorang namja yang duduk di antara jendela dan bangku kosong itu. tatapan namja itu menerawang lurus ke luar jendela, sinar matanya mengatakan bahwa ia sedang berfikir.

“annyeong haseyo, boleh aku duduk di sini? Hanya ini bangku yang kosong” tanya Minhyun sesopan mungkin.

Tak ada jawaban, diasumsikan Minhyun sebagai tanda persetujuan. Tanpa ia sadari suasana kelas mendadak hening, tatapan tertuju padanya ketika ia duduk di sebelah namja es yang tengah melamun itu.

Minhun membuka ransel bag-nya, mengeluarkan buku satu per satu. Sadar hanya bunyi hentakan yang terdengar, ia menatap sekeliing lalu mendapati teman teman ajaibnya sedang menatapnya dengan raut ketegangan, bahkan ada ekspresi menahan pup errrrrr……

Hey? What happened? Something wrong with me?

Terdengar bunyi decitan kursi yang disusul dengan dorongan, ternyata namja di samping Minhyun bangkit berdiri. Membuat tubuh tinggi tergapnya terlihat menutupi matahari, siluet aurora seakan terpancar dari tubuhnya. Menciptakan atmosfir dingin dalam selubung kelembutan.

Desahan nafas tertahan terdengar, membuat suasana semakin tegang, bahkan yang mau pup tadi sudah pup di tempat. Namja bermata bulat itu keluar dari sisi kiri lalu melangkah ke luar kelas.

Terdengar helaan nafas lega, huh! berlebihan sekali mereka. THEY’RE CRAZY!

“Daebak! Aku pikir Namja winter itu akan membunuhmu!” seru namja yang berpipi agak chubby.

“You’re Great! Kau orang pertama yang bisa duduk di situ. Biasanya Minho akan mengusir siapa saja dengan gaze snowstorm andalanya” tutur namja cantik yang membuat minhyun keringat dingin karena ‘tingkah’-nya tadi.

Namja itu merangkul Minhyun sambil menepuk pelan bahunya, terlihat sangat bersahabat dan ceria.

“separah itu kah?”

“ne, guru saja di bentaknya jika berani duduk disitu” ucapan namja yang hanya mengenakan Vest sky blue –without almamater coat- itu membuat Minhyun merinding saja.

“ahhh… Lee Taemin imnida” ujar namja itu seraya membuangkuk.

“naneun Kim jonghyun imnida” namja yang menanyakan kolor tadi ikut bersuara.

“Lee Jinki imnida, bangapseumnida” ucap namja berpipi chubby

“hmmm… Cho Minhyun imdida, nado bangapseumnida” Minhyun ikut membungkuk 90%

RING… DING… DONG… dentang bell surga istirahat bergema ke setiap penjuru.

Ketika Minhyun menegakkan badanya, seisi kelas sudah kosong melompong hanya terdengar bunyi gesekan kertas tersapu angin. Ia melongo lalu mendecak sebal, Ckckckck…. Dasar namja ajaib!

~*~

Minhyun melangkah masuk ke Lobby asrama sambil menggeret 3 buah koper besar. Ia bercak kagum ketika tatapanya menyapu isi asrama yang ‘sebenarnya’. Asrama ini lebih tepat di sebut hotel, vila atau semacamnya, ketimbang disebut sebagai asrama.

SShal Dormitory berfasilitas lengkap dengan ukiran emas di setiap lekukanya, di tambah lagi adanya receptionis yang setia menjaga lobby utama. Bedanya tak ada pelayan yang mondar mandir kesana kemari.

Ternyata dalam asrama ini memiliki banyak lorong yang dipenuhi pintu kamar pada setiapsisinya. patung pantung indah mendiami setiap sudut, figura antik terpajang dari pintu ke pintu dan di bangian langit langit terlukis indah cupid cupid malaikat yang lucu namun terlihat klasik berseni tinggi. Beda sekali dengan patung dadakan ajaib teman sekelasnya yang tidak punya nilai seni tadi.

Ini menegaskan bahwa si pembangun sekolah bukanlah orang sembarangan dan pastinya memiliki jiwa seni yang tinggi, terlihat sejak pintu gerbang utama Shineeshal academy terbuka. Ukiran ukiran unik terlihat apik menghiasi.

“ada yang bisa saya bantu?” suara bariton seseorang mengagetkan Minhyun. Ia menoleh ke sumber suara dan mendapati seorang pria paruh baya mengenakan vest hitam –seragam ala pelayan- menghampirinya

“nde?”

“kau murid baru?” tanya pelayan itu, lalu mengambil alih koper koper Minhyun.

“ne” minhyun mengangguk, tampak bingung.

“disini tugas saya adalah membantu siswa Shineshall academy jika ada masalah di asrama, kau bisa memanggilku Park ahjussi. Lalu kau adalah Cho Minhyun, bukan?”

“nde”

“baiklah mari ikuti saya” ahjussi itu berjalan menuju lift, Minhyun mengekor di belakangnya.

“anda tergolong orang yang beruntung, Kamar anda ada di lantai 5. Perlu anda ketahui tingkat lima adalah tingkat yang istimewa” tutur ahjussi itu saat mereka di dalam lift.

Tak lama kemudian terdengar bunyi dentingan yang menandakan mereka telah sampai pada tingkat tujuan. Tapi, kenapa pintu lift tak kunjung terbuka. Minhyun menatap heran ahjussi di sebelahnya.

“sudah saya katakan, tingkat 5 adalah tingkat istimewa. Tak sembarang orang bisa masuk ke dalam” Park Ahjussi tersenyum, matanya memandang layar persegi empat di samping kiri pintu lift yang berkedip kedip sejak bunyi dentingan tadi.

Park ahjussi menyentuh layar dengan telunjuknya lalu munculah deretan huruf berwarna merah yang membentuk sebuah kalimat.

-PLEASE ENTER YOUR FINGERPRINT-

Park ahjussi meletakkan ibu jarinya di layar mini itu , sesaat kemudian segaris cahaya biru menyapu monitor dari atas kebawah seperti memastikan keakuratan.

-FINGERPRINT ON RECEIPT-

Minhyun semakin tercengang saja, sebegitu private-nya kah tingkat lima ini? Membuatnya semakin penasaran. Tiba tiba ahjussi itu terkekeh pelan, mungkin lucu dengan ekspresi Minhyun yang kelewat pedesaan (?) “nanti akan saja program monitor ini agar bisa menerima sidik jari anda”

-TING-

Ketika pintu lift terbuka, mata Minhyun langsung di suguhkan pemandangan yang mengagumkan. Bagaimana tidak? Jika pada tingkat sebelumnya atmosfir yang diciptakan bersuasana klasik, di tingkat ini berbanding terbalik. Sangat berwarna dan sarat akan keceriaan layaknya Dorm anak muda jaman sekarang.

Bukankah pada tingkat sebelumnya hanya ada aula besar untuk ruang makan ruang televisi dan lain lain? Lalu mengapa di tingkat ini fasilitasnya lebih menyerupai apartment pribadi?

Minhyun melangkah canggung, depan lift rangsung berhadapan dengan ruang tamu. Ia lalu berjalan ke sisi kiri dan mendapati ruang televisi disana, jika berjalan lurus lagi maka akan bertemu dengan balkon yang langsung mengarah pada halaman luar sekolah.

Wallpaper dinding di ruang televisi ber-background aqua green dengan corak warna warni yang menyerupai tanda tangan berukuran besar. banyak foto foto yang terpajang di atas bufet maupun dinding. Tapi dimana kamarnya?

KUKURUYUUUUUUUKKKKKKKKK…..

Suara melengking jeritan ayam terdengar. Astaga, hal ajaib apa lagi ini? Yang benar saja masa di asrama ada yang melihara ayam.

KUKURUYUUUUUUUKKKKKKK…..

“YA! LEE JINKI! RINGTONE PONSELMU JELEK SEKALI!”

Gubrak, jadi itu rington ponsel? GILA! Sekalian saja buat suara kambing atau suara unta.

Minhyun kembali melangkah ke ruang tamu, namun langkahnya terhenti ketika mendaparti Taemin berdiri di ambang lorong depan ruang tamu –bersebrangan dengan pintu lift. Aishhh… namja nakal itu lagi.

“HYUNG!!! BOCAH PENDEK ITU ADA DISINI!” teriaknya, mwo? dia bilang bocah pendek? Minhyun mengepalkan tangan ingin rasanya ia memutilasi bocah tengik itu.

Tiba tiba dua orang yang wajahnya tak asing bagi Minhyun muncul.

“kau kenapa bisa ada disini?” cerca jinki

“nan?” Minhyun menunjuk dirinya lalu menggeleng “Park ahjussi bilang kamarku di lantai lima”

Jonghun mengusap dagu “berarti dia bukanlah orang yang sembarangan” pikirnya

“kita harus berunding, kemana yang lain?”

“entahlah, mungkin masih ada tugas di sekolah”

“baiklah antar dia ke kamarmu, Taemin” perintah Onew

“ANDWAE!!! Maksudmu dia akan jadi teman sekamarku huh? Andwae!” seru Taemin, air mukanya berubah masam

“disini hanya ada 3 kamar dan masing masing 2 penghuni, hanya kau yang sendirian Maknae cerewet!” tukas Onew

“aku tidak mau Onew hyung!”

“ya sudah, berarti murid baru ini tidur di kolong meja!”

“ANDWAE!!!” kali ini giliran Minhyun yang berseru. Apa apaan ini? Memangnya ia kucing?!

“ayolah Taeminnie, nanti akan ku ajari kau merayu yeoja” goda Jonghyun sambil mengedipkan sebelah mata.

“jinja? Baiklah kalau begitu” ujar Taemin sumringah

“Aissshhh dasar maknae miring dan bling bling sinting!” umpat Onew, ia lalu melempar keduanya dengan bantal sofa. Yang dilempar hanya melayangkan cengiran.

“kajja, ikuti aku” ajak Taemin cuek, membuat Minhyun memanyunkan bibirnya. Sial sekali dirinya sekamar dengan namja menyebalkan ini, bisa bisa kamarnya nanti berubah jadi arena pertandingan sumo dadakan.

Taemin berjalan ke memasuki lorong pendek di depan ruang tamu tadi, di sana ada dua pintu berhadapan di sisi kanan dan kiri. Di ujung lorong pendek itu terdapat pintu kaca transparan yang mengarah pada sebuah balkon –lagi.

Taemin membuka pintu yang berada di sisi kiri “C’mon, this is my room… or our room, yeah!” ucapnya acuh tak acuh

Minhyun berdiri di ambang pintu sambil mengamati seisi kamar. Sudah ia duga, jika kamar di lantai sebelumnya terlihat biasa dengan ranjang tingkat, maka ini seperti kamar VIP.

Kamar ini bertingkat dua, mempunyai loteng terbuka. tingkat atasnya yang terbuka hanya dibatasi pagar setinggi pinggang, membuat tingkat itu bisa terlihat bebas dari bawah.

“kau di atas dan aku dibawah!” titah Taemin, tingkat bawah memang sudah di penuhi dengan barang barangnya.

“toilet ada di sana” taemin menunjuk sebuah pintu di bawah tangga loteng “berhati hatilah! Hyung gila itu suka jahil, ia sering membuka pintu kamar mandi tiba tiba lalu menyolong sabun, shampoo bahkan air segayung. Mereka memang nggak modal!” gerutunya lalu menjatuhkan diri ke tempat tidur.

Minhyun menengeret koper kopernya menaiki tangga.

“ah satu hal lagi, di dorm kami toilet tidak mempunyai kunci. Tapi kau tenang saja aku tidak bernafsu dengan badan rata sepertimu”

~DOEENGGG~

Gubrakkk… seketika koper yang di geret Minhyun langsung menggelinding ke bawah, menimbulkan suara nyaring berisik. Seingatnya ia tak memasukkan kuali ataupun panci kedalamnya, tapi kok seperti kaleng rombeng…. Aishh sudahlah

Oke ada dua hal yang bermasalah di sini. Pertama, dia menyebut Minhyun berbadan rata. HEY! Dasar bocah biadab! Siapa yang rata huh? Ini sungguh pelecehan bagi kaum hawa! Kedua, bagaimana nasibnya saat mandi? Yang benar saja masa ia harus mandi di toilet umum atau bahkan tak mandi hingga berbulan bulan. Hiii… jijay. Minhyun membayangkan sembari bergidik.

“ya! Kenapa kau malah benggong! Dasar ceroboh”

Sadar, fokus minhyun beralih ke koper kopernya yang rernyata sudah terbuka dan berserakan.  Astaga! Koper merah! Otthokhe? Koper itu berisi benda benda keramat. Bisa gawat kalau Taemin menemukan kacamata kain berenda renda aneh yang biasa disebut BRA! ANDWAE!

“JANGAN SENTUH!” kegiatan taemin terhenti ketika ia ‘hampir’ menyentuh koper merah yang sedikit terbuka. Untung Minhyun belum terlambat.

“wae?!”

“karena….i… itu bisa meledak!” mata Taemin membulat ‘aishh Minhyun pabbo’ rutuknya

“maksudmu kau bawa BOM ke dorm?” panic, Taemin langsung berhambur keluar kamar “HYUNG!!! MINHYUN ADALAH TERORIST” serunya, gubrakkk… dasar namja butek!

“aniiii… itu hanya balon air!!!” seru Minhyun tak kalah keras.

~*~*~*~

Butuh waktu 3 jam bagi minhyun untuk membereskan barang barangnya yang lumayan banyak itu. merasa cukup letih, minhyun pun menghempaskan tubuhnya di atas spring bed. Membiarkan tubuh kecilnya melakukan relaksasi sederhana.

Minhyun memejamkan matanya, mencoba menikmati setiap ketengan yang tercipta, merasakan kenyamanan bad yang dibaringinya dan mengisi paru parunya dengan udara beraroma carnation dari pengharum ruangan yang ia gunakan.

Tapi, kenapa aromanya sedikit berbau busuk. Yang ia gunakan pengharum ruangan, bukan axe yang wanginya berubah ubah.

Minhyun menghirup aroma itu dan mempercepat kegiatanya. Aishh.. ternyata sumber bau itu ada pada dirinya. Aktivitasnya tadi membuat ia berkeringat dan berbau busuk, ia pun menimpuk author karna telah membuatnya bau dan….. ah ngawur!

Ia menyambar handuk di towel rack lalu mengalungkan ke lehernya. Sambil berlari kecil ia menuruni anak tangga lalu memasuki kamar mandi. Minhyun terdiam sesaat ketika pintu kamar mandi sudah tertutup. Ternyata benar, pintu kamar mandi hanya di tutup begitu saja tanpa adanya kunci.

“Hyung gila itu suka jahil, ia sering membuka pintu kamar mandi tiba tiba” potongan kalimat taemin menyusup dalam benaknya

DAMN! Kenapa dormitory ini parah sekali? Sebegitu mahalnya kah harga kunci?

Minhyun melepas pakaianya dengan ragu, lalu menggantungkanya di belakang pintu. Keadaan hening, Taemin sedang berada di luar dan itu artinya dia Aman. Perlahan ia menyalakan shower dan membiarkan jutaan tetes air membasahi tubuhnya.

“Taemin! Di mana ipod yang ku pinjamkan padamu?!” seruan seorang namja.

Degh….

Seruan itu membuat Minhyun panic, bagaimana kalau namja itu masuk? Ia tak mau penyamaranya berakhir memalukan dan secepat ini. Otthokhae?. Dengan tangan yang bergemetar karena panik, Minhyun mematikan shower lalu meraih pakaianya dan memakai dengan tergesa gesa.

“Taemin kau di kamar mandi?” seru namja itu lagi, membuat Minhyun semakin berperang melawan gugup. Ia buru buru mengenakan korset rata untuk menutupi dadanya lalu memakai baju.

“Taemin…”

brakkk…

Pintu terbuka. saat namja itu masuk, tanpa ia sadari sepatu yang digunakanya beralas rata dan menjadi licin terkena air sabun. Saat ia melangkah dirinya langsung kehilangan keseimbangan.

Namja itu menarik sesuatu bermaksud untuk mempertahankan keseimbangan, namun sial yang di tariknya adalah tangan Minhyun yang kala itu tak  berpegang apa apa

Mereka berdua terjatuh, tubuh namja itu terbentur lantai sedangkan Minhyun berada di atasnya. Di sela pejaman mata minhyun, ia merasakan sesuatu yang basah namun hangat menyentuh bibirnya.

Entah kenapa jantungnya bedegub kencang dari kepanikan sebelumnya. Minhyun membuka matanya, tubuhnya terasa kelu ketika mendapati bibirnya sudah menempel di bibir namja yang berada di bawahnya.

Mata mereka sama sama terbuka, namun tubuh mereka terdiam. Seperti teraliri listrik beribu mega watt ketika sinar mata mereka menembus manik mata di hadapanya.

Atmosfir kaku menyelubungi, tubuh yang terdiam seakan melawan perintah dari otak masing masing. Hening, dapat terdengar tetesan air yang meluncur nakal dari shower.

Tiba tiba derap langkah kaki terdengar semakin lama semakin jelas dan kemudian menghilang, bisa dibayngkan apa yang terjadi pada si empunya langkah.

Hana… dul… set….

“AAAA!!!! HYUNG! MINHYUN SEDANG BERCIUMAN!”

Ya, suara siapa lagi kalau bukan si bawel Taemin!

__To Be Continued___

Ahahah akhirnya selesai juga ff gaje aku. Karakter cast disini kebanyakan aku karang sendiri, mangkanya genrenya AU. Next chap bakal memperjelas part ini. Bayangin kamarnya Minhyun kayak kamar di ikemen paradise Japan*author sangkin pengenya punya kamar dorm kyk gitu* wihihihihi ._.

Maaf ya kalo terganggu dengan diksi aneh nggak nyambung yang aku buat, ya itulah gaya penulisanku. Seberusaha apapun untuk memperbaiki, diksi diksi aneh khas aku tetep aja lahir (?) maaf juga kalo ngebosenin dan bertele tele

Makasih banyak buat yang udah RCL 😀 Oh ya, main ke blogaku ya J)

Please jangan jadi silent reader, aku hanya minta karyaku dihargai berbentuk like and comment bukan dalam nominal uang. Kalau kalian penulis, kalian pasti tau kecewanya sama SILENT READERS!!!

Yang masih kurang jelas sama deskripsi rumah, asrama, sekolah dll, tanya aja. Kalo banyak yg bingung aku bakal bikin page khusus. hehehe

cheers,

LucifeRain / AYA

Advertisements

170 responses to “Seasons of The Lucifer [CHAPTER 1]

  1. Baru nemu ff ini, ternyata udah lama ya? Tapi ini keren banget unn! Nyesel baru nemuu TT. Bytheway boleh minta password chapter 2 nggak? Boleh yaa? #aegyo kirim ke email aja ya unn, yookjaeyoung@gmail.com . Gamsahamnidaa!#deepbow

  2. Bener banget kata temenku, kalo gk baca ff ini tuh dijamin nyesel .
    ternyata ceritanya seru, lucu lagi .

  3. haaii thor~ gue udah dari tahun 2013 baca ff ini (SOL tuh salah satu ff yang gue baca pas baru terjun di dunia ff), dan sampe sekarang masih inget detail ceritanya saking sukanya haha tapi dulu gue skip baca chap 2 gara” dipass (ketawan deh sider nya XD) boleh minta pass chap 2 gak thor? maapkan sider satu ini yang kelewatan X’D tapi dari dulu selalu mau baca ulang ff ini cuma kurang chap 2 doang hehehe ><v

    kalo author nya berkenan boleh dikirim ke email aja genta_swarap@yahoo.com

    terima kasih banyak thorr~~

  4. lucu nih ff, tetem juga dikit dikit triak tuh anak.
    betewe minhyun ciuman karna jatuh kan.. apa itu ngga sakit gigi depannya o_O

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s