Mask

Author: Kidneypea

Rating: PG

Lenght: Oneshot

Genre: Thriller? maybe, Romance

Main Cast:

– Park Hyemi

– Ok Taecyeon

– Im Yoona

Cameo:

– Park Jiyeon

– Lee Donghae

NOTE: Inspirasi dari lagu T-ARA – Cry Cry dan sebuah komik jepang, FF ini dipersembahkan untuk seseorang yang tengah berulangtahun hari ini, 29 november 2011. siapakah itu?

let’s check it out 🙂

***

Thursday, 14 July

“Kudengar kelas sebelah kedatangan murid pindahan?” tanya Taecyeon kepada Hyemi—wanita berambut panjang dengan poni kuda yang notabene adalah sahabatnya dari kecil.

“Yup, kenapa? Kau mau aku kenalkan?” goda Hyemi, lalu tak lama kemudian Hyemi melihat sosok yang dari tadi mereka berdua bicarakan.

“Ya, Taecyeon-ah! kau mau tahu seperti apa wujud murid pindahan itu, huh?” bisik Hyemi, Taecyeon-pun memberikan anggukannya, “Itu, kau lihat perempuan dengan rambut panjang dan lurus, sekarang dia duduk di ujung sana, lihat?”

“Sendirian?” Taecyeon ingin kepastian. Hyemi-pun mengangguk semangat.

“Ayo!” Hyemi menarik tangan Taecyeon penuh semangat, namun jantungnya sibuk berdebar-debar dengan kelakuannya sendiri.

“Yaa! Apa-apaan kau?!” Taecyeon menekan suaranya, Hyemi hanya terkikik. Hyemi dan Taecyeon beranjak dari meja makannya menuju meja makan Yoona.

“Annyeong Yoona-ah!” sapa Hyemi, yang langsung duduk tanpa dipersilahkan terlebih dahulu, ia juga menarik lengan Taecyeon agar duduk di sebelahnya. Yoona hanya tersenyum menatap mereka berdua.

“Yoona ini Taecyeon, Taecyeon ini Yoona..” tutur Hyemi bersemangat. Taecyeon hanya tersenyum kepada Yoona.

“Ya, kalian.. aku ingin pergi membeli snack, kalian baik-baiklah disini” ujar Hyemi yang memang sengaja meninggalkan mereka berdua, karena ingin mendekatkan Taecyeon dan Yoona. Hyemi pergi melesat dengan segera, meninggalkan Taecyeon dan Yoona berdua.

Hening, tidak ada pembicaraan diantara Yoona dan Taecyeon, sampai saat sendok yang Yoona gunakan terjatuh. Taecyeon berniat membantu mengambilkan namun malah tangan mereka saling bersentuhan.

“Ah, maaf…” kata Taecyeon sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Tidak apa-apa,” balas Yoona sambil tersenyum simpul, “Kau pacarnya Hyemi?” tanya Yoona spontan.

“Bukan!” sergah Taecyeon dengan segera. “Kami hanya teman kecil saja” Yoona mengangguk mengerti.

“Kalau boleh tahu, kau sebelumnya sekolah dimana?” Taecyeon membuka pembicaraan.

“Seoul Girls High School”

“Bagaimana rasanya disana?”

“Membosankan” sahut Yoona singkat. “Kau mau?” tawarnya sambil menyodorkan sepotong kue tiramisu. Taecyeon meraih sendok dan menyuap satu sendok untuknya.

“Hihihi” Yoona terkikik melihat cara makan Taecyeon yang berantakan.

“Kenapa?” tanya Taecyeon sambil celingak=celinguk mencari jawaban. Yoona menunjuk mulutnya yang penuh dengan cream. Taecyeon mencoba membersihkan namun gagal mencari letak cream itu berada. Yoona mengambil selembar tisu dan mendekatkan dirinya ke Taecyeon untuk membersihkan mulutnya.

Tanpa sepengetahuan mereka seseorang mengintip mereka dari balik bilik nun jauh di seberang sana—menahan perih hatinya.

***

2 weeks later, Thursday 28 July

Sejak 2 minggu yang lalu, Taecyeon dan Yoona semakin dekat, tentu dengan bantuan Hyemi. Namun, karena efek popularitas Taecyeon yang memang sangat digandrungi oleh seluruh gadis di sekolahnya, banyak desas desus mengenai kedekatan Taecyeon dan Yoona—si anak baru yang terkenal dingin selama 2 minggu ini.

“… aku sudah 9 tahun bersamanya, aku tak pernah dekat dengannya.. dia itu sangat dingin dan pendiam. Para murid pria di SMP-ku waktu itu bahkan tidak ada satupun yang berani mendekati dia! Aku tidak yakin Taecyeon ingin serius dekat dengan wanita menyeramkan itu!”

“Aku juga segan mendekati dia.. auranya menyeramkan!”

“Aku tidak khawatir akan Taecyeon dan Hyemi, tapi kalau Taecyeon dan anak baru itu.. err.. wanita mana yang akan rela?”

“Aku heran mengapa Hyemi bisa menjadi temannya..”

Itulah yang selama ini sering Hyemi dengar pembicaraan anak-anak di kantin, koridor, maupun kelas.. ia tidak setega itu untuk memberitahu Yoona maupun Taecyeon soal hal ini. Kini, Taecyeon dan Yoona sepertinya sedang ada masalah, Hyemi juga tak tahu mengenai hal ini. Tapi ia yakin pastilah karena pembicaraan anak-anak ini sudah menjadi pembicaraan publik.

<KRIINGG… KRIINGG…>

Handphone Hyemi berdering, menandakan ada panggilan dari seseorang, ia melihat layar handphone-nya. Disitu tertulis ‘Babo Taec’, ternyata Taecyeon peneleponnya.

“Ada apa?” tanya Hyemi tanpa basa basi.

“Kau dimana?”

“Aku sedang perjalanan pulang”

“Aiish, bantu aku!” suara Taecyeon di seberang sana terdengar panik.

          “Kenapa memangnya?”

“Aku ingin menyatakannya hari ini” DEG!

“B.. Ben… Benar.. kah?” suara Hyemi tercekat, ia shock mendengar hal ini secara langsung.

“Ne, tapi bagaimana!? Dia seakan menghindariku..” suara Taecyeon lirih.

“Kau harus mengatakan yang sebenarnya, kalau tidak.. aku tidak akan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi” ujar Hyemi pura-pura tegar, sedari tadi tubuhnya sudah bergetar.

“Kau benar Hyemi-ah! Terimakasih!!!” tiba-tiba Taecyeon telah menutup teleponnya.

“Taecyeon!? YAA….” teriak Hyemi masih dengan handphonenya ditelinga.

<TUT…TUUUTT…TUUUUUT>

Suara yang menandakan sambunga telepon telah diputus membahana di telinga Hyemi, ia tahu dirinya telah patah hati.

At the same time, School

“Kau harus mengatakan yang sebenarnya, kalau tidak.. aku tidak akan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi”

“Kau benar Hyemi-ah! Terimakasih!!!” Taecyeon segera menutup teleponnya dan berlari mencari Yoona, ia hapal benar tempat kesukaan Yoona, kalau bukan perpustakaan yaitu atap sekolah.

Ia berlari menuju perpustakaan, tetapi nihil.. perpustakaan telah tutup. Atap sekolah! Ia yakin Yoona belum pulang pada jam segini. Ia menaiki tangga dengan penuh tenaga, ia ingin menyatakan perasaan yang sudah timbul sejak 2 minggu yang lalu.

<CKLEK…>

Taecyeon membuka perlahan pintu atap sekolah, dengan cepat ia melihat sosok yang sedari tadi ia ingin temui. Ia sedang duduk membelakangi Taecyeon. Taecyeon mendekat, ia berjalan lurus sampai ia membelakangi Yoona.

“Kenapa kau kesini?” tanya Yoona dingin.

“Aku hanya ingin bertanya, mengapa akhir-akhir ini kau menghindar dariku?”

“Apa harus kujawab?”

“Ne!” jawab Taecyeon dengan penuh keyakinan.

“Kau pasti sudah dengar pembicaraan anak-anak tentangku..” tutur Yoona pelan

“Dengar,” Taecyeon mendekati Yoona dan bersimpuh dihadapan Yoona, “Aku menyukaimu, dan aku tidak peduli tentang apapun yang orang katakan tentang dirimu, aku tulus menyayangimu Im Yoona”

“Apa kau yakin? Bahkan kita baru kenal 2 minggu yang lalu” suara Yoona terdengar lirih—ekpresinya datar.

“Cinta datang kapan saja, dan kadang kepada orang yang sama sekali tak kita duga” Taecyeon menggengam tangan Yoona yang dingin, “Maukah kau menjadi pacarku?”

***

Wednesday, 3 August

Ini hari ke 6 mereka—Taecyeon dan Yoona jadian, mereka selalu berdua saat jam istirahat maupun pulang. Waktu Taecyeon bersama Hyemi mulai berkurang, 6 hari ini Hyemi lalui dengan sesak. Benar, Hyemi menyukai Taecyeon.. itu semua berawal dari 3 tahun yang lalu—perasaan itu timbul. Ia senang mengetahui Taecyeon selalu memperhatikan dia, menjaganya, menganggap Hyemi adalah salah satu orang yang selalu Taecyeon pikirkan, ia menganggap Taecyeon hanya melihat dirinya sebagai sahabat kecil—tidak lebih, ia ingin lebih.. ia ingin menjalin hubungan lebih dengan Taecyeon.

Melihat Taecyeon dan Yoona bergandengan tangan itu mungkin sudah biasa, tapi melihat mereka berciuman di atap sekolah?

Hati Hyemi seperti teriris, ia tak sanggup merelakan Taecyeon begitu saja. Hasrat ingin merusak hubungan orang? Ada. Tapi ia tidak setega itu menghancurkan kebahagiaan orang yang dikasihinya.

***

Park Jiyeon, ia adalah sepupu Hyemi. Dia adalah orang terdekat dengan Hyemi selain Taecyeon. Sayangnya, Jiyeon terlalu sibuk mengurusi urusan pekerjaan sambilannya sehingga tidak ada waktu berbincang-bincang dengan Hyemi.

Dia datang sekarang, dia sedang di kamar bersama Hyemi. Jiyeon sangat benci ketika Hyemi menangis, Jiyeon tidak terlalu mengerti dengan masalah yang dialami Hyemi sekarang, ia memang hanya 3 tahun lebih muda dari Hyemi, tapi ia sama sekali belum pernah merasakan yang namanya cinta dan kasih sayang, jika bukan Hyemi yang mengajarinya.

“Aku tidak sengaja melewati suatu komplek perumahan waktu itu, tapi.. kulihat disana ada Taecyeon bersama salah satu perempuan menuju suatu rumah” tutur perempuan berambut pendek seperti lelaki sambil mengunyah permen karet kesukaannya.

“Jiyeonnie, perempuan yang bersama Taecyeon itu pacar barunya sekarang”

“Bagaimana kalau kau diam-diam mencuri Taecyeonmu kembali?” saran Jiyeon. Hyemi merenungkan nasihat Jiyeon barusan, ia memang menginginkan Taecyeonnya, tanpa terkesan menghancurkan hubungan orang lain, toh.. semua orang juga tahu kalau Hyemi adalah sahabat dekat seorang Ok Taecyeon. Tersungging seringaian di bibir merah Hyemi.

***

Friday, 12 August

“Bagaimana? Jadi tidak makan siang di atap sekolah?” tanya Yoona memastikan.

“Ne, kau duluan saja, aku ingin membeli sesuatu” sahut Taecyeon. Yoona memberikan anggukannya, ia langsung beranjak pergi keatap sekolah.

Taecyeon berjalan menuju antrian kafeteria di sekolahnya, samar-samar ia mendengar pembicaraan 2 anak perempuan didepannya.

“Kudengar Hyemi sakit..” sahut perempuan berambut pirang curly.

“Ne, demam sepertinya, tadi ia sudah dibawa ke UKS, kenapa ya dia, tumben sekali seperti itu, biasanya dia yang paling enerjik” balas lawan bicaranya tanpa menyadari ada Taecyeon di belakang mereka. Taecyeon terpaku, sahabat macam apa dia tidak tahu kabar tentang sahabatnya sendiri, ia merasa gagal menjadi sahabat Hyemi.

Ia langsung melesat lari menuju UKS, tanpa mengingat janjinya dengan Yoona—makan siang di atap sekolah.

<CKLEK…>

“Taecyeon?” sahut Hyemi lemah. Taecyeon duduk di kursi dekat tempat Hyemi membaringkan badan.

“Mian..”

“Untuk apa?”

“Aku bukanlah sahabat yang baik.. aku bahkan tidak tahu keadaanmu” Taecyeon memandang Hyemi sedih, tapi Hyemi hanya memandang Taecyeon dengan ekpresi datar, tapi tak lama, ia tersenyum.

“Tidak apa”

Kemudian hening, tak ada pembicaraan satu sama lain.. mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.

“Kalau begitu, aku duluan..” ujar Taecyeon yang sudah bersiap untuk pergi meninggalkan tempat duduknya. Tapi, tangan Hyemi yang cekatan kini sudah berada di lengan Taecyeon, menahannya agar tidak pergi.

“Temani aku disini..” pinta Hyemi, mau tidak mau Taecyeon menurutinya, sekaligus membayar kesalahannya kepada Hyemi selama 6 hari ini telah mengabaikannya.

“Apakah badanmu masih panas?” tanya Taecyeon, seraya menyentuh kening Hyemi dengan lembut. Tapi tak disangka, tangan Hyemi malah menyentuh tangan Taecyeon yang kini berada di keningnya. Taecyeon tak bergeming.

At the same time, Yoona.

Yoona sudah menunggu selama hampir satu jam di atap gedung menunggu Taecyeon membeli sesuatu, ia juga tak kunjung menyantap makan siangnya yang sudah mulai dingin. Akhirnya, Yoona memutuskan untuk turun ke bawah dan kembali ke kelas karena bel masuk pelajaran sudah berdering.

“Aku tidak melihat Hyemi dan Taecyeon.. kemana mereka?”

“Aku lihat mereka berada di UKS, Hyemi demam!”

Mendengar itu Yoona sepertinya maklum, Taecyeon dan Yoona adalah sahabat kecil.. wajar kalau mereka mengkhawatirkan satu sama lain. Ia merasa dirinya membuat Taecyeon dan Hyemi menjauh, ia jadi merasa sangat bersalah.

***

Sunday, 14 August

Hari ini adalah kencan pertama Taecyeon dan Yoona—sekaligus mengingat 1 bulan sejak mereka bertemu, wajar kalau masih sedikit canggung. Mereka pergi ke Myeongdong berdua. Yoona tertarik melihat-lihat toko perhiasan yang baru saja ia lewati, ia tertarik melihat sebuah kalung dari kerang yang dipajang di etalase toko.

“Bibi, yang ini harganya berapa?” tanya Yoona pada sang penjual toko.

“itu 14.000 won, nona” Yoona langsung memajukan bibirnya, ia menatap nanar kearah kalung indah keinginannya itu.

“Mahal sekali..” suara Yoona terdengar berat.

“Tolong bungkuskan padaku yang ini” sahut Taecyeon tiba-tiba, ia langsung menyerahkan uang 14,000 won dari dompetnya. Setelah dibungkus dan diberikan kepada Taecyeon, Taecyeon langsung memberikannya kepada Yoona.

“Eh?”

“Kenapa? Kau tidak suka?”

“Ehm, Bukan.. aku suka. Tapi kau tidak perlu seperti itu.. terima kasih” ucap Yoona sambil tersenyum riang. Taecyeon mengambil kalung itu dari bungkusnya dan memakaikannya kepada Yoona.

“Yeppeo..” tutur Taecyeon ketika melihat Yoona memakai kalung itu. Yoona tersipu mendengar ucapan Taecyeon, pipinya memerah.

Dari seberang sana, di sebuah kafe. Terlihat seseorang sedang mengunyah permen karet, kadang meniupnya hingga menjadi sebuah balon, ia sedang memperhatikan gerak-gerik Taecyeon dan Yoona dari jauh. Tangannya dengan cepat mengetik sebuah nomor yang sangat ia hapal.

“Tempat biasa..” kata seseorang itu singkat, lalu menutup sambungan teleponnya. Sekitar 5 menitan ia menunggu. Ia pun mengambil tasnya lalu pergi dari kafe tersebut.

“Aish, dimana Jiyeonnie? Tadi ia menelponku untuk bertemu di tempat biasa” gerutu Hyemi di depan kafe tersebut. Ia mengitarkan pandangannya kesemua sudut, namun.. DEG! Ia melihat 2 orang yang familiar sedang asyik dengan obrolannya.

Hyemi baru saja ingin beranjak pergi dari situ. Kalau bukan karena sebuah suara yang tengah memanggil namanya, “Hyemi-ah!” Hyemi memutar balik tubuhnya dan mendapatkan seorang wanita dan pria berdampingan, yang perempuan melambaikan tangannya—memberi instruksi kepada Hyemi untuk segera menghampiri mereka. Hyemi-pun berjalan sedikit lunglai.

“Annyeong!” sapa Hyemi kepada Taecyeon dan Yoona, “YA! Kalian sedang berkencan yaa? Ayo mengaku sajaa~”

Taecyeon dan Yoona hanya berpandangan, tidak menjawab sepatah katapun.

“Kau sedang apa disini, Hyemi-ah?”

“Aah.. aku, mencari sepupuku.. ia mengajakku bertemu di kafe” jawab Hyemi sedikit gugup. Ia memandang kearah Taecyeon dengan ekspresi datar.

Taecyeon ingin melupakan kejadian kemarin dengan kencannya dengan Yoona hari ini, tapi melihat Hyemi.. ia kembali mengingat kejadian itu. Ia tak ingin keberadaan Hyemi diantara mereka menjadi canggung. Tapi..

“Bagaimana kalau kau ikut kami saja??” tawar Yoona.

“Eh? Apa tidak apa-apa? Aku takut menganggu acara kencan kalian” jawab Hyemi takut. Yoona tersenyum, “Sudahlah, Ayo!”

“Tidak apa-apa kan Oppa? Lagipula kau sepertinya akan lebih nyaman jika ada Hyemi” ucap Yoona polos. Ia tidak mengetahui perasaannya yang amburadul melihat Hyemi berada disini.

Mereka berjalan-jalan keliling, dan tertarik untuk memasuki sebuah toko baju. Hyemi memilihkan sebuah dress untuk Yoona yang dirasa cocok kalau Yoona pakai. Sedangkan Taecyeon? Ia hanya mengikuti kedua gadis itu. Yoona masuk ke tempat fitting room, fitting room di toko itu hanya ditutupi oleh sebuah tirai yang panjang. Hyemi juga ikut masuk kedalamnya, ia menutup badannya dengan tirai, sehingga hanya tersisa kepalanya yang sedikit menongol keluar.

“Hey Taecyeon! Kau jangan coba-coba mengintip Yoona ya!” sahut Hyemi kemudian disusul dengan kekehan.

“Ya! Itu tidak mungkin, bodoh!”

“Taecyeon! Kemarilah, ada yang ingin aku bisikkan!” kata Hyemi dengan suara kecil, namun terdengar oleh Taecyeon. Taecyeon menghampiri Hyemi, Hyemi mendekatkan diri ke wajah Taecyeon dan..

CUP!

Hyemi mencium pipi Taecyeon dengan lembut, Taecyeon sontak kaget dengan apa yang dilakukan oleh Hyemi barusan. Hyemi langsung menutup wajahnya dengan tirai dan membawa keluar Yoona yang sudah berganti baju.

“Yeppeuda..” sahut Taecyeon tidak sadar, ia benar-benar terpukau melihat Yoona dengan dress merah itu. Semburat merah di pipi Yoona mulai terlihat. Yoona akhirnya memutuskan untuk membeli dress yang dipilihkan Hyemi untuknya.

***

          “AAH! Taecyeon-ah! Bantu aku mengerjakan tugas kelompok!” seru Hyemi.

“Ah, kalau begitu aku pulang dulu.. kalian mengerjakan tugas saja” Yoona melambaikan tangan kepada Taecyeon dan Hyemi, lalu pergi meninggalkan mereka berdua.

Hyemi menggaet tangan Taecyeon tiba-tiba. Terlintas di otak Taecyeon kejadian di UKS kemarin. Taecyeon berusaha melepaskan tangannya dari Hyemi.

“Kenapa?”

“Harusnya aku yang bertanya kenapa?!”

“… kau ingin tahu kenapa?” suara Hyemi berbisik.

“Ne!” ucap Taecyeon dengan lantang.

“Aku mencintaimu Ok Taecyeon!” tutur Hyemi tidak kalah lantang.

“A…Apa?” Hyemi menyentuh kedua pipi Taecyeon, tak lama kemudian bibirnya sudah menempel di bibir Taecyeon. Taecyeon tidak melakukan apa-apa kecuali diam.

Seseorang yang baru saja pergi tadi ternyata mengintai di belakang, mengumpat kesal dengan apa yang ia liat sekarang—ia terbakar cemburu. Ia tak menyangka ternyata temannya sendiri menusuknya dari belakang.

***

Monday, 15 August

Sesuai keinginan Yoona, Hyemi datang sendiri ke atap sekolah.. pertemuan ini hanya khusu mereka berdua, tidak melibatkan Taecyeon. Ini urusan pribadi mereka berdua, mereka rasa mereka harus mengakhirinya sekarang.

“Aku tak menyangka kau adalah musuh didalam selimut, Hyemi-ah!” ujar Yoona langsung tanpa basa-basi.

“Cih, apa yang bisa kau lakukan jika Taecyeon lebih memilihku?”

“Akan kupastikan tidak akan mungkin”

“Kau yakin sekali nona..”

“Hanya dia yang sanggup membuatku seperti ini, dan aku akan mempertahankannya.. aku tak akan membiarkan siapapun merebutnya dariku” dengan cepat Yoona mengambil suatu benda yang cukup berbahaya, dan berlari kearah Hyemi dengan cepat. Hyemi terpaku ditempat, ia tak dapat menggerakkan tubuhnya.

“YOONA-AH!!!”

<SREETT…>

Darah bercipratan dimana-mana, termasuk wajah Hyemi. Seseorang telah menggagalkan rencana Yoona kali ini, tak lain dan tak bukan adalah kekasihnya sendiri—Taecyeon. Ia melindungi Hyemi dari mautnya. Pinggang Taecyeon sebelah kanan terluka akibat pisau tajam yang Yoona bawa.

“TAECYEON-AH!!” teriak Yoona sekencang mungkin, sakit hatinya melihat kekasihnya sendiri terluka—apalagi karena ulahnya, juga karena sudah melindungi targetnya.

“Taecyeon-ah…..!!!”

Sementara Hyemi sibuk dengan Taecyeon. Wajah Hyemi kini memucat, ia nyaris saja meninggalkan dunia ini kalau tidak ada Taecyeon. Ia tak menyangka seorang Im Yoona melakukan hal seperti itu pada dirinya. Tapi terbesit dalam pikiran Hyemi, kalau ia tak ingin terbunuh ditangan Yoona, kalau bisa ia harus memusnahkan Yoona ditangannya.

***

          “Jiyeonnie, aku membutuhkan bantuanmu..”

“Apa yang bisa kubantu?”

“Aku ingin kau……”

***

<BRAAKKKK!!!!>

Seseorang didorong sampai jatuh diruangan berdebu dengan pencahayaan yang buruk. Salah seorang pria dengan tubuh kekar menghampiri perempuan yang tadi didorong, ia meronta-ronta—ingin melepaskan dirinya dari tali sabut yang dengan kencang melilit di tubuhnya. Pria berbadan kekar itu melepas paksa lakban yang digunakan untuk menutup mulut si perempuan. Sementara pria yang satu lagi pergi memanggil seseorang.

“YAAA!!! SIAPA KALIAAN?!?!?” teriak perempuan itu histeris.

“TAECYEON-AH!! tolong… aku” sahut perempuan itu lirih

“Tidak perlu berteriak seperti itu nona, aku masih bisa mendengarnya..” sahut seorang wanita yang sebaya dengan di tahanan.

“H… Hye.. Mi?” suara tahanan itu tercekat.

“Kenapa? Kau mau teriak sekencangnya? Silahkan, jangan harap Taecyeon akan datang, dan lagi-lagi itu semua karenamu!”

“Kalau bukan kau yang memulai, hal itu tidak akan terjadi” balas perempuan itu.

“Oh ya? Kalau Taecyeon memang benar menyukaimu, dia seharusnya tidak terpengaruh oleh rayuanku nona manis..”

“Seberapapun kau membela diri, Taecyeon jelas akan memilih aku yang sudah mengandung anak darinya..”

“M..Mwo..???” Hyemi panik, ia tidak menyangka Taecyeon sudah melakukan ‘itu’ dengan Yoona. Hyemi menatap Jiyeon yang sedari tadi hanya bersender menonton ‘pertunjukan’ seru baginya. Melihat Hyemi panik, Yoona tersenyum. Hyemi berusaha menenangkan pikirannya, ia malah berkata..

“Baguslah.. kau memiliki teman ke neraka!”

DEG! Apakah ini akhir dari hidup Yoona?

Jiyeon berjalan mendekati Hyemi, ia gemas dari tadi pertunjukan tak kunjung sampai klimaks.

“Ingatlah Hyemi-ah! dia sudah melukai Taecyeon!” bisik Jiyeon—berusaha memanas-manasi Hyemi agar cepat membuat arwah Yoona terbang menuju neraka. Hyemi mulai geram, benar yang dikatakan Jiyeon.. Yoona telah membuat Taecyeon terluka parah. Ia tak ingin lama lagi melihat Yoona didunia ini, cukup! Taecyeon harus melihat dirinya saja, perhatian hanya untuk dirinya, Taecyeon-nya bukan untuk yang lain.

<JLEB…>

Sebilah pisau menancap dengan indah di perut Yoona yang kini terduduk kaku dengan mata terbuka—tatapannya kosong menatap Hyemi. Hyemi memandang perut gadis didepannya itu dan menusuk-nusukkan pisau itu berulang kali sampai akhirnya ia memutuskan untuk ‘mengutak-atik’ isi perut Yoona.

“Sayang, kau ke neraka sendirian.. Im Yoona”

***

Tuesday, 16 August

Taecyeon sudah siuman, ia melihat seorang wanita berambut panjang, kali ini memiliki poni yang berbeda, tak lain adalah Park Hyemi—sahabat kecilnya. Ia bersyukur tidak terjadi apa-apa waktu itu. Ia memandangi Hyemi dari atas sampai bawah, pandangannya terhenti kepada sebuah kalung kerang yang berada di lehernya saat ini.

“Kau sudah sadar?” tanya Hyemi ramah—sambil tersenyum.

“Ne..”

<KRIIIINGG.. KRIING>

Baru ingin menanyakan perihal kalung itu, suara Handphone Taecyeon berbunyi, ‘Donghae’ begitulah tulisan yang terpampang di layar handphonenya. Donghae adalah teman sekelasnya, bisa dibilang cukup akrab dengan Taecyeon.

“Ada apa, Donghae-ah?”

“Ya, Taecyeon! Di gudang sekolah, ditemukan mayat Yoona..”

“MWOO?!? Hh.. kau tidak sedang bercanda kan?”

“Untuk apa aku bercanda! Pe..perutnya terkoyak, organ dalamnya tercecer di seluruh ruangan”

Wajah Taecyeon pucat seketika, ia menatap nanar Hyemi yang sedang mengupas buah untuknya.

“Hyemi-ah… Yoona.. ditemukan tewas di.. gudang sekolah..”

“Dengan perutnya yang bolong?” tiba-tiba Hyemi terkekeh, “Yoona lucu sekali”

“Dia berteriak, ‘Taecyeon-ah! tolong aku..!’, kau tidak bisa meminta tolong kepada orang yang sudah kau lukai” ujar Hyemi.

“Hye… Mi…..?” Taecyeon kaget mendengar pernyataan dari Hyemi barusan, ia tidak menyangka…

“Tenang saja Taecyeon-ah, aku akan menjadi satu-satunya wanita yang akan membahagiakanmu..” tutur Hyemi sambil tersenyum manis ke arah Taecyeon.

“Ayo kita mulai dari awal lagi, hanya kita berdua..” lanjut Hyemi seraya berjalan menuju Taecyeon. Air muka Taecyeon terlihat shock, masih belum bisa menerima hal ini bisa terjadi.

          “Aku mencintaimu, Taecyeon” ujar Hyemi lagi, “Kita selamanya… bersama” Hyemi mencium bibir Taecyeon sekilas. Namun Taecyeon tetap tak bergeming.

END

bagaimana? ini ff thriller pertama saya T_T maaf ya kalo ancur banget. maaf buat Riana eonni yang sekarang berulangtahun, maaf ya unn kalo ffnya ancur 😦

Hari ini Riana eonni a.k.a author R13eonni ulang tahuun :3 saengil chukae unn~ xD

buat reader, jangan lupa ucapin selamat juga yaahh ^^

Advertisements

19 responses to “Mask

  1. sereeem.. merinding aku bacanya… ga kebayang kalo yoona meninggal dengan perut bolong.. #hueek.. itu akhirnya gimana thor?? taecyeon nerima hyemi?? masa nerima…?? adakah sequelnya?? pleeaseee…

    nice ff 🙂

  2. jd kerjaan jiyeon itu bunuh org?
    Eh hyemi dsni yg ak bayangin malah suzy..haha
    Hyemi sadis ya, yoona nya jg
    dasar anak muda jaman skrg #eh
    ih ak suka genre begini..haha
    dtnggu ff thriller yg laen 🙂

  3. wew.. mereka saling bunuh gara2 taec…memang susah yah jd taec selalu direbutin ma ce2 tp syg taec nya lebih milih aku *digebukin para okcats* hehehe…
    ceritanya bagus.. napa ga di bikin sequel aja thor…??

  4. setdah hyemi berubah jadi psyco dalam sekejap! O.O
    hanjir niat mau ngebunuh tapi malah balik di bunuh.__. *tebar bunga di depan yoona**di bantai sone*
    keren thor! mantep(?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s