[ ONE SHOOT ] I’ll Show You

Author : Tania

Cast : Taeyang BigBang, Park Hyemi , Han Yoora (OC)

Genre : Romance

Rating : G

“Heh, jelek!” panggil seorang namja kepada seorang yeoja yang sedang sibuk dengan laptopnya.

“Siapa yang kau panggil jelek, babo?” jawab gadis itu tak kalah sengitnya.

“Siapa lagi yeoja yang jelek dan cupu selain kau, Park Hyemi,” kata namja itu.

“Cih, arraseo. Aku tau aku jelek dan pacarmu itu cantik, Taeyang babo,” kata Hyemi sambil terus konsentrasi pada laptopnya.

“Pacar? Kenapa tiba-tiba kau menyinggung soal pacar? Kau cemburu ya?” goda Taeyang sambil tersenyum kecil.

“Aniya. Sudah sana kau pergi, aku harus menyelesaikan proposal ini,” kata Hyemi singkat.

“Proposal apa itu? Prom night? Wow,” kata Taeyang sambil membaca tulisan yang tertera di laptop Hyemi.

“Kapan? Kapan?” tanya Taeyang dengan antusias.

“Tanggal 29 November, wae? Kau semangat sekali,” kata Hyemi dengan datar.

“Tanggalnya pas banget,” gumam Taeyang.

“Mwo?”

“Aniya. Apa panitia sepertimu boleh ikut?” tanya Taeyang.

“Jelas boleh. Tapi aku tidak ikut,” jawab Hyemi dengan datar juga.

“Kenapa?”

“Memangnya ada yang mau berdansa dengan gadis cupu sepertiku?” kata Hyemi sarkastik. Taeyang terdiam sebentar.

“Tumben kau sadar akan hal itu, Park Hyemi, hahahaha,” kata Taeyang dengan nada meremehkan.

“Tutup mulutmu, Taeyang. Pergilah! Kau menggangguku,” bentak Hyemi yang kesabarannya sudah hampir habis.

“Aku tidak mau,” tolak Taeyang.

“Pulanglah! Ini sudah malam,” kata Hyemi seperti seorang ibu yang menyuruh anaknya untuk pulang.

“Bagaimana denganmu? Aku tidak akan membiarkan seorang gadis pulang dengan angkutan umum di jam seperti ini. Cepat selesaikan tugasmu! Aku tidak mau menunggu lama-lama,” kata Taeyang dengan cuek namun dapat membuat Hyemi speechless. Ia terdiam dan melanjutkan pekerjaannya dengan cepat seolah tidak ingin membuat Taeyang menunggu.

“Tumben kau baik,” kata Hyemi pelan sambil menahan senyum di bibir indahnya.

Keesokan harinya. Taeyang sedang bertanya-tanya mengenai tema Prom night pada Hyemi. Ia bertanya sampai hal yang mendetail seolah ia ingin merencanakan sesuatu. Saat Taeyang dan Hyemi sedang asik mengobrol, datanglah pengacau.

“Oppaaaaa, oppaaaaa. Sedang apa dengan gadis cupu ini?” tanya seorang gadis berpenampilan girly dan langsung memeluk lengan Taeyang. Taeyang melepas tangan gadis itu dari lengannya tanda bahwa ia tidak nyaman dengan perlakuan gadis itu.

“Apa yang kau lakukan, Han Yoora. Aku sedang mengobrol dengan Hyemi. Kenapa?” tanya Taeyang dengan datar.

“Untuk apa mengobrol dengannya?” tanya Yoora sambil menatap gadis berkacamata dihadapannya dengan sinis.

“Tanya-tanya tentang prom night,” jawab Taeyang singkat.

“Oh, soal itu. Oppa nanti pasti datangnya sama aku kan?” tanya Yoora dengan suara manja yang membuat Hyemi geli sendiri mendengarnya.

“Aku tidak tau, Yoora. Aku belum tentu datang,” kata Taeyang.

“Yaah, oppa. Oppa harus datang pokoknya sama aku. Kita pasti jadi best couple tahun ini,” kata Yoora dengan percaya dirinya.

“Emm hmm. Sudahlah, kau ke kelas saja,” suruh Taeyang yang sudah mulai badmood.

“Okay, nanti pulang bareng ya, chagi,” kata Yoora lalu berjalan pergi. Sementara Taeyang hanya mengacak rambutnya frustasi.

“Kenapa tidak temani pacarmu?” tanya Hyemi dengan sedikit sinis.

“Pacar? Siapa? Dia bukan pacarku, Hyemi-ah. Kau cemburu ya?” tanya Taeyang sambil mendekatkan wajahnya dengan Hyemi.

“Tch. Untuk apa aku cemburu?” tanya Hyemi sambil memalingkan wajahnya.

“Karena kamu masih suka padaku, ya kan?” kata Taeyang yang langsung mendapat tatapan aneh dari Hyemi.

“Tidak. Dan tidak akan pernah lagi,” kata Hyemi cuek.

“Gotjimal. Aku tau, karena aku punya rasa yang sama,” kata Taeyang dengan pelan. Sangat pelan. Tapi Hyemi masih dapat mendengarnya.

“Apa kau bilang? Ulangi!” suruh Hyemi.

“Maaf tidak ada siaran ulang, Hyemi jelek. Hahaha,” kata Taeyang lalu berjalan meninggalkan Hyemi yang masih mematung.

“Kau pulang kapan?” tanya Taeyang sambil berdiri di depan pintu kelas Hyemi.

“Molla. Aku harus rapat dulu untuk acara besok. Wae?” kata Hyemi sambil merapikan bukunya.

“Di luar sudah mendung gelap,” kata Taeyang.

“Lalu? Apa hubungannya denganku? Kau yang harus cepat-cepat pulang. Bukannya kau mau mengantar Han Yoora-mu pulang?” kata Hyemi dengan penekanan di kata ‘Han Yoora-mu’. Taeyang menghela napasnya pelan.

“Aish, anak kecil itu kan bisa pulang sendiri,” kata Taeyang.

“Aku juga bisa pulang sendiri! Sudahlah sana, kau pulang saja dengannya,” kata Hyemi dengan ketus dan hendak berjalan pergi.

“Kau kenapa sih? Selalu mengungkit nama Han Yoora terus? Karena hal ‘itu’ kah? Itu bukan kemauanku, Park Hyemi,” jelas Taeyang dengan sungguh-sungguh.

“Bukan maumu? Aku kira, kau lah yang lebih menikmatinya,” kata Hyemi lalu berjalan pergi. Tiba-tiba pikiran Taeyang memflashback kejadian 6 bulan yang lalu.

– Flashback

“Hyemi-aaaaah, happy 3rd mensiv yaa,” kata Taeyang sambil merangkul yeoja kesayangannya itu.

“Ne, Taeyang. Huff, aku tidak menyangka kita bisa sampai sejauh ini, haha,” kata Hyemi sambil tersenyum.

“Iya haha. Hmm, nanti pulang sekolah kita jalan-jalan ya, dear,” kata Taeyang sambil tersenyum juga.

“Okay. Sudah sana kembali ke kelasmu, jangan sampai ada yang lihat kalau kau sedang berduaan denganku,” kata Hyemi dengan lembut.

“Hyemi-ah, apa kau tidak lelah kalau kita terus-terusan backstreet dari semua orang? Yaa, maksudku, tidak ada masalah kalau semua orang tau kalau kita berpacaran,” kata Taeyang.

“Aniya. Kau kan namja tampan, terkenal, dan berbakat di sekolah ini. Apa jadinya kalau semua orang tau kau berpacaran dengan gadis cupu dan tidak famous seperti yang lain? Aku lebih suka seperti ini,” jawab Hyemi.

“Arraseo. Terserah padamu, dear. Tapi aku tidak pernah berpikir kalau kau cupu atau apapun itu. Hmm, baiklah, sampai jumpa nanti yaa,” kata Taeyang sambil tersenyum lalu berjalan keluar kelas Hyemi.

Saat pulang sekolah, Hyemi langsung berjalan menuju kelas Taeyang dengan perasaan senang. Tetapi, Hyemi langsung shock setengah hidup (?) dengan apa yang dilihatnya. Taeyang sedang berciuman dengan seorang yeoja dihadapannya. Tangan Hyemi memegang diniding yang ada di sebelahnya, mencoba menyeimbangkan tubuhnya yang sudah tak kuat berdiri. Dan..

Bruk! Hyemi menjatuhkan buku yang dibawanya. Taeyang terkesiap dan langsung mendorong yeoja yang sedari tadi menguasai bibirnya. Taeyang menatap ke arah pintu kelasnya. Sekilas ia melihat siluet Hyemi yang berusaha meraikan buku yang dijatuhkannya dan ingin berlari pergi dari tempat itu.

“Apa yang kau lakukan Han Yoora?!” bentak Taeyang pada yeoja yang ada di hadapannya.

“I got your first kiss, chagiya,” kata yeoja yang dipanggil Han Yoora itu dengan senyum nakalnya.

“Neo! Kau menjebakku! Neo micheoseo!” bentak Taeyang dan langsung berlari keluar kelas mengejar Hyemi.

“Park Hyemi-ah, gwenchanayo? Uljimarayo, aku bisa jelaskan semua ini,” kata Taeyang sambil berusaha menarik Hyemi ke pelukannya, tapi tangannya selalu ditepis dengan kasar oleh Hyemi.

“Jangan sentuh aku,” kata Hyemi dengan dingin.

“Hyemi-ah, dia hanya menjebakku. Dia yang menciumku duluan…”

“Tapi kau menikmatinya kan?! Aku tidak bodoh. Sudahlah, kita putus saja,” kata Hyemi pelan.

“Andwae! Aku tidak mau!” tolak Taeyang.

“Kenapa? Untuk apa aku mempertahankanmu, tapi kau sendiri begitu? Aku tidak ingin membuatmu susah. Kan kalau seperti ini, kau bisa berpacaran dengan Han Yoora-mu,” kata Hyemi dengan ketus lalu berjalan pergi, sementara Taeyang hanya berdiri mematung, merutuki kebodohan yang telah ia lakukan barusan.

– Flashback end-

Jam 6 sore, Hyemi baru saja selesai rapat dan di luar hujan sangat deras.

“Aish, bagaimana cara aku pulang? Aku tidak bawa payung,” kata Hyemi entah pada siapa. Lalu tiba-tiba seorang pengendara motor berhenti dihadapannya. Hyemi tertegun siapa yang berhenti dihadapannya itu. Taeyang. Dia sudah sangat basah kuyup sekarang. Dia mengeluarkan sesuatu dari jok motornya.

“Kenapa kau lama sekali, Hyemi-ah? Ini pakai jas hujan ku,” kata Taeyang lalu menyerahkan jas hujannya.

“Kau ini bodoh ya?” tanya Hyemi sambil menatap aneh ke arah Taeyang dengan tatapan yang aneh.

“Tidak. Kau yang bodoh. Cepat pakai jas hujannya,” kata Taeyang.

“Andwae. Kenapa kau di sini? Sana pulang! Aku bisa pulang sendiri,” kata Hyemi dengan ketus.

“Ck,” Taeyang menarik tangan Hyemi sehingga Hyemi menghadap ke arahnya, lalu ia memakaikan jas hujannya pada Hyemi dengan lembut. Hyemi menatap laki-laki di hadapannya yang sedang sibuk memasangkan jas hujan padanya dengan serius.

‘Kenapa namja ini begitu bodoh? Kenapa dia rela hujan-hujanan seperti ini? Taeyang babo!’ pikir Hyemi, dan ia merasa matanya mulai memanas.

“Nah, sudah. Ayo naik!” Taeyang menyuruh Hyemi naik ke motornya. Hyemi hanya menurut saja. Beberapa saat kemudian, merekapun sampai di rumah Hyemi.

“Berteduhlah dulu di sini,” kata Hyemi. Taeyang hanya mengangguk lalu mereka berdua pun duduk di beranda rumah Hyemi.

“Kenapa kau rela basah kuyup seperti ini, Taeyang-ah?” tanya Hyemi.

“Daripada kau yang basah kuyup. Kau itu kan tidak kuat hujan, kehujanan sedikit pasti sakit,” jawab Taeyang pelan. Mata Hyemi kembali memanas saat merasakan perhatian Taeyang padanya. Tak lama kemudian, cairan hangat pun akhirnya tumpah ke pipi Hyemi yang dingin.

“Ya! Kenapa kau menangis, Hyemi? Uljima,” kata Taeyang sambil melepaskan kacamata Hyemi dan menghapus airmata Hyemi dengan ibu jarinya.

“Neo nappeun namja! Nappeun!” kata Hyemi sambil menundukan kepalanya dalam.

“Apa yang salah, Hyemi-ah?” tanya Taeyang bingung.

“Kenapa kau masih baik dan peduli padaku? Kenapa kau selalu membuatku tidak bisa melupakanmu? Kenapa kau bisa membuat seolah aku sangat membutuhkanmu? Kenapa kau terlihat seolah kau lebih memilihku daripada Han Yoora? Berhenti memamerkan sikap manismu dihadapanku kalau tujuanmu hanya untuk menjatuhkanku!” kata Hyemi panjang lebar.

“Shut up! Sudah ku bilang ratusan kali kalau aku sama sekali tidak menyukai Han Yoora. Kami tidak ada apa-apa. Hyemi-ah, jangan bersikap seperti anak kecil. Dan aku bersikap manis padamu memang karena hatiku yang menginginkannya dan aku ingin kau memaafkanku. Tapi semakin lama kau malah jadi semakin jutek padaku. Aku harus apa lagi, Park Hyemi?” kata Taeyang berusaha menjelaskan. Hyemi hanya terdiam.

“Aku harus pulang, kau istirahatlah. Annyeong,” kata Taeyang dan langsung menaiki motornya lalu memacu motornya pergi. Sedangkan Hyemi hanya berdiri mematung.

Keesokan harinya, saat pulang sekolah. Hyemi belum melihat Taeyang hari ini. Ia pun bertanya pada teman sekelas Taeyang.

“Annyeonghaseyo. Hmm, Taeyang-ssi kemana ya?” tanya Hyemi pada teman sekelas Taeyang.

“Taeyang-ssi sedang sakit hari ini. Jadi dia tidak masuk. Dan juga, dia bilang kalau dia tidak bisa ikut prom night malam ini,”

“Jinjja? Ah, gamsahamnida,” kata Hyemi dan langsung berlari keluar gedung sekolahnya.

“Seungri-ah, tolong handle pembukaan acara prom night dan persiapannya ya. Aku harus pergi, dan mungkin agak lama. Gomawo!” kata Hyemi pada ‘bawahannya’. Seungri hanya mengangguk.

Hyemi langsung meyetop taksi dan taksi itu membawa Hyemi ke rumah Taeyang.

‘Kalau sampai ia benar-benar sakit, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri,’ kata Hyemi dalam hati. Ia merasa bersalah karena kemarin sudah berkata seperti itu pada Taeyang. Padahal Taeyang sudah berbaik hati padanya. Bebrapa saat kemudian, Hyemi sudah sampai di depan pintu rumah Taeyang, dan tanpa pikir panjang lagi, Hyemi langsung mengetuk pintu rumahnya.

“Taeyang-ah, kau tidak apa-apa kan? Kau demam?” tanya Hyemi dengan panic begitu Taeyang membukakan pintu rumahnya.

“Nan gwenchana. Kau khawatir sekali. Tumben haha,” kata Taeyang yang malah menertawai Hyemi. Hyei langsung cemberut.

“Ya! Nappeun! Aku takut kau menyalahkanku kalau kau sakit, babo,” kata Hyemi.

“Hahaha, bilang saja kalau kau khawatir, Park Hyemi. Ah, sudalah, ayo kita pergi!” kata Taeyang lalu menarik tangan Hyemi ke mobilnya.

“Eh? Kita mau kemana? Dan kenapa kau membawa mobil?” tanya Hyemi bingung.

“Aku ingin membuktikan kata-kataku kemarin,” jawab Taeyang singkat.

“Kata-kata apa?” tanya Hyemi.

“Aish, dasar pelupa! Sudahlah ikut saja,” kata Taeyang. Lagi-lagi, Hyemi hanya menuruti apa kata Taeyang dan masuk ke mobilnya. Dan Taeyang langsung memacu mobilnya.

“Kenapa kita ke sini?” tanya Hyemi sambil membetulkan letak kacamatanya. Tentu saja Hyemi bingung, karena Taeyang mengajaknya ke salon.

“Ssh, tolong ikuti saja apa yang aku mau hari ini,” kata Taeyang. Hyemipun terdiam.

“Agassi, tolong ubah penampilannya. Dandani ia seperfect mungkin. Aku akan kembali satu jam lagi,” kata Taeyang pada seorang pegawai salon. Pegawai salaon itu hanya mengangguk.

“Kau mau kemana?” tanya Hyemi.

“Keluar sebentar. Kau tunggu di sini saja. Aku tak akan lama,” kata Taeyang lalu pergi meninggalkan Hyemi.

Satu jam kemudian. Taeyang kembali dengan berpakaian formal. Ia memakai kemeja merah maroon yang sangat pas dengan badannya dan sambil membawa jas berwarna hitam di tangannya membuatnya tampil sangat-sangat sempurna.

“Agassi, apa Hyemi sudah selesai?” tanya Taeyang pada pegawai salon.

“Sudah. Itu nona Hyemi sudah ada di belakang anda,” kata pegawai itu sambil tersenyum. Taeyang segera berbalik. Dan.. ia tidak mempercayai apa yang ia lihat.

“Neo? Park Hyemi?” tanya Taeyang memastikan pada seorang yeoja yang amat sangat menyejukkan pandangannya. Yeoja itu mengangguk pelan.

“Jinjja. Neomu yeoppoda,” kata Taeyang sambil memperhatikan Hyemi dengan seksama. Mulai dari rambutnya yang digerai dan dihiasi dengan pita berwarna merah, gaun merah maroon yang sangat pas dengan tubuh idealnya. Belt hitam yang terpasang di gaunnya menambah kesan elegannya. Make up simplenya yang membuat Hyemi terlihat sempurna. Contact lensnya yang membuat mata Hyemi tak berhenti membuat Taeyang terkesima.

‘God, she is perfect!’ batin Taeyang.

“Taeyang-ah? Waeyo?” tanya Hyemi sambil mengibaskan tangannya di depan wajah Taeyang.

“Ah? Ne? Gwenchana. Ayo kita pergi!” kata Taeyang.

“Kemana?”

“Ke sekolah lah. Kan ada prom night. Aku tidak mau melewatkan acara itu,” kata Taeyang lalu menarik tangan Hyemi keluar dari salon. Sementara Hyemi hanya pasrah.

Sesampainya di aula sekolah, pandangan semua murid langsung tertuju pada Taeyang dan Hyemi yang memang sangat menarik perhatian. Terutama Hyemi. Sulit untuk mengenali Hyemi saat ia berpakaian seperti itu.

“Oppaaaa, kau datang juga. Siapa yeoja ini?” tanya Yoora yang langsung menghampiri Taeyang dan Hyemi.

“Kau tidak kenal dia? Dia yeoja chinguku. Park Hyemi,” kata Taeyang sambil tersenyum, lalu ia mengajak Hyemi untuk naik ke atas panggung.

“Ehm, attention please,” kata Taeyang yang membuat seluruh ruangan menjadi hening.

“Di depan semua orang yang ada di sini, aku ingin membuktikan kalau aku hanya mencintai, menyukai, dan menyayangi yeoja bernama Park Hyemi. Dan aku ingin minta maaf padanya, kalau aku sering menyakitinya. Aku berjanji, di hadapan semuanya, kalau mulai sekarang, aku hanya akan menatap pada Hyemi, mencintai Hyemi, peduli pada Hyemi, dan menjaga Hyemi dengan seluruh kemampuan yang ku miliki. Apa kau memaafkanku, Park Hyemi-ah?” kata-kata Taeyang sangat sukses membuat Hyemi speechless. Hyemi hanya bisa mengangguk pelan karena ia merasa mulutnya sudah seperti dikunci.

“Aw, so sweeeet!” ujar semua siswa yang ada di sana. Dan tiba-tiba..

Cup! Taeyang mengecup singkat bibir mungil Hyemi yang membuat seisi ruangan heboh karenanya. Muka Hyemi suda seperti kepiting rebus sekarang, sementara Taeyang hanya tersenyum innocent.

“Hehehe. Happy birthday yaa, dear,” kata Taeyang lalu memeluk yeoja cantik dihadapannya itu. Lalu tak lama kemudian, seisi ruangan pun kompak menyanyikan lagu ‘happy birthday’ untuk Hyemi. Hyemi pun terharu karena yang terjadi hari ini benar-benar indah.

‘Ini ulang tahun terindah. Gomawo, Taeyang-ah. Jeongmal saranghaeyo,’ batin Hyemi sambil tersenyum.

FIN ^^

Ini special ff buat Riana Eonnie yang lagi ulang tahuun 😀 hope you like it^^

Tetep RCL yaaa kawans 🙂

Advertisements

6 responses to “[ ONE SHOOT ] I’ll Show You

  1. Owhh so sweetttt…

    Ke romantisan Taeyang emang betul-betul ga ada yang nandingi deh… wahhh i Love this ff very sweet and sooo sweet… Hmm… kira-kira kapan ya Dae oppa kaya gitu.. *poke-poke Dae* 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s