[ONESHOOT] Hot namja for Cool yeoja

Hot namja for Cool Yeoja

Title: Hot namja for Cool yeoja ( Cold Heart with Hot Love)

Author: LucifeRain / Aya

Genre: Romantic – comedy

Ratting: General

Length: OneShoot

Main Cast:

–      Cho Kyuhyun

–      Park Hyemi

–      Kim jaejoong

FF INI KU PERSEMBAHKAN UNTUK SEEORANG YANG ULTAH TANGAL 29 LALU

Quote:

Tidak ada yang tahu bila mana akan Jatuh Cinta, tetapi jika tiba waktunya jangan biarkan ia pergi dengan sejuta tanda tanya dihati.

ξΨξΨξΨξ

sinar matahari pagi menembus dinding jendela sebuah ruangan yang didominasi warna putih, sinar yang berupa garis cahaya itu menerpa seorang gadis tepat di kelopak matanya yang masih tertutup.

Alis gadis itu sedikit bergerak, dari mimik wajahnya tampak kalau ia terganggu dengan terjangan sinar mentari. Ia membuka matanya perlahan, terasa berat. Pusing langsung menyergapnya, ketika ia membuka mata semua benda terlihat berbayang.

Ia mengerjapkan matanya beberapa kali hingga bayangan pada benda benda di ruangan itu lenyap. Gadis itu menyernyit heran, ruangan ini terasa asing.

“dimana aku?” tanyanya parau. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling lalu mendapati pantulan dirinya di kaca. Ia terlihat memakai baju rumah sakit dan jarum infus mendiami tangan kananya.

Cklekkk…

Pintu terbuka, seorang dokter dan suster berjalan memasuki ruangan dengan senyum mengembang dibibirnya.

“annyeong haseumnikka Park Hyemi-ssi” sapa dokter pria yang terlihat masih sangat muda. Ia lalu berjalan menuju ranjang Hyemi.

“akhirnya kau siuman juga, hampir 2 minggu kau tak sadarkan diri”

“MWO?!” Hyemi nyaris berteriak, namun karena tenggorokanya terasa sakit hanya suar parau yang keluar.

Hyemi memejamkan matanya, mencoba mengingat kejadian yang menimpanya 3 minggu lalu. photographer… Badai… Hipotermia…

Hyemi membuka matanya, sebuah nama terlintas dalam benaknya.

“kim jaejoong” tanpa sadar ia menggumankan nama itu.

Kim Jaejoong, namja yang sudah lama ia sukai. Saat seminggu menjelang ulang tahunya, Hyemi binggung ingin memberikan kado apa. Tentu saja ia ingin mempersembahkan yang teristimewa.

Tiba tiba ingatanya melayang pada sebuah kejadian di taman, ketika ia dan Jaejoong sedang bercakap cakap ringan. Hyemi ingat, Jaejoong sangat menggilai Sunset. Namja itu rela mengorbankan banyak uang asalkan ia bisa melihat sunset di tempat yang sangat indah.

Hyemi tahu tempat Sunset terindah yang ia pernah lihat, sewaktu kecil ia sering diajak neneknya. Tanpa fikir panjang, Hyemi pun langsung pergi ketempat itu.

3 jam perjalanan dari Seoul sama sekali tak membuatnya lelah. Disinilah ia berpijak, puncak bukit terindah yang pernah ia temui. Entah ini baik atau tidak, yang jelas saat itu musim dingin. Jejak jejak salju membekas dimana mana.

Namun Hyemi merasa tempat ini malah semakin indah. Ia berdiri Diatas bukit yang berubah menjadi putih tertutup salju, dapat ia lihat danau beku di kaki bukit sebelah barat. Danau salju itu sebenarnya di kelilingi bunga lavender dan di depan itu terdapat perbukitan hutan cemara.

Hyemi yang merupakan Photographer, berencana mengabadikan matahari terbenam di antara “lautan salju”. Namun keberuntungan tak berpihak padanya, badai menerjang petang itu juga. Ketika ia lari, dirinya terjebak di gundukan salju curam. Ia terpeleset ke dalam jurang.

ξΨξΨξΨξ

Hipotermia….

Bayang bayang terjebak dalam jurang membuat seluruh syaraf Hyemi seakan melemas. Dinginya salju itu sangat menusuk permukaan kulitnya. Hingga sekarang dinginya bagai berbekas.

Entah mengapa ia merasa tubuhnya sangat dingin….

“Uisa-nim, apakah ada yang mengunjungiku selama 2 minggu ini?”

Dokter yang sedang memeriksa kondisi Hyemi, menatapnya. “keluargamu berkunjung 2 hari sekali. Mereka tinggal di Seoul tak bisa datang tiap hari”

“memangnya ini dimana?” Hyemi menautkan alis, ia mencoba menegakkan punggung dibantu dengan seorang suster.

“rumah sakit ini terletak di sebelah timur kaki bukit tempat kau ditemukan” jawab dokter itu. “ah, panggil aku Cho Kyuhyun saja. Tak usah terlalu resmi” sambungnya kemudian tersenyum. Senyumnya begitu menawan.

Hyemi hanya bisa mengangguk meskipun ia sedikit heran. Ia tak bertenaga untuk membalas ucapan Kyuhyun.

ξΨξΨξΨξ

jadi jaejoong tak pernah menjenguknya?

Pertanyaan itu terus menghantui Hyemi. Padahal ia rela seperti ini untuk orang yang paling disukainya, tetapi kenapa orang itu tak menghargainya?

Hyemi menyusuri jalan setapak di taman rumah sakit. sudah 3 hari ia sadar. Infus telah dilepas, tapi ia masih harus dirawat karena terkena Hipotermia parah waktu itu. Cho Kyuhyun, dokter itu masih rutin mengawasinya.

Banyak berjalan membuat  Hyemi sedikit pusing, ngantuk juga menyapanya kali ini.  Hyemi berjalan melintasi lorong demi lorong rumah sakit. Ia berhenti di sebuah pintu, sejurus kemudian ia masuk.

“ahhhh, hangat sekali” lenguhan Hyemi terdengar ketika ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Sedikit heran kenapa Bed Cover ranjangnya sehangat ini, tidak biasanya. tunggu, YA! SEJAK KAPAN IA PAKAI BED COVER.

Hyemi terbelalak lebar, IA-SALAH-KAMAR. Saat ia hendak melompat, tangan terjulur dari balik bed cover kemudia menggengam tanganya erat. Hyemi tertarik, ia menolek spontan. Sejurus kemudia seseorang menyembul dari balik selimut.

“UISA” pekik Hyemi, semurat merah menjalari pipinya.

“kenapa pergi, di sini saja. Hangat bukan?” Kyuhyun melemparkan Evil Smirknya, membuat Hyemi tercengang.

“Jeosonghamnida Uisa”

“sudah ku bilang panggil aku Cho Kyuhyun. Anggap saja kita sudah lama kenal” tutur Kyuhyun, baginya itu benar.

Saat Hyemi hendak pergi, tiba tiba Kyuhyun menarik pergelangan tanganya lagi. Cukup keras sehingga membuat tubuh Hyemi melayang ke dalam pelukan Kyuhyun. Kyuhyun memeluknya.

Jantung Hyemi berdebar lebih keras ketika hangat tubuh Kyuhyun menjalari permukaan kulitnya. Dapat ia rasakan pipinya memanas saat itu juga. Kenapa Kyuhyun melakukan ini.

“suhu tubuhmu itu sangat dingin, biarkan aku menghangatkanmu” untaian kata Kyuhyun membuat Hyemi merinding.

Kenapa? Kenapa tubuh Kyuhyun terasa sehangat ini. Hangat yang menenangkan membuatnya ragu untuk melepas pelukan hangat itu.

Pelukan yang berlangsung lama, berakhir ketika Hyemi menarik tubuhnya.

“Cho Kyuhyun-ssi apa yang kau lakukan? Jangan seenaknya memperlakukanku” maranya.

“ani, aku mengistimewakanmu. Aku akan menjadi penghangat kala dingin menyapamu” Kyuhyun tersenyum lebar.

Kenapa senyum namja ini menyerupai iblis, sangat menggoda tak kuasa di tolak. Hyemi menguatkan hatinya mencoba menghindar.

“kenapa kau ada disini?” hardik Hyemi

“seharusnya aku yang tanya begitu. Ruangan ini sudah ku monopoli menjadi tempat istirahat” Kyuhyun terlihat mengulum tawa.

Wajah Hyemi memerah, ia langsung berbalik untuk lari. Namun sial, pintu tepat  dibelakangnya. Jidatnya pun sukses mencium daun pintu. ia yakin pasti Kyuhyun menertawakanya, ‘awas saja kalau benar, ku pastikan ia akan berciuman dengan pantat penggorengan’ kutuk Hyemi, ia benar benar malu

Hyemi mengutuki dirinya sambil mengusap kening,  ketika ia berdiri di luar ruangan tadi. Kamar Nomor 98, pantas saja ada dokter iblis itu disana. Kamarnya kan nomor 98. Untung saja yang ditemuinya Cho kyuhyun, kalau kakek kakek sedang kerokan atau nenek nenek yang lagi nyabutin uban bisa digorok lehernya.

ξΨξΨξΨξ

dua minggu lebih berlalu sejak kejadian itu dan selama seminggu pulalah Hyemi digentayangi iblis tak diundang itu. Kyuhyun yang notabene adalah dokter yang menangani Hyemi bisa seenak jidatnya mendekati Hyemi kapan saja.

Sialnya, ia selalu memeluk Hyemi ketika angin menerpa tubuh gadis itu. aigoo… Hyemi benar benar tak habis pikir, memangnya ia pikir Hyemi itu guling?

Alasanya selalu ‘suhu tubuhmu dingin, seperti mayat sajahuh! Dasar dokter sialan seenakny sana ia mengatau Hyemi mayat. Memangnya dia apa? Lebih mirip ternkorak berjalan

Hyemi membuka jendela kamarnya, membiarkan semilir angin musim dingi menyapu helaian rambutnya. Salju semakin tak terlihat, sebentar lagi musim semi.

Tiba tiba Hyemi merasakan sesuatu melingkar di pinggangnya. Ia memutar bola mata, mendecak kesal.

“lepaskan aku Cho Kyuhyun” pinta Hyemi keras namun Kyuhyun mengindahkanya.

Namja itu melekatkan tubuhnya di pingung Hyemi lalu menumpukan dagunya di pundak kanan gadis itu. Hyemi sama sekali tak berkutik ketika kehangatan menjalari tubuhnya.

“tubuhmu sangat dingin” guman Kyuhyun “biarkan aku menghangatkanya”

Hyemi ingin berontak, namun raganya menghiraukan semua perintah dari otaknya. Kehangatan yang disalurkan Kyuhyun seakan menjadi kafein jiwanya. Namun ia selalu memungkiri anggapan bahwa ia mencandui Cho Kyuhyun.

“lepaskan aku bodoh” maki Hyemi, lama lama ia geram dengan namja ini.

“anniyo” Kyuhyun menggeleng, dengan sigap Hyemi menghentakan sikunya di perut Kyuhyun.

“aku tidak akan melepaskanmu”

“kenapa?”

Kyuhyun melepaskan pelukanya, ia menuntun Hyemi berbalik agar bisa menatap kedua matanya “percayakah kau kalau ku katakan bahwa aku adalah Stalker mu?”

Hyemi menyernyit “BOHONG!” tampiknya. Ia mendengus kesal lalu berlalu meninggalkan Kyuhyun.

ξΨξΨξΨξ

Hyemi membiarkan deruan angin menerpa keras tubuhnya. Ia merentangan tanganya ke udara, mencoba menghayati nikmatnya angin terakhir musim dingin.

Tiba tiba terdengar derap langkah kaki yang semakin lama semakin terdengar jelas. Hyemi menoleh ke arah samping, mendapati Kyuhyun berdiri disana sambil menatap lurus kedepan. Mereka berada di atap rumah sakit

Sebersit pertanyaan muncul dalam dalam benak Hyemi. Kenapa Kyuhyun tidak memeluknya? Refleks Hyemi menggeleng pelan ketika sadar akan pertanyaan itu. mengundang rasa penasaran terhadap namja di sampingnya yang sedang memasukan tangan ke dalam jas dokter.

“kau ingin ku peluk?”

Hyemi dapat merasakan pipinya memanas ketika Kyuhyun melontarkan kalimat itu. di tambah tatapan penuh kemenangan Kyuhyun, aigoo… namja itu seperti menemukan maling ayam saja.

‘Kenapa ia tahu? Apa ia bisa baca pikiran?’ Hyemi melirik ke arah Kyuhyun ‘sepertinya tidak’ gadis itu menggeleng. ‘atau jangan jangan di jidatnya ada tulisan lagi’ Hyemi meraba keningnya, sejurus kemudian menepuk keras ‘hyemi pabbo mana ada hal seperti itu’

 

“Pabboya” guman Kyuhyun yang langsung diterkam tatapan tajam Hyemi.

“besok kau akan pulang kan?” tanya Kyuhyun sembari tersenyum tipis. Baru pertama kali Hyemi  melihat senyum Kyuhyun yang seperti itu. apa ia sedih?

“ne” Hyemi tertunduk, seharusnya ia senang tapi sebersit rasa sedih menjalari hatinya. “Cho Kyuhyun-ssi…” panggil Hyemi, membuat Choi Kyuhyun kembali terfokus kepadanya.

“apa yang kau maksud Stalker waktu itu?”

“kau tahu, waktu kau terjebak badai salju aku ada di sana, mencarimu. Untuk mendapatkanmu.

Rasa penasaran Hyemi semakin menjadi jadi, pertanyaanya tidak dijawab malah menimbulkan satu pertanyaan baru. Peranyaan tidak akan usai bila dijawab dengan jawaban pertanyaan lain.

“Waeyo?”

Bukanya menjawab, Kyuhyun malah berjalan mendekat ke arah Hyemi. Ekspresi wajahnya datar, membuat Hyemi bergidik ketika namja itu berhenti tepat di hadapannya.

Kyuhyun menempelkan telapak tanganya di ujung pipi sekaligus menutupi telinga Hyemi, ia mengusap pipi gadis itu dengan ibu jarinya. Kyuhyun menatap gadis itu lurus lurus tepat di manik matanya. Detak jantung Hyemi meliar ketika Kyuhyun mendekatkan wajahnya.

Ia membeku ketika bibir Kyuhyun menyentuh bibirnya. Dapat ia rasakan bibirnya yang dingin teraliri rasa hangat dari Kyuhyun. Hyemi memejamkan matanya, Meski bukan pelukan tapi kehangatan itu memenuhi seluruh relung jiwa dan setiap lekuk raganya.

Tubuh dinginya benar benar menghangat.

“aku mencintaimu Hyemi-ah. Berjanjilah kau akan menemuiku jika kau merindukanku”

ξΨξΨξΨξ

Hyemi menjalani rutinitasnya sebagai Photografer di Seoul. Kejadian waktu itu sangat membekas di hatinya, ia menyesal tak menuntaskan jawaban dari semua pertanyaanya kala itu.

“Hyemi-ah ada yang ingin bertemu denganmu” seru salah satu Crew yang berasal dari tim pemotretan.

“nugu?” tanya Hyemi sambil mengalungkan kamera di lehernnya.

“entahlah”

Hyemi berjalan keluar tempat pemotretan. Ia sangat kaget ketika mendapati orang yang ingin menemuinya adalah…

Kim Jaejoong….

“annyeong Haseyo Hyemi-ah. Maaf aku tidak bisa menjengukmu.” Ujar Jejoong sembari tersenyum.

Entah kenapa Hyemi merasakan ada hal aneh yang menaungi perasaanya. Kenapa ia tak berespect dengan senyuman Jaejoong yang dulu sukses melumpukan hatinya. Jauh di dasar perasaanya, ia merindukan seulas senyum menawan milik seseorang.

“ne, Gwaenchanayo” Hyemi ngibaskan tanganya di depan wajah sambil tersenyum kaku.

“ini kue keju kesukaanmu” Jaejoong menyodorkan sekotak Chesee Cake pada Hyemi, membuat gadis itu tersanjung karena Jaejoong tahu cake kesukaanya.

Jaejoong memasukan tanganya di saku celana lalu tersenyum pada Hyemi “baiklah aku harus pergi sekarang, ada janji dengan seseorang.”

“siapa?”

“nae Yeojachingu” Jawab Jaejoong.

Aneh, perasaan Hyemi tak merespon kata kata yang Jaejoong ucapkan tadi. Ia sendiri bingung, mengingat betapa ia sangat menyukai namja itu. punggung Jaejoong yang menjauh membuat Hyemi sadar, bahwa perasaan suka itu semakin lama semakin jauh. Semudah inikah perasaanya memudar?

Ia sendiri bingung akan perasaanya, satu hal yang ia mengerti bahwa di lubuk hatinya ia merindukan segala kehangatan Cho Kyuhyun, ia benar benar ingin mencandui cafein itu lagi.

ξΨξΨξΨξ

seperti ada yang tertinggal

bukan benda atau raga

hanya sebuah jawaban dari pertanyaan yang mendekam di jeruji hati.

Hyemi menaiki kereta Express menuju tempat dimana ia bisa menemukan pertanyaan hatinya. Sebulan mengenal kyuhyun, ia merasa dunianya berubah. Ia benar benar membutuhkan penghangat itu, jauh darinya bagai dingin yang mencekam.

ada hal yang bergejolak dalam perasaanya, kenapa ia merasa tidak asing terhadap Cho Kyuhyun?

3 jam telah berlalu, kini langkah Hyemi tengah menapaki jalan menuju rumah sakit tempat pertemuanya dengan Kyuhyun. Memasuki Lobby, ia langsung menghampiri meja Recepionist dan disambut oleh seorang suster.

“bisakah saya bertemu dengan dokter Cho Kyuhyun?” tanya Hyemi tanpa basa basi.

“Jeosonghamnida. Cho Uisa sedang cuty” jawab suster itu.

Hyemi menghela nafas berat, merasa dirinya sia sia ia datang kesini. “kapan dia kembali?”

“maaf, saya tidak tahu”

Hyemi berlalu pergi menjauhi rumah sakit, semburat jingga menghiasi langit, pertanda petang akan datang menyambut. Ia memutuskan menginap di Hotel terdekat karena tubuhnya menolak untuk menempuh perjalanan kembali ke Seoul.

Perasaan kecewa menggelayutinya. Melupakan Cho Kyuhyun mungkin itu hal yang tepat.

ξΨξΨξΨξ

Pagi menyapa, Hyemi memilih untuk menikmati suasana kota kelahiranya itu. masa kecilnya ia habiskan di kota kecil ini, bahkan beberapa jalan masih ia ingat dengan jelas.

14 tahun tak berkunjung membuatnya sadar kota kecil ini sudah lebih Modern, tak ada bangunan kayu seperti dulu. Benar benar berubah, yang masih sama hanyalah bukit dan hutan cemara yang terletak di ujung kota. Masih hijau dan asri.

Hyemi merutuki dirinya habis habisan, terlalu menikmati kota membuatnya lupa pada waktu. Sore kembali menyapan, namun kali ini ia bertekad untuk pulang karena besok ada pemotretan.

Hyemi membuka pintu hotelnya, ketika melangkah masuk ia merasa seperti menginjak sesuatu. Sontak ia memundurkan langkahnya, ia menatap heran pada daun kering yang tadi terinjak.

Hyemi memungut daun itu lalu menatapnya lekat. Ada tulisan disana, tapi dari siapa? Hyemi menoleh kesekeliling. Mana mungkin maling yang memberinya, kurang kerjaan.

Hyemi menbaca deretan kata yang tertulis disana.

-temui aku di kolong langit-

Mata Hyemi berkaca kaca ketika membaca kata itu. kolong langit? Ini sebutan untuk bukit yang berada di ujung kota, tempat Hyemi terjebak badai salju. Yang tahu sebutan itu hanya ia dan…

Ketika Hyemi membalikan daun itu, air matanya luruh kala ia membaca sebuah nama yang terukir di sana. Kakinya bergerak refleks, berlari menuju satu tujuan.

Hyemi menapaki tangga tangga batu yang merupakan jalan kecil mejuku bukit, sisi kanan dan kirinya dipenuhi hutan cemara. Saat dirinya menapaki tangga batu itu sebuah benda menghalangi langkahnya.

sadel sepeda

Hyemi tersenyum miris, ia masih ingat sewaktu kecil ia menangis keras karena tempat duduk sepedanya lepas di bukit ini. Ia juga masih ingat siapa yang membantunya. Hyemi berjalan kembali, di anak tangga berikutnya terletak sebuah benda

alat penggaruk pungung.

Hyemi mengulum senyum. Ia ingat, alat ini diambilnya dari rumah nenek cerewet di depan rumahnya. Awalnya ia mengira ini adalah ulekan cabai tapi seseorang memberitahunya bahwa itu alat penggaruk punggung.

Ia sendiri bingung bahkan mereka sempat berdebat.

Di anak tangga berikutnya tergeletak sebuah benda yang nyaris tak tersapu pandangan Hyemi.

Sebuah Plaster yang telah usang.

Hyemi memungut plaster itu, ia terlihat mengecek sesuatu. Ternyata masih ada, ‘namja pabbo’ tulisan itu masih ada. Ia ingat dulu plaster itu miliknya, dan dulu ia memberikanya pada seseorang.

Hyemi berhenti menatap anak tangga terakhir, semakin keatas anak tangga batu itu tertutupi dedaunan kering. Hyemi berjongkok di depan batu anak tangga terakhir. Jantungnya berdebar keras kala tanganya menyapu dedaunan kering yang menutupi batu itu.

Ia ingat, ia pernah mengukir sesuatu di sana.

“HYEMI & HOYUN”

Tulisan itu masih ada…

Hyemi berlari menuju puncak teratas bukit. Dirinya membeku ketika melihat sebuah meja dan dua kursi yang berhadapan tersedia di sana. Diatas Meja yang beralaskan kain putih itu terdapat sebuah kue bundah dengan lilin angka 24 di atasnya.

Bulir bulir air jatuh dari sudut mata Hyemi, membenntuk jalur tersendiri di pipinya yang bersemburat merah. Hyemi menatap Lurus kedepan, menatap panorama alam yang sangat ia rindukan.

Sebuah danau rawa yang di kelilingi hamparan padang bunga lavender terlukis sempurna di depan mata.  Matahari yang terbenam di ufuk barat membuat siniarnya berpendar seperti kuning telur pecah dan menyebar menjadi siluet senja yang indah. Tak hanya itu, sebuah bukit yang berhadapan dengan bukit dimana Hyemi berdiri seperti menelan dan menenggelamkan matahari ke dalam perutnya yang besar.

Belum lagi garis garis cahaya yang seperti menjadi ujung sinar matahari membuat bayang garis cahaya itu terpantul oleh beningya danau rawa yang terletak di bawahnya. Wangi lavender menyeruak pelan, seakan akan menjadi penyempurna goresan indah Sang Pelukis Agung pada kertas kehidupan.

Hyemi terpaku menatap hamparan indah yang terbentang di hadapanya. Ini sunset terindah yang pernah ia lihat, serupa dengan 14 tahun lalu.

Sepeninggalan matahari gelap langsung mengambil alih, namun tak berlangsung lama. Titik titik cahaya muncul di hamparan bunga lavender. Sejuruh kemudian Hyemi sadar sinar itu berasa dari lampu yang dibenamkan di tengah tengah hamparan lavender.

Sinar sinar lampu itu saling menyambung membentuk sebuah huruf dan terangkai menjadi kata.

“Happy Birthday”

Hyemi terperangah, bukan karena keindahan lampu yang terlihat seperti titik titik cahaya dari atas bukit. Tetapi pada seseorang yang mengucapkan kalimat serupa dengan kata yang terangkai di hamparan bunga lavender itu.

“Cho Kyuhyun?” suara Hyemi bergetar “kau adalah Hoyun …”

“aku menungu mu Hyemi…”

Hyemi berjalan mendekati namja berpakaian serba putih di hadapanya, terlihat jelas rambut namja itu yang melambai tersapu semilir angin. Ia menatap Kyuhyun lalu menghambur dalam pelukanya.

“bongoshipoyo, Hoyun-ah”

“nado Bongoshipoyo” balas Kyuhyun. Jauh dalam hatinya ia sangat merindukan teman kecilnya yang satu ini.

“Saengil Chukkhae”

Hyemi tersenyum, ah…. Bahkan ia lupa dengan ulang tahunya sendiri. Gadis itu mengeratkan pelukanya di tubuh Kyuhyun, membiarkan kehangatan namja itu mengaliri tubuhnya. Akhirnya ia bisa mencandui cafeinya lagi.

Hyemi tersentak ketika Kyuhyun melepas pelukanya. Namja itu menatapnya lembut, ia mengelus pipi Hyemi dengan punggung tanganya.

“suhu tubuh mu selalu dingin” tutur Kyuhyun, ia lalu mengusap pipi Hyemi dengan ibu jarinya “jangan menangis, sesuatu yang lebih indah akan menghampirimu”

NGIIINGGG DUARRR….

Tepat saat Kyuhyunn mengakhiri kalimat, terdengar suara dentuman keras yang berasal dari langit. Refleks Hyemi menengadahkan kepalnnya, begitu juga Kyuhyun. Mereka menatap langin dari tempat yang mereka sebut sebagai kolong langit.

Percikan Warna warna indah pecah di langit, membuat langit yang semula gelap kini terhiasi dengan terangnya pendaran warna kembang api yang meledak disana. Hyemi menatap kagum apa yang dilihatnya, kembang api itu seakan memenuhi langit terlihat menakjubkan.

Tiba tiba ia tersadar, pendaran warna kembang api itu seperti sebuah huruf yang menjadi rangkaian kata. Namun sesaat kemudian Hyemi  menautkan alis, bingung karena percikan api itu membentuk Huruf aneh yang sama sekali tak terbaca.

“kau bingung?” tanya Kyuhyun, Hyemi menganguk pelan.

“lihat kesana” Kyuhyun menunjuk ke arah danau.

Hyemi terhanyut dalam diam, ternyata huruf abstrak yang tercipta di atas langit malah membentuk rangkaian kata di danau yang pingirnya terhiasi hamparan bunga lavender.

Danau itu bagaikan cermin raksasa yang memantulkan percikan kembang api. Pantulanya yang terbalik itu membuat kalimat tak terbaca diatas malah dapat terbaca jelas di danau itu.

-WOULD YOU BE MY EVERLASTING LOVE?-

Hyemi menatap Kyuhyun tak percaya, tatapan lembut namja itu membuat jantungnya berdebar liar. Ia merasa gagal memerangi perasaan gugupnya sendiri ketika Kyuhyun tersenyum, senyuman itu seakan tercipta hanya untuknya.

“would you marry me?”

Hyemi merasa jantungnya berhenti berdetak ketika kalimat itu terlantun. Ia terpaku untuk kesekian kalinya, masih takjub dengan suatu hal kali ini dirinya dibuat takjub lagi dengan suatu hal yang baru.

“be my girl?” Kyuhyun menyunggingkan senyum lembutnya, membuat gadis itu semakin melambung.

Hyemi tak kuasa menjawab, mulutnya terlalu takjub untuk berbicara. Ia langsung memeluk Kyuhun dengan sangat erat. Dalam diam Kyuhyun dapat merasakan Hyemi mengangguk dalam pelukanya, pertanda ia menyerahkan kuasa sepenihnya.

“Saengil Cukkhae Chagiya… Jeongmal Saranghae”

ξΨξΨξΨξ

Hyemi memandang lurus ke jalan beraspal yang terbentang di depanya, sejak ia memasuki mobil Kyuhyun sama sekali tak ada kata yang terucap. Ia sendiri masih gugup mengingat kejadian barusan, merasa malu memulai pembicaraan.

Pertanyaan dalam benaknya sudah terjawab, namun belum semuanya. Buntut dari pertanyaan itu masih ada yang belum terjawab, batinya terus bergejolak memaksanya untuk mendapatkan jawaban itu.

“Kyuhyun”

“Hyemi”

Tiba tiba Kyuhyun dan Hyemi berseru bersamaan, sesaat mereka saling pandang lalu tertawa kemudian. Suasana canggung tapi menyenangkan menyelimuti mereka berdua.

“kau lebih dulu” titah Hyemi namun Kyuhyun menggeleng

“aniyo, Ladies First” elaknya.

Hyemi menggelembungkan pipi, selalu ia yang kalah jika berdebat dengan Hoyun atau Cho Kyuhyun. Ia merasa lega karena janji yang dulusa sempat terikrar kini sudah terpenuhi.

“kau kenapa tahu aku terjebak salju di bukit ini? Bukankah kita Miss comunication?” Hyemi menaikan sebelah alisnya pertanda bingung.

“Biar aku jelaskan dari awal” Kyuhyun tersenyum ke arah Hyemi, tepat di lampu merah mereka berhenti dan itu membuat Kyuhyun bebas menatap gadisnya.

“aku tahu kau bekerja sebagai Photographer dari sebuah majalah. Awalnya aku tidak yakin itu kau, sampai suatu saat majalah itu mengumumkan Photographer dibalik pembuatan majalahnya. Dan kau salah satunya.

Biodatamu di tulis disitu, majalah itu mengatakan kau adalah seorang Jurnalistik. Tertarik, aku pun membeli majalah yang menerima mu sebagai Jurnalis. Artikel di majalah itu memuat foto dari tempat yang kau kunjungi dan tempat yang ingin kau kunjungi berikutnya.

Sampai suatu waktu kau menyebutkan ‘kolong langit’ sebagai tempat selanjutnya. Beberapa minggu aku menunggumu disitu, namun saat menemukanmu kau hampir beku terselimuti es.”kyuhyun menghela nafas panjang

“Kau sangat dingin, aku takut sesuatu yang buruk terjadi padamu” sambungnya kemudian

Seulas senyum muncul di bibir Hyemi “suhu tubuhku memang dibawah rata rata, selalu dingin” ucapnya mencairkan suasana.

“aku akan selalu menghangatkanmu. Saranghae Nae cool Yeoja” tutur Kyuhyun. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Hyemi. Saat ia hendak menempelkan bibirnya, cahaya silau muncul dari belakang mobil.

Tin…. Tin… tin…

Suara nyaring itu membuat mereka terkesiap, Kyuhyun enoleh keluar lampu merah sudah berganti sift. Cepat cepat ia melajukan mobil sebelum hukan klakson dan badai makian menghujaninya.

“mereka menggangu saja” gerutu Kyuhyun

Hyemi tekekeh geli “tapi hari ini kado ulangtahun terbaik untukku”

ξΨξΨξΨξ

Epilog…

Seorang anak perempuan terus mencongkel sebuah batu dengan besi tajam di tanganya, di samping anak itu terlihat anak laki laki yang terus merecokinya. Namun wajah anak laki laki itu terlihat cemas.

“Hyemi-ah apa yang kau lakukan?” tanya anak laki laki itu gusar.

“mengukir nama kita” anak perempuan itu menjawab polos “Hoyun-ah nama mu yang sebenarnya apa?”

“panggil aku Hoyun saja, aku suka nama itu karena mendiang ibuku yang memberikannya” tutur Hoyun

“tapi aku ingin tahu nama aslimu” rengek Hyemi, tanganya masih saja mengetuk ngetuk batu dengan besi.

“mollayo. Cepatlah sunsetnya sudah mau habis”

Kedua anak itu segera berdiri dari posisi mereka yang sebelumnya berjongkok. Terlihat Hoyun menghamburkan dedaunan kering di atas batu yang ‘dirusak’ Hyemi. Namun anak perempuan disampingnya terlihat tidak suka

“apa apan kau?” hardiknya, ia menyapu dedaunan kering itu dengan tanganya.

“sudah tutupi saja, gawat kalau ketahuan Kang ahjussi penjaga bukit”

Hoyun menarik pergelangan tangan Hyemi, mengajaknya berjalan menuju puncak bukit. Sesampainya disana mereka terduduk di bawah pohon, memandang takjub fenomena kembalinya matahari keperaduanya, walau mereka tahu ini bukan yang pertama kalinya.

“ini sunset terakhirmu kan?” tanya Hoyun, ia menunduk sedikit kecewa pada kenyataan bahwa Hyemi akan pindah ke Seoul besok dan Hyemi sendiri tidak tahu kapan ia akan menemui Hoyun lagi.

“Boleh aku memelukmu? Aku pasti akan merindukanmu” pinta Hoyun.

Hyemi tak menjawab. Atmosfer keheningan menyelubungi mereka, yang terdengar hanyalah hembusan angin yang membuat dedaunan sekitar saling menggesek.

Tiba tiba Hoyun merasa sesuatu melingkari tubuhnya, benar saja Hyemi sedang memeluknya. Suasana kaku mengambil alih, tapi mereka menikmati ini. Hoyun tersadar sesuatu, tubuh Hyemi yang berada dipelukanya terasa sangat dingin.

“kau sakit?” tanya Hoyun cemas.

Hyemi menggeleng pelan “suhu tubuhku memang diatas rata rata” ujarnya kemudian.

“kalau begitu aku akan menjadi penghangatmu”

“janji?”

“ne, aku janji. Asalkan kau harus berlari padaku ketika kau merasa kedinginan. aku akan menghangatkanmu”

“aku berjanji” Hyemi mengangguk mantap.

Cho Kyuhyun, ia adalah namja terhangat yang pernah Hyemi temui. Walau terkadang sifatnya jahil, namun itu semua bertujuan untuk menyenangkannya. Ia selalu berhasil menghangatkan tubuh maupun perasaan Hyemi.

ξΨξΨξΨξ

buat kak Riana selamat ulang tahun. maaf telat ngcuapinyas dan maaf telat ost hihihi 😀 WYATB

MAAFKAN SEGALA tYPO YG ADA -__-maap kalo ff nya jelek hihi *lagi surut ide*

Advertisements

79 responses to “[ONESHOOT] Hot namja for Cool yeoja

  1. Romantis!!!!
    Hahaha, Hyemi selalu dingin, hemat dong gk ush beli bad cover lagi, kan udh ada oppa kyu kwkwkw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s