Naughty Married ( If we have THREE TWINS )

Naughty Married

Title: Naughty Married ( If We Have Three Twins )

Author: LucifeRain / Aya

Genre: Comedy – Family

Ratting: general

Length: Oneshoot

Summary: apa jadinya KiRin (Key – Minrin) pasangan yang paling aneh sejagat rayap mempunyai tiga anak kembar? Anak pertama seperti Prince Charming, anak kedua sangat Perfectionist dan anak ketiga yang ajaib.

 

Kehiduan dua pasangan itu penuh warna karena 3 malaikatnya tengah menginkjak remaja. Di tambah lagi Onew & Minho yang menjadi Ahjussi, serta Siwon dan Eunhyuk yang sudah menjadi kakek kakek bangkotan (?) membuat keluarga besar ini semakin aneh namun unik.

Main Cast:

–      Choi Minrin

–      Kim Kibum

–      Kim Youngmin

–      Kim Hyomin

–      Kim Yoonmin

–      Park Jiyeon

–      Choi Siwon

–      Lee Hyukjae

жзжзж

seorang wanita mengguman samar ketika sinar mentari yang menyusup di sela sela Gorden jatuh tepat di kelopak matanya. Ia menggeliat kecil, tanganya meraba raba bangian tempat tidur di sebelahnya.

kosong, suaminya tak ada disana. Ia menegakkan punggung kemudian memberi perenggangan sederhana di leher dan lenganya. Di tatapnya jam bundar yang terpajang di dinding sebelah kiri kamar itu.

 

05.15 itulah yang tertera disana. Ia menyibakkan selimutnya lalu beranjak ke kamar mandi untuk membasuh diri. Tak lama kemudian ia keluar kamar berjalan menuruni undakan anak tangga di rumah itu.

 

Pandanganya menyapu ke arah ruang tamu. Figura foto memenuhi cabinet dan dinding ruangan. foto pernikahanya terpajang di figura paling besar disana. Sesaat pikiranya melayang ke masa 18 Tahun silam, tahun dimana ia menikah. Terlalu mendadak, bahkan sampai sekarang kejadian dimana Onew melempar Key dengan sepatu bututnya hingga membuat ia berciuman, masih memancing tawa Minrin bila mengingatnya.

 

Figura figura lainya berisi foto foto liburan mereka. Ia, Key dan 3 anak kembar mereka. 10 tahun silam mereka pindah ke sebuah rumah yang cukup luas, menginggat apartment lama mereka tidak terlalu besar, tidak mungkin ketiga anak mereka betah tinggal disana.

Bisa seperti kapal pecah nantinya karena 3 bocah itu selalu berperang memperebutkan sesuatu.

 

Minrin P.O.V

 

Aku berjalan melewati ruang televisi, langkahku terhenti ketika melihat Key tertidur di sofa. Tivi masih menyala dan di atas meja berserakan kaleng minuman juga kulit kacang yang berhamburan.

“yeobo, ireonayo” aku mengguncak pelan pundak key, namun dia tetap diam. Aku mempercepat guncangan (?) di pundaknya, dia tetap tak bangun juga.

Aigoo… dasar sapi! Apa dia begadang nonton drama semalaman hah? Ah, tidak. Seram membayangkanya menonton drama. Nonton film komedi saja wajahnya tetap datar padahal aku sudah ketawa guling guling di lantai.

 

“Ireonayo” aku berbisik di telinganya, membuatnya mengerang pelan. sepertinya ia kesal, aku tahu Key tidak suka di bisiki.

Gemas, Aku pun mencubit pipinya, ia mengerang kesal tapi tetap tidak bangun. Aigoo… ternyata dia masih terlihat tampan, padahal umurnya sudah 38 tahun. Tak apalah biarpun kami sudah tua tapi cinta kami era anak muda (?)

 

tiba tiba Key membuka matanya, ia mengambil posisi duduk lalu mengerjap ngerjapkan matanya. “aku tahu aku tampan, tapi bisakah kau berhenti memandangku seperti itu”

Aishh… dasar Key, mungkin dia sudah tertular Siwon Appa yang punya penyakit percaya diri akut. Untung saja tidak tertular Hyukjae Appa si raja Yadong itu fufufu…

“aigoo… ya sudah sana mandi. Kalau mau tidur di kamar saja” ucapku, dia pun beranjak menaiki tangga.

 

Setelah selesai membereskan ruangan itu aku berjalan menuju dapur. Berniat memasak sarapan untuk mereka.

HAHAHA. Kalian pasti tidak percaya! Sekarang aku sudah bisa memasak. Walaupun awalnya aroma masakanku seperti kaus kaki yang tak di cuci berabad abad tapi lama kelamaan aromanya wangi seperti kauk kaki yang tak dicuci setahun. Oke, lupakan kalimatku barusan.

 

Yang jelas sekarang makananku tak seperti racun dan alat masak di dapur tak ada yang bolong seperti dulu karena selalu meledak jika aku memasak -___-

 

tak lama kemudian aku selesai menghidangkan beberapa menu sarapan di meja makan. ku lirik jam disana, 06.45. sepertinya aku memang tidak berbakat memasak cepat, bisa bisa sup yang ku buat serupa dengan air kobokan.

 

Aku menarik nafas dalam dalam. “eeennggggg” erangku

“ya bu terus terus anaknya udah mau keluar.

“terus bu, terus”

“toeeeekkkk ttoooeeekkkk(?)”

 

YA!!!! Siapa yang melahirkan di rumahku? Apalagi suara bayi yang mirip terompet potongan ubi itu. YA! Berani beraninya!

Aku melirik ke bawah, tepatnya ke arah kakiku. Anii, tidak ada bayi yang kecemplung disitu. Lalu dari mana suara buruk rupa itu?

 

Pandanganku jatuh ke atas Buffet, lebih tepatnya ke arah benda persegi yang layarnya berkedip kedip. JADI ITU RINGTONE PONSEL? AWAS KAU KWON SOHYUN! PASTI DIA YANG MERACUNI ANAKKU!

 

Aku menarik nafas lagi, namun ku tahan sejenak memastikan ringtone sialan itu tak berbunyi lagi. Tak mau berlama lama menahan nafas karena akan menjadi kentut jika terlalu lama -_- aku pun berteriak “SARAPAN SUDAH JADI! Yeobo,  Kim Youngmin, Kim Hyomin, Kim Yoonmin, cepat kemari!”  teriakku.

Aku memang harus berteriak, kalau tidak pasti mereka akan lupa memakan masakan yang udah ku buat dengan jerih payahku sendiri. Hiks, sayangkan bila makanan ini berakhir di mulut si GhaYung, anjing tetangga sebelah.

 

BRAKKK… BRUKKK… KEDEBUKKKKK… ^&#$rfgy&^%$e#@

“EOMMAAAAAAAAAAAAAAAA”

 

AUTHOR P.O.V

 

Mendengar kegaduhan itu, Minrin langsung keluar dari dapur. Ia menggeleng sambil berkacak pinggang. 3 bocah itu selalu saja menciptakan keributan.

Mereka bertiga jatuh dari tangga dengan posisi namja yang berpelukan dengan lantai, di atasnya seorang gadis tersungkur karena ia tergencet seorang namja yang membuat mereka bertiga jatuh dari tangga.

 

“ini semua gara gara Yoonmin! Dia menabrakku hingga jatuh” omel gadis itu. ia mendorong namja yang menimpanaya lalu berdiri dengan raut wajah kesal. Di betulkanya seragam sekolah yang sedikit berantakan itu dan tatanan rambut panjangnya yang berwarna coklat pasta. Perfectionist.

 

“kau kenapa selalu heboh hah?” namja yang tergeletak paling bawah ikut bangkit. Namja berambut coklat madu itu menepuk nepuk jas sekolahnya yang terkontaminasi bakteri lantai, lekuk wajah yang tegas dan sorot mata tajamnya memperkuat kesan Cerdas pada namja yang telah meraih medali pada Olimpiade Sains internasional itu.

Meski pintar, namun penampilanya tidak terkesan culun seperti orang kutu buku. Ia Fashionable, sangat tampan dengan sifat dinginya ia dijuluki Prince charming.

 

Namja yang menyebabkan kekacauan itu melayangkan cengiran aneh sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tak terasa gatal. Namja yang terlahir paling akhir itu sangat berbeda dengan si Perfectionist dan Prince Charming.

 

Ia merupakan Trouble maker di sekolah. lihatlah penampilanya, kemeja yang dikeluarkan tanpa mengenakan jas sekolah, rambut yang di biarkan acak acakan. Sangat berantakan, namun ia terkenal ramah dan pandai bergaul.

 

“mianhae. Tadi aku terpeleset kulit pisang” ucapnya sambil menyeringai lebar.

“itu pasti kau yang membuangnya sembarangan! Kau memang sudah tertular sifat slengean Hyukjae Halbeoji! Dasar trouble maker” Umpat gadis tadi, ia semakin geram karena orang yang dimarahinya balas memeletkan lidah lalu berlari ke meja makan.

 

Prince Charming yang merupakan kembar pertama tadi bernama Youngmin, perfectionis si kembar kedua bernama Hyomin, dan Trouble maker kembar yang ketiga itu bernama Yoonmin.

Ketiga kembar itu memang sangat mirip. Youngmin seperti Hyomin versi namja dan Hyomin seperti youngmin versi Yeoja. Sedangkan Yoonmin? Dia itu elastis dan Fleksibel (?) terkadang ia terlihat cantik namun tak jarang ia terlihat sangat tampan.

Minrin saja sampai heran sebenarnya Yoonmin itu yeoja atau namja. Bahkan waktu kecil yoonmin sering mengelabuhi Minrin dengan menyamar sebagai youngmin atau Hyomin. Bodohnya Minrin tak pernah sadar. Dasar anak nakal!

 

“cepatlah berangkat nanti kalian terlambat” titah Minrin saat ketiga kembar itu tengah melahap sarapan mereka “dimana Appa?” tanyanya kemudian.

“thadi khu lihat mhasih thidur” jawab Yoonmin dengan mulut penuh makanan.

“habiskan dulu makananmu baru berbicara” ujar Minrin lembut. Dia mengelus pelan puncak kepala Yoonmin.

 

Yoonmin buru buru menelan semua makanan yang ada di dalam mulutnya “Eomma aku bukan anak anak lagi” elak Yoonmin sambil menepis pelan lengan ibunya.

“ne, eomma tahu” Minrin hanya bisa tersenyum geli. Ya, mereka memang sudah bukan anak anak lagi. Sekarang mereka memasuki tahun pertama di Domyung High School.

 

жзжзж

 

Yoonmin P.O.V

 

Aku membuka pintu mobil bersamaan dengan Youngmin dan Hyomin yang juga membuka pintu di sebelahnya. Kami sama sama keluar, berjalan menuju koridor sekolah menuju kelas masing masing.

 

Di sepanjang lorong lorong kelas, puluhan pasang mata menatap kami dengan berbagai macam ekspresi. Ada ekspresi tepesona, kagum, iri, bahkan ekspresi menahan pup errr… abaikan.

Moment ini adalah saat yang paling aku sukai. Kami bertiga seperti berada di adegan Slow Motion ala drama drama korea. Youngmin berjalan paling depan, walaupun raut wajahnya dingin mamun karismanya terpancar sempurna. Hembusan angin membuat rambut coklat madunya melambai lambai. Pesonanya yang kuat membuat para yeoja tersenyum histeris ketika bertemu tatap denganya.

 

Hyomin berada di barisan kedua, ia terkenal Fashionista dan menjunjung tinggi asaz kerapian (?) lihat saja , seragamnya sangat licin seperti di setrika dengan kembang 7 rupa. Ia selalu tersenyum pada siapa saja yang menyapanya, rambut lurus panjang yang melingkar lingkar di bagian bawahnya bergoyang seirama dengan derap langkah Hyomin.

Kakek Siwon bilang, Hyomin beda sekali dengan Eomma waktu remaja. Rambutnya begitu indah, sedangkan Eomma tak ada bedanya dengan sapu ijuk dengan pakaian rombeng rombeng. Hyomin sangat perfectionist, membuat semua orang kagum plus iri padanya.

 

Sedangkan aku? Kim Yoonmin, selalu berada paling belakang. Kedua kembaranku itu memang terlalu sempurna, mereka seakan membuat kelebihanku tertutup. Semua orang memandangku sebelah mara karena aku tak lebih tanpan dari Youngmin dan tak se-perfectionist Hyomin.

 

Ibaratnya, orang orang menatap Youngmin dengan tatapan terpesona lalu menatap Hyomin dengan tatapan kagum dan iri. Sedangkan aku? Kanya disuguhi tatapan orang menahan pup. Aish! Miris sekali!

 

Tak ada kembar yang sepenuhnya sama. Aku tidak suka berlama lama baca buku atau berpacran dengan rumus rumus yang membuat kepalaku pusing, aku juga malas repot repot memikirkan penampilan atau baju model terbaru. Bagiku baju manusia purba sekalipun oke oke saja asalkan dapat menutupi bagian yang gitu gitu (?)

 

Youngmin lebih dulu berbelok ke arah kelasnya. Sience Class, kelas yang terkenal dengan murid murid pintar. Lalu Hyomin menyusul pergi ke kelasnya. Fashion Class, Kelas yang melatih murid muridnya sebagai perancang busana atan treningsenter, trenseter atau apalah itu ini semua karena author terlalu bodoh menulisnya! Salahkan aku salahkan author!

 

Aku pun berjalan menuju kelasku. Sport Class, disini terkenal akan murid murid pembuat kekacauan, termasuk aku si Trouble maker. Hanya namja yang menjadi murid kelas ini.

 

“Yoonmin-ah, kau tahu Kang Seongsaenim tidak masuk karena istrinya melahirkan” sahut salah satu temanku. Aku hanya mangut mangut, pantas saja isi kelasku tak ada bedanya dengan pasar cabai dan pedagang ikan asin. Berisik sekali.

 

“ah, pasti sebentar lagi ada guru yang masuk. Sekolah kita mana pernah membiarkan kelas berubah jadi pasar ikan” argumen Minwoo, sahabatku yang datang tiba tiba

“aku tidak percaya!” sahutku beda pendapat.

“bagaimana kalau kita taruhan?” Minwoo menyunggingkan senyum iblisnya

“taruhan apa?” tanyaku, sepertinya ada bau bau busuk disini, ani… kamsudku bau tidak beres.

“kalau tidak ada guru yang masuk kau bebas piket selama 2 bulan karena aku akan menggantikanya”

 

Aku menyeringai lebar. Bebas piket, bebas membersihkan kelas yang seperti kandang ayam ini. Bebas piket, bebas untuk tidak datang pagi. Bebas piket, bebas tidak menghiraukan baju olah raga yang tercampak asal. Pasalnya bau baju itu lebih busuk dari bau nasi basi sebulan. Ahh… dasar namja namja kere yang tak mampu beli kampak, ani.. maksudku AXE parfum yang di tipi tipi itu loh hehehe

 

“BAIKLAH!” sahut ku, hening kemudian. Aigoo… aku baru sadar sejak tadi seluruh murid diam mendengar pembicaraan kami. Dasar namja namja sableng.

Aku pun naik ke atas meja, ku tarik tangan kanan ke udara lalu tangan kiri memegang dada. Tak lupa juga ku ambil sejumput poni keriwil (?) ala Supermen tanpa kolor. “kalau yang masuk guru laki laki aku akan membentaknya keluar, kalau yang masuk yeoja aku akan menyatakan cinta padanya” teriakku berapi api.

 

Semua murid di kelas terdiam, pandangan kami hanya menuju ke satuh arah. Pintu yang tertutup. Entah kenapa jantungku berdebar keras, dan semakin keras. Entak kenapa juga aku merasakan degub jantungku ada dua irama.

Apa aku punya jantung dua? Tak bisa ku bayangkan kalau kami kembar prematur lalu aku memiliki dua jantung, karena jantung yang satunya milik Youngmin. Aigoo… malang sekalo nasib kembaranku yang tanpa jantung itu. hiks… hiks… Youngmin maafkan aku karena jantung ini telah memilih aku, jantung ini juga sakiti aku, agar semua jantung tahu sehingga aku yang salah Huwwoooo…. Huwwooo…. Huwwwooo….

 

YAYAYA! Kenapa ceritanya jadi ngawur gini? Dan lagu apalagi yang kunyanyikan tadi? Lagu Syahriconggg huh? Oke kembali ke permasalahan. Sebenarnya yang satu lagi ini jantung siapa huh?

 

Aku menoleh ke samping, terlihat Minwoo dengan seenak jidatnya menyandar di sampingku. Ternyata dia deg degan juga. Aigoo… ku kira aku benar benar punya jantung dua! Oke lupakan masalah ini.

 

15 menit kemudian… 30 menit kemudian…

 

Ku lihat semuanya sudah lesu menunggu. Itu artinya… AKU MENANG! Ku lihat Minwoo menarik nafas dalam dalam, aku yakin sebentar lagi ia pasting mengaku kalah.

“baiklah Yoonmin kau menang!” tutur Minwoo tanpa semangat.

UYYEEEEEE…. Entah bagaimana caranya aku langsung salto diudara. Kalian bingung kenapa aku bisa melakukanya? Aku ini Atlit, okeeeeeee…. Walaupun hanya jadi jadian -___-

CKLEKKK…

 

Ketika aku hendak bersalaman dengan Minwoo –pertanda aku menang. Tiba tiba kenop pintu berputar, menimbulkan bunyi khas decitan besi. Kami sama sama menoleh ke arah pintu yang sedikit terbuka itu. dan tak lama kemudian, seorang gadis yang merupakan siswi dari Domyung High School berjalan memasuki kelas.

 

Ia menyernyit heran mendapati kami yang mematung dengan berbagai pose ajaib, yang jelas kami semua menatap ke arahnya.

“maaf, aku hanya ingin mengambil absen kalian” ujar gadis itu sedikit kaku. Ia berjalan ke arah meja guru, sejenak ia menatap heran pada buku lecek nan butek yang adalah absen kelas kami. Mungkin bingung kenapa ada buku absen sePrimirif itu, namun Ia teta[ mengambilnya lalu berjalan pergi.

 

“YOONMIN! KAU KALAH!” Minwoo menjabat tanganku cepat.

“Mwoya? Ku kan bilang kalau yang masuk guru perempuan aku akan menyatakan cinta padanya!” elakku tidak terima.

“Anii, kau hanya bilang kalau yang masuk Yeoja kau akan menyatakan cinta” tuding Minwoo. Aku menatap ke sekeliling, teman temanku itu mengangguk menyetujui ucapan Minwoo. Mereka menghujaniku dengan tatapan seram.

“namja selalu menepati janji bukan?” Minwoo melayangkan tatapan tajam yang artinya kau-pengecut-kalau-tidak-menepati-janji.

 

Glekk… aku menelan ludah. Mati aku, ini sama saja senjata makan utang eh tuan.

 

“Yoonmin-ah kau tau tidak Yeoja itu siapa? Dia cantik sekali” tanya salah seorang temanku, matanya memang langsung kinclong kalau melihat yeoja cantik.

“ne, namanya Park Jiyeon. Murid dari Sience Class, dia teman baik Hyomin. Dia pintar dan enerjik karena menjadi anggota Cheersleader. Walaupun bukan dari kelas fashion tapi Menurutku Semua pakaian yang dikenakanya selalu membuat ia terlihat cantik. Terkadang dia juga cerewet, sangat lucu. terlalu mudah untuk menyukainya”

Glekk… aku menelan ludah lagi. Semoga yang ku ucapkan barusan hanya di dalam hati, tidak keceplosan menyebutkanya. Aku menatap mereka satu satu, degub jantungku semakin liar ketika melihat wajah mereka yang dihiasi senyum jijay.

 

“jadi kau menyukainya?!” Tanya Minwoo yang sukses membuatku gelagapan.

Seluruh muris di kelas pun bersorak heboh. Ada yang loncat loncatan, ada yang peluk pelukan, untung saja tidak ada yang cium ciuman -___-

 

Huh, selalu begini. Aku selalu keceplosan mengatakan suatu hal yang aku sukai, meski itu sangat rahasian sekalipun. Aku memang menyukai Jiyeon. Dimataku dia Perfectionist seperti Hyomin, namun karena kesempurnaanya itulah aku tidak berani mendekatinya.

Hahaha~ aku tertawa miris dalam hati. Mana ada Trouble Maker yang pengecut!

 

“baiklah aku akan menyatakan cinta padanya” sahutku lantang.

 

жзжзж

AUTHOR P.O.V

 

Semua murid Sport Class menghambur ke GOR sekolah, ada lapangan basket disana dan lapangan itu juga biasa dipakai anggota Cheers berlatih. Yoonmin yang merupakan anggota tim Basket tentu saja hafal jadwal latihan tim Cheers, karena diam diam ia selalu memperhatikanya. Memperhatikan gadis itu.

 

Semua celinggukan mencari Park Jiyeon. Mereka semua berada di atas tribun, tentu saja untuk menyaksikan tontonan gratis. Yoonmin berjalan ke tengah lapangan, tim Cheers terlihat sedang berlatih di sisi kiri namun dia tak menemukan Jiyeon.

 

Penonton menghela nafas kecewa, namun beberapa menit kemudian murid Sport class yang merangkap menjadi penonton dadakan itu bersorak heboh. Yoonmin yang bingung sontak menoleh kebelakang.

 

ia mendapati Jiyeon sedang tertawa lepas bersama… Youngmin. Yoonmin mencelos saat itu juga, raut wajah Jiyeon menunjukan bahwa ia terlampau bahagia bersama Youngmin.

 

Penonton kembali menghela nafas kecewa, satu persatu meninggalkan tribun. Lihatlah! Bahkan teman temanya itu pesimis bahwa Yoonmin mampu mengalahkan Youngmin.

“kenapa harus dia?” desis Yoonmin.

 

Benar benar mustahil bila ia bersaing dengan Youngmin. Namja itu punya seribu pesona sedangkan dirinya? Ia saja merasa dirinya seakan tak diperlukan.ia di ibaratkan hanya seongok daging sisa yang kebetulah lahir bersamaan dengan dua manusia sempurna itu.

 

Yoonmin mengambil bola basket di lapangan, ia memantul mantulkanya dengan kasar dan melakukan Shooting secara asal. Tim Cheers yang melihat itu langsung menghentikan latihanya. Mereka tahu, kalau Kegilaan Trouble maker sedang bangkit, maka semuanya akan hancur. lihatlah, mereka pun menjauhinya.

 

Yoonmin memejamkan matanya, mengumpulkan semua tenaganya dan  semua emosi yang dipendamnya ke satu hentakan bola basket. Bola itu menhentak lantai dengan keras lalu melambung tinggi.

 

“AAAAaaaaaaaaaaaakkh!!!!” lengkingan seorang gadis membuat Yoonmin membuka matanya, ia menoleh kebelakang dan mendapati Jiyeon yang pingsan di pelukan Youngmin. Catat! Di pelukan Youngmin.

Kening Jiyeon memerah dan bola basket yang di hentaknya tadi menggelinding di bawah kaki Youngmin. Jadi Jiyeon terkena pantulan bola basket?. Yoonmin hanya bisa mematung ketika Youngmin menatapnya tajam. Selalu seperti ini.

 

жзжзж

 

Yoonmin P.O.V

 

“aku pulang!” sahutku dengan intonasi malas. Sesampainya di dalam rumah aku langsung melepas sepatu lalu meletakannya asal di rak. 4 hari berlalu sejak kejadian itu dan aku sama sekali tak berniat menemui Jiyeon. aku yakin aku bisa melepasnya untuk Youngmin, aku merasa semua hanya untuk saudaraku itu.

Namun semakin lama, suasana hatiku semakin memburuk. Puncaknya pada malam ini, aku pulang terlambat bahkan sudah terlalu malam. Tapi apa kalian tahu? Tak ada satu orangpun yang mencariku. Mungkin bagi mereka biasa si Trouble Maker pulang terlambat dengan kondisi acak acakan

 

Di dalam rumah, suasana sangat ramai dengan percakapan dan tawa. Pasti Jinki Ahjussi dan Minho Ahjussi datang sambil membawa keluarganya.

“uhukkk… uhukkk…” terdengar suara batuk kakek kakek -____- ah tidak salah lagi Hyukjae Halbeoji dan Siwon Halbeoji pasti ada disini. Aku bosan dengan kakek kakek itu karena selalu salah membedakan aku dan Youngmin bahkan tak jarang mereka mengiraku adalah Hyomin. Aigoo.. sebenarnya minus mata mereka berapa huh?

 

Tidak bisakah mereka membedakan bahwa Youngmin lebih terkesan cerdas dan Hyomin yang sangat rapi. Tidak seperti aku yang apa adanya. Mereka berdua memang lebih unggul.

 

“Yoonmin ah, mengapa baru pulang” ketika aku memasuki ruang tamu, Eomma langsung menghampiriku. Sepertinya hanya Eomma saja yang memperdulikanku. ANNIYO! Eomma pasti hanya mengganggapku anak yang mencari perhatian di tengah tengah sikap burukku selama ini. Aku muak.

 

Aku tak menggubris percakapan Eomma, rasanya ingin langsung ke kamar saja tapi pasti Appa akan marah karena mengganggapku tidak sopan. Aku sedang malas berdebat.

 

Ku hempaskan tubuhku ke punggung sofa. Di sebelah terlihat Youngmin, Hyomin dan cucu Halbeoji yang lain sedang bercanda ria dengan Siwon Halbeoji. Apa sih yang lucu dari cerita kakek tua itu?

 

“Youngmin-ah halbeoji merindukanmu?” tiba tiba seseorang memelukku dari belakang. Aku menoleh, ternyata Lee Hyukjae halbeoji sedang memelukku. Aku baru sadar, semakin lama uban semakin membuat rambutnya terlihat putih. Eh, apa rambutnya itu uban semua?

“Youngmin-ah” Seru Hyukjae halbeoji lagi.

Aku memutar bola mata sambil berdecak kesal “Halbeoji! Aku bukan Youngmin!” seruku setengah membentak. Aku benar benar kesal.

“ahahah maaf halbeoji gampang pikun. Namamu siapa ya?”

Ck… lihatlah aku tak dianggap disini. Aku tak menggubris omongan Hyukjae halbeoji, aku yakin akan emosi bila meladeninya.

“ahahha Halbeoji ingat namamu Yoonmin kan?” Hyukjae halbeoji tiba tiba menepuk geram kepalaku. Aku mendesah kesal, benar benar malas mendengar kakek tua itu berbicara.

 

“baiklah, Halbaeoji akan bercerita tentang masam muda Halbeoji” ucap Hyukjae Halbaeoji sambil mengambil posisi duduk di sebelahku “uhuk… uhuk… jadi waktu muda Halbeoji punya banyak koleksi Film yadong uhukk uhukk”

 

“APPA! Itu sama sekali tak membanggakan” seru Key Appa. Hm, aku setuju padamu Appa. Apa serunya menonton film yang dialognya Cuma ahh… uhh… ahh… uh… ._.

 

“uhukk… baiklah… uhukk…. Halbeoji akan cerita tentang yang lain. Jadi… uhukk… uhukkk…” aku mendelik malas, sebenarnya halbeoji berniat cerita atau bernyanyi dengan batuk batuknya yang kelewat fals itu?

 

“Ya! Lee Hyukjae, sudah aku saja yang bercerita. Kau kebanyakan batuk, dasar kakek kakek tua” umpatnya ke arah Hyukjae Halbeoji.

“kau pikir dirimu tak tua huh?”

“memang aku tua, tapi aku tetap tampan” entah dapat cermin dari mana tiba tiba Siwon halbeoji berkaca kaca ria dengan cermin di tanganya. Ia membenarkan tatanan rambutnya yang licin itu. lincin seperti diolesi oli atau minyak jelantah. Aigoo…

 

“aishhh…. Jadi bercerita tidak?” gerutu Hyomin yang mulai kesal.

“ne…” Siwon halbeoji membenarkan posisi kacamatanya, ia memang ubanan namun tak separah Hyukjae Halbeoji yang semua rambutnya terganti dengan uban.

 

“waktu muda, kakek tampan seperti Youngmin. Semua orang selalu kagum melihat kakek, seperti Hyomin, kakek itu Fashionable. Kakek juga cerdas seperti Youngmin.” Tutur Siwon Halbeoji bangga

“benarkah?” tanya Hyomin, ia memicingkan matanya pertanda tidak percaya.

“tentu saja. Bahkan penampilan kakek selalu rapi sepertimu. Kakek itu popular seperti kalian berdua.”

 

“cukup! Terus saja bangga banggakan Youngmin dan Hyomin. Aku tahu, aku tidak berguna dan aku tidak dianggap. Pasti kalau kalian tak pernah mengganggapku ada kan? Kalian tak pernah mengharapkanku lahir”

 

Kejadian itu terulang lagi, dimana aku berharap mengucapkanya di dalam hati namun nyatanya itu semua meluncur dengan intonasi tajam dari mulutku. Suasana rumah yang tadinya ramai menjadi hening seketika, mereka semua menaap ku.

 

Aku beranjak alu berlari menaiki anak tangga. Aku tak mau peduli dengan mereka, bahkan Appa dan Minho Ahjussi yang menyerukan namaku beberapa kali aku tetap tidak perduli. Aku muak dengan mereka yang selalu membanggakan Youngmin dan Hyomin di depan mataku.

Aku bosan menjadi yang tersisa, selalu tak dianggap.

 

жзжзж

 

aku membuka kedua mataku secara perlahan dan mengerjapkanya beberapa kali. Sejenak rasa sakit menjalari perasaanku, berharap semua hal yang terjadi kemarin adalah mimpi buruk. Namun seberapa besar aku meyakinkan diriku bahwa itu adalah mimpi buruk, pada dasarnya semua itu nyata dan… menyebalkan.

 

Aku menghela nafas panjang. Hari ini aku bertekad untuk keluar kamar, lagi pula bukanya hari ini hari minggu? Moment yang bagus untuk mengurung diri.

Jam – jam berlalu, aku menghabiskan waktu dengan bermain game online, mendengarkan musik atau memainkan handphone entah untuk sekedar bertelepon atau mengirim pesan singkat.

 

Jam menunjukkan pukul 7, persediaan rotiku telah habis dan aku lapar. Dengan amat terpaksa aku membuka pintu kamar, aku benar benar lapar. Pertahananku pun runtuh.

 

Aku menuruni undakan anak tangga dengan linglung. Terlalu lama di atas tempat tidur membuatku sedikit pusing. Tiba tiba semua terlihat berbayang, bahkan aku berhalusinasi bahwa Appa, Eomma, Halbeoji dan dua saudara kembarku sedang menunggu disana.

 

Huh! Ini pasti fatamorgana murahan! Aku mengerjapkan mataku beberapa kali, hingga bayangan pada semua benda yang kulihat memudar dengan sendirinya. Tapi ada satu bayangan yang tak pudar, bayangan keluargaku yang sedang menunggu di ruang tamu.

Tidak, mereka bukan bayangan. Mereka nyata dan mereka menungguku? Jika ini benar, semua ini bagai oase di padang gurun. Terlalu langka untuk dialami.

 

“Yoonmin-ah, maafkan Eomma kalau selma ini kau merasa tidak adil” ucap Minrin Eomma yang langsung menghambur memelukku, dapat ku lihat semua orang yang tadinya duduk disofa itu kini berjalan mendekatiku.

 

“Yoonmin-ah maafkan kakek, kemarin kakek tidak bermaksud terlalu membanggakan Hyomin dan Youngmin. Kakek menyayangimu, kau sudah lebih dulu marah padahal kakek ingin bilang bahwa ketika muda kakek jago olah raga sepertimu.” Siwon halbeoji bergantian memelukku, entak kenapa tanganku terangkat sendiri untuk memeluk Siwon Halbeoji.

“Mianhhamnida halbeoji” ucapku penuh penyesalan.

 

“kami tahu, tim basket Domyung High School adalah Tim basket terbaik tingkat SMA. Appa bangga padamu” Appa bergantian memelukku, aku merasa sedikit bergetar menahan haru. Akhirnya mereka melontarkan kata bangga untukku.

 

“Yoonmin-ah, kau lah yang hebat. Kau yang menguasai karate dan Taekwondo, bahkan aku tak sanggup harus lama lama sepertimu. Kau tahukan aku terjangkit asma. Kau yang terbaik”

 

Kali ini aku yang berinisiatif memeluk Youngmin lebih dulu, ku lihat genangan air di pelupuk matanya, aku pun langsung memeluknya erat dan genangan air yang kutahan akhirnya jatuh di pelukan hangat itu.

 

“hei mana ada Trouble maker yang menangis” ledek Hyomin padahal ia sendiri juga ikut menagis. Hahaha, dia masih cengeng seperti dulu. Aku menjitak kepalanya lalu tertawa puas ketika ia melayangkan omelanya untukku.

 

“Yoonmin-ah, ini untukkmu” aku berbalik, menatap Eomma, Appa dan Halbeoji. Yang memperkuat suasana haru dihatiku adalah ketika melihat sepatu berwarna golden dan baju basket yang mereknya lumayan terkenal dan tentu saja mahal.

“kami tahu, lusa kau ada pertandingan basket. Semoga kau berhasil nak” ujar Eomma diringin dengan senyum lebutnya.

“jeongmal kamsahamnida” aku pun tersenyum, melepas semua beban yang ada dalam pikiranku. Aku benar benar merasa lega sekarang.

 

Bughhh…

Tiba tiba sebuah bola basket melayang ke arahku, dengan sigap aku pun menangkapnya. Ku pandangi sejenak bola basket itu. bola berwarna hitam dan ada coretan tinta perak di tengahnya.

Aku menatap Youngmin tidak percaya. Bukankah goresan yang ada di bola ini adalah tanda tangan Michael Jordan? Pemain basket favoriteku ketika kecil?

 

“bukan aku yang memberikanya” ujar Youngmin tiba tiba, aku menatapnya heran kemudian ia tertawa lebar dan semakin membuatku bingung.

“kau tahu, seminggu yang lalu Jiyeon memintaku untuk menemaninya meminta tanda tangan Michael Jordan saat ia berada di Seoul.” jelas Youngmin panjang lebar.

 

“bukankah ia menyukaimu?” tanyaku, entah kenapa degub jantungku meliar saat menanti jawaban Youngmin. Apakah ini mimpi? Jika ia cepat sadarkan aku.

“bodoh, kalau dia menyukaiku untuk apa Ia rela antri berjam jam untuk memberikan ini untukmu” Youngmin tersenyum samar melihatku yang membeku seketika itu juga

 

“dia ada di taman sekarang, cepat hampiri dia”

 

жзжзж

 

Author P.O.V

 

Tanpa berfikir panjang, Yoonmin langsung berlari ke arah taman yang berada tak jauh di rumahnya. Langit semakin menguning dan matahari semakin tenggelam untuk kembali ke peraduanya.

 

Lama kelamaan sinar mentari meredup, berganti tugas dengan bintang bintang dan pantulan cahayanya yaitu bulan. Saat itulah Yoonmin baru bisa menemukan Gadis yang disukainya sejak awal masuk Domyung.

 

Jiyeon disana, duduk di bawah bangku panjang yang terletak di bawah pohon. Lampu jalan yang menerangi dengan samar tak mengurangi sedikit pun kecantikanya.

 

Yoonmin menumpukan telapak tanganya di kedua lutunya. Ia sedikit membungkuk, nafasnya memburu pasca berlari menuju taman. Sejurus kemudian ia menegakkan punggung, memberikan senyum terbaiknya pada seorang gadis yang kala itu melayangkan senyum teramat manis baginya.

“aku tahu semuanya” tutur Yoonmin setelah ia duduk di sebelah Jiyeon.

 

“ne, memang aku menyukaimu sejak dulu. Tapi aku tak berani mendekatimu”

Satu hal yang baru Yoonmin ketahui, Jiyeon tipe orang yang jujur dengan perasaanya – serupa dengan dirinya.

 

Sehabis mengucapkan itu Jiyeon memalingkan wajahnya, ia tak berani menatap Yoonmin. Semburat merah menghiasi kulit pipinya yang putih seperti susu itu. pipinya memanas saat itu juga dan semakin membuatnya lucu di mata Yoonmin.

 

“aku juga menyukaimu sejak dulu, namun aku terlalu takut mendekatimu karena kau nyaris sempurnya.” Yoonmin menghela nafas dalam, mengumpulkan semua keberanianya “then, if we have the same feel. Would you be My Girlfriend?” Yoonmin benar benar gugup ketika melontarkan kalimat itu, terlebih lagi ketika Jiyeon hanya mematung tanpa menoleh ke arahnya sedikitpun.

 

Prasangka buruk semakin menyusup di sela sela pemikiran Yoonmin karena JIyeon hanya bergeming di tempatnya. Ia mencelos mendengar desahan panjang dari gadis itu.

“Yoonmin-ah aku punya sesuatu untukmu” degub jantung Yoonmin semakin memburu, namun ia sedikit kecewa ketika Jiyeon hanya menatapnya datar. Ini artinya dia di tolak?

 

Jiyeon merogoh saku jaketnya, membuat Yoonmin juga ikut memperhatikan gerakan tanganya. Namun sejurus kemudian gerakan tangan itu berhenti, membuat Yoonmin menatap heran. Namja itu semakin penasaran ketika Jiyeon tidak menatapnya, melainkan masih menatap sakunya. Tiba… tiba…

 

CHU~

Kecupan kilat mendarat di bibir Yoonmin, membuat namja itu terkesiap kaget dan tidak percaya. Jiyeon beranjak, ia menjulurkan Lidah dengan seringai lebarnya ia mencoba lari dari hadapan Yoonmin.

Namun Yoonmin tidak membiarkan gadisnya itu pergi, ia mengejarnya. Ia menganggap ciuman singkat itu sebagai pertanda “YA”

 

Di balik semak semak yang membatasi jalan taman dan tempat Yoonmin menyatakan Cinta. Segerombol orang berkasak kusuk tak jelas disana, mereka tak dapat menyembunyikan tawa mereka lagi ketika pasangan baru itu pergi.

 

Minrin tersenyum lega. Pada akhirnya jika ia mempunyai tiga anak kembar, ia berjanji akan memperlalukanya dengan baik tanpa ada satupun yang merasa di perlakukan lebih atau sebaliknya. Ia ingin menjadi ibu yang bijak.

 

жзжзж

 

seorang gadis melenguh pelan ketika sinar mentari yang menembus kaca jendela dan Gorden tipis di kamar itu, kini jatuh di atas kelopak matanya. Ia menggeliat kecil, tanpa sadar seulas senyum tipis mencuri untuk di tampilkan.

 

Gadis itu menegakkan punggung, memberi perenggangan kecil pada leher dan lenganya. Ia mengedarkan pandang ke sekeliling kamar sejurus kemudian ekspresi kekagetan terpeta jelas di wajahnya.

Kenapa di kamar ini hanya ada foto dirinya dan Key? Kemana foto foto 3 jagoan kembarnya yang ikut menghiasi setiap dinding kamarnya? Minrin memperhatikan dirinya di cermin rias yang berada di seberang tepat tidur. Tak ada kerutan di wajahnya, ia masih terlihat muda.

 

“jadi yang tadi itu mimpi?” pekik Minrin kaget “aigoo… rasanya nyata sekali” ia melengos mendapati kenyataan mempunya 3 anak kembar ajaib ternyata hanya sebuah mimpi.

 

Seseorang yang berbaring disampingnya menggeliat pelan, ia menyibakkan selimut yang menutupi wajahnya lalu membuka sebelah mata dengan susah payah “diamlah, aku masih mengantuk” titahnya lalu kembali menarik bed cover hingga menutupi kepalanya.

 

“Yeobo, kau tahu tadi malam aku bermimpi kita pinya 3 anak kembar” ujar Minrin sambil tersenyum sendiri. Ia mengelus perutnya yang rata lalu tersenyum penuh arti.

“Ya! Kim Kibum, bagaimana kalau sekarang kita buat 3 anak kembar! Palliwa” dengan senyum ala iblis Minrin masuk ke dalam selimut lalu menyerang suaminya itu.

“Ya! APA YANG KAU LAKUKAN?”

Dan kegaduhan terdengar jelas dari dalam selimut itu? apa ya yang mereka lakukan? Hihi….

 

FIN

Huaaaa….. akhirnya FF ini selesai juga. Maap kalo nggak bagus dan banyak typonya. Abis aku buatnya mendadak, jadu rada berantakan gini deh. sebenarnya ide ini udah lama Cuma aku lagi kangen aja sama Kirin Couple.

Awalnya aku pengen bikin cast anak kembar Ki-rin itu Idol Kpop juga, tapi aku bingung yaudah deh aku ngambil OC.

Awalnya aku berencana untuk masukin Onew dan Minho tapi lama kelamaan alurnya jadi beda sendiri sama yang dipikiran aku. Jadinya gini deh.

Dan awalnya juga aku pengen buat konflil key sama minrin tapi nggak ada ide. Ehhh taunya tertarik sama karakter anaknya haha *kebanyakan curhat

Kalo yang belum baca seri Naughty Married sebelumnya baca dulu ya:

 (Complicated), (reasons), magicalova PART 1, PART 2, PART 3

Oh ya, mungkin ini seri terakhir Naughty married. Bubye semuanya, makasih udah ngikutin dari awal.

Advertisements

73 responses to “Naughty Married ( If we have THREE TWINS )

  1. awalnya aku kira ,ereka mau liburan atau apalah soalnya kan dicekokin obat tidur kan?
    tapi gapapalah hehe aku kira mereka juga udh punya 3 anak eh ternyata just a drem
    aku baca part selanjutnya ne?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s