[FREELANCE]You,I And Coffee

Title : You, I, and Coffee
Genre : Romance
Rate : All Age
Cast : Eli, Hwan Yoon Mi (yourself), etc
Author : @_svkissme

This story is for my unni, Danya ^^
And before, makasih ka dita untuk editing fotonya 😀
Just info, aku sebelumnya pernah ngirim FF kesini juga. Judulnya 0330. Kekeke ^^
Happy reading :]

* * *
“Astaga. Kurang kerjaan ini orang,” komentarku sambil menutup tab browser yang baru saja aku buka. Barusan aku membuka “Newest Video Upload” di Yfrog. Dan aku melihat seorang laki-laki yang usernamenya @u_kisseli sedang meminum kopi dan mengucapkan “Ah”. Sungguh amat kurang kerjaan

Aku memang sangat suka browsing di Internet sejak kecil. Aku orangnya sangat ulet. Aku sangat ingin tau segala hal. Makanya aku seringkali browsing.

Kali ini lokasi browsingku di twitter. Aku bingung, ketika aku mengupload foto ke twitter, bukan twitpic yang menjadi tempat uploadnya, melainkan Yfrog. Iseng-iseng aku searching disana. Dan ketemulah video laki-laki kurang kerjaan bernama u_kisseli itu.

“Yoon Mi-ah! Tidurlah. Besok kau ada jam kuliah pagi,” seru Ummaku dari luar kamar.

Ok, it’s time to sleep. Aku pun mematikan jaringan internet di laptopkum mematikannya, dan menaruhnya di tas. Goodnight Hwang Yoon Mi~
* * *
“Hwang Yoon Mi, coba kau jelaskan kapan terjadi urbanisasi di Korea,” seru Mr. San. Hari ini jam pertama yang aku ambil adalah kelas Mr. San yang membahas urbanisasi.

“Urbanisasi adalah….” ucapanku terpotong karena tiba-tiba ada laki-laki yang tampaknya mahasiswa baru, memasuki kelas kami.

“Sorry Mr, i’m late,” katanya.

“Kyaa! Dia member U-Kiss,” kata salah satu temanku. Pelan, tapi aku dapat mendengarnya. Kelasku menjadi gaduh. Semua heboh dengan kedatangan artis tenar tersebut.

Aku bukan buta artis negaraku sendiri. Aku tau U-Kiss. Tapi hanya sekadar tau lagu-lagunya. Tidak sampai mendalami seperti kebanyakan temanku.

* * *
Setelah selesai jam kuliah pertama, aku ke kantin untuk menemui Suzy, sahabatku. Kami sudah bersahabat sejak SMA, tapi di Universitas, kami berbeda fakultas. Walaupun begitu, kami masih bersahabat.

“Suzy!” kataku begitu melihat Suzy disalah satu meja. Aku menghampirinya dan duduk di sebelahnya.

“Hello,” sapanya.

“Sudah lama disini?” tanyaku.

“Lumayan. Sekitar 15 menit lah,” ia berhenti sejenak dan meneguk capuccinonya. “Tadi katanya di kelasmu ada murid baru ya?”

“Ne. Dia artis,” jawabku singkat. Kini tayangan masuknya si artis itu ke kelasku terputar di benakku.

Mata Suzy terbelalak. “Jinjjayo? Dari boyband mana?”

“U-Kiss.” Sudah aku duga. Suzy pasti kaget. Dan benar saja.

“Kyaa!!” Suzy memegang bahuku dan mengguncang-guncangkannya.

“Ya! Kau mau aku dikira lesbi?” kataku. Sekeliling kami kini melihat kami. Sungguh memalukan~

“Bolehkah aku duduk disini?”

Tiba-tiba suara laki-laki memecah perbincanganku dan Suzy. Siapa lagi kalau bukan anak U-Kiss itu? Sudah dapat dibayangkan bagaimana ekspresi Suzy. Diyambah, Suzy menggenggam tanganku erat!

“Hwang Yoon Mi… I… Itu…” Sebelum Suzy melanjutkan ucapannya, aku segera menariknya pergi. Memalukan!

“Kau Hwang Yoon Mi mahasiswi beasiswa itu kan?” tanya member U-Kiss itu dari belakangku dan Suzy.

Tanpa menjawabnyam, aku langsung menarik Suzy pergi. Perlukah aku menjawabnya?

* * *
1 bulan berlalu semenjak masuknya member U-Kiss itu ke kampusku. Nama dia ternyata adalah Kim Kyung Jae, tapi anak-anak memanggilnya Elison. Walaupun dia artis, dia juga ternyata ‘kecentilan’ sama perempuan. Untunglah dia pintar. Jadi, tidak begitu dipermasalahkan ‘kecentilannya’ itu.

Minggu-minggu ini sudah mulai memasukki minggu ujian. Semua materi dibahas ulang agar semua murid lebih paham dan lebih siap menghadapi ujian yang tinggal sebentar lagi.

“Hwang Mi Yoon,” kata Mr. San setelah mengabsent seluruh murid.

“Ne?” jawabku.

“Ne?” jawabku.

“Tolong gambarkan piramida penduduk Korea yang 2 minggu lalu dibahas!” perintahnya.

Dengan langkah mantab, aku mengambil spidol dan menuju papan tulis. Aku sudah paham materi ini dan aku rasa aku bisa menggambarnya.

“Penduduk mudah jumlahnya 20.500….” aku bergumam dan menggambarkannya di papan tulis.

Aish! Gawat. Aku lupa bentuk piramida penduduk tua serta berapa jumlah penduduk muda. sungguh ini sangat memalukan. Aku hanya bediri di depan papan tulis. Aku benar-benar lupa bentuk piramida penduduk tua. Aku menengok kanan kiri. Siapa tau ada bantuan. Tapi apa? Mereka tidak mengerti aku membutuhkan bantuan saat itu -__-

“Baiklah, Kim Kyung Jae tolong lanjutkan pekerjaan Yoon Mi,” ucap Mr. San tanpa basa-basi. Aish aku benar-benar malu!

Elison bangkit dari bangkunya dan tersenyum remeh ke arahku. Ini benar-benar membuat nyaliku ciut. Tak dapat dielakkan lagi, pujian bertubi-tubi dari para wanita di kelasku, terucap untuk Elison. Hhhh… Awas saja dia. Akan ku balas perbuatannya di ujian nanti. Dasar Mr. Damn Smile!

Akhirnya jam kuliah berakhir. Aku sangat malu atas kejadian tadi. Teman-temanku banyak yang bingung kenapa aku bisa lupa. Karena aku sudah mantap di materi ini. Elison juga terus-terusan tersenyum remeh padaku. Menyebalkan!

“Jadi ini kekuatan murid terpintar disini? Hanya segitu?” kata Elison di pintu kelas saat aku ingin keluar kelas. Ia pun keluar mendahuluiku.

“Ya!! Elison Kim!!” kataku geram.

“Hey hey, Hwang Mi Yoon! Ada apa?” tanya Suzy tiba-tiba muncul di belakangku. Akupun menceritakan kejadian memalukan tadi sambil berjalan keluar kampus bersama Suzy.

* * *

“Oh… Jadi begitu. Mr. Damn Smile. Hahaha,” kata Suzy ketika aku selesai bercerita.

“Too annoying, right?” ucapku kesal.

Aku dan Suzy terus berjalan sampai keluar kampus. Namun, tiba-tiba aku melihat ada keramaian di Pohon Pinus sebrang kampusku.

“Ya, Suzy! Lihat itu ada apa?” kataku sambil menunjuk ke arah keramaian tersebut.

“Cepat Mi Yoon, kita lihat kesana,” aku dan Suzy bergegas menuju Pohon Pinus itu.

Betapa kagetnya aku melihat siapa yang pingsan dibawah Pohon Pinus tersebut. Taukah kalian itu siapa? Elison Kim! Memang tidak ada darah mengalir, tapi tampaknya benturan di kepalanya sangat keras.

“Suzy, cepat kau telfon … ya keluarganya atau… apalah. Kau fansnya kan? Kau pasti tau!” ujarku panik.

* * *

3 jam kemudian….

Hari sudah malam. Dari sore tadi, aku stay di apartement kecil ini. Sendirian untuk menjaga Mr. Damn Smile. Tadi member U-Kiss juga datang menjenguk. Untung beritanya tidak sampai ke media massa. Dan parahnya, Damn Smile belum siuman juga sampai sekarang.

Kini aku berada di kamar Elison. Kamarnya kecil dan berantakkan. Namun entah kenapa, aku nyaman berada disini. Aku duduk di bangku sebelah tempat tidur Eli.

Iseng, aku memainkan ponsel yang terletak di tempat tidurnya. Dari awal aku sampai kesini, ponsel ini sudah ada di tempat tidur. Aku pun membuka twitternya. Karena hanya itulah aplikasi yang aku tau selain SMS. Tidak jelas aplikasi-aplikasi di ponsel orang ini. Tunggu… tunggu… Nama twitternya @u_kisseli? Sepertinya aku pernah melihat. Tapi dimana ya?

Oh ya! Twitter… Yfrog! Ya. Disitu aku melihatnya. Aku segera membuka laptop dan membuka historyku 1 bulan lalu. Oh God! ternyata dia….

“Waeyo? Mentionku ramai ya? Ya maklumlah. Artis,” tiba-tib Elison berbicara dari tempa tidur. Hey… Sejak kapan dia siuman?

Itu pasti dia! Elison… Elison… Eli! Dan dia member? U-Kiss. U_Kisseli. Ya ya ya! He is @u_kisseli. Sungguh, aku tidak bisa menahan tawaku. Ini ajaib!

“Hfffttt,” aku menahan tawa. Aku mengingat wajahnya saat merekam video kurang kerjaan itu =))

“Kenapa kau? Aku tampan?” tanyanya pede.

“Hfffftttt,” aku tetap menahan tawa walau sejujurnya aku ingin melemparnya sepatu. Rasa tertawa ku dan kekesalanku lebih besar rasa tawaku.

“Hey, kau gila?” Eli memagang keningku.
“Huahahahahahaha…” aku tertawa terpingkal-pingkal setelah sekian menit menahan tawa. “Ja…Jadi kau….Hahaha”

Eli menatapku aneh.

“Kau? Hahahahaha..” Aku benar-benar ngakak. Air mataku sampai turun saking aku terbahak-bahak.

“Aku? Kenapa?” tanya Eli bingung.

“Jadi kau @u_kisseli yang waktu itu menshare video coffee? Kyahahaha”

“Emm.. Yang mana?” Wah. Dia lupa atau pura-pura lupa?

“Video yang hanya bersuara “Ah” itu? Itu kau kan? Hahhaha,” ingatku masih tertawa.

“Nah iya. Itu aku. Waeyo?”

Bukannya menjawab, aku malah tetap tertawa terpingkal-pingkal. Aku tidak menyangka, orang terkurang kerjaan di muka bumi ini ada di dekatku.

“Bekas coffeenya ada di ujung tempat tidur,” kata Eli sambil menunjuk suatu arah. Aku kearah tersebut dan mengambil bekas coffee Eli yang terletak disitu.

Aku mengambil bungkus coffee tersebut dan…. Eli juga mengambilnya. Tangan dan tatapan kami terkunci. Perlahan, aku merasakan bibirku juga terkunci. Mataku terpejam.

Eli, kau tampan. Tapi mengapa menyebalkan sekali?

* * *
5 bulan kemudian….

@ Eli’s Room

“Ini aku bawakan coffee”

“Buat kita?”

“Ya. Bagaimana kalau kita rekam?”

“Omona! Aku jadi ingat 6 bulan lalu. Saat aku menganggapmu orang terkurang kerjaan di muka bumi! Hahaha”

“Sekarang, aku orang yang paling kau cinta di muka bumi kan?”

“Mmm… Mungkin! Hehehe”

“Ya!! Hwang Yoon Mi-ya!”

end

12 responses to “[FREELANCE]You,I And Coffee

  1. aku agak bingung ama endingnya… kapan mereka jadian..?? tiba2 udah gitu aja #maksutnyaapa?? -_-

    tapi overall bagus kok.. keep writing 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s