[FREELANCE]Last Day -part2-

Judul : Last Day
Author : Shafiera @sicafira
Genre : Friendship, Mistery
Rated : PG-13
Cast : Lee Ji-eun a.k.a IU
Park Jiyeon T-ara
Lee Jinki onew SHINee
Other…
Annyeong, hehehe mian ini ff gajelas, aku bikin karena lagi sayang-sayangnya sama sahabat2 aku ..#gak nanya#… hihiihi kalo ga suka jangan coment, jangan bashing pula, tapi kalo kritikan aku membutuhkan itu.. hihihihi

Aku sampai di sekolah, aku tidak menemui sosok jiyeon di bangkunya, tidak biasnya ia datang telat, atau aku terlalu cepat?
“lee Ji-eun” temanku , mengagetkan ku.
“aissshh… Hyomin .. ada apa?” Tanya ku
“kau mencari Jiyeon?” Tanya Hyomin
“Ne… kemana dia?” Tanya ku
“ia… ia.. bunuh diri” kata Hyomin. Aku terdiam sejenak, Bunuh Diri?
“haha,, jangan Konyol.. “ tawaku
“ini….” Ia memberikan sebuah Foto.. aku terbelalak melihatnya… Foto jiyeon sednag tergeletak di pinggir jalan dengan darah dimana-mana.. tiba-tiba dadaku sesak menerima ini..
“gak mungkin… ini pasti Bohong… darimana kau dapat semua ini?” tanyaku histeris membuats semua Murid mengehampiri ke kelasku.
“ayahku polisi, hiks… aku baru tau tadi pagi… ia bunuh diri dari lantai 23 di apartementnya, aku sempat gak percaya… tapi,…” hyomin menangis.
“hentikan… ini gak mungkin terjadi, Jiyeon, tidak mati…. Ini bohong…” teriakku histeris air mata tak bisa kutahan lagi…
“ji-eun…sudaahh…” kata teman-temanku.
“aahhh berisik, ini gak mungkin terjadiii!!! Kalian tidak tau, jiyeon gak mungkin ngelakuin ini…. Gak Mungkinnnnnnnnnn” teriakku.
“ayo aku antar ke rumah sakit, untuk melihat jasad Jiyeon.” Ajak Hyomin. Aku terus menangis tak berhenti.

Aku terduduk di bangku, lalu hyomin mengajaku masuk… ruang Jenazah?
Aku terdiam melihat sosok Jiyeon yang masih memakai seragam, wajahnya pucat, dan banyak darah kering di tiap baju nya. Jiyeon? Kau kah itu? Kau yang sedang tertidur pula situ? Kau tidur selamanya? Hiks hiks, tega sekali kau melakukan ini Jiyeon.
“jiyeon………………. Park Jiyeonnn!!!!! Bangunnnn… ini aku.. ayo cepat bangun… janagn seperti ini..” aku berteriak sambil menangis, hyomin memelukku.
“sudah ji-eun… sudah… hiks” kata Hyomin
“Jiyeooonnnn!!!!….. Hiks … “ aku menangis lalu terduduk di lantai sambil menangis, tiba-tiba datang beberapa polisi dan wartawan. Aku pun duduk di peluk oleh Hyomin.
“Park Jiyeon 17 tahun, tewas bunuh diri dari lantai 23. Mungkinkah ia tewas karena depresi? Dengar-dengar orang tuanya bercerai dan meninggalkannya sendiri di apartement selama 2 tahun?” Tanya Wartawan
“kami masih belum bisa memastikan alasan dia bunuh diri, tapi kami sedang mencoba menghubungi ke dua orang tuanya. Namun sangat sulit, ibunya sudah menikah lagi dengan orang amerika dan tinggal disana dan memiliki anak, sementara ayahnya pergi bersama keluarga barunya ke Singapore… hanya itu yang bisa kami dapatkan, selebihnya kami masih belum bisa memastikan,” kata Polisi
“lalu bagaimana dengan temannya?” Tanya wartawan, lalu beberpa detik kemudian semua menoleh padaku.
“apakah anda teman park jiyeon?” Tanya Wratawan
“ne…” jawabku lesu
“apa yang anda tahu tentang park jiyeon? Apa anda tahu alasan Jiyeon Bunuh diri?” Tanya wartawan
“ia sahabatku…aku tidak tahu” aku pun berjalan pergi, ku lihat hyomin berusaha mengejarku. Aku terus berlari, aku berlari dan melihat sisa darah jiyeon di depan apartementnya, aku tidak boleh masuk, masih banyak polisi dan wartawan. Dan aku menatap ke atas gedung… Jiyeon….
Aku berlari kerumah, berderai air mata… aku langsung memeluk umma ku. Ummaku menangis sepertinya ummaku sudah tahu berita kematian Jiyeon. Aku menagis sejadi-jadinya, begitu pula umma, appa sedang duduk teremenung.
“ji-eun… kau harus sabar ya” kata umma
“andwae!! Eomma.. jiyeon sudaah pergi umma.. Hiks eotteohkke??” aku masih menangis
“sudah ji-eun na… sudahh” kata umma menangis
“andai aku bisa menahannya agar tidak pulang..” kata appa.
“jiyeon.. hiks…” aku menangis. Demi tuhan aku akan beri pelajaran pada orang yang menyebabkan Jiyeon Bunuh diri.

***
Pemakaman Jiyeon, orang Tuanya masih belum datang….
Aku melihat peti mati sudah di kuburkan… Ternyata perasaan ku benar, hari itu benar-benar hari terakhir kami bersamanya… tapi aku masih tidak percaya bahwa jiyeon bunuh diri. Jinki oppa.. dia orang terakhir yang di temui Jiyeon, aku akan menanyakannya.

“oppa… kau mengantar Jiyeon sampai mana?” tanyaku sambil berjalan pulang menuju rumah
“sampai halte Bis.. aku tidak menyangka ia melakukan ini” kata Jinki oppa, tapi dari raut wajahnya ia seperti menyembunyikan sesuatu.
“apa Jiyeon berkata sesuatu?” tanyaku
“hmm tidak… hanya mengucapkan terimakasih saja, Ji-eun~a aku duluan ya.. aku ngantuk” kata Jinki oppa. Ia seolah menghindar. Tiba-tiba aku melewati toko kosong waktu itu, aku benar-benar merindukan Jiyeon..Kemarin kami duduk bersama di sana.
“Lee Ji-eun” teriak seseorang, itu Han Eunjung.. teman ku.
“aku ingin mengatakan sesuatu, ini ada kaitannya dengan Park Jiyeon” kata Eunjung
“apa? Cepat katakan..” aku sangat antusias, mungkin ini adalah petunjuk kematian Jiyeon.
“Oppa mu, yang tampan itu.. kemarin malam Jiyeon bersama oppa mu di halte Bis” kata eunjung
“ia, oppaku hanya mengantarnya sampai halte”
“Jiyeon menangis, oppamu memeluknya.. aku yakin, ini ada hubungannya dengan oppamu” kata eunjung
“menangis? Tapi oppaku bilang Jiyeon tidak bicara apa-apa.. “ kataku
“aku yakin, oppamu tahu sesuatu” kata Eunjung.
Aku segera berlari menemui Jinki oppa, mendobrak kamarnya. Kulihat ia sedang terduduk di tempat tidurnya, ia pasti kaget.
“Katakan… kenapa kau memeluk Jiyeon ? apa alas an Jiyeon menangis?” tanyaku
“apa maksudmu”
“Jiyeon.. menyukaimu, kau pasti menolaknya.. sehingga ia frustasi.. ia kan??”
“haha.. jangan konyol!!” tawa Jinki oppa
“kau pasti penyebab kematian Jiyeon” Tuduhku
“Baiklah, aku Jujur.. Jiyeon ia menangis, karena ia di pukuli oleh ibu-ibu yang menuduh ibunya Jiyeon merebut suami mereka, Jiyeon menangis dan aku hanaya menolongnya.. ia hanaya berkata jangan katakana aibnya ini pada siapa-siapa” mungkin itu alas an Jiyeon Bunuh diri. Aku menangis.
Aku memasuki kamar apartement Jiyeon. Ku lihat Buku Binder Hitam yang sudah kupastikan itu adalah Diary Jiyeon. Kenapa tergeletak di pinggir jendela? Apa polisi tidak memeriksa ini? Aku pun membacanya.
TBC kambuh.
Moga gak gak gak gak Bosen ya.. hehehe.. satu pasrt lagi tamat deh.. hehehehe

11 responses to “[FREELANCE]Last Day -part2-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s