I Don’t Have Perfect Life and Perfect Myself

Tittle : I Don’t Have Perfect Life and Perfect Myself

Author : Kazu1chi

Rating : G (General)

Genre : Angst, Life, Sadness, Songfic

Cast : Lee Ji Eun (IU)

Disclaimer : Segala artis dalam cerita ini bukan milik saya, tapi milik manajemen mereka, lalu milik Tuhan, dan tentu milik kalian dong.. Oh ya, ini FF (dikit banget) berdasarkan kisah nyata.. Kalau begitu, Happy Reading ya yeorebun!

I Don’t Have Perfect Life and Perfect Myself

=========================================
When I step past my door frame, I get dizzy..
Because it’s the border to my comfort zone..
The useless emotions that dirty my heart is covered with dust..
If I get out of here, there’s death..
=========================================

Air mata terus membendung di mataku, tapi tidak di hatiku. Hatiku, pikiranku, semuanya terasa pilu. Aku sungguh merasa aku sangat tak berguna. Aku benar-benar tak berguna. Meski air mata ini sudah mengalir begitu lamanya, tapi tak dapat mampu menutupi rasa sakit hatiku. Bukan karena cinta, bukan karena kebencian.

Melainkan karena diriku.

Aku tak sanggup menahan cobaan ini. Cobaan yang selalu ditertawakan, diejek, bahkan dibully oleh tiap orang yang selalu bertemu denganku. Tiap hari, aku harus menghadapi keadaan mata yang membengkak tiap saat. Bengkak karena tangisan ‘menyakitkan’ bukan karena tangisan ‘kebahagiaan’.

Kapan aku dapat memiliki kebahagiaan? Setiap aku bertemu dengan orang-orang yang kukenal bahkan orang yang sama sekali tak ku kenal, aku dapat melihat kebahagiaan dari sinar mata mereka. Senyuman menawan. Tak ada tanda-tanda bengkak pada mata. Semuanya terasa cerah. Aku dapat melihat aura warna penuh keindahan dari tubuh mereka.

=========================================
Because I disliked the unfamiliar happiness more than the familiar sadness,
I threw away my footsteps..
I worry that I’ll become a pair of worn shoes..
Because the world, time, people twistedly wear me..
=========================================

Aku ingin sekali seperti mereka. Memiliki kebahagiaan. Memiliki keindahan. Dan lebih penting lagi, memiliki kasih keluarga. Aku tak tahu apa artinya keluarga. Kenapa?

Karena sedari kecil, aku sudah berada di panti asuhan. Merasakan kedinginan luar biasa yaitu di panti asuhan, merasakan kepanasan juga di panti asuhan, merasakan kesedihan juga di panti asuhan. Tak ada tempat lain selain panti asuhan. Aku sungguh berterima kasih pada panti asuhan yang mau menerimaku, tapi sesungguhnya orang-orang didalamnya tak menerimaku sama sekali. Tak sedikitpun aku tak kecewa mengalami keadaan ini. Aku benar-benar benci. Sangat benci. Hidupku. Diriku. Semuanya yang lekat padaku.

Aku benar-benar ingin mati. Mati dalam kesendirian. Untuk menghilangkan rasa ini. Perasaan yang sungguh menyebalkan ini. Yang setiap hari menyakitiku bahkan telah membunuh secara psikisku.

Aku bisa menerima mereka semua. Tapi..mereka semua tak menerimaku.

Apa karena aku adalah seorang penderita autis? Jadi kalian semua menjauhiku?

Itulah pertanyaan yang selalu setiap saat melekat pada batinku. Kuingin kerahkan semua, tapi tak bisa. Melihat mata mereka.. sungguh membuatku takut. Berbicara pada mereka.. sungguh membuatku gila. Aku benar-benar tak sanggup menjadi orang seperti ini. Mengapa aku harus seperti ini? Tak bisakah aku merasakan menjadi orang normal yang memiliki hubungan komunikasi baik?

Aku benar-benar buruk. Sangat buruk. Bahkan melebihi keburukan suatu kotoran manusia atau kotoran hewan yang menjijikan. Aku menjijikan. Tapi hatiku terasa menangis. Menangis karena hidup seperti ini.

Kalian meledekku, bahkan mencemoohkanku dengan kata-kata kasar kalian. Tapi ketahui, bahwa aku sangat tak menginginkan hidup seperti ini.

=========================================
I forget. Like the heaps of newspapers and bills in front of my door,
Don’t leave the thoughts and demands of the world in front of me
This is my home – leave me alone..
Just don’t come in here..

=========================================

Tiap detik, kesendirian menyelimutkan batin dan diriku. Aku selalu sendirian. Tak memiliki teman. Bahkan tak pernah merasakan apa itu kebahagiaan apa itu kesenyuman. Aku merasa, mainan-mainanku lah yang menjadi teman terbaikku. Selalu menemaniku, selalu memberiku kebahagiaan, meski itu hanya semu.

Aku benar-benar ingin mati, sungguh ingin mati.
=========================================
Now I cry without tears..
Just like breathing, I cry again..
The sadness that became a home..
Though I try to take a step out, I cry at the doorstep..
I cry, without me knowing..
=========================================

“Dasar autis, mati saja kau!” keluh kesal dari seorang gadis yang juga tinggal di panti asuhan, menendangku hingga membuatku terjatuh. Gadis itu menyadarkan lamunanku. Tawa dari teman-teman gadis itu terngiang-ngiang di pikiranku. Aku benar-benar tak sanggup, aku sungguh tak ingin mendengar. Kututup telingaku seerat mungkin dengan tanganku, itu masih saja terdengar.

“Eh, autis, sadar gak kalau kau itu autis? Orang autis biasanya memiliki dunianya sendiri. Dan hal itu sama seperti kau!” ejek gadis itu sambil menertawaiku. Aku benar-benar tak sanggup menghadap dan membalasnya. Aku sungguh takut. Sangat takut. Hingga seluruh badanku gemetar. Yang kulakukan sekarang adalah kabur. Hanya itulah jalan pintas untuk membuatku berhenti mengalami ketakutan.

Hentakkan kakiku semakin kucepatkan begitu mendengar tawa mereka yang begitu bisa memecahkan pendengaranku.

Aku berpindah tempat, ke tempat dimana terdapat kolam ikan. Menurutku, suara yang paling membuatku nyaman saat ini adalah air. Air membawaku pada kedamaian. Juga aku dapat mendengar ikan-ikan di kolam itu berbicara padaku,  “Jangan menangis, Jieun. Kaulah yang terbaik.”

Hiburan dari ikan-ikan itu selalu kudengar setiap hari. Aku benar-benar tak yakin bahwa hiburan dari ikan-ikan itu dapat menyembuhkan rasa sakit hatiku. “Terima kasih, ikan. Kalianlah yang terbaik. Aku..,” tangisku membuat diriku tak sanggup berkata-kata.
=========================================
Do I deserve to be happy?
Why have I fallen deeply into shallow scars?
Anyone may receive showers of arrows in life..
But why is the target on my heart so big for me?
=========================================

“Sepertinya ada yang melakukan aksi autis nih. Berbicara pada ikan. Apa kau ini gila atau autis sih? Kok semua hal buruk selalu terdapat pada dirimu ya?” ejek dari gadis itu lagi.

Mendengar ejekan itu membuatku ketakutan kembali. Bahkan suara air di kolam ikan ini tak dapat mampu mengisi kedamaian pada hatiku. Aku hanya bisa kabur, kabur dan kabur. Aku benar-benar tak mampu menghadapinya.

=========================================
Emotions run from one end to another..
But for a slow-paced me, I fall behind and out of breath..
I cannot hold my heart and I lose the world..
=========================================

Oh Tuhan, mengapa Engkau menciptakan aku? Aku pengecut. Aku autis. Aku sakit. Aku gak berguna. Aku.. aku.. aku dan aku.. Aku hanya bisa berkata aku dan aku..

=========================================
I raise each step a little more..
Anyone can be afraid of this..
But to me, it’s more natural than laughter..
Crying is easy like breathing – the more you hold it in, your more you let out..
=========================================

Aku ingin kabur. Hanya itulah yang bisa kulakukan. Tapi, kabur pun membuatku semakin ketakutan, karena gadis dan teman-temannya itu mengejarku sambil mengejekku terus-menerus tanpa ada hentinya. Setiap hari, setiap menit, setiap saat.

Ku tahu, kabur itu bukanlah jalan pintas yang tepat untukku. Tapi, aku tak ada cara lain selain kabur. Aku takut.. sangat takut menghadapi para keiblisan manusia. Aku selalu melihat mereka semua berperan sebagai antagonis. Aku benar-benar takut, aku benar-benar kacau.

=========================================
Let me breathe – sadness is my home..
I want to stay here, in this place..
Even if I go out to happiness for a moment..
Now I know that I would want to go back..
=========================================

Aku terus berlari hingga tak kuketahui aku telah berada di luar panti asuhan. Akan tetapi, gadis dan teman-temannya itu masih saja mengejarku, mengejekku. Hingga aku tak menyadari, larianku yang semakin cepat membuat ejekan dan kejaran mereka juga mencepat. Ketakutan, kesedihan, kebencian, berubah menjadi satu dalam hidupku dan aku selalu merasa itu tak akan pernah hilang selamanya.

Tak kusadari, aku berada di tengah-tengah jalan raya. Sebuah mobil dengan kecepatan yang lumayan tinggi menerjangku hingga membuatku mental jauh.

=========================================
Inside my sadness that became my home,
Inside my sadness that became my home, can I invite you in?
=========================================

Sakit yang luar biasa dan darah yang terus mengalir dari kepalaku yang habis terbentur aspal. Itu yang kurasakan sekarang.

Suara kaget dan suara histeris. Itulah yang kudengar sekarang.

Ekspresi ketakutan, dan ekspresi kekagetan. Itulah yang kulihat sekarang.

Aku dapat merasakan, mendengar, bahkan melihat itu semua tertuju padaku. Ini pertama kalinya, aku dapat menatap gadis dan teman-temannya tanpa rasa takut, sedih dan benci. Perlahan tatapan mataku memburam, rasa sakitku terasa memelan, pendengaranku mulai menurun. Hingga aku baru sadar bahwa aku.. telah tiada.

The End

Soundtrack : Tablo – Home (Feat. Lee Sora)

Note : Btw, ini FF super gaje ye wakakaka.. =)) Btw, monggo RCL nya dan jangan lupa di share yo.. 😛 Gamsahamnida.. 😀 *bow*

Advertisements

54 responses to “I Don’t Have Perfect Life and Perfect Myself

  1. Waaaahh .. Pas banget di Playlist ku lagu’nya tablo Home sama Bad .. Aku liat lyrics pertam’nya ..
    Ff’nya emosi banget ! Kata2nya bisaan banget !
    Walaupun karakter autis’nya kurang dapet *soal’nya aku psikiater :D*
    Anyway , ini ff singkat yang paling nyentuh yg pernah ku baca !! ❤

    • jiahhhhhhh, bisa gitu chingu.. wakaka.. =))
      kekeke, eh buset bisaan.. (= =”) aku jd inget ular bisa (?)..
      kekekeke, iyo aku sih cuman ingin ngeluarin isi hati/perasaan seorang autis aja bukan untuk menuliskan karakter” autis, soalnya autis juga manusia.. 😀
      wee, begitu toh haha, salam kenal yo (?) << SKSD dot com 😛
      hahaha, yg bener?? @_@ ah aku jd malu *plakk!!*
      kekeke, gomawo.. 😀

      gamsahamnida uda mampir, baca, komen.. 😀 *bow*

    • hahaha, mungkin baru ‘kalo’, cuman menurutku (inget menurutku) ada sebagian yg pasti ngerasain hal ini, meski tersembunyikan.. 🙂
      hehehe.. 😀
      haha, gomawo.. 😀

      gamsahamnida uda mampir, baca, komen.. 😀 *bow*

    • iya, huhu..
      author juga gak tega bikin IU seperti itu.. 😦
      hehe, gomawo tapinya.. 🙂

      gamsahamnida uda mampir, baca, komen.. 😀 *bow*

  2. Oh, ini kayaknya cma persepsi belaka dr temen2nya ya… tp ku rasa sbnrnya ini bkn penderita autis, cma sifatnya aja mengacu k situ en buat org2 d sekelilingnya berpersepsi bgtu. klo d gituin jg bakalan minder en ejekan itu bisa membuat bner2 jd autis deh =_= aduuuh T^T sediiiih terakhirnya itu loh TTT^TTTT
    DAEBAKK chingu 🙂 Good job~!

    • Bisa jadi, ini saya buat hanya mengutarakan pikiran dan isi hati si Ji Eun nya.. Dia penderita autis atau bukan itu tergantung sudut pandang pembaca nya seperti apa.. 😀
      Iya, betul itu.. 😦
      Haha, gamsahamnida.. 😀 *bow*

  3. Kak,sebelumnya ma’af baru bisa komen sekarang..
    Aku suka banget ama kata-kata yang kakak kasih buat ngegambarin suasana batinnya si Ji Eun.Overall,keren banget..kapan-kapan ajarin aku ngarang dengan sudut yang biasa kakak pake,yaa<3<3 Tapi ff ini berdasarkan kisah nyata??Kisah nyatanya siapa,kak?

    • Gwenchanayo.. 😀
      Hehe, gamsahamnida.. 🙂 *bow*
      Sudut yang biasa saya pakai?? o_O Banyak macam itu.. -_-
      Untuk inti nya sih kisah nyata tapi jalan cerita nya beda.. *nod*
      Wah, itu saya gak boleh kasih tahu, mianhamnida.. *bow*
      Tapi, gamsahamnida uda baca + komen.. 😀 *bow*

  4. Pingback: I Really Have Perfect Life and Perfect Myself!! | FFindo·

  5. Pingback: I Don’t Have Perfect Life and Perfect Myself | Kazu1chi'te·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s