Love In Seoul part 1

Title: Love In Seoul part 1

Author: Choi Myung Ah aka Myungie

Cast:

# Member MBLAQ

# Sakamoto Sari/Choi Myung Ah

# Sakamoto Aya/Kim Hyo Soo

# Park Hyun Joo

# Shin Kyoko

# Ichira Haruno

Cameo: Temukan sendiri ;)

Genre: Romance, Family

Rate: PG-16

YANG BACA WAJIB KOMENT!!!

GK KOMENT! SAYA DOAIN GK BISA KETEMU BIASNYA NTAR, HOHOHO

NB: Mianhe baru post part 1nya sekarang (_ _), ini karena WP lamaku ngeror ==”. aku jadi mesti bikin WP baru dulu, hehehe. semoga aja ffnya bagus :). ditunggu komentnya 😉

*Love In Seoul*

20.00 WIB

Bandara Soekarno-Hatta…

“APAAA?!!!” teriak Sari reflek mendengar kata-kata Aya.

“maaf kak, maaf” ucap Aya sambil menggosok-gosok kedua tangannya dengan raut wajah takut. Diam-diam didalam hati Aya merutuki kebodohannya tidak memesan tiket ke Seoul jauh-jauh hari. Dan sekarang setelah mereka hendak berangkat, hanya ada satu tiket yang tersisa untuk penerbangan pertama dan satu tiket lagi untuk penerbangan kedua sedangkan untuk penerbangan yang lain sudah tidak ada. Dan jika mereka tidak berangkat hari itu juga, maka liburan yang dinanti-nantikan oleh Aya dan tempat-tempat yang bisa membangkitkan ide-ide kreatif Sari bisa-bisa tidak akan mereka berdua raih karena orang tua Aya berencana membawa Aya beserta Sari ke Srilanka jika kedua gadis itu tidak jadi pergi ke Seoul. Sari melipat kedua tangannya didada sembari mendengar kesal karena ulah adik sepupunya tersebut. Kalau dia tau akan begini jadinya, lebih baik dia yang mengurus urusan tiket pesawat mereka.

“jadi kita akan berangkat terpisah? Huh, bagus sekali” gerutu Sari sambil menatap Aya tajam sementara yang ditatap menunduk dalam-dalam.

“maaf kak” gumam Aya pelan. Sari menghela nafas pelan, setelah itu diapun duduk kembali dikursi yang tadi didudukinya.

“kalau begitu kau berangkatlah lebih dulu. Sambil menunggu kakak tiba disana, kau hubungi orang dari apartement yang akan kita tempati selama di Seoul. Apa kau mengerti Sakamoto Aya” ucap Sari tegas dan langsung dijawab anggukan oleh Aya.

“naiklah kepesawat. Mana tiket untuk kakak?” tanya Sari lagi dan Aya pun dengan cepat memberikan tiket yang sejak tadi berada didalam tas sandangnya.

“nanti tunggu kakak didepan pintu keluar pesawat. Mengerti?” ucap Sari lagi dan kembali Aya mengangguk.

“aku pergi dulu kak. Sampai ketemu lagi” ucap Aya sebelum berlari kecil menuju pesawat.

“huft, dasar anak itu” rutuk Sari sembari menggeleng pelan.

“hmm, aku harus menunggu 1jam lagi. Sungguh hebat” kembali Sari mengeluarkan gerutuannya sebelum dia meraih mp3nya yang berada didalam tas.

01.00 KST

7jam kemudian…

Bandara Incheon

Sari baru saja turun dari pesawat. Raut wajahnya tampak pucat karena dia memang tidak tahan naik pesawat terbang terlalu lama.

“mana Aya?” gumam Sari sambil mencari-cari keberadaan sepupunya tersebut. Tapi Aya yang terbilang bertubuh model itu tidak terlihat oleh Sari dikerumunan yang menunggu orang-orang yang turun dari pesawat.

“apa dia tidak tau kalau pesawatku sudah sampai?” gumam Sari lagi sembari berjalan melewati kerumunan dengan perasaan kesal. Sari pun mulai mencari-cari keberadaan Aya digedung bandara Incheon yang besar tersebut, tapi dia tidak bisa menemukan gadis itu dimanapun.

“apa terjadi sesuatu padanya? Aduh, kenapa perasaanku jadi tidak enak begini” rutuk Sari sambil memutar tubuhnya menatap sekelilingnya yang penuh sesak oleh orang-orang yang berada digedung tersebut. Sari memegangi pelipisnya, kepalanya tiba-tiba saja terasa pusing dan brukkk tubuh Sari pun oleng dan akan membentur lantai marmer bandara kalau saja seseorang tidak memegangi tubuhnya. Dengan sebelah tangannya yang masih memegangi pelipis, Sari pun mendongak menatap siapa yang kini menahan tubuhnya agar tetap berdiri tegak.

are you okey miss?” tanya laki-laki yang telah menolong Sari tersebut. Sari mengangguk kecil, lalu diapun mencoba kembali berdiri tegak dengan kedua kakinya sendiri.

“kamsahamnida, saya baik-baik saja”  ucap Sari dalam bahasa korea karena tau laki-laki yang menolongnya adalah staf dari bandara.

“anda bisa berbahasa korea rupanya” ucap laki-laki yang menolong Sari sambil tersenyum.

“apa ada yang bisa saya bantu?” Tanya laki-laki bername tag Jung Taewoo tersebut dengan ramah dan sopan.

“hmmm, saya sedang mencari adik sepupu saya. Kami berdua tidak naik pesawat yang sama saat datang kemari. Saya menyuruhnya menunggu saya ditempat penjemputan penumpang, tapi dia tidak ada disana. Saya pikir mungkin saja dia berjalan-jalan dibandara sambil menunggu saya datang dan lupa kalau pesawat saya hanya berjarak 1jam dari pesawat yang dia naiki. Jadi saya pun mencarinya, tapi sudah hampir setengah jam saya mencari berkeliling, saya tetap tidak menemukan dia. Apa anda bisa membantu saya?” ucap Sari panjang lebar. Taewoo terlihat mengangguk dengan wajah serius sebelum kembali tersenyum kearah Sari.

“ayo kita keruang informasi. Saya akan memanggil teman-teman saya yang lain untuk membantu mencari adik anda” ucap Taewoo yang disambut senyum lega oleh Sari sebelum dia mengangguk dan mengikuti Taewoo menuju ruang informasi.

2jam kemudian…

“mianhamnida nona. Kami tidak bisa menemukan adik anda dimanapun” ucap Taewoo sambil membungkuk pada Sari yang tampak melotot kaget.

“tidak ditemukan? Bagaimana mungkin. Lalu,,,lalu dimana dia sekarang” gumam Sari sambil memijit-mijit keningnya karena kepalanya terasa sakit.

“saya akan menghubungi kepolisian, meminta bantuan mereka untuk mencari adik anda diseluruh sudut kota Incheon dan Seoul. Anda tidak usah khawatir, adik anda pasti baik-baik saja” ucap Taewoo mencoba menghibur. Sari tersenyum tipis lalu berdiri dari duduknya sambil menarik kopernya.

“hubungi saya dinomor ini jika ada kabar tentang adik saya” ucap Sari sambil menyodorkan selembar kertas yang sebelumnya sudah dituliskan nomor telponnya selama di Seoul.

“tentu nona. Tapi apa nona yakin bisa pergi sendiri? Atau butuh tumpangan?” tawar Taewoo melihat wajah pucat Sari dan cara berjalan gadis itu yang terlihat oleng. Sari menggeleng pelan.

“tidak usah. Saya bisa sendiri. Kamsahamnida” ucap Sari sembari membungkuk sebelum akhirnya berjalan keluar dari ruang informasi.

“Aya, kau dimana?” gumam Sari sambil menatap sendu sekelilingnya sebelum dia benar-benar keluar dari bandara Incheon.

“sekarang aku mesti kemana? Yang tau alamat apartementkan hanya Aya” gumam Sari sambil terus menarik kopernya menelusuri jalanan sepi Incheon. Brum brum brum tiba-tiba terdengar suara berisik beberapa motor dari arah belakang Sari. Tidak mau ambil pusing dengan suara yang hampir menyakiti telinganya, Sari pun terus saja berjalan gontai karena tidak adanya taxi yang melewati jalanan tersebut. Tentu saja tidak ada karena jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi.

“aduh, kenapa tidak ada satupun taxi yang lewat sich” gerutu Sari karena sudah merasa sangat lelah berjalan ditambah dia juga merasa sangat lapar karena belum makan sejak naik pesawat ke Seoul. Brummmmmmmm citttt kaget karena sebuah motor tiba-tiba berhenti dihadapannya, Sari pun melangkah mundur satu kali sambil melotot melihat laki-laki yang berada diatas motor tersebut.

“mau kemana malam-malam begini manis” ucap laki-laki berambut gondrong dan hanya memakai celana jeans sambil turun dari motornya. Jijik, itulah perasaan Sari saat melihat laki-laki dihadapannya tersebut. Apalagi tiba-tiba udara disekeliling Sari berubah, dengan cepat Sari pun menutup hidungnya. Bau busuk, batin Sari sambil terus melangkah mundur dan brukkk matanya kembali melotot saat punggungnya menabrak sesuatu.

“apa kau tidak mendengar kata-katanya? Dia bertanya kau mau kemana manis? Kalau kau tidak ada tujuan, bagaimana kalau bermain-main dengan kami” ucap serak laki-laki yang berdiri dibelakang Sari. Dan sebelum Sari sempat memutar tubuhnya, kedua lengannya sudah ditarik kuat hingga membuatnya melepaskan pegangan pada koper dan tas sandangnya.

“kyaaaaaaaaaaa, lepaskan aku! Lepaskan aku!” jerit Sari dalam bahasa korea saat tubuhnya ditarik kesemak-semak. Kakinya meronta-ronta, menghentak diaspal jalan mencoba melepaskan diri. Melihat Sari yang terus-menerus meronta, laki-laki berambut gondrongpun mulai memegangi kedua kaki Sari hingga mereka berdua bisa dengan mudah membawa Sari kesemak-semak.

“kyaaaaaaaaaaaaa, tolong tolong tol hmmp hmmp” jeritan minta tolong Sari pun terhenti karena laki-laki yang memegangi lengannya kini menutup mulut Sari dengan sapu tangan using yang tadi ada disaku belakang celananya. Sari meringis, menatap jijik kearah sapu tangan yang menutup mulutnya sementara kedua tangannya sekarang sedang diikat dikaki kursi.

“hari ini kita dapat mangsa gadis Jepang. Beruntungnya kita” ucap laki-laki yang mengikat kedua tangan Sari dikaki kursi. Sari menoleh kearahnya, menatap laki-laki berkepala botak itu dengan tatapan tajamnya.

“hooooooooooo, lihat, sepertinya dia marah, hahahaa” ucap laki-laki berambut gondrong yang ditanggapi senyum tipis oleh temannya.

“sudah, ayo cepat mulai. Aku tidak suka menunggu lama, kau tau itukan” ucap laki-laki berkepala botak yang langsung membuat tubuh Sari menegang dan matanya melotot sebelum akhirnya kembali meronta walau kedua tangannya sudah diikat dan mulutnya dibungkam dengan sapu tangan.

“sepertinya kau takut sekali. Tenang saja, rasanya tidak akan sakit dan kau pasti akan suka” ucap laki-laki berambut gondrong yang semakin membuat Sari jijik padanya. Saat laki-laki itu mendekat, dengan cepat Sari pun menendang-nendang kearahnya.

“eits, tidak kena” ucap laki-laki tersebut sambil menangkap kedua kaki Sari dan itu sukses menambah rasa takut dan panic gadis tersebut.

‘tidak. Aku mohon, siapapun tolong aku’ batin Sari saat laki-laki berambut gondrong itu mulai mengelus kakinya. Sari menatapnya takut dan tatapan itu langsung berubah dengan pejaman mata yang kuat saat laki-laki berambut gondrong itu mulai mengelus perutnya dan brakkk bunyi sesuatu yang keras membuat Sari kembali membuka matanya dan kaget saat mendapati laki-laki berambut gondrong itu sudah tidak ada diatas tubuhnya. Pandangan mata Sari beralih pada seorang laki-laki lain yang tampak meregangkan otot-ototnya jari-jari tangannya sambil tersenyum pada kedua laki-laki yang hampir memperkosanya. Laki-laki itu menoleh kearah Sari dan kata tampan adalah kata yang paling tepat untuk laki-laki tersebut.

“kau tidak apa-apakan nona? Aku akan membereskan bajingan-bajingan ini terlebih dahulu, baru setelah itu aku akan melepaskan ikatan ditanganmu” ucap laki-laki tersebut sambil melangkah maju mendekati dua laki-laki jahat tersebut.

“sialan!” ucap geram laki-laki gondrong tersebut sambil menyeka sudut bibirnya yang berdarah sementara temannya membantunya berdiri.

“ayo hajar pengganggu itu” ucap laki-laki botak sebelum dia melayangkan tinjunya tapi,,,tidak sampai 2menit kedua laki-laki melawan, mereka malah kalah telak dengan luka disekujur tubuh.

“pergi sebelum aku berubah pikiran untuk tidak membunuh 2 tikus seperti kalian” gertak laki-laki tampan tersebut dan sukses membuat kedua laki-laki itu lari terbirit-birit. Setelah memastikan kedua laki-laki itu tidak akan kembali, laki-laki tampan itupun berbalik kearah Sari dan mulai berjongkok untuk melepaskan ikatan dikedua tangan Sari.

“apa mereka sempat melakukan sesuatu padamu nona?” tanya laki-laki tersebut sambil membantu Sari berdiri. Sari menggeleng pelan, kepalanya kembali terasa sakit tapi dia berusaha untuk tersenyum ramah pada penolongnya.

“tidak. Kamsahamnida sudah menolong saya” ucap Sari sambil membungkuk dan itu malah membuat tubuhnya oleng. Dan kalau saja laki-laki yang menolongnya itu tidak cepat-cepat menahan tubuh Sari, gadis itu pasti sudah tertidur disemak-semak.

“nona, nona! Aigo, kenapa dia malah pingsan” ucap laki-laki tersebut bingung sebelum akhirnya membopong Sari kearah mobilnya yang diparkir sembarangan.

*Love In Seoul*

07.00 KST

“Haruno, apa kau sudah siap?” teriak Kyoko bertanya sambil memasang tali sepatunya, setelah selesai gadis itupun meraih tas ranselnya dan berjalan keluar dari kamarnya.

“iya, tunggu sebentar” ucap Haruno sedikit berteriak dari dalam kamarnya. Krekkk tap tap tap mendengar suara ribut yang datang dari arah lantai 2, Kyoko yang saat itu sedang meletakkan sarapan dimeja makanpun menoleh kearah tangga dan mendapati Haruno sedang berlari kecil kearahnya.

“tidak usah buru-buru begitu” ucap Kyoko sambil meletakkan 2 sandwich dipiring lalu menyodorkannya pada Haruno yang baru saja duduk dan terlihat tersenyum mendengar kata-kata Kyoko.

“habis mau bagaimana lagi. Aku pikir kita sudah telat, ternyata aku salah melihat jam” ucap Haruno sambil mengambil sepotong sandwich dan memakannya dengan lahap. Setelah menghabiskan waktu selama 15menit untuk sarapan, kedua gadis itupun akhirnya berangkat menuju ke Chungdam High School dengan berjalan kaki karena letaknya yang tidak jauh dari rumah mungil bertingkat 2 yang mereka tempati selama berada di Seoul.

Chungdam High School…

Sesampainya di Chungdam High School, Haruno dan Kyoko pun langsung dibawa oleh wakil KepSep menuju ruang KepSek untuk menerima beberapa pengarahan sebelum proses belajar kedua gadis itu dimulai.

“baiklah, sebentar lagi waktunya masuk kelas. Bapak harap kalian kerasan bersekolah disini” ucap KepSek sambil berdiri dari duduknya diikuti oleh Kyoko dan Haruno.

“ne pak Kepala Sekolah. Kalau begitu kami pamit dulu” ucap Kyoko sebelum dia dan Haruno membungkuk hormat kearah laki-laki berumur setengah abad itu. Setelah KepSek mengangguk, Kyoko dan Haruno pun berjalan keluar ruangan KepSek dan mereka berdua sudah ditunggu oleh guru yang akan menjadi wali kelas mereka.

“kalian Shin Kyoko dan Ichira Haruno kan? Nama bapak Kim Hyung Joon, bapak adalah wali kelas kalian. Ayo ikut bapak” ucap Hyung Joon sambil tersenyum sebelum berjalan menuju kelasnya dengan diikuti oleh Kyoko dan Haruno. Sesampainya dipintu kelas, Hyung Joon berbalik lalu kembali tersenyum.

“tunggu sebentar disini” ucap Hyung Joon yang diberi anggukan oleh Kyoko dan Haruno. Sementara Kyoko dan Haruno menunggu, Hyung Joon yang masuk kedalam kelas tampak tersenyum cerah sambil memandangi seluruh penjuru kelasnya tersebut.

“kenapa bapak masuk? Bukankah jam pelajaran bapak itu jam ke 4?” tanya bingung seorang murid. Hyung Joon tersenyum mendengar pertanyaan tersebut, lalu diapun menegakkan posisi berdirinya sambil kembali menatap seluruh kelas.

“bapak masuk kesini karena ada yang ingin bapak katakan pada kalian. Kalian semua kedatangan 2 teman baru. Mereka adalah murid pertukaran yang datang dari Jepang. Shin Kyoko, Ichira Haruno, masuklah” ucap Hyung Joon sambil menoleh kearah pintu dan kedua gadis yang dipanggilnya itupun masuk kedalam kelas dengan disambut senyum dan tatapan kagum dari seluruh penghuni kelas tersebut, kecuali dua orang murid, yang satu tampak hanya melipat kedua tangannya didada dengan pandangan kosong kearah kedua gadis Jepang tersebut dan yang satunya lagi sibuk dengan urusan tidak pentingnya.

“mereka cantik sekali”

“matanya besar, seperti boneka”

“aigo, kulitnya putih cerah” dan berbagai komentar lain yang terlontar untuk Kyoko dan Haruno.

“annyeonghaseyo, choneun Shin Kyoko imnida, salam kenal” ucap Kyoko sambil membungkuk.

“annyeonghaseyo yerobun, choneun Ichira Haruno imnida. Salam kenal ya” ucap Haruno sambil membungkuk lalu tersenyum cerah setelah kembali berdiri tegak.

“mereka akan mengikuti proses belajar disekolah kita selama 2bulan. Dan untuk seminggu kedepan, mereka butuh pemandu untuk mengetahui semua hal tentang sekolah ini. Bapak harap Park Sang Hyun dan Bang Cheol Yong tidak keberatan menjadi pemandu mereka” ucap Hyung Joon yang sekarang menatap kedua murid laki-lakinya yang duduk diposisi paling belakang. Mendengar namanya disebut, Cheol Yong atau yang lebih sering dipanggil Mir itu menoleh sambil menautkan alisnya. Kegiatannya yang sejak tadi hanya berkaca untuk memperbaiki rambut terhenti sejenak.

“saya pak? Apa bapak tidak salah?” tanya Mir sambil menyimpan cerminnya didalam tas dan kini menatap Hyung Joon sedikit protes.

“tidak salah. Kau dan Park Sang Hyun harus mau melakukan itu. Baiklah, karena bapak ada jam mengajar, perkenalannya kita tutup dan kalian boleh lanjutkan saat jam istirahat nanti. Dan kalian berdua, itu tempat duduk kalian” ucap Hyung Joon sambil menunjuk dua kursi kosong yang berada tepat didepan tempat duduk Sang Hyun atau yang biasa dipanggil Thunder dan Mir. Kyoko dan Haruno mengikuti arah tunjuk Hyung Joon dan deg jantung Kyoko langsung berdetak lebih cepat saat matanya bertemu pandang dengan Thunder.

“ayo Kyoko” ucap Haruno sambil menarik tangan Kyoko dan itu sukses membuat Kyoko sadar dari lamunannya. Kedua gadis itupun duduk dikursi mereka dan…

“menyusahkan saja” itulah kata-kata sambutan yang datang dari Thunder. Haruno yang mendengarnya langsung menoleh kebelakang dan Thunder pun menatap Haruno dengan tatapan datar.

“apa?” tanya Thunder menggunakan bahasa Jepang. Kening Haruno berkerut dan belum sempat dia bersuara, guru yang mengajar sudah masuk dan pelajaranpun dimulai.

*Love In Seoul*

07.15 KST

Hyun Joo, wanita cantik itu tampak mendesah pelan saat keluar dari kamarnya. Tidak bersemangat, itulah yang menimpa wanita berumur 24tahun itu. Bagaimana dia mau bersemangat kalau dia harus bekerja di kota yang dibencinya itu. Hyun Joo menatap keluar jendela, langit kota Seoul tampak cerah pagi dan itu benar-benar berlawanan dengan hati Hyun Joo yang terasa mendung.

“semoga saja moodku tidak bertambah buruk hari ini” gumam Hyun Joo sebelum keluar dari apartementnya dan berjalan pelan menuju lift.

Setelah sampai didepan gedung apartement, Hyun Joo pun langsung menyetop sebuah taxi karena jamnya sudah menujukkan pukul setengah 8 sementara dia harus sampai dikantor jam 8 tepat.

“Mark Company” ucap Hyun Joo pada supir taxi setelah dia menutup pintu. Setelah mengangguk kecil, supir itupun melajukan taxinya menuju tempat yang dituju oleh Hyun Joo. Selama perjalanan, Hyun Joo tak henti-hentinya mendesah pelan. Sudah hampir 14tahun dia meninggalkan kota Seoul dan ternyata banyak yang berubah dari kota tersebut.

“kenapa aku harus kembali kemari” gumam Hyun Joo sambil menatap kosong.

Jam 8 tepat, taxi yang berisi Hyun Joo baru saja sampai didepan gedung bertingkat 10 yang merupakan gedung Mark Company.

“aku terlambat” rutuk Hyun Joo sebelum berjalan cepat masuk kedalam gedung dan langsung menuju meja informasi.

“selamat pagi. Apa ada yang bisa saya bantu?” ucap wanita yang berada diseberang meja informasi pada Hyun Joo.

“naneun Park Hyun Joo imnida. Aku pegawai pindahan dari Paris” ucap Hyun Joo dalam bahasa korea.

“ternyata anda nona Park. Pak direktur sudah menunggu anda diruangannya. Ruangannya ada dilantai 10” ucap wanita tersebut dan Hyun Joo pun tersenyum sambil mengangguk sekali sebelum berlalu menuju lift.

Setelah sampai dilantai 10, Hyun Joo langsung disambut oleh seorang wanita yang berdiri tepat didepan lift.

“anda nona Park Hyun Joo?” tanya wanita tersebut ramah.

“ne, saya Park Hyun Joo” jawab Hyun Joo sambil keluar dari lift.

“kalau begitu mari ikut saya” ucap wanita tersebut sebelum berjalan kearah pintu berdaun dua berwarna coklat tua.

“direktur dan rekan anda selama bekerja disini sudah menunggu didalam” ucap wanita tersebut sebelum membuka pintu. Didalam ruangan yang cukup besar tersebut, terlihat seorang laki-laki tua dan seorang laki-laki yang tampak masih muda tengah duduk berhadapan disofa yang ada disudut kiri ruangan. Melihat kedatangan Hyun Joo, laki-laki tua terlihat berdiri sambil memasang senyum ramahnya.

“nona Park. Saya sudah menunggu anda sejak tadi” ucap laki-laki yang bisa dipastikan Hyun Joo adalah direktur diperusahaan cabang tersebut. Hyun Joo balas tersenyum sebelum membungkuk kearah laki-laki tua yang berjalan kearahnya sementara laki-laki yang masih tampak muda hanya berdiri dari duduknya dan menatap datar kearah Hyun Joo.

“saya rasa nona Park pasti sudah jabatan saya disini, tapi belum dengan nama saya bukan? Nama saya Jung Yoomin dan dia adalah Yang Seung Ho, rekan anda selama anda bekerja disini. Saya harap anda bisa cepat akrab dengan dia” ucap Yoomin sembari menatap Seung Ho sementara yang ditatap hanya membungkuk kecil pada Seung Ho.

“kalau begitu ayo duduk. Saya akan menjelaskan masalah yang akan anda hadapi disini”

*Love In Seoul*

08.00 KST

RS Seoul Internasional

Jung Byung Hee, atau yang lebih sering dipanggil GO itu terlihat terus-terusan berjalan mondar-mandir disamping tempat tidur dimana seorang gadis terlihat tidur dengan bagian kepalanya yang diperban. Sudah lebih 8jam gadis itu tidur dan belum ada tanda-tanda dia akan bangun. Dengan perasaan cemas yang besar, GO mendesah keras sebelum duduk dikursi yang ada disamping tempat tidur.

“kumohon, sadarlah” ucap GO sambil menatap wajah manis gadis yang sama sekali tidak dikenalnya itu.

Flashback 8jam yang lalu…

“ne ne, kita bertemu direstoran biasa” ucap GO sambil menatap jalanan yang terlihat sepi karena sudah tengah malam. Sebenarnya GO tidak terlalu suka pergi keluar rumah lewat dari jam 11 malam. Tapi sahabatnya Lee Joon, yang punya hobi balapan liar sedang butuh teman minum karena dia baru saja kalah balapan dari seorang bocah, itulah yang didengar GO dari sahabatnya tersebut.

“iya, aku sudah hampir sampai. Kalau kau terus mengajakku bicara ditelpon, aku akan semakin lama sampai disana” ucap GO bercanda. Terdengar dengusan dari Lee Joon sebelum laki-laki itu menutup telpon tanpa bicara apapun lagi. GO menatap ponselnya sebentar, sebelum akhirnya tertawa kecil dan meletakkan ponselnya dikursi penumpang.

“sepertinya dia benar-benar sedang bad mood, lebih baik aku tidak membuatnya menunggu lama” ucap GO sebelum berbelok arah menuju restoran yang kebetulan letaknya berada tidak jauh dari bandara Incheon. Drrt drrt drrt suara getar ponsel membuat GO menatap ponselnya.

“aigo, anak itu” gumam GO sambil menggeleng pelan melihat nama Lee Joon yang tertera dilayar ponselnya. Malas mengangkat telpon yang masuk, GO pun mengabaikan ponselnya dan lebih memilih focus pada jalanan hingga suara getar ponselnya tidak lagi terdengar. Drrt drrt drrt kembali ponselnya bergetar, dan GO tidak perlu melihat untuk tau siapa yang menelponnya. Getar ponsel tidak lagi terdengar, GO yakin sahabatnya itu pasti akan marah-marah tidak jelas saat dia sampai direstoran. Drt drt drt drt suara getar singkat ponsel membuat GO menoleh karena dia yakin itu adalah tanda sms masuk. Dan benar saja, ternyata ada sms masuk yang datang dari Tiffany Hwang, model terkenal yang akan dipakai perusahaan tempat GO bekerja untuk produk baru mereka. GO meraih ponselnya membuka sms tersebut dan hanya bisa mengerutkan kening membaca isinya.

From: Tiffany Hwang

Apa oppa bisa kerumahku? Aku sedang butuh teman mengobrol >,<

GO berniat membalas sms Tiffany, tapi sesuatu yang terlihat berlari ditengah jalan membuat GO melotot kaget dan citttt brukkk

Flashback end…

GO menghela nafas berat, kalau saja dia lebih hati-hati mengemudi, pasti dia tidak akan menabrak gadis yang kini masih terbaring diatas tempat tidur. Perasaan GO pun makin tidak tenang dan resah saat dokter mengatakan adanya kemungkinan gadis yang ditabraknya akan hilang ingatan karena luka yang cukup parah dikepalanya. Dan kalau benar gadis itu hilang ingatan, apa yang harus GO lakukan? Mengantar gadis itu pulang? Kemana? Kalau iya, GO harus mengantarnya ke Indonesia karena gadis yang ditabraknya adalah seorang turis dari Indonesia, tapi Indonesia itu luas. Melaporkannya pada polisi? Itu sama saja memasukkan dirinya sendiri kedalam jeruji penjara. Mencari tau mungkin saja gadis itu punya kenalan atau punya tempat tinggal di Seoul, itu adalah hal yang akan dilakukan olehnya saat tau gadis itu benar-benar hilang ingatan.

“hmmmm” gumaman kecil terdengar dari bibir gadis manis yang ditabrak oleh GO. Mendengar itu GO pun menoleh dan dengan cepat memanggil dokter dengan menekan tombol merah yang ada didinding kamar inap RS Seoul Internasional tersebut.

are you okey?” tanya GO pelan karena gadis manis itu hanya mengerjap-ngerjapkan matanya. Gadis itu menoleh kearah GO, menatap laki-laki tampan itu dengan kening berkerut.

“kamu siapa? Dimana aku dan,,,siapa namaku?” ucap gadis tersebut dengan bahasa korea yang lancar sementara GO hanya bisa mengerjapkan matanya dengan mulut yang sedikit terbuka.

*Love In Seoul*

08.30 KST

Lee Joon’s apartement

“dia masih belum bangun juga. Apa seharusnya aku membawa dia ke rumah sakit?” gumam Joon sambil menatap gadis yang masih dalam posisi tertidur lelap –mungkin ditempat tidurnya. Kini pandangan Joon beralih pada jam didinding kamarnya. Desahan kecilpun keluar dari bibirnya. Dia sudah terlambat setengah jam untuk pergi kekantor, tapi dia tetap tidak bisa meninggalkan gadis itu. Bukan karena takut gadis itu akan melakukan hal yang aneh diapartementnya. Tapi dia takut gadis itu akan ketakutan dan kebingungan dengan tempat dimana dia berada sekarang. Kembali desahan kecil terdengar dari bibir Joon. Rasanya dia sudah cukup bosan menunggu gadis itu sadar sejak dia memutuskan membawanya keapartement, tapi entah kapan rasa bosannya itu akan hilang karena gadis itu belum juga sadarkan diri.

“ergggg” erangan kecil terdengar dari bibir gadis tersebut. Mendengar itu Joon pun menegakkan posisi duduknya sementara gadis berambut sepinggang itu sudah mulai mengerjapkan matanya. Tangan gadis itu terangkat, mengarah pada keningnya dimana handuk kecil berada disana sebelum kepalanya berputar pelan kearah Joon berada.

“anda,,,laki-laki yang menolong saya dari dua bajingan itukan? Hmmm, dimana saya?” tanya gadis yang masuk kategori manis bagi Joon dengan suara yang terdengar serak.

“kamu diapartementku. Apa kamu sudah merasa baikan?” tanya Joon ramah, padahal itu bukanlah sifatnya. Tapi berhubung yang dihadapinya adalah gadis manis yang sedang terbaring lemah karena demam dan maag, jadi Joon mencoba bersikap ramah layaknya tuan rumah yang baik.

“kepala saya masih terasa pusing. Tapi terima kasih sudah menolong, dan mianhe karena saya sudah menyusahkan tuan” ucap gadis itu sebelum merubah posisinya menjadi duduk sebentar sebelum akhirnya menyingkap selimut yang menutup tubuhnya. Dengan sekali gerakan gadis itupun berdiri tegak, tapi itu hanya terjadi sedetik karena detik berikutnya tubuhnya oleng. Joon yang melihat itupun reflek menangkap gadis itu tersebut hingga gadis itu kini berada dalam pelukan Joon.

“kamu masih terlalu lemah untuk bangkit dari tempat tidur nona” ucap Joon sambil menyelimuti gadis yang kini berada dalam posisi duduk ditempat tidurnya.

“saya benar-benar minta maaf karena sudah merepotkan anda tuan…” gadis itu berhenti berbicara karena dia tidak mengetahui nama Joon.

“Joon, Lee Joon imnida” ucap Joon cepat.

“Sari, Sakamoto Sari imnida, tapi anda bisa memanggil saja dengan Myung Ah, itu nama korea saya” ucap Sari sambil menatap Joon yang mengangguk kearahnya.

“sebelumnya saya juga mau minta maaf karena saya tidak berhasil menyelamatkan kopermu Myung Ah-ssi. Dua bajingan itu berhasil mengambilnya saat saya membantu melepaskan ikatanmu waktu itu. Yang bisa saya selamatkan hanya tas sandang yang ada disampingmu” ucap Joon sambil memberikan tas sandang sedang berwarna hitam pada Sari. Wajah Sari tampak sedih mendengar itu, tapi tak lama tampak sedikit cerah saat barang-barang berharganya berada didalam tas sandang tersebut.

“saya hanya kehilangan beberapa baju saja. Semua barang berharga saya ada ditas ini” ucap Sari sambil tersenyum. Joon diam beberapa saat, tapi tiba-tiba dia mengerjapkan mata lalu tersenyum kearah Sari.

“ini adalah bubur dan obat yang harus anda minum. Saya harus kekantor sekarang juga, tidak apa-apakan kalau anda saya tinggal?” tanya Joon yang diberi anggukan oleh Sari.

“saya tidak apa-apa. Saya akan pergi saat merasa sudah baikan. Sekali lagi terima kasih banyak tuan Lee” ucap Sari sambil membungkuk kecil. Joon tidak berbicara apapun, dia hanya tersenyum sebelum berdiri dari duduknya dan keluar dari kamar tanpa berbalik sekalipun.

Tbc…

Yang baca, ditunggu komentnya ya ;)

8 responses to “Love In Seoul part 1

  1. Mir ngaca? di kelas? waw….
    Thunder itu…. membingungkan…..
    buat yang baca, inget-inget kalo lagi mengendarai kendaraan jangan telpon-telponan atau SMSan kalo tidak mau kaya GO atau Aya!
    yang berhasil bikin Joon bad mood siapa ya?
    well, cuma Seungho yang ga ada jatah bicara
    bagus bagus, aku suka FFnya!!! lanjut ya eon!!! 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s