Seasons of The Lucifer [ CHAPTER 5 ]

Seasons of The Lucifer

Title:Seasons of The Lucifer

Author: LucifeRain / Aya

Genre: Violence, romantic – comedy, Friendship, AU

Leght: Chaptered

Ratting: PG-15

Main Cast:

Cho Minhye a.k.a Cho Minhyun

Kim Kibum a.k.a Key

Choi Minho a.k.a Minho

Lee Taemin a.k.a Taemin

Kim Jonghyun a.k.a Jonghyun

Lee Jinki a.k.a Onew

Summary: Minhye menyamar sebagai namja bernama Minhyun, ia masuk ke sekolah Khusus namja. Di sana ia tinggal seasrama dengan 5 namja ajaib bernama SHINee. Key yang phobia terhadap Yeoja, Minho yang dingin, Taemin yang menggenggam tanggung jawab besar, Onew yang mengenakan topeng untuk menutupi kepribadianya, Jonghyun yang selalu menyalah artikan obsesi. Mereka seperti Lucifer memiliki 2 sisi malaikat dan iblis.

Merry Christmas all. Ini part kesukaan aku, semoga kalian juga menyukainya ~^^

______________

Lucifer

Seseorang berwajah malaikat namun seperti iblis

Hati yang egois

Cinta yang tulus

Kesucian yang keliru

Mengancam

Berulang kali salah seperti malaikat dan iblis

Mempunyai perasaan yang tidak jelas

Lucifer adalah keberanian

—————————–

Laptop dan ipad tergeletak asal di atas meja, Kertas kertas bertebaran seperti pembungkus cabai, kaus kaki busuk berubah jadi pengharum ruangan dadakan terlihat pula vest dan jas yang berubah fungsi menjadi karpet.

Semua orang pasti berfikir tempat ini adalah pasar ikan atau tempat diskonan dengan barang barang bubruk. Semua hancur berantakan seperti terjangan Tsunami nyasar ke planet mars yang dihuni mahluk ajaib bin kere.

Kalian tahu tempat ini apa? Ini adalah kelas Minhyun. See! Berkali kali Minhyun mengutuk para namja yang kelakuanya abnormal itu, bagaimana tidak? Mereka semua melepas baju lalu bermain kartu dan yang kalah akan badanya akan dijepit dengan jepitan jemuran.

Minhyun berjongkok di atas meja, hanya ini tempat yang aman baginya. Jika ia turun pasti namja namja butek itu akan mengajaknya bermain dan itu berarti ia harus melepas baju. Oh my God, membayangkanya saja sudah lemas.

Ini semua gara gara Kang Seongsaenim kenapa sih istrinya tidak melahirkan besok saja, gerutu Minhyun asal. Mana dia tahu penghuni SShall yang terkenal cerdas, jika ditinggal guru berubah seperti pedagang pasar loak.

“YA! Cho Minhyun, ayo ikut. Kenapa kau berjongkok seperti itu huh? Seperti orang pup saja” Minhyun menggeleng cepat menanggapi ajakan teman sekelasnya. Ia bergidik melihat Jepitan jemuran yang mendekam di jidat, lobang hidung dan badanya, demi keripik singkong Park ahjussi dia benar benar terlihat seperti Zombie tukang jemuran. Hei, sejak kapan Park Ahjussi beralih profesi menjadi penjual keripik singkong?

Minhyun menatap sekeliling, ternyata hanya ada 3 orang yang waras disitu. Ia yang berjongkok di atas meja -sepertinya ini masuk dalam kategori orang gila. Minho yang berkutat dengan Laptopnya -horor sekali membayangkan seorang Choi Minho ikut ikutan jadi tukang jemuran. Dan Key yang menelungkupkan wajahnya di atas meja, sepertinya ia tertidur.

“KYAAAAAAAAAAAAAAA!!! Murid SSedna sedang berolah raga” teriak teman sekelas Minhyun dengan centilnya. Kalian tahu kan namja mempunyai dua kromosom x dan y, mungkin dia salah satu orang yang lebih dominan di kromosom x. sehingga ya jadi seperti…. Cucok deh eyke. Hiiii

Namja namja itu langsung berhamburan seperti digerebek satpol pepe, yang tadi nya tidur di lantai langsung lompat ke jendela, bahkan ada yang tergesa gesa memakai celananya karna dia hanya memakai boxer. Sebenarnya kenapa dia hanya memakai boxer di dalam kelas? Ini sebenarnya kelas atau kolam renang?!!!!!!

Dan teriakan “aw… aw… aw…” terdengar dimana mana karena mereka sibuk mencabuti jepitan jemuran yang menusuk badan mereka, dasar namja namja kurang kerjaan.

Minhyun mendengus kesal, masih dengan posisi berjongkok diatas meja ia mengutuki namja namja sinting yang kini memadati jendela disudut kanan. Pasalanya Cuma dari jendela itu murid kelas Minhyun bisa melihat siswi siswi SSedna berolah raga, dari jendela lain tidak bisa karena terhalang bangunan gedung SSedna.

Alhasil jendela yang besarnya Cuma satu rentangan tangan itu sesak dengan para namja yang bersundul sundulan mendapati tempat strategis, bisa dipastikan bau badan mereka semerbak menjadi satu. Dan pemandangan siswi SSedna yang terkenal kecantikanya itu tak bisa dilihat dengan mata telanjang ._. minimal harus menggunakan teropong sangkin jauhnya.

“teropong…. teropong 5 menit 3 dolar. Tidak menerima uang selain dolar, hayooo penyewa tercepat dapat potongan harga 0,005%” Shim Dongho yang terkenal pelit dan pintar mensiasati suasana langsung menjadi pedagang asongan dadakan, seperti biasa dia sudah menyiapkan seplastik teropong untuk disewakan.

“YA! Sesama teman itu jangan pelit” cibir teman sekelasnya yang diikuti anggukan yang lain

“ANDWAE! Yasudah kalau tidak mau”

Para namja itu pun mengerubungi dongho dan mengambil teropong satu persatu kemudian kabur ke arah jendela

“YA! MANA UANG SEWANYA?” koar dongho

“UTAAANGGGGGGGG~!” sontak para namja itu membat koor dadakan yang falsnya melebihi kokok ayam onew. Dongho merengut mendecak sebal, awas saja ia akan memberikan bunga 10000% pada namja kere itu.

Dan teriakan seperti

“AIGOO… yeoja disana cantik cantik”

“Hei, lihat ada yang roknya terbang”

“aku akan menangkapnyaaaaaaaaaaa”

Onew menggelengkan kepala melihat pola tingkah teman sekelasnya yang abnormal itu. ia mengambil seragam yang tergeletak di atas meja lalu memakainya dengan cepat, untung saja seragamnya tak ikut menjadi karpet dadakan.

“HEI, Lee Jinki kau mau kemana?” tanya salah seorang murid saat melihat Onew sudah mengenakan seragamnya kembali.

“aku mau ke SSedna. aku bukan bebek seperti kalian yang bisanya menciumi gambar yeoja di majalah atau tipi” cibir Onew sembari menjulurkan lidahnya

“IKUTTTTTT~!” koor dadakan fals itu tercipta lagi

“andwae, aku kesana untuk mengurus rencana Oxyferic grand Ivent” papar Onew diiringi senyum kemenangan. Saat ia berbalik, senyumnya memudar mendapati Taemin dan Jonghyun menjadi penunggu pintu jadi jadian, mereka tersenyum penuh arti padanya.

Onew pun mencoba menerobos dua bocah itu, tapi Jonghyun dan taemin dengan sigap mencegatnya. Dan pertarungan keluar pintu pun dimulai, akhirnya Onew menyerah karena Jonghyun menrampas tiket opera ayam yang akan ditontonya sabtu nanti.

“ne! kalian boleh ikut” sahut Onew sedikit tidak rela “dan kau Taemin, kenapa jepit jemuran itu ada di hidungmu?! Kau bernafas dari mana huh? Cepat pakai seragammu” titah Onew, dia benar benar dongkol dengan bocah ajaib itu.

~*~*~*~

Taemin, Jonghyun dan Onew berjalan di sepanjang koridor SSedna, siswi siswi disana langsung memandang mereka dengan tatapan heboh seperti melihat artis, malaikat, dedemit, atau semacamnya. Dan mereka seperti masuk dalam adegan slow motion drama drama korea, dimana para pemainya bergerak lambat dengan tujuan memerkan ketampanan mereka.

Onew hanya tersenyum tipis sambil membolak balikkan halaman dalam proposal di genggamanya, ia malas meladeni gadis gadis itu, atau mungkin dirinya malas mengingat kenyataan bahwa ia popular karena dia bagian dari SHINee. Terlintas banyangan saat ia tertampar pandangan tajam di masalalu saat berjalan di tengah kerumunan seperti ini. Ia tak mau Nightmare itu menjadi de javu.

Sedangkan Jonghyun sibuk bersay hello pada setiap gadis yang menyapanya, keramahan melekat dari pancaran ekpresinya. dan Taemin hanya mangut mangut sendiri, diantara member SHINee dialah yang baru pertama kali datang kemari.

Peraturan SSedna memang tidak seketat SShall, siswi disini boleh keluar pada jam jam tertentu sedangkan siswa SShall harus menaha pahitnya dekaman asrama. Si Hyukjae sarap bilang kalau kebutuhan yeoja itu lebih banyak, tentu saja para namja nelangsa di SShal hanya bisa gigit sepatu menerima keputusan itu.

“Jinhya-ssi!” panggil Taemin ketika melihat Jinhya berjalan tak jauh dari mereka. Merasa dipanggil, Jinhya menoleh lalu berjalan ke arah mereka.

“neo Gwaenchana?” tanya Jonghyun, masih segar dalam ingatanya dimana Key mengamuk dengan Jinhya. Ketika meninggalkan Dorm, wajah Jinhya masih pucat pasi sepertinya ia Shock berat.

“ah, gwaenchanayo” jawab Jinhya sekenanya, ia malas membahas kejadian tadi pagi. Itu seperti mimpi buruk. “ada apa datang kemari?” tanyanya kemudian.

“kebetulan sekali bertemu denganmu, bisa antarkan aku ke ruang organisasi siswa? Aku harus mengantar berkas konsep OxyGEn (Oxyferic Grand Event). Aku lupa tempatnya, SSedna ini luas sekali” terang Onew ssembari tersenyum lebar.

Jinhya terkekeh kecil “kajja” ajaknya lalu melangkah pergi disusul dengan Onew yang berjalan mensejajar.

“hyung, kita mau kemana?” tanya Taemin ketika melihat Jinki dan Jinhya menghilang dibalik tikungan koridor.

“kemana lagi kalau bukan ke Cafetaria, yeoja yeoja cantik sudah menungguku disana” jawab Jonghyun sembari menyeringai lebar. Ia berbalik lalu melangkah ke arah Cafetaria disusul dengan taemin yang mengikuti di belakangnya.

Baru saja Taemin dan Jonghyun melangkah ke pintu Cafetaria, teriakan heboh langsung terdengar dari dalam. Meskipun siswi siswi disini tidak seperti siswa SShall yang terlalu udik terhadap yeoja, tapi siapa yang tidak histeris melihat salah satu anggota SHINee yang notabene adalah namja popular di area sekolah maupun diluar.

Para yeoja itu pun berebutan menarik perhatian Taemin dang Jonghyun agar mereka duduk di sebelah mereka. dengan mata berbinar binar Jonghyun langsung duduk di sebelah Kim Hyerin-Model yang bersekolah di SShal.

Bak Raja, Taemin dan Jonghyun disuguhi berbagai macam makanan dan minuman. Semua namja pasti merasa dirinya paling tampan berada di lautan para gadis seperti itu.

Taemin sibuk mengurusi permintaan para yeoja untuk foto bersamanya sampai matanya silau terkena blitz kamera, sepertinya ia jadi artis dadakan kali ini. Jonghyun tak jauh berbeda, ia dikerumuni para gadis terutama Kim Hyerin yang sibuk menggotong majalah majalahnya.

“Jonghyun-ssi, lihat! Bagaimana penampilanku di sini” tanyanya sambil menunjuk salah satu halaman majalah.

“as usual, you always look beautiful”

Si model itu terlihat gembira padahal Jonghyun hanya asal mengucapkanya saja. Bagaimana ia bisa melihat kalau para yeoja itu mengerumuni dan menarik nariknya. Ada yang menarik lengan jas nya, tanganya, rambutnya, kerah lehernya, sebenarnya mereka penggemar atau pembunuh sih? Bisa botak ia lama lama ditarik terus.

“ini penampilan terbaruku” ujar hyerin percaya diri sambil menunjuk halaman majalah yang lain “bagaimana menurutmu?” tanyanya pada jonghyun dengan aksen centil yang dibuat buat.

“kau…” belum sempat Jonghyun menyelesaikan kalimatnya, seseorang menyela pembicaraan mereka.

“kau terlihat aneh Pabbo! Model di sebelah halaman itu jauh lebih cantik” tampik seorang yeoja.

“bukankah itu Uzuki Naomi? Aigoo… model jepang itu cantik sekali! Lihatlah piyama yang dikenakanya, aku mau!” seru salah seorang siswi, yeoja memang tak pernah kehabisan bahan pembicaraan.

“hei, siapa namja yang ada di sampingnya itu? mesra sekali?” tanya gadis itu lagi.

“HYUNG! HYUNG! HYUNG!” sahut Taemin, sontak Jonghyun menoleh tapi ia tak menemumukan Taemin, kemana bocah itu?

“hyung?! Uhuk… uhuk….” Taemin menyembul diantara gerombolan siswi SSednya, penampilanya acak acakan sepertinya ia menjadi bahan rabaan (?) disana. Aigoo… dasar maknae.

“Hyung, aku mau keluar!!!” tanpa menunggu jawaban Jonghyun, Taemin langsung mengambil langkah seribu keluar cafetaria. Blitz kamera membuatnya pusing ditambah lagi penak pernik berwarna pink yang membuatnya sakit mata. Ahh… menyebalkan.

Mendadak Taemin ingin ke toilet, ini pasti gara gara para yeoja itu yang terus memaksanya minum. tapi bagaimana mungkin? Mana ada toilet namja disini, kalau ia memasuki toilet yeoja bisa dipastikan cap sikat WC membekas di mukanya karna dilempar penghuni SSedna.

Taerpaksa Taemin harus menunggu Onew menyelesaikan urusanya. Ia tak bisa balik ke SShall sendirian karena surat ijin ada pada Onew, bisa bisa ia dituduh macam macam sama penjaga golden brige.

Taemin menyandarkan punggungnya di tiang penyanggah lorong depan toilet. Matanya terus mengawasi orang orang yang datang, mungkin hanya ada beberapa murid di dalam sana. Tinggal menunggu keluar saja.

“3 orang lagi….” guman Taemin, ia yakin pasti hitunganya akurat. Dulu ia kan pernah mendapat medali emas olimpiade matematika, tapi sayang sekali nasibnya menjadi penjanga toilet seperti ini.

“2 orang lagi….”

“1 orang lagi….”

“gotcha! Tolet is empty”

“AWASSSS!” Saat Taemin hendak masuk ke dalam toilet tiba tiba seorang gadis berteriak dengan sangat nyaring. Sontak Taemin mendongak, ia tercengang mendapati seorang gadis terjun dari jendela lantai dua dan akan mendarat tepat ke arahnya.

“AAAAKKKKKHHH” gadis itu memekik nyaring, sepenglihatan Taemin ia mencoba menutupi roknya yang terbang. Namun percuma saja karna semua terekam di benak Taemin, siapa suruh seluruh siswi SSedna memakai rok mini?

Jadi….

Brukkk$#@g#eh

Gadis itu tersungkur di lantai, untung saja taemin sempat menghindar kalau tidak ia pasti sudah menjadi tilam empuk untuk gadis itu. lagi pula buat apa sih ia terjun dari lantai 2? Mau mengikuti gaya supermen kehilangan kolor ala Taemin?

“YA! KAU MELIHATNYA HAH?” pekik Gadis itu sambil berkacak pinggang. Bukanya membalas, Taemin malah memperhatikan gadis itu dengan seksama. Bukankah yeoja itu Shin Sungrin? Jeoja aneh yang semalam ia temukan di club?

“anniyo” elak Taemin sembari mengibas ngibaskan Tanganya di depan wajah. Ia baru sadar, ternyata Sungrin hanya setinggi bahunya saja. Membuat ia sedikit menunduk untuk memandang gadis mungil bersuara cempreng yang rambutnya dikuncir kuda itu.

“bohong! Memangnya aku tanya kau melihat apa?” tukas Sungrin.

Tanpa sadar Taemin merapatkan kakinya, panggilan alam itu sudah meledak ledak. Ia butuh toilet sekarang juga. “aku melihat apa? Yang kulihat sesuatu warna biru bercorak bunga bunga pink” kalimat itu meluncur asal, pikiranya terganjal panggilan alam

Sungrin melotot lebar, terlihat dari mimik wajahnya bahwa ia ingin memakan Taemin hidup hidup. Kalimat yang di deskripsikan taemin itu adalah dalamanya! Berarti namja itu telah tau apa yang tersembunyi (?).

“YAAAAAAAAAAAA! Kau melihatnya bodoh!”

“Anniyo” elak Taemin, padahal sudah jelas sekali. Tapi ia tak bisa berfikir jernih untuk saat ini.

Taemin yang sudah tidak tahan, menghambur masuk ke dalam toilet. Namun sial! Gadis itu mengikutinya masuk ke dalam, mungkin mengira Taemin akan kabur. Pintu tertutup secara otomatis, refleks Sungrin mengambil sapu di belakang pintu. tanpa sengaja ia menekan tombol kunci di pintu toilet itu.

“YA! Kau Lee Taemin kan? Namja hidung belang itu?” tuding Sungrin kemudian menodongkan ujung sapu ke arah Taemin

“Mwo? Aku ini taemin SHINee” taemin mulai bercucuran keringat, ia tak ada waktu membahas hal ini. Ia pun berjalan mendekati Sungrin membuat Yeoja itu melangkah ke belakang.

“kau lupa kita bertemu di diskotik semalam hah? Jelas jelas kau yang memperkenalkan dirimu adalah Lee Taemin.”

“mungkin yang kau temui itu Jung taemin, aku memang mirip denganya bahkan nama kami sama” alibi taemin, ia mencoba terlihat tenang namun sebenarnya ia sedang panik. Bodohnya ia bisa sangat ceroboh memperkenalkan nama aslinya. Semoga gadis ini percaya, harapnya.

“Ani, aku yakin itu kau” Sungrin kini tak bisa melangkah mundur lagi karena tubuhnya sudah merapat ke pintu bilik toilet.

Keringat meluncur dari pelipis Taemin, bagaimana ini? Ia harus menyingkirkan gadis itu. di dalam toilet ini hanya ada dua bilik berhadapan. Bilik yang satunya sedang rusak, hanya bilik di belakang Sungrin yang bisa digunakan. Sebenarnya ia ingin membalas ucapan Sungrin tadi, tapi panggilan alam ini semakin menjadi jadi.

“AAHHHHH…. AKU SUDAH TIDAK TAHAN. AHHH….” Taemin semakin merapatkan kakinya, bahkan sekarang tanganya ikut bertaut di antara kedua pahanya.

Sungrin terbelalak lebar melihat tingkah Taemin, sekelebat pikiran negatif pun merasuki dirinya. Namja dihadapanya itu terlihat mengganas dan bernafsu? Eh? Mengantisipasi serangan taemin, Sungrin mengambil kemoceng yang tadinya entah sangkut dimana. Sapu dan kemoceng, sepertinya ini bisa dijadikan senjata.

“AKU INGIN MASUK!” teriak Taemin bak orang kesetanan.

Dengan gugup Sungrin menyerang taemin dengan senjata jadi jadianya, namun dengan mudahnya Taemin menyingkirkan sapu dan kemoceng itu. Sungrin tercengan menatap Tanganya yang kosong tanpa senjata, tiba tiba taemin mencengram kedua pergelangan tanganya dengan kuat.

“AHHH!!! PELAN PELAN! ITU SAKIT, BODOH!” Umpat Sungrin, Namun Taemin tidak peduli. Ia bersiap menyeret gadis itu dari depan pintu bilik di dalam toilet.

“AHHH, AKU INGIN KELUAR” Sungrin benar benar ingin keluar toilet , ia jadi takut sendiri saat merasakan Tangan Taemin yang mendingin. Bisa sajakan namja itu berniat macam macam padanya.

Sungrin mendorong Tubuh Taemin, ia pun langsung berlari menuju pintu keluar. Tapi saat Sungrin hendak membuka pintu itu, ia mendengar suara keramat (?) dari dalam bilik. Bulu jangat Sungrin meremang. Namja itu…. namja itu… namja itu kalau ingin buang air kecil kenap harus seribet itu hah???

~*~

Sementara itu diluar toilet . . . .

Siswi SSedna mengerubungi salah satu toilet, suasana sangat berisik dan mereka berdesak desakkan menempelkan telinga ke daun pintu. beberapa saksi mata menuturkan bahwa:

–        Sungrin kalah taruhan. Karna ia tak mau dihukum, dia melompat dari jendela lalu bertengkar dengan Taemin kemudian masuk ke dalam Toilet.

Berita itu pun menyebar dengan cepat seantero jagad sekolah. Toilet yang tadinya merupakan tempat membuang sesuatu, kini menjadi tempat yang membuat para murid penasaran dan menadadak menjadi tempat nguping favorite untuk sementara waktu.

Kegaduhan terdengar jelas dari dalam sana, sontak seluruh orang yang memadati toilet mengheningkan cipta demi menajamkan pendengaran.

“AAHHHHH…. AKU SUDAH TIDAK TAHAN. AHHH….” Para yeoja itu bergidik mendengar desahan Taemin. Bulu jangat mereka meremang seketika.

“AKU INGIN MASUK!” teriakan Taemin sukses membuat pendengar dadakan itu menahan nafas.

“AHHH!!! PELAN PELAN! ITU SAKIT, BODOH!” erangan Sungrin membuat mereka gigit jari, aigoo… apa yang sedang mereka lakukan didalam?.

“Ahhrghhh, AKU INGIN KELUAR”

Dan secara bersamaan para gadis itu menghela nafas kecewa, bahkan ada yang menangis sambil membuang ingus. Yeoja memang aneh.

“aku tidak menyangka Taemin melakukan ‘itu’ di toilet”

“dan yeoja beruntung itu adalah Shin Sungrin”

“KYAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!” dan untuk selanjutnya jeritan memekakkan telinga terdengar dimana mana.

~*~*~*~

“HAHAHAHAHAHHAHA” ledakan tawa memecahkah suasana senja dalam Dorm SHINee. Mereka ber-enam berkumpul di ruang televisi untuk mendengarkan penjelasan kenapa wajah Taemin kusut sehabis berkunjung ke SSedna.

“jadi kau benar benar melakukan ‘itu’?” goda Jonghyun.

“ANNIYO! Mereka saja yang berlebihan!” taemin menekuk wajahnya, ia kesal setengah mati. Bagaimana tidak? Ketika ia keluar toilet, dirinya langsung dihajam beribu pertanyaan dari gerombolan Yeoja yang memadati toilet. Seingatnya, sekitar toilet sepi ketika ia masuk.

“aigoo.. Taemin ternyata kau sudah dewasa” tawa itu kembali meledak. Tapi kali ini Minhyun tidaak ikut tertawa karena diam diam dirinya terkesima melihat key yang tertawa lebar.

Bukankah tadi pagi namja itu dingin dan sangat mengerikan? Kenapa moodnya berubah secepat ini? Minhyun menggelengkan kepalanya, ia mengalihkan pandang takut takut ada seseorang yang menyadari kegiatanya barusan.

Taemin beranjak pergi tanpa alasan, jelas sekali ia sangat kesal. “brakkk” terdengar bantingan pintu yang lumayan keras, sepertinya ia masuk ke dalam kamar.

“aku mau pergi, ada urusan” ujar Jonghyun, ia bangkit berdiri kemudian melangkah ke ruang tamu lalu memasuki lift.

“ah, aku harus menyelesaikan proposal” Onew beranjak kemudan melangkah ke dalam kamar disusul dengan Minho yang pergi begitu saja.

Minhyun menegak ludah, kali ini serasa ada yang mengganjal di kerongkonganya. Jantungnya berdetak liar, bagaimana tidak? yang tersisa hanya ia dan Key di Sofa panjang berwarna hijautosca. Ia melirik key yang sedang fokus dengan ponselnya. Ingin rasanya Minhyun meninggalkan tempat itu, namun segelintir rasa penasaran menggelayuti hatinya.

“k.. key” panggil Minhyun ragu ragu.

“nde?” Minhyun bernafas lega, dari intonasi kalimat Key sepertinya namja itu berada dalam Mood baik.

“kau benar benar alergi terhadap Yeoja?”

Mendengar kalimat itu Key langsung menghentikan aktifitasnya, ia melepas genggaman pada ponsel dan membuat benda itu jatuh menghentak lantai. Key mendelik tajam, kalimat itu telah menyentuh daerah rawan baginya. Atau lebih tepatnya, Minhyun sudah menginjak area berbahaya yang sudah ia bentengi dengan bongkahan es.

“mi… mianhaeyo. Lupakan saja” ucap Minhyun takut taku, ia merutuki dirinya sendiri mendapati tatapan Key yang semakin tajam ke arahnya.

Key mendekatkan posisinya ke arah Minhyun, jiwanya seakan ingin lari dari pertanyaan itu namun raganya memilih untuk tetap bertahan demi menemukan sepotong jawaban meski samar. Sial! Selalu ada pertentangan dalam dirinya.

“nde, itu benar. Perempuan adalah iblis” desis key, dalam hati ia mengumpat. sial! Ia benar benar mengucapkanya. Kenapa raganya selalu melakukan hal yang bertentangan dengan pikiranya?

Minhyun menggigit bibir bawahnya, ia menunduk tak berani menatap kobaran api yang menyala dalam salju di lingkup mata seorang Kim Kibum. Baru saja ia melihat bias hangat dari sorot mata namja itu, namun ketika ia melontarkan pertanyaan bias hangat itu seakan membeku diterjang butiran es.

Minhyun merasa ia seperti terjebak dalam Musim panas dan Musim dingin sekaligus, perpaduan musim yang sangat misterius itu serupa dengan sifat seorang Kim kibum yang berubah ubah sekaligus menggabungkan sifat yang bertolak belakang.

Key menyentuh dagu Minhyun, dengan telunjuknya ia mengangkat wajah Minhyun agar gadis itu menatapnya. Minhyun mengalihkan pandang, tak berani menatap badai aurora yang memancar dari bola kristal coklat yang bersemayam dalam lekukan kelopak mata namja dihadapanya. Sekilas ia sadari mata kristal itu teramat bening, sehingga kepiluan yang terpendam dapat dibaca dengan sangat jelas.

Atmosfir kaku menyelubungi mereka, sebelum Key menyatukan Bibirnya dengan Minhyun kemudian melumatnya pelan.

~*~*~*~

(Backsound: SHINee – Obsession)

Hiruk pikuk sarana transportasi mewarnai suasana petang kota Seoul, di tengah lajunya kendaraan yang berlalu lalang melintas sebuah motor Hardboiler hitam legam yang melesat membelah jalan dengan lincahnya. Entah apa yang ada dipikiran pengemudi tersebut, yang jelas ia memacu motornya dengan kecepatan 100km/jam.

Ia terus menaikan jarum speedometer pada motornya, seolah olah tanah beraspal itu adalah miliknya dan untuknya seorang. Sesekali ia menyalip brutal kendaraan yang dianggapnya sebagai penghalang tanpa memperdulikan umpatan umpatan pengemudi lain.

Melesat secepat angin, Perumpamaan itu pantas ditujukan untuknya. Ia menyukai angin, ia bersahabat dengan angin, dan ia mengibaratkan angin seperti dirinya. saat musim panas datang, kerap kali sebagian orang mengutuk badai angin. Namun ia malah menyukainya.

Angin tak terlihat namun dapat dirasakan, orang yang menganggap buruk angin karena ia melihat apa yang ia rasakan. Sedangkan namja ini berbeda, ia merasakan apa yang ia lihat. Seperti dirinya, kau tidak bisa melihat apa yang Ia rasakan namun kau bisa merasakan apa yang ia lihat.

Jonghyun memasuki area parkir sebuah gedung apartment. Setelah memarkir motornya disana ia berjalan menuju lift yang berada di sisi kanan. Tatapannya kosong, terlihat pula ia menggenggam sebuah majalah dengan enggan. Majalah itu seakan hina baginya, padahal hanya majalah fashion biasa bukan majalah dewasa atau semacamnya.

majalah itu tak akan menyulut emosinya jika wajah gadisnya tak terpampang dengan pria lain. Itu sama halnya dengan melempar percikan api di tengah kemarau panjang.

Ting… Tong…

Jonghyun menekan bell yang terletak di samping pintu, tak lama kemudian terdengar bunyi khas putaran kenop pintu. Pintu itu terbuka, terlihat seorang gadis berambut lurus panjang sedang tersenyum ke arahnya. Gadis itu cantik, sangat cantik, tubuhnya tinggi semampai seperti model pada umumnya. Gadis itu miliknya!

Jonghyun melangkah masuk, apartment ini sudah dianggapnya sebagai rumah kedua. “tadaima…” ucapnya datar saat melewati pintu utama.

“o… okaeri” gadis itu menunduk, tak berani menatap Jonghyun. Ia tahu mood kekasihnya itu sedang tidak baik. Atau hal yang tidak baik akan terjadi, mungkin…

“chotto, aku akan membuatkanmu minum” ujar gadis keturunan jepang itu. ia berjalan menuju dapur dan terlihat menyiapkan sesuatu disana.

“aku ingin air putih saja”

Jonghyun mengamati rumah keduanya itu, apartment yang cukup luas. Terdapat dua ruangan disana. Namun yang dijadikan kamar hanya satu, yang satu lagi beralih fungsi menjadi ruang kerja dan belajar.

“naomi, apa kau sibuk akhir akhir ini?” tanya Jonghyun seraya membolak balikkan sebuah majalah yang ia ambil di bawah meja ruang tamu.

“iie, aku lelah karena jadwalku bulan kemarin sangat padat. Jadi aku menolak beberapa tawaran”

“so desuka?”

“hai so desu”

Naomi berjalan ke arah Jonghyun sambil membawa sebuah nampan yang berisikan dua gelas air putih juga setoples kue. Ia tidak duduk di samping Jonghyun meskipun itu adalah sofa panjang, ia mengambil posisi pada sofa di sampingnya.

“kau tak mengikari janji, bukan?” tanya Jonghyun seraya mengangkat alis, membuat Naomi menyernyit bingung.

Naomi terpekur sejenak “tentu saja” jawabnya ragu. Jari jarinya terus memainkan ujung roknya, ia merasa Jonghyun sedang menghakiminya. Ia takut kejadian serupa terulang. Namun saat gadis itu menolah kearah Jonghyun, sebuah majalah menampar pipinya.

“KAU BOHONG!” bentak Jonghyun membuat nafas naomi tercekat. Pipi putihnya memerah dan tubuhnya menegang kala Jonghyun berjalan mendekat ke arahnya.

“BERANINYA KAU MEMBOHONGIKU, UZUKI NAOMI!” Jonghyun menjambak rambut belakang Naomi, memaksa gadis yang tengah ketakutan itu menatap api di matanya.

Plakkk….

Tamparan keras mendarat di pipi naomi, isakan terdengar namun mata Jonghyun sudah tertutupi amarah. Ia merampas majalah yang tadi dilemparnya ke arah Naomi lalu membuka sebuah halaman dengan gerakan liar.

“lihat!” ia mencengkram tenguk Naomi, merapatkan majalah itu ke wajahnya. “kau masih bilang tak mengikari janji?!”

Jonghyun menatap nanar “SUDAH BERAPA KALI KU BILANG JANGAN BERFOTO DENGAN PRIA! KAU TIDAK DENGAR HAH?!” emosi benar benar menguasainya, ia mencengkram kerah baju Naomi lalu menarik gadis itu hingga pungung belakangnya menghentak siku meja.

“arghh…” naomi mengerang kesakitan, air mata membasahi pipinya yang merah. Sakit, itu yang dirasakanya. Percuma lari, Jonghyun pasti akan membunuhnya jika ia melakukanya.

Jonghyun mencengkram kerah Naomi yang tengah tersungkur di lantai, namun gadis itu langsung memeluk kaki kanan Jonghyun. Ia meraung, tak perduli bahwa itu sama saja Melunturkan harga dirinya.

“gaomennasai, Jonghyun-ah. Gomenne” ucapnya di sela isakan.

Bukanya tersentuh, Jonghyun malah menendang pundak Naomi namun gadis itu kembali memeluk kakinya. Membuatnya Muak! Dicengkramnya rahang gadis yang kini penampilanya berantakan itu.

“bukankah kau sudah berjanji, Naomi? Kenapa kau mengulanginya?”

“itu pekerjaanku, Jonghyun. Mengertilah”

Plakkk…

Sabuk tebal Jonghyun mencambuk punggungnya, berulang kali Ia memohon ampun namun siksaan itu semakin menjadi jadi. Ini bukan kali pertama ia menerima perlakuan buruk, besarnya niatnya untuk lari hanyalah sia sia karena sebuah alasan menuntutnya untuk bertahan.

Jonghyun menyeret naomi melalui kerah bajunya, tak peduli betapa susahnya gadis itu bernafas karena perlakuan Jonghyun yang sama saja mencekiknya. Ia berusaha menepis tangan Jonghyun, namun tangan itu terlalu kekar.

Seretan Jonghyun berhenti di kamar mandi, ia memutar keran air dingin di bath tup. Naomi tak sanggup berdiri, hantaman di pungungnya membuatnya lumpuh. Ia pasrah, sekalipun Jonghyun menariknya dan mencelupkan kepalanya ke dalam air seperti sekarang.

Tangan Naomi bersimpuh pada ujung bathtub, ia mencoba mendorong tangan Jonghyun yang menekan kepalanya ke dalam air. Namun usaha itu tetap sia sia.

Mata Jonghyun terlalu buta untuk dipulihkan, ia seakan tak mengenal kata maaf. Kilat amarah bergemuruh liar dalam sinar matanya, ia menyeringai lebar melihat gelembung oksigen yang keluar dari mulut naomi.

Setelah gelembung itu habis , ditariknya kepala Naomi ke udara. Nafas gadis itu tersenggal, wajahnya membiru dan tubuhnya bergemetar. Sungguh sayang, ini bukan akhir dari siksaanya.

Jonhyun menenggelamkan kepala gadis yang sudah tak berdaya itu. “kau milikku, Naomi! Milikku!” desisnya hingga tak ada satupun gelembung yang muncul dalam Bathtub yang airnya tumpah karena kepenuhan dan keran tak kunjung dimatikan.

Setelah merasa tubuh Naomi benar benar lemas, ia menarik gadis itu dalam dekapanya lalu terisak.

~*~*~*~

Seorang namja tak henti hentinya menatap jam dinding yang jarum pendeknya masih bertatapan dengan angka 3. Ia ingin beranjak tapi masih terlalu dini untuk memulai aktivitas, bahkan ujung cahaya mentari pun belum menembus jendela ruangan yang langsung mengarah ke ufuk timur itu.

Ia menghadapkan tubuhnya ke sebelah kanan, memandang gadis cantik yang wajahnya masih membiru akibat perbuatanya. Gadis berumur 20 tahun itu adalah kekasihnya, orang yang terlampaui ia cintai.

Peristiwa masa lalu menjadi akar perbuatan buruknya terhadap Naomi. Sungguh ia sangat ingin menghancurkan ingatan itu, namun meski matanya dibutakan sekalipun kejadian itu masih terekam jelas dalam benaknya.

Dikecupnya singkat kening gadis itu.

“Naomi, aku mencintaimu”

Tatapanya miris, tersirat raut penyesalan dalam wajahnya. ia mendekatkan tubuhnya lalu merengkuh gadis itu sehingga keadaan mereka benar benar menyatu karena kedua tak mengenakan sehelai kainpun. Naomi adalah miliknya, milik Kim Jonghyun.

“percayalah Naomi, aku benar benar mencintaimu. Maafkan aku” ia mengeratkan pelukanya dengan hati hati, takut menyentuh luka yang ia buat sendiri. Tubuh Naomi dingin, dan luka yang lebam itu terasa amat perih.

Ini semua karena dirinya, ia dibutakan emosi. Tapi semua itu tak terjadi kalau Naomi tidak membangkang dan mengingkari janji. bagaimana denganya? Bukankah ia juga sudah berjanji?

“maafkan aku, Naomi. Menurutlah kalau kau masih ingin melihat dunia…. bersamaku”

__TBC__

Pengumuman Cast:

–        Aprilia Mawarni a.k.a Kim Sin Ra a.k.a Uzuki Naomi (namanya aku balik karena orang jepang marganya didepan)

SELAMAT BERGABUNG DI LUCIFER FAMILY *letusin kembang api*

Semoga kamu nggak mencak mencak sama saya karena Scene2 Naomi sedikit Frontal -___-. Tenang, aku udah nyiapin segerobak kaus kaki bolong buat nimpukin author amatiran yang sableng ini. Terima kasih sudah mengorbankan namanya untuk dipinjam meuheuheuhahe -___-

Oh ya yang berhasil menenbak kesalahan di part 2 itu Cuma Thya Onnie *keprok keprok* seperti yang udah aku janjikan, silahkan bertanya apapun karena aku akan menjawab semua tentang ff abal bin nyeleneh ini.

Oh ya karena ini hari natal, tolong komen ya jangan jadi siders. Komen kalian aku anggap sebagai hadiah NATAL buat aku. Arigatou Minna-san

 

Cheers,

 

LucifeRain (aya)

Advertisements

102 responses to “Seasons of The Lucifer [ CHAPTER 5 ]

  1. jjong nakutin ya kalo lagi marah. trus itu kenapa.key nyium minhyun? bukannya key taunya dia laki? masa iya si key gay?

  2. eonni!!! Daebak xD aku suka banget, terutama ketika jonghyun liar(?) okeapaini. Aku suka kekerasannya wkwk eh enggakdeh tp yg psti aku emang udh kepincut sama alur ceritanya. Bikin penasaran. Hwaiting eon!^^

  3. aku makin penasaran dibuatx,, itu Jonghyun punya masa lalu apa? menakutkan banget.. ><

    itu sih Key kenapa cium Minhyun? masa Key jadi Gay sih?

  4. Jong mengerikan tp gk pa2 lah, itu semua karena dia mencintai naomi dan key apapun yg dia lakukan benar2 di luar dugaan.

  5. astaga….bner2 drop aku liat tingkahnya jonghyun sepchlesss akuttt….gimana critanya coba bisa ampe seposesif itu sama cwe ny…n cewe ny pun seakan pasrah aja tu…nkib pnsran ni sma chap 2 nya tpi bln dpt pw ny hiks hiks …
    bneran complicated ni ff nya konflik nya seru bgt…

  6. Astaga … Jonghyun ?!!
    Itu bukan cinta namanya kalo menyiksa *timpuk Jonghyun!!

    Dan Key… Omo! Omo!
    Kenapa Key nyium Minhyun ? Apa Key gay ? Atau dia tahu kalo minhyun cewe ??

    Chapter ini… Daebak !!

  7. Ada dua poin yg bkinq melongo di chapter ini
    Yg prtma key nyium minhyun yg jlas2 dia tau cwo,key gay??? Ah gk rela author
    Yg kedua jonghyun sgtu nyereminnya itu cnta yg menakutkan untng gk dlporin polisi

  8. Aaaaa!
    Itu si Key kok .-. Dia gay? Andwae! TT #nangiskejer
    Terus si Jonghyun kejam sekali-‘ dia terobsesi/? Atau gimana? Terus Naominya mati? Kok kejem banget si Jojong-‘ But anyway, nice fix as always unni!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s