[FREELANCE]Before Happy Ending

Tittle : BEFORE HAPPY ENDING
Author : Kang Sangmi
Cast : Lee Taemin SHINee
Amber f(x)
Taeyeon SNSD
Seohyun SNSD
Hyomin T-ara
Park Joong soo Super Junior
Length : OneShoot
Genre :Romance
Rating : G

“Hei kau!” tegur seorang Namja tiba-tiba pada seorang anak yang baru keluar dari mini market.
“Ng, ya? Aku?” anak itu menoleh kebingungan.
“Ya, kau! Bisa kemari sebentar?” tanya Namja itu lagi.
“Baik, ada yang bisa saya bantu?” kata anak itu seraya mendekati namja yang tidak jauh dari hadapannya itu.
“Perkenalkan, saya Park joong soo, penerbit tabloid mingguan girl’s day. Ng, lalu, saya ingin mengajakmu menjadi model majalah kami. Ng, siapa namamu?” ucapnya sambil memberi anak itu sebuah kartu nama.
“Mm, terimakasih sebelumnya, tapi apakah majalah tersebut menerima model namja?” tanya anak itu.
“Tidak, memangnya kenapa? Oya, berapa umurmu? Sepertinya baru masuk SMP ya? Tetapi kau sangat tinggi untuk ukuran anak SMP!” pria itu terus-terusan bertanya.
“Oya? Jika begitu, mengapa anda menawari saya? Walaupun saya bernama Taemin, tetapi saya adalah namja, dan saya sudah kelas 2 SMA! Saya permisi!” anak tersebut terlihat sangat marah, karna salah disangka sebagai Yeoja.
“Ah, maaf, kukira kau anak perempuan. Soalnya kau putih, mulus, dan tidak terlalu gemuk.” namja tersebut tampak malu telah salah mengira.
“Ya, maaf juga karna saya memang seperti yeoja!” anak tersebut pergi begitu saja.
“Eh, tunggu sebentar!” namja itu berusaha memanggil anak itu lagi, tetapi percuma anak itu telah pergi.
* * *
‘Argh, kesel. Emang segitu miripnya aku ma yeoja? Ini bukan yang pertamanya aku dikira seorang yeoja, mungkin udah puluhan bahkan ratusan kali. Dan juga, kenapa aku mesti dikasih nama mirip sama yeoja sih? Taemin, itu adalah nama yang diberikan saat aku lahir. Hingga sekarang kelas 2 SMA aku masih tetap seperti ini, suaraku belum mengalami perubahan, tinggiku standar, tidak terlalu berisi, dan memang wajahku seperti perempuan. Walau aku tidak ingin terlahir seperti ini, tapi aku harus bisa menerimanya, karna aku masih diberi kesempatan sebuah kehidupan.’ Gerutu anak itu dalam hati.
Tadi Taemin disuruh oleh Noonanya untuk berbelanja ke mini market, tambah saja ia dikira yeoja. Tak lama kemudian ia sampai kerumah, walau sambil menggerutu tak jelas sepanjang jalan.
“Aku pulang!” serunya saat memasuki rumah.
“Lama sekali sih?” kata noonanya yang kedua. Ia bernama Hyomin. Umurnya sekarang 22 tahun. Seorang pelatih model, dan telah membuka sekolah modelnya sendiri.
“Kemana saja?” yang ini kata noonanya yang ketiga. Ia bernama Seohyun Umurnya 18 tahun. Baru lulus SMA, dan rencananya ia akan ikut pembelajaran modeling oleh kak Hyomin.
“Kami sudah lapar!” lalu, ini noonanya yang pertama. Ia bernama Taeyeon. Umurnya sekarang 25 tahun. Seorang perias sekaligus designer yang saat ini karyanya lumayan dikenal dikalangan menengah keatas. Biasanya ia tidak pernah berada dirumah karna pekerjaannya.
Taemin mempunyai tiga orang kakak dan semuanya perempuan. Maka Taemin jadi seperti ini dikarnakan didikan mereka. Dirinya sendiri diberi nama Taemin karena (kalian tau sendiri kan?!) semua kakaknya hampir mempunyai nama yang sama. Sekarang umurnya 16tahun.
“Iya,iya, sabar. Tadi aku dikira Yeoja lagi!” gerutu Taemin yang daritadi benar-benar merasa bete.
“Hahahahha…..” tawa meledak saat itu juga.
“Kalian! Malah mentertawaiku. Argh, tau akh!” ia lalu masuk kekamar.
“Bersabarlah, kau memang terlahir seperti itu!” kata Seohyun, sambil mengambil es krim dari kantong keresek belanjaan tadi.
“Oya, agar kau tidak bete, tolong bantu aku!” seru Taeyeon.
“Ga mau! Pasti Noona Cuma mau ngetes make up kan? Ato ngepas baju!?” teriak Taemin dari kamar.
“Haha… pintar kau! Ayo cepat keluar dari kamar dan bantu aku!”Taeyeon balik berteriak.
“Shireo!!!”
“Kalo tidak, kupotong uang jajanmu!” ancamnya.
“… Iya deh!” ia pun pasrah. Diancam pake uang jajan siapa yang ga takut sih!?
“Nah, itu baru Dongsaeng yang baik! Hehe..” Taeyeon tersenyum penuh kemenangan.
‘Ya iyalah, siapapun juga ga akan menang kalo lawannya kaya gini!’ Taemin mulai menggerutu lagi dalam hati.
“Nah, duduk!” ia menyuruhnya duduk di kursi depan meja riasnya. Dia pun menurut dan duduk. Taeyeon mulai mengoles bedak pada mukanya, dan mengoles yang lainnya. ‘Argh, lama-lama kaya gini bisa disangka banci, tapi mungkin tidak akan ada yang menyangka aku sebagai namja setelah diberi make up oleh noona, jadi sedikit tenang. Tapi, tetep aja ga akan laku, kalo sehari-harinya kaya yeoja gini. Mana ada yeoja yang mau, kalo namjanya bisa lebih cantik dari dia!? Haa~ nasib-nasib!’ umpat taemin dalam hati.
“Ya, selesai! Sekarang kau ganti baju. Nih bajunya!” Noona memberinya sebuah baju perempuan. ‘Astaga! Sampe bajunya mesti dipake.’ Taemin terkaget-kaget. Ia masih menurut, mengganti baju dan diperlihatkannya pada Noonanya.
“Sipp deh,, Kita belanja yu!!” serunya.
‘Apa katanya? Ga salah? O.M.G. Ga mau!!’
“Hah? Kaga mau!!!” tolaknya langsung.
“Ayolah! Mau ya? Ya? Ya?” katanya, dengan tatapan yang menyeramkan.
“Haa~ baiklah, tapi hanya kali ini, dan uang jajanku harus ditambah!” katanya, mengalah. Lebih tepatnya terpaksa mengalah.
“Ok! Ayo kita pergi!” dengan semangat menarik tangannya.
“Aku dan Seohyun tidak akan ikut!” kata Hyomin tiba-tiba memotong pembicaraan.
“Yaahh,, kenapa?” Taeyeon sedikit kecewa.
“Kami masih harus berlatih untuk lomba model minggu depan!” jelas Hyomin.
“Baiklah. Selamat berjuang. Kami pergi dulu!” seru Taeyeon.
Mereka pergi menuju mall dengan menggunakan taksi. Seperti biasa, pasti Taeyeon ingin ditemani memilih bahan-bahan baju dan make up. ‘Kesel juga punya Noona kaya begini. Sepanjang jalan hingga sampai di mall aku terus berpikir. Kenapa juga ga bikin dongsaengnya ini jadi keren? Lha ini, bukan jadi keren, malah jadi imut!? Makin bete mikirin itu. Udahlah, mending beli eskrim aja.’ Pikirnya. Setelah minta ijin untuk membeli es, Taemin mencari stand es yang dekat, dan ia menemukannya. Kemudian, ia membayar es tersebut, tetapi saat berbalik, tak sengaja ia menabrak seseorang di belakangnya.
‘BRUK’ orang yang dia tabrak jatuh. Oow!!
“Heh! Kalo jalan liat-liat!” orang itu marah-marah.
“Ah, maaf!” Taemin menolongnya untuk berdiri.
“Ati-ati kalo jalan, pake kaki jangan pake mata!” gerutu orang itu, ketika berdiri.
“Mianhae hyung,aku ga sengaja!” Taemin gelagapan.
“Enak aja manggil Hyung! Aku yeoja tau! Udah nabrak masih juga cari masalah!” orang itu makin geram.
“Oh, joseonghamnida, saya ga tau!” tambah-tambah gugup. ‘Aneh juga, ada yeoja kaya namja. Diliat dari cara pakaiannya yang mirip namja, rambutnya yang pendek dan menggunakan topi, lalu suara yang berat dan cara bicaranya, benar-benar seperti namja.’ Pikir Taemin kemudian.
“Lain kali jaga juga tu mulut. Ya onnie..!?” kata orang itu.
“Kamu juga seenaknya manggil aku Onnie . Aku namja, bukan yeoja!” nah, giliran Taemin yang marah.
“Hah?? Ahahahhaa…..” orang itu malah ketawa.
“Apaan sih? Jaga juga tu mulut!” Taemin balik memakinya.
“Ya, abisnya, siapapun juga bakal ngira kamu yeoja. Liat aja dari baju, dandanan, terus suara kamu!” jelas orang itu sejelas-jelasnya. Ternyata dia juga berpikiran sama dengan apa yang Taemin pikirkan padanya. Benar-benar terbalik.
“Ya, mo gimana lagi, kakakku semuanya yeoja, terus mereka model. Nah ada juga yang jadi perias ma designer, maka dari itu, aku selalu jadi korbannya. Tapi, aku ini namja tulen loh!? Beneran!” taemin balik menjelaskan keadaannya dengan panjang lebar.
Tiba-tiba, Taeyeon datang menghampiri, dan terhenyak kaget, saat melihat Taemin berdua dengan seseorang.
“Astaga, ternyata kau pacaran dengan namja ya?” ucapnya dengan polosnya.
“Bukan! Dia ini yeoja!” sanggah Taemin cepat.
“Iya, aku yeoja, dan aku juga mengira dia ini yeoja!” katanya sambil menunjuk Taemin.
“Oo, begitu. Baiklah lanjutkan saja perbuncangan kalian. Aku masih mencari barang! annyeong!!” seketika Taeyeon pergi begitu saja.
“Ooo,, jadi itu noonamu!? Sekarang aku percaya dengan ceritamu.” Kata orang itu.
“Hmm… Oya, aku belum tau namamu. Jika boleh tau namamu siapa?” tanya Taemin.
“Oh ya, namaku Amber. Kamu?” jawabnya dan bertanya lagi.
“Namaku Taemin. Kau punya kakak?”
“Ya, aku punya 3 Oppa.” Jawabnya.
“Oya, kebetulan sekali ya!? Hehehe…” lanjutnya lagi.
“Hmm… Benar! Aku menyusul Noona dulu ya. Oya, boleh minta nomor ponselmu?” kata Taemin seraya mengeluarkan ponselnya.
“Ah, ya tentu saja, ini 08xxxxxxxxxx” ia memberi Taemin nomor ponselnya.
“Gomawo, nanti aku hubungi! annyeong!” kata Taemin sambil pergi.
“ne annyeong!” katanya.
‘Hehe… lumayan juga tu yeoja, walau tomboy tapi saat berbicara terlihat manis, dan sepertinya dia anak yang baik. Nanti aku coba buat deketin dia, semoga kali ini berhasil.’ Taemin mencari Noonanya dengan berseri-seri. Ditemukannya Taeyeon berada di sebuah toko sepatu, dan ternyata ia telah selesai berbelanja. Tak lama kemudian mereka pulang.
Taemin langsung menuju kamar dengan wajah berseri-seri. Berganti pakaian, menghapus make up, dan lalu berbaring di kasur dengan menggenggam handphone. Dia mengetik sesuatu pada handphonenya. Ya, dia mencoba mengirim pesan pada Amber. ‘Semoga saja ia membalas smsku.’ Taemin berdoa dalam hati. Dan ternyata, benar saja ia membalas tak lama kemudian. Hingga larut malam ia masih berkirim pesan dengannya.
Beberapa hari berlanjut, mereka masih saling berkirim pesan. Mereka menjadi lebih akrab dan sedikit mengerti satu sama lain. Taemin meresa, ia sekarang mungkin akan mendapatkan pacar. Tapi, Taemin masih belum berani untuk menyatakannya. Menelfonpun ia belum berani. Hingga suatu malam akhirnya ia memberanikan diri menelfonnya.
“Yoboseyo?” seseorang yang bersuara berat mengangkat telfonnya. Tidak salah lagi itu suara Amber.
“Ah, ya. Amber?” sapa Taemin memastikan.
“Ya, ada apa? Tumben telfon?” herannya.
“Ng, hanya ingin mendengar suaramu. Hampir lupa lagi, yang aku ingat hanya suaramu saat memakiku. Hahaha…..” Taemin mulai jahil.
“Kau ini, hanya hal-hal jelek saja yang selalu kau ingat. Ternyata ingatanmu payah ya? Hehehe…” ia malah balik menjahili Taemin.
“Ahahaha…. Bercanda. Sedang apa?” tanya Taemin.
“Aku sedang nonton… … bla… bla.. bla…”
Mereka mulai berbincang. ‘Syukurlah, aku dapat berbincang dengannya. Kupikir aku akan gugup.’ Pikir Taemin. Akhirnya, Taemin memintanya untuk bertemu.
“Oya, boleh kita ketemu lagi?” tanyanya ragu.
“Ng, tentu saja. Memang kapan?” kata Amber.
“Bagaimana kalo minggu? Kita ketemu di tempat kemarin kita tabrakan. Hehe…” jawab Taemin.
“Hmm,, baiklah. Jam berapa?” tanya Amber lagi.
“Sekitar jam 1. Bagaimana?”
“Baiklah.”
Taemin berencana akan menyatakan perasaannya pada hari Minggu. Ia tak sabar menunggu hari itu. Dan, tidak terasa, hari Minggu tiba. Taemin bergegas untuk siap-siap, membeli sekotak coklat, dan tentunya sekarang berpenampilan NAMJA walau tetap saja tak mengurangi kecantikan di wajahnya. Lalu, Taemin menuju sana dengan menggunakan motor MXnya.
Jam menunjukan pukul 12.45. Taemin buru-buru pergi menuju tempat janjian. Ia melajukan motor dengan cepat. Saat itu lampu lalulintas yang hijau telah berubah menjadi merah, tetapi entah kenapa ia tidak melihatnya dan terus melajukan motor, pada saat yang bersamaan, sebuah truk besar datang dari sebelah kiri dengan cepat dan menabraknya, diapun tak sadarkan diri tepat di depan mall.
Terlihat, Amber sedang menunggu seseorang. Tetapi ia merasa ingin membeli sesuatu dilantai bawah. Ia pun menuju penjual Lollipop di luar mall. Saat ia akan membeli, terdengar ribut-ribut di depannya. Dan saat ia lihat, tubuh seseorang yang ia kenal telah terbaring tak berdaya disana. Ia segera menghampirinya dan meminta tolong pada semua orang yang ada disana untuk segera membawa orang tersebut ke rumah sakit.
Sesampainya disana Amber menunggu di luar ruang gawat darurat. Tak lama kemudian Taeyeon datang. Lalu, dokterpun keluar dan memperbolehkan Amber dan Taeyeon masuk. Tak lama setelah mereka masuk, jemari Taemin mulai bergerak, dan matanya berusaha untuk membuka. Mereka menyadarinya dan menunggunya untuk berbicara. Setelah berhasil membuka mata, Taemin melihat sekelilingnya, dan matanya tertuju pada Noonanya. Taeyeon mendekatkan Amber untuk keluar dari ruangan. Awalnya ia enggan untuk keluar. ia merasa kecewa saat melihat Taemin yang telah siuman tidak sedikitpun berbicara bahkan meliriknya. Sebelum keluar, di ujung pintu Amber sekali lagi melirik Taemin, dan saat itu Taemin juga sedang melihat dan kemudian tersenyum dengan tulus ke arahnya. Taeyeon duduk di kursi sebelah tempat tidur Taemin, menunggunya untuk berbicara. Tak lama kemudian Taemin membuka mulutnya.
“Noona..” ucapnya.
“Ya, ada apa?” jawab Taeyeon.
“ini!” Taemin memberikan sebuah kotak kecil yg berisi cincin mas putih dengan mata berbentuk hati di tengahnya. “Tolong berikan ini pada Amber, dan tolong sampaikan juga permohonan maafku padanya.”
“Tunggu!” Taeyeon memotong pembicaraan, “Kau ini bicara apa?”
Taemin tersenyum dan kembali berkata, “Lalu, sampaikan juga bahwa aku mencintainya! Dan aku juga minta maaf pada Noona, karna selalu mengejekmu.”
Taemin tersenyum dan menutup matanya, tak lama terdengar lengkingan dari alat pacu jantung yang menandakan bahwa jantungnya telah berhenti.
“Tae..taeminnn…. Hei,, bangunlah!!” Taeyeon mengguncang-guncang tubuh Taemin. Lalu, Amber masuk ke dalam ruangan. “Ada apa ini? kenapa?? ini bohongkan?? bilang bahwa ini hanya bercanda!! Hei, bangunlah!!!” Amber berteriak, dia menangis. Suara tangispun pecah di dalam ruangan yang sepi.
*The END*
Happy ending bukan?
Bukan ya? Oh.. T,T

Advertisements

21 responses to “[FREELANCE]Before Happy Ending

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s