.: KyuRa Moment :. Our Sat Nite

Tittle    : Our Sat Nite

Author : Kirana aka Kiki (@kyuranelf)

Cast    : Kyuhyun, Super Junior

Park Kyo Ra as U

Cameo : G-Dragon

Genre   : Romance (?)

Rating   : PG 15

Length   : Oneshot

Disclaimer : All cast belongs to God. But the plot is mine. Don’t copas my FF without credit.

———- Happy Reading ———-

Kyo Ra’s Apartment, 6 PM

CEKLEK~

Pintu kamar terbuka. Kyuhyun mulai menyisirkan pandangannya ke setiap sudut kamar yang bernuansa krem itu. Mencari sesosok gadis yang tak lain adalah kekasihnya.

Kyuhyun mulai berjalan ke arah ranjang karena ia yakin kekasihnya itu tengah meringkuk di balik selimut.

“Park Kyo Ra, bangun!!!” pekik Kyuhyun tepat di telinga kanan gadis bernama Park Kyo Ra itu. Kyuhyun menyibakkan dan menarik paksa selimut yang menutupi tubuh kekasihnya.

Gadis itu hanya menggeliat dan tidak ada niat sedikitpun untuk protes atas perlakuan Kyuhyun yang seenaknya berteriak tepat di telinga kanannya dan menarik selimutnya secara paksa. Mata Kyo Ra benar-benar berat untuk terbuka.

“Kau memang mau tidur jam 6 sore atau memang belum bangun dari tidur siangmu huh?” Kyuhyun mengguncang-guncangkan tubuh kekasihnya itu agar merasa terganggu dan terbangun.

“Aku memang mau tidur Kyu, jangan ganggu aku. Aku lelah…” balas Kyo Ra dengan suara parau dan matanya masih tetap terpejam.

Gadis itu menggerak-gerakkan kakinya untuk mencari selimut yang tadi disingkirkan Kyuhyun. Kyo Ra menaikkan kembali selimutnya hingga menutupi tubuh dan kepalanya. Tangannya meraih guling dihadapannya dan memeluknya erat.

“Yah… kau ini. Ini malam minggu. Ayolah aku sudah bersusah payah memohon kepada menejerku untuk memberiku waktu luang. Kau tidak menghargaiku huh?” Tanya Kyuhyun gusar. Pria itu menarik menarik kembali selimut Kyo Ra dan membuangnya ke lantai.

Kyo Ra tetap tak bergeming. Meski selimutnya tak lagi menutupi tubuhnya ia tetap mencoba tertidur sambil memeluk guling.

“Ayolah Park Kyo Ra. Kita bersenang-senang malam ini. Kau tidak ingin seperti pasangan kekasih lainnya? Malam ini salju pertama turun. Bukannya pernah berkata ingin melihat salju pertama turun bersamaku?” Kyuhyun mencoba membujuk kekasihnya itu agar terbangun.

Memang Kyo Ra pernah berkata jika suatu saat nanti dirinya ingin pergi jalan-jalan dengan Kyuhyun melihat pergantian musim dan melihat salju pertama turun. Berjalan-jalan menyusuri setiap sudut kota Seoul dan menikmati keindahan dan suasana romantis kota itu di malam hari.

Namun saat hari itu tiba Kyo Ra malah mementingkan tidurnya. Mengesampingkan Kyuhyun dan keinginannya tadi. Terang saja, beberapa hari terakhir dirinya memang disibukkan dengan tugas kuliahnya yang memang menumpuk hingga menyita jam tidurnya.

“Aku baru saja menyelesaikan semua tugasku yang sempat membuatku terjaga selama beberapa hari, Kyu. Dan malam ini aku ingin balas dendam tidur lebih awal.” Terang Kyo Ra tanpa membuka matanya untuk menatap wajah kekasihnya yang sedari tadi belum dilihatnya itu.

Kyuhyun menghembuskan napasnya berat. Pria itu kehabisan kata-kata untuk membalas jawaban gadis itu.

“Ya tapikan besok hari Minggu. Kau masih bisa tidur besok seharian. Dan hari ini aku ingin mentraktirmu ice cream.”

“Aku mengantuknya sekarang babo, bukan besok. Dan jangan bodoh Kyu, musim dingin akan segera tiba tapi kenapa kau malah mau mentraktirku ice cream?” Jawab Kyo Ra cepat.

Lagi-lagi Kyuhyun menghela napas berat. Kekasihnya itu memang susah sekali dibangunkan. Diiming-imingin apapun yang gadis itu suka jika Kyo Ra sudah mengantuk berat pasti akan dihiraukannya.

Kyuhyun memutar bola matanya, berpikir untuk mencari ide yang tepat agar kekasihnya itu terbangun dan mau pergi bermalam mingguan bersamanya. Kyuhyun tidak mau menyia-nyiakan waktu luangnya yang sangat berharga itu.

Kyuhyun yang sedari tadi duduk di tepi ranjang kekasihnya itu mulai menaikkan kedua kakinya ke tempat tidur Kyo Ra dan ia mulai berbaring menghadap kekasihnya itu. Kyo Ra yang merasa ranjangnya bergerak-gerak memaksa kelopak matanya agar terbuka. Sementara tangan Kyuhyun mulai melingkar di perut Kyo Ra.

Kyo Ra membalikkan tubuhnya menghadap Kyuhyun dan membulatkan matanya saat Kyuhyun tersenyum dan berkata, “Baiklah jika kau tidak mau pergi denganku malam ini, tapi sebagai gantinya aku mau menemanimu tidur.”

BRAKK~

Seketika Kyo Ra menendang Kyuhyun hingga terkapar di lantai. Kyuhyun meringis kesakitan sambil mengelus-elus pinggulnya yang terasa nyeri akibat perbuatan kekasihnya itu.

“Jangan kurang ajar kau babo. Sudah berulang kali aku peringatkan jangan terlalu lama dekat-dekat dengan Eunhyuk dan Donghae oppa. Virus yadong mereka sudah menyerang otakmu!” cecar Kyo Ra. Gadis itu lantas bangkit dari ranjangnya dan keluar kamar.

“Mau kemana kamu chagi?” teriak Kyuhyun yang mencoba berdiri dan mulai berlari mengejar Kyo Ra  yang meninggalkannya begitu saja.

Kyuhyun menuruni setiap anak tangga dengan cepat. Langkahnya seketika terhenti saat Kyo Ra meraih gagang telepon.

“Mau menelepon siapa chagi?” pertanyaan Kyuhyun itu tidak digubris Kyo Ra. Gadis itu sibuk memencet setiap digit nomor yang ia tuju. Perlahan Kyuhyun mulai menghampiri kekasihnya itu.

“Ya, aku punya berita baru. Ini dari salah satu member Super Junior. Tepatnya dari sang magnae. Dia baru saja ingin memperkos…”

Kyuhyun yang baru saja menyadari jika kekasihnya itu sedang menghubungi media massa, langsung merebut gagang telepon itu dan mengembalikannya ke tempat semula. Pria itu menatap kekasihnya dengan tatapan membunuh. Sedangkan Kyo Ra menatap Kyuhyun dengan ekpresi wajah menyepelekan.

“Jangan macam-macam kau ya~” ucap Kyuhyun memperingatkan. Nada bicaranya memang tenang namun terkesan berbahaya.

“Kau yang macam-macam chagiya… Seenaknya berbaring di tempat tidur orang dan memelukku sembarangan.” Elak Kyo Ra tak mau kalah.

“Kau baru saja melakukan kesalahan fatal chagi~ Menghubungi media massa dan melaporkan bahwa aku akan memperkosamu begitu? Kau ini manusia atau setan huh? Benar-benar tidak berperikemanusiaan. Aku ini namja baik-baik. Tidak mungkin aku melakukan itu padamu.” Kata Kyuhyun meyakinkan.

“Aku naik ke ranjangmu dan memelukmu agar kau terbangun…” lanjut Kyuhyun sembari memegang kedua lengan gadis dihadapannya.

Kyo Ra terdiam beberapa saat. Gadis itu hanya menunduk tidak mau menatap wajah Kyuhyun. Suasana hening beberapa saat.

“Kena kau… Hwahahaa~” Kyo Ra berlari menjauh dari Kyuhyun dan tertawa puas. Mendadak wajah Kyuhyun yang tadinya mencekam berubah cengo. “Aku tadi tidak benar-benar menelepon media massa hwahahaha~”

Kyuhyun langsung mengejar kekasihnya itu setelah menyadari bahwa dirinya baru saja kena tipu. “Awas kau ya~”

Kyo Ra berusaha keras menghindar agar Kyuhyun tidak menangkapnya. Gadis itu berlari secepat yang dia bisa. “Kau tidak akan pernah bisa menangkapku chagi~ hweee~” gadis itu menjulurkan lidahnya dan meremehkan kekasihnya yang baru saja dibuat kesal olehnya.

Sepasang kekasih itu benar-benar seperti anak kecil sekarang. Kejar-kejaran di dalam rumah dan tidak ada yang mau mengalah satu sama lain. Dan yang menjadi korban saat ini adalah Kyuhyun. Pria itu seperti sedang dipermainkan oleh kekasihnya sendiri.

Kyuhyun tiba-tiba membungkuk dan memegang bagian perutnya. Perlahan tapi pasti pria itu mulai mengerang kesakitan. Kyo Ra terdiam sesaat melihat apa yang terjadi pada kekasihnya. Kyuhyun mulai merangkak menuju sofa yang hanya berjarak dua meter dari tempatnya beranjak.

“Arrrkkhh~”

“Yak, kau kenapa chagi?” Kyo Ra berlari menghampiri Kyuhyun. Gadis itu membawa Kyuhyun menuju sofa miliknya dan membiarkan Kyuhyun berbaring di sana.

“Perutmu kenapa?” Tanya Kyo Ra panik. Kyuhyun terdiam dan tangannya masih memegang bagian perut. Tangan Kyo Ra mulai memegang bagian perut Kyuhyun dan…

“Yak! Kena kau. Bwahahaha~” Kyo Ra mengerucutkan bibirnya kesal dan mencoba enyah dari hadapan Kyuhyun namun dengan cepat Kyuhyun mencengkram tangan Kyo Ra dan menahan agar gadis itu tidak pergi.

“Kau kira aku tidak bisa balas dendam huh? Menipumu tak kalah gampang chagi~” Kyuhyun menyeringai.

Suasana hening selama beberapa saat hingga Kyo Ra-lah yang mencairkan suasana. “Aku mau melanjutkan tidurku…”

Mata Kyuhyun membulat. “Mwo? Andwae! Aku sudah berhasil membuatmu bangun dan ayo kita pergi bersama…”

Kyo Ra berdecak. “Tapi aku…”

Jebal~” Kyuhyun mulai menampakkan baby face-nya. Kyo Ra mengangguk hingga membuat Kyuhyun reflek memeluknya.

“Kau tunggu di sini. Aku mau ganti baju dulu.”

I’m waiting for you baby~.” Tukas Kyuhyun sumringah.

Seoul Central Park, 7.30 PM

Dinginnya udara malam semakin menusuk tulang. Orang-orang yang berlalu lalang sudah memakai mantel tebal. Tak sedikit dari mereka yang sudah siap sedia payung untuk berjaga-jaga akan turunnya salju. Namun tak sedikit pula dari mereka yang justru siap menunggu jatuhnya salju pertama seperti Kyuhyun dan Kyo Ra.

Dua sejoli itu mulai mencari bangku panjang untuk mereka duduk. Mencari tempat untuk menunggu jatuhnya salju pertama.

Sedikit susah memang mencari bangku kosong untuk mereka. Banyak pasangan lain yang juga ingin menghabiskan malam minggu mereka dengan melihat salju.

“Kalau saja tadi kau langsung bangun dan kita tidak melakukan hal-hal konyol pasti kita sudah dapat tempat duduk.” Sungut Kyuhyun. Kyo Ra menghiraukannya dan berlari menuju bangku yang sepertinya satu-satunya bangku yang masih kosong.

“Aish kau ini malah seenaknya meninggalkanku.” Protes Kyuhyun seraya mengambil posisi duduk.

“Cerewet kau chagi~ Aku berlari meninggalkanmu kan juga untuk kebaikan kita bersama. Lihat, kalau aku tidak berlari bangku ini pasti sudah menjadi milik mereka.” Kyo Ra menunjuk pasangan yang menggunakan mantel berwarna sama, mantel warna biru.

“Eh, kenapa aku tidak memakai mantel yang berwarna sama seperti warna mantel milikmu ya? Padahal aku punya…” cerocos Kyo Ra.

“Halah, itu tidak penting. Kebersamaan kita lebih penting.” Balas Kyuhyun cepat hingga membuat Kyo Ra sedikit tersipu dengan ucapannya itu.

Tak lama kemudian Kyo Ra merasakan sesuatu menetes tepat di ujung hidungnya. Gadis itu mendongakkan kepalanya. “Salju mulai turun chagi~” tukas Kyo Ra girang. Kyuhyun tersenyum dan tangannya mengelus kepala kekasihnya itu.

Kyo Ra beranjak dari bangkunya dan mulai menari kegirangan menikmati setiap tetes salju yang berjatuhan. Gadis itu pasti akan sangat menyesal jika dirinya tidak menuruti permintaan Kyuhyun dan keinginannya melihat salju bersama sang kekasih akan terwujud lebih lama lagi.

***

Salju turun semakin lebat. Pohon-pohon, bangku taman, dan tanah yang tadinya mereka injakpun kini sudah terselimut butiran-butiran es berwarna putih itu.

“Bagaimana jika kita membuat boneka salju chagi~?” usul Kyuhyun yang disetujui dengan anggukan dari Kyo Ra.

Sepasang kekasih itu mulai mengumpulkan salju dan membentuknya hingga menyerupai boneka.

“Kau buat badannya dan aku buat kepalanya yah” pinta Kyo Ra.

“Ah kau curang, membuat bagian badan membutuhkan banyak salju tidak seperti membuat kepalanya.” Protes Kyuhyun dan hanya dibalas dengan suara tawa dari Kyo Ra.

Kyuhyun yang tadinya mengelak, mau tidak mau harus membuat badan boneka. Dan kini kedua sejoli itupun sibuk berkutat dengan tugas mereka masing-masing.

Tentu saja Kyo Ra selesai lebih dulu. Gadis itu melihat kekasihnya sedang membentuk badan boneka sambil bernyanyi. Mungkin karena saking asyiknya, Kyuhyun sampai tidak sadar jika Kyo Ra memperhatikannya.

PLAKK~

“Yak, kau ini… aish…” Kyuhyun menghilangkan sisa-sisa es yang masih melekat di wajahnya. Ya, baru saja kekasihnya itu meleparinya salju yang tepat mengenai wajahnya.

“Rasakan ini…” balas Kyuhyun melemparkan segenggam salju yang sialnya tidak mengenai Kyo Ra.

“Kau payah sekali. Melempar menganai sasaran saja tidak bisa.” Cibir Kyo Ra.

Kyuhyun berniat melempar kembali salju ke wajah kekasihnya itu namun Kyo Ra menyuruhnya untuk menyelesaikan badan boneka yang sempat tertunda.

Palliwa! Aku ingin kita berfoto bersama boneka saljunya. Pasti lucu…”

“Daripada kau hanya banyak bicara, lebih baik kau cari ranting untuk tangan bonekanya.”

Kyo Ra menjentikkan tangannya, “Alright! That’s good idea.

***

Sekitar lima belas menit kemudian boneka salju itu baru selesai dengan sempurna. Kyo Ra sudah sangat ingin berfoto-foto dengan boneka salju itu.

“Aku merasa ada sesuatu yang kurang dengan bonekanya…” selidik Kyuhyun. Kyo Ra memutar bola matanya, ikut berpikir sesuatu apa yang dimaksud.

“Syal! Nah iya, kita lupa memakaikan syal di lehernya Kyu! Biar aku saja yang memakaikannya.” Kyo Ra melepas syal yang melingkar di lehernya dan mulai memakaikannya di leher boneka itu.

Kyo Ra merogoh tas jinjingnya untuk mencari ponsel. “Tolong foto aku dengan boneka ini, jebal~” gadis itu memasang puppy eyes dan menyerahkan ponselnya kepada Kyuhyun. “Satu jepret satu cium pipi.” Jawab Kyuhyun dengan sebuah seringaian tersungging di bibirnya.

Gadis itu menggembungkan pipinya. “Aish jinjja. Tidak jadi. Biar aku foto sendiri saja.” Kyo Ra merebut kembali ponselnya dari tangan Kyuhyun.

“Ya sudah. Jangan salahkan aku jika hasilnya JELEK!!!” cibir Kyuhyun.

Kyo Ra mulai berfoto-foto dengan boneka salju itu. Berulang kali gadis itu berdecak kesal karena hasilnya kurang memuaskan. Tidak, bukan jelek hanya saja hasilnya kalau tidak bonekanya yang terlihat setengah wajah, wajah Kyo Ra yang terlihat setengah. Selain itu Kyo Ra juga tidak bisa berfoto seluruh badan.

Kyuhyun tertawa geli melihat tingkah lucu Kyo Ra. Pria itu benar-benar merasa puas telah berhasil menggoda kekasihnya sendiri.

“Butuh bantuan chagi~?” tawar Kyuhyun dengan nada mengejek.

“Tidak perlu!” balas Kyo Ra cepat.

“Kau tidak ingin berfoto seluruh badan?”

Kyo Ra menggertakkan giginya. Gadis itu semakin kesal. Ia memang ingin sekali foto dengan boneka salju itu seluruh badan, namun bagaimana lagi? Satu jepret satu cium pipi. Jika Kyo Ra menyetujuinya dia seperti gadis yang tak bermartabat dan tidak punya harga diri meskipun status Kyuhyun itu adalah kekasihnya sendiri.

Terbesit ide cemerlang di otak Kyo Ra. Gadis itu meminta bantuan orang yang kebetulan melewati tempatnya berada. Dan alhasil lima foto lucu tersimpan di memori ponselnya.

“Ahahaha~ lihat kan Kyu. Masih banyak orang yang dengan senang hati membantuku TANPA IMBALAN!!! Wkwkwkwk~”

Kyuhyun mencoba untuk tidak mempedulikan kekasihnya itu selama beberapa saat. Sebenarnya hatinya kini benar-benar kesal. Sedari tadi Kyo Ra hanya sibuk berfoto-foto ria bersama boneka salju. Pria itu beranggapan jika kekasihnya lebih mementingkan benda yang tidak bernyawa daripada dirinya.

Kyo Ra masih sibuk dengan ponselnya. Dipandanginya lekat-lekat foto-foto hasil jepretan orang lain tadi.

Tidak tahan lagi, Kyuhyun beranjak dari tempat duduknya dan pergi dari tempat itu. Dalam hatinya, Kyuhyun ingin kekasihnya itu menyadari kepergiannya dan mengejarnya karena sebenarnya hati kecil Kyuhyun tidak tega dan tidak berniat untuk meninggalkan Kyo Ra sendirian.

Chagi~ mau kemana?” pekik Kyo Ra. Kyuhyun memperlambat langkahnya.

Tidak ada tanda-tanda Kyo Ra mengejar Kyuhyun. Pria itu terus melangkahkan kakinya.

“Kyu? Kau marah?” Kyuhyun memperlambat langkahnya lagi. Namun sialnya Kyo Ra tetap tidak beranjak dari bangkunya. Kyuhyun yakin gadis itu masih berkutat dengan ponselnya.

Kini Kyuhyun mempercepat langkahnya dan mencoba untuk tidak mempedulikan kekasihnya itu.

“Ah chagi~ tunggu.” Kali ini Kyo Ra mengejar langkah Kyuhyun.

“Kau benar-benar marah? Aku kira kau hanya mengerjaiku jadi aku malas mengejarmu.” Terang Kyo Ra sembari menyamakan langkah kakinya dengan langkah kaki Kyuhyun.

Kyuhyun masih terdiam. Pandangannya lurus ke depan. Pria itu tidak berniat untuk menatap wajah kekasihnya yang mulai panik itu.

“Kyu~ bicaralah…”

“Kenapa kau mengejarku? Bukankah kekasihmu sudah ganti sebuah boneka salju yang super lucu itu?” ucap Kyuhyun dingin.

Kyo Ra terkekeh pelan. Gadis itu mulai mengerti penyebab Kyuhyun marah dan meninggalkannya sendiri.

“Kau cemburu? Cemburu pada boneka salju? Kekekeke~” Kyuhyun berdecak dan lebih mempercepat langkahnya.

“Yak, kenapa kau malah mempercepat langkahmu? Gurae, minhae chagi~.” Gadis itu mengejar Kyuhyun dan meraih lengan kiri Kyuhyun.

“Bagaimana kalau kita foto bersama? Kau menginginkannya juga kan?” tawar Kyo Ra setelah gadis itu berhasil mencairkan hati Kyuhyun.

Kyo Ra menarik lengan kiri Kyuhyun. Berniat mengajak pria itu duduk di bangku terdekat yang kebetulan kosong.

Wajah Kyuhyun sebenarnya masih masam. Namun ia tetap menuruti gadis itu untuk duduk di bangku yang telah terselimuti salju dan berfoto di sana.

“Kok masih jutek gitu mukanya? Yah… kalau difoto nanti jelek dong chagi~” Kyuhyun terdiam dan tidak menatap wajah gadis itu.

Chagi~ tersenyumlah. Eumm, baiklah katakan apa yang bisa membuatmu tidak marah dan kembali tersenyum.”

Kyuhyun menyeringai. “Cium aku!” Penyataan singkat yang sontak membuat Kyo Ra mendelikkan matanya.

“Yak! Kau ini marahnya benar-benar tidak elit!” sungut Kyo Ra kesal.

“Kalau aku minta CD game terbaru apa kau mau membelikannya?”

“Kalau terpaksa aku bis…”

“Kau mau tidak? Atau aku tinggal pergi lagi?” potong Kyu hingga membuat kekasihnya itu terdiam. Kyo Ra terlihat berpikir. Menimbang-nimbang tentang permintaan Kyuhyun yang bagi Kyo Ra sangat bodoh itu.

“Pipi saja ya…” Kyuhyun merebut ponsel Kyo Ra.

“Terserah…” Jawab Kyuhyun tanpa menatap wajah Kyo Ra. Pria itu mulai memainkan ponsel kekasihnya itu.

CHU~ CEKREK~

“YAK BABO! KENAPA DIFOTO???” amuk Kyo Ra hingga membuat orang-orang di sekitar tempat mereka duduk melemparkan tatapan heran ke arah mereka.

Kyuhyun berhasil mengerjai Kyo Ra. Pria itu memang sengaja merebut ponsel Kyo Ra dan mulai membuka menu foto agar saat Kyo Ra mencium pipinya, Kyuhyun tinggal mengambil gambar.

“Hahaha~ hasilnya bagus kok chagi~ Langsung aku kirim ke e-mailku ya.” Kata Kyuhyun yang masih memandang layar ponsel Kyo Ra. Pria itu sebelumnya telah berhasil menjauh dari Kyo Ra tidak kena cubit, jambak, cekik atau kekerasan fisik lainnya dan foto tadi tidak dihapus kekasihnya yang memang liar jika sudah mengamuk.

Kyuhyun mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi yang masih memegang ponsel Kyo Ra. Sementara gadis it mencoba meraih dan merebut ponselnya. Namun percuma saja, Kyo Ra kalah tinggi. Tinggi gadis itu hanya sebahu Kyuhyun.

“Ah terserah. Aku lapar. Malas meladeni tingkah konyolmu itu!” Gadis itu lantas meninggalkan Kyuhyun begitu saja. Begitu juga dengan ponselnya. Masa bodoh bagi Kyo Ra. Yang penting sesuatu yang hangat bisa mengganjal perutnya saat ini.

***

Setelah Kyuhyun berhasil mengejar dan menuruti kekasihnya untuk mencari makan, akhirnya kedua sejoli itu memilih sebuah restoran yang di depannya terdapat balon boneka salju.

“Mana ponselku…” Kyo Ra menghentikan langkahnya tepat di dekat boneka salju itu dan menodong Kyuhyun agar mengembalikan ponsel miliknya.

“Kau mau apa? Berfoto? Sini biar aku yang ambil gambarnya. Kali ini tanpa syarat. Yah, hitung-hitung agar kau tidak marah lagi…”

Kyo Ra menurut. Bergegas gadis itu bergaya di dekat balon berbentuk boneka salju itu.

CEKREK~

Yeppoda” puji Kyuhyun sembari melihat hasil fotonya.

“Sudah jangan memujiku, aku memang cantik. Ayo! Aku sudah lapar.”

***

At Restaurant, 9 PM

Kyo Ra membolak-balikkan lembar demi lembar yang ada dalam daftar menu. Cacing-cacing di perutnya memang sudah semakin brutal berdemo namun gadis itu malah bingung memilih menu makanan yang akan ia santap.

“Kalau minum aku pesan hot cappuccino. Tapi makanannya…”

“Jajangmyeon! Aku pesan jajangmyeon.” Sahut Kyuhyun dan pelayan segera mencatat pesanan pria itu.

“Hah? Jajangmyeon? Kau ini… Di restoran manapun kau selalu memilih jajangmyeon. Tidak bosan huh?”

“Tidak, aku suka. Cepat kau mau pesan apa. Kasihan tuh pelannya malah nonton kita berantem.”

“Ya sudah aku juga pesan jajangmyeon saja.”

“Huuu~ ikut-ikutan! Eh aku juga pesan hot cappuccino.”

“Huuu~ kamu juga ikut-ikutan.”

Saat pelayan itu enyah dari hadapan Kyuhyun dan Kyo Ra suasana kembali hening. Kyo Ra melipat tangannya dan meletakkan dagu di atas punggung tangannya. Sementara Kyuhyun bergumam menyanyikan sebuah lagu.

Lama kelamaan tatapan mata Kyo Ra kosong. Gadis itu mulai melamun, mungkin karna Kyuhyun bergumam menyanyikan lagu yang berirama slow.

“Kyu, aku tidak tahu kau menyanyikan lagu siapa. Yang jelas aku hampir saja memejamkan mataku di sini. Eumm, kenapa kau tidak menyayikan lagu BIG BANG saja?” Kyo Ra menganggkat dagunya dan menatap wajah Kyuhyun.

Mendengar kata ‘BIG BANG’ ekspresi wajah Kyuhyun berubah menjadi datar. Pria itu yakin gadis dihadapannya itu pasti akan memuji-muji seorang G-Dragon lagi.

“Ayolah Kyu, satu bait saja. Eum, yang judulnya gara gara go.”

“Shireo! Kau nyanyikan saja sendiri.” Ambek Kyu.

“OMO~ jodoh memang tidak kemana.” Kyo Ra mendelikkan matanya begitu menyadari orang yang baru saja masuk ke dalam restoran. Kyuhyun yang penasaran membalikkan tubuhnya dan melihat orang yang membuat Kyo Ra terpaku.

“G-Dragron!!!” pekiknya Kyo Ra pelan. Gadis itu mencoba mengendalikan diri untuk tidak berteriak. Setidaknya agar tidak terlihat norak dan tidak permermalukan dirinya sendiri.

Saat G-Dragon melewati bangku Kyo Ra, gadis itu terus menatap wajah idolanya itu sembari menyunggingkan senyum termanisnya. Dan yang membuat hati Kyo Ra semakin berdebar, idolanya itu membalas senyuman Kyo Ra. Hati Kyo Ra sudah melayang-layang sekarang.

Selang beberapa detik kemudian pelayan datang dengan membawa 2 hot cappuccino dan 2 jajangmyeon. Kyo Ra menghiraukannya pesanannya itu. Gadis itu mulai meraih ponselnya dan menghampiri meja G-Dragon. Tentu saja Kyo Ra ingin berfoto bersama sang idola.

Lagi-lagi Kyuhyun kesal. Cemburu? Sudah pasti. Meski Kyo Ra berulang kali mengaku jika GD itu hanya idola semata namun Kyuhyun menilai Kyo Ra terlalu berlebihan dan terlalu menggebu jika menceritakan leader dari BIG BANG itu.

Kyuhyun mencoba bersikap masa bodoh. Pria itu membiarkan kekasihnya menghampiri meja GD. Kyuhyun memakan jajangmyeon-nya secara membabi buta.

Sesekali Kyuhyun melemparkan tatapan bengis ke arah meja GD. Kyo Ra tampak sangat bahagia bisa berfoto dengan idolanya. Rasa lapar yang sempat Kyo Ra rasa seolah sirna hanya karna melihat GD.

Kyo Ra kembali ke mejanya setelah beberapa saat. Senyum bahagia masih tersungging di bibir mungilnya. Kyuhyun masih tidak ingin berkomentar. Pria itu masih melahap makanannya. Kalau tidak karena lapar, Kyuhyun pasti akan meninggalkan gadis itu tanpa ada rasa toleransi lagi.

“Dia tadi mau menyanyikan lagu yang kuminta, Kyu. Baik sekali ya~”

Kyuhyun tetap bungkam dan tetap melanjutkan makannya.

“Manis sekali dia…” gadis itu mulai menyantap makanannya sambil manatap foto yang ada dalam ponselnya.

“Sampai rumah langsung aku cetak ah…”

Kyuhyun menyesap minumannya. Pria itu baru saja selesai makan. Ia mulai bangkit dari duduknya dan merogoh saku celananya. Mengeluarkan dompet dan menaruh beberapa lembar won di meja. Kyuhyun meninggalkan restoran dan menuju mobil.

Kyo Ra yang mulai menyadari bahwa kekasihnya itu kembali marah menghentikan makannya dan segera mengejar Kyuhyun.

Gadis itu berhasil mengejar Kyuhyun dan berhasil masuk ke dalam mobil Kyuhyun sebelum kekasihnya itu menyalakan mesin dan menginjak pedal gas.

“Mianhae~ tidak seharusnya aku bersikap seperti itu di depanmu. Aku sadar aku terlalu berlebihan dan terlalu memancing emosimu. Mianhae~”

Kyuhyun terdiam. Pria itu belum juga menjalankan mobilnya.

Chagi~ mianhae, sikapku tadi benar-benar keterlaluan.”

“JANGAN PANGGIL AKU CHAGI~!!!” sontak Kyo Ra terperanjat dengan bentakan Kyuhyun itu.

Perlahan bulir-bulir air mata jatuh membanjiri pipi gadis itu. Ia benar-benar tidak menyangka Kyuhyun akan semarah ini.

Kyuhyun mengepalkan tangan kanannya dan meninju stir. Pria itu mulai menyalakan mesin dan menginjak pedal gas. Kyo Ra semakin ketakutan mengingat kekampuan menyetir kekasihnya itu yang tidak terlalu baik dan sekarang Kyuhyun sedang marah.

“Aku sudah berusaha meluangkan waktuku untukmu, meninggalkan PSPku di dorm, mengajakmu melihat salju pertama turun. Itu semua demi kau. Kenapa kau tidak bisa menghargainya hah?”

Kyo Ra masih menangis. Dadanya mulai sesak.

“Berfoto denganku, dengan kekasihmu saja kau segan tapi kenapa dengan seorang GD yang notabene-nya hanya idolamu kau tidak segan? Aku sudah mencoba bersabar Kyo-ah. Aku sudah mencoba mengerti…”

“Mianhae~” rintih Kyo Ra.

“Aku muak Kyo-ah, aku muak dengan semua pujianmu tentangnya.”

Kyuhyun menepikan mobil secara mendadak. Pria itu mulai menatap kekasihnya yang sudah menangis sesenggukan.

“A..ak…aku…” kata Kyo Ra terbata.

Kyuhyun memegang kedua pipi Kyo Ra dengan satu tangannya. “Aku benar-benar KECEWA!” ucap Kyu penuh penekanan.

“Mungkin kita akhir…”

Andwae! Aku hanya mencintaimu Kyu. Bukan GD. Aku tidak mau melepaskanmu begitu saja hanya karena GD Kyu. Aku tidak mau…” air mata Kyo Ra turun semakin deras.

Kyuhyun menghela napas berat. Ini kali kedua ia melihat kekasihnya itu terlihat benar-benar hancur dan tidak ingin kehilangannya. Dulu saat ulang tahun Kyo Ra dan Kyuhyun berpura-pura meninggal untuk mengerjainnya, Kyo Ra juga terlihat hancur seperti ini.

Kyo Ra benar-benar mencintai Kyuhyun. Benar-benar tidak ingin kehilangan Kyuhyun. Benar-benar tidak ingin melepaskan Kyuhyun. Kejadian di saat ulang tahun Kyo Ra itu memang bukti kongkrit bahwa Kyo Ra tidak ingin kehilangan Kyuhyun.

“Aku juga berat mengatakan kalimat tadi. Mengakhiri hubungan kita seperti memutus urat nadiku sendiri.”

Kini giliran Kyo Ra yang terdiam. Sadar atau tidak bibir gadis itu mulai pucat. Udara malam semakin dingin dan salju sudah menyelimuti kaca mobil Kyuhyun.

“Kumaafkan kau chagi~ maaf juga aku telah membentakmu hingga membuatmu menangis.”

Kyo Ra masih terdiam. Badannya mulai menggigil. Syal miliknya tertinggal di taman dan masih melingkar di leher boneka salju.

Kyuhyun meraih tengkuk Kyo Ra dan mulai melumat bibir gadis itu. Kyo Ra yang terkejut diam beberapa saat. Perlahan gadis itu mulai membalas ciuman hangat yang diberikan kekasihnya itu.

Saranghanda…” ucap Kyuhyun tanpa melepaskan ciumannya.

Nado” balas Kyo Ra.

FIN~

Hwahahahaha~ Kiki nongol mendadak. Malem-malem. Hadir dengan si Evil hahaha setan. Pas bgt malem jumat. Sebenernya mau aku post pas malem minggu tp males. Sekarang aja. Hehehe~

Mian lama gak posting. Buntet ide wakakakak. Gimana sama FF ini? Jelek yah??? *dicium Kyu (?) ==”

Oya author mau minta tolong nih. Minta bantuan tp di blog aku. Klik di sini yah.

Oke udah gtu aja bingung mau ngomong apalagi. Jgn lupa RCL-nya 😀

Advertisements

34 responses to “.: KyuRa Moment :. Our Sat Nite

  1. aq pikir yang kyura moment itu cuma kyuhyun dan lee hyo ra,, ternyata ad kyo ra.. authorna sama juga ga sih ? #bgung mw nanya k admin atw author.. hhhihi

  2. Bagusssss, tp endingnya aku gasuka. Terlalu cepet jd ky ada yg kurang, kyny sih lbh bagus lg kalo GD tertarik sm kyora. Trs bkin kyuhyun makin gerang

  3. Ïýª ampuunn untg maarahnya ga lama”.. Kyuu nyeremiiinn bgt.. Kasian kyora nya :(,, tp kyoranya nakal sii xixi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s