Sleep Paralysis

SleepParalysis

Tittle : Sleep Paralysis

Author : Kazu1chi

Rating : G (General)

Genre : Romance, School Life, Mystery, Sadness

Main Cast : Sungmin (Super Junior), Sunny (SNSD)

Support Cast / Other Cast : Sooyoung (SNSD), Siwon (Super Junior), Seohyun (SNSD)

Disclaimer : Saya tidak memiliki Artis Korea, mereka milik manajemen artis mereka. Segala sesuatu yang terjadi dalam cerita ini hanya Fanfiction. Jika ada kesamaan nama dan peristiwa, hanyalah kebetulan saja lho. Plot milik saya, para cast tentu milik kalian 😛 Btw, ini asli nya non-fanfiction atau orific, tapi saya ubah jadi FF, hehe monggo RCL nya.. 😀 *bow*

Sleep Paralysis

If you know.. How much I love you..

Sleep Paralysis. Ya, jarang sekali orang mendengar istilah itu bukan? Sleep Paralysis adalah gangguan pada saat tidur. Sleep Paralysis atau tidur lumpuh karena tubuh tak bisa digerakkan dan menjadi seperti lumpuh, biasanya disebabkan oleh kurang tidur. Hal itu kini terjadi pada diriku, dan terus terjadi berhari-hari. Pertama kali aku mengalami sleep paralysis yaitu saat berusia 7 tahun. Dimana ibuku masih berada di bumi, dia menjelaskan padaku bahwa aku mengalami tindihan. Banyak yang bilang kalau aku mengalami tindihan dari makhluk halus. Setelah mengalami tidur lumpuh yang pertama, ku berlanjut kedua yaitu saat berusia 19 tahun, dari situ aku mulai mengalami sleep paralysis terus-menerus. Aku sudah beberapa kali memeriksa ke dokter, namun hasilnya nihil.

Pada saat tindihan itu terjadi, sering kali ku mengalami halusinasi juga. Halusinasi melihat alien lah, halusinasi melihat sadako lah, halusinasi melihat Kuchisake-onna lah, dan masih banyak lagi. Karena itu, membuatku sungguh menjadi ketakutan akan tidur. Namun ada hal yang membuatku terkejut. Suatu hari, ku kembali mengalami halusinasi. Namun kali ini bukan makhluk halus, melainkan sosok bayangan hitam di sekitar tempat tidurku. Kuyakinkan sosok bayangan hitam itu adalah pria, disebabkan dari bentuk bayangannya terlihat seorang pria. Keesokan harinya, lagi-lagi mengalami sleep paralysis, sehingga mengalami halusinasi lagi. Ternyata sosok bayangan hitam itu lagi, ditambah lagilah kekejutanku. Sosok bayangan hitam itu dapat berbicara! Bahkan mengetahui namaku!

“Sunny.. Sunny..,” begitulah namaku dipanggil berulang kali. Dengan ucapan darinya, ku semakin yakin kalau sosok bayangan hitam itu adalah seorang pria. Tak sampai disini halusinasi sosok bayangan hitam itu, masih terus berulang kali sampai besok, besok, dan seterusnya. Karena aku sudah merasa sangat takut sekali juga bingung harus melakukan apa, aku pun memutuskan untuk memantang tidur. Dengan ini, halusinasi itu tak akan menganggu ku kembali.

Ternyata.. keputusan yang kubuat itu tak membuahkan hasil. Meski ku tak tidur, tapi secara tiba-tiba halusinasi itu muncul kembali di benakku. Lagi-lagi, halusiniasi sosok bayangan hitam itu, juga kemunculannya disertai dengan perkataan yang aneh. “Sunny.. jangan memaksakan dirimu seperti itu,” katanya. “Siapa dia sebenarnya? Mengapa dia selalu muncul dan ada di sisiku?” ucapku dalam hati. “Aku memang selalu berada disisimu, ku tak mau meninggalkanmu lagi,” tiba-tiba sosok bayangan hitam itu menjawab ucapanku yang dalam hati!

Siapa kamu? Kumohon tolong, jangan ganggu diriku lagi. Aku tak tahu harus bagaimana lagi, kumohon!” pintaku dalam hati. Saat itu, aku tak bisa berbicara maupun berteriak, ku hanya bisa berbicara dalam hati. Hal ini sama seperti waktu kejadian sleep paralysis terjadi.

“Tak ingatkah kau pada diriku? Mengapa kau bisa melupakanku?”

Apa maksudmu? Ku benar-benar tak mengerti dengan semua ini. Kumohon, aku hanya minta satu permintaan. Tolong bebaskan aku dari semua ini. Ku benar-benar tak sanggup, kumohon!

“Baiklah, kalau itu memang maumu. Aku takkan menganggumu lagi. Ku juga memiliki satu permintaan.. Aku akan membantumu mengingat kejadian-kejadian dahulu, setelah itu aku berjanji takkan menganggumu lagi.. untuk selamanya.”

Oke! Baiklah!” balasku dalam hati.

***

Beberapa saat kemudian,  pandanganku mulai mengabur, samar-samar sinar dalam cahaya putih mulai menerangkan seluruh pandanganku. Sesaat kemudian, penglihatanku mulai menajam kembali, serta terdengar hiruk pikuk suara orang yang tak jauh dari posisiku. Kutoleh ke belakang, terkejut langsunglah diriku. Bukankah ini.. sekolahku?!

“Haha.. kau masih ingat, kupikir kau sudah melupakan semuanya,” sergah sosok bayangan hitam itu di sampingku.

Kutoleh ke samping, hampir terkejut aku mendengar suara itu, “Siapa sih sebenarnya kau ini?” tanyaku dalam hati.

“Nanti kamu akan tahu..” jawab sosok bayangan hitam itu, “Mari kita berkeliling..” sambungnya. Aku pun mengikutinya berkeliling, sudah lama ku tak merasakan suasana sekolah. Rasanya kangen sekali, meski cuma baru beberapa tahun ku meninggalkan sekolah, tapi ku benar-benar ingin bersekolah kembali. Akhirnya  ku mengerti, kenapa kebanyakan orang yang telah lulus ingin kembali bersekolah lagi. Ternyata begini rasanya..

Sosok bayangan hitam itu berjalan menuju arah kelasku. Kulihat papan yang terpampang di depan pintu kelas bertuliskan, “X-4”.

Ini tahun berapa? Apa tahun..,” pikirku yang belum kelar tiba-tiba disela oleh sosok bayangan hitam itu, “Tahun 2006.. Waktu kau kelas satu SMA.”

Tanpa sengaja ku melihat seorang gadis keluar dari kelasku. Gadis itu kan, Momo! Teman baikku dari kecil, kami berpisah dan tak bisa kontak bersama lagi setelah lulus SMA. Kurasa ku memang harus melihat kenangan ini lagi, sebelum nanti akan tak bisa dilihat dengan mata telanjang kembali. Meski ku tak bisa berbicara dengan teman-temanku lagi, tapi setidaknya ku dapat melihat mereka dan menemani mereka. Selain itu, aku juga mesti tahu siapa sosok bayangan hitam ini sebenarnya. Mengapa dia bisa mengetahuiku banyak hal?

“Dia Momo, teman baikmu dari kecil, kan?” tanya sosok bayangan hitam secara tiba-tiba.

Bagaimana kau bisa tahu?” jawabku dalam hati.

“Nanti kamu akan tahu..”

Kenapa selalu berkata seperti itu. Kenapa tak langsung jawab saja? Kenapa bikin ku penasaran terus?

Tak ada jawaban apapun darinya, sepertinya dia tak memedulikan tiga pertanyaanku. Aku pun masuk ke dalam kelasku, di sana teman-teman kelasku sudah ada. Tanpa sengaja mataku terarah pada suatu kursi yang telah diduduki seorang gadis. Itu kan diriku! Melihat diriku, aku jadi senyam senyum sendiri. Setelah itu, ku melihat diriku berjalan melangkah pergi dari kelasku. Aku pun mengikuti diriku, aku sudah lupa waktu itu aku hendak ke mana.

Haha, ternyata diriku menuju ke ruang kelas orang yang ku sukai. Diriku mencuri pandang ke arah orang yang kusukai dari luar kelas. Aku langsung masuk ke dalam ruang kelas, memandang orang yang kusukai dari dekat. Ah, seandainya dia bisa melihatku sekarang. Aku pasti senang sekali. “I miss you,” ucapku dalam hati. Sepertinya dia mengetahui bahwa diriku sedang memperhatikannya. Dia langsung menoleh ke arah diriku. Melihat dia menoleh ke diriku, diriku langsung bersembunyi. Melihat hal itu, membuatku tertawa dalam hati.

Ketika sedang tertawa, sosok bayangan hitam itu masuk ke dalam ruang kelas sambil berkata, “Ternyata kau disini..”

Memangnya kenapa? Tak boleh?” balasku dalam hati. Lagi-lagi dia tak membalas balasanku. Terdengar suara loncengan bel sekolah tanda masuk berbunyi, seluruh murid kelabakan duduk di kursi masing-masing. Sedangkan diriku juga turut kelabakan masuk ke kelasku. Dan aku berjalan santai saja keluar dari ruang kelas orang yang kusukai bersama dengan sosok bayangan hitam itu.

***

“Kuingin seperti dulu lagi, bisa berbicara bersama teman, bisa bercanda bersama.., kuingin kenangan itu kembali lagi,” desahku dalam hati sambil bertopang dagu di setengah tembok.

“Sabar.. kalau begitu, sekarang kau jangan lupakan kenangan itu lagi,” pesan sosok bayangan hitam itu.

Tunggu dulu, sebenarnya kau ini siapa sih? Aku jadi bingung.

“Sudah.. bersabarlah saja, suatu saat kau pasti akan mengetahui siapa diriku sebenarnya.”

Tiba-tiba sinar cahaya putih menyinari pandanganku kembali, sesudah itu pandanganku kembali menajam. Seketika aku langsung menengok kiri-kanan, apa yang terjadi?

“Ku bawa kau pada jam istirahat,” jelas sosok bayangan hitam itu.

Bukankah itu diriku?” tanyaku dalam hati sambil menunjuk ke arah diriku. “Lagi ngapain diriku ya?

Aku mulai mendekati diriku, aku melihat diriku sedang menulis surat cinta untuk orang yang kusukai, Sungmin. Sekonyong-konyong, surat yang sedang kutulis ditarik langsung oleh Siwon. Dibacakannya dengan nada keras, yang membuat diriku tersipu malu. Tapi untung saja, surat cinta itu belum kutulis untuk siapa, jadi aku tak malu besar. Perasaan waktu itu kesal campur malu, sekarang saja aku masih merasakan itu lagi. Rasanya ingin kucabik-cabik si Siwon.

“Haha.. surat cinta itu buat siapa?” tanya sosok bayangan hitam itu.

Itu bukan urusanmu,” jawabku dalam hati.

Karena diriku merasa malu setelah surat itu dibacakan, diriku langsung mengambil surat itu, merobeknya, dan membuang ke tong sampah. “Kenapa dirobek?”

Surat cinta yang telah dibacakan di depan publik, itu berarti bukan surat cinta privasi, melainkan surat cinta publik, sebaiknya kubuang saja,” jelasku dalam hati.

“Habisin tinta saja kamu..,” ucap sosok bayangan hitam yang mengingatkanku akan sesuatu. Tunggu, sepertinya kupernah mendengar kalimat itu, tetapi siapa yang bicara seperti itu? Kebetulan, diriku mendengar suara itu, aku segera mencari siapa yang berbicara. Namun, alhasilnya tak ditemukan. Disebabkan karena terlalu ramai teman-teman kelasku mengepung diriku dan aku.

Setelah itu, ku tak sengaja melihat Sungmin dari luar kelasku bersama teman-temannya. Ku berpikir kalau dia tak sengaja melihat keributan di kelasku yang super ini. Aku segera mengikutinya, mau kemana arah mereka pergi. Ternyata cuma ke kamar mandi, haha..

Pernah ada gosip tentang dirinya bahwa Sungmin mencintai seseorang. Tapi kutak tahu apakah gosip itu benar apa tidak, yang pasti ku penasaran. Karena tak bisa mengetahui kebenarannya, aku menyempatkan diri untuk menyelidiki hal ini. Seusai mereka dari kamar mandi, mereka pergi. Ku terus mengikuti mereka dan tanpa sengaja mendengar percakapan mereka sewaktu berjalan. “Sungmin, gimana dengan cewek yang kau sukai itu?” tanya salah satu temannya Sungmin. “Haha..,” dia hanya menjawab singkat sambil tersenyum.

Pada saat ku sedang mengikuti tiba-tiba dikejutkan dengan kemunculan di depanku, lagi-lagi sosok bayangan hitam. “Mengapa kau mengikuti dia?” tanya sosok bayangan hitam itu.

Aku harus bilang berapa kali? Itu bukan urusanmu..,” jawabku dalam hati.  “Tolong jangan menghalangiku jalan..

Sosok bayangan hitam itu tak menghalangiku lagi, akan tetapi Sungmin dan teman-temannya sudah menghilang entah pergi ke mana.

***

Sesudah itu tiba-tiba ku dipindahkan lagi oleh sosok bayangan hitam itu menjadi kelas 2 SMA. “Hey, kenapa aku dipindahkan ke tahun yang aku kelas dua SMA?” tanyaku dalam hati. “Aku masih belum puas menikmati memandang diriku saat sekolah.

“Ku tak bisa beri waktu untukmu setiap hari, aku hanya memindahkanmu pada saat-saat yang penting,” jawab sosok hitam itu.

Aku hanya bisa pasrah saja, sambil mengikutinya. Mau tak mau aku harus menuruti perkataan sosok bayangan hitam itu. Lalu dia pergi ke arah kelas 2 SMA ku, aku pun masuk ke kelasku. Terlihat diriku sedang asik bercakap-cakap bersama teman kelasku termasuk Seohyun. “Ngomong-ngomong, ceritakan dong tentang orang yang kau sukai itu,” bujuk Seohyun pada diriku. “Haha..  baiklah, orang yang kusukai itu ada di sini,” jawab diriku santai.

“Huh? Dimana?” sahut Seohyun dan temanku lainnya sambil menengok kiri-kanan.

“Sudahlah, cukup perkenalkan pada kami saja, siapa orang yang kau sukai itu? Jangan sembunyikan,” sambung Seohyun.

“Hmm, nanti akan kuberitahu, tenang saja,” ucap diriku sambil tersipu malu.

“Kapan kau beritahu kami?”

“Hmm, kapan ya? Kapan-kapan aja deh, haha..”

“Awas ya, jangan lama-lama banget, sebelum semuanya terlambat nanti,” ancam salah satu temanku, namanya Sooyoung.

“Iya tenang saja, aku pasti akan beritahu kok..”

Aku yang sedang mendengar percakapan itu sambil senyam senyum sendiri, tiba-tiba diganggu oleh suara bayangan hitam itu. “Senang banget bergosip ria nya,” ejek bayangan hitam itu. “Apa pedulimu?” balasku dalam hati. Dia terdiam seketika, haha..

Seusai bercakap-cakap, kulihat tatapan mata diriku fokus mengarah ke seorang yang lewat di luar kelasku. Orang yang lewat itu adalah Kazu. Aku hanya geleng-geleng kepala saja sambil tersenyum melihat tingkah lakuku waktu itu. Kuingat, diriku sering berpikir apakah dia mencintaiku atau tidak. Seringkali ku bertanya pada diri sendiri, hasilnya tak diketahui.

“Itu dirimu lagi memandang siapa?” tanya lagi bayangan hitam itu.

Mana ku tahu,” bohong aku dalam hati.

“Huh? Dirimu kan kamu, masa gak tahu kamu lagi memandang siapa?” tegur sosok bayangan hitam itu.

Aku tak menjawab teguran darinya. Ku berpikir ini orang sebenarnya mau apa, mengapa ingin selalu mengetahui, juga mengetahui tentang aku. Benar-benar hari-hari yang aneh selama Sleep Paralysis ini terjadi, ku tak habis pikir, mengapa ku bisa selalu diganggu oleh sosok bayangan hitam itu.

“Kau lagi memandang siapa, Sunny?” tanya Sooyoung sambil memperhatikan tatapan mata diriku.

Diriku salah tingkah sedikit namun berhasil menjawab, “Oh, aku lagi memandang langit. Indah sekali ya, hari ini.”

Mendengar jawab dari diriku, seketika Sooyoung melihat ke langit, memang betul apa yang diriku katakan. Langit waktu itu indah sekali. Cahaya matahari nya tak terlalu panas, awan putih yang tampak menarik, serta langit berwarna biru yang cantik. Aku segera melihat ke arah kalender, ternyata waktu itu sedang summer atau musim panas. Melihat keindahan ini, membuatku jadi ingin pergi ke pantai. Tapi sayangnya, ku harus melihat kenangan ini, menyimpan lebih dalam-dalam, dan ku harus menjaga kenangan ini. Ku tak boleh melupakannya kembali.

“Iya, langit nya indah sekali, ah.. membuatku ingin pergi ke pantai, haha..,” canda Sooyoung yang membuat teman-temanku termasuk diriku tertawa kecil.

“Teman-temanmu lucu-lucu semua ya, haha..,” tawa sosok bayangan hitam yang membuatku sedikit terkejut.

Hey, berhenti mengejutku,” keluhku dalam hati.

Tanpa sengaja ku melihat ke arah luar jendela, terlihat Siwon sedang memanggil seseorang dan memberi tanda untuk menghampirinya. Yang dipanggil Siwon adalah Sooyoung. Sooyoung menyadari kalau Siwon memanggilnya, lalu ia menghampiri Siwon. Kemudian aku mendekati mereka untuk mendengarkan.

“Sooyoung-ah, ada berita bagus,” ucap Siwon membuat Sooyoung bingung.

“Berita apa?” tanya Sooyoung.

“Kau tak melihat poster di papan mading?”

“Tidak.. aku kan lagi bercanda bersama teman-temanku di kelas. Jadi, mana tahu kalau ada berita. Memangnya ada apa?”

“Poster di papan mading itu berisikan “kontes seni musik Minako Senior High School”. Untuk mengikuti kontes ini, bisa kelompok, juga bisa solo. Jadi, kau mau ikut kelompok kontes seni musik denganku, Sooyoung-ah?” ajak Siwon.

“Oh.. jadi itu berita bagusnya,” cuek Sooyoung seraya mau masuk kembali ke kelas. Namun segera dicegah oleh Siwon. Siwon memohon pada Sooyoung sambil membungkukkan badan. “Ayolah, kumohon.. kelompokku sedang membutuhkan pianis. Kau kan jago main piano, tolonglah kami..”

“Ah, ya.. ya.. aku akan membantu, tapi tak usah seperti itu, tak enak dilihat orang,” balas Sooyoung membantu Siwon berdiri.

Sesudah itu, Sooyoung kembali masuk ke dalam kelas. Diriku dan teman-temanku lainnya yang menyaksikkan kejadian itu, berpikir kalau Sooyoung dan Siwon adalah pasangan. “Wah, kalian pacaran ya? Kenapa tak memberitahukan kami?” tanya Seohyun dan teman-temanku lainnya menyoraki Sooyoung.

“Apa-apaan sih kalian?” keluh Sooyoung.

“Sudahlah, mengaku saja kalau kau pacaran dengan Siwon-ssi.”

“Aku? Pacaran sama Siwon-ssi? Hah? Gak salah?”

“Sooyoung-ah, mengaku saja. Kita ini temanmu.”

Karena terjadi kesalahpahaman, Sooyoung pun kesal dan bertengkar dengan Seohyun. Aku dan teman-temanku merelaikan pertengkaran ini. Akhirnya Sooyoung memutuskan untuk mengakhiri hubungan pertemanan ini. Melihat kejadian ini, membuatku terpukul dan menyesal. “Karena gosip membuat terjadi kesalahpahaman, dan akhirnya kesalahpahaman memutuskan hubungan pertemanan kalian,” kata sosok bayangan hitam itu. Aku langsung mengucurkan air mata begitu mendengar perkataan sosok bayangan hitam itu.

“Aku tahu, apa karena ini membuatmu lupa kenangan masa lalumu?” tanya sosok bayangan hitam itu. Kupandang sosok bayangan hitam itu sambil menggelengkan kepala, “Bukan..,” jawabku dalam hati.

Aku.. mungkin aku bersikap berlebihan karena menangis.. Tapi aku benar-benar tak sanggup kehilangan salah satu temanku.,” jelasku dalam hati. “Rasanya.. sulit untuk dijelaskan..

“Ya.. memang, kehilangan itu memang sangat menyakitkan..,” sahut sosok bayangan hitam itu.

Apa kau pernah kehilangan?” tanyaku dalam hati.

“Pernah.. setiap makhluk hidup pasti pernah merasakan kehilangan..” balasnya.

“Baiklah, kalau begitu aku akan membawamu lagi,” lanjutnya. Seketika ku terkejut seraya bertanya padanya, “Ke mana?”

Dia tak menjawabku. Suasana tiba-tiba berubah menjadi putih, warna cahaya kembali menutupi pandangan diriku. Kupejamkan mataku, selang waktu kubukakan kembali mataku. Tiupan angin sedikit kencang menerpaku. Bulu kudukku mulai menari-nari karena adanya terkaman dari udara malam yang dingin ini. Suara hentakan kaki.. juga suara mulut yang tak jauh dari posisi ku berdiri terdengar. Terlihat sekali suara itu menunjukkan kegembiraan. Dimanakah aku ini? Apakah aku berada di surga? Mengapa pandanganku masih putih meski kubuka mataku? Hanya itulah yang bisa kutanyakan pada diriku sendiri.

Tiba-tiba cahaya putih itu tergeser sendiri. Ternyata aku berada di ruang aula sekolahku. Mengapa bayangan hitam itu membawaku ke sini?

“Kau kupindahkan ke tahun 2008, waktu kau kelas 3 SMA,” jelas bayangan hitam itu. “Ngomong-ngomong, kau lupa?” lanjut tanya bayangan hitam yang seketika membuatku terkejut.

Ah, kau ini, selalu saja membuatku terkejut. Apa maksudmu membawaku ke tempat ini?” jawabku yang tak menjawab pertanyannya dalam hati.

“Kau benar-benar lupa kenangan ini?” tanyanya kembali. “Bagaimana bisa  kau melupakannya? Aku membawamu di hari kontes seni musik sekolahmu,” lanjutnya.

Benar. Ternyata bayangan hitam itu membawaku pada hari kontes seni musik sekolahku! Waktu itu, sebenarnya diriku ingin datang, akan tetapi diriku sedang sakit. Jadi tak bisa datang melihat temanku menunjukkan bakat musiknya. Aku mencari posisi yang lumayan bisa melihat panggung dengan jelas. Beberapa saat berada di posisi-yang-ku-bilang-enak, aku sudah menikmati ya sekiranya tiga penampilan.

Dua kata untuk mengomentarinya yakni, Luar biasa! Aku benar-benar tak menyangka, bahwa seni musik teman-temanku sebagus ini. Ah, coba saja diriku ada disana, mungkin aku dapat mengatakan pada mereka secara langsung. Lalu saat yang mengagetkan akhirnya tiba, temanku yang sudah tak berteman lagi denganku, Sooyoung, muncul manggung bersama band milik Siwon.

Aku pun mencoba mendengar dengan seksama penampilan mereka. Dan hasilnya benar menakjubkan! Diawali dengan iringan suara piano, berhasil diikuti suara gitar, bass, dan drum secara sempurna. Seusai penampilan Keiko, pengumuman kontes pun dimulai. Sebelumnya, aku mendekati ke panggung, jadi dapat mendengar perbincangan Siwon dengan Sooyoung.

“Sooyoung-ah, sepertinya aku perhatikan baik-baik, teman-temanmu memang datang ke sini, tapi tampaknya gak menyoraki semangat untukmu tak seperti dahulu. Juga, kulihat si Sunny-ssi tak kelihatan ya. Kemana ya tuh anak?” awal perbincangan dimulai oleh Siwon.

Sooyoung tampak cuek dan menjawab, “Oh..  begitu. Dia ada disini atau tak ada disini, itu kan bukan urusanmu. Kalau kau tanya padaku, maka aku akan jawab, itu anak sudah bersama sadako. Percaya? Kalau gak percaya ya sudah.”

Sooyoung-ah..,” ucapku dalam hati setengah terkejut dan sedih. Setelah mendengar jawaban dari Sooyoung seperti itu, Siwon tampak kaget, dan memutuskan untuk menghentikan perbincangan, meski tadi baru diawali.

Pengumuman pun akhirnya tiba, setelah kutunggu lama-lama hasilnya keluar juga, dan pemenangnya ada tiga salah satunya adalah kelompoknya Siwon. Rasanya ingin sekali kuucapkan selamat pada mereka, tapi sekarang sudah tak bisa.

Tiba-tiba tanpa sengaja ku melihat Sungmin keluar dari ruang aula, aku langsung berlari mengejar Sungmin, untuk mengetahui ia pergi ke mana. Ternyata, lagi-lagi pergi ke kamar mandi bersama temannya, namun berdua. Aku pun memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar mandi. Akan tetapi, kembali lagi di cegat oleh bayangan hitam itu.

“Hey, bisa lihat gambar di pintu kamar mandi kan? Dilarang masuk, hanya khusus cowok yang boleh,” ungkap bayangan hitam sambil merentangkan tangan.

Ah, kenapa? Aku kebelet, aku ingin buang air kecil, males pergi ke kamar mandi perempuan, soalnya jauh dari sini,” alasanku dalam hati yang tentu saja dibantah oleh bayangan hitam itu.

“Kalau sedang seperti ini, takkan bisa kau buang air kecil atau bagaimana. Jadi, janganlah beralasan yang konyol,” tegas bayangan hitam itu.

Beberapa saat kemudian, Sungmin dan temannya itu keluar dari kamar mandi, lalu segera bergegas kembali ke ruang aula.

***

Pandangan cahaya putih kembali lagi menyinari pandangan mataku. Ku dipindahkan kembali oleh bayangan hitam itu. Tak berlangsung lama, cahaya putih itu memudar dan pandanganku mulai jelas. Aku sudah mulai mendengar suara hiruk-pikuk nya sebuah bus, menurutku sekitar tiga bus. Nah, disini kuingat jelas kenangan ini. Ternyata aku dipindahkan di hari perpisahan sebelum hari kelulusan sekolah. Hari terakhir, dimana aku terakhir bertemu dengan teman-temanku, termasuk Sungmin. Hari inilah memang yang membuatku selalu sedih, tapi yang kuingatkan terus menerus. Meski ada sedikit yang kulupa dari kenangan ini, tapi kuingat intinya.

Sayangnya, diriku masih sakit, kuingat waktu itu diriku sakit demam. Namun kubela-bela untuk pergi sekolah untuk bertemu dengan teman-temanku terakhir kalinya. Aku segera menuju ke ruang kelasku. Begitu sampai, aku melihat teman-temanku tengah berbincang bersama. Ada yang tersenyum, tertawa, bahkan ada yang sedih. Aku pergi ke kelas 3 lainnya, juga suasana nya sama dengan kelas 3 SMA ku. Kemudian, aku pergi ke kelas 3 nya Sungmin, terlihat raut wajah Sungmin tampak sedih, namun berusaha menunjukkan senyuman. Benar-benar lelaki yang tegar.

Sesaat kemudian yang tak ingin kutunggu tiba juga yaitu, jam untuk pergi pariwisata datang juga. Tadinya diriku ingin ikut, tapi karena keadaanku yang sakit ini membuatku tak bisa ikut. Diriku mengatakan selamat-tinggal-hati-hati-di-jalan-dan-melambaikan-tangan saja, pada teman-temanku yang ikut pariwisata.

“Kenapa dirimu tidak ikut pariwisata?” tanya bayangan hitam yang lagi-lagi mengejutkanku dengan kemunculannya.

Apa urusannya denganmu? Oh ya, hampir saja kulupa, beritahu aku, siapa sebenarnya kau ini?” tanyaku dalam hati.

Dia terlihat diam sejenak.

“Baiklah.. sudah saatnya kuberitahu,” jawab bayangan hitam itu sambil menunduk. “Aku sebenarnya.. Sungmin,” lanjutnya sambil menegakkan kembali.

Aku terkejut seketika. Aku merasa kurang yakin sehingga mengulangi dengan bertanya apa.

“Ya, aku ini Sungmin.”

Sungmin-ah?” tanyaku dalam hati dengan penuh kaget. “Bagaimana bisa..?

“Baiklah, biar jelas, aku akan membawamu ke saat-saat terakhir.”

Aku dipindahkan kembali.

Terlihat Sungmin bersama teman-temanku lainnya pulang dari pariwisata di malam hari. Sesampai di rumahnya Sungmin, Sungmin hendak pergi ke suatu tempat dengan motornya. Tanpa diketahui olehnya, sebuah truk menabraknya dengan kecepatan tinggi. Pengemudi truk itu ternyata sedang mabuk. Sungmin mengalami kecelakaan yang menyebabkan Sungmin meninggal seketika itu juga.

Terkejutnya langsung aku mendengar penjelasan dari Sungmin. “Seandainya aku tak mengalami kecelakaan itu, mungkin aku telah berada di rumahmu. Mungkin sampai sekarang aku bisa bersamamu,” sedih bayangan hitam itu yang ternyata adalah Sungmin.

“Bersamaku? Maksudnya?” tanyaku dalam hati dengan bingung.

“Maafkan aku, Sunny-ah. Selama ini aku tak pernah memberitahumu. Tujuanku datang ke rumahmu, sebenarnya untuk mengutarakan perasaanku. Aku ingin sekali mengatakan, Aku cinta kamu. Sekarang, aku akan mengatakan dengan sepenuh hatiku, aku.. cinta.. kamu.. Sunny..,” jawabnya sambil berlutut.

Mataku berlinang air mata. Aku benar-benar menangis. Aku tak bisa berkata apa-apa. Aku terdiam membisu. Kemudian Sungmin berdiri, Sungmin dan aku berusaha saling memeluk. Tapi tak bisa. “Aku.. sudah tiada di muka bumi ini, Sunny-ah. Tapi, aku akan selalu berada disisimu dan di hatimu, Sunny-ah.. aku.. cinta.. kamu..,” ucap terakhir Sungmin yang mulai mengabur. Mataku tiba-tiba tertutup dan tak bisa dibuka kembali.

Pada akhirnya, mataku dapat terbuka kembali. Kulihat sekeliling dari kiri ke kanan, tampak sepi sekali. Bukankah ini kamar tidurku? Apa aku sleep paralysis kembali? Sehingga berhalusinasi yang begitu parah? Tanpa sengaja, aku melihat sebuah kertas di sampingku masih di kasurku.

Kubuka dan kubaca kertas itu yang berisikan,

Terima kasih untuk semuanya, Sunny-ah.

Selamat tinggal.

Sungmin.

The End

Soundtrack : Guang Liang – Tong Hua

Note : Hayah, ini FF super gaje, btw ini Orific yg diubah jadi FF lho, kekeke.. 😛 *gk ada yg nanya* 😛 monggo RCL na ya.. 😀 dan gomawo uda mo baca FF gaje ini, monggo bantu share FF ini.. 🙂 *bow* Tadinya ini FF mau aku ketik ulang, ehh tapi banyak yang minta copas ae hanya ganti beberapa ae.. yawda deh.. (?) *curcol* #abaikan

Advertisements

53 responses to “Sleep Paralysis

  1. waaaa, kasian sunny ama sungmin..
    pdhl mreka saling cinta tp sungmin uda keburu meninggal duluan sebelum ngutarain..
    sedih T_____T

    • iya, mereka saling mencintai tapi sayangnya mereka gak berjodoh.. 😦
      huhu.. 😦

      gamsahamnida uda mampir, baca, komen.. 😀 *bow*

  2. Uwaaaa, keren banget keren banget keren banget sumpah ><
    Waktu baca bagian:
    “Terima kasih untuk semuanya, Sunny-ah.

    Selamat tinggal.

    Sungmin.”
    Aku langsung nangis T.T Sumpah ceritanya bagus banget!! dT.Tb
    Walaupun dari awal aku udah ngira si bayangan hitam itu Sungmin, tapi ini keren banget ceritanya.

    • hmm, jeongmal gamsahamnida, chingu.. 😀 *bow*
      huhu, aku juga sedih waktu nulis cerita ini malah hampir mo nangis nulis nya.. (_ _”)V
      haha, gamsahamnida.. 😀
      hehehe.. 🙂

      gamsahamnida uda mampir, baca, komen.. 😀 *bow*

    • hehe, jeongmal gamsahamnida.. 😀 *bow*
      iya, author juga sedih waktu nulis cerita nya.. 😦
      hehe, gomawo.. 🙂

      gamsahamnida uda mampir, baca, komen.. 😀 *bow*

  3. bahasanya baku banget~ diriku diriku haha. Tapi, keren ~
    aku nangis nih thor. Sedih liatnya. Terus Sunny nasibnya gmana? Penyakitnya sembuh ga? Apa ada hubungannya dengan Sungmin? Sepertinya engga -___-

    Surat-nya padat bgt ya dan bikin nyesek hiks

    • kekekeke.. 😛 iyo itu sengaja.. 🙂
      di cerita ini, “aku” sama “diriku” itu ada di dua dimensi yang berbeda..
      owalah, mianhae uda bikin nangis.. 😦
      perlu tisu kah?? 😀
      nasibnya ya begitu, penyakit nya ya itu ketemu ama Sungmin..
      justru ada.. (_ _”)
      yang diceritakan itu hubungan dy dengan Sungmin..
      huhu, mianhae.. 😐
      hehe, gomawo.. 😀

      gamsahamnida uda mampir, baca, komen.. 😀 *bow*

  4. sumpah akuu nangis terharu ,,,, co masih ad lanjutannya ,,,
    mungkin sunny menyesal karena dia selalu jutek pada banyangan hitam
    udah gitu bayangan hitam berjanji tidak akan menggangu lagi sunny ,, ‘selamanyya’
    tppi sungmin si bayangan hitamm ituu terus berada di sisi sunny ,,,,,,,,
    #NGESEK

    • huhu, kalo masih ada lanjutannya author gak kebayang bakal kayak gmn.. =)) (?) #abaikan
      iya, sangat NYESEL banget pastinya juga nyesek karena mereka saling cinta tapi takdir berkata lain.. (_ _”)
      iyo, huhu.. so sweet bgt ya.. 😦
      #IKUTANNYESEK

      gamsahamnida uda mampir, baca, komen.. 😀 *bow*

  5. Keren bangettttttttttt kyaaaaaaa
    Kirain bayangan hitam itu siwon.____.
    Good, lanjutkaaaaan!!!!!! ^^

  6. ii kasian sungmnin oppa gk bisa bersama sunny di dunia nyata…,,,
    kenapa sih peran sungmin oppa tuh selalu gk ada di dunia nyata ( mati )…,,?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s