Sungjong’s English Homework

Title : Sungjong’s English Homework

Author : ditjao

Cast :

  • Lee Sungjong
  • Other Infinite’s member
  • Author & Bu NN <— ini siapa tiba-tiba nyempil??!

Rating : General

Genre : Comedy, Friendship (insya Alloh)

Length : Oneshot

Disclaimer : Plot-nya milik saya. Cast-nya milik kita bersama~ Tapi khusus Sungjong punya saya lho ya…

Note : Yah… akhirnya setelah sekian lama saya gak bikin FF comedy, akhirnya saya bawa FF saya yang ini. Jujur, saya lagi kangen bikin FF comedy (´⌣`ʃƪ) Berhubung kemaren-kemaren sempat didera buntu ide =.= Malahan udah berapa kali bikin tapi setelah dibaca ulang kok kayaknya menjurus comedy gagal ya /sigh =.= Semoga FF ini gak mengecewakan yaaa. Hiks :’) FF ini spesial saya bikin buat Dani yang udah request FF Infinite sama Alma yang kemaren nagih buat bikin FF comedy lagi. Thanks dongsaengdeul~~~ X’) *cipok satu2 via bibir biasnya masing-masing* Semoga kalian berdua dan para readers sekalian bisa suka ^-^ Mian kalo ceritanya aneh .-. *ngesot bareng Sungjong*

Good Reader : Saya doain tahun baru ini diberikan berkah (˘.˘ʃƪ)

Silent Reader : Saya doain tahun baru ini diberikan hidayah (˘.˘ʃƪ)

*******

Malam tahun baru kelabu. Di saat orang lain berpesta pora dan hura-hura, Sungjong hanya bisa ngegalau di kamar bersama PR Bahasa Inggrisnya. Emang dasar lagi sial, ujian mata pelajaran Bahasa Inggris-nya waktu Ujian Akhir Semester kemarin mengalami remedial karena tidak mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Untuk itu, Sungjong pun diberi PR Bahasa Inggris agar nilai di rapotnya tuntas.

“Aih, udah 3 jam gue pelototin ni tugas kenapa kagak kelar-kelar yak?” Sungjong mengeluh sambil garuk-garuk kepala. 

Karena frustasi akibat tugasnya tidak selesai-selesai, akhirnya Sungjong pun pergi menemui para hyungdeul-nya yang juga kebetulan terpaksa ngebusuk di dalam dorm karena gak punya duit buat ngerayain malam tahun baruan. Sungjong berniat menemui mereka untuk meminta bantuan dalam mengerjakan PR Bahasa Inggrisnya.

Sungjong pun segera menuju ruang tengah di mana L, Dongwoo, dan Hoya sedang berkumpul dan sibuk bercengkrama ngomongin Raffi Ahmad dan Yuni Shara yang gosipnya udah balikan lagi.

“Hyungdeul~!” sapa Sungjong menghampiri mereka bertiga. “Bantu aku ngerjain PR, dong!” pinta Sungjong dengan mulut manyun.

“PR apaan, Jong?” tanya Hoya.

“PR Bahasa Inggris buat tugas remedial aku, hyung! Plis, bantuin ya!” kata Sungjong lagi.

“Ah bahasa Inggris doang. Cingcaylah!” Dongwoo langsung pasang gaya songong.

“Boleh. Mau tanya apa emangnya, Jong?” tanya L sok cool.

“Ini hyung, mau tanya. Kalo ‘What’ itu artinya apaan, sih?” tanya Sungjong yang memang bahasa Inggrisnya berada di bawah garis kemiskinan yang mendalam.

“Oh. Kalo ‘What’ itu artinya ‘Apa’, Jong.” Jelas Hoya.

“Elaaah hyung, aku kan tanya ‘What’ artinya apa? Kenapa malah balik nanya?” Sungjong manyun.

Giliran Hoya yang melongo. “Kan lu tadi nanyain artinya ‘What’, Jong!” doi protes.

“Ih si hyung mah! Nih ya, tadi aku kan nanya: ‘What’ artinya apa?” Sungjong kembali mengulang pertanyaannya.

“Apa.” Jawab Hoya yang malah terdengar seperti orang yang sedang bertanya ketimbang menjawab.

“Ih…, hyung! ‘What’ itu artinya apaaah??” tanya Sungjong lagi, gemes.

“Iya, apa!” jawab Hoya setengah berseru.

“Ih…! Hyung tu yaaaa! Sejak kapan hyung jadi budek?! Tadi aku kan nanya ‘What’ artinya apaaah??”

“Iya, ‘What’ itu artinya ‘Apa’, Jong…,” jelas Hoya yang udah mulai mewek.

“Kenapa hyung malah balik nanya?! Mana aku tahu ‘What’ itu artinya apaaah!” Sungjong protes. Hoya yang ngedengernya langsung jedot-jedotin kepala ke tembok frustasi.

“Dongwoo hyung!” Sungjong lalu beralih pada Dongwoo. “Kalau ‘Forget’ artinya apa?” tanya Sungjong lagi.

“Oh. Artinya ‘Lupa’.” Jawab Dongwoo percaya diri.

“Yaaah….,” Sungjong kembali manyun. “Kalau hyung udah inget artinya entar kasih tahu aku, ya!”

Dongwoo bengong.

“L hyung!”panggil Sungjong.

“Ya, Jong?” balas L kalem.

“Kalau ‘Handsome’ artinya apa?” tanya Sungjong lagi.

“Artinya ‘Jelek’, Jong!” sambar Hoya yang mulai gak nyante gara-gara Sungjong nanya-nanya mulu.

“Eh, seriusan hyung?” tanya Sungjong kaget. “Berarti temen-temen sekelas aku jahat dong, hyung!” untuk yang kesekian kalinya Sungjong kembali manyun.

“Jahat kenapa, Jong?” tanya L heran.

“Tiap hari aku dikatain ‘Handsome’ mulu sama mereka!” Sungjong mulai mewek. “Berarti selama ini mereka ngatain aku jelek ya, hyung?” mata Sungjong udah berkaca-kaca.

Dongwoo belum berhenti bengong. Hoya makin semangat jedotin kepalanya ke tembok. Sementara L tiba-tiba keselek paku payung (?).

Karena merasa tidak mendapat ilmu apa-apa dari Dongwoo, L, dan Hoya, akhirnya Sungjong pun mendatangi Woohyun dan Sunggyu yang kelihatan sedang asyik memasak di dapur.

“Hyungdeul~!” panggil Sungjong ceria. “Lagi pada sibuk ngapain, nih?”

“Lagi koprol! Ya lagi masaklah, Jong. Masa lo gak liat?” kata Sunggyu.

“Wah, asyik nih! Lagi pada masak apa?” tanya Sungjong.

“Nih Jong! This is it! Seblak telor ala Woohyun Quinn! Muehehehe….,” Woohyun langsung memperlihatkan hasil masakannya dengan bangga.

“Wah, pengeeen!” kata Sungjong mupeng.

“Oh iya, Jong. Ada apaan kemari?” tanya Sunggyu.

“Oh iya! Ini nih, hyung! Pengen nanyain PR Bahasa Inggris! Hyungdeul bantuin aku, ya!” pinta Sungjong dengan muka memelas.

“Ah, bahasa Inggris doang! Gampang itu mah! Secara gue udah pernah sekolah di luar lama banget!” Woohyun menyombong.

“Wah, hyung keren pernah belajar di luar negeri! Belajar di mana emang, hyung?” tanya Sungjong kagum.

“Di Cimahi.” Jawab Woohyun mantap.

Sungjong gak jadi kagum.

“Boleh deh sini kita bantuin PR-nya. Emang kamu mau nanya apa, Jong?” tanya Sunggyu lagi.

“Ini hyung, kalo artinya ‘I Know’ apaan, sih?” tanya Sungjong.

“Oh, ‘I Know’ itu artinya ‘Aku Tahu’, Jong.”

“Iya, artinya apa?” Sungjong nanya lagi.

Sunggyu garuk-garuk kepala. “Kan tadi udah dibilangin, Jong. Artinya ‘Aku Tahu’.”

“Iya, aku tahu kok kalo Sunggyu hyung itu tahu artinya ‘I Know’. Maka dari itu aku nanya hyung artinya ‘I Know’ itu apa?”

Sunggyu garuk-garukin kepala Woohyun (?). “Ini gue yang sarap atau emang otak si Sungjong yang somplak, sih?” gumamnya bingung.

“Eh iya, Woohyun hyung! Kalo hyung tau gak artinya ‘I Don’t Know’ itu apa?” tanya Sungjong pada Woohyun.

“Artinya ‘Aku Tidak Tahu’, Jong.” Jawab Woohyun pede.

“Ah, payah nih Woohyun hyung! Masa gitu aja artinya gak tau? Pasti dulu pas SMA nilai bahasa Inggris hyung diremedial terus kayak aku, ya!” Sungjong mencibir.

“Lah? Orang gue tau kok artinya! ‘I Don’t Know’ itu artinya ‘Aku Tidak Tahu’, Jong!” kata Woohyun lagi.

“Sama, hyung! Aku juga gak tau artinya ‘I Don’t Know’ itu apa, makanya aku nanya sama hyung.”

Sunggyu dan Woohyun saling pandang satu sama lain lalu kemudian beralih menatap Sungjong lama. “BERANTEM YUK, JONG?” seru mereka kompakan.

Kontan Sungjong langsung ngacir sebelum riwayatnya tamat di tangan Sunggyu dan Woohyun. Maknae sableng ini lalu beralih menuju Sungyeol yang lagi asyik karaoke-an di kamarnya.

“Ke sana kemari membawa alamat~ jengjeng! Namun yang kutemui bukan dirinya~ Saaayang~~~ yang kuterima alamat palsuuu~~~,” Sungyeol bernyanyi dengan merdunya. Tak lupa diiringi dengan gerakan aduhai yang bisa membuat Inspirit manapun lupa iman bila melihatnya.

“Sungyeol hyung!” panggil Sungjong shock.

“Eh? Sungjong?” kontan Sungyeol menoleh. Doi langsung salting begitu kepergok lagi karaoke-an pake lagu Ayu Ting Ting. Pelampiasan gara-gara hanya dirinyalah yang miskin line sepanjang Infinite debut dalam menyanyikan lagu-lagu mereka.

“Sungyeol hyung…? Ngapain…?” tanya Sungjong. Speechless.

“Ah… anu itu…,” Sungyeol masih salting.

“Hyung kok dangdutan gak ngajak-ngajak aku, sih?!” tanya Sungjong emosi.

#GUBRAK

Kirain apa…

“Apaan sih, Jong? Orang lagi asyik nyanyi-nyanyi diganggu!” Sungyeol ngomel.

“Ini, hyung. Aku mau nanyain PR. Bantuin dong!”

“PR apa?”

“PR Bahasa Inggris.”

“Oh, boleh. You can ask me anything, Jong!” kata Sungyeol mantap.

“Weisss, jawabnya aja pake bahasa Inggris. Pasti hyung jago bahasa Inggris, deh!” puji Sungjong ada maunya.

“Ah, enggak. Biasa aja.” Sungyeol tersenyum najong.

“Coba aku tes hyung, ya!” kata Sungjong lagi.

“Boleh… boleh…,” Sungyeol ngangguk-ngangguk pede.

“Kalo ‘Be Mine’ artinya apa, hyung?”

“Hmm… ‘Be’ itu artinya ‘Jadi’. ‘Mine’ itu artinya ‘Milikku’. Jadi ‘Be Mine’ itu artinya ‘Jadilah Milikku’.” Jawab Sungyeol mantap.

“Waaah, hyung kereeeeeeen…..!!” Sungjong bersorak.

“Muahahaha gueh gituh loooh….,” Sungyeol ketawa puas.

“Kalo ‘Before the Dawn’ artinya apa, hyung?”

’Before’  itu artinya ‘Sebelum’, ‘Dawn’ itu artinya ‘Subuh’. Jadi arti keseluruhannya adalah, ‘Sebelum Subuh’. Dengan kata lain artinya ‘Waktu Imsak’.” Jelas Sungyeol super pede.

“Oh…,” Sungjong manggut-manggut. “Kalo ‘She is Back’, hyung?”

’She’ itu artinya ‘Dia’. ‘Back’ itu artinya ‘Punggung’. Jadi artinya, ‘Dia adalah Punggung’.”

“Oh…,” Sungjong manggut-manggut lagi. Percaya aja sama omongan Sungyeol. “Kalo ‘Nothing’s Over’ artinya apa, hyung?” tanya Sungjong lagi.

’Nothing’ itu tidak ada. ‘Over’ itu ‘Di atas’. Jadi artinya, ‘Tidak Ada yang Di Atas’. Alias ‘Semuanya Di Bawah’.” Lagi-lagi Sungyeol menjawab mantap.

“Ya ampuuun… hyung pinter banget, deh! Guru bahasa Inggris hyung waktu SMA dulu siapa, sih?” tanya Sungjong terkagum-kagum.

“Hahaha… nama guru bahasa Inggris-ku dulu namanya Bu NN.” Jawab Sungyeol. (nama disamarkan ._.)

“Eh? Itu kan nama guruku juga, hyung!” kata Sungjong surprise.

“Masa sih? Emang SMA kamu di mana, Jong?”

“Aku sekolah di SMAN 25 Bandung, hyung.”

“Itu kan SMA aku dulu!” Sungyeol gak kalah surprise.

“Apa?! Jadi selama ini kita satu almameter?!” tanya Author (?) gak kalah surprise.

“Wah… ya ampun… jadi selama ini kita satu sekolah, ya. Hiks.” Ucap Sungjong penuh haru.

“Iya ya, huhuhu…. berarti kalian ini hoobae-ku, ya. Huhuhu… aku gak nyangka…,” Sungyeol ikut terharu.

Akhirnya Sungyeol, Sungjong, dan Author pun berpelukan layaknya saudara kandung yang sudah terpisah selama ratusan tahun.

(WARNING: Adegan dan dialog atas hanyalah rekayasa Author semata ._.)

“Kalo gitu entar aku titip salam sama Bu NN ya, Jong. Udah lama aku gak berkunjung ke SMA soalnya.” Kata Sungyeol.

“Sip, hyung. Makasih ya hyung, karena udah bantuin aku ngerjain PR.” Balas Sungjong.

“Oke, Sungjong. No problem!” Sungyeol nyengir onta.

Keesokan harinya, di sekolah…

Dengan percaya diri Sungjong melangkahkan kakinya ke ruang guru untuk menyerahkan tugas remedialnya pada Bu NN, guru bahasa Inggris-nya di sekolah.

“Pagi, Bu NN. Saya mau ngumpulin tugas remedial saya, nih.” Kata Sungjong dengan pedenya.

“Coba Ibu lihat PR kamu, Sungjong.” Kata Bu NN.

“Ini, bu.” Sungjong menyerahkan buku PR-nya pada Bu NN sambil senyam-senyum sendiri. Mengingat hampir semua jawaban PR-nya adalah hasil bantuan dari Sungyeol tadi malam.

Bu NN lalu membolak-balik buku PR Sungjong dengan seksama. Namun kemudian matanya melotot, ekspresi wajahnya berubah marah. “Lee Sungjong! Apa ini?! Tugas yang Ibu berikan sama kamu jawabannya gak ada yang bener semua!” omel beliau.

Sungjong langsung melongo. Heran. “Hah?? Masa sih bu??”

“Iya! Sekarang Ibu mau tanya, apa kamu mengerjakan PR ini sendirian atau dengan bantuan orang lain, Sungjong?” tanya Bu NN tajam.

“Uhm… itu…. sebenernya gini, bu. Saya minta tolong sama hyung saya. Tapi dia cuman bantuin dikit kok, bu! Sumpah deh, cuman dikit!” Sungjong berdalih.

“Coba panggil hyung kamu ke sini! Ibu ingin lihat rupa hyung kamu itu!” perintah Bu NN.

“Buat apa, bu? Ibu ngefans ya sama hyung saya?” tanya Sungjong dengan lugunya.

“Cepetan panggil, gak?!” Bu NN melotot. Sungjong langsung ngibrit ke kelas buat nelepon Sungyeol lewat hape.

“Sungyeol hyung! Plis helep me, hyung! Helep me!” ujar Sungjong panik ketika panggilannya sudah tersambung pada Sungyeol.

“Ada apa, Jong? Kenapa kamu telepon aku minta salep?” tanya Sungyeol heran.

“Ih…. helep, hyung! Bukan salep!”

“Hah? Helm? Helm buat apa?”

“HELEP, HYUNG! HELEP!! HELEP ALIAS TOLONG! UNDERSTAND?!!” seru Sungjong gak nyante.

“Oh itu… Ngomong, dong! Aku kirain ada apa, ternyata kamu nelepon aku minta dibeliin lontong, toh…”

“MATI YUK, HYUNG???” seru Sungjong frustasi.

“Eh, enak aje! Orang belum kawin malah diajakin buat metong! Ogah! Lu aja sendiri, Jong!” kata Sungyeol sewot.

“HYUUUUUNG…. PLIS DEH HYUNG…. PLIIIISSS….,” suara Sungjong udah terdengar merana banget layaknya sapi mau diqurbanin.

“Ada apa sih, Jong?” tanya Sungyeol pada akhirnya.

“Hyung buruan ke sekolah aku! Bu NN katanya mau ketemu sama, hyung!” seru Sungjong panik.

“HAH?! Serius kamu, Jong? Ada apa Bu NN mau ketemu sama aku?” tanya Sungyeol kaget.

“Gatau! Tapi tadi Bu NN kayak kelihatan yang marah banget pas aku bilang kalo PR Bahasa Inggris yang dia kasih aku kerjain dengan bantuan hyung!” jelas Sungjong.

“Kok bisa begitu, ya?” Sungyeol menggumam heran.

“Meneketehe! Pokoknya hyung cepetan ke sini, ya! Aku tunggu!”

Pip! Sungjong memutus sambungannya. Tinggalah Sungyeol yang terlihat panik.

Akhirnya tanpa ba-bi-bu lagi Sungyeol pun langsung capcus ke sekolah Sungjong dengan menyetop taksi. Sayang, taksi yang ditunggu tak kunjung datang. Doi pun memutuskan untuk naik angkot jurusan Ciwastra-Ujung Berung (?) yang saat itu kebetulan melewat. Namun naas, angkotnya malah ngetem lama banget gak kira-kira. Akhirnya dengan sangat terpaksa Sungyeol pun turun dari angkot dan memilih untuk menggunakan transportasi yang lebih berkelas setara… ojek ._.

Sesampainya di sekolah…

“Sungjong!!” Sungyeol berlari-lari ke arah kelas Sungjong dengan nafas ngos-ngosan.

“Hyuuung!!” Sungjong yang memang kebetulan sudah menunggu di depan kelasnya langsung berseru lega. “Akhirnya hyung dateng juga!”

“Ada… a… apa…hhh….,” tanya Sungyeol sambil mengatur nafas gara-gara kecapekan lari-lari.

“Ikut aku ke ruang guru, hyung! Katanya Bu NN mau ketemu sama hyung!” tanpa banyak bicara lagi Sungjong pun langsung menyeret Sungyeol menuju ruang guru sambil menarik paksa lengannya. Sungyeol cuman bisa pasrah tangannya ditarik-tarik.

Akhirnya mereka berdua pun sampai ke ruang guru. Sungjong mengucapkan salam lalu melangkah masuk ke dalam ruangan.

“Selamat pagi, Bu NN. Ini bu, hyung saya yang saya ceritakan tadi.” Kata Sungjong.

Sontak Bu NN pun menolehkan kepalanya ke arah mereka berdua. Betapa kagetnya beliau begitu melihat Sungjong yang datang disertai dengan penampakan Sungyeol.

“Lee… Lee Sungyeol??” kata Bu NN terkaget-kaget.

“Bu… Bu NN??” Sungyeol tak kalah kaget.

Keduanya lalu terdiam dalam sepi.

“Huhuhu… ibu…. saya kangen buuuu!!” Sungyeol tiba-tiba lari-lari ke arah meja Bu NN dengan gaya slow motion, ala Shah Rukhan ingin menemui Kajol (?).

“Sungyeol….!” balas Bu NN tak kalah dramatis.

Sementara Sungjong dan Author (?) cuman bisa nontonin adegan ini sambil mangap.

Begitu Sungyeol sampai di hadapan Bu NN…

“Aaaaww…!! Ibu, sakit bu! Kenapa telinga saya dijewer, bu?? Huhuhu….,” Sungyeol langsung nangis bombay begitu telinganya kena jewer Bu NN.

“Dasar kamu ini Sungyeol! Sudah bertahun-tahun kamu lulus dari SMA ini tapi tetap saja bahasa Inggris kamu berada di bawah garis kemelaratan! Mau ditaruh di mana muka saya sebagai guru bahasa Inggris kamu, Lee Sungyeol?? Mau taruh di mana??!!” Bu NN ngomel sambil melotot.

“Emang salah saya apa, bu?? Hiks hiks…,” Sungyeol masih nangis kejer.

“Kamu kan yang bantuin ngerjain PR remedialnya Sungjong? Kamu tau? Jawaban di PR-nya Sungjong itu sama sekali gak ada yang bener satupun! Gara-gara kamu, nilai bahasa Inggris di rapotnya Sungjong statusnya masih REMEDIAL!” omel Bu NN lagi.

“Iya tapi apa hubungannya nilai rapot Sungjong sama saya, bu?” Sungyeol mewek.

“Ya jelas ada hubungannyalah! Kamu inget? Dulu waktu SMA, kamu selalu langganan remedial tiap pelajaran ibu! Sekarang setelah lulus pun, bahasa Inggris kamu gak kalah parahnya sama seperti waktu kamu SMA! Dengan ini, ibu nyatakan kalau kamu juga kena REMEDIAL, LEE SUNGYEOL!!”

#JEGERRR

Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Angin puting beliung pun bertiup. Tanah banyak yang longsor. Batang pohon banyak yang bertumbangan. Petir-petir pun saling menyambar begitu Bu NN mengucapkan kata-kata tadi. Sungyeol langsung banjir air mata seketika.

“Masa saya kena remedial sih, bu? Saya kan udah bukan murid lagi di sini…,” Sungyeol berusaha mengelak dengan mata berkaca-kaca.

“Sabodo teuing! Pokoknya kamu harus tetep ikut remedial, HARI INI!” kata Bu NN galak.

Sungyeol langsung meratap sambil ngesot di bawah lantai begitu Bu NN melepaskan jewerannya. Sementara Sungjong dan Author yang dari tadi jadi audience langsung ngakak guling-guling merasakan mirisnya penderitaan sang sunbae.

“Hahahahahaha…..!!” Sungjong ketawa puas banget bareng Author.

“Siapa yang nyuruh kamu ketawa, Lee Sungjong?! Cepet, kamu juga ikutan remedial bareng Sungyeol!” kata Bu NN tajam.

Sungjong langsung freeze. Bagaikan tersambar petir di siang bolong, doi pun langsung menghampiri Sungyeol buat meratap dan ngesot bareng-bareng. Tinggalah Author sendirian yang masih ngakak gak ketulungan, mengingat hanya dirinyalah satu-satunya yang tidak menjadi korban remedial kejahanaman Bu NN.

“Kamu juga! Ngapain kamu ketawa-ketawa?!” Bu NN langsung nunjuk-nunjuk Author galak.

Author langsung pucat pasi. “Sa… saya, bu?” tanya Author keder.

“Iya, kamu! Kamu juga harus ikutan remedial!” kata Bu NN sambil melotot.

“Eh… kok, gitu sih? Nilai bahasa Inggris saya di rapot tuntas-tuntas aja tuh, bu!” Author protes.

“Siapa yang bilang kamu remedial Bahasa Inggris? Hari ini kamu remedial…. KI-MI-A!”

#JEGERRR

Kembali petir pun saling menyambar. Author hanya bisa pasrah sambil kemudian ikut ngesot nyamperin Sungjong dan Sungyeol yang lagi galau berjama’ah, meratapi nasib remedial masing-masing. Akhirnya Sungjong dan Sungyeol pun terpaksa remedial bahasa Inggris berdua, sementara Author remedial Kimia sendirian. Cerita pun ditutup dengan akhir yang jauh dari kata ‘bahagia’.

-SELESAI-

Gaaah….!! FF gaje lagi! Щ(ºДºщ) Ini sebenernya FF atau curcolan juga saya gak tau =.= Tapi yang nilai rapot Kimia remedial itu emang beneran. Pas bagi rapot kemaren lagi-lagi saya harus kena bayang-bayang remedial KIMIA gara-gara nilai UAS-nya gak tuntas. Gak bisa libur dengan tenang jadinya… (;A;) Emang dasar nasib…. (;~;)

Ya sudahlah, doakan saja semoga taun ini saya lepas dari yang namanya bayang-bayang Kimia. Berhubung tinggal beberapa bulan lagi saya menjadi anak SMA. (´⌣`ʃƪ) Doakan saya masuk universitas & jurusan yang diinginkan ya. Hiks :’) Terakhir, ayo komeng~~~ (=v=) *todongin jarum pentul* Komen gak mesti di sini, tapi bisa juga mention ke @ditjao atau kirim wall ke  Dhita Febriana Sari. See yaaa on next FF (^-^)/

note buat Jasmine Audrea (kalo kebetulan baca): maaf ya Sungyeol-nya onnie bikin rada nista dan hina di sini ._.v /plak /kabur

READ + COMMENT = DIDOAIN DAPET PAHALA + DIDOAIN MASUK SURGA

READ + COMMENT + LIKE = DIDOAIN DAPET PAHALA + DIDOAIN MASUK SURGA + DIDOAIN BERJODOH DENGAN BIAS MASING-MASING

DON’T FORGET TO COMMENT :D AND NO COPYCAT PLEASE :D

71 responses to “Sungjong’s English Homework

  1. Hai ^^ ceritanya lucu, hehe. Kyaaa~ suka banget aku kalo Sung Yeol dan Sung Jong bareng! Marga udah sama (Lee), sama-sama punya “Sung” juga! /eh/ (Sunggyu: Aku juga punya! *tepuk dada* / Janice: *tak peduli*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s