[FF_Haha! This Is Our Story (sequel of Our Story In Ramadhan)_part 2]

Buat yang belum baca part yang sebelumnya , bisa dilihat disini ^0^

OSIR :1 2 3 4 5(15(2)–>end

Sequel :teaser , 1(1) , 1(2)

Dimohon sekali untuk readers yang ingin menyimpan FF ini dalam note FB nya harap mencantumkan pemilik FF ini sebenarnya dan sumber , gamsahamnida ^^

Title :

“ Haha! This Is Our Story!” ( sekuel FF Our Story In Ramadhan )

Author :

Citra Pertiwi Putri / Park Ra Rin

Genre :

Comedy, gegeloan (o.O), romance, friendship, family, campur aduk dah semuanya -_-

Main Casts :

Lee Family :

Park Jungsu a.k.a Leeteuk sebagai Ustadz Leeteuk dan ayah dalam keluarga

Kim Taeyeon sebagai Ibu Ustadz

Lee Jinki a.k.a Onew sebagai anak sulung

Lee Gikwang sebagai anak tengah-tengah

Lee Taemin sebagai anak paling bontot

Kim Family yang terdiri dari :

Kim Jonghyun sebagai pengusaha bakso

Kim Ki Bum a.k.a Key sebagai istri Jonghyun

Shin Se Kyung sebagai istri kedua Jonghyun

No Minwoo sebagai anak Sekyung *CAST BARUUUU..!!*

Kim Jongwoon a.k.a Yesung sebagai anak sulung

Kim So Eun sebagai anak paling bontot

 

Other Casts :

Im Yoona sebagai sahabat So Eun

Lee Donghae sebagai classmate Yoona di SMA barunya

Cho Kyuhyun sebagai pengusaha warnet game online

Choi Sooyoung sebagai adik Siwon dan penjaga Kyu.net

Choi Siwon sebagai anak penjaga masjid

Choi Minho sebagai anak paling tajir sekomplek

Kim Sang Bum sebagai sahabat Siwon dan Yesung

Moon Geun Young sebagai teman satu sekolah Yesung

Jo Kwangmin & Jo Youngmin sebagai sahabat Minwoo

 

Rating :

Nah loh, apa ya? Rahasia :p *author minta ditabok*

Type :

Sekuel

NB :

–        Berbahagialah para fans Boyfriend, karena FF ini kedatangan cast baru yaitu No Minwoo (sebagai anak Sekyung alias saudara tiri Yesung dan So Eun) dan Jo Twins (sebagai sahabat Minwoo yang karakternya bakalan nakal naujubilah). Gomawo ya readers NURZA udah nyaranin ke author. Author lagi demen Boyfriend jadi diterima sarannya^^. Tapi mian untuk req masukin Han Bo Bae sebagai pasangan Minwoo ngga author kabulin, soalnya author kagak rela :p #eaeaea

 

Author POV

 

“ Hap! hap!”

Sore itu So Eun sedang bermain lompat dengan tali karet yang pernah ia rangkai bersama dengan Yoona. Mengingat-ingat kenangannya bersama Yoona sekaligus menyakiti kakinya sendiri agar besok bisa gak ikut main ayam-ayaman saat MOS *o.O*

“ Samoa gara-gara gue main ini, besok kaki gue agak pegelan dikit, biar bisa izin gak ikut main ayam-ayaman yang norak itu.” gumam So Eun sambil terus melompat.

 

“ Ngapain kamu?”

So Eun menatap pintu belakang, ternyata Jinki nongol.

“ Main tali, hehe.” So Eun menghentikan aksi lompat-lompatannya kemudian duduk dipinggir kolam renang, Jinki pun duduk disampingnya.

“ Jangan keterusan, ntar besok pegel. Gak bisa main ayam-ayaman pas MOS.” kata Jinki.

“ Emang itu yang gue mau.” batin So Eun. *kejem amat jadi pacar-_-*.

“..ehm, ada apa kesini?” tanya So Eun kemudian karena dari tadi Jinki cuma rendemin kaki dikolam renangnya.

“ Aku mau ngasih sesuatu buat kamu hehehe.” Jinki cengar-cengir.

“ Oh ya?? apaan??”

“ I……”

 

“ SO EUN!! SO EUN!!!”

Terdengar suara tante Sekyung dari ruang tengah, suaranya kenceng juga dan memang akhir-akhir ini suara janda cantik itulah yang mendominasi didalam rumah keluarga Kim, bukan Nyonya Key lagi.

“ Apaan sih tuh!” dengus So Eun.

“ Datengin gih.” saran Jinki.

Dengan langkah gontai So Eun menghampiri mama tirinya yang sedang mengutek kuku diruang tengah.

“ Lama amat sih! buat mi instan sana, saya laper. habis ini saya mau pergi. cepet sana!” suruhnya ketika So Eun baru saja tiba.

Mata So Eun membelo, Jinki yang menyaksikan cuma bisa cengo.

“ Kenapa bengong? cepet sana!! budek ya kamu!”

Lagi-lagi rahang So Eun mengeras, tangannya mengepal. Ketika tangannya sudah terangkat…

“ Ayo, teteh temenin.” Geun Young tiba-tiba nongol dan menarik So Eun kedapur.

Untung saja ada Geun Young yang memang sejak tadi sedang mengobrol dengan Yesung diruang tamu.

So Eun memain-mainkan pisau buah didapur sementara Geun Young yang membuatkan mi untuk Sekyung, Jinki hanya duduk cengo ngeliatin So Eun yang merenung.

“ Jahat amat sih! Emang dia pikir aku siapa? Pembantunya?? Aku laporin Key umma tau rasa tu! Tapi..tapi.. kenapa disaat aku seperti ini Key umma selalu aja gak ada?” kata So Eun bergetar, kemudian menelungkupkan kepalanya keatas meja makan.

Jinki mengusap-usap rambut So Eun, mengingat Nyonya Key yang kini sedang berada dirumahnya, seperti biasa, curhat dengan Bu Taeyeon.

“ Sabar Sso, kamu baru satu kali diginiin. Kak Yesung udah berkali-kali lho.” Kata Geun Young.

“ Iya, tapi kenapa dengan begonya kak Yesung mau disuruh-suruh? Aku sih gak mau kayak dia!”

“ Apa kamu lapor dengan appamu?”

So Eun mengangguk.

“ Tapi Tuan Kim gak percaya.” sambung Jinki.

Geun Young hanya geleng-geleng kepala.

“ SO EUN!! Mana makanan saya!!???” terdengar suara tante Sekyung.

“ Iya!!!” jawab So Eun sambil setengah terisak, satu tangannya mengepal kuat, namun terus ia tahan emosinya yang membuncah itu.

 

“ Umma.. please pulang. Yesung udh gk disuruh2 lg, tapi So Eun..”

Nyonya Key menghela nafas berat, kemudian menyerahkan ponselnya kepada Bu Taeyeon.

Bu Taeyeon tersenyum prihatin, “ Sebaiknya Nyonya pulang saja, kasihan So Eun.” Katanya bijak sambil menyerahkan kembali ponsel mahal Nyonya Key.

“ Ya, sebaiknya gitu kali ya.” Kata Nyonya Key polos, “ Kalo Yesung yang disuruh-suruh, dia pasti gak ngeluh dan gak minta saya pulang, tapi kalau So Eun, saya yakin dia pasti….”

“ Ya, pulanglah Nyonya.”

“ Ya sudah, saya pulang ya. Tapi ntar boleh kesini lagi kan?”

Bu Taeyeon mengangguk pasti.

Nyonya Key pun berdiri dari karpet ruang tengah rumah keluarga Lee, merapikan baju mahalnya kemudian berjalan menuju pintu depan.

BRUK!

“ Eh.. t.. tante, eh.. Nyonya. Maaf.. maaf. Hehe.” Gikwang cengengesan karena ia tahu ia menabrak Nyonya Key dipintu depan.

“ Iya gak apa-apa.”

“ Yaudah, permis…..”

“ Eh.. sini dulu!”

“ Apa Nyonya?”

“ Ini ambil, buat kamu.” Nyonya Key tiba-tiba memberikan ponsel mahalnya kepada Gikwang secara cuma-cuma.

Bagaikan mimpi, Gikwang menepuk-nepuk pipinya kemudian merem melek sebelum menerima ponsel berwarna hot pink bling-bling tersebut.

“ S.. serius nih Nyonya?” Gikwang gemetaran sambil menerima ponsel tersebut.

“ Iya. Saya gak mau Sekyung tau saya pulang gara-gara Yesung sms saya. Dia pasti nanya dan mintain ponsel saya buat ngecek inbox.”

“ Ya, inboxnya kan bisa dihapus. Hape gak mesti dikorbanin kan?” Gikwang sok jual mahal.

“ Suka-suka saya dong. Kamu gak mau hapenya? Yaudah saya kasih Taemin aja. Mana adikmu itu?”

“ Eeeh! Eh!! Aku mau! Jangan kasih Taemin! Entar dia jadi rempong lagi kalo punya barang warna pink.” Gikwang langsung mendekap ponsel tersebut.

“ Nah, yaudah gausah banyak cingcong. Eh, kamu masih inget taruhan dan perjanjian kita kan?”

“ Masih dong^^”

“ Nah, perjanjiannya saya tambah. Kalo pacarmu si Yoona itu kepincut sama cowok lain, hape saya itu harus kamu kembalikan!”

“ Hah?? Kok gitu sih.. gak tulus banget ngasihnya nih Nyonya -_-“

“ Yee! Yaiyalah! Kamu kira ini hape murah?? Ini hape limited edition, tau!” Nyonya Key menjitak kepala Gikwang, “…yaudah, saya pulang dulu! Inget omongan saya ya! Inget juga soal keripik itu!”

“ Iya Nyonya -_____-“

 

Malam, takol 08.00

 

Sekyung baru saja pulang sejak pergi dari tadi sore, ketika mobilnya berhenti di garasi, mulutnya udah mencak-mencak manggil Yesung.

“ YESUUUUNG!! YESUNG!!”

Yesung yang kebetulan sedang menonton TV saja langsung berlari kecil kedepan, matanya yang sipit sedikit membelo ketika melihat orang yang kelihatannya asing baginya turun dari mobil Mama tirinya itu.

“ Bawain kopernya Minwoo. Dia mau tidur dikamar tamu atas.” Kata tante Sekyung, kemudian ia menggandeng anaknya itu masuk rumah.

“ Minwoo?” sambil mengambil koper-koper dari bagasi, Yesung terus menoleh kearah anak bernama Minwoo itu sampai anak itu hilang dari pandangannya, “ Apa dia anaknya tante Sekyung? Iya kali. Haduh.”

 

“ Itu tadi anak cowoknya Papi Kim. Namanya Yesung.” Ujar Sekyung pada anaknya ditengah perjalanan mereka menaiki tangga.

“ Oh, aku kira pembantu disini. Hehe.” Minwoo cengengesan, “ Oh, jadi aku panggil dia kak Yesung?”

“ Iya, menurut Mami dia anaknya lumayan baik, gak kayak adiknya.”

“ Adiknya? Oh, yang pernah mami ceritain itu? Cewek kan? Namanya Soun-soun gitu deh kalo gak salah.”

“ So Eun, tuh orangnya.” Sekyung melirik sinis kearah So Eun yang sedang telponan dengan Jinki di anak tangga sebelah, “ Mami tau, dia tuh gak suka banget sama Mami.”

“ Oh ya?? Hmm..” Minwoo bergumam pelan, kemudian mengeluarkan sesuatu berbentuk huruf Y dengan tali karet yang menempel di benda tersebut. You know lah readers, KETAPEL.

“ Kamu mau apa?” tanya Sekyung bingung.

“ Mami kayak gak tau Minwoo deh, Minwoo kan gak suka kalo ada yang gak suka sama Mami. Liat nih,” Minwoo mengambil batu kecil dari saku celananya kemudian mengambil ancang-ancang untuk menembakkan batu tersebut kearah So Eun dengan ketapelnya.

PLETAK!!!

Berhasil. Prok..prok..prokk *author tepuk tangan #plak!*

“ Haha!!! Kabur yuk mi!!” Minwoo segera menarik tangan Maminya itu menuju lantai atas.

 

“ Huaaa!!! Sialan! Siapa yang lemparin gue batu!!!” So Eun meringis karena kepalanya terkena lemparan ketapel yang sakitnya luar biasa.

“ Kenapa?? Kenapa?” Jinki yang mendengarnya dari seberang kebingungan.

“ Ada yang lempar batu nih..”

“ Siapa??”

“ Tau, awas aja kalo Kak Yesung, aku cekek dia.”

“ Mana mungkin Kak Yesung, cari tau dulu.”

“ Iya deh.”

“ Yaudah, besok lagi ya. Sampe ketemu di MOS, besok kita main ayam-ayaman^^”

“ Yaa..ya..ya -_-“ So Eun sudah malas kalo denger kalimat ‘ayam-ayaman’.

“ Trus kalo pelaku yang lemparin kamu batu ketahuan, kasih tau aku.”

“ Hmm.. iya, makasih ya..” So Eun mulai kesemsem karena yakin Jinki bakalan kasih perhitungan ke orang yang udah lemparin dia batu #ceilah :p

“ Iya sama-sama. Yaudah, assalamualaikum.”

“ Waalaikumsalam.”

 

Selasa Pagi, takol 06.00 di ruang makan keluarga Kim

 

“ Yaa.. jadi, Minwoo ini adalah anak Sekyung. Berarti ini saudara kalian juga. Dia masih kelas 1 SMP. Minwoo ini lama sekolah di Singapura, makanya waktu Papa nikah dia gak datang,” Tuan Kim tersenyum kearah anak dari istri keduanya yang sedang makan roti nanas itu.

Minwoo tersenyum kearah Yesung, namun menatap sinis kearah So Eun. Yesung membalas senyum, namun So Eun malah menatap anak itu heran.

“ Ini mama kamu juga, namanya Nyonya Key.” Tuan Kim memperkenalkan Nyonya Key yang sejak tadi cuma diam.

“ Aku panggil tante Key deh^^” jawab Minwoo sambil tersenyum sopan kearah Nyonya Key, sedikit membuat hati Nyonya Key merasa simpati.

“…yang ini namanya Kak Yesung kan?” Minwoo tersenyum lagi kearah Yesung, Yesung mengangguk dengan tampang penuh wibawanya.

“…yang ini, Mi Soun kan?” Minwoo menatap jahil kearah So Eun, membuat gadis itu hilang nafsu makan seketika.

“ Bukan, namanya kak So Eun.” Jawab Tuan Kim sambil menahan tawanya.

“ Halah, beda tipis aja.” Jawab Minwoo enteng, “…malah lebih enak dipanggil Soun, aku panggil Soun aja deh.”

“ Serah lo deh.” Jawab So Eun kesal sambil memalingkan wajah, sepertinya secara tidak langsung ia sudah tahu siapa yang melemparinya dengan batu kemarin malam.

 

“ BARIS! BARIS SEMUA!!!”

Sekarang suara Kak Luna yang mendominasi MOS, tentu saja karena pagi itu mereka akan bermain sebuah permainan konyol bernama ‘ayam-ayaman’ yang notabene adalah permainan ciptaan Lee Jinki yang sedang meledak di youtube. Maklumlah, udah banyak yang tau kalo Kak Luna demen sama Jinki, do’i koar-koar banget sih.

Semua peserta MOS pada baris rapi-rapi, yang barisnya sempet gak rapi lengannya udah pada biru karena dicubitin Kak Tiffany.

So Eun berada dibarisan depan, usahanya nyakitin kaki dengan lompat-lompat kemarin ternyata gak ada hasilnya. Ia menyesal kenapa gak menjatohkan diri aja di parit kayak Yoona yang kini gak ikut main dan cuma duduk dipinggir lapangan karena kakinya masih sakit akibat jatuh dari sepeda kemarin, bahkan sekarang gadis itu memakai kruk (baca:alat bantu berjalan gitu).

Sementara itu Yoona yang duduk dipinggir lapangan cuma bisa bengong ngeliatin permainan gaje yang ada didepannya ini, sambil bergumam, “ Mainan apalagi nih si Jinki? Untung gue gak ikut terlibat di video amatirnya yang nyampe youtube itu. Alhamdulillah.”

Saat sedang bergumam gak jelas, Yoona mendengar suara krasak-krusuk dari kebun samping sekolah yang kebetulan tak jauh dari tempatnya duduk karena memang kebun tersebut tidak jauh dari pinggir lapangan.

“ Siapa tuh?” Yoona mendongakkan kepalanya kebelakang, hingga ia melihat sosok Donghae, si cowok berandal yang sedang celingukan sambil bersembunyi dibalik tembok ruangan laboratorium.

“ Gua telat ya?” bisiknya.

“ Pake nanya lagi, dasar bego.” Jawab Yoona kesal.

“ Ssstt! Jangan berisik, ntar gue ketahuan.”

“ Emang itu yang gue mau, biar lo dihukum, dijemur, biar jadi ikan asin sampe siang!”

“ Kampret lo!”

Yoona hanya tersenyum sinis.

Donghae pun memilih untuk menyandarkan diri dibalik tembok tersebut.

“ Jangan bilang gue ada disini atau hidup lo bakalan hancur.” ancam Donghae sambil membakar rokoknya.

“ Ngancem nih ceritanya? Lo kira gue takut?” cibir Yoona.

“ Kali aja takut, hahaha.”

“ Enak aja, gue gak ada takut-takutnya sama cowok kayak elo.”

Donghae melirik sinis kearah Yoona yang kini sudah mengedarkan pandangannya kearah lapangan lagi.

“ Cie.. yang pacarnya brondong.” Donghae meracau lagi, dan kali ini membuat Yoona naik pitam.

“ Maksud lo!?” Yoona melotot.

“ Aish.. jangan melotot gitu donk, ntar cantiknya ilang.” goda Donghae.

Yoona mendengus kesal.

“…emang bener kan pacar lo brondong? Kenapa protes?” ujar Donghae lagi.

Yoona menunduk.

“ Brondong-brondong gitu hebat loh, menjelang ujian nasional itu dia sampe mohon-mohon ke gue minta diskon untuk selembar kunci. Dia bilang dia sayang banget sama lo dan gak mau kalo sampe lo gak lulus. Yaudah gue kasih diskon 50%, baik kan gue?”

“ Tuh kan, apa gue bilang, dia pasti besar kepala.” batin Yoona.

“ Kenapa diem? bilang makasih kek.”

“ Ngapain gue bilang makasih? cukup cowok gue aja.”

“ Halah, mahal amat ya makasih lo itu?”

“ Tau ah.”

Suasana pun hening, namun sesekali Yoona melirik cowok yang sedang asyik merokok dalam persembunyiannya itu, berpikir apakah ia harus mengucapkan terimakasih atau tidak perlu.

“ Apa lo liat-liat? Mau ngerokok juga?” Donghae malah menawarinya sebatang rokok.

“ Hih! Lo aja sana!” Yoona langsung memalingkan wajahnya.

 

“ Yos, kemaren pas jemput Yoona noona, gue ketemu sama Kak Donghae.”

Siang itu Gikwang bercerita kepada Yoseob, teman yang meminjaminya motor kemarin.

“ Oh, kak Donghae si bandar kunci itu?” tanya Yoseob.

“ He-eh. keliatannya dia udah kenal banget gitu sama noona gue.”

“ Masa?? waduh, hati-hati loh.”

“ Hati-hati kenapa?”

“ Bisa aja noona lo goyah ama cowok lain kayak dia. kak Donghae kan berandal-berandal gitu ganteng juga, gak kalah sama lo. dan yang jadi nilai plus, dia seumuran sama pacar lo.”

Gikwang tercenung, tak bisa protes dengan perkataan Yoseob, karena memang bener.

“ Jangan nakutin gue dong -_-“ Gikwang sebel, mengingat taruhannya dengan Nyonya Key. bukan cuma keripik yang jadi taruhan, tapi hape mahal yang ada digenggamannya juga.

“ Gue gak nakut-nakutin bro, cuma ngingetin.”

Gikwang mengangguk lesu, sepertinya nanti sore ia akan lari ke Kyu.net untuk curhat dengan Bang Kyuhyun.

“…eh, ngomong-ngomong gimana kabar adek lo yang rempong itu? hahaha”

“ Siapa? Taemin?”

“ Yaiyalah, siapa lagi. kayaknya dia mulai bergaul sama anak-anak bandel.”

“ Tau darimana lo?” Gikwang sedikit terlonjak, mengingat akhir-akhir ini ia jarang mengawasi Taemin karena sibuk mikirin noonanya.

“ Yah, lo kan kakaknya, masa gak tau? justru gue yang merhatiin dia. Kalo gak salah, pas lo jemput Kak Yoona, Taemin gak langsung pulang kerumahnya, dia dibawa pergi gitu sama temen-temennya.”

“ Kemana?”

Yoseob mengangkat bahunya, “ Gak tau lah, mau ngebuntutin kan gue gak bisa, motornya lo pake.”

Gikwang semakin gak enak perasaan, satu sisi mikirin Yoona, satu sisi mikirin Taemin yang luput dari pengawasannya. Bisa-bisa ia disemprot Ustad Leeteuk kalau Taemin sampai kenapa-napa.

 

“ Iya, dia tuh nyebelin banget kata mami.”

“ Oh gitu yah, kerjain aja! Mumpung dia lagi disekolah.”

“ Bisa.. bisa.”

“ Gimana ngerjainnya?”

“ Kamarnya dimana?”

“ Gak tau. Dimana yah?”

“ Tanya kakaknya deh!”

Minwoo pun meninggalkan kedua temannya sebentar, kemudian menghampiri Yesung yang sedang mengobrol dengan Geun Young di teras.

“ Kak, kamarnya kak Soun dimana?” tanya Minwoo.

“ Emangnya mau apa?” tanya Yesung bingung.

“ Yah, mau tau lah. Masa’ kamar saudara sendiri gak tau dimana.” Ujar Minwoo dengan akting totalnya.

“ Oooh. Ada dilantai 2, deket guci kecil yang diatasnya ada lukisan abstrak. Dipintu kamarnya juga ada tulisan kamar So Eun kok.”

“ Ooh. Thanks ya kak!” Minwoo langsung berlari menuju Kwangmin dan Youngmin lagi.

 

“ Gue udah tau dimana kamar dia!”

“ Sip! Ayo cepetan capcus!”

Mereka pun menuju kamar So Eun.

“ Apa ngga terlalu ekstrim?” tanya Youngmin ketika mereka sudah hendak menjalankan misi mereka untuk mengerjain So Eun.

“ Ngga lah, cukup bikin dia kapok.” sahut Minwoo, Kwangmin mengangguk setuju kemudian mengeluarkan iguana kecil peliharaannya, lalu memasukkannya ke celah pintu kamar So Eun.

 

“ Untuk semua peserta MOS! Harap lihat papan mading, ada tugas untuk kalian!” terdengar suara Kak Tiffany dengan megaphonenya, membuat seluruh peserta MOS yang sedang istirahat dikantin dan kelas langsung berbondong-bondong menuju papan mading.

TUGAS UNTUK PARA PESERTA MOS :

Membuat surat cinta dan surat benci untuk kakak-kakak OSIS, terkecuali untuk GUGUS BEBEGI, GUGUS BEBEGI mengirim surat cinta dan surat benci untuk teman satu gugus mereka sendiri.

NO COMMENT ANYMORE, KERJAIN AJA TUGAS KALIAN KALO GAK MAU KENA SEMPROT !

 

Semua peserta MOS bersorak, apalagi anak-anak gugus bebegi, jelek-jelek gitu nama gugusnya, mereka udah kayak saudara dan gak tega kalo saling ngirim surat benci.

Tapi hal itu mungkin tidak berlaku bagi Donghae dan Yoona yang memang sudah seperti rival saja saat pertama kalo bertemu …

 

“ Jinkiii!! Jinkii!! Ntar ngirim surat cintanya buat kakak aja ya? Ya? Kamu kan paling akrabnya sama Kak Luna, ya Jinki yaa??”

Dengan gaya sok imutnya Kak Luna menghampiri Jinki kemudian ngomong begitu persis didepan So Eun, Jinki cuma cengar-cengir gaje.

“ Haha iya Insya Allah ya kak.” Jawab Jinki sekenanya, matanya udah ngelirik So Eun yang manyun.

“ Pokoknya harus kakak loh! Oke??”

Lagi-lagi Jinki hanya ngangguk.

So Eun mengerucutkan bibirnya, terlintas niat dibenaknya untuk mengirim surat benci kepada Kak Luna.

 

Quote Of The Day : Cemburu merupakan tanda besarnya rasa cinta. #eaeaeaea #bisaajaloauthor #cemplunginauthorkesumur #hening #abaikan

 

Singkatnya, jam pulang sekolah..

Yoona yang sedang sendirian dirumah setelah selesai makan mengobrol dengan Sooyoung yang sengaja ia panggil untuk menemaninya berbincang-bincang, karena Sooyoung sudah pulang kerja dari Kyu.net.

“ Gimana kerjanya di Kyu.net? betah?” tanya Yoona sambil menaruh sepiring lemper diatas meja teras.

“ Ya betah sih. Tapi kadang-kadang si Bang Kyuhyun teh pikasebeleun pisan, hampir setiap hari da kita teh aya wae masalahna.” kata Sooyoung sambil melahap lemper tersebut.

“ Ya aku kan udah pernah bilang, dia emang gitu.”

“ Tapi teu nanaon lah, manehna nteu pelit medit, per hari teteh dikasih lima belas rebu, lumayan. Hehe.”

“ Tapi.. dia gak macem-macem kan sama teteh?”

“ Idih, maksud kamu teh macem-macem kumaha?”

“ Ya.. teteh gak pernah dirayu-rayu gitu?”

“ Yee, boro-boro, manehna mah dingin, cuek, ketus, siga bebek, geus kitu galak deui. Bagusnya teh ya cuma teu pelit..”

“ Tapi.. teteh suka ngga?” tanya Yoona iseng.

“ Eh, teu aya pertanyaan lain?” Sooyoung salah tingkah.

“ Hmm.. teteh suka yaa???” cecar Yoona.

“ Ih, nteu.. keur naon teteh resep kanu jelema siga kitu.”

“ Alaaah, bang Kyu kan kasep. Iya kan?”

“ Iya sih, hehe. Ah jadi era ieu, kamu teh..”

“ Bener kan teteh suka??”

“ Ehm.. jujur deh, ya.. teteh teh sebetulnya emang rada-rada…”

 

“ AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!”

 

Belum selesai Sooyoung mengeluarkan pengakuannya bahwa ia menyukai penjaga warnet yang terkenal evil itu, ia dan Yoona mendengar suara teriakan dari rumah Tuan Kim yang memang tidak begitu jauh dari rumah Yoona.

“ Eh, itu suara So Eun ya??” Yoona terkejut.

“ So Eun baturan kamu eta?” tanya Sooyoung. Yoona mengangguk.

“ Kayaknya dia lagi ada apa-apa tuh. Tolongin yuk! Tadi aku liat mobil tuan Kim sama mobil Nyonya Key dan mobil tante Sekyung keluar rumah, berarti mereka gak ada dirumah. Kak Yesung juga kayaknya tadi pergi sama teteh Moon pake motor gak tau kemana.” jelas Yoona.

“ Yaudah atuh hayu! Kamu bisa jalan? Pake kruk kitu?”

“ Bisa kok bisa!”

 

“ AAAAAAAAAA!!!!! Umma!!! Key umma!!! Kak Yesuuuuuuuung!!!!! Appa Kim!!!!!” So Eun menangis histeris dalam kamarnya karena dilantai kamarnya terdapat seekor iguana, ia tidak bisa keluar kamar karena iguana imut tersebut berada tepat didekat pintu kamarnya. Sekarang gadis itu hanya bisa naik keatas tempat tidur sambil berteriak meminta pertolongan.

Minwoo, Youngmin, dan Kwangmin yang mendengarnya dari lantai bawah tertawa terbahak-bahak, rencana mereka berhasil dengan sempurna.

“ HAHAHAHA! Kapok! Kapok tu orang!! Hahahahaha!!!” mereka tertawa. Semakin keras teriakan ketakutan So Eun, semakin keras mereka tertawa.

BRAK!

Tiba-tiba pintu rumah dibuka dengan agak keras dan muncullah dua orang gadis dengan mulut penuh lemper dan wajah gak nyante *panik maksudnya-_-*

“ Siapa?” Minwoo berucap tanpa mengeluarkan suara karena melihat kedua gadis itu ngeloyor masuk rumah.

“ Kamu tunggu didieu weh, susah naik pake kruk kitu. Geus weh tunggu.” Ucap Sooyoung pada Yoona, Yoona mengangguk saja, kemudian duduk disofa. sesekali memandang keatas karena khawatir dengan So Eun.

Sooyoung menaiki tangga menuju asal teriakan, sementara Yoona menatap tiga anak cowok yang bengong memperhatikannya.

“ Kalian siapa?” tanya Yoona.

“ Aku anak Tuan Kim juga. Dan mereka temanku.” Jawab Minwoo, Kwangmin dan Youngmin mengangguk.

“ Kenapa gak nolongin So Eun?? Gak denger dia teriak-teriak?” Yoona curiga.

Mereka hanya mengangkat bahu, kemudian berlalu karena malas ditanyai. Namun kejahilan mereka belum sembuh, mereka mengambil satu dari sepasang kruk Yoona yang kebetulan disandarkan disofa.

“ HEH!! JANGAN AMBIL KRUK GUEEEE!!!” teriak Yoona murka. Namun terlambat, ketiga bocah nakal itu sudah pergi membawa satu kruknya.

 

Akan tetapi kekesalan Yoona terbayar, satu kruknya dibayar dengan iguana Kwangmin yang dibuang oleh Sooyoung ^^

 

“ Yoong. trims y udh nyruh teteh Sooyoung nolongin gw dari iguana sialan ituh, kalo gk ad kalian, gk tw dh gw gmn kmrn. Gw tau kmrn itu krjaan Minwoo, dia ank tante Sekyung, nybelin bgt anak’a :(”

Meski berjalan dengan menggunakan satu kruk, pagi itu Yoona tetap tersenyum, baru kali ini sahabat yang menjauhinya itu mulai mengiriminya sms lagi. Semoga ini merupakan awal dari perdamaian mereka.

Sesampainya di ruang gugus bebegi, Yoona segera mengeluarkan amplop bertuliskan “ SURAT BENCI UNTUK : Lee Donghae” diatas meja Donghae.

Ia pun menuju mejanya, dan ternyata di mejanya tersebut terdapat satu amplop surat.

“ Pasti surat benci dari Donghae. Haha.. gue ta…. HAH!!??” Yoona terkejut karena surat tersebut bukanlah surat benci melainkan SURAT CINTA dari Donghae!

 

­_Bersambungbungbungbungbung^^ #plak!!!-____-_

 

Huaaa.. gaje ya? Tapi..Keep RCL! :D.

Kritik dan saran juga diperlukan^^ Trims buat yang udah baca. Jangan jadi silent readers ya, kalau anda readers baru, harap komen, nanti part selanjutnya bakalan di mention^^

Untuk part 3, mungkin bakalan lama author posting dikarenakan author ini masih umur 15 (bilang aja masih kelas 1 SMA-_-) dan author bakalan mulai ulangan umum tanggal 7 nanti, jadi mesti belajar yang rajin biar gak dapet nilai jeblok, hehe. Doain author ya moga author lancar ulangan umumnya, buat readers yang ulangan umum juga moga sukses yaa 🙂

 

 

Advertisements

53 responses to “[FF_Haha! This Is Our Story (sequel of Our Story In Ramadhan)_part 2]

  1. Lucu2 kwming ma mama key. Klau kwaming terkenal nakal n mama key galak.tp mreka berdua kompak lho n sling truhan.kira2 siapa yg akan menang???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s