My Fat & Game Chp. 5

Author: Kidneypea

Rating: General

Lenght: Chaptered

Genre: School Life, Romance.

Main Cast:

– Joo Jihyun (OC)

– Cho Kyuhyun (Super Junior)

Poster: Cutepixie@Wordpress.com

Read First: PROLOG | Chp.1 | Chp.2 | Chp. 3 | Chp. 4 |

***

(Jihyun PoV)

Ini sudah 4 bulan, semenjak aku mengatakan ingin diet kepada Yuri Eonni. Aku bisa seperti ini berkat siapa kalau bukan member SNSD dan F(x). Mereka artis—kalangan atas—selebriti, tapi baik sekali ingin membantuku.. lalu, bagaimana dengan orang lain? hanya bisa mencemooh keadaanku saja tanpa tahu rasanya.

Tidak apa jika mereka—orang-orang biasa itu tidak mau berteman denganku, aku bisa berteman dengan orang yang jauh diatas mereka, tentunya lebih baik. Kadang aku heran, artis yang orang-orang menengah keatas saja mau berteman dengan orang sepertiku dan tidak pandang bulu, tapi.. kenapa justru orang biasa yang notabene sama sepertiku tidak mau?

Oke, berhenti bicarakan hal itu! bicara hal itu mengingatkan aku kepada seseorang yang.. kau-tahu-siapa. Kini, aku berada di jalan menuju rumah.. huah! Aku rindu rumah! Aku rindu Hyomin—dan, tentu saja orangtuaku. Tapi, mereka masih berada di China.. entah kapan mereka akan pulang.

Aku membuka pintu gerbang rumahku yang bisa dibilang sangat sederhana ini, lalu aku mengetuk pintu yang terbuat dari kayu itu. Tak lama aku mendengar suara derapan langkah dari dalam, bersiap untuk membuka pintu tanpa menggunakan fungsi interkom.

<CKLEK..>

Nuguseyo?” tanya Hyomin ketika melihatku. Hey!? Kau lupa dengan kakakmu sendiri?

“Kau lupa padaku?” tanyaku balik. Hyomin hanya terdiam memandangku.

“Baru 4 bulan dan.. kau sudah lupa padaku?” Aku menggigiti bibir bawahku, apakah sedrastis itu perubahanku? Apakah dia sama sekali tidak mengenaliku? Ironis sekali.

“Eo-Eonni…??” tuturnya pelan, tampangnya terlihat penuh tanda tanya, apakah-benar-itu-kau?

“Jahat sekali kau melupakan kakakmu satu-satunya ini, huh?” sindirku. Bola matanya nyaris keluar, memperlihatkan bahwa ia benar-benar shocked atas perubahanku.

“EONNIIII!!!!!” serunya sambil memelukku erat.

“Hey, Eonni! Kau ke dokter mana hingga bisa seperti ini?” tanya Hyomin polos. MWO!? dia menyangka aku melakukan operasi plastik!!!?

Neo paboya?! Uang darimana aku membayar semua itu!?” sahutku sambil menepuk kepalanya. Dia tampak berpikir, mungkin ia berpikir kalau tidak mungkin aku menggunakan uang dari Eomma dan Appa karena aku sudah menitipkannya pada Bibi Lee.

“Jadi Eonni masih ‘alami’? Eonni hanya dietkah?” aku hanya mengangguk menjawab dua pertanyaannya sekaligus. Lalu dia berkata lagi, “Aku berat mengakui hal ini, tapi.. sungguh Eonni sangat cantik!”

Wajahku panas, kurasa wajahku kini sudah memerah.

Kemudian, Hyomin mengangkat barang-barangku dan masuk ke dalam rumah, aku mengikutinya dan terduduk di sofa ruang tengah. Aku melihat sebuah amplop coklat besar di atas meja dekat sofa tempat aku duduk. Aku membolak-balik amplop itu dan tertulis namaku disitu.

“Oh Eonni! Itu surat untukmu.. umm, baru datang 2 hari yang lalu” ujar Hyomin setelah menaruh barang-barangku dikamar.

Aku segera membuka amplop coklat tersebut.. Aku membaca isinya dengan seksama..

***

(Kyuhyun PoV)

Tak henti-hentinya aku membaca surat pemberitahuan itu. Disana tertulis Sabtu, 17 September, Pukul 16.45.. Apakah Jihyun akan datang? Mengingat aku yang mengajak—memaksa, lebih tepatnya—untuk mengikuti Event Game Master ini. Dan, ajaibnya kita terpilih dari ribuan pasangan yang mendaftar.

Tak dapat kupungkiri, jantungku berdetak kencang.. entah mengapa. 17 September itu tinggal dihitung dengan jari saja.

Joo Jihyun, Ah! mengingatnya, apa dia membenciku? Tapi karena apa? selama 4 bulan ini ketika aku Online, dia tak kunjung menampakkan diri. Sekalipun aku tidak di remove olehnya.. Apa dia menghindariku? Walaupun aku cukup kaget melihat wujud aslinya tapi, rasa ingin berteman dengannya tidak hilang.

Selama itu juga ia tak lagi menjadi staff kami, kutanya pada Sang Mi—mantan sahabatnya yang kukira ia tahu keberadaan Jihyun dimana.. ternyata aku salah, sepertinya persahabatan mereka sudah punah.

Aku kembali termenung melihat surat pemberitahuan dari pihak game itu..

***

(Jihyun PoV)

Sehabis membaca surat pemberitahuan ini, mau tidak mau aku mengingat sosoknya—Evil—dia.. huh! benar pertanyaan Jessica Eonni tempo hari, bagaimana kau tahu perasaan Kyuhyun seperti itu ketika tahu wujud asli mu? aku terlalu cepat mengambil keputusan. Kupikir, karena dia artis—sama seperti Junhyung.

Kyuhyun tidak salah..

Tapi, bagaimana kalau benar? Ternyata Kyuhyun adalah orang seperti itu? ah, aku bimbang.. sebaiknya, aku datang tidak ya ke acara ini? aku ingin sekali menjadi Game Master..

***

Bicara Junhyung, kalian pasti menanyakan dia.. ya, kalian tahu kan kalau aku disuruh membaca semua tabloid dan majalah pinjaman dari Soojung? Yup, benar. Aku mendapat informasi dari situ.. kalau Junhyung, sudah mempunyai pacar—yang tak lain dan tak bukan adalah Goo Hara. Kalau tidak salah, member dari Girlband KARA.

Tidak, tidak.. aku tidak cemburu.. aku hanya yaaah.. seperti itukah tipe Junhyung? Kalian bayangkan saja, ketika ia bertemu denganku, jauh dari harapannya bukan? Aku jadi semakin minder.. apalagi akhirnya aku tahu kalau Super Junior itu telah mewabah sampai ke penjuru dunia begitu, Kyuhyun… kupikir ia pasti memiliki selera wanita lebih tinggi lagi bukan? Coba bandingkan aku dengan semua gadis yang dekat dengannya. Gadis-gadis itu bahkan terlihat sempurna tapi tak kunjung menjadi kekasihnya. Sedangkan aku? Dengan postur tubuh yang dulu? Boro-boro dia mau berteman denganku!

Ah!! sudahlah, kenapa jadi melantur begini? Kenapa aku membicarakan sesuatu yang untuk-apa-aku-harapkan? Aku hanya gadis remaja biasa, aku juga bukan fans mereka..

***

(Author PoV)

Yeobo, apakah sebaiknya kita beritahu mereka yang sebenarnya?” tanya seorang wanita paruh baya.

“Apakah tidak terlalu cepat? Bukankah kita sedang menunggu dia untuk perubahannya?” pria disampingnya tak lepas dari koran yang sedari tadi ia baca.

“Percuma kau mengharapkan itu, itu sama saja kau mengharapkan hujan uang. Tidak akan terjadi” sahut wanita itu lagi. si pria hanya mengangguk.

“Kalau begitu perjodohan itu dibatalkan saja?”

“Sepertinya begitu, lagipula aku akan yakin jawabannya pastilah tidak” air muka wanita itu berubah masam.

“Baiklah kalau begitu, minggu depan kita kembali”

***

(Hyomin PoV)

Sebenarnya, aku masih galau karena berita Junhyung Oppa, sudah memiliki kekasih—tak lain dan tak bukan adalah biasku sendiri.. Goo Hara Eonni. Ah, aku mau menangis rasanya. Memang sih, aku baru kelas 3 sekolah menengah dan baru berumur 16 tahun. Tapi… ah! apa harapanku terlalu tinggi ya? Ya tidak mungkin jugalah, gadis sepertiku bisa bersanding dengan Junhyung Oppa.. sekalipun umur kami terlampau jauh sekali, tapi aku sangat menyukainya.

Mungkin kehadiran Jihyun Eonni yang baru bisa membantuku sedikit melupakan Junhyung Oppa..

Oh kalian belum tau bagaimana rupaku ya? Walaupun masih 16 tahun begini sebenarnya aku tidak mini-mini sekali.. kalau Jihyun Eonni tingginya 170. Aku, 163. Aku termasuk kurus seperti Eomma.. aku sendiri saja bingung kenapa Jihyun Eonni bisa seperti itu.

“AAAARGH! Bagaimana ini!??” teriak seseorang yang baru saja datang ke ruang tengah, aku tahu itu Jihyun Eonni. Ada apa dia tumben sekali panik seperti itu?

Wae irae?”

“Datang, tidak, datang, tidak, datang! AAH tidak tidak! Eotteokhae?” sahutnya panik sambil menghitung bunga didalam vas biru ruang tamu. Lucu ya, ekspresi panik transformasi kakakku ini. Dulu, kalau dia panik.. dunia ini serasa bergetar.. hehe, hiperbola sekali ya? xD

Ia menghampiriku dan memberikan sebuah kertas—sepertinya kertas pemberitahuan. Aku membacanya asal, yang penting aku tahu maksud dari surat itu. Ooh! Hanya undangan game saja.. kukira apa.. asal kau tahu, kakakku ini maniak game! Entah apa itu dia mengerti saja tentang game konyol. Hanya melawan monster yang tak akan habis, naik level, dan.. tara! Tak ada istimewanya..

“Eonni ini kan suka sekali dengan game itu, kenapa tidak datang sajaa?” jawabku santai sambil memainkan kuku-ku, aku memberikan solusi yang baik bukan?

“YAA!! kau tidak tahu masalahnya..,” dia terhening—wajahnya melunak, “Ada seseorang yang… hh.. kurasa kau juga tak ingin mendengarnya” dia kembali ke kemarnya dengan langkah gontai. Kata-katanya cukup menggugah hatiku.. kurasa kau juga tak ingin mendengarnya. Kata-kata itu… terngiang di kepalaku, aku merenung.

Iya juga ya, aku baru sadar.. selama ini aku tidak pernah sedekat itu dengan Eonni-ku sendiri—mungkin karena dulu dia kau-tau-apa-jawabannya. Aku selalu tak acuh dengan cerita konyolnya. Sedekat-dekatnya kami, tidak pernah sampai mengenal isi hati satu sama lain.

Sekali-kali aku ingin memiliki ‘kakak’ yang sebenarnya.. dia itu kakak yang polos, dia juga kesepian.. soal dia tak memiliki teman selain Sang Mi Eonni aku tentu tahu, cuma.. isi hatinya? Aku tak pernah mencoba untuk memahaminya. Kalau dipikir-pikir, menjadi Jihyun Eonni itu pasti susah. Bagaimana ya cara mendekatinya?

Jihyun Eonni itu suka…. game! Tapi, tidak lucu kalau aku tiba tiba datang membawa voucher cash untuk permainan konyolnya itu “Eonni, Eonni lihat aku bawa apa.. aku bawa voucher game untukmu” tidak! tidak! bahkan uang jajanku saja sudah nyaris semaput untuk dibelikan voucher tak bermutu itu. selain game, mungkin camilan? Yah! Aku tidak tahu camilan apa yang paling disuka Eonniku. Apa ya yang tidak menghabiskan banyak uang, namun Jihyun Eonni menyukainya..?

Masak? Err.. walaupun tidak pandai seperti Eonni, setidaknya aku bisa… belajar?

Butuh waktu satu jam hanya untuk membuat telur dadar, ya.. seingatku dulu kalau Eonni sedang malas memasak dia akan memasak telur dadar. Yah, ini terlihat mudah.. tapi, kenapa ketika membuatnya, cangkang telur itu malah ikut kegoreng?! Aku tidak setega itu memberi Eonni ‘cangkang telur goreng’ ini. Kalian tahu? Ini sudah butir ke-empat! Dan tidak ada yang berhasil!

Tapi, untunglah yang ke-lima ini tidak seburuk itu. walaupun masih ada, tapi hanya sedikit. Semoga mulut Jihyun Eonni tidak merasakan adanya serpihan cangkang tersebut.

Tok! Tok!

Aku mengetuk perlahan pintu kamar Jihyun Eonni, tanpa dipersilahkan aku langsung masuk karena pintunya tidak dikunci. Terlihat Eonni sedang menatap nanar kertas undangan yang barusan ditunjukkan padaku. Aku perlahan mendekatinya, akhirnya ia menatapku. Ia menatapku bingung sambil melihat apa yang aku bawa.

Geugae Mwoya?” tanyanya.

“I.. ini… ini err.. aku sengaja membuat ini untuk Eonni” ujarku pelan. Aku menyerahkan ‘telur dadar gagal’ itu kepadanya.

“Kau kan tidak bisa memasak..?” cukup sesak mendengarnya, tapi itulah faktanya.

“Ya.. aku ingin tahu saja pendapat Eonni” saking gugupnya aku menggaruk kepalaku yang sama sekali tidak gatal. Kuperhatikan raut wajahnya saat mencoba masakan buatanku.

“Hmm.. lumayan.. masita!” sahutnya sambil tersenyum. kyaaa dia bilang enak! >< berarti cangkang itu tidak terdeteksi di mulutnya!!

Jeongmal?” dia hanya mengangguk.

“Tapi, sepertinya.. kau,” aku memiringkan kepalaku sedikit, “harus kuajari bagaimana caranya membuka cangkang telur yang baik dan benar”

Kusimpulkan satu hal, mulutnya tidak bisa dibohongi. Dan satu saran untukku, jangan memberinya telur cangkang dadar!

***

Untunglah, setelah kejadian lusa kemarin, Jihyun Eonni sudah mulai terbuka hatinya untukku. Dia mulai banyak bercerita tentang dirinya, dan game. Tapi, aku berusaha untuk menjadi pendengar yang baik.

Kau tahu, aku sempat shock! dari cerita Eonni ternyata.. Sang Mi Eonni jahat sekali! dia terlihat manis saat denganku. Sungguh aku kecewa.. tidak ada lagi teman fangirlingku saat dirumah! Tapi, sebuah kemajuan buat Jihyun Eonni! Dia sudah lumayan tahu banyak artis tanah kelahirannya sendiri! Jihyun Eonni juga memintaku untuk memberitahu yang lain. hahaha, itu urusan gampang! Kini, tidak ada Sang Mi Eonni.. Eonniku juga jadi.

Jihyun Eonni juga bercerita tentang Evil—entah siapa gerangan itu, Eonni tidak memberitahu siapa itu Evil dan aku juga tidak ingin tahu. Dia mengajak Eonni daftar menjadi Game Master. Dan mereka terpilih! Lusa, tanggal 17 para calon GM yang terpilih itu harus berkumpul di tempat yang ditentukan. Sedangkan Eonni masih ragu untuk bertemu si Evil—intinya begitu.

***

(Jihyun PoV)

Hari ini adalah hari Sabtu, 17 September. Dan aku masih bimbang, datang atau tidak ke acara itu. Sekarang sudah jam 15.38, apa aku tidak usah datang saja ya? Lalu aku kemana? Hmm.. tadi sih Yoona Eonni mengirimiku pesan.. katanya mereka sedang kosong dan menginginkanku untuk datang ke Dorm mereka—untuk mendengarkanku menyanyi dan membuatkan makanan tentunya. Yah, kalian ingat pada saat aku bernyanyi ‘First Love’? dihadapan Luna dan Krystal? Ternyata, tanpa sepengetahuanku—saat aku memejamkan mata. Krystal merekam nyanyianku dan mengiriminya ke SNSD Eonni-deul. Jadilah begini, mereka ingin aku bernyanyi live dihadapan mereka. Aku kan malu T_T

Kalau ke Dorm SNSD, aku juga ingin sekalian ke Dorm F(x) untuk mengembalikan baju Krystal yang aku pinjam. Tidak mungkin kan, dengan tubuhku yang sekarang aku memakai bajuku yang lama? Sekarang aku bisa memakai baju Eomma. Memang sih, selera baju Eomma agak.. kau tahu kan? Tapi, aku memilahnya~ akhirnya kini aku memakai mini dress warna peach. Dengan double breasted coat warna coklat. Hanya saja, kancingnya dibuka semua.

Eh? kok jadi bicara seperti ini? aku kan sedang bingung! bantu aku! Datang atau tidak ya? Tidak usah saja ya? Aku rindu SNSD Eonni-deul.

Baiklah! Kuputuskan, untuk mencari taksi menuju Dormitory SNSD~

Selama berada di taksi, aku berusaha untuk tidak mengingat acara tersebut dan Evil. Aku berusaha fokus pada hal lain. Aaaa! Tapi susah.. pikiranku melayang, pada saat ber-chat ria di game bersama Evil, mengingatnya aku jadi senyum-senyum sendiri. Sampai-sampai, supir taksinya ikut terkekeh melihatku dari pantulan kaca.

Kalau dipikir-pikir lagi, sepertinya Evil memang benar-benar ingin menjadi Game Master—sebenarnya aku juga.. tapi, sekarang.. melihatnya saja entah aku sanggup atau tidak. Kalau aku tidak hadir, apakah Evil akan di-diskualifikasi? Kalau aku tidak hadir, itu sama saja menghancurkan mimpi Evil.

***

(Kyuhyun PoV)

Aku memutuskan untuk datang lebih awal. Aku berjalan memasuki lapangan gedung itu dan duduk di sebuah kursi dengan meja sesuai nomer yang kudapat dengan JH. Disana sudah banyak yang datang rupanya.

Kudengar banyak sekali yang berteriak histeris memanggil namaku, tak jarang aku juga mendengar bisikan dan perbincangan seseorang tentangku.

“Tak kusangka, saingan kita seorang Cho Kyuhyun!”

“Mungkin dia menyogok panitianya. Dia kan artis” aku hanya mengepalkan tangan mendengar perkataan ini. Emosi? Menurutmu?

“Tidak mungkin, Pemilihan Game Master ini bukan asal-asalan. Panitia tidak mencari Game Master yang kaya, tapi yang memang benar-benar seorang Gamer sejati” yah.. aku setuju pada orang yang berkata seperti ini.

Sekarang masih jam 15.52 belum ada tanda-tanda kedatangan JH. Ah? apa mungkin terlalu cepat.

Untungnya, hari ini Super Junior sedang tidak terlalu sibuk. Hanya Siwon mungkin, karena ada pemotretan. Ngomong-ngomong, kenapa SparKYU ramai sekali? memangnya aku memberitahu mereka kalau aku akan menghadiri event ini? memang banyak sekali Stalker yang mengikuti kami, tapi.. kurasa tadi aku sudah cukup berhati-hati.

Peserta lain sudah banyak berdatangan,tentu saja.. jam sudah menunjukkan angka 16.34 namun JH tak kunjung terlihat batang hidungnya. Aku hanya bisa membuka akun Twitterku lewat Handphone. Banyak sekali mention dari ELF diluar sana, ada yang memakai bahasa yang sama sekali tidak aku mengerti, ada juga yang di campur antara Korea dan bahasanya sendiri.

Tapi, kalian tahu? Banyak ELF luar yang menyinggung avatar Twitterku. Telur dengan Background ungu, itulah avatarku saat ini. ada yang salah? Menurutku tidak. tapi mereka selalu mengungkitnya. Kalau aku mau, aku bisa menggantinya setiap hari. Aku hanya tidak ingin, orang-orang—selain ELF mem-follow ku hanya karena ke-tampananku pada Avatar yang dapat mereka lihat. Kalau telur? Mungkin orang-orang akan berpikir dua kali untuk mem-followku—itu kalau mereka tidak melihat tweetsku. Dengan avatar ini, aku juga menghindari Gaemgyu-Gaemgyu yang lain. Tidak semua telur saat membuat akun twitter akan ber-background ungu kan? Haha!

“Annyeong, dimana partnermu?” tanya seorang wanita berambut pendek memakai baju kuning bertulisan ‘Crew’.

“Entahlah, mungkin sebentar lagi akan datang..”

“Acara sudah hampir dimulai, kalau partnermu tidak datang, kau terpaksa akan kami diskualifikasi”

Benar, sekarang sudah jam 16.46 dia tak kunjung datang. Apa mungkin dia tidak akan datang? Harusnya aku menyadari hal ini, dia membencimu Cho Kyuhyun! Dia tak mungkin datang, apalagi ia tahu akan bertemu denganku.

“Baiklah, aku akan pergi. Sepertinya dia juga tak akan datang” ujarku, bersiap untuk pergi dari sini.

“Mian! Aku terlambat!”

-TBC-

mugyaaa >< ini lama ya? yaampun! abisan saya sebagai authornya aja bingung mau dibikin gimana ini cerita, tapi overall.. ending udah kedapetan akan kayak gimana.

selamat tahun baru ya >< saehaebok manhi badeuseyo~ buat para admin ffi, authornya, reader.. silent reader juga~ telat? ah yaudah.. ngepostnya juga baru hari ini kkk.. buat author si choi seunwoo.. tetep RCL ya walaupun udah tau jalan ceritanya & ditunggu ff hari rabu nanti xDD *gasabar* #plakk

buat para reader, semoga ga bosen bosen ya baca ff naas ini T_T kalo pada bosen.. terpaksa diperpendek deh chapternya supaya cepet selesai :/ tadinya sih niat buat bikin sequel.. tp liat readernya dulu aja ^^

keep RCL~

Advertisements

88 responses to “My Fat & Game Chp. 5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s