Forever With You 1/3

Title : Forever With You

Author : Enny_xie

Cast : JYJ [Junsu , Yoochun n Jaejoong] , Hwang sung young [Zenny] , Hwang sung yeon [Fenny] and Shin Yeonni [author]

Lenght : [Series] 2,766words

Rating : [PG-13] + STRAIGHT

A.N : GAK SUKA , JANGAN BACA – KLO UDAH BACA , JANGAN LUPA UNTUK RCL [Read,Like & Comen]

^^

“aneh banget!” seru sung yeon tiba-tiba

“mwoga?” Tanya sung young yg masih sibuk dengan bekal ditangannya

“maksudku- aku heran , kenapa kamu bisa suka sama namja itu! Uda jelek , tak berkelas , sok pulak!!” sung young hanya bisa tersenyum mendengar cercaan temannya itu
“lihat! Baru saja diomongin uda muncul! Emank sial!” tambahnya lagi – sung young menoleh kebelakang

“jaejoong a! disini” melambai-lambai – sang namja yg disebut jaejoong itupun datang ketempat mereka

Begitu sampai ditempat , wajah sung yeon jadi hitam sebelah karna kesal “wae?” Tanya jaejoong heran

“ada yg habis mengataimu tadi. Hehe” jelas sung young , jaejoong pun memberi tatapan mematikan kearah sung yeon dan mendapatkan ejekan darinya WEKQ!!!

Ntah kenapa , padahal mereka ini sepupuan dan tinggal bersama tapi kerjaannya perang mulut melulu. Kasian sung young yg berada ditenggah.

“gomawo , sudah mengantarku pulang hari ini”

“ehm! Diluar sangat dingin , cepatlah masuk dan istirahat”

“arra. No du, cepatlah pulang. Aku bisa masuk sendiri kok!”

Begitu jaejoong siap-siap bergerak untuk meninggalkan sun young . tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat didepan rumah dan seorang ajushi yg kelihatan begitu galak keluar dari dalam mobil . melihat kedatangan orang tsb , jaejoong langsung menunduk 90 derajat

“annyeong ajushi” salam jaejoong – tapi ajushi tsb tidak menepisnya malah langsung menarik sung young untuk masuk kedalam rumah

“cepat masuk!!” teriaknya

Hati jaejoong tentu sakit diperlakukan seperti itu , tapi apa boleh buat. Ia tau alasan appa sung young , mereka adalah keluarga yg cukup kaya dikorea. Sedangkan dirinya? Apapun bukan! Pikiran seperti itu membuat dirinya menjadi takut ‘apakah ia bisa bersama dengan sung young untuk selamanya?’

,,,

“appa , apa yg kamu lakukan barusan?” Tanya sung young dengan sedikit teriak , lalu melepaskan gengaman appanya dengan kuat

“appa melakukan ini juga demi kamu , anak babo!” ucap appanya emosi

“wae??”

“bukankah appa sudah pernah mengatakannya kepadamu . appa melarang kamu bersama dengan namja miskin itu , klo kamu berani melanggarnya lagi appa akan mengirimmu ketempat umma , arra??”

“klo begitu sung young juga sudah pernah bilang ke appa. Aku mencintai jaejoong oppa dan tidak akan pernah meninggalkannya!!” PLAK/// sebuah tamparan diterima sung young
“kamu menamparku?” Tanya sung young mulai berderai air mata
“I HATE U!!” kemudian ia-pun lari kekamarnya

Appa sung young menatap tangannya sendiri dan merasa sangat menyesal , tapi walaupun begitu ia tetap yakin klo apa yg dia lakukan itu adalah bener “kamu tidak tau bagaimana hidup diluar sana bila tidak uang , dasar anak babo!!”

*@*

Keesokannya masuk sekolah seperti biasa , walaupun tinggal serumah tapi sung yeon tidak pernah berangkat barengan bersama jaejoong kecuali hari ini. Sung yeon telat bangun dan dengan terpaksa harus nebeng sepeda motor jaejoong

“pegang yg erat” ucap jaejoong dan sung yeon tidak menurutinya

“huh!” balasnya pula

“klo kamu duduk seperti ini , aku gak tanggung loh klo misalnya ditengah jalan kamu terjatuh – luka dan bila kena badan sih gak apa-apa . takutnya klo kena wajah-“ jaejoong memperhatikan wajah sung yeon “uda muka gak seberapa , luka lagi!” Mendengar hal ini , tangan sung yeon reflek ingin menghajar sepupunya yg kurang ajar ini tapi sayang berhasil ditahan oleh jaejoong
“udah! Jangan marah-marah lagi , apa kamu tau marah-marah terus akan cepat tua” sung yeon kembali kesal , tapi jaejoong langsung melanjutkan “nah! Tuh kan” ia pun menjadi malu untuk marah dan menahannya

Jaejoong melingkarkan tangan sung yeon kepinggangnya , pertama sih ia langsung menarik tangannya kembali tapi jaejoong tetap bersikeras melakukan hal itu dan ia pun terpaksa nurut untuk keselamatan dirinya sendiri . tanpa jaejoong ketahui , sebenarnya sung yeon sempat tersipu malu atas perlakuannya

“pelan-pelan”

“klo begitu mari kita berangkat GOOOOOO~” wusssshhhhh……

“AGGGGKKKHHHHHH!!!!” PLETAK/ dengan cepat sung yeon menangalkan helmnya dan menghantamnya kekepala jaejoong “BUKANKAH SUDAH KUINGATKAN UNTUK PELAN-PELAN!” teriaknya – alhasil semua murid yg berada diparkiran kini menatap pada mereka

“jangan teriak-teriak , semua orang akan melihat kita. Apalagi- apa kamu tidak melihat jam? Klo tidak cepat akan terlambat babo!”

“what? babo??” helm yg ada ditangan sung yeon hampir mendarat kekepala jaejoong untuk kedua kalinya bila suara panggilan itu tidak muncul

“jaejoong a~” sung yeon langsung menoleh , tentu saja ia sudah menyadari itu suara sung young

“mwoeyo?”

Merasa tidak enak berada ditengah-tengah mereka , sung yeon pun pamitan untuk masuk ke-kelas duluan “kalian juga cepatlah masuk, Daripada ntar telat”

“oh~” jawab mereka barengan

“bagaimana? Setelah aku pulang , appamu tidak memarahimu kan?” Tanya jaejoong cemas

Sung young langsung memeluknya “ani!”

“baguslah” jaejoong membelai rambut sung young lembut

“oppa! Aku-ingin selamanya bersamamu dan tidak pernah terpisah”

Dengan pelan jaejoong melepaskan pelukannya dan mengengam erat kedua bahu sung young “tenanglah , kita pasti bisa mewujudkannya. Hehe”

*@*

“hallo hyung , otte? Apa dia sudah setuju?”

“tenanglah! Besok dia akan kesana mencarimu . kita tunggu saja harinya untuk menjadi besan , haha”

“haha” tawa appa sung young melengking

,,,

“jaejoong a! hari ini ada rapat osis , gak lupa kan?” Tanya yoochun – ketua osis sekolah tsb

“ah~ madda!” seru jaejoong lumayan terkejut ‘bagaimana ia bisa lupa’ sebagai wakil ketua osis tentu saja jaejoong harus hadir
“chakaman!” terburu-buru jaejoong menghampiri sung young dan sung yeon yg nampak lagi ngobrol itu
“sung yeon a!” panggilnya dan kedua gadis ini menoleh barengan

“mwoyo?!” balasnya jutek

“aku ada rapat setelah pulang sekolah , bantuin aku anterin sung young pulang ya?”

“aniyo! Aku bisa sendiri” sela sung young kemudian

“nah! Liat , katanya bisa sendiri tuh!” jawab sung yeon cepat membuat kepalanya hampir digetok oleh jaejoong

“kamu ini beneran de~” hela jaejoong dan lagi-lagi mendapatkan ejekan dari sung yeon WEKQ!

Sung young hanya bisa ketawa melihat tingkah mereka “sudahlah! Ayo cepat pergi , nanti telat”

“em araso! Klo begitu nanti hati-hati ya. Dha!” jaejoong pun pergi

Sung young menghela nafas panjang setelahnya dan cukup membuat sung yeon heran tapi ia tidak bertanya alasannya. Karna bila bisa jujur , sebenarnya sung yeon tidak begitu suka mendengar permasalahan mereka berdua bila tidak terpaksa , seperti contohnya-

“sung yeon a~ ada yg ingin aku katakan kepadamu”

-ketika sung young ingin menceritakannya kepada sung yeon . Karna teman dekat sung young hanya satu dan itulah sung yeon , mau gak mau hanya dialah yg bisa menjadi tempat curhatnya

“mwo?”

“appa ingin aku bertunangan dengan xiah”

“MWO!!” kali ini dengan suara yg lebih keras “apa yg kamu katakan? Tunangan? Nugu? Xiah! Bagaimana dengan jaejoong?? Dan-….” Sungguh panjang lebar yg ia ucapkan (sampai author malas untuk mengetik , keke)

“justru itu! Aku sudah menolaknya , tapi appa memaksa – malah menamparku” terkejut – sung yeon menutup mulutnya dengan tangan

“gwencana?” sung young menganguk lemas

“bagaimana denganku , sung yeon a~? Aku beneran tidak ingin bertunangan dengan namja itu! Apalagi- kami bertemu saja tidak pernah , tunangan apa coba?” kesalnya

‘xiah xiah xiah…nama yg gak lucu!’ pikir sung yeon setelah sampai dirumah dan duduk menghadap keluar jendela dari kamarnya . ntah kenapa nama tsb terus muncul diotaknya , mungkin saja karna ia tidak pernah mendengar nama seaneh ini

“lebih baik juga Kevin , Jason ataupun tommy” ia menjadi sibuk sendiri ‘dasar babo namja! Nama aza pilihnya gak becus apalagi orangnya , ckck’

*@*

Sam masuk kekelas dengan seorang murid baru pindahan amerika “perkenalkan dirimu” perintahnya , sang murid pun menurut dan maju kedepan kelas

“hi..i’m-“ ia sempat berhenti sebentar lalu melanjutkan kembali – tidak tau ia berhenti karna apa – melihat matanya yg menerawang sekelas , mungkin saja ia lagi mencari tempat duduk yg pas “kim junsu imnida , pangawayo” salamnya

Semua murid khususnya yeoja yg ada dikelas itu pada berteriak histeris melihat junsu , sampai yoochun harus menutup mata yeonni dengan buku agar tidak terus-terusan menatap namja ini

“yach! Cukup ya~” teriaknya pada yeojachingunya ini

“mwoya~ ada cowok cakep kok gak dilirik sih! Kan sayang~ hihi”

“iiihhhhhhhh~” yoochun bisa darah tinggi dibuatnya

Mungkin karna itulah , walaupun popular dikalangan yeoja tapi ia sangat dibenci oleh para namja

“duduk saja disana” tunjuk Sam disamping sung yeon

“gomawo” junsu pun mengikutinya

Disamping tempat duduknya ada seorang yeoja yg sedang tidur dengan pulasnya , junsu menebak mungkin saja sejak awal ia sudah tertidur dan sama sekali tidak melihat acara perkenalannya . selama 2 les , dengan baik hati junsu menutupi sung yeon dengan mendirikan sebuah buku didepannya dan untung saja Sam tidak menyadari masalah ini sampai jam istirahat berbunyi dan Sam keluar dari kelas . junsu kemudian menatap seorang yeoja lain yg duduk dimeja sebelahnya dengan lirikan mata yg tidak biasa, untung saja namja yg ada disamping yeoja tsb tidak menyadarinya. Bila tidak , mungkin saja perkelahian akan terjadi

,,,

“mo makan apa?” Tanya jaejoong perhatian

“terserah” jawab sung young yg sebenarnya tidak nafsu makan apalagi setelah melihat kedatangan murid baru itu

“baiklah , klo begitu ayo kita ke canteen dan (makan)” tiba-tiba anggota klub basket datang menghadangnya
“waeyo?”

Salah satu dari anggota tsb yg bernama leeteuk menarik jaejoong agak jauh “yach! Kita perlu bantuanmu , kamu tau shindong kan? Karna salah makan , daritadi pagi ia munber terus dan tidak bisa mengikuti pertandingan. Please jaejoong a~ gantiin posisinya”

“MWO! Aku!” jaejoong menoleh kearah sung young dan leeteuk bergantian lalu berpikir ‘makan siang dengan sung young setiap hari bisa dilakukannya , tapi masalah pertandingan. 1 tahun sekali baru diadakan’
“baiklah! Tunggu sebentar” lalu ia menghampiri sung young
“mian. Aku-“

“aku sudah mendengarnya. Pergilah! Aku bisa makan bareng sung yeon”

“baguslah klo begitu. Dha!”

Seperti apa yg ia katakan , sung young pun mendekat kemeja sung yeon dimana orang baru itu duduk disampingnya . baru saja tangannya yg lembut ingin membangunkan sung yeon , sebuah tangan menahannya “kamu bisa pergi denganku . dia sedang tidur , apa kamu enak hati menganggunya?” ucap junsu sambil tersenyum nyengir

‘bad!’ ternyata bukan cuman makan siang jaejoong tidak bisa menemani sung young , tapi pulang juga . sung young malu meminta bantuan sung yeon , karna hari ini ia kelihatan begitu lelah – bawaannya tidur melulu – jadi gak sampai hati. Sebenarnya disaat-saat seperti ini , sung young ingin setiap jam , menit , detik tetap bersama jaejoong . karna semenjak masalah tunangannya itu , ia menjadi takut dan merasa hari-hari seperti ini tidak akan dengan mudah didapatkan lagi. Dimana perasaannya lagi tidak baik seperti itu, supir yg menjemputnya malah telat datang . bener-bener hari yg buruk dan kini bertambah buruk lagi setelah melihat wajahnya

Sebuah mobil berhenti didepan sung young dan seseorang keluar menghampirnya . sung young sangat yakin klo namja ini bukan supirnya – tentunya “khaca! Kuantar pulang” ajak junsu

“gak perlu! Ada supir yg akan menjemputku” balas sung young

“oh… jinja? Ani… tapi aku percaya supirmu tidak akan datang hari ini” sung young menatap junsu ‘sok tau u!’
“tidak percaya? Kamu bisa mencoba untuk meneleponnya” Setelah dipikir-pikir , sung young akhirnya mendengar apa kata junsu . apalagi ia emank sudah lama berdiri disini dan supirnya tidak datang-datang

“hello appa! Mana supir yg menjemputku?”

“aku sudah menyuruhnya untuk menjemputmu , tapi bukan supir melainkan tunanganmu. Apakah kamu sudah bertemu dengannya?”

“MWO? DUGU-E??”

“aku! Orang yg akan menjemputmu itu adalah aku XIAH JUNSU” lagi-lagi ia tersenyum nyengir

‘sungguh mengerikan’

,,,

Keluarga sung yeon membuka sebuah usaha tempat makan dan karna semalam orang yg bantu-bantu tidak datang . ummanya terpaksa melakukan semuanya sendirian , karna tidak tega melihatnya – terpaksa sung yeon membantu dan membuat dirinya kecapekan seperti ini ‘tau gitu kuajak sih jaejoong’ sesalnya . Kini ia sedang duduk bersimpuh didepan mejanya yg menghadap keluar jendela , sambil bersantai ia mulai memikirkan masalah yg terjadi tadi siang

BHAM! Suara rotan yg menghantam papan tulis dengan keras , karna suara itulah akhirnya sung yeon terbangun dan cukup terkejut kenapa tiba-tiba ada sesosok manusia disampingnya

“kamu sudah bangun?” ucap tuh namja dengan suara sehalus mungkin

Sung yeon menelan ludah dalam “du-dugu?”

namja tsb tiba-tiba tersenyum setelah mendengar pertanyaan yg keluar dari mulutnya “benerkan tebakanku , kamu pasti sudah tidur dari awal dimulainya kelas karna itu kamu tidak tau tentangku” sung yeon hanya diam
“baiklah! Klo begitu mari kita berkenalan sekali lagi. Aku adalah murid yg baru masuk dikelas ini , pangawayo. Kim junsu imnida” jelasnya sambil tersenyum manis kearah sung yeon

“oh..i see, klo aku (sung yeon)”

“aku sudah tau, hwang sung yeon kan? Nama yg manis” sung yeon mengangguk datar ‘yach! Apakah hari ini aku mendapatkan lotre sehingga bisa duduk sama namja setampan ini?!’

“bagaimana kamu bisa tau?”

“oh… karna aku belum memiliki buku pelajaran guru ini jadi terpaksa mengambil punyamu dulu. Mian… dan tanpa sengaja membacanya” menunjuk nama yg tertera pada buku

“oh…”

“ah! Kamu pasti belum makan siang kan daritadi? Ini, aku sengaja membelinya untukmu. Makanlah!” junsu mengeluarkan sebuah hamburger dari dalam lacinya dan dipindahkan kelaci sung yeon .

Tentu saja sung yeon menerimanya karna perutnya terasa lapar saat ini , dengan satu gigitan burger tsb sudah kehilangan ¼ bagian dari tubuhnya (?) dan makin lama makin tidak tersisa , sung yeon memakannya dengan lahap dibalik sebuah buku yg menjadi tamengnya

Menurut sung yeon junsu adalah namja yg baik , perhatian dan cakep lagi. ia benar-benar memenangkan lotre hari ini dapat duduk bersamanya , tapi beda dengan sung young yg tidak sependapat seperti itu

“appa! Kenapa harus melakukan ini terhadapku. Kamu tau aku hanya menyukai jaejoong oppa seorang” teriak sung young dikamar appanya

Mengikuti sung young , junsu juga ikut masuk kedalam

Tidak menepis teriakan putrinya , appa sung young hanya mementingkan kedatangan junsu “ah~ junsu , pasti kamu yg mengantarkan sung young kan?”

“ani!”

“kenapa harus!” jawab sung young cuek

“em…wae?-“

“sung youngie , sampai mati juga tidak ingin aku mengantarnya. Apa boleh buat” ucap junsu yg membuat appa nya bertambah geram dan hampir memukul sung young untuk kedua kalinya . tapi ntah kenapa junsu malah menahan hal itu terjadi
“aboeji,jangan lakukan hal itu terhadap yeoja. Kamu hanya ingin putrimu menikah denganku bukan. Aku akan membuat keinginanmu terkabul , tapi satu syarat. Mulai saat ini jangan mencampuri urusan kami”

“tapi-“ appa sung young nampak tidak yakin terhadap calon menantunya ini

“tenanglah , aku akan membuat dia menyukaiku dengan tulus” ucapnya lalu melirik pada sung young lembut

‘kenapa rasa ngeri tadi sudah menghilang sekarang?’ heran sung young terhadap perasaannya sendiri ‘kamu tidak mungkin bener-bener terpikat olehnya-kan hwang sung young?!’

“andwe-andwe!” sung young mengeleng-geleng kepalanya kuat
“dihatiku cuman ada jaejoong oppa untuk selamanya”

Aksi junsu menahan tamparan appa sung young tadi bener-bener membuat dirinya berpandangan lain terhadap namja satu ini ‘bukankah melihat ia ditampar akan membuatnya senang , tapi kenapa ia malah mencegahnya? sebenarnya makhluk seperti apa junsu ini?’

*@*

Keesokan paginya junsu sudah menunggunya diluar “naiklah!” sung young mengerutkan dahinya

“aku bisa naik BUS SENDIRI!” ucapnya penuh penekanan

“oh~ “ junsu belum sempat berkata apapun -sung young sudah berjalan pergi
junsu menariknya “appamu sedang melihat kita dari jendela kamarnya , bila kamu tidak pergi bersamaku. Kamu kira ia akan membiarkanmu sendiri , saat itu malah akan bertambah banyak orang yg menjagamu dan jangan harap kamu bisa menemui oppa-mu itu lagi”

“kamu- ingin membantuku?” tanya sung young ragu

“ani! Tapi membantu diriku sendiri. Sudahlah~ ayo masuk kemobil dulu , apa kamu tidak melihat jam , kita akan terlambat klo tidak bergegas sekarang”

“eh eh! klo nanti ada yg melihat kita kesekolah bersama , gimana? andwe!”

“tenanglah~ nanti kamu turun dulu dan aku akan memarkirkan mobilku ketempat lain , oke? Udah bisa kan putri. Fiuh~ cepatlah naik!”

Junsu yg awalnya kelihatan buruk itu kini lambat laun menjadi baik dimata sung young , katanya sih ingin membantu dirinya sendiri tapi sampai hari ini ia kelihatan lebih banyak membantu sung yeon . disekolah mereka kelihatan seperti orang yg tidak saling kenal satu sama lain tapi sampai dirumah akan menjadi teman yg baik , walaupun appa sung yeon tidak mengetahui kecurangan ini , tapi ketika melihat mereka tidak lagi saling bertengkar ataupun adu mulut ia sudah sangat bersyukur , ada perkembangan – menurutnya . pagi kesekolah mereka selalu barengan , begitu juga pulang –bila jaejoong tidak bisa mengantar sung young tentunya . Ditambah emank akhir-akhir ini jaejoong selalu disibukkan oleh osis dan latihan basketnya , sama sekali tidak ada waktu yg tersisa untuk sung young . selain jam pelajaran , waktu yg lain harus sung young habiskan bersama sung yeon saja . sampai akhirnya ia tidak tahan lagi dan berniat untuk mencari jaejoong ketika pulang sekolah tanpa memberitahu junsu terlebih dahulu

“jaejoong oppa! Ini minumanmu. Hehe”

Begitu sampai ditempat , ia sudah melihat adegan dimana tiffany memberikan minuman dan handuk kepada jaejoong dengan mesranya

=== Wait for the NEXT STORY===

2 responses to “Forever With You 1/3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s