Seasons of The Lucifer [CHAPTER 7] Part. B

 

Seasons of The Lucifer

Title:Seasons of The Lucifer

Author: LucifeRain / Aya

Genre: romantic – comedy, Friendship, AU, Fantasy

Leght: Chapter

Ratting:General

Main Cast:

Cho Minhye a.k.a Cho Minhyun

Kim Kibum a.k.a Key

Choi Minho a.k.a Minho

Lee Taemin a.k.a Taemin

Kim Jonghyun a.k.a Jonghyun

Lee Jinki a.k.a Onew

Support Cast

–          Choi Jinhya

–          Uzuki naomi

–          Lee Eunki

SOL [teaser]SOL [chapter 1]SOL [chapter 2]SOL [Chapter 3]SOL [Chapter 4], SOL [Chapter 5], SOL [chapter 6] part.A,   SOL [chapter 6] part.B, SOL [chapter 7] part.Aand others

 

______________

 

Lucifer

Seseorang berwajah malaikat namun seperti iblis

Hati yang egois

Cinta yang tulus

Kesucian yang keliru

Mengancam

Berulang kali salah seperti malaikat dan iblis

Mempunyai perasaan yang tidak jelas

Lucifer adalah keberanian

—————————–

 

Saat Minhyun kembali dari toilet, dirinya dikejutkan dengan kelakuan Jinhya yang sedang heboh membongkar isi lemari dan mencampakan isinya begitu saja di atas tempat tidur. Dengan mulut terngaga Minhyun menghampiri temanya itu.

“Ya! Kau kerasukan huh?!” sahut Minhyun sambil mengoyang goyangkan kepala Jinhya.

“Pabboya! Aku sedang mempersipkan sesuatu tahu” rutuk Jinhya lalu menendang Minhyun.

“tadi aku menghubungi Onew dan dia bilang dia akan ke Disney land. Misi kita adalah menyelidikinya, Arrasso?!!!” papar Jinhya dengan hawa berapi api membuat Minhyun bergidik ngeri.

 

“kalau Ketahuan bagaimana, kau kan tahu Onew itu pintar?”

“karena itulah aku sudah mempersiapkan semua ini” Jinhya menunjuk barang barang yang tergeletak asal di atas tempat tidur. Minhyun menegak ludah dengan susah payah, sepertinya hawa kamar ini sudah diselubungi aura aura mistis.

 

~*~*~*~

“bukankah kita semakin terlihat mencolok” gerutu Minhyun sambil membetulkan kacamata hitamnya yang terus melorot karna kebesaran.

“ini namanya penyamaran” ucap Jinhya bersikukuh dengan ide konyolnya ini.

Mereka terlihat sangat aneh. Ditengah warna warni yang mengiasi taman bermain Disney Land terlihat dua orang berpakaian hitam berpenampilan konyol. Mereka adalah Minhyun dan Jinhya.

Jinhya mengenakan quiltted jacket hitam tebal yang kerahnya berbulu dan celana Jins sobek sobek yang entah dia dapatkan dari mana. yang lebih aneh lagi, Jinhya memakai rambut brekele yang mirip seperti brokoli. Niat awalnya sih ingin mengikuti Style marlin monroe atau apalah namanya, tapi gagal total karna yang ia punya hanya rambut palsu hitam kribo.

 

Sedangkan Minhyun dia menyemar jadi yeoja atau errr…. Lebih tepatnya kembali menjadi yeoja -Jinhya yang menyuruhnya agar tidak ketahuan. Minhyun menarik narik pakaianya dengan risih. Sesekali dia menggaruk rambut palsunya yang terasa gatal.

 

Arghhh… Jinhya memang parah. Tadinya dia memaksa Minhyun mengenakan sepatu Boots hitam di atas lutut, hotpans hitam dan tanktop hitam dengan maksud menyerupai tokoh film-film action. Tapi Minhyun menolak mentah mentah, dia menambahkan Knit cardigan berwarna Cream karena tak mau seaneh penampilan Jinhya.

Mereka berdua sama sama mengenakan kacamata hitam dan masker. Sebenarnya Minhyun ingin protes karena anak anak terus menujuk mereka dengan tatapan geli, tapi melihat Jinhya yang kelewat niat Minhyun mengurungkan niatnya.

 

“aigoo… rambut ini gatal sekali” gerutu Minhyun entah sudah berapa kali. Dari tadi dirinya sibuk membetulkan kacamata yang melorot dan menggaruk rambut yang gatal.

“psssttt… diam, aku sedang mengamatinya” bisik Jinhya. Sudah setengah jam mereka mengamati Onew namun belum ada sesuatu yang berarti.

Tingkah Onew masih terlihat aneh, berbicara sendiri, tertawa sendiri dan senyam senyum sendiri. Membuat Minhyun dan Jinhya bergidik ngeri.

“dia mau naik itu” tunjuk Minhyun pada Onew yang mengantri di depan sebuah wahana penguji nyali. Hysteria

“sudah ku putuskan aku akan menyul Onew” ujar Jinhya berapi api. Saat ia melangkah, tanganya di tahan Minhyun.

 

“apa kau yakin? Apa kau lupa kalau dulu kita muntah muntah naik itu” tanya Minhyun ragu sejurus kemudian Jinhya membalas dengan anggukan mantap.

“kalau kau takut tinggal saja disini” awalnya Jinhya berniat menyindir, tapi Minhyun lebih dulu merespon dengan wajah berseri seri. kali ini gantian Minhyun yang mengangguk mantap.

“aish..” umpat Jinhya, sebenarnya dia takut juga menaiki wahana itu. tapi statusnya sekarang kan Stalker jadi jadian. Aigoo….

 

~*~*~*~

Selepas perginya Jinhya, Minhyun jingkrak jingkrak kegirangan, Sudah lama sekali dia tidak ke taman bermain. Tak peduli dengan teriakan teriakan Jinhya menaiki wahana itu, minhyun sudah berpetualang dari satu tempat ke tempat lain.

Sambil mencubit kecil arum manis dalam genggamanya, Minhyun tak henti hentinya mengedarkan pandang ke sekeliling. Sungguh, dia sangat menyukai suasana ramai seperti ini.

Ketika Minhyun sedang asyik asyiknya mengamati sekitar, tiba tiba seseorang menarik paksa lenganya lalu membuat dirinya merapat ke tembok. Minhyun yang terkejut refleks menjatuhkan arum manis dalam genggamanya.

 

“C… Choi Minho?!!”

Mata Minhyun hampir keluar sangkin kagetnya. Bagaimana bisa seorang Choi Minho menariknya seperti ini? meskipun masker sudah di lepas, tapi Minhyun masih mengenakan kacamata hitam. Lagi pula penampilanya kan sudah dirombak total.

 

“psttt…”

Minhyun mengikuti pandangan Minho, sinar matanya menyorot seorang yeoja dan namja yang duduk di bangku panjang tak jauh dari tempat mereka berdiri. Orang itu adalah… Jonghyun?

Raut kekagetan tercetak jelas ketika melihat Jonghyun sedang melemparkan tawa ke arah gadis di sampingnya. Gadis itu cantik dan sepertinya Minhyun familiar dengan wajahnya cantikya.

“ah, bukankah itu Uzuki Naomi?” terka Minhyun dalam hati. Ia memicingkan matanya, menatap dengan seksama.

Ekpresi Jonghyun yang dingin seperti kemarin, hilang tak berbekas. Namja itu tertawa lepas, tapi gadis disampingnya hanya membalas dengan senyuman. Semakin di perhatikan, ternyata gadis itu terlihat sedikit pucat.

 

Minhyun menaikan kacamatanya yang melorot “siapa dia?” tanyanya kemudian.

“Molla, karna itulah aku kesini untuk menyelidiki Jonghyun” balas Minho yang masih menatap ke arah Jonhyun.

“termasuk menyelediki Onew?” guman Minhyun hati hati dan hanya dibalas anggukan samar dari Minho.

 

“Ya! Bagaimana kau bisa mengenaliku huh?” hardik Minhyun, sontak Minho langsung menoleh padanya.

“karna wajah bodohmu! Jonghyun pasti tahu kalau kau lanjut bejalan tadi” gerutu Minho sedangkan Minhyun hanya terkekeh pelan mendengar ucapanya. Sepertinya dia memang payah dalam urusan nyamar menyamar.

 

Minhyun melepas kacamatanya yang terasa sangat mengganggu, sesaat kemudian ia menggaruk garuk tenguknya yang kali ini sama-sekali-tak-terasa-gatal. Entah kenapa dirinya langsung salah tingkah ketika Minho memandanganya dari atas kebawah dengan tatapan yang sulit diartikan.

“aku aneh ya?”

 

Minhyun menyernyikan dahi melihat Minho yang bergeming tanpa ekpresi, dia mengibas ngibaskan tanganya di depan wajah Minho dan sejurus kemudian namja itu mengerjap sadar.

“hmm.. Ya! Kenapa dilepas. Cepat pakai bodoh!” gerutuan Minho seraya mengalihkan pandang, kontan Minhyun semakin heran.

Sebenarnya Minhyun malas memakai kacamata hitam dan masker bodoh itu. terlihat seperti orang buta yang terkena flu saja. Namun tak ada pilihan lain, dirinya terpaksa menurut kelika Minho melayangkan Gaze Snowstrom mematikan yang membuatnya tak berkutik seketika

 

Belum selesai Minhyun membenarkan penampilanya, Minho sudah lebih dulu berlalu dari depan Minhyun. Spontan Minhyun pun pontang panting mengikutinya berbelok ke sebelah kanan.

Tapi tiba tiba langkah Minho terhenti, Minhyun yang mengikutinya terantuk punggung Minho secara refleks. Minhyun mengusap usap Jidatnya, baru saja dia hendak melangkan protes, namun mulutnya bungkam ketika melihat siapa yang berdiri di depan Minho.

 

“Minho-ya, kebetulan sekali kita bertemu disini” sapa orang itu dengan tawa renyah –tapi mengerikan bagi Minhyun.

Orang itu adalah Jonghyun, Dan tawa kecilnya tadi bukanlah tawa ramah yang biasa keluar dari seorang Kim Jonghyun. Minhyun meraba raba wajahnya, untung saja kacamata dan maskernya sudah melekat.
tatapan Jonghyun beralih ke arah gadis di sebelah Minho, kontan Minhyun menunduk menghindari temu tatap dengan sorot mata Jonghyun yang penuh selidik.

Jonghyun kembali menatap Minho “tuben sekali kau bersama yeoja, apa dia yeojachingu-mu?” tanya Jonghyun sambil mengedikkan dagu ke arah Minhyun.

Minhyun terkesiap pelan ketika ia merasakan seseorang merangkul bahunya. Dia mendongak lalu mendapati Minho yang tersenyum lebar ke arahnya, benar benar langka menyaksiakan namja es seperti Minho tersenyum seceria ini.

“ne Hyung, dia yeojachingu ku” ucap Minho diiringi anggukan mantap. Sedangkan Minhyun tercengang mendapati Sorot mata Minho yang membias hangat.

Minho tersenyum lembut “namanya, Cho Minhye”

 

Kalau saja Minhyun sedang Minum, pasti dirinya sudah tersedak ala drama drama korea. KENAPA? Kenapa Minho mengaku sebagai namachingu-nya. Dan BAGAIMANA MINHO BISA TAHU NAMA ASLINYA?

Minhyun menggeliat risih dalam rangkulan Minho. Sudah cukup! Dia tidak mengerti maksud nama gila yang mengaku sebagai Namjachingu-nya. Asal tahu saja, pacaran pun Minhyun belum pernah. Errr… ini bukan sesuatu yang patut dibanggakan -____-

 

“hyung, kami mau ke wahana bianglala. Hyung mau ikut?” tawar Minho.

“anniyo, aku tak akan mengganggu kalian. Lagi pula yeojachingu ku sudah menunggu, sampai jumpa” jonghyun tersenyum lalu berjalan mengampiri seorang gadis yang menunggu di bawah pohon rindang.

 

Minhyun berbalik hendak melayangkan protes pada Minho, tapi tiba tiba saja namja itu menghilang dari sekitar. Minhyun mengepalkan tanganya geram, kepergian Minho membuatnya diliputi tanda tanya besar.

“Kenapa” satu kata yang merupakan awal dari tiap pertanyaan, sekaligus satu kata yang yang membutuhkan alasan serumit mencari jarum dalam tumpukan jerami. Sukar dan butuh waktu juga pengorbanan.

 

~*~*~*~

 

Minhyun menghampiri Jinhya yang baru selesai menaiki wahana histeria, ia mengulum tawa mendapati wajah temanya yang kini pucat pasi. Sudah Minhyun duga, Jinhya tak akan kuat menaiki wahana uji nyali seperti itu.

“seharusnya tadi kau tidak usah naik, padahal kau bisa kembali menyelidiki Onew waktu dia turun dari wahana menyeramkan itu” ejek Minhyun disusul dengan tawa lebar.

 

Baru saja Jinhya hendak mengomeli Minhyun, tapi nasib baik sepertinya bersama Minhyun karena dirinya langsung dilingkupi rasa pusing yang amat sangat.

Jinhya memegangi perutnya yang seperti teraduk aduk “huekkk… huekkk…”

 

Melihat Jinhya yang menahan Muntah, Minhyun malah tertawa lebar. Ia memegangi perutnya, sakit perut karna tertawa terlalu kencang.

“awas kau Min-ah!” ancam Jinhya kemudian berlali dari hadapan Minhyun. Sepertinya dia akan gentayangan di tempat bernama toilet atau sejenisnya.

 

Selepas perginya Jinhya, minhyun kembali menikmati sekeliling. Dia berjalan sambil mengamati keramaian disekeliling setiap wahana, dengan begini dirinya tak merasa sendiri dan kepenatan itupun tenggelam ditumpuki senyum lebar yang menghiasi wajahnya.

 

Mata Minhyun berbinar binar mendapati pedagang arum manis yang berada tak jauh dari tempatnya, gara gara namja butek itu arum manisnya terjatuh dan dia berniat untuk membelinya lagi.

Kata Appa-nya, arum manis adalah makanan kecil kesukaan Eomma Minhyun. Karena itulah Minhyun antusias menikmati permen kapas itu karena dengan begitu dia merasa lebih dekat dengan ibunya. Sayang, ayahnya sedikitpun tak mau membuka mulut mengenai masa lalunya.

 

Langkah Minhyun terhenti, ia mengurungkan niatnya membeli arum manis karena sekitar 5 meter dari sana terlihat Onew sedang duduk di bangku taman sambil menikmati segenggam arum manis.

Masih sama seperti tadi, ekpresi Onew sangat ceria dan tawa lepas tak sedikipun berhenti melambung dari sudut bibirnya. Rasa penasaran yang sudah tak terbendung, membuat Minhyun melangkah mendekati Onew. Namun sebelumnya ia mengecek penyamaranya sekali lagi.

 

“uhmm… boleh aku duduk sini?” pinta minhyun sekenanya dan hanya dibalas Onew dengan anggukan kecil.

Onew menatap Minhyun lekat “apa kau sakit mata? Atau pilek? Atau jangan jangan….” Onew memicingkan matanya “kau artis ya?”

Gubrakkk….

Minhyun menggeleng cepat. “anniyo, aku… aku hanya…. Hanya…..” Minhyun memutar otak menggali alasan, namun sepertinya otaknya terlalu buntu. Minhyun meringis mengigit bibir sambil menggaruk kepalanya yang lagi lagi terasa gatal “aku hanya….”

 

“sudahlah, kau pasti artis yang sedang menyamar kan?”

Minhyun merutuk dalam hati. Sial sekali dirinya, tadi Jonghyun menyangka dia adalah pacar Minho dan sekarang Onew mengira dia adalah artis yang menyamar. Andaikan Minhyun artis, mana mau dia menyamar dengan gaya bodoh seperti ini. menyebalkan.

“kalau begitu kau harus menjadi bintang tamu ivent sekolahku” ucap Onew kemudian

“sudah ku bilang bukan!” tukas Minhyun, Onew menaikan alis pertanda bingung “aku hanya… hanya sedang sakit mata! Ya, sakit mata” ujar Minhyun gelagapan.

 

“kalau aku tidak pakai kacamata, kau pasti ketularan dan matamu belekan sebesar bola pimpong. Kau mau huh?”

“andwaeyo”

 

Minhyun hanya bisa mengulum senyum melihat ekspresi onew yang konyol.

“kau sendirian?”

Onew menggeleng pelan merespon pertanyaan Minhyun “aku kemari bersama orang yang Special”

“dimana dia?”

“baru saja pergi ketoilet” jawabnya, seketika Minhyun tercengang.

 

Onew menatap Minhyun dengan sinar sendu, sekejap kemudian kedua sudut bibirnya tertarik menampilkan seulas senyum teduh Khas dirinya. Memang sudah sepatutunya Onew bergembira, karena beberapa hari yang lalu awan kelabu yang menyembunyikan karakter aslinya, kini terhiasi corak seribu warna. Seperti pelangi.

Bertahun tahun Onew menunggu kembalinya seseorang agar dapat meruntuhkan gumpalan awan hitam yang semakin lama semakin pekat menutupi kepribadianya.

Dan kini orang itu telah kembali…

 

__FLASH BACK__

 

Seorang namja melangkah santai sambil menjinjing kantong plastik yang depanya terukir nama sebuah Minimarket. Karena jenuh berkutat di depan laptop untuk menyelasaikan proposal, Onew pun memutuskan ke minimarket yang tak jauh dari SShall untuk membeli beberapa camilan.

Onew memasuki gang kecil agar cepat sampai ke jalan belakang SShall. Matahari yang sudah berganti Shift dengan bulan membuat gang itu hanya disinari cahaya remang.

 

Bunyi langkah kaki Onew sedikit menggema karena gang itu cukup panjang dan sepi, namun lama kelamaan pantulan bunyi itu terdengar semakin ramai. Tepat ketika onew menghentikan langkahnya, gemaan itu masih terdengar.

Reflesk Onew berbaling ke belakang sembari menjinguk ke sembarang arah. Kosong, tak ada siapa siapa dan anehnya derap langkah kaki itu berhenti mengema.

 

Onew kembali melanjutkan langkahnya dan beberapa saat kemudian derap langkah asing itu terdengar lagi. Onew kembali berbalik, sama seperti tadi ia tidak menemukan apa apa.

“sial!” gerutunya. Entah kenapa Onew lebih berharap itu suara dedemit atau hantu dari pada banci kaleng yang diam diam adalah penggemarnya. Suram membayangkan dirinya  diraba sana sini. Hiiii…..

 

Saat Onew berbalik hendak melanjutkan langkahnya, dirinya langsung terhuyung kebelakang mendapati seorang gadis berdiri sambil tertawa lebar. Aigoo… kalau begini dia lebih memilih bertemu banci dari pada hantu!

“kau siapa?” hardik onew, sedangkan gadis yang mengenakan Dress biru pastel itu malah tertawa lebar.

“Oppa! Kau tega melupakan Dongsaeng mu ini hah?”

 

Sorot mata Onew yang tadinya jengkel seketika berubah dengan sinar gembira. Meskipun suara gadis itu berbeda, namun intonasinya ketika memanggil Onew sangat terdengar sangat akrab di telinga namja itu.

Onew menarik gadis itu dalam dekapanya, ia memeluk erat seakan tak memberi celah sedikitpun untuk melepas rengkuhanya. Bahu Onew bergetar hebat, sensasi rasa haru dan rindu melebur di sela sela degub jantungnya yang meliar.

 

“lee Eunki, jeongmal bongoshipoyo” nada onew bergetar, tersirat jelas kerinduan dalam helaan nafasnya. Tak pernah ia bayangkan akan kembali bertemu dengan sosok yang dulu selalu membuatnya tertawa lepas tanpa bedan dan yang terpenting, sosok itu selalu membuatnya menjadi diri sendiri.

“nado Bongoshipo, Oppa!” lirih Eunki seraya menepun nepuk pundak Onew, ia menyandarkan kepalanya di bahu Onew dan itu terasa sangat nyaman.

 

“Oppa, aku menepati janji bukan?”

Mendengar itu Onew melepas pelukanya, ia tertunduk. “Mianhaeyo Eunki-ah. Aku belum bisa menepati janji, aku gagal menjadi orang percaya diri” lirih Onew dengan tatapan miris.

 

“gwaenchanayo, aku akan membantumu Oppa”

“benarkah?”

“tentu saja!” ucap Eunki sembari memeluk onew “lagi pula Oppa kan berhasil menjadi Captain Student of the month”

“dari mana Kau tahu?”

“karena aku selalu disampingmu”

 

Onew menernyit heran mendengar ucapan Eunki, tapi ia tak sempat bertanya karena Eunki langsung menarik tanganya kemudian melangkah antusias.

“pelan pelan Eunki-ah, kau tak boleh terluka” papar Onew sambil menahan langkahnya

Eunki menggeleng pelan “selamanya aku tak akan pernah terluka lagi, Oppa”

 

Dan setelahnya tak ada pertanyaan yang terlontar dari bibir Onew, dirinya sibuk tenggelam dalam pikiranya sendiri. Ia mengamati Eunki yang sedang tersenyum, wajahnya yang manis dipadukan dengan tubuh tinggi

 

“kau semakin cantik Eunki-ah. Neomu Yeoppo” ucap Onew membut pipi putih pucat Eunki merona merah

“Gomapta, Oppa juga tampan hehehe” balas Eunki sembari terkekeh pelan.

“kalau itu sudah pasti” ujar Onew dengan sangat percaya diri lalu tertawa lebar.

“Aish! Oppa kenapa kau begitu percaya diri kalau di depanku”

 

Onew menghentikan langkahnya lalu tersenyum lembut ke arah Eunki “karena kau orang pertama yang menerima ku apa adanya”

Onew mengaitkan jemarinya di sela jari jari Eunki, ia menggenggam tangan gadis itu dengan sangat erat lalu kembali melangkah.

“kau mau membawaku kemana, Eunki-ah?”

“ke taman, Oppa” ucap Eunki sembari melempar senyum dan itu membuatnya semakin terlihat manis.

 

__FLASHBACK END__

~*~*~*~

Pintu elevator terbuka dan keluarlah Minhyun dari sana. Sebenarnya dia malas kembali ke Dorm karena ketika dia menceritakan Jinhya tentang Onew, ia tak tega meninggalkan sahabatnya yang kacau seketika. Tapi besok kan hari senin, awal dimulainya rutinitas harian yang membosankan.

“annyeong Minhyun” sapa Jonghyun tiba tiba.

Minhyun menatap meja makan sambil tercengang. 5 namja itu dengan santainya menikmati hidangan makan malam yang tersedia di atas meja. Secepat itukah mereka melupakan masalah? Atau mereka terlampau lincah menyembunyikan masalah…

 

Saat mata Minhyun bertemu tatap dengan Minho, dia langsung mengalihkan pandanganya. Namja itu harus bertanggung jawab (?), rutuknya. Seandainya Minho sendirian, pasti dia sudah disembur pertanyaan tanpa jeda dari mulut Minhyun.

 

Minhyun melewati mereka, tak berniat makan malam bersama karena selain malu, moodnya juga sedang buruk sekarang. Minhyun berjalan memasuki kamar, beberapa menit kemudian dirinya sudah terlelap di atas tempat tidur.

 

Minhyun menggeliat pelan di balik seimut, sesaat kemudian ia menegakkan punggung lalu mengerjapkan matanya yang semula berbayang. Minhyun menoleh ke arah jam. 03.50 KST.

 

Merasa tenggorokanya yang agak kering, Minhyun meraih segelas air putih yang sudah disiapkanya di atas laci kecil di samping tempat tidur. Minhyun meneguk air itu hingga setengah gelas.

Minhyun kembali merebahkan diri, namun ia tetap tidak bisa memejamkan matanya. Hari ini tidurnya benar benar tidak nyenyak, 5 namaj itu membuat dirinya gila. Terlalu banyak rahasia yang harus diungkap.

 

Minhyun menyambar Ipad yang tergeletak di samping gelas. Sejurus kemudian ia membuka mesin pencarian Google dan mengetikan satu kata di kolom pencarian. Venustraphobia.

 

Venustraphobia adalah rasa takut yang berlebihan terhadap perempuan cantik. Venustraphobia adalah salah satu jenis dari fobia. Rasa takut pada wanita cantik disebabkan oleh stimulan yang tidak wajar bagi pandangan umum. Kemungkinan fobia ini dipengaruhi trauma psikologis penderita berkaitan dengan wanita cantik di masa kecilnya.

 

Penderita venustraphobia hanya alergi terhadap wanita cantik. Minhyun terpekur sehabis membaca kalimat itu.

“Jadi key tidak pernah histeris saat bertemu denganku karena aku tidak cantik? Atau jelek atau pabbo? YA! Tidak mungkin key tahu aku adalah Yeoja, Minho sendiri bilang bahwa Key itu Gay” guman Minhyun

“tapi, kalau key itu gay dan dia tidak tahu aku yeoja lalu tiba tiba menciumku berarti dia… Menyukaiku? ANDWAE! YA! KENAPA DUA KESIMPULAN ITU MENGERIKAN?!!!!” gerutu Minhyun sambil menepok jidatnya dengan Ipad, sakit juga ternyata -___-

 

Minhyun meletakkan asal Ipadnya di tempat semula. Ia merebahkan tubuhnya lalu menarik selimut hingga menutupi wajah.

Mata Minhyun yang hampir terpejam sempurna itu tiba tiba saja terbuka lebar saat dia mendengar samar bunyi langkah kaki. Minhyun membuka selimutnya, berniat menyiapkan kuda kuda kalau saja yang datang sejenis perampok, tuyul atau semacamnya.

 

Minhyun menjinguk ke lantai bawah yang terhalang pagar pembatas, ia melihat seorang namja yang sedang membuka lemari Taemin. Namja itu terlihat acak acakan, jangan jangan dia… pencuri?

 

Brukkk….

Minhyun langsung menendang bokong namja itu hingga kepalanya terantuk membentur pintu lemari.

“YA! Apa apaan kau?!” bentak namja itu saat membalikkan badan. Sejenak Minhyun tercengang, ia tak percaya bahwa penampilan namja yang acak acakan juga kelewat “terbuka” dihadapanya adalah…

Taemin si maknae dengan image lugu dan cerewet. Penampilan taemin sangat berbeda 180 derajat, orang biasa tidak akan mengenalinya kalau bukan teman dekatnya. Samar samar tercium aroma menusuk dari harum tubuh Taemin… Bau alkohol

 

“YA! Kau clubbing hah?” tuding Minhyun.

Taemin merutuk dalam hati, sial! Dia lupa mengganti pakaianya. Taemin mengehela nafas panjang, ia terduduk di ujung tempat tidur. Awalnya Minhyun ragu, namun ia memutuskan untuk duduk di sebelah taemin meminta penjelasan.

“aku bekerja disana”

“MWOYA?!”

Mata Minhyun terbelalak, dirinya benar benar tak percaya namun tak ada kepalsuan dalam sinar mata Taemin yang menyorot sendi itu. dia tahu Taemin sedang tidak bercanda.

 

“karena sudah ketahuan, aku akan menceritakanya padamu. Aku bekerja di sebuah diskotik, tapi kadang kadang aku sering berpindah diskotik bahkan ke diskotik para Gay sekalipun” tutur Taemin, matanya merah terlihat jelas gurat kelelahan yang tercetak di wajahnya.

 

“kenapa kau bekerja disana? Bukanya kau orang berkecukupan?” selidik Minhyun.

“mianhae, aku belum siap menceritakan alasan itu” ucap Taemin lirih “ah, kemarin juga aku bertemu key Hyung di diskotik para gay, jadi selain kau dia juga tahu pekerjaanku dan dia tahu alasanku”

 

Minhyun menyernyit samar “key… g..Gay?”

Taemin tak menjawab pertanyaan Minhyun, namun ia menggangguk mantap dan itu membuat nafas Minhyun tercekat. Jadi yang dibilang Minho itu benar? Bahwa Key penyuka sesama jenis.

Tanpa Minhyun sadari, dirinya menggeleng pelan. Unreliable, berarti selama ini key tidak tahu identitas aslinya melainkan… dia menyukai Minhyun? Pikiran Minhyun berkecamuk dipenuhi dengan kesimpulan kacau yang dibuatnya.

 

“Taemin-ah, apa tujuanmu bekerja disana… kau tahu kan tempat itu… tempat itu…”

“kotor?” sambung taemin disusul dengan senyum Miris. “kau tahu, sehabis lulus nanti aku ingin menikah”

“MWO?!!!”

 

__TBC__

 

Haii…

Wkwkwk…

Sudah ku putuskan kalau dalam 1 part harus ada bagian taemin, Minho, key, Jonghyun, Onew biar nggak ada yang nanya nanya kemana si ini, kemana si itu ._. kalo penjabaranya panjang jadi partnya aku bagi 2

Huaaa makasih ya Thyaa Eonni yang udah ngebantuin aku hihihihi *kasih keripik kentang buatan onyu* *semoga nggak di tabok gara gara Jinhya dibikin aneh di part ini -___-

 

Pengumuman CAST:

Indi a.k.a Lee Eunki

Selamat bergabung dalam LUCIFER FAMILY *niup terompet *nyalain petasan.

Makasih loh udah berpartisipasi dan pencarian Cast belum berhenti sampai sini Muahhahahah *minjem senyum es batu Minho…

 

Komen ya, butuh perjuangan buat bikin part ini *curcol. PLAGIAT TIDAK TAHU DIRI? GO AWAY!

Cheers,

 

LucifeRain ( Ayya )

Advertisements

100 responses to “Seasons of The Lucifer [CHAPTER 7] Part. B

  1. deg degan tiap jonghyun muncul sama pacarnya, haha. untungnya tempramentalnya jonghyun ga kambuh.
    masih pnasaran sama gadisnya si onew nih.
    dua orang udh tau rahasia taemin, selanjutnya sapa lagi?dtambah mau nikah…???

  2. Key… Minhyun… Aku suka couple ini ♡♡♡

    Key cuma alergi sama cewe cantik. Hahahaa… artinya minhyun gak cantik soalnya alerginya gak kambuh.
    Daebak !!!

  3. Q smpat mkir onew gila diawal2 soalnya dia senyum2 sndri jd q pkir dia punya pnyakit jg kyak key salut author bkin ff brbeda dr kbnyakn ff yg mudh ktebak alurny

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s