[FF_Haha! This Is Our Story (Sequel Of Our Story In Ramadhan)_PART 3]

Buat yang belum baca part yang sebelumnya , bisa dilihat disini ^0^

OSIR :1 2 3 4 5(15(2)–>end

Sequel :teaser , 1(1) , 1(2) , 2

Dimohon sekali untuk readers yang ingin menyimpan FF ini dalam note FB nya harap mencantumkan pemilik FF ini sebenarnya (cari link fb nya di part-part sebelumnya)  dan sumber nya (FFi) , gamsahamnida ^^

Title :

“ Haha! This Is Our Story!” ( sekuel FF Our Story In Ramadhan )

Author :

Citra Pertiwi Putri / Park Ra Rin

Genre :

Comedy, gegeloan (o.O), romance, friendship, family, campur aduk dah semuanya -_-

Main Casts :

Lee Family :

Park Jungsu a.k.a Leeteuk sebagai Ustadz Leeteuk dan ayah dalam keluarga

Kim Taeyeon sebagai Ibu Ustadz

Lee Jinki a.k.a Onew sebagai anak sulung

Lee Gikwang sebagai anak tengah-tengah

Lee Taemin sebagai anak paling bontot

Kim Family yang terdiri dari :

Kim Jonghyun sebagai pengusaha bakso

Kim Ki Bum a.k.a Key sebagai istri Jonghyun

Shin Se Kyung sebagai istri kedua Jonghyun

No Minwoo sebagai anak Sekyung

Kim Jongwoon a.k.a Yesung sebagai anak sulung

Kim So Eun sebagai anak paling bontot

 

Other Casts :

Im Yoona sebagai sahabat So Eun

Lee Donghae sebagai classmate Yoona di SMA barunya

Cho Kyuhyun sebagai pengusaha warnet game online

Choi Sooyoung sebagai adik Siwon dan penjaga Kyu.net

Choi Siwon sebagai anak penjaga masjid

Choi Minho sebagai anak paling tajir sekomplek

Kim Sang Bum sebagai sahabat Siwon dan Yesung

Moon Geun Young sebagai teman satu sekolah Yesung

Jo Kwangmin & Jo Youngmin sebagai sahabat Minwoo

 

Rating :

Nah loh, apa ya? Rahasia :p *author minta ditabok*

Type :

Sekuel

 

Author POV

 

Pagi, takol 08.00

 

“ Sayang euy lamun dipiceun, teu aya salahna dipelihara..”

Sooyoung mengelus-elus iguana kecil yang kemarin ia buang, ia mengambil kembali iguana kecil itu dari parit deket komplek tempat ia membuangnya kemarin.

“ Ih, cantik-cantik suka iguana.” para pengunjung Kyu.net pada bisik-bisik melihat penjaga warnetnya yang sedang bernostalgia (?) dengan seekor iguana imut.

“ Kunaon hah!? Ntong ningali siga kitu!” bentak Sooyoung sambil menatap evil kearah mereka.

“ Ampun.. ampun -_-“

Sooyoung pun melirik jam, “ Hmm.. tilu menit deui si abang jurig dateng. Siap-siap ka bumi ah..” ia pun membereskan sampah-sampah cemilannya yang berantakan diatas meja sambil menahan ekor si iguana dengan mouse komputer biar ntu hewan imut kagak ngabur kemana-mana.

“ Assalamualaikuuuum.. Soo… aaaaaaaaaa!!!! Apaan tuh!!! Anjir! Apaan tuh!! Buang!! Buang!!!!!!!!!”

Bang Kyuhyun yang baru saja masuk warnet langsung teriak-teriak melihat seekor iguana diatas meja kerjanya, karena teriakannya yang kenceng, ekor si iguana lolos dari jepitan (?) mouse dan alhasil ntu binatang ngalor ngidul di kemana-mana sampe para pengunjung Kyu.net naikin kakinya keatas kursi karena takut.

“ Eeeeh!!! Kunaon!! Iguana!! Eeeeh..!!” Sooyoung panik, ia langsung berusaha menangkap si iguana, sementara Bang Kyuhyun merengkel ketakutan diatas kursi.

HAP!

“ Akhirnya. Huft..” Sooyoung berhasil menangkap iguana tersebut, kemudian ia melirik tajam kearah Bang Kyuhyun.

“ A.. apa?” Bang Kyuhyun bingung karena Sooyoung menatap dirinya seperti itu.

“ MANEH TEH BELEGUG PISAN ! BARU DATENG KALAHKAH TEREAK-TEREAK SIGA NAON WAE! GELEUH SIAH!! AAAAHH!!!! BIKIN RUSUH WAE ! UNTUNG TAH KETANGKEP IGUANANYA!!” amuk Sooyoung sambil mukulin Kyuhyun dengan tasnya, membuat pengunjung Kyu.net ngakak guling-guling didalam box karena baru kali ini melihat bos warnet digebukin cewek. *NB : yang mau tau translate bahasa sundanya Sooyoung, wall ke fb author :D*

Bang Kyuhyun cuma bisa menyilangkan tangannya, menahan serangan bertubi-tubi Sooyoung dengan muka dodol, ia masih ketakutan dengan iguana yang kini nangkring diatas monitor komputernya.

“…jaga tah warnet! Abdi rek ka pasar, meuli akuarium keur si iguana ieu.. assalamualaikum!” sudah puas mukulin bosnya, Sooyoung pun memasang tasnya kemudian mengambil si iguana, lalu pergi meninggalkan Kyu.net.

“ W..wa..wa..walaikum salam.” sahut bang Kyuhyun bergetar.

“ HAHAHAHAHAHA!!!!”

Seisi Kyu.net menertawakan Bang Kyuhyun, evil yang baru saja dikeroyok oleh seorang gadis sunda ^^

*coba aja yang ngehajar abang Kyu itu author u,u #mimpi*

 

“ Sudah dibuat surat cinta dan surat bencinya???” tanya Kak Tiffany saat semua peserta MOS udah pada ngumpul dilapangan.

“ Sudaaaaaaaaaaaaah!!!” jawab para peserta MOS serempak, kecuali So Eun, ia sudah membuat surat benci (untuk Kak Luna tentunya) namun belum membuat surat cinta, ia bingung ingin menulis untuk siapa karena yang ia cintai hanya Jinki #ceilah :p

“ Jinki.. kamu udah?” tanya So Eun.

Jinki mengangguk dengan kikuk, sepertinya ada sesuatu yang ia sembunyikan.

“ Oh ya? Surat cintanya buat siapa?” tanya So Eun lagi, melancarkan pertanyaan yang paling ditakutkan oleh cowok penggila ayam goreng, ayam bakar, ayam panggang, ayam rebus, ayam hidup, sampai ayam tiren (?) itu.

“ B.. buat anu..”

“ Haaaaiii Jinki!!! mana surat cintanya!?” kak Luna tiba-tiba nongol sambil nepok bahu Jinki kemudian grepe-grepe saku kemeja Jinki nyari surat cinta. *ayo hajar Luna rame-rame! #plak!! #authorprovokator*

“ Ehm, a.. anu kak.”

“ Kyaaa!! Ini ya?? Waaaah.. makasih! Ternyata beneran buat kakak! Makasih ya Jinkiiii!!” Kak Luna yang berhasil nemu suratnya disaku celana Jinki langsung excited gak jelas, membuat Jinki mati kutu dan tentu saja membuat sehelai rambut So Eun hangus (?)

“ I..iya hehe,” jawab Jinki salting, ia melirik So Eun yang udah pengen meledak. kalo aja So Eun dipasangin timer dijidatnya, pasti angkanya udah nunjukin detik terakhir dan siap meledak.

“ Ck,” ternyata gadis itu cuma melengos, pergi meninggalkan Jinki entah kemana.

“ Eh, So Eun! So Eun!” panggil Jinki.

“ Iiih ntar aja, jangan pergi-pergi, ntar kena hukum loh!” tahan Kak Luna.

Jinki mulai gak enak perasaan. Kalo aja ngejambak atau nyakar cewek bukan pantangan baginya, mungkin kak Luna udah jadi ceker ayam sekarang.

 

“ Hiks! Dasar cowok jahat! Jahaaaat!!” amuk So Eun sambil terus menyusuri koridor sekolah menuju ruangan gugusnya,  ia terus menahan air matanya karena tidak mau kelihatan menangis didepan banyak orang.

BRAK!!!

“ Eh, jalan hati-hat… eh, So Eun??”

So Eun tetap menunduk, hingga dagunya diangkat oleh orang yang ia tabrak tersebut, Kim Bum.

“ Mas? Kok mas disini? Mas anggota OSIS? Kok aku baru liat?” So Eun bertanya keheranan, sejenak lupa dengan kejadian yang baru saja ia alami.

“ Kamu kenapa?” tanya Kim Bum, malah tak menjawab pertanyaan So Eun yang bejibun barusan.

 

“ Oh gitu.. iya, Mas juga tau kok. Si Luna itu emang suka sama Jinki. Udahlah, gausah sedih gitu.” Kim Bum menghibur anak perempuan tuan Kim itu dengan senyuman manisnya yang berhasil bikin So Eun tenang.

“ Tapi Mas, aku gak tahan kalo dia deketin Jinki terus..” keluh So Eun.

“ Ntar deh, Mas kasih tau kalo kamu pacarnya Jinki.”

“ Hah? Bener ya mas?”

“ Iya..”

So Eun tersenyum senang, itu berarti gak perlu dia yang ngomong langsung ke Kak Luna, horeee \^^/

“…oh iya, ngejawab pertanyaanmu yang tadi. Mas itu anggota OSIS seksi olahraga, pas MOS hari pertama dan kedua, Mas gak ada. Soalnya Mas lagi pertandingan basket di Jakarta. Sekarang baru bisa ikut ngebina MOS. Karena Mas yang paling telat, akhirnya kebagian ngurusin gugus bebegi, gugus yang namanya paling jelek di MOS tahun ini. Hehehe.” jelas Kim Bum sambil menatap ruangan X.8, dimana gugus bebegi berada.

“ Ooh, gitu. Ehhh! Ntar!” So Eun tiba-tiba berdiri, mengambil selembar kertas dari bindernya juga mengambil pulpen.

“ Mau apa?”

“ Buat.. surat cinta. Mas kan anggota OSIS. Hehe.”

“ Buat Mas gitu maksudnya?”

“ I..iya hehe. Soalnya aku bingung mau buat siapa.”

Kim Bum tersenyum cerah, dalam hati bener-bener bertepuk gembira.

“ Mas tunggu disini! Jangan liat!” So Eun pindah ke meja lain yang bener-bener jauh dari tempat Kim Bum duduk, kemudian menulis sambil sesekali garuk-garuk kepala mikirin kata-kata yang pas.

“ Coba aja surat itu beneran, bukan tugas MOS..” Kim Bum berucap dalam hati. Tentu karena sampai saat ini ia masih menyukai anak Tuan Kim itu.

 

Singkat cerita…

 

Takol 20.00 malam, di kamar Yoona yang naujubilah sumpeknya …

 

Melupakan rasa sakit dikakinya, Yoona yang baru aja selesai makan langsung masuk kamar buru-buru kemudian membuka tasnya, mengambil sebuah amplop.

Surat ‘cinta’ dari musuhnya, Donghae.

Okelah, ini cuma tugas MOS, tapi tetap saja membuat Yoona penasaran, gadis itu padahal sudah menyangka bahwa cowok itu pasti mengiriminya surat benci, namun kenyataannya?

Sebelum membukanya, entah ada angin apa Yoona mencium dulu amplopnya, seperti yang kebanyakan orang lakukan kalau menerima surat cinta. Bener, amplopnya wangi parfum mahal. Bikin perasaan Yoona campur aduk dan berpikir sepertinya Donghae anak orang kaya.

Perlahan, ia buka surat tersebut, kemudian membuka lipatannya. Hingga terpampanglah tulisan Donghae yang ternyata agak berantakan tapi masih bisa dibaca, gak kayak tulisan author yang  kayak cacing dangdutan #curhat-_-.

 

Dari : Lee Donghae sang pengemis cinta

Untuk : Im Yoona (nama paling indah yang pernah gue temui seumur hidup gue^^)

 

“ Kampret ni cowok! Belum nyampe isi surat udah gombal aja!” pekik Yoona ketika membaca kepala suratnya. Ketika matanya jelalatan pengen baca isi surat, terdengar suara klakson yang naujubilah falsnya dari depan rumah.

“…aduh, siapa lagi?” Yoona tersentak kaget, ia pun menaiki tempat tidur untuk melihat ke jendela karena jendela kamarnya itu memang tinggi.

“ Yoonaaa!! Itu ada yang nyari!” terdengar suara mamanya dari ruang tengah.

“ Oh, siapa?” Yoona yang tidak bisa melihat siapa yang datang dengan jelas akhirnya memutuskan kedepan sambil menaruh surat tersebut disaku celananya.

“ Tuh, si brondong. Muahahehahehahuhahehe (?)” ternyata mama Yoona menyebut calon mantunya dengan sebutan brondong juga.

“ Ih, mama.” dengus Yoona kesal, kemudian ia berjalan ke teras.

Terlihat Gikwang duduk diatas motor, saat melihat pacarnya keluar ia langsung salah tingkah.

“ Ada apa?” tanya Yoona bingung.

“ Aku minjem motor kak Jinki nih, mau ngajakin noona pergi. Noona.. udah bisa jalan kan? masih sakit ngga kakinya?” tanya anak itu.

“ Hmm.. udah bisa jalan sih dikit. Masih agak pincang. Tapi.. kamu mau ngajak aku kemana?”

“ Yah, kalo masih pincang gak jadi deh. Padahal, aku mau ngajakin noona jalan-jalan.”

“ EH AKU MAU!! AKU MAU! TUNGGU YA! AKU AMBIL JAKET DULU! AWAS LO KALO PERGI!!!!” gadis itu tiba-tiba kelabakan, kemudian dengan terpincang-pincang berlari secepat kilat kedalam kamar.

 

Rumah Keluarga Kim…

 

“ Besok Minwoo sudah mulai sekolah. Jadi Yesung, besok kamu antar Minwoo ya.” kata tuan Kim.

“ Terus yang nganter So Eun siapa?” tanya Yesung bingung.

“ HAHA! Jalan kaki aja lo! Emang enak!” serobot Minwoo sambil melempar So Eun yang sedang nonton TV dengan kacang atom, membuat saudara tirinya itu terpancing emosi.

“ Lo aja sana!” balas So Eun sambil melempar kue tambang (?) kearah Minwoo *tau kue tambang kan? enak lho..^^ #promosi-_-*. Alhasil sekarang mereka saling lempar makanan. Mungkin kalau makanannya habis dilempar, mereka bakalan lemparin toples ke muka satu sama lain -_-

“ Eh eh eh jangan berantem!” lerai Yesung sambil mungutin kacang atom dan kue tambang yang berserakan di karpet.

“ Dia sih duluan!” sungut So Eun.

“ Lo juga ngapain ngerespon? Ngajak ribut!” sahut Minwoo tak mau kalah.

“ Udah udaaaaaaaah -________-“ Yesung melerai lagi.

“ So Eun dianter siapa kalo besok kak Yesung nganterin curut ini?” tanya So Eun kesal.

“ Kamu juga diantar Yesung, kalian berangkat sama-sama..” jelas Tuan Kim.

So Eun dan Minwoo saling bertatap ogah-ogahan.

“ Kagak mau ah! So Eun dibonceng motor aja sama Jinki.” tolak So Eun.

“ Heeeeeeeeeh! Nggak! Papa kan gak pernah ngizinin kamu pergi-pergi dengan Jinki!” larang Tuan Kim *oow Jinki-SoEun tidak direstui :(*

“ Yah, tapi aku..”

“ Pokoknya besok berangkat sama-sama!”

So Eun mendengus kesal, kemudian bangkit dari duduknya dan menjulurkan lidah kearah Minwoo, lalu berjalan cepat menuju kamarnya.

 

“ Pacar paling aneh lo. Jalan-jalan tuh aturan malem minggu, bukan malem jum’at.”ujar Yoona dengan mulut penuh cilok *baca:cilok (aci dicolok), semacam makanan berbahan dasar aci yang ditusuk trus dimakan pake bumbu kacang, author sering makan waktu masih tinggal di Bandung^^ #yeeee malah curhat-_-*

“ Cuma malem ini aja aku dipinjemin motor sama Kak Jinki, kalo malem minggu ya dia yang pake.”jawab Gikwang sambil memainkan kunci motornya dan menatap jalanan.

“ Tapi, tumben lo ngajakin gue jalan. Biasanya gue yang ngajak dan lo selalu bilang gak punya duit.”

“ Itu kan dulu waktu aku masih sering main kewarnet^^”

“ Jadi sekarang banyak duit dong?”

“ Eh, em.. nggak jug….”

“ KALO GITU HABIS INI MAKAN BAKSO YA!! OH IYA NTAR PULANGNYA JUGA BELI DUREN DULU, SEKARANG KAN LAGI MUSIMNYA. OKEE????” *Yoona gak nyante -_-*

“ Aih.. rakus amat -_-“

“ Apa kata lo!?”

“ Eh, iya..iya.. tapi apa noona gak kekenyangan? Cilok aja udah berapa tusuk itu, jatah aku aja dimakan -___-“

“ Kagak! Udah lah ayo kita makan bakso sekarang.”gadis itupun berdiri kemudian menarik tangan pacarnya itu.

“ Eh eh eh.. iya ntar.. bayar dulu nih!” Gikwang menyerahkan uang sepuluh ribu kepada si penjual cilok.

*readers, tau ngga? Setusuk cilok harganya itu 50 rupiah. Gikwang bayar 10 ribu, berarti Yoona makan berapa tusuk?? -____-

 

“ Minwoo.. belum tidur?” tegur Nyonya Key yang memergoki anak tirinya sedang celingukan didepan pintu kamar So Eun dengan guling putih dipelukannya.

“ Eh, e.. anu.. belum tante. Mau nonton film malem dulu. Hehe.” Minwoo salah tingkah.

“ Nanti telat berangkat sekolah loh.”

“ Enggak kok tan, aku udah biasa begadang^^”

“ Itu apa?” nyonya Key bingung melihat guling yang dipegang Minwoo.

“ Eh, nggak kok. Bukan apa-apa.”anak itu segera menyembunyikan guling tersebut dibalik punggungnya.

“ Ck. Ya sudah, jangan ribut ya.” Nyonya Key pun berlalu dan membuka pintu kamar So Eun.

“ Loh, gak tidur sama Papa Kim?” tanya Minwoo.

“ Dia tidur sama mamamu.”jawab Nyonya Key dingin *author nangis T.T*

“ Ooh.. terus tante tidur dimana?”

“ Ya disini, dikamar So Eun.” Nyonya Key pun segera masuk dan menutup pintunya.

“ Yaaaah!! Gimana mau ngerjain kalo tante Key ada disitu. Ck, gagal nih.” Minwoo menatap guling putih yang sudah ia ‘dandani’ semengerikan mungkin untuk menakuti So Eun.

“…oh iya.. So Eun tak ada, kak Yesung pun jadi!” Minwoo menatap licik kearah kamar Yesung, kemudian berjalan pelan menuju kesana.

“ Umma.. udah berapa malem gak tidur sama appa?”tanya So Eun yang tiduran dipangkuan Nyonya Key.

“ Gak ngitung.”jawab Nyonya Key malas.

“ Yah, umma.. tapi umma gak ada niatan buat cerai sama appa kan?”

Nyonya Key tersenyum kecut, kemudian membelai rambut anak perempuannya yang manja itu, “ Ya enggaklah, sayang. Cerai tuh gak gampang. Umma juga memikirkan nasib kamu dan Kak Yesung..”

“ Tapi kenapa umma jarang dirumah? So Eun kan jadi ikutan males dirumah kalo umma gak ada. Tante Sekyung tuh jahat banget, Minwoo juga jahil banget.”adu So Eun dengan mata berkaca-kaca.

“ Maafin umma ya sayang. Umma bukannya ninggalin kamu, umma keseringan dirumah keluarga Lee untuk cerita dengan Bu Taeyeon dan minta solusi apa yang harus umma perbuat. Umma juga ingin ngajak kamu kesana setiap hari tapi umma tahu appa kan gak setuju dengan hubungan kamu dan Jinki.. umma gak mau appa marah.”

Raut wajah So Eun semakin sedih, “ Emangnya kenapa sih appa ngga setuju?”

“ Umma juga ngga tau.. umma gak berani nanya.”

“ Kalau umma, setuju aja kan aku sama Jinki?”

“ Setuju lah..”

So Eun tersenyum lebar, “ Oh iya, hp umma mana? Udah lama gak mainin hp umma..”

“ Hah? Eh, itu.. anu.. hpnya..”

“ Mana?”

“ Umma.. umma kasih ke si Gikwang, hehe.”

“ HAH!!!??? Dikasih..cuma-cuma gitu?”

“ Iya..”

“ Loh!? Kenapa? Kenapa hp umma dikasih ke dia?? Idih! Keenakan dong dia!” So Eun sewot setengah mati.

“ Ah, gak apa-apalah. Umma lagi males megang hp aja..”

“ Yah.. kalo males megang hape mending kasih ke So Eun aja, kenapa kasih ke dia??”

“ Soalnya…..”

“ Ah, So Eun telpon nih hp umma.. biar nyaho dia.” So Eun mengambil ponselnya kemudian menghubungi nomor ummanya itu.

“ Eh, gak usah..”

“ Biar aja umma.. So Eun cuma gak mau ntar dia menyalahgunakan hape umma..”

 

“ Ehek!!”

Gikwang hampir saja tersedak bakso yang ia makan karena saku celananya tiba-tiba bergetar, ternyata hp Nyonya Key yang ia bawa mendapat telepon masuk.

“…ha..halo?”

“ HEH!! BALIKIN HAPE UMMA GUE!!! KALO ENGGAAAAAA~~~~…….”

“ Ogah.”

Gikwang langsung memutuskan teleponnya, dan setelah itu ia melihat Yoona yang bengong melihat ponsel ditangannya.

“ Hape siapa tuh?” tanya Yoona bingung dengan mata belo.

“ Eh, em.. anu.. ini hape..”

“ Iiiih.. hape Tante Key ini mah! Iya kan??”

“ Em.. i.. iya ini..”

“ Loh! Kok ada di kamu? Gimana ceritanya?”

“ Ah, ntar juga noona tau.” Gikwang acuh saja, karena tak mau ketahuan kalau ia sedang taruhan dengan Nyonya Key.

“ Ih, gitu amat sih.. mulai ya rahasia-rahasiaan.”

“ Yaudah, ntar aku kasih tau. Tapi ada syaratnya..”

“ Apa syaratnya? Mau peluk? Mau cium? Ogah!”

“ Geer amat. Aku pengen noona yang bayar baksonya, trus noona juga yang bayar pas kita beli duren. Pulangnya juga, noona yang bawa motornya. gimana?”

“ Hah?? Ih, ngerjain banget ini mah namanya! Padahal kan kamu yang ngajakin jalan..”

“ Yaudah kalau gak mau..”

“ Eh, i.. iya deh!” Yoona segera berdiri dan membayar baksonya bahkan membungkus dua porsi untuk Jinki dan Taemin dirumah.

Setelah itu merekapun dalam perjalanan pulang setelah sempat beli duren beberapa buah.

 

“ Jangan nyandar-nyandar! Awas lo!” ancam Yoona dari kaca spion ketika Gikwang mulai menempelkan pipi dipunggungnya.

“ Ih, jutek amat sih noona.”

“ Biarin, awas lo nyandar!”

“ Iyaaa -_-“

Pandangan Gikwang pun beralih ke saku belakang celana Yoona, terdapat sebuah amplop yang menyembul keluar.

“ Apaan nih?”gumam cowok itu bingung, kemudian dengan hati-hati menarik amplop tersebut dari saku celana Yoona tanpa ketahuan empunya.

 

Sesampainya didepan rumah Yoona, Gikwang pun mengambil alih kemudi. Yoona sepertinya lupa menanyakan perihal hp Nyonya Key, ia langsung masuk rumah sambil membawa duren yang mereka beli.

Gikwang langsung tancap gas menuju rumahnya dengan agak ngebut, karena penasaran dengan amplop yang ia ambil dari saku celana Yoona.

 

“ Hah.. cape. Tumben banget aku kencan sama tu anak sampe jam setengah sebelas. Untung gak dimarahin mama.” Yoona berbaring diatas tempat tidurnya kemudian guling-gulingan sebentar.

“…oh iya, lupa aku tanya soal hape Nyonya Key! Yah elah.. padahal aku udah ngejalanin syarat dari Gikwang tadi, dasar bego lu Yoon -_-“ Yoona baru nyadar kalau ia belum mendapatkan haknya tadi.

“…yaudahlah, besok juga bisa. Sekarang.. hmm.. oh iya!! Surat cinta dari Donghae kan belum sempet aku baca tadi. Mana yaa..” Yoona langsung meraba-raba saku belakang celananya, namun yang ada disitu ternyata cuma koin lima ratus perak dua biji.

“…loh!!?? suratnya? Mana suratnya??” gadis itu kelabakan seketika karena surat yang ia simpan disakunya hilang. Ia langsung mengecek semua saku celananya bahkan membongkar meja belajar dan tasnya, namun hasilnya nihil, ia sama sekali tidak menemukan surat tersebut.

“…yah, gimana nih. Hilang. Sumpah, padahal aku penasaran banget sama isi suratnya. Hiks..” gadis itu seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga, hatinya betul-betul sedih karena kehiangan surat dari anak berandalan itu, hohoho^^

 

Dari : Lee Donghae sang pengemis cinta

Untuk : Im Yoona (nama paling indah yang pernah gue temui seumur hidup gue^^)

 

Dear Yoona ^^

Gue tau, lo pasti bingung deh kenapa gue ngirimin lo surat cinta..

Gue sendiri gak tau, gue ngerasa males aja ngirimin lo surat benci. Kayaknya, gue emang lagi kepengen banget ngirimin surat cinta buat lo, hehe..

Abaikan lah, langsung ke intinya aja ya^^

 

Sejak pertama ketemu sama lo di pesta pernikahan itu, gue sebenernya gak tega ngerebut ikan dari cewek secantik elo, tapi mau gimana lagi? Gue laper banget waktu itu. Maafin gue ya..

Trus, pertemuan kedua kita di jalan itu. Yang menurut gue paling gak bisa dilupain. Lo gak sengaja nabrak gue, dan kita jatoh bareng. Disitu juga gue nyesel banget kenapa gue malah langsung berdiri dan berniat ninggalin elo yang padahal saat itu bener-bener lagi butuh pertolongan. Kali itu, masalahnya soal gengsi, sebelumnya kan kita pernah berantem.

Tapi untungnya, gue masih punya perasaan. Gue gendong deh elo. Gue yakin lo pasti masih inget muka gue yang keliatannya nunjukin tampang nggak ikhlas nolongin elo. Padahal, tampang gue itu hanya itu menutupi rasa malu dan rasa sungkan gue, ngegendong cewek secantik lo. Sumpah, lo cantik banget, Yoong. Sekalipun saat itu lo lagi dikucir tiga puluh, pake kemeja terbalik, kaos kaki panjang sebelah dan berdarah pula, tetep aja lo cantik banget. Gue gak bohong, waktu itu kan jarak pandang kita deket banget. Pas lo natap gue, lo bener-bener udah ngeguncang dunia gue.

Soal noda darah lo yang berbentuk lope dikemeja gue, gue pura-pura sebel kan? hmm, sorry ya. Sebenernya, gue malah seneng, lagi. Kebetulan banget darah lo berbentuk hati di kemeja gue, gue harap ini pertanda baik buat hubungan kita^^

Oh iya, baru inget. Kita satu gugus! Walaupun nama gugusnya jelek, tapi kalo disitu ada elo, gue ngerasa gugus gue yang paling the best. Gue bersyukur banget bisa satu gugus sama elo..

Hm.. oh yeah! One thing again..

Sebenernya, gue agak gimana nulis ini, tapi gue mesti bilang..

YOONAAAA, KENAPA LO UDAH PUNYA PACAR!? BRONDONG PULA!

*sorry ya gue gak nyante, gue sakit hati :(*

Serasa ketimpuk meteor dari luar angkasa pas tau lo ternyata udah punya pacar, dan makin ngenes lagi pas gue liat pacar lo pake seragam putih-biru. Makanya, gue pasang tampang sok cool aja ngeliatin lo, padahal rasanya asap rokok gue pengen gue telen pas liat lo sama pacar lo itu. Sakit banget.

Apalagi, pas gue liat baik-baik, ternyata gue kenal sama pacar lo. Si Lee Gikwang *gile, marganya sama kayak gue, lagi -_-*. Dia ternyata bocah yang dateng ke gue menjelang ujian nasional, pengen beli kunci jawaban. Gue liat di atribut seragamnya, dia masih kelas 2 SMP, ternyata dia beli kunci jawaban itu buat elo, dia sampe mohon-mohon sama gue untuk ngasih diskon, dia beneran gak mau lo gak lulus ujian. Berarti, sesayang-sayangnya dia sama lo, dia tetep ngakuin kalo lo itu bego. Sama kayak gue, gue setuju sama pacar lo, lo itu emang bego, terima aja ya. Untung aja lo cantik, hehe^^v

Yoong, gue cuma pengen lo tau perasaan gue. Gue gak menawarkan diri jadi pacar lo karena gue gak mau ngerusak hubungan lo sama anak SMP itu, biar aja gue berdoa semoga kalian cepet putus.

Kalo Gikwang nyakitin elo, dateng aja ke gue. Gue siap minjemin bahu gue buat tempat nangis lo^^ . walaupun kayaknya mustahil deh, gue tau Gikwang pasti cinta banget sama lo, sama kayak cinta gue ke elo..

Tapi, inget yah. Penantian itu butuh kesabaran, dan kesabaran ada batasnya. Ada saat dimana gue harus bertindak dan melakukan sesuatu yang bisa membuat gue berkesempatan memiliki elo.

Ingat itu, Yoona..

 

Your ‘enemy’,

 

Lee Donghae

 

NB : Satu lagi loh, inget yah! INI CUMA TUGAS MOS! :p

 

 

Gikwang menghela nafas berat menahan emosinya setelah membaca isi amplop yang ia ambil dari saku celana Yoona itu, tangannya pun memijiti kepalanya yang nyut-nyutan seketika.

“ Kak Donghae.. dia suka dengan Yoona noona? Gaswat nih, gaswat.”ia bicara sendiri dengan nada segalau-galaunya sambil menatap ponsel mewah Nyonya Key yang terancam hilang dari genggamannya.

“…ah, tapi ada NBnya, katanya cuma tugas MOS. Semoga hanya candaan Kak Donghae, gue gak siap kalo mesti saingan sama dia.” Gikwang menenangkan dirinya, namun hatinya galau lagi ketika banyak pikiran menghantuinya.

“…kalau emang cuma candaan Kak Donghae, kenapa suratnya sampe sepanjang itu?”

“…kalau emang cuman candaan Kak Donghae, kenapa kesannya disurat itu Kak Donghae inget banget pertemuan-pertemuan dia dengan Yoona noona?”

“…kalau emang cuma candaan Kak Donghae, kenapa dia bawa-bawa nama gue segala?”

“…AAAAAAAA!!!! GUE BISA GILA!!!!!”

 

Gikwang mengambil foto Yoona yang ada dimeja dekat tempat tidurnya, memeluk foto itu erat-erat kemudian mencoba tidur dengan tenang.

 

Pagi, takol 06.45

 

“ Anter Minwoo dulu!!!!”

“ Ngga! So Eun dulu!!”

“ Enak aja! Aku dulu!”

“ Aku dulu! Ngalah dong!”

 

Yesung menempelkan jidatnya ke setir mobil tanda pusing mendengar adu mulut antara Minwoo dan So Eun yang terjadi didalam mobil yang kini berhenti di pertigaan karena tidak tahu harus belok ke kanan (arah sekolah So Eun) dulu, atau belok ke kiri (arah sekolah Minwoo) dahulu. Kedua belah pihak tidak ada yang mau mengalah.

“ Kak! Adik kandung dulu dong yang dianter!” So Eun mengeluarkan jurus terakhirnya agar ia duluan yang diantar.

“ Yee! Pake bawa status segala.” Minwoo sewot.

“ Udahlah, kalian suit aja.”putus Yesung.

“ Gak mau! Pokoknya kakak anter aku dulu!” paksa Minwoo.

“ Yeh! Gak bis…..” belum selesai So Eun menyelesaikan sewotannya, Yesung sudah menatapnya dingin sebagai isyarat, “ Yang waras ngalah.”

Mobil pun belok ke kiri, mengantar putra kesayangan Shin Sekyung itu sekolah duluan.

 

Sesampainya disekolah Minwoo, ternyata anak itu masih belum puas membuat So Eun kesal.

“ Kak Yesung, Kwangmin sama Youngmin belum dateng. Aku gak berani masuk kedalem sekolah sendirian. Aku kan anak baru.”

“ Yah, tapi kan kakak mau nganter So….”

Minwoo manyun dan memasang tampang pengen ngadu ke mamanya.

Akhirnya merekapun menunggui Minwoo yang menunggu Jo Twins, So Eun menahan tangis karena ia sudah benar-benar terlambat.

 

So Eun melemas ketika ia melihat seluruh peserta MOS sudah berbaris rapi dilapangan, ia terlambat, dan gadis itu semakin ketakutan ketika melihat Kak Tiffany menangkap sosoknya yang masih berdiri diujung lapangan karena baru datang.

“ Kamu! Kenapa terlambat??” tembak Kak Tiffany tegas dengan megaphone yang sukses membuat So Eun malu dan diperhatikan ratusan pasang mata, termasuk mata sipit Jinki.

“ A..anu kak, saya tadi..”

“ Masuk barisan!”

So Eun pun masuk barisan dengan takut-takut.

“…karena salah satu dari peserta MOS ada yang terlambat, maka semua peserta MOS kena imbasnya. Kalian semua, di..hu..kum!!!” kata kak Tiffany dengan nada super licik.

“ HAH!?” semua peserta MOS langsung pada pasang tampang bete, dan memandang So Eun dengan penuh rasa gedek.

“ Kalian dihukum lari satu putaran mengikuti rute memutar dari sekolah sampai puskesmas sana dan balik lagi ke sekolah. Mengerti!?” kata Kak Tiffany lagi.

Semua peserta MOS semakin kesal, rute yang mereka tempuh cukup jauh dan tentu saja akan melelahkan. Mereka kembali menatap evil kearah So Eun yang merasa bersalah.

“ Sudahlah, ayo cepetan.” Jinki menghibur So Eun kemudian mengajak gadis itu lari bersama..

 

Ruang panitia MOS, takol 07.00 pagi disaat semua peserta MOS masih lari..

 

“ Oh, jadi lo gak hanya cari sensasi? Lo beneran suka sama Jinki?”

Kak Luna mengangguk cepat, “ Iye, gak tau kenapa gue demen banget sama tu anak. Emang kenapa lo tanya-tanya? Lo cemburu ya?”

“ Hih! Pede gila.” Mas Kimbum mencibir, “…gue pengen kasi tau, Jinki itu udah punya pacar.”

“ HAH!!!???” badan Kak Luna langsung panas dingin (tapi lebih banyak panasnya –), hatinya serasa hancur beribu-ribu keping, hidungnya kembang kempis dan matanya berkaca-kaca sampai Mas Kimbum aja bisa ngaca dimatanya (?)

“ Eh.. kenapa nangis?” Mas Kimbum kaget ngeliat temennya mewek mendadak.

“ KYAA!!! Kenapa lo gak ngomong dari dulu ha!!! Hiks.. hiks..” Kak Luna menelungkupkan muka mungilnya keatas meja, kemudian menangis sesenggukan dan berhasil bikin seisi ruangan nuduh dalam hati kalo Mas Kimbum sudah melakukan pelanggaran nilai dan norma (?) terhadap Kak Luna.

“ Gue kan baru dateng. Gimana sih lo. Udah jangan nangis, makin jelek muka lo nanti.” Mas Kimbum narik-narik badan Kak Luna agar tidak menelungkup diatas meja lagi.

“ Siapa??? Siapa pacarnya Jinki!!??? Siapaaa!!???” tanya Kak Luna dengan wajah berlumuran air mata, mukanya depresi mendadak dan kayaknya ini memang patah hati pertama dan terakhirnya.

“ Yah, masa’ lo nggak tau? Yang sering sama Jinki siapa?”

“ A.. anu, eh.. masa si itu sih?” Kak Luna ngomong sendiri.

“ Hayo siapa?”

“ So.. So Nice? Eh, itu mah sosis -_-“

“ Dasar bego. So Eun kali!”

“ Eh iya, So Eun. HAH!!!??? Sama So Eun itu? Jadi bener??? Haiksss T.T~~~” Kak Luna makin histeris.

“ Udah..udah.. jangan sedih.”

“ Gimana gak sedih hah!!??? Gue patah hati tauk, sakit nih, sakit!!”

“ Lu kira lu aja yang sakit hati!!?? Gua juga tau!!!”

“ Hah? Maksud lo?”

“ Gue udah lama suka sama si So Eun, tapi dianya malah sama Jinki. Sakitan gue tau!”

“ Hah…? jadi..”

“ Iye! Mending sekarang kita kerja sama buat bikin mereka putus, gimana?”

“ Idih, lu kan anak imam masjid, bisa juga jadi orang licik -_-“

“ Aduh gak usah bawa-bawa itu deh.. lo mau nggak jadian sama Jinki?”

Kak Luna ngangguk-ngangguk cepet.

“…yaudah, kita usaha dulu mulai sekarang. Oke? Gausah nangis.” Mas Kimbum mengulurkan tangannya dan ia pun berjabat tangan dengan Kak Luna sebagai tanda mereka resmi bekerja sama membuat Jinki dan So Eun putus.

 

“ Hih, baru aja sembuh.. udah disuruh lari jauh gini.. mana tadi pagi habis sarapan belum sempet minum lagi -_-” keluh Yoona sambil terus memaksakan kakinya yang masih agak sakit untuk berlari.

“ Udah sembuh lo?”seseorang menghampirinya dan berlari beriringan dengannya.

“ Donghae..” gadis itu malah bengong melihat cowok itu, keingetan suratnya yang hilang.

“ Helloooo.. kenapa?”

“ Eh nggak.. gue udah sembuh kok.”

“ Oh. Oh iya, suratnya.. udah lo baca?” tanya Donghae agak gugup.

“ A.. anu.. suratnya..”

“ Ah, udahlah. Lupain. Sorry ya kalo isi suratnya agak berlebihan..”

Yoona semakin bingung dan penasaran dengan isi surat dari Donghae setelah mendengar perkataan si pengirimnya barusan.

“…kok jadi agak aneh ya kalo kita akrab gini?” kata Donghae pelan. Yoona menoleh dan tersenyum kikuk.

“ Iya ya, aneh..” kata Yoona salah tingkah.

“ Duluan aja ah.” Donghae pun mempercepat larinya meninggalkan Yoona.

“ Elaaah, baiknya cuma bentar!” dengus Yoona, ia pun melanjutkan larinya, tanpa sadar ia mengikuti Donghae dari belakang meski sudah sedikit tertinggal jauh.

Namun tiba-tiba,cowok itu menghilang.

“…cepet amat larinya,kemana dia?” Yoona memperpelan larinya dan celingukan nyari Donghae.

Gadis itu akhirnya menemukan Donghae sedang berinteraksi dengan seorang pemilik warung. Oow, ternyata cowok itu sedang beli minuman.

 

“ Heeeehhh!! Curang! Lagi dihukum beli minum! Gue laporin Kak Tiffany ahhh!!!” teriak Yoona jahil.

Spontan Donghae menoleh, setelah selesai membayar ia langsung mengejar Yoona.

“ Heh!! Awas lo lapor-lapor!” teriak Donghae mengejar Yoona yang berlari kencang karena ketakutan dikejar olehnya.

“ Gue lapooorin, gue lapooorin..” ledek Yoona sambil terus berlari.

Donghae semakin mempercepat larinya, hingga lama-lama Yoona jadi takut beneran, gadis itupun semakin cepat berlari hingga menyalahi rute.

Dan..

BRAK!!!

Karena kakinya masih agak sakit, gadis itupun terjatuh.

 

“ Ha..ha..ha.. mau kemana lo hah??” sepasang kaki terlihat didepan mata Yoona ketika ia baru saja hendak bangkit.

“ Kyaaa!! Ampuuun!!”

 

 

_Bersambung^^v_

 

Hehe, udah kepanjangan.. TBC dulu ya!

Don’t forget, RCL loh.. yang nggak RCL akan author hapus dari daftar readers.. mianhae banget, soalnya udah banyak dan agak repot kalo ngetag readers yang jarang RCL, harap maklum..^^

Jangan lupa juga untuk kasih kritik atau saran ya 🙂

Advertisements

44 responses to “[FF_Haha! This Is Our Story (Sequel Of Our Story In Ramadhan)_PART 3]

  1. Pingback: OUR STORY IN RAMADHAN SEASON 2 [Part 4A : Antara Aku, Cukluk, dan Pesbuk] | FFindo·

  2. Mulai keliatan konflik antara peserta MOS nih hehehe..

    Walaupun ngenes jd peserta MOS tp ada enak nya juga lho kalo kita nginget2 waktu MOS jd lucu aja disitu culun2 nya :’D *ngerasain jd peserta

    Sbener nya jd panitia MOS juga kagak ada enak2 nya sih karena jd panitia itu capeeekk bgt *udh ngerasain jd panitia
    -___-”
    Tapi seru nya ya gitu bisa ngerjain peserta jd lucu2 an :p hehehe

    Walah jd nginget masa2 orientasi nih gegara OSIR :p

  3. Pingback: OUR STORY IN RAMADHAN SEASON 2 [ Part 4B : Antara Aku, Cukluk, dan Pesbuk ] | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s