Umma Spy 03

Title : UMMA spy

Author : Enny_xie

Main Cast : Shin Hyosang [OC] , Jo Twins [Boyfriend] , Hwang Sunyoung [OC] , Minwoo [Boyfriend] , Cho (Jo) Seorin [OC] , Donghyun [Boyfriend] , Shin Yeonni [author] & Jeongmin [Boyfriend]

Lenght : [Series] 2,732words

Rating : [PG-13] + STRAIGHT

A.N : GAK SUKA , JANGAN BACA – KLO UDAH BACA , JANGAN LUPA UNTUK RCL [Read,Like & Comen]

| Pengenalan Tokoh | Prolog | Previous

^^

Keesokannya , ketika hyosang sedang mencuci piring. Tidak sengaja ia menjatuhkan satu piring kaca , ia tidak begitu konsentrasi hari ini. Tepatnya sejak bertemu dengan jeongmin semalam

“gwencana yo??” tanya kwangmin cemas dan segera menghampirinya dimana youngmin belum turun untuk sarapan

“gwencan-gwencana” hyosang juga terkejut melihat dirinya yg berubah seperti ini , padahal selama 6 tahun ini ia baik-baik saja tanpa jeongmin ‘wae?’

“agkh!!” pecahan kaca tsb mengenai tangan hyosang

“tuh kan sudah kubilang hati-hati” kwangmin kelihatan sedikit emosi

“mian” hyosang jadi sedikit nervous ketika kwangmin menarik jarinya yg terluka dan Srrrruuutttt menghisap darahnya (emank vampire??)

Hyosang langsung menarik tangannya kembali dan memundurkan tubuhnya kebelakang dengan cepat alhasil POK kepalanya mengenai meja yg ada dibelakangnya “ouch! Sakit-sakit-sakit”

Kwangmin menahan tawa ‘lucunya…’

“waeyo?” youngmin yg baru turun itu tanpa sengaja melihat kemesraan mereka (pletak/)

“ani…” hyosang segera bangkit berdiri dan masuk kekamar mandi

Melihat ketegangan hyosang membuat kwangmin curiga ‘kenapa ia berubah seperti ini didepan youngmin? Jangan-jangan … yg kuperkirakan itu adalah benar’ (hyosang suka youngmin)

“dia kenapa?” ulang youngmin lagi

“aniya…makan sarapanmu”

“neo! Kenapa selalu menyuruhku diam dan makan! Ckck” kesalnya kemudian

“diam! Ribut ah~ lebih baik kamu diam saja deh.. kamu gak tau apa yg terjadi padaku gara-gara mendengarkan perkataanmu itu . Ckck”

“heh! Waeyo?”

“sudah kubilang DIAM!”

“YACH! JO KWANGMIN!!”

Dimana kedua orang ini tenggah bertengkar , hyosang yg bersembunyi dikamar mandi itu malah menangis . melihat kebaikan kwangmin terhadapnya mengingatkannya pada jeongmin , hal itu….merupakan salah satu kenangan mereka

‘apakah sam itu adalah pacarnya yg sekarang?’

“n-ne. tentu! Namja itu pasti sangat tampan sehingga ada minwoo seperti sekarang ini” ucapnya berupaya menyindir

mengingat hal ini lagi-lagi hyosang kembali menangis dan terus menutup kedua telinganya erat karna ia tidak ingin mendengarnya lagi ‘hentikan! Jangan terus berngiang dikepalaku!!’

hyosang keluar dari kamar mandi setelah agak tenang dan ternyata kedua namja ini sudah siap sarapan dan akan bergegas kesekolah , melihat muka hyosang yg sembab membuat youngmin curiga

“gwencana? Kamu tidak mungkin habis nangis kan??”

“ani…tadi-aku… hanya mencuci wajahku , jadi.. agak gimana gitu, hehe” melihat senyum hyosang , youngminpun lega

“ah…kok gak ada?” kwangmin kelihatan sedang mencari sesuatu didalam tasnya

“apa mungkin ketinggalan diatas” balas hyosang kemudian
“Apa perlu aku mengambilkannya”

“aniya…aku saja! Gomawo” tapi sebelum ia bergerak keatas ia sempat melihat klo bener muka hyosang agak sembab ‘apakah lukanya sangat perih , sampai ia menangis seperti itu?’ pikirnya pula , kemudian dengan terburu-buru kwangmin berlari keatas kamarnya untuk mengambil filenya yg ketinggalan

“cepat ya… jangan karnamu aku terlambat!!” teriak youngmin sengaja menjailinya , soalnya kwangmin sering banget mengatainya seperti itu ”kamu tau karnamu aku selalu telat”

“RIBUT!!!” balas kwangmin dari dalam kamar

“hahaha” yg membuat youngmin maupun hyosang tertawa bersamaan

“eh! Tapi…mana minwoo? Bukankah setiap pagi..kalian-pergi bersama?” ucapan youngmin sedikit tersendat-sendat karna ia sedang berpikir untuk ‘menanyakan masalah ini atao gak ya…’

“ah~ aku lupa mengatakannya , minwoo sudah bersekolah sejak beberapa minggu lalu . jadi setiap pagi aku akan mengantarnya”

“ah…ternyata begitu ya… jadi, pagi ini?”

“ia ingin pergi sendiri katanya , apalagi ada bus dan sam yg menjemput . Jadi gak masalah deh!”

“oh….”

Sebenarnya mendengar kemauan minwoo untuk pergi sendiri , hyosang sedikit binggung ‘wae?’ tapi bagus juga deh pikirnya , ia tidak ingin bertemu dengan jeongmin

“ah~ ada sesuatu yg sudah lama ingin kutanyakan kepadamu” ucap hyosang tiba-tiba

“ne, mwoya?” youngmin kelihatan senang ‘apakah ia ingin mengetahui sesuatu mengenaiku’

“kwangmin-“ senyuman youngmin hilang dalam sekejab “hari itu ketika aku sedang mengantarkan bekal kalian disekolah , bukankah dia sedang memeluk seseorang. Duguya??” sejujurnya ini bukanlah niat hyosang sendiri yg ingin mengetahuinya tapi Cho seorin –nenek jotwins

“oh…maksudmu hwang sunyoung?”

“em…mungkin, aku tidak tau”

“wua…gak mungkinkan! hwang sunyoung? kamu gak mengenalnya??”

“emank siapa?”

“em… seseorang yg lumayan terkenal dikorea. Ah! Dia itu juga tunangannnya kwangmin walaupun yah.. si babo itu membiarkannya menundanya terus”

“babo??” heran hyosang

“dugu babo-ya??” ternyata kwangmin sudah turun kebawah

“aniya..khaca! nanti telat” ucap youngmin buru-buru dan segera pergi

Kwangminpun mengikutinya , tapi disisi lain ia sempat berpikir ‘kenapa hyosang menanyakan hal ini?’

,,,

Sunyoung baru saja siap untuk pergi kesekolah , tiba-tiba pembantu rumahnya menghampirinya dan berkata “ada seseorang mencarimu agashi , ia sedang menunggumu diruang tamu”

“gak sempat lagi , aku akan kesekolah sekarang . Bilang saja bila penting nanti malam baru dibicarakan” balasnya

“tapi… ini neneknya jo kwangmin , agashi” ucap pembantu itu lagi

Sunyoung-pun segera berjalan memasuki ruang tamunya dan ketika pintu dibuka , seorang yeoja yg masih kelihatan muda diusianya yg sudah tua itu sedang duduk santai disana

“HELMONI!!” panggil sunyoung manja dan segera memeluk dirinya

“2 tahun tidak bertemu kamu tambah cantik sekarang”

“jinja?? Hehe” melepaskan pelukannya dan duduk didepan seorin
“waeyo? Hari ini tiba-tiba mencariku?”

“karna kamu tidak mengunjungi helmoni, terpaksa helmoni yg datang deh! Hehe”

“ah…mian , helmoni juga tau aku sedikit sibuk belakangan ini , sampai kesekolah saja susah” ucapnya

“arra.. tapi sunyoung ah~ kamu tau.. yg terpenting buat seorang yeoja itu adalah dapat hidup bersama dengan orang yg ia sayangi , menjadi seorang umma yg baik untuk anak-anaknya. Apakah kamu tidak pernah berpikiran seperti itu??” sunyoung hanya diam

Seorin-pun bangkit berdiri dari duduknya dan jongkok didepan sunyoung “apakah kamu tidak menyukai kwangmin??”

Alasan seorin datang mencari sunyoung itu karna ia mendapatkan laporan dari hyosang bahwa kwangmin dan sunyoung pernah bertemu sebelumnya disekolah dimana hari pertama sunyoung kembali kekorea , malah mereka sempat berpelukan diarena sekolah

Dengan gugup sunyoung menatap mata seorin “tentu saja menyukainya”

“klo gitu , wae?”

“aku-“

“jangan memikirkan hal lain lagi , kali ini dengarlah kata helmoni. Kita persiapkan pertunangan ini secepatnya. Emmm??” sunyoung tidak bisa menolak dipaksa oleh helmoninya dan akhirnya mengangguk iya

,,,

Sudah saatnya minwoo pulang dari sekolah , tapi ia tidak ingin segera pulang keurmah

“sam…apakah aku bisa mengikutimu?” ucap minwoo melas pada sunny

“waeyo? Umma tidak menjemputmu?”

Minwoo hanya menganggukkan kepalanya

“baiklah…sam akan mengantarmu pulang”
Sunny mengandeng tangan minwoo dan sampai diparkiran ternyata jeongmin sudah menunggunya disana “sudah menunggu lama?”

“ani” jeongmin menjawab tanpa melirik kearah sunny melainkan minwoo
‘kenapa dia ada disini?’

,,,

“kamu beneran tidak ingin pulang? Tapi , umma nanti bisa khawatir lo..” bujuk sunny

Jeongmin dan sunny baru saja siap makan dan ketika waktunya mengantar minwoo pulang , anak ini menolak keras “aku ingin tinggal bersama ajushi, andweyo??” sekarang gantian dia memelas kepada namja yg lumayan kesal dengannya itu

“em…baiklah, tapi .. kita hubungi umma dulu ya?” sambung sunny

“gak perlu sam , aku sudah menghubunginya tadi. Katanya akan menjemputku besok” bohong minwoo

“oh…jinja. Baiklah klo begitu” ucap sunny tanpa rasa curiga
“kamu-gak masalahkan jagi? Kalau kamu gak bisa, biar (kerumahku aza!)”

“ani..gwencana , apalagi-namja dengan namja lebih mudah bukan. sudahlah… tinggal bersamaku saja” padahal sebenarnya jeongmin ingin mengunakan kesempatan ini untuk menanyai minwoo siapa appanya yg sebenarnya

Setelah menunggu selama berjam-jam tapi minwoo gak kunjung pulang , akhirnya hyosang pergi kesekolahnya dan baru tau ia telah dibawa oleh sunny. Dalam hati hyosang langsung dag-dig-dug ‘jangan sampai ia menemui jeongmin’

Tapi hyosang tau itu adalah hal yg tidak mungkin karna sunny adalah pacarnya jeongmin “klo begitu…apakah aku bisa memimta nomor Hp sunny-shi?”

“oh…baiklah, bentar ya agashi”

Setelah mendapatkan nomor tsb , hyosang-pun menghubunginya dan baru tau minwoo sudah berbohong dan sekarang ia tinggal bersama jeongmin ‘ANDWEEE!!!’

“kenapa kamu tidak ingin pulang?” tanya jeongmin akhirnya

Kini kedua namja yg satu udah gede and satu lagi masih anak-anak itu sedang duduk bersama diruang tamu , rumah jeongmin “hanya… ingin melihat seseorang”

“emmmm…dugu?”
‘apakah appanya?’

“ajushi yo” jawab minwoo yg membuat jeongmin sangat terkejut

“we-wae??”

Memperlihatkan sebuah foto kepadanya , mata jeongmin terbuka lebar melihat foto tsb. ‘kenapa ia bisa mempunyai foto ini? Jangan-jangan…aniya~ ani! Aku ingat pasti aku tidak pernah melakukan apapun dengan hyosang’

“ini- maksudnya?”

“apakah ajushi… adalah appaku??”

“HEH!!??”

SSSSRRRRREEEETTTTT BHAM!!!!

“MINWOOO YACH!!!” hyosang terbangun dari mimpi buruknya dengan keringat dingin yg membasahi seluruh tubuhnya

Tok tok tok seseorang sudah sedaritadi mengedor pintu kamar hyosang “dugu?” tanyanya was-was lalu membukakan pintu

Ternyata youngmin “ada telepon untukmu”

‘kenapa dizaman begini gak pake handphone sih??’ gerutu youngmin dalam hati

Sekarang tepat jam 10 malam dan kwangmin belum pulang “hallo. Dugu….” Walaupun suaranya tidak begitu jelas, tapi hyosang sangat familiar dengan suara ini
“m-m-mwo?? Apa yg kamu katakan??” Segera mengambil jaketnya dan berlari keluar rumah

“odiga??” mengejar hyosang
“babo-ya??” akhirnya berhasil menahan pergelangan tangan hyosang
Melihat hyosang yg sudah bercucuran air mata “apakah- sesuatu terjadi??” tebak youngmin was-was

Hyosang malah mengencangkan tangisannya “minwoo..minwoo… mengalami kecelakaan , sekarang sedang berada diruang ICU. Hiks hiks..” jatuh dipelukan youngmin

“gwe-gwencana” ntah kenapa melihat hyosang seperti ini membuat hatinya dag-dig-dug

“kamu membawa mobilkan?? Bisakah membawaku kerumah sakit sekarang?? Jebal!!”

“n..n..ne! cha-chakaman!!” segera masuk kedalam rumah untuk mengambil kunci lalu merekapun berangkat kerumah sakit tsb

Sampai disana PLAK///

“hyosang-shi??” sunny tidak bisa menyembunyikan rasa kesalnya ‘kenapa malah memukul namjachinguku?? (seperti itu)’

“ketika bertemu denganmu aku udah tau –pasti! Kamu pasti akan mencelakai minwoo . yg bersalah padamu itu adalah aku , tidak ada kaitannya dengan minwoo” teriak hyosang sambil menarik-narik kerah jeongmin

Dengan kesal jeongmin menahan kedua tangannya dan menariknya pergi darisana untuk bicara empat mata “jeongmin-“ sunny sempat khawatir

“chakaman” ucap namja ini kemudian

”AKU BUKANLAH APPAMU!! MENGERTI!!”
‘tidak bisa! Aku harus mengantar anak ini pulang kerumahnya sebelum aku menjadi gila’
“khaca” menarik minwoo untuk keluar dari apartemennya

Sampai didepan aparteman , mereka berdua berjalan keparkiran “kita mo kemana?” tanya minwoo

“pulang!!”

“GAK MAU!!” tolak minwoo yg segera melepas gengaman jeongmin , saat itulah tiba-tiba sebuah mobil yg baru keluar dari arah parkiran itu tidak sengaja menabraknya SSSSSSSRRRRRRRRRREEEEETTTTT BHHHHHHHHHHAMMM!!!

“apakah kamu sudah gila??” teriak jeongmin frustasi

Hyosang hanya diam sambil sesegukan

“mian. Aku tidak menjaganya dengan baik , itu memang salahku , tapi… aku ingin mengetahui satu hal. Siapa appanya??” menatap hyosang tajam

Hyosang hanya menelan ludah dalam “yg penting bukan dirimu” lalu berlalu pergi

Dengan kesal jeongmin menghantamkan tangannya kedinding rumah sakit dan hal ini terlihat oleh sunny yg tadinya sengaja mengikuti mereka ‘ada hubungan special apa antara mereka?’

Setelah mengingat minwoo , sunny segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya ‘apakah jeongmin … adalah appa minwoo??’

^^

Seperti itulah satu malam ini berlalu begitu saja dan keesokan paginya ketika youngmin terbangun , dilihatnya hyosang yg masih berbolak balik didepan ruang ICU ‘sudah jam berapa ini?’ sambil mengeluarkan uap , melihat pada jam tangannya

“jam 6 pagi” lalu kembali melirik pada hyosang ‘apakah dari jam 10 malam sampai pagi ini kamu tidak tidur sedikitpun??’
‘bagaimana bisa tubuhmu menahannya hyosang-shi??’ ketika ia bermaksud untuk membujuk yeoja ini untuk istirahat sejenak , sebuah panggilan mengharuskannya menjauh dari yeoja ini

“hallo… ada apa kwang?”

“YACH!! kalian dimana??” teriak kwangmin merasa aneh ketika ia pulang tadi malam tidak ada siapapun , termasuk hyosang dan minwoo (klo youngmin sih udah biasa kalee..)

”kami…” kembali menoleh ke-hyosang
‘klo kukatakan yg sebenarnya , nanti kwangmin pasti ikut-ikutan. Emmm…’ ntah kenapa ada rasa seperti itu yg membuat youngmin akhirnya mengambil langkah berbohong
“kami…sedang liburan bersama”

“HEH??”

“ne. annyeong. Hehe” tersenyum nakal

“YACH!!! Odiga???” teriak kwangmin frustasi ‘kenapa tidak mengajakku juga??’ tangisnya dalam hati

Tiba-tiba seseorang menepuk bahu youngmin membuatnya terkejut setengah mati dan segera menyimpan handphonenya , diruang ICU tidak boleh mengunakan handphone gitu toh…

“tadi dokter mengabarkan .. katanya , minwoo baik-baik saja. Gomawoyo” ucap hyosang setulus hati
Karna baru pertama kalinya melihat wajah hyosang yg berseri-seri , youngmin kembali tidak dapat menyebutkan apapun hanya menganguk-angguk “sudah hampir jam 7 pagi , apakah kamu tidak sekolah??” tanya hyosang khawatir

“gwen…chana! Aku sudah permisi kok! Hehe..minwoo lebih penting , khaja” bersamaan menjenguk minwoo

Tapi saat itu juga hyosang yg sudah kecapaian malah tiba-tiba pingsan , ketika youngmin bermaksud ingin mengendongnya . ternyata jeongmin yg dari semalam masih berada disana itu lebih dulu melakukannya untuk hyosang yg membuat sunny sangat cemburu . Setelah menidurkan hyosang diranjang tepat disamping kasur minwoo , jeongminpun keluar dari ruangan tsb

“ada yg perlu kita bicarakan?” ucap sunny yg sudah berdiri diluar pintu

“arraso. Kamu harus kerja lagi bukan? kuantar.. dalam perjalanan akan kujelaskan” sepasang inipun pergi , tinggallah youngmin yg masih bertanya-tanya akan hubungan mereka

‘sebenarnya namja itu siapa sih??’

,,,

Kwangmin sedang berdiri didepan pintu kelas sunyoung , kelihatnnya sih sedang menunggu yeoja ini tapi sebenarnya ia sedang melamun akan ketiga orang yg telah meinggalkannya sendirian dirumah itu ‘awas aja kalian!! Fiuh~’ lagi-lagi membuang nafas panjang

“waeyo?? Kelihatannya ada masalah?” sunyoung sudah berdiri disampingnya

“ah~ ani!”

”jadi..kita tetapkan seperti ini saja” jelas seorin dimana ada kwangmin dan sunyoung disana . mereka tenggah membahas masalah pertunangan mereka yg selalu tertunda

Seorin akhirnya berhasil membujuk sunyoung untuk melangsungkan pertunangan yg akan dilaksanakan bulan ini juga “miane helmoni , aku rasa aku tidak dapat melakukannya”

Kedua bola mata seorin membesar ketika mendengar penolakan kwangmin“WAE??”

“aku hanya tidak ingin!” lalu bangkit berdiri membawa sunyoung untuk pergi darisana

Setelah mengantar sunyoung pulang , barulah ia kembali kekediaman helmoninya dan dimarahin habis-habisan . karna itu dia sedikit telat pulang semalam

“sebenarnya…setelah mendengar penolakanmu , perasaanku jadi gak enak. ‘apa maksudnya ini? Apakah kwangmin- sudah tidak menyukaiku?’ hehe..pertanyaan-pertanyaan seperti itu terus berngiang dikepalaku” jelas sunyoung

“mana mungkin… aku hanya , tidak ingin memaksamu. Aku ingin kamu bahagia melakukan apapun yg kamu suka , jadi..jangan pikir yg enggak-enggak. Arraso??” membelai rambut sunyoung lembut

Memeluk kwangmin “gomawoyo… jinja-jinja gomawoyo” tidak ada kata lain lagi selain ungkapan terima kasih yg terdalam

Ketika keduanya melepaskan pelukan mereka , wajah mereka sangat dekat . tatapan matanya juga mulai berbeda . pelan-pelan kwangmin mulai mendekatkan bibirnya tapi “AH! Aku ingat -masih ada kelas pagi ini. Aku duluan ya… annyeong” berlalu pergi

Sunyoung hanya bisa menatap punggung kwangmin heran ‘kenapa ia tidak melakukannya??’

,,,

Ketika hyosang siuman , suster yg menjaganya langsung memanggilkan dokter

“apakah sudah terasa baikan?” tanya dokter itu

Hyosang mengangguk mantap “lalu , bagaimana dengan minwoo? Kapan ia siuman dok?”

“tenang..tenang…badanmu masih lemah sekarang ini , kamu tidak boleh terlalu cemas”

“ne”

“walaupun ia sudah melewati masa kritisnya , tapi .. ia masih memerlukan pendonoran darah. Sedangkan hyosang-shi..” tiba-tiba sang dokter menghentikan ucapannya

“waeyo?? Aku masih tahan kok dok, ambil saja darahku. Kumohon!!”

“bukan . bukan itu maksudku… tapi , apakah benar minwoo adalah anak anda? Karna setelah kami melakukan tes DNA , ternyata darahmu tidak cocok untuknya”

Jeongmin yg berdiri diluar pintu kamar hyosang itu sangat terkejut setelah mendengarnya
“ma-mana mungkin” ucapnya mulai gugup

“tapi gwencana , appanya telah mendonorkan darah untuknya” ucap sang suster kemudian

“ap-pa??” heran hyosang

“ne. namja yg juga ikut menunggu bersamamu disini malam itu . Yg rambutnya sedikit keemasan , bukankah dia ayah dari anakmu?”

“YOUNGMIN??” ucap hyosang tidak percaya ‘mana mungkin!!’

‘MWO?? Anak blonde itu adalah appa minwoo??’ kejut jeongmin dan ketika ia bermaksud untuk balik saja , ia malah berpapasan dengan youngmin yg baru saja mendonorkan darahnya untuk minwoo . melihat jeongmin yg menatapnya tidak puas , youngmin juga gak mo ngalah

‘apa-apaan pulak namja ini!!?’ pikir youngmin

”onni…andwe!! Andweeee!!!” teriak hyosang frustasi

Yeonni yaitu onninya hyosang , meninggalkan dunia (karena itu nama author jadinya author kaga berani ah nyebut-nyebut kata mati . miane…) ketika melahirkan minwoo . Hanya kata terakhir itu saja yg sempat disampaikannya “jaga minwoo dengan baik”

Hyosang kini tengah duduk disamping ranjang minwoo dan mengengam erat tangannya “mian onni , semua karenaku… minwoo mengalami kecelakaan. Aku tidak bisa menjaganya dengan baik. Aku tahu , ia pasti sangat ingin tau siapa appanya yg sebenarnya , tapi.. bagaimana aku bisa mengatakannya bahwa kedua orangtuanya telah- aku tidak bisa! Hiks.hiks..” dan kembali menangis

‘tapi kenapa darahnya dan darah youngmin bisa cocok?? Apakah mereka mempunyai hubungan khusus??’ pertanyaan itu masih berputar dikepala hyosang

“ummmaaa…” panggil minwoo degan suara lemahnya

“MIN” tiba-tiba mengecilkan suaranya “Minwoo a~ kamu sudah siuman? Apakah masih terasa sakit? Dimana?-“

Menghapus airmata hyosang “gwencana , sama sekali tidak sakit lagi kok” berusaha tersenyum

“baguslah” kembali memeluk anaknya satu ini

^^

“akhirnya kalian pulang juga, fiuh~” 2 hari satu malam dilewati kwangmin sendirian

Hyosang menatapnya heran ‘kenapa namja ini bersikap seperti itu?’ padahal seharusnya ia khawatir dengan keadaan minwoo , pikir hyosang (tapikan kwangmin gak tau soal itu)

Youngmin hanya ketawa ngakak dibelakangnya

=== Wait for the NEXT STORY ===

5 responses to “Umma Spy 03

  1. wah keren, , ceritax bgus bnget . . .
    Aq dh bc pengnln tokoh ampe yg part ini . . .
    mian ya aq comenx bru d part nh . . .
    D tggu next partx . . .

  2. ceritax bgus bnget . . . Keren . . .
    Aq dh bc pengnln tokoh ampe yg part ini . . .
    mian ya aq comenx bru d part nh . . .
    D tggu next partx . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s