Seasons of The Lucifer [CHAPTER 8]

Seasons of The Lucifer

Title:Seasons of The Lucifer

Author: LucifeRain / Aya

Genre: romantic – comedy, Friendship, AU, Fantasy

Leght: Chapter

Ratting:General

Main Cast:

Cho Minhye a.k.a Cho Minhyun

Kim Kibum a.k.a Key

Choi Minho a.k.a Minho

Lee Taemin a.k.a Taemin

Kim Jonghyun a.k.a Jonghyun

Lee Jinki a.k.a Onew

SOL [teaser]SOL [chapter 1]SOL [chapter 2]SOL [Chapter 3]SOL [Chapter 4], SOL [Chapter 5], SOL [chapter 6] part.A,   SOL [chapter 6] part.B, SOL [chapter 7] part.A SOL [Chapter 8], and others

 

Annyeong ^_^

wah, aku rada kecewa nih. Masa aku dah murah hari publis 2 part sekaligus eh sebagian readers pelit bgt komenya, udah digabungin, dikit lagi. well, nggak mau lagi deh bikin part a part b. hahaha. Terima kasih ya Readers.

Pertanyaan pertanyaan kalian kemaren, sebenernya udah kejawab di part part awal. Dan aku nggak akan ngulangin apa yang udah aku tulis –termasuk jawaban itu. karena hanya membuat cerits bertele tele –meskipun FF ini bisa dikategorikan begitu- dan lama selesainya.

 

Happy reading all ^_^

 

~*~*~*~

 

“Taemin-ah, apa tujuanmu bekerja disana… kau tahu kan tempat itu… tempat itu…”

“kotor?” sambung taemin disusul dengan senyum Miris. “kau tahu, sehabis lulus nanti aku ingin menikah”

“MWO?!!!”

 

Minhyun menumpukan tanganya di bahu Taemin, ia menarik namja itu agar berhadapan denganya, Menyelami sorot mata Taemin hingga ia terhenyak bahwa tak ada satupun titik kepalsuan yang bernaung disana. Tapi mengapa Minhyun merasa asa itu jauh dari kata kekal?

Taemin menghela nafas panjang. Dimata Minhyun ia tampak berbeda, Minhyun merasa dirinya seperti menemukan sisi gelap seorang Lee Taemin. Selama ini dia mengira Taemin seperti musim semi yang penuh keindahan dan keceriaan.

Tapi… Jika kau juga berfikir seperti itu, kau egois. Terkadang kita harus mencoba untuk melihat dari sudut pandang berbeda kalau ingin mengetahui hal luar biasa yang dapat memecahkan terciptanya imajinasi liar. Melalui sudut pandang orang lain, kau bisa mengetahaui bahwa terang tidak akan tercipta tanpa adanya gelap.

 

“katakan sesuatu” Minhyun menahan pergelangan tangan Taemin kala namja itu berdiri.

Hening. Taemin menyimpuhkan lututnya di tepi ranjang, ia mendorong tubuh Minhyun hingga jatuh ke atas tempat tidur. Minhyun tak diberi cela untuk berontak karena Taemin langsung menautkan jemarinya untuk menahan tangan Minhyun yang sudah sejajar dengan kepala.

Minhyun tak mengerti maksud Taemin memperlakukanya dengan kasar seperti ini. bahkan, kakinya pun tak dapat bergerak karena tubuh bawah Taemin menindih pahanya. Minhyun terkunci.

“kau be… rat” lirih Minhyun saat tangan Taemin tak lagi menahan tubuhnya. Hanya lapisan kain yang menjadi jarak tubuh mereka. “apa mau mu?”

Minhyun dapat merasakan deru nafas taemin di telinga kananya, namun dia tak dapat melihat seringai nakal yang meluncur dari bibir Taemin. Setiap Minhyun berontak maka disaat itulah Taemin menguatkan tahananya.

“aku benci… aku benci tatapan ragumu.”

“Aku benci setiap orang yang selalu meremehkanku, mereka menganggapku bocah yang tak tahu apa apa. Mereka selalu menilai penampilan luarku yang ceria tanpa memperdulikan sebuah lubang besar yang sebenarnya terbuka lebar.

Duniaku duniamu, mereka egois. Dan aku sudah menutup lubang itu agar mereka tak perlu berpaling penuh penyesalan untuk menembus demi mencari tahu suatu hal yang sudah terlambat. Aku benci itu… aku benci orang yang meremehkanku”

 

Minhyun tertegun, ia tahu betul siapa “mereka” yang taemin maksud dari pengakuanya tadi. Kembali ke pertanyaan awal, sebenarnya apa arti persahabatan dimata mereka. Ternyata mereka tidak seputih yang Minhyun bayangkan. Semua abu abu.

Akhirnya Minhyun mengerti, Taemin memperlakukanya seperti ini demi membuka pikiranya, untuk tahu apa yang tidak diketahui bahwa dia bisa melakukan sesuatu yang dianggap tidak bisa.

“apa untungnya kau melampiaskan semua ini padaku?”

Taemin terpekur, ia kembali menopang tubuhnya hingga mereka bertatapan “HAHAHA” Taemin tergelak namun tidak dalam arti sebenarnya. Namja itu mengambil posisi duduk di atas paha Minhyun. Belum saatnya dia bebas.

 

“baiklah aku percaya kelak kau akan menikah, tapi sebenarnya untuk apa?”

“percayakah kau kalau ku katakan bahwa ini hanya tuntutan? Aku mempunyai sebuah Profesi, dan profesiku membutuhkan dirinya. Dia yeoja luar biasa, umurnya 22 Tahun dan selalu berada disampingku. Jauhkan intuisi, itu hanya sia sia”

 

Taemin berdiri, ia meraih handuk di towel rack lalu berjalan menuju kamar mandi. Sedangkan Minhyun masih dalam posisi yang sama, tindihan tubuh Taemin yang berat membuatnya sedikit ngilu. Nafas Minhyun sedikit memburu dan pertanyaan itu kian lama kian menggila.

Semakin kesini Minhyun semakin sadar bahwa musim semi tak akan tercipta tanpa ada badai dari musim sebelumnya. Tak akan ada bunga baru jika bunga lama masih berdiam dalam tempat yang sama. Tak akan ada Taemin yang ceria jika hidupnya hanya berupa garis lurus berwarna sama.

Minhyun sadar, keceriaan dan image cerewet yang dipertahankan Taemin seperti padang bunga di musim semi, yang semata mata menjadi objek metafora untuk menutupi bekas luka dari badai semalam.

 

~*~*~*~

 

Minhyun menopang dagunya dengan siku yang tertumpu di atas pagar pembatas tribun gedung olahraga ShineShall Academy. Sejak tadi tatapanya mengekori dua orang namja yang sedang bermain basket disana.

Jonghyun dan key, mereka bermain diselingi gelak tawa meskipun dalam pertandingan itu mereka adalah rival. Minhyun lebih terpusat pada Jonghyun karena akting namja itu terlalu sempurna menutupi masalahnya.

Jonghyun sangat bersemangat, sesekali ia melakukan High five dengan teman se-Timnya setelah dia berhasil memberi tembakan fantastis ke arah Ring.

“Cho Minhyun kau seperti Yeoja saja” Minhyun tersentak, tiba tiba seseorang menepis tumpuan sikunya. Alhasil dagunya dengan sukses menghantam pagar pembatas.

“SAKIT, BODOH!” maki Minhyun pada Onew sang pelaku. Agak kaget juga saat Onew mengatainya seperti yeoja. Ingat posisi, Cho Minhyun!

 

Onew terkekeh pelan lalu menoleh ke arah lain, ia berbicara lalu tertawa keras hingga bahunya berguncang. Minhyun yang masih heboh mengusap dagunya hanya bisa mendecak kesal.

“kau dan Eunki menertawakanku hah?”

 

Well. Ada yang bilang jika ingin berburu maka belajarlah memanah, jika ingin masuk ke kandang harimau, maka berpura puralah menjadi singa. Masuki dunianya maka kau akan tahu segala hal.

“lihatlah, Eunki memakai bando hadiahku. Is she beautiful?”

Minhyun melirik sebuah bando berpita dalam genggaman Onew, kemudian tersenyum lebar. “sangat cantik”

 

Peluit panjang pertanda usainya pertandingan telah berbunyi dan itu menarik kembali perhatian Minhyun. Dia menatap lekat ke arah key yang mengelap peluh di sekitar wajahnya, jika teman teman Key tertawa lebar, dia hanya memasang senyum seadanya.

Minhyun menyernyit ketika melihat key membongkar semua isi tasnya, kontan ia menoleh ke arah Onew.

“dia kenapa?”

Onew melayangkan cengiran aneh “tadi aku mengambil botol minumnya” Onew mengacungkan botol minum di depan hidung Minhyun. “kembalikan, kalau tidak ia pasti marah besar.

 

Baru saja Minhyun hendak protes tapi Onew keburu pergi diiringi tawa lebar Khasnya. Aigoo… dasar anak SGM, sinting gila miring *Upss…

Minhyun menuruni tribun kemudian melangkah ke arah Key yang memunggunginya. Tapi beberapa saat ia melangkah mundur karena ragu, sesaat Minhyun sadar semua harus dihadapi maka dia pun maju lagi. tapi mundur lagi karna ragu, sadar dia maju lagi. maju mundur maju mundur maju mundur

“kau sedang apa bodoh?!”

Doenggg…

Ternyata Key sudah membalikan badan dari tadi, tak mau dianggap orang aneh Minhyun pun memutar otak. Tapi apa daya, otak Minhyun memang sudah terputar putar..

“nan?… senam aerobik kau mau ikut?” jawab Minhyun sambil meliuk liukan badan. Aigoo… apakah tadi ia mengajak Key senam aerobik? Pabboya! Mana mau mahluk jenis key bergabung dengan spesies aneh seperti Minhyun.

Tiba tiba dari tubuh key terpancar aura mistis saat key menatap botol Minumnya yang di jadikan barbel jadi jadian. Key menatap Minhyun dengan tatapan yang memiliki arti ‘kembalikan-botol-minumku-atau-kau-akan-ku-tendang-sampai-bokongmu-tepos’

Wow… panjang juga arti tatapan key. Minhyun menggeleng “Bodoh! Cepat serahkan botol minum itu. bokongmu sudah rata mau tepos seperti apa lagi huh?” gerutu Minhyun pada dirinya sendiri.

“i… ini… botol minummu” karena gugup Minhyun langsung mengacungkan botol minum itu. tapi naas ujungnya malah mengenai hidung Key, membuat namja itu terhuyung kebelakang.

“Kyaaaa… apa lobang hidungmu tepos? Ah ani, kamsudnya apa hidungmu kecucuk?” seru Minhyun heboh, namun dirinya tak berkutik ketika Key menatapnya tajam.

 

Dengan gerakan malas, key menyambar botol Minhum itu. saat ia mendekatkan mulut botol dengan bibirnya lalu mendorong botol itu 45 derajat, sama sekali tak ada air yang keluar dari sana.

“HYAA! Akan ku ganti!!!!”

Minhyun membuka ransel bagnya, tak lama setelah tanganya tenggelam disana akhirnya tangan itu keluar dengan menggenggam sebotol air mineral. Takut takut, Minhyun menyerahkan botol itu tapi sial malah menyodok dagu key.

“YA!” Minhyun bergidik ketika Key membentaknya.

“Mianhaeyo” ucap Minhyun penuh penyesalan, ia pun membungkuk satu kali. Saat bertemu tatap dengan Key, ia membungkuk lagi untuk menghindarinya dan kejadian itu terus berulang hingga Minhyun pusing sendiri. Aigoo…

“baiklah aku pergi saja” dengan langkah terhuyung karena pusing, Minhyun berbalik. Sebenarnya agak mengerikan menghadapi Key hari ini karena kesimpulan seenak jidat yang ia buat tadi pagi terlampau mengerikan.

Tapi ini tidak bisa dibiarkan menjadi sebuah tanda tanya yang kian lama kian membesar. Ingin rasanya Minhyun berbalik ke hadapan Key lalu bertanya apa yang ditutupi Key sebenarnya. Kenapa semua ini seakan menarik dirinya dalam lingkaran setan yang dipenuhi malaikat.

 

“C… Cho Minhyun…”

langkah Minhyun terhenti seirng dengan jatungnya yang terasa berhenti berdetak. Ia mencelos, apakah hanya sebuah ilusi bahwa key memanggil namanya?

Ini pertama kalinya Key memanggil namanya dan pertama kalinya Minhyun mendengarkan alunan suara lembut Key yang selama ini jarang dia dengar. Tak ada nada bentakan seperti percakapan sebelum sebelumnya. Diantara ego yang berkecamuk tersirat keinginan untuk mendengar kalimat berintonasi seperti itu sekali lagi. bisakah?

“aku haus”

Minhyun menyerahkan botol minumnya ke hadapan key. Dalam hati ia berharap semoga Key tidak menyadari tanganya yang bergetar menahan gugup. Entahlah, Minhyun sendiri tidak mengerti apa yang terjadi dengan dirinya.

Minhyun merogoh saku celananya lalu mengeluarkan setangkai permen, itu mungkin bisa menjadi peredam kusutnya fakta baru yang belum terangkai sempurna dalam otaknya.

Minhyun membuka bungkus permen itu, namun tatapanya mengarah penuh ke arah Key yang sedang meneguk minum dengan sedikit menengadah. Sinar mentari sore yang menembus jendela GOR menerpa wajahnya, membuat Peluh di wajah Key terlihat mencilang cilang ._.

‘Andai Key tidak pakai baju pasti semakin gagah, YA! Apa yang kau pikirkan Cho Minhyun?’ Minhyun menggeleng kuat saat pikiran yadong itu merasukinya.

Karna sibuk menetralkan pikiran yadong. Bukanya memasukan permen ke dalam mulut, eh malah ke hidung.

 

Byurrr…

Minhyun merasa wajahnya tersembur air keramat. Dengan permen yang masih menancap di hidung, Minhyun mendongak lalu mendapati Key yang tergelak dengan lumeran air disekira mulurnya. Mwoya? Jadi hujan dadakan itu muncratan Key?

“YA! KAU….”

“HAHAHAHA”

 

Awalnya Minhyun berniat menghardik Key, tapi sekejap kemudian dirinya disibukan menangkap jantung yang lari ke sana kemari ketika ia mendapati key tertawa lepas. Baru kali ini Minhyun melihat semburat ceria menghiasi wajah yang biasanya kaku itu.

Terasa asing memang, namun ia menyukainya. Sebenarnya, sudah berapa dalam ekspresi itu terkubur dalam diri key? Seberapa kuat namja itu menahanya agar tak menyeruak kepermukaan? Minhyun tahu, segalanya tersembunyi.

 

Seperti ada luap kepuasan ketika Minhyun membuat kesimpulan bahwa Sifat Key cenderung tidak tetap, sukar dimengerti namun mempunyai daya tarik tinggi. Satu kartu telah terbuka dan itu bergambarkan musim panas yang ganas namun selalu ditunggu tunggu karena tersimpan banyak kejutan di dalamnya.

 

“jangan dekati dia”

Minhyun merasa seseorang menarik pergelangan tanganya. Refleks ia pun menengadah, Minhyun terkesiap mendapati Minho yang sudah berdiri diantara dirinya dan Key. Suasana hangat yang tercipta kini membeku seketika. Minhyun bergeming tak kuasa bergerak karena kobaran aurora dalam manik mata Minho menerjang liar.

Syaraf motoriknya seakan terkunci, membuatnya hanya terfokus dalam mutiara hitam pekat yang mendiami mata Elips Minho. Alis tebal yang menaungi kedua matanya kini menyatu, Seperti ada amukan yang membara disana.

“kau milikku, Cho Minhyun. Milikku!”

 

~*~*~*~

 

……………………

Well, Chap 8 adalah Chapter  FF terpanjang yang pernah ku buat. Selama aku nulis FF Chapter belum ada satupun yang nyampe kata END. aku nggak mau Season of The Lucifer itu seperti karya gagal ku sebelum sebelumnya. Semoga rekorku terpecahkan hahaha xD

Aku sayang banget sama FF ini, ide ceritanya merupakan penggabungan dari semua hayalanku, semua imajinasi liarku tentang kehidupan yang penuh kejutan. Unbelievable, Unreliable, UNPREDICTABLE.

Yosh! Mungkin itu berlebihan tapi aku membenarkanya. Kalian tahu? Aku baru saja nulis Chap ini. hari hari yang lalu, aku badmood berat nulis ini. ada someething yang bikin aku bimbang nulis ini, tapi tetep aja aku nekat padahal konfliknya tergolong berat hiks…

 

So, aku mau nanya sama readers….

–          Menurut kalian lebih baik Konflik cerita ini aku campur atau aku pisahin satu satu?

–          Kalau aku pisahin, berarti aku kasih Subtitile seperti “ Season of The Lucifer : Spring Taemin, Summer Jonghyun dll” dan masalahnya akan terfokus pada orang yang satu itu. sementara Cast yang lain hanya aku ungkit sedikit sedikit. Karena berdasarkan musim, berarti kemungkinan besar adalah Taemin.

–          Kalau aku gabungin, alurnya seperti yang sebelum sebelum. Tapi jadinya ya gitu alurnya lari kesana kemari. Takutnya klimaksnya malah nggak pas dan jadi amburadul

–          Dari awal emang aku memang bingung mau nyelesain 1 konlik dulu atau sekaligus, dan Chap 8 ini jd puncak kepusinganku (?) –itu yang bikin aku badmood nulis mikirinya.

Aku bener – bener muter otak lho buat ngegabungin konfliknya. So, sorry kalau ngga maximal. Tolong kasih saran n masukan ya. Jawab pertanyaanku, kalo memang mau dilanjut jangan Cuma jawab terserah author atau senyaman author or ect.

Aku butuh saran supaya FF ini nggak kayak FF gatot (gagal total) punyaku yang mendekam sekitar 70an document di Lappie ku. *beneran lho! #kokmalahcurcol

 

Haha 😀 makasih buat readers, semoga aku nggak ngecewain kalian, maap kepanjangan hehe *cipok readers satu satu #dirajam

yang masih bingung,mau nanya nanya atau traktir author follow twitter ya @ayyaMONICA

Good Bye.

Advertisements

138 responses to “Seasons of The Lucifer [CHAPTER 8]

  1. mkin bkin greget aja nih ff,, tpi ttap suka,, rasa penasaranku mkin tinggi banget,, semoga next chap udah hpus dkit rasa penasaranku^_

  2. astaga naga ajiiip sekiyaa… kenapa ini seru banget aslian eonni, aku ngakak, senyum2 sendiri jugaa…. aslianknapa ini seruu… udh, cukup, hentikan semua ini?! *halah*, berhenti bikin perut aku geli karena nahan ketawa, udh lah, mau lanjut baca hihihi~

  3. astaga….call the doctor plissssss…!!!!!
    whattt????? apaaaaa????? “kau milikku cho minhyun”……. minho ni emg sush ditebak orangny..apa gak berasa jatuh dri namsan tower tu minhyun dnger omongan minho ….
    smkin mnrik bgt lma2…

  4. Lagi asyik-asyiknya Min-Key berduaan, udah mulai berasa chemistrinya.. ehhhh… si Minho datang-datang langsung nyablak ‘kau milikku’ *gubrakkk !!!

  5. Hmmm ya walaupun komen ini udh gk kbca q cma ngluarn pndpat sbgai reader sejati#ceillah#
    Mnurut q ffny bkal lbih dpt feel klo konflikny dpisah jd ada btsan dr stiap crita dan jjur q sedikit btuh wkt buat pham sama chap2 sblmny maaf ya #mian author #
    Smoga komen ini brguna bgi author buat ff karya slnjutny,,trus brkarya ya author 😘 mangat !!! Yey

  6. Jadi Minho suka sama Minhyun? Andwaee! Minho milikku#jiwafangirlberkobar .
    Tapi lebih suka KeyHyun(?)
    Yah, walaupun Key sukanya sama Jihya)))): tapi tetep nggak relaa TT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s