cinderella boy [part 2]

author: richannyda @anidasri

previous part : part 1

cast : Lee Donghae

Jung Jessica

Tiffany Hwang

Im Yoona

other cast : Choi Siwon

Kim Ki Bum

Krystal jung

Donghae benar-benar berharap jika apa yang didengarnya salah, namun ini adalah kenyataan yang harus dia terima.

Jessica melihat raut wajah kepuasan pada Jaejoong. Sudah satu jam mereka berbicara panjang lebar. Jessica berulang kali meyakinkan Jaejoong tentang hubungannya dengan Donghae namun Jejoong tidak percaya dan malah menekan Jessica untuk mengatakan hal yang sebenarnya, dan ketika Jessica mengatakannya tiba-tiba…

“ Aku tidak menyangka kau bisa melakukan ini semua “ suara itu, Jessica merasa sangat mengenalnya.

Jessica terkejut, sedangkan Jaejoong hanya memperlihatkan wajah datar. “ Hae, sejak kapan.. kau ada disini? “

Donghae memperlihatkan smirknya, meski hatinya teriris. “ Sudah cukup lama untuk mendengar semuanya “ Lalu pergi meninggalkan Jessica begitu saja.

Jessica bangkit dari kursinya, bermaksud untuk mengejar Donghae. Namun, Jaejoong menahan lengannya. “ Sudahlah, biarkan saja dia pergi “ Lalu memaksa Jessica untuk duduk kembali di kursinya, “ Kau tidak mencintainya, kan? Kau tidak perlu mengejarnya! Nanti aku akan membantumu untuk bicara dengan Tiffany “

Jessica hanya terdiam dan memilih untuk duduk kembali di kursinya. Benar apa yang dikatakan Jaejoong, lebih baik dia membiarkan Donghae sendiri dulu, tapi mengenai masalah perasaan. Apa dia benar-benar tidak mencintai Donghae? Dia akan mencoba menjelaskan semuanya pada Donghae, besok.

“ Jadi hubungan kalian… berakhir begitu saja? “ Tiffany terlihat kecewa, berulang kali dia menahan napasnya yang memburu. Namun, sedetik kemudian wajahnya berubah ceria, “ Tidak apa-apa, Sica! Aku mengerti, tentu saja kau akan memilih Jaejoong Oppa. Jaejoong Oppa kan jauuuuhhh lebih baik dari anak Mokpo itu “

Jessica hanya tersenyum tipis, membuat Tiffany merasa bersalah. “ Ya! Jangan begitu! Aku benar-benar tidak menyalahkanmu.” Lalu merangkul Jessica, “ Tidak apa-apa meski kau tidak membantuku! Asal kau bahagia, aku juga bahagia “

Bukan begitu, Tiffany. Hanya saja aku merasa takut ketika melihatnya perlahan pergi meninggalkanku.

Bunyi ketukan pintu diluar kamar membuat Tiffany meninggalkan Jessica dan membuka pintu kamarnya perlahan, “ Ayah, ada apa? “

Ayah Tiffany terlihat cemas daan khawatir, “ kau tahu nomor telepon temannya Donghae? “ ayahnya bertanya dengan wajah serius.

Tiffany malah tertawa meledek, “ Ayah pikir anak Mokpo itu memiliki teman? Aku tidak tahu dan tidak mau tahu.” Lalu segera meraih knop pintu kamarnya, “ Aku capek, dan aku ingin tidur! Selamat malam, Ayah ! “ dan segera menutup pintunya.

Ayah Tiffanny masih menggedor pintu kamarnya, “ Ya! Fanny-ah, ayo kita cari Donghae “ Namun, Tiffany malah menyambungkan headphone ditelinganya dan berjalan menuju Jessica yang masih setia duduk di ranjangnya.

Jessica bingung ketika Tiffany menghampirinya sambil tersenyum senang, “ Kenapa kau sesenang itu? “

Tiffany segera melepas headphone ditelinganya, “ Anak Mokpo itu hilang “

“ Hilang? “ Jessica nampak khawatir, “ Hilang bagaimana? “

Tiffany hanya mengangkat bahunya tak perduli, “ Aku tidak tahu, ah ya!” Tiba-tiba Tiffany menjentikan jarinya, mengingat sesuatu. lalu melanjutkan, “ Pasti dia patah hati lalu kabur dari rumah dan bunuh diri “

Jessica kaget mendengarnya, “ Bunuh diri? Dan kau sesenang itu? “

Tiffany mengangguk mantap, “ Yah, bukankah ini yang aku inginkan dari dulu? “ lalu menatap Jessica dengan ekor matanya, “ aku harap dia pergi selamanya dari hidupku “

Jessica masuk ke gerbang kampusnya dengan mata setengah mengantuk. Semalaman dia tidak bisa tidur dan terus memikirkan Donghae. Jessica benar-benar menyesal dengan apa yang telah terjadi.

Andai saja dia tidak mengikuti keinginan Tiffany untuk menerima Donghae, andai saja dia tidak bertemu dengan Jaejoong, Andai saja Donghae tidak mendengar percakapan mereka.

Sesungguhnya Jessica bukanlah orang yang senang berandai-andai, namun kini keadaannya berbeda. Ini salahnya.

“ Jessica! “ Jessica berbalik ketika mendengar seseorang mendengarnya. Tiffany, dia dan Siwon terburu-buru mengejar Jessica, namun Jessica malah berlari menghindari mereka.

Siwon menatap Tiffany, “ Dia kenapa? “

“ entahlah, sejak Anak Mokpo itu hilang dia jadi seperti itu “ Tiffany menatap Siwon denggan tatapan manja, “ sepertinya hanya Oppa yang mengerti aku “

Siwon tersenyum lalu mengacak rambut Tiffany lembut, “ Itulah gunanya ada aku di sini “ Tiffany tersenyum dan memeluk Siwon erat, “ Tapi kau akan bernasib sama dengan mantan-mantan kekasihku yang lain “ lanjutnya dalam hati.

Jessica masih mengaduk capuccinonya ketika beberapa orang mahasiswi berlari dengan histeris ke arah parkiran motor.

“ Aneh sekali “ Jessica bergumam pelan, terakhir kali mahasiswi heboh adalah beberapa bulan yang lalu ketika Siwon belum berpacaran dengan Tiffany. Apakah ada mahasiswa baru yang dapat menggantikan popularitas Siwon?

Jessica yang mulai penasaran langsung beranjak dari kursinya, berlari menuju ke arah kerumunan itu berada, “ Ah maaf, permisi “ Serunya sopan, ketika masuk ke dalam kerumuman. Semua mahasiswi itu memberi jalan pada sang – Princess kampus –

“ Dia… “ Gumam Jessica pelan, ketika dia berdiri dibarisan paling depan diantara kerumunan itu.

Pria itu turun dari motor sportnya, tersenyum pada gadis-gadis yang ada dihadapannya. Lalu mengedipkan sebelah matanya, membuat gadis-gadis itu semakin histeris dibuatnya.

Baru sehari Jessica tidak bertemu dengannya dan sekarang pria itu muncul dengan penampilan yang sangat berbeda. Apa maksudnya ini semua? Apa Donghae ingin menarik perhatiannya atau ingin balas dendam padanya?

“ Eh.. eh dia tampan sekali yah? “ Salah seorang mahasiswi berbisik pada teman disebelahnya, namun Jessica masih bisa mendengarnya. “ SStttt itu kan kakak tirinyaTiffany, wajar saja kalau dia setampan itu. Lihatlah, Princess kampus itu pasti akan menggaetnya “ jawab teman gadis itu.

Jessica sangat tahu bahwa dialah yang disebut Princess kampus itu. Donghae yang menyadari kehadiran Jessica langsung tersenyum dan berjalan ke arahnya.

Jessica masih bisa mendengar bisik-bisik dari mahasiswi itu, tapi dia tidak perduli. Jessica membalas senyuman Donghae.

Namun, Jessica salah. Donghae tidak menuju kearahnya. Donghae melewatinya begitu saja, seakan tidak pernah mengenalnya sama sekali dan menghampiri seorang gadis cantik yang berdiri dibelakang Jessica.

“ OOOMMOOO “ teriak mahasiswi-mahasiswi itu ketika Donghae merangkulkan tangannya dileher gadis itu.

Im Yoona, Jessica sangat tahu siapa gadis itu, mantan kekasih Siwon sebelum dia berpacaran dengan Tiffany. Gadis yang sederhana namun cantik dan tidak banyak tingkah.

“ Beruntung sekali ImYoona, selalu mendapatkan pria-pria populer di kampus “ ucap mahasiswi tadi. Jessica segera pergi meninggalkan kerumunan itu, menurutnya tidak ada gunanya dia tetap di sana.

….

….

Im Yoona berlari-lari kecil mencari-cari seseorang di danau belakang kampus sambil sesekali meneriakan namanya, “ Kibum-ah “ Panggilnya ketika dia berhasil menemukan orang yang dia cari.

Pria itu terlihat gugup lalu segera menyembunyikan sesuatu dibalik punggungnya, “ Annyeong Yoona “ serunya sambil tersenyum, namun raut wajahnya masih tetap tegang.

Yoona tersenyum lalu duduk disamping pria itu, “ Ada seseorang yang menyukaiku dan aku pun menyukainya “

Kibum – yang tadi berwajah tegang – kini tampak berseri-seri, “ Jadi.. kau sudah tahu? “

Yoona tersenyum malu dan mengangguk, “ Tentu saja aku tahu, bagaimana mungkin aku tidak tahu kalau Donghae Oppa juga menyukaiku? “

Tiba-tiba benda yang tadi disembunyikan KiBum terjatuh, membuat Yoona sedikit curiga, “ Ah, apa itu? “ Yoona menyipitkan matanya, “ Kau menyembunyikan sesuatu dariku, Kim Kibum? “

“ Bukan apa-apa “ Kibum berusaha membuat Yoona tidak curiga, “ Oya, kau belum mengatakan sesuatu tentang kau dan.. Dongho.. Dongmin.. Dong siapa namanya? “

“ Namanya Lee Donghae “ Ralat Yoona, “ Aku baru tadi bertemu dengannya, tapi dia langsung mengatakan kalau dia menyukaiku “

“ dan kau langsung percaya begitu saja? “ Kibum menyimpulkan.

“ Tentu saja karena aku juga menyukainya “ Yoona menjawab pendek, “ Ya! Kim Kibum, mengapa kau terlihat tidak senang? “

“ Bukan begitu “ Kibum mencari alasan , “ Hanya saja, kau baru pertama kali mengenalnya. Aku hanya takut kau akan terluka lagi “

“ Tidak akan “ ucap Yoona yakin. “ Donghae Oppa tidak sebejat Choi Siwon “ mata Yoona terlihat menerawang jauh, mengingat sesuatu.

Yoona kembali menatap Kibum, “ lagi pula aku memilikimu, sahabat yang selalu melindungiku “

Kibum tersenyum, menyembunyikan raut sedih diwajahnya, “ Tentu saja, aku menyayangimu Im Yoona “

Yoona langsung memeluk Kibum dan menepuk pundaknya lembut, “ Aku juga menyayangimu Kim Kibum, sebagai sahabatku “

Yah, tentu saja hanya sebatas sahabat. Jangan berharap lebih, Kim Ki Bum.

“ Ki Bum-ah “ Ucapnya tiba-tiba, membuat Ki Bum melepaskan pelukannya, “ Yah, kenapa? “

Yoona memanyunkan bibirnya, “ Menurutmu, mengapa Donghae Oppa menjadikanku kekasihnya? “

“ mmmm “ KiBum melihat keatas, berpura-pura mencari jawaban atas pertanyaan Yoona, “ Mungkin karena kau adalah gadis tercantik di kampus “

“ Benarkah? “ Yoona tampak tak percaya, “ Jangan membual hanya untuk membuatku senang, Kim Ki Bum “ ucapnya membuat Kibum tertawa geli. “ semua orang tahu kalau Jung Jessica yang paling cantik di kampus. Menurutmu, lebih cantik aku atau Jung Jessica? “

“ Kau dan dia sama-sama cantik dan manis, hanya saja kau sedikit lebih cantik karena kau selalu tersenyum “

Yoona memukul lengan Kibum pelan, “ Aaahh Kibum-ah, kau membuatku malu “ ucapnya sambil menutupi wajahnya yang memerah. “ Kau akan selalu menjadi yang paling cantik menurutku, Im Yoona karena kau adalah satu-satunya wanita yang aku cintai di dunia ini “ ucapnya dalam hati.

….

….

“ Sebenarnya, apa yang pernah dilakukan Siwon pada Im Yoona? Aku harus mencari tahu semua hal tentang Choi Siwon “ Gumam seseorang yang tengah menguping pembicaraan Yoona dan Kibum dibalik pohon.

….

“ Boleh aku duduk di sini, Nona Jung? “ Donghae menyimpan nampan pesanan makanan miliknya tepat didepan Jessica.

Jessica menghentikan aktivitas mengaduk capuccinonya yang sudah mulai mendingin, “ Ini tempat umum, Tuan Lee “ Lalu menatap Donghae dingin, “ Kau bebas duduk dimanapun yang kau mau “

Donghae langsung menggeserkan kursi untuk tempat duduknya, “ Ku lihat kau sepertinya tidak suka dengan apa yang aku lakukan tadi pagi “ ucapnya dengan percaya diri.

Jessica tersenyum sinis, “ Aku tidak perduli dengan apapun yang kau lakukan “ Lalu menarik napas panjang sebelum melanjutkan kata-katanya, “ Tapi ku harap kau tidak akan menyakiti hati siapapun dengan rencanamu ini “

Donghae meremas tangan Jessica dan menatapnya tajam, “ Kau yang membuatku seperti ini, Jung Jessica “

Jessica seakan tak mengenal sosok dihadapannya ini, bukan Donghae yang dia kenal. Donghae telah berubah menjadi sosok yang mengerikan. “ Lepaskan aku, Lee Donghae “

“ Tidak akan “ kecamnya. “ Sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskanmu “

“ Donghae Oppa “ Donghae dan Jessica menoleh pada gadis itu. Dengan segera, Donghae melepaskan tangan Jessica. “ Chagi, ada apa kau di sini? “

Yoona menatap Donghae dan Jessica dengan tatapan curiga, “ Aku dari tadi mencarimu, Oppa.” Ucap gadis itu jujur, “ Mengapa kau dan Jessica Jung ada di sini? “

“ aahh itu “ Donghae tertawa bodoh, berusaha agar sosok didepannya tidak curiga. “ Aku tadi sedang memohon pada Jessica agar Tiffany memaafkanku. Aku melupakan hari ulang tahun Tiffany “

Jessica tersenyum sinis, “ Dasar pembual “ gumamnya pelan, “ Baiklah Donghae-ssi, akan aku sampaikan permintaan maafmu pada Tiffany. Yoona, aku pergi dulu.” Lalu berkemas merapikan buku-buku dimejanya. “ Annyeong “

Donghae memperhatikan sosok Jessica sampai gadis itu menghilang dari pandangannya, “ Oppa, kau mendengarku tidak? “ Yoona berucap dengan kesal.

“ ah yah, tentu saja aku mendengarmu “ ucapan Yoona seolah menyadarkannya. ImYoona, maafkan aku karena tidak bisa melupakan gadis yang menyakitiku.

“ Aku senang kau mau datang menemuiku “Jaejoong menatap hamparan bunga didepannya, tempat dia dan Jessica pertama kali bertemu. “ Apa kau sudah sadar bahwa akulah yang terbaik untukmu? “

Jessica masih diam, bingung menjawab pertanyaan Jaejoong. Tapi, Jaejoong benar. Hanya Jaejoong lelaki yang benar-benar mencintainya. Jaejoong memang meninggalkannya selama beberapa tahun, tapi setidaknya Jaejoong tidak pernah mencintai wanita lain selain dirinya.

“ Aku tahu mungkin ini salah “ Jaejoong kembali berucap, “ Tapi aku benar-benar senang ketika hubungan kau dan si bodoh itu berakhir “

Jessica tersenyum kecil, “ Dia sudah tidak bodoh lagi, Oppa “

“ Kau tersenyum? “ Jaejoong terlihat senang ketika melihat Jessica tersenyum. Senyum yang telah hilang sejak Jaejoong pergi meninggalkannya, “ Dulu aku menganggap bahwa orang di film itu terlalu berlebihan ketika mengatakan mereka rela melakukan apapun asal melihat orang yang dicintainya bisa tersenyum… “

“ Oppa.. “ Jessica memotong perkataan Jaejoong karena dia tahu apa yang akan dikatakan Jaejoong selanjutnya.

Jaejoong tersenyum, tampan sekali. “ Aku tidak berbohong Jessica. Aku rela melakukan apapun asal bisa melihatmu tersenyum seperti itu “

Jessica masih diam, namun Jaejoong segera mengalihkan pembicaraan. Jaejoong benar-benar takut perkataannya tadi membuat pikiran Jessica tidak tenang. “ Oya, bagaimana kabar si bodoh itu? “

“ sudah aku katakan, dia tidak bodoh lagi, Oppa “

Jaejoong menatap mata Jessica, “ Dia tetap bodoh menurutku, karena dia melepaskanmu “ Lalu membelai rambut Jessica lembut, “ Sica, Aku masih mencintaimu dan diantara kita tidak pernah ada kata putus “

“ Oppa.. aku… “ Belum selesai Jessica menyelesaikan ucapannya, namun Jaejoong segera menyimpan telunjuknya dibibir tipis Jessica, “ shhuuttt, aku tidak ingin mendengar penolakan darimu karena aku dapat melihat bahwa kau masih mencintaiku “

….

“ Anak Mokpo itu berubah dari Upik Abu menjadi Cinderella, tapi selamanya dia tetap akan menjadi Itik buruk rupa. Dia tidak akan berubah menjadi Angsa, Chagi “ Siwon masih menenangkan Tiffany yang shock dengan perubahan Donghae.

Kini mereka sedang duduk di sofa ruang tamu Tiffany, ayah Tiffany masih di kantor dan calon Ibu Tirinya tidak memiliki wewenang untuk mengusir Siwon dari rumah itu.

Tiffany mengangguk lalu menyenderkan kepalanya didada bidang milik Siwon, “ Gomawo Oppa “ ucapnya manja.

Siwon memegang dagu Tiffany dan mulai mendekatkan wajahnya, bermaksud  untuk mencium bibir mungil milik gadis itu.

Tiffany memejamkan kedua matanya, namun tiba-tiba

‘ brukk ‘ Siwon terjatuh setelah mendapatkan pukulan dari Donghae. “ Ya! Apa yang kau lakukan? “ Tiffany berteriak dan langsung menolong Siwon yang terjatuh.

“ Appa melarangmu berhubungan dengannya,Tiffany! “ Donghae berusaha menjelaskan semuanya pada Tiffany. “ Aku hanya tidak ingin kau salah melangkah,Tiffany “

“ Kau tidak berhak mencampuri urusanku, Lee Donghae! “ Tiffany berteriak sambil menunjuk-nunjuk jarinya didepan wajah Donghae. “ Aku tidak ingin melihatmu lagi “

‘ Plak! ‘ Tiffany menatap tak percaya ketika Ibu Donghae menampar Donghae tepat didepannya, “ Kau benar-benar anak yang tidak tahu diri, Lee Donghae “ Ibu Donghae menatap kecewa pada anak semata wayangnya, “ mengapa kau memukul teman Tiffany? Kau seharusnya sadar diri, Lee Donghae! Ini adalah rumah Tiffany “

“ Ibu, maafkan aku “ Donghae terlihat menyesal. “ Dia bukan pria baik-baik “

“ sudahlah, ibu tidak mau mendengar apapun lagi darimu. Ibu kecewa padamu “ Lalu beralih menuju Tiffany, “ Fany-ah, maafkan Donghae! Ibu yakin dia tidak sengaja melakukannya “

Tiffany menepis tangan Ibu Donghae yang berniat menolongnya, “ Jangan berpura-pura bersikap baik padaku karena aku tidak akan pernah berubah menjadi baik padamu dan anakmu “ lalu memapah Siwon, “ Oppa, lebih baik kita pergi dari sini “

“ Kau mau kemana, Tiffany ? “ Donghae tiba-tiba sudah ada didepannya, menghalangi langkah Tiffany, “ Apa yang harus aku katakan jika Ayah menanyakanmu? “

Tiffany tersenyum sinis, “ Ayah sudah tidak memperdulikanku sejak kehadiranmu dan Ibumu di sini “ lalu menatap Donghae tajam, “ bukankah ini yang kau dan ibumu inginkan? Kalian ingin aku pergi dari sini kan? Kalian pasti ingin menguasai rumahku “ lalu mendorong Donghae hingga tersungkur.

“ Jangan halangi aku dan jangan mencariku “

….

….

Jessica berkali-kali mencoba memejamkan kedua matanya, namun tidak berhasil. Ingatannya kembali pada kejadian tadi siang ketika Jaejoong memintanya untuk kembali. Apakah Keputusan yang diambilnya benar? Jessica hanya berharap Keputusan yang diambilnya tepat dan tidak akan menyakiti siapapun.

Jessica baru memutuskan untuk beranjak dari kamarnya ketika mendengar bel rumahnya berbunyi, “ Krystal.. krystal “ Serunya sambil menepuk-nepuk badan sang adik. “ Emmm.. eemm kenapa, Unni? “ Krystal bertanya setengah sadar.

Jessica dengan kesal menarik selimut milik Krystal, lalu berkata, “ Ada orang yang memencet bel. Ayo temani kakak membuka pintu “

Krystal merebut kembali selimut itu dan mengomel dengan kata-kata yang tidak jelas, “ Unni saja. Aku masih mengantuk “ Lalu menguap dan melanjutkan tidurnya.

Jessica juga merasa kasihan melihat adiknya yang tidur dengan pulas, sepertinya seharian ini Krystal sangat sibuk di sekolahnya. seandainya orang tua mereka ada di sini, pasti Jessica tidak akan serepot ini. “ Baiklah, kau tidur saja! “ kata Jessica, “ Kakak keluar sebentar. Tidak akan lama, Janji! “ ucapnya sambil membelai rambut Krystal lembut.

“ Unni “ Krystal menggenggam tangan Jessica, “ Hati-hati “

Jessica hanya mengangguk lalu keluar kamar dan menutup pintu kamar dengan hati-hati, takut membuat Krystal terjaga dari tidurnya. Jessica menelusuri setiap ruangan yang menghubungkannya dengan pintu utama.

“ Kau “ Jessica terkejut ketika melihat Donghae dibalik pintu rumahnya dan langsung berusaha untuk menutup kembali pintu itu.

Namun, Donghae lebih cekatan memasukan sebelah kakinya masuk ke dalam rumah dan dengan mudah mendorong Jessica hingga dia berhasil masuk ke dalam rumah itu, “ Kumohon, dengarkan aku sekali ini saja “ pinta Donghae dengan setengah memohon.

Jessica masih membatu di sana, ini adalah Donghae yang dia kenal. Bukan Donghae yang tadi siang bertemu dengannya, “ Kurasa aku tidak perlu mendengar apapun darimu “ Jessica berkata dengan dingin, tanpa melihat kearah Donghae, “ Lebih baik kau pergi sekarang juga! Atau kau ingin aku berteriak? “ Jessica mengancam dengan wajah serius.

“ Kumohon ini tentang Tiffany “ namun Jessica tidak mau mendengarnya. Jessica mendorong Donghae hingga keluar dari rumahnya dan segera mengunci pintu utama.

Donghae tidak menyerah, dia tetap mengetuk pintu rumah itu berharap Jessica mau menemuinya. “ Kumohon, Sicca! Tiffany sedang ada dalam bahaya. Aku takut terjadi sesuatu yang buruk padanya, kumohon beri tahu aku di mana dia berada “

Jessica masih diam, berharap Donghae mengira dia sudah pergi ke kamar, “ Maafkan aku, Tiffany pasti sedang ingin sendiri. Tiffany sangat membencimu dan percuma kau bertanya padaku karena aku juga tidak tahu di mana dia berada sekarang “ ucapnya dalam hati.

Donghae masih mengetuk pintu berulang kali, “ Sicca, aku tahu kau masih ada di sana! Aku mohon bantu aku. aku tahu kau memang membenciku, tapi aku yakin kau sangat perduli pada Tiffany. Hanya kau yang bisa membantu Tiffany saat ini “

Jessica terkejut mendengarnya. Mengapa Donghae seolah sangat mengerti isi hatinya? Jessica mengangkat ponselnya, menghubungi seseorang. “ Pak, ini saya Jung Jessica. Ada orang yang mengganggu ketenangan di rumah saya. Bisa anda ke sini dan mengurusnya? “ Jessica diam sejenak, membiarkan lawan bicaranya berbicara, lalu menjawab kembali. “ Ah, terima kasih banyak atas bantuannya. Selamat malam “

Jessica menyimpan kembali ponsel itu di saku piyamanya lalu meninggalkan pintu utama menuju kamarnya. “ Aku memang tidak tahu di mana Tiffany berada, tapi aku tahu siapa orang yang mengetahui keberadaan Tiffany.”

“ Donghae, lebih baik aku saja yang mencari Tiffany. Kau tidak perlu mencarinya karena Tiffany pasti tidak mengharapkan keberadaanmu. Biarkan saja para security itu mengantarmu pulang.” Jessica membatin.

….

….

maaf banget buat yang udah nunggu lanjutan ff ini dan maaf juga kalau ffnya gak sesuai dengan yang dibayangkan

buat selanjutnya pengen ff mana yang dilanjutkan?

a. cinderella boy [part 3]

b. minstal have a baby?? oh no~ [sequel] part 2

c. Gee~ into the new world [part 2]

d. chocolate strawberry [part 7]

tapi gak bisa janji bakal cepet-cepet publish soalnya lagi sibuk-sibuk kuliah tapi kalau komennya banyak, diusahakan publish cepet

gomawoo all

 

41 responses to “cinderella boy [part 2]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s